Articles
39 Documents
Edukasi Pentingnya Jajanan Sehat Bagi Anak Sekolah di SD Negeri 1 Wawoangi Kabupaten Buton Selatan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)
Publisher : LPPM STIKES Bina Usada Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36474/abdinusa.v2i1.378
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah salah satu cara masyarakat untuk dapat menjaga kualitas kesehatannya. Program PHBS terdapat beberapa indikator yang dijadikan acuan dalam pelaksanaan PHBS, salah satunya adalah memilih jajanan Sehat. Pengabdian yang kami lakukan melalui metode penyuluhan dengan melibatkan seluruh siswa kelas IV SD Negeri 1 Wawoangi yang berjumlah 20 orang. Para siswa/i sangat antusias mengikuti penyuluhan yang kami lakukan, hal ini dapat dilihat dari sebagian besar peserta dapat menjawab pertanyaan dari tim pengabdian Masyarakat. Sehingga para siswa/i menyadari akan manfaat memilih jajanan sehat, bagaimana cara memilih jajanan yang baik dan benar, dan apa saja ciri-ciri jajanan sehat. Pentingnya edukasi terkait jajanan sehat bagi anak sekolah sebagai langkah awal untuk mencegah masalah Kesehatan pada anak sekolah.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga Wilayah Kerja Puskesmas Kampili
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)
Publisher : LPPM STIKES Bina Usada Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36474/abdinusa.v2i1.394
PHBS (perilaku Hidup Bersi dan Sehat) di Tatanan Rumah Tangga adalah semua perilaku kebersihan dan kesehatan yang dilakukan atas kesadaran masing masing sehingga setiap anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan ikut berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.. PKM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang PHBS Rumah tangga kepada masyarakat di wilayak kerja Puskesmas Kampili kabupaten Gowa dan dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan menggunakan in-focus, note book dan beberapa alat peraga.Penyuluhan PHBS Rumah tangga berjalan lancer
Promosi Kesehatan dengan Pemberian Brosur Skrining Prakonsepsi Terhadap WUS di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas I Kuta Selatan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)
Publisher : LPPM STIKES Bina Usada Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36474/abdinusa.v2i1.397
Skrining prakonsepsi bertujuan untuk memastikan bahwa wanita dan pasangannya berada dalam status kesehatan fisik dan emosional yang optimal dan tidak mengalami masalah kesehatan saat dimulainya kehamilan, namun kenyataannya program-program terkait pelayanan kesehatan prakonsepsi belum dimanfaatkan secara maksimal disebabkan WUS belum memiliki cukup informasi dan akses terhadap kesehatan prakonsepsi yang mereka butuhkan. Peningkatan kasus kematian ibu pada tahun 2020 sebesar 56 kasus, yang sangat tinggi terjadi di Kabupaten Badung yaitu 12 kasus, Karangasem 8 kasus dan Kota Denpasar 8 kasus. Penyebab utama kematian ibu adalah hipertensi dalam kehamilan, gangguan sistem peredaran darah, perdarahan dan lainnya. Tujuan dari pengabdian ini adalah sebagai promosi kepada WUS terhadap kesehatan prakonsepsi yang dapat dilakukan dengan melakukan skrining di pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan yaitu pemberian edukasi terhadap WUS. Hasil dan Diskusi pengabdian ini diikuti oleh 20 peserta dengan kegiatan pre test dan post test kepada WUS usia 20-30 tahun mengenai skrining prakonsepsi. WUS yang memiliki pengetahuan kurang sebesar 5 orang (5.1%), pengetahuan baik 10 orang (10.5%), Sikap sebelum promosi kesehatan setuju sebanyak 4 orang (4.5%) setelah diberikan brosur sikap setuju menjadi 10 orang (10.5%). Pada perilaku sebelum diberikan promosi kesehatan baik berjumlah 10 orang (11%) dan sesudah diberikan promosi perilaku WUS menjadi baik sebanyak 15 orang (16.1%).
Edukasi Perkembangan Balita Menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP)
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)
Publisher : LPPM STIKES Bina Usada Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36474/abdinusa.v2i1.398
Lebih dari 200 juta anak yang berusia kurang dari 5 tahun menunjukkan keterlambatan perkembangan setiap tahunnya. Terdapat juga 86% kasus keterlambatan perkembangan terjadi di Negara berkembang. Dikawatirkan sekitar 43 % anak di Negara berkembang akan mengalami gangguan perkembangan. Permasalahan dalam perkembangan pada anak usia pra sekolah dapat dideteksi dengan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Pemantauan perkembangan balita dilaksanakan secara serentak di Lingkungan Kelurahan Panjer. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara serentak di Kelurahan Panjer dilakukan pada tangga l 3 dan 27 Agustus 2022 melalui dua tahapan. Tahapan pertama dilakukan pada 60 peserta dengan kegiatan edukasi tentang pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, evaluasi pre test dan post test, pengukuran antropometri balita, pemantauan perkembangan balita menggunakan kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP). Tahap kedua dilakukan kegiatan pemeriksaan ulangan perkembangan kepada balita yang perkembangan pada tahap pertama tidak sesuai sejumlah 8 balita. Terdapat perbedaan pengetahuan antara sebelum dilakukan edukasi pertumbuhan dan perkembangan balita dengan sesudah dilakukan edukasi. Balita yang memiliki antropomotri berdasarkan berat badan dengan usia didapatkan sebagian besar balita memiliki pertumbuhan yang normal sebesar 54 balita (90%) dengan hasil perkembangan sesuai lebih besar daripada balita dengan perkembangan yang tidak sesuai sebesar 52 balita (86,7%). Terdapat peningkatan pengetahuan orang tua dari sebelum dan sesudah dilakukannya edukasi pertumbuhan dan perkembangan balita usia 1-3 tahun. Orang tua diharapkan untuk terus menstimulasi perkembangan balita dan rutin memantau tumbuh kembang balita setiap bulannya di posyandu serta diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat terkait pemantauan tumbuh kembang balita bisa terus dilakukan oleh ITEKES Bali
Penyuluhan Tentang Stunting Pada Ibu Yang Memiliki Balita Usia 12-59 Bulan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)
Publisher : LPPM STIKES Bina Usada Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36474/abdinusa.v2i1.399
Prevalensi balita pendek mengalami peningkatan dari tahun 2016 yaitu 27,5%, tahun 2017 yaitu 29,6% dan menjadi 30,8% pada tahun 2018. Data tersebut menunjukkan peningkatan kurang lebih 1,6% pertahun. Pengetahuan merupakan aspek domain yang penting untuk membentuk tindakan seseorang. Semakin luas seseorang memiliki pengetahuan maka semakin positif pula perilaku yang dilakukannya. Oleh sebab itu, upaya perbaikan stunting bisa dicoba dengan kenaikan pengetahuan sehingga bisa memperbaiki sikap pemberian makan pada anak. Metode: Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Bale Banjar Wilayah kerja UPTD Puskesmas Kuta Selatan dilakukan pada tanggal 26 September 2022. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan sesuai dengan yang sudah direncanakan. Penyuluhan diberikan kepada ibu-ibu yang memiliki balita 12-59 bulan. Sebelum memulai penyuluhan, peserta di berikan kuesioner dengan 5 item pertanyaan untuk mengukur pengetahuan peserta tentang stunting pada balita. Dalam proses penyuluhan tersebut, sebagian ibu tidak mengetahui apa itu stunting dan tidak mengetahui pemeriksaan apa saja dalam stunting tersebut. Sehingga penyelesaian masalah yang diberikan adalah mengajak ibu balita untuk mengikuti dan mendengarkan penjelasan tentang apa itu stunting. Hasil : efektivitas pemberian penyuluhan kepada ibu yang memiliki balita 12-59 bulan memberikan pengaruh yang positif. Sehingga hal ini dapat menjadi keberlanjutan untuk menyampaikan informasi-informasi kesehatan kepada masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita dalam melakukan pencegahan stunting. Kegiatan penyuluhan mengenai stunting ini hendaknya dilanjutkan kedepannya dengan sasaran seluruh ibu yang memiliki balita atau ibu hamil yang ada di Indonesia atau khususnya di Bali sehingga informasi tentang stunting atau pemantauan tubuh kembang anaknya dapat dipantau secara berkala untuk pencegahan stunting
Bicara Seks dengan Anak: Panduan Bagi Orang Tua dalam Memberikan Pendidikan Seksual pada Anak Sesuai Usia di Desa Mojongapit
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)
Publisher : LPPM STIKES Bina Usada Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36474/abdinusa.v2i1.401
Pendidikan seksual pada anak adalah topik yang penting untuk dipahami oleh semua orang tua. Pendidikan seksual yang diberikan kepada anak perlu disampaikan oleh orang tua sesuai dengan tahap perkembangan usia anak. Pendidikan seksual yang disampaikan pada anak dapat dimulai dari mengenalkan nama-nama bagian tubuh dengan benar termasuk alat kelamin dan menjelaskan fungsinya, memberikan pemahamna tentang area tubuh yang boleh disentuh dan tidak serta memperkenalkan konsep pubertas dan perubahan tubuh yang akan terjadi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak dan menggunakan metode pendekatan yang sesuai. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi pada orang tua tentang cara memberikan pendidikan seksual pada anak sesuai dengan usia dan tahapan perkembangannya. Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah mencegah terjadinya pelecehan dan kekerasan seksual. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan ibu yang memiliki anak usia balita, kader dan bidan desa. Metode pelaksanaan kegiatan ini melalui ceramah dan diskusi interaktif serta dievaluasi dengan tanya jawab seputar materi yang telah disampaikan. Hasil dari kegiatan ini seluruh peserta berperan aktif selama penyampaian materi dan antusias dalam menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh pemateri dan menjawab pertanyaan dengan tepat. Kesimpulan terjadi peningkatan pengetahuan ibu setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan topik pendidikan seksual pada anak sesuai usia.
Sehat di Tengah Vulkanik di Banjar Adat Gede, Desa Adat Muncan, Kabupaten Karangasem
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA) Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)
Publisher : LPPM STIKES Bina Usada Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36474/abdinusa.v2i2.441
Bencana adalah bagian dari kehidupan yang datang secara tiba-tiba tanpa dapat diprediksi kapan, bagaimana, dan di mana akan terjadi. Gunung meletus adalah peristiwa keluarnya endapan magma dari dalam perut bumi yang didorong oleh gas bertekanan tinggi. Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana termasuk Banjar Adat Gede Desa Adat Muncan Karangasem, perlu ditingkatkan kapasitasnya melalui penyuluhan kesehatan. Ancaman erupsi Gunung Agung memiliki dampak negatif berupa material berbahaya seperti lahar dan abu vulkanik panas yang dapat merusak pemukiman warga dan menyebabkan berbagai penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas). Dengan adanya penyuluhan kesehatan yang tepat, masyarakat dapat memahami bagaimana menjaga kesehatan mereka selama dan setelah bencana. Edukasi yang diberikan berupa cara mempertahankan kesehatan ditengah gunung meletus adalah dengan menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Setelah mendapatkan materi Sehat di Tengah Vulkanik, pengetahuan masyarakat meningkat dengan nilai p-value 0,000 (p<α 0,5%) dapat disimpulkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bencana gunung meletus.
Edukasi Menyusui Melalui Media Pesan Digital
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA) Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)
Publisher : LPPM STIKES Bina Usada Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36474/abdinusa.v2i2.487
ASI dapat melindungi bayi dari penyakit penyebab kematian bayi seperti diare, Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), radang paru – paru, Hand Foot, and Mouth Disease (HFMD), dan menurunkan kejadian penyakit menular sehingga dapat mencegah mengkonsumsi antibiotik dan pada akhirnya dapat menurunkan antimicrobial resistance (AMR). Sebuah penelitian mengenai ASI eksklusif menemukan bahwa distribusi topik yang diterima responden ketika menerima layanan temu wicara yaitu hanya 1,8% yang mendapatkan penjelasan mengenai ASI eksklusif dan hanya 0,6% yang mendapat informasi mengenai inisiasi menyusu dini (IMD). kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan bertujuan untuk mengedukasi para ibu tentang pentingnya menyusui serta menghindari dari mitos-mitos yang beredar di kalangan masyarakat. Kegiatan ini juga dilakukan melalui media pesan digital yaitu WhatsApp Group yang terdiri dari 143 ibu yang tersebar diberbagai daerah di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan yaitu pemberian materi menggunakan pesan teks dan gambar lalu dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab selama 2 jam. Berdasarkan pengamatan selama sesi edukasi, peserta menunjukkan antusiasme melalui diskusi aktif dan pertanyaan yang diajukan terkait dasar-dasar menyusui, manfaat ASI, dan pentingnya kontak laktasi sesuai standar WHO. Meskipun tidak ada evaluasi formal, kegiatan ini memberikan gambaran awal bahwa media digital seperti WhatsApp efektif sebagai sarana penyampaian informasi kesehatan.
Pencegahan Hipertensi Melalui Pendidikan Kesehatan: Terapi Relaksasi Otot Progresif dan Musik (ReSik)
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA) Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)
Publisher : LPPM STIKES Bina Usada Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36474/abdinusa.v2i2.488
Desa Banteran memiliki penduduk dengan penderita hipertensi cukup tinggi di Kabupaten Banyumas dengan jumlah 4.808 kasus. Namun demikian, monitoring kesehatan masyarakat masih dilakukan secara manual, serta sumber daya untuk melakukan monitoring masih belum merata. Kartini Jogo Tonggo sebagai kelompok swabantu hadir sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan yang ada. Tujuan program ini adalah meningkatkan pengetahuan pencegahan hipertensi melalui edukasi terapi relaksasi otot progresif dan terapi musik (ReSik) dengan membentuk kelompok swabnatu: Kartini Jogo tonggo. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 40 orang. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, demonstrasi, redemonstrasi. Pengabdi mengukur pengetahuan pencegahan hipertensi pada klien dengan hipertensi terlebih dahulu. Lalu klien diberikan Pendidikan Kesehatan pencegahan hipertensi melakukan terapi RESIK selama selama 30-45 menit. Setelah itu pengabdi mengukur kembali pengetahuan pencegahan hipertensi pada klien. Hasil akhirnya diperoleh adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan tentang materi pencegahan hipertensi yaitu sebesar 3,3. Para kader disarankan untuk menerapkan dan mengajarkan terapi RESIK kepada kerabat dekat agar dapat mencegah hipertensi dan stroke
Manajemen Laktasi Untuk Sukses Asi Esklusif Guna Mencegah Stunting
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA) Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)
Publisher : LPPM STIKES Bina Usada Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36474/abdinusa.v2i2.491
Bencana adalah bagian dari kehidupan yang datang secara tiba-tiba tanpa dapat diprediksi kapan, bagaimana, dan di mana akan terjadi. Gunung meletus adalah peristiwa keluarnya endapan magma dari dalam perut bumi yang didorong oleh gas bertekanan tinggi. Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana termasuk Banjar Adat Gede Desa Adat Muncan Karangasem, perlu ditingkatkan kapasitasnya melalui penyuluhan kesehatan. Ancaman erupsi Gunung Agung memiliki dampak negatif berupa material berbahaya seperti lahar dan abu vulkanik panas yang dapat merusak pemukiman warga dan menyebabkan berbagai penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas). Dengan adanya penyuluhan kesehatan yang tepat, masyarakat dapat memahami bagaimana menjaga kesehatan mereka selama dan setelah bencana. Edukasi yang diberikan berupa cara mempertahankan kesehatan ditengah gunung meletus adalah dengan menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Setelah mendapatkan materi Sehat di Tengah Vulkanik, pengetahuan masyarakat meningkat dengan nilai p-value 0,000 (p<α 0,5%) dapat disimpulkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bencana gunung meletus.