cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Forum Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Forum Nuklir (JFN) adalah jurnal ilmiah bertaraf nasional dengan ruang lingkup semua aspek yang terkait dengan ilmu pengetahuan nuklir, teknologi nuklir, termasuk pendidikan dan sumber daya manusia nuklir. JFN (ISSN 1978-8738) diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
IRADIATOR STTN: OVERVIEW DESAIN MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Fifi Nurfiana
Jurnal Forum Nuklir JFN VOL 11 NO 2 NOVEMBER 2017
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.11 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2017.11.2.5314

Abstract

IRADIATOR STTN: OVERVIEW DESAIN MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA. Iradiator gamma STTN dapat memberi kebermanfaatan yang besar sebagai fasilitas yang mendukung tridharma perguruan tinggi. Namun secara bersamaan memiliki potensi resiko karena membawa sumber radioaktif  yang cukup besar yakni Co-60 12 kiloCurie. Oleh karena itu, dalam penggunaan fasilitas iradiator harus disusun dan diterapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja dengan sumber radiasi, guna tercipta tempat kerja yang aman, efisien dan produktif. Dari penggabungan semua sistem K3 dan penjaminan mutu yang mengacu pada garis peraturan yang berlaku maka dapat ditarik empat pilar manajeman dalam pemanfaatan Iradiator STTN yang meliputi planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), leading (pengarahan) dan controlling (pengendalian). Dalam hal ini planning meliputi pemilihan tipe irradiator, desain ruang/bangun, dan kualifikasi SDM;                 organizing dilakukan dengan adanya struktur organisasi pengelola irradiator; leading dengan pengarahan untuk optimalisasi pelayanan; dan controlling yang meliputi kontrol terhadap pengoperasian, perawatan, data personil, dan paparan lingkungan.
PROGRAM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENGAWASAN TENAGA NUKLIR DALAM RANGKA INTRODUKSI PLTN DI INDONESIA Nanang Triagung; Edi Hermawan
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 2 November 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3936.595 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.2.3415

Abstract

PROGRAM  PENGEMBANGAN SUMBER  DAYA  MANUSIA  PENGAWASAN TENAGA NUKLIR DALAM RANGKA INTRODUKSI PLTN DI INDONESIA. Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di lndonesia menghadapi tantangan yang tidak mudah. Salah satu aspek yang diragukan publik adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM). Sumber daya manusia dimaksud meliputi tenaga operator, sumber daya manusia di badan litbang dan promotor, maupun badan pengawas. Generasi SDM yang menekuni teknologi nuklir mengalami kesenjangan usia maupun kemampuan penguasaan keilmuan yang cukup lebar antara generasi pendahulu dan generasi penerusnya. Keadaan ini juga terjadi dengan SDM pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir yang ada di Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). lntroduksi PLTN harus disikapi dengan penyusunan program peningkatan dan pengembangan kualitas SDM yang terencana, terstruktur, dan tersistematisasi dengan baik. Program tersebut harus dimulai dengan pemetaan kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan SDM secara kelembagaan untuk mendukung introduksi PLTN. Pengembangan dan peningkatan SDM pengawasan PLTN harus memadukan peningkatan jenjang pendidikan, penyelenggaraan pelatihan, fasilitasi kegiatan pertemuan ilmiah, dukungan dan pembinaan jabatan fungsional yang terkait, serta penanaman nilai moralitas dan budi pekerti yang luhur. Dengan terwujudnya SDM pengawasan PLTN yang kompeten dan profesional, maka masyarakat akan lebih mudah untuk diyakinkan bahwa pemanfaatan PLTN dijamin aman dan selamat, serta sangat berguna bagi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.
PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF CAIR YANG MENGANDUNG DETERGEN DENGAN CARA OZONASI DIIKUTI PENJERAPAN Noor Anis Kundari; Emma Anjariyanti; Suryo Rancono
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 8 No 1 Mei 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1800.598 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2014.8.1.3474

Abstract

PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF CAIR YANG MENGANDUNG DETERJEN DENGAN OZON DIlKUTI PENJERAPAN. Ozon merupakan oksidator kuat untuk mendegradasi senyawa organik sedangkan zeolit mempunyai karakter sebagai penjerap. Kombinasi dari ke dua proses punyai potensi untuk mengolah limbah radioaktif cair yang mengandung deterjen. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas pengolahan limbah radioatif cair dengan metode ozonasi diikuti penjerapan dengan menghitung nilai faktor dekontaminasi (FD) dan efisiensi pcngolahan (EP). Selain itu juga memperoleh persamaan kecepatan penurunan COD pada proses penjerapan setelah proses ozonasi. Penelitian dilakukan secara batch dengan variabel waktu. Laju produksi ozon mesin ozonizer yang digunakan penelitian ini adalah 1,0175 x 10-5g O3/detik. Hasil penelitian menunjukkan nilai COD dan TS turun dengan semakin lamanya proses ozonasi, reaksi berlangsung pada orde satu dengan persamaan kecepatan penurunan COD: -r COD = -d[COD]/dt = 0,034 [COD]-1, nilai FD dan EP dari proses penjerapan sebesar 145,773 dan 99,3 14%.
Penerapan Metode Reliability Centered Maintenance (Rcm) Berbasis Web Pada Sistem Pendingin Primer di Reaktor Serba Guna Ga. Siwabessy Mohammad Tahril Azis; M. Salman Suprawhardana; Teguh Pudji Purwanto
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 4 No 1 Mei 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.298 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2010.4.1.225

Abstract

Terkait fungsinya sebagai pendingin utama reaktor RSG GA. Siwabessy, untuk menjamin suhu di dalam teras dan reflektor sesuai batas operasi yang diijinkan selama reaktor beroperasi. Komponen–komponen sistem pendingin primer yang terkait harus mengacu pada daya termal reaktor dan dapat meminimalkan kebolehjadian kegagalan (failure) pada komponen supaya dalam pengoperasiannya reaktor aman dan selamat. Pengembangan RCM (Relibility Centered Maintenance) berbasis web dengan perangkat lunak Free Open Source Software (FOSS) / GPL (General Public License), akan membantu sebagai sistem informasi pendukung perawatan yang bisa bekerja dalam jaringan intranet/internet. Free Open Source Software (FOSS) merupakan perangkat lunak yang dapat memberikan jaminan kepada penggunanya untuk melakukan pengembangan, sharing dan melakukan perubahan jika diperlukan, terutama pengguna merasa yakin bahwa software tersebut benar-benar legal dan bebas (free software). Metode RCM merekomendasikan sebanyak 52 jenis perawatan dari task selection untuk diterapkan pada sistem pendingin primer dengan rincian 35% time directed (18 task), 63% condition directed (33 task) dan 1% failure finding (1 task). Kata kunci: Reliability Centered Maintenance, Free Open Source Software, Sistem Pendingin Primer , Web based System
PENURUNAN KONSENTRASI CO DAN NO PADA EMISI GAS BUANG DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PENYISIPAN TiO2 LOKAL PADA KARBON AKTIF. Kris Tri BAsuki
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 1 No 1 Mei 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.823 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2007.1.1.3272

Abstract

Penggunaan karbon aktif sebagai media adsorpsi gas CO dan NO2 pada emisi gas buang kendaraan bermotor. Dari hasil penelitian diketahui bahwa media karbon aktif yang dipasang sepanjang 5 cm, 10 cm dan 15 cm pada tabung adsorpsi memberikan hasil penurunan konsentrasi gas CO sebesar 76,316%, 80,866% dan 82,785%. Pada konsentrasi TiO 15%, 10% dan 15% yang ditambahkan pada media karbon aktif dengan panjang media 15 cm memberikan penurunan konsentrasi CO sebesar 83,88%, 87,5% dan 92,76%. Untuk gas NO2 , karbon aktif yang dipasang sepanjang 5 cm, 10 cm dan 15 cm pada tabung adsorpsi memberikan hasil penurunan konsentrasi gas NO2 sebesar 78,897 %, 88,934 % dan 90,051 %. Pada konsentrasi TiO 5%, 10% dan 15% yang ditambahkan pada media karbon aktif dengan panjang 15 cm memberikan penurunan konsentrasi NO2 sebesar 92,720%, 93,081% dan 94,338 %. Dari hasil penelitian juga diketahui bahwa media karbon aktif yang dipasang pada panjang media 15 cm memiliki efisiensi penurunan konsentrasi CO dan NO yang lebih besar dibanding media karbon aktif yang dipasang pada panjang media 5 cm dan 10 cm. Media karbon aktif yang disisipi TiO2 berpengaruh terhadap adsorpsi gas CO dan NO, dan lebih optimal dalam menurunkan konsentrasi gas CO dan NO2, dibandingkan media karbon aktif tanpa penyisipan TiO2. Media karbon aktif dengan konsentrasi TiO 15 % yang dipasang sepanjang 15 cm pada tabung adsorpsi memiliki waktu jenuh selama 42,88 jam dengan biaya pembuatan media sebesar Rp 1358,437. 
Pengaruh unsur AI dan Mo terhadap hasil analisis uranium dalam pelat elemen bakar U-Mo/AI. Iis Haryati; Boybul Boybul; Sutri Indaryati
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 5 No 2 November 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3097.5 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2011.5.2.3331

Abstract

Pengaruh unsur AI dan Mo terhadap hasil analisis uranium dalam pelat elemen bakar U-Mo/AI. Telah dilakukan analisis kadar uranium dalam larutan uranil nitrat hasil pelarutan pelat elemen bakar (PEB) U- Mo/AI. Penentuan kadar uranium menggunakan metode potensiometri titrasi reduksi oksidasi dengan fero sulfat sebagai reduktor dan kalium bikromat sebagai oksidator. Pengaruh aluminium di dalam uranil nitrat diteliti pada konsentrasi 500, 1000, 1500, 2000, 2500,3000 dan 5000 ppm, sedangkan pengaruh Mo diteliti pada konsentrasi 50, 100, 200, 300, 400, 500 dan 1000 ppm dengan konsentrasi uranium 1000 ppm. Pengukuran kadar uranium dalam larutan PEB U-Mo/AI dianalisis dengan teknik pemanasan dan ditambahkan asam perklorat, tanpa pemanasan dan pemisahan dengan cara ekstraksi menggunakan TBP/Heksan. Hasil analisis uranium dalam larutan PEB U-Mo/AI dengan teknik pemanasan, tanpa pemanasan dan dalam fase organil berturut-turut sebesar 3,216%, 5,876% dan 2,391%. Unsur pengotor AI berpengaruh terhadap ketelitian analisis uranium pada konsentrasi 5000 ppm, sedangkan pada konsentrasi <= 3000 ppm tidak berpengaruh terhadap ketelitian maupun akurasi analisis. Unsur pengotor Mo dengan konsentrasi 50 ppm sampai dengan 1000 ppm tidak berpengaruh pada hasil analisis uranium baik terhadap ketelitian maupun akurasi analisis.
RANCANG BANGUN MODUL ELECTRICAL POWER DEMAND UNTUK SIMULATOR INSTALASI PLTN Ikhsan Shobari; Dian Fitri Atmoko; Syahrudin Yusuf; Sutomo Budihardjo
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 7 No 2 November 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2630.711 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2013.7.2.3464

Abstract

RANCANG BANGUN MODUL ELECTRICAL POWER DEMAND UNTUK SIMULATOR INSTALASI PLTN. Telah dilakukan kegiatan rancang bangun modul electrical power demand yang berfungsi untuk mensimulasikan perubahan beban listrik. Modul electrical power demand merupakan bagian dari simulator instalasi PLTN. Bagian lainnya adalah simulator teras reaktor dan simulator turbin generator, yang setelah diintegrasikan akan menjadi simulator instalasi PLTN. Bagian utama electrical power demand simulator instalasi PLTN adalah modul beban, modul summing amplifier, modul data akuisisi NI 6212, modul kendali PLC T100MD series, dan modul perangkat tampilan informasi proses dan perangkat lunak kendali. Modul perangkat lunak tampilan informasi proses dibangun dengan program Lab View 2009 Evaluation Version dan untuk modul kendali digunakan perangkat lunak Trilogi Versi 6. 13. Dari hasil pengujian electrical power demand yang diintegrasikan, dapat difungsikan sebagai sarana pembelajaran pengoperasian sebuah instalasi PLTN dengan fluktuasi dan dinamika perubahan beban listrik.
Penerapan Sistem Seifgrad Nuklir dan Tantangannya Eri Hiswara
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 1 Mei 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2780.195 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.1.69

Abstract

dalam uji coba
VALIDASI PENGUKURAN OSMOLALITAS DENGAN MENGGUNAKAN LARUTAN STANDAR PADA ALAT AUTOMATIC OSMOMETER Amal Rezka Putra; Maskur Maskur; Yayan Tahyan
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 10 No 2 November 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.411 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2016.10.2.3497

Abstract

VALIDASI PENGUKURAN OSMOLALITAS DENGAN MENGGUNAKAN LARUTAN STANDAR PADA ALAT AUTOMATIC OSMOMETER. Salah satu syarat sediaan farmasi khususnya sediaan injeksi intravena yaitu penentuan nilai osmolalitas. Alat yang digunakan untuk menentukan nilai osmolalitas yaitu automatic osmometer. Sebelum digunakan secara rutin untuk menentukan osmolalitas sediaan radiofarmaka, diperlukan validasi terhadap alat automatic osmometer yaitu untuk memastikan apakah hasil pengukuran alat tersebut valid atau tidak. Validasi pengukuran osmometer dilakukan dengan tiga parameter yaitu akurasi, presisi, dan  linieritas. Sebagai  obyek pengukuran diambil larutan standar 100 mOsm/kg, 290 mOsm/kg, dan 500 mOsm/kg yang masing-masing diukur sebanyak 20 kali  dan dibuat tabel akurasi, grafik presisi, dan grafik linieritas. Prosentase akurasi pada standar 100 mOsm/kg=100,05%, 290 mOsm/kg=100,05% dan 500 mOsm/kg =100,42%. Validasi presisi pengukuran standar 100mOsm/kg menunjukkan nilai ±1SD=50%, ±2SD=50%, standar 290 mOsm/kg ±1SD=80%, ±2SD=15%, dan ±3SD=5%, dan standar 500 mOsm/kg  ±1SD=75%, ±2SD=25%. Nilai linieritas pada rerata hasil pengukuran yaitu a = 1,00520, b = 0,77533 dan r2  = 0,99999. Dari hasil validasi pengukuran nilai osmolalitas larutan standar dengan  alat  automatic  osmometer  dinyatakan  alat  tersebut  valid  untuk  digunakan  dalam  pengukuran osmolalitas sediaan radiofarmaka.
KERANGKA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PROGRAM PEMBANGUNAN PLTN Ferhat Aziz; Yaziz Hasan
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 1 Mei 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.291 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.1.362

Abstract

KERANGKA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PROGRAM PEMBANGUNAN PLTN. Pengembangan program PLTN harus didasarkan pada komitmen untuk menggunakan tenaga nuklir hanya untuk tujuan damai, dengan cara yang aman dan selamat, yang mengharuskan adanya infrastruktur nasional yang berkelanjutan yang melibatkan berbagai aspek, seperti kerangka peraturan perundangundangan. Kerangka tersebut berkaitan dengan pembentukan badan regulator independen dan penyusunan peraturan tentang nuklir, yaitu proteksi radiasi, bahan radioaktif dan sumber radiasi, keamanan instalasi nuklir, kesiapsiagaan kedaruratan dan tindakan tanggap darurat, penambangan dan pengolahan, transportasi, limbah radioaktif dan bahan bakar bekas, pertanggungjawaban kerugian nuklir dan kompensasi, proteksi, kontrol ekspor dan impor, dan proteksi fisik, sesuai konvensi dan standar internasional. Untuk itu, pemerintah telah menerbitkan berbagai peraturan perundang-undangan di bidang nuklir guna menjamin keamanan dan keselamatan pekerja, masyarakat maupun lingkungan hidup dari bahaya radiasi yang mungkin timbul. 

Page 11 of 21 | Total Record : 208