cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Forum Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Forum Nuklir (JFN) adalah jurnal ilmiah bertaraf nasional dengan ruang lingkup semua aspek yang terkait dengan ilmu pengetahuan nuklir, teknologi nuklir, termasuk pendidikan dan sumber daya manusia nuklir. JFN (ISSN 1978-8738) diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
SIMULASI SISTEM INTERLOCK PENGAMAN OPERASI MESIN BERKAS ELEKTRON (MBE) DENGAN PERANGKAT LUNAK BASCOM 8051 Sukarman Sukarman; Muhtadan Muhtadan
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 1 No 2 November 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.834 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2007.1.2.3277

Abstract

SIMULASI SISTEM INTERLOCK PENGAMAN OPERASI MESIN BERKAS ELEKTRON (MBE) DENGAN PERANGKAT LUNAK BASCOM 8051. Telah dibuat simulasi sistem pengaman operasi Mesin Berkas Elektron (MBE) berbasis mikrokontroler. Sistem  interlock  disimulasikan  menggunakan  perangkat  lunak  BASCOM  8051.  Sebagai masukan ke mikrokontroler diatur dengan memberikan level sinyal (1 / 0 ) ke port yang terhubung dengan parameter masukan MBE pada editor BASCOM8051. Sebagai keluaran dari Sistem Interlock disimulasikan menggunakan Led Indikator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem interlock telah berfungsi sesuai dengan prinsip-prinsip interlock. 
ANALISIS KENDALI PD PLUS GRAVITY UNTUK PERANGKAT PENGATUR POSISI SUMBER ION DECY-13 Saefurrochman Saefurrochman
Jurnal Forum Nuklir JFN VOL 12 NO 1 MEI 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.675 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2018.12.1.3719

Abstract

ANALISIS KENDALI PD PLUS GRAVITY UNTUK PERANGKAT PENGATUR POSISI SUMBER ION DECY-13. Arus proton DECY-13 yang optimal dapat tercapai dengan salah satu cara yaitu dengan mengatur posisi sumber ion yang akurat. Untuk itu dibutuhkan sebuah perangkat pengatur posisi yang mampu menggerakkan seluruh bagian sumber ion (termasuk tangkai dan kelongsong tangkai). Konstruksi dari perangkat pengatur posisi ini memiliki kesamaan dengan manipulator yang memiliki dua buah link. Pada penelitian ini disimulasikan kendali posisi menggunakan pengendali PD plus gravity untuk perangkat pengatur posisi sumber ion DECY-13 yang akan dibandingkan dengan pengendali PD. Simulasi dilakukan menggunakan program Simulink Matlab. Penelitian ini ditekankan pada penalaan nilai  dan  yang sederhana yaitu dengan cara memvariasi frekuensinya.  Jangkauan frekuensi dibatasi antara 0,025 Hz hingga 10 KHz. Dengan membandingkan frekuensinya, dapat dilihat tanggapan kendali dari perangkat tersebut berupa overshoot, rise time serta settling time dan kinerjanya yang diwakili oleh nilai ISE, IAE dan ITAE. Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa, secara umum perangkat pengatur posisi sumber ion DECY-13 dengan pengendali PD plus gravity memiliki tanggapan dan kinerja yang relatif lebih baik dibandingkan dengan pengendali PD, khususnya parameter IAE dan ITAE. Frekuensi 500 Hz dipilih untuk menaladan . Frekuensi ini dipilih, karena dianggap optimal untuk mendapatkan tanggapan yang paling cepat dan kinerja yang paling baik.
Evaluasi pembuatan iodium 125 menggunakan sasaran gas xenon-124 diperkaya 99,98% Hotman Lubis; Daya Agung S; Sriyono Sriyono; Abidin Abidin; Anung P; Hambali Hambali; Hadirahman Hadirahman
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 5 No 2 November 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2760.561 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2011.5.2.3336

Abstract

Evaluasi pembuatan iodium 125 menggunakan sasaran gas xenon-124 diperkaya 99,98%. Salah satu radioisotop yang digunakan di kedokteran nuklir di Indonesia adalah radioisotop I-125. Radioisotop I-125 digunakan untuk pembuatan kit radioimmunoassay (RIA) dan untuk pembuatan seed brachytherapy kanker prostat. Pembuatan I-125 dapat dilakukan dengan cara mengiradiasi gas xenon-124, 125 Xe selajutnya akan terjadi peluruhan menjadi radioisotop I-125. Dalam kegiatan ini dipakai sasaran gas xenon-124 dengan pengkayaan sebesar 99,98%. Iradiasi dilakukan di posisi S1 di teras RSG GA Siwabessy selama 24 jam. Telah dilakukan tiga kali proses pembuatan I-125 dan diperoleh produk dengan radioaktivitas masing-masing sebesar 8,367 mC, 9,738 mCi dan 6,825 mCi dan pengotor radionuklida I-126 sebesar 0,11%, 0,63% dan 2,84% pada saat pelarutan (7 hari setelah iradiasi).
SIMULATOR REAKTOR KARTINI SEBAGAI ALAT PERAGA OPERASI REAKTOR PENELITIAN TIPE TRIGA MARK II Moch Rosyid; Nur Hidayat; Jumari Jumari
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 7 No 2 November 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2469.24 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2013.7.2.3469

Abstract

SIMULATOR REAKTOR KARTINl SEBAGAI ALAT PERAGA OPERASI REAKTOR PENELITIAN TIPE TRIGA MARK U. Telah dibuat Simulator reaktor Kartini yang terdiri dari teras reaktor lengkap dengan bahan bakar, tiga batang kendali, pemegang batang kendali, motor penggerak batang kendali dan keyboard operasi yang dilengkapi dengan sistem interlock. Sistem interlock dibangun menggunakan mikrokontroler. Parameter yang dihasilkan selama reaktor beroperasi ditampiikan pada komputer dan monitor dengan program sistem informasi proses yang bekerja pada sistem operasi LINUX. Hasil pengujian menunjukkan babwa sistem interlock simulator memberikan unjuk kerja yang sama dengan operasional interlock keyboard pada SIK reaktor Kartini. Pada pengujian Sistem lnformasi Proses didapatkan hasil bahwa kenaikan batang pengaman saja dari 0% sampai 100% menghasilkan daya 11,84 W dengan periode minimum 20 detik. Parameter daya dan periode ditampilkan dalam bentuk numeris dan grafik. Untuk keselamatan reaktor, kenaikan daya terlalu cepat dapat mengakibatkan scram, saat daya > 110% juga terjadi scram.
Aplikasi Programmable Logic Controller (PLC) Pada Sistem Kontrol Proses Pengelasan Inner dan Outer Tabung Iradiasi I Wayan W W; Sofyan Sori; Jakaria Jakaria; Artadi Heru W; Mulyono Mulyono
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 4 No 1 Mei 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.03 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2010.4.1.221

Abstract

Pada proses pengelasan inner dan outer tabung iradiasi, diperlukan sumber daya manusia yang handal sehingga hasil pengelasan memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk dapat diiradiasi di reaktor nuklir. Karena adanya keterbatasan sumber daya manusia yang mampu melakukan pengelasan tabung iradiasi secara sempurna, maka dibuat sistem kontrol proses pengelasan inner dan outer tabung iradiasi. Dengan sistem kontrol tersebut maka pengelasan tabung iradiasi dapat dilakukan secara otomatis. Metoda yang digunakan yaitu dengan menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) yang difungsikan untuk mengatur proses pengelasan secara otomatis melalui program yang ditanamkan di dalamnya. Hasil yang diperoleh berupa unit kontrol yang telah diuji secara simulasi, kemudian dirangkai pada unit mesin las, dan selanjutnya dilakukan uji pengelasan terhadap tabung iradiasi. Pada hasil pengelasan dilakukan juga uji kebocoran dengan metode bubble test. Sistem kontrol dapat dinyatakan berfungsi dengan baik, karena semua langkah dalam proses pengelasan sudah terpenuhi. Hasil pengelasan yang kurang maksimal lebih besar diakibatkan oleh kondisi tabung iradiasi yang kurang sempurna seperti bentuk kurang simetris dan permukaan tidak bersih, serta kondisi bagian mekanik pada pemutar tabung iradiasi yang tidak presisi.
STRATEGI PENGEMBANGAN RISET DALAM BIDANG IPTEK NUKLIR DALAM RANGKA PENYIAPAN SDM YANG BERKUALIFIKASI TINGGI Zaki Suud
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 1 No 1 Mei 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.741 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2007.1.1.3262

Abstract

Iptek Nuklir memiliki aplikasi yang luas baik dalam bidang energi, kedokteran/kesehatan, industri, pertanian, keamanan, militer dsb. Secara umum Iptek nuklir merupakan Iptek berkadar tinggi dan memerlukan prasarat tertentu dan regulasi tertentu untuk mengimplementasikannya dengan baik. Reaktor Nuklir untuk pembangkitan energi listrik (PLTN), desalinasi air laut, persuplai panas bagi proses kimia dan revitalisasi sumursumur minyak habis pakai telah mengalami evolusi dari waktu ke waktu. Pasca kecelakaan Chernobyl maka terjadi pergeseran paradigma secara mendasar pada disain dan keselamatan reaktor daya Nuklir dan saat ini perkembangan terbaru dalam disain reaktor daya Nuklir dikenal sebagai generasi IV PLTN. Pelibatan mahasiswa dalam kegiatan riset merupakan salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menciptakan SDM handal dan berkualitas dalam bidang Nuklir khususnya yang menuntut kemampuan analisis yang cukup tinggi baik dalam bidang perancangan netronik, perancangan termal hidrolik dan analisis keselamatan reaktor. Berdasarkan pengalaman yang telah cukup lama (10 tahun lebih) mahasiswa S1 – S2 maupun S3 dapat mengikuti kegiatan riset dalam bidang reaktor Nuklir asalkan sebelumnya ditunjang dengan perkuliahan dan praktikum yang memadai sehingga mereka memiliki kesiapan yang baik.
RANCANG BANGUN SIMULATOR SISTEM INTERLOCK PADA IRADIATOR MERAH PUTIH BERBASIS LABVIEW Adib Afham; Muhtadan Muhtadan; Achmad Suntoro
Jurnal Forum Nuklir JFN VOL 12 NO 1 MEI 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1255.054 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2018.12.1.3632

Abstract

RANCANG BANGUN SIMULATOR SISTEM INTERLOCK PADA IRADIATOR MERAH PUTIH BERBASIS LABVIEW. Sistem interlock merupakan suatu fasilitas pengaman untuk mewujudkan aspek keselamatan pada iradiator merah putih (IMP). Sebuah simulator yang dapat merepresentasikan cara kerja dari sistem interlock IMP dibutuhkan untuk mempelajari sistem interlock IMP. Diharapkan simulator sistem interlock  dapat menjadi sebuah media pembelajaran, penunjang, dan pelatihan bagi mahasiswa maupun calon operator iradiator dalam mempelajari sistem interlock IMP.Sistem interlock IMP memiliki 2 kategori kegagalan, yaitu kategori A dan kategori B serta memiliki 17 tipe deteksi kegagalan. Terdapat 3 kondisi operasi yang mungkin terjadi saat proses operasi IMP, yaitu kondisi normal, kondisi terjadi gangguan saat sumber masih di dasar kolam penyimpanan, dan kondisi terjadi gangguan saat sumber telah diangkat naik dari dasar kolam penyimpanan. Simulator dibuat dengan menggunakan perangkat lunak LabVIEW.Simulator yang dibangun telah dapat merepresentasikan sistem kerja interlock IMP yang sebenarnya. Waktu yang dibutuhkan untuk mengangkat sumber iradiasi dari dasar kolam penyimpanan hingga sampai ke permukaan kolam penyimpanan adalah 10 detik, begitu pula untuk waktu penurunan sumber dari permukaan kolam hingga ke dasar kolam adalah 10 detik dengan tinggi kolam penyimpanan sumber sedalam 6 meter. Diharapkan simulator mampu memberikan pengertian tentang sistem kerja dari sistem interlock IMP.
Penentuan kandungan logam di dalam sedimen waduk Gajah Mungkur dengan metode analisis aktivasi neutron cepat. Sudaryo Sudaryo; Sutjipto Sutjipto
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 5 No 1 Mei 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2120.603 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2011.5.1.3325

Abstract

Penentuan kandungan logam di dalam sedimen waduk Gajah Mungkur dengan metode analisis aktivasi neutron cepat. Penelitian mengenai kandungan logam pada sedimen waduk Gajah Mungkur kabupaten Wonogiri telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan unsur logam di dalam waduk Gajah Mungkur kabupaten Wonogiri dengan metode AANC. Pencuplikan sedimen dilakukan di 3 (tiga) lokasi di daerah waduk tersebut. Pencuplikan pada bulan April 2008 dengan waktu pencuplikan pada jam 10.00-14.00 WIB. Kandungan unsur logam di waduk ditentukan dengan menggunakan Generator Neutron SAMES J-25 serta peralatan spektrometer gamma dengan detektor NaI(Tl) serta standar pembanding SRM 2704 (buffalo river sediment, BRS) dari NIST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kandungan unsur logam yang tersebar di dalam waduk pada lokasi 1 hingga 3 untuk Fe:7,4-32% Al: 12-16%; Si: 40% dan Cr total : 3-16 ppm. Adapun akurasi untuk unsur logam Fe, Al, Si dan Cr total mempunyai kisaran: 5,25 -10,75%; presisi : 10,99-14,25% dan batas deteksi untuk Al=1%, Na=0,14%, Mg=0,05%, Si=2%, Fe=1 % dan Cr=0,01 ppm. Didasarkan data penelitian menunjukkan bahwa di dalam sedimen waduk telah mengalami pencemaran unsur logam berat, utamanya unsur Cr total.
PENGUATAN BUDAYA KESELAMATAN DI INSTALASI ELEMEN BAKAR EKSPERIMENTAL Heri Hardiyanti; B. Herutomo; B. Briyatmoko
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 7 No 1 Mei 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jfn.2013.7.1.3462

Abstract

PENGUATAN BUDAYA KESELAMATAN DI INSTALASI ELEMEN BAHAN BAKAR EKSPERIMENTAL (IEBE) dititik-beratkan pada upaya membangun kesadaran personil akan pentingnya keselamatan kerja dan keselamatan instalasi. Sasarannya agar setiap personil memiliki rasa tanggungjawab atas keselamatan dan mau berkontribusi aktif dalam pengembangan budaya keselamatan di IEBE. Tujuannya meningkatkan jaminan keselamatan secara berkelanjutan dalam pengoperasian IEBE (personil, masyarakat, lingkungan). Penguatan budaya keselamatan dilakukan dengan mengacu pada atribut budaya keselamatan yang kuat sebaga imana terdapat dalam International Atomic Energy Agency (IAEA) Safety Guide GS-G-3.5. Strategi utama yang dilakukan adalah; (a) intemalisasi nilai -nilai keselamatan melalui briefing pagi, coffee morning, poster/spanduk , workshop dan pelatihan; (b) meningkatkan efekti titas kepemimpinan melalui walktime pimpinan di tempat kerja, pelatihan safety leadership, dan kualifikasi personil; (c) integralisasi keselamatan dalam proses kerja melalui job hazard analysis (JHA), workplace hazard assesment (WHA), housekeeping melalui kerjabakti membersihkan dan merapikan tempat kerja; (d) pembelajaran keselamatan melalui inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja (K3), kaji diri keselamatan, pelaporan terbuka masalah keselamatan (nearmiss, incident, accident), partisipasi dalam Fuel incident Notification and Analysis System (FINAS); dan (e) meningkatkan akuntabilitas kinerja keselamatan melalui pelaporan rutin keselamatan operasi ke badan pengawas, pengisian dan evaluasi Safety Performance Indicator (SPI), detinisi peran dan tanggungjawab setiap personil, dan lain lain. Model SPI yang dikembangkan IEBE - BATAN telah dipakai sebagai contoh SPI Instalasi Nuklir Non Reaktor di Indonesia oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Melalui kegiatan tersebut terlihat nyata adanya kemajuan dalam budaya keselamatan di IEBE, yaitu meningkatnya keterlibatan dan tanggungjawab personil dalam perbaikan berkelanjutan kinerja keselamatan kerja, membaiknya kondisi housekeeping (kerapihan dan kebersihan) tempat kerja, dan keselamatan kerja.
Uji Banding Kit Irma CA-125 Produksi PPR-BATAN dengan Produk Immutech Puji Widayati; Sri Hartini; Agus Ariyanto
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 1 Mei 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2251.564 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.1.64

Abstract

Dalam uji coba