cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 44 Documents
Search results for , issue "EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007" : 44 Documents clear
THE INFLUENCE OF LATTICE STRAIN TO THE CRITICAL CURRENT DENSITY OF YBCO Engkir Sukirman; Didin S. Winatapura; Wisnu Ari Adi; Yustinus Purwatamanggalapratala
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.252 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5105

Abstract

THE INFLUENCE OF LATTICE STRAIN TO THE CRITICAL CURRENT DENSITY OF YBCO. The influence of lattice strain to the critical current density of YBCO have been investigated. In this investigation it were prepared the YBCO superconductor samples which made by using a modified melt-textured growth (MMTG) method. The aim of doing this research is to investigate the relation between the critical current density and the lattice strain in YBCO superconductor. The structural and microstructural properties of the samples were characterized by the x-ray diffraction technique. The diffraction data were analyzed by means of a RIETAN software. While, the electrical properties of each samples were characterized by four point probe method. The lattice strains were then determined using the formula : <e2 hkl> = (U - Uo)/32 ln 2, where U is the refined FWHM parameters of the broadened peak due to the presence of an inhomogeneous strain field and U0 is the one due to the instrumental resolution only. The result of analysis indicate that the critical current densities and the lattice strains in YBCO samples have inversed correlation, i.e.when the lattice strain decreases, critical current increases, and conversely. The melt-process through 12 minutes may have possibly eliminated the weak links. Therefore, the critical current density increases, and the lattice strain decreases.
POTENSI BAHAN LOKAL DALAM PENGEMBANGAN MATERIAL MAGNET UNTUK INDUSTRI DI INDONESIA Azwar Manaf
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2590.443 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5153

Abstract

POTENSI BAHAN LOKAL DALAM PENGEMBANGAN MATERIAL MAGNET UNTUK INDUSTRI DI INDONESIA. Besi, cobalt, Nike] dan rare earth antara lain adalah bahan yang berperan penting dalam industri logam, listrik, elektronik, keramik termasuk industri magnet. Logam-logam ini tersedia luas di tanah air dalam bentuk mineral. Sebagian besar dari sumber ini belum mendapatkan sentuhan eksplorasi yang komprehensif sehingga kurang memiliki nilai tambah dan cenderung di eksploitasi apa adanya. Sebenarnya, besi, kobalt, nikel dan logam tanah jarang adalah material utama dalam industri material magnet. Besi misalnya, baik dalam bentuk senyawa oksidanya maupun dalam bentuk logam murni dapat digunakan untuk pembuatan magnet keramik yang aplikasinya masih mendominasi produk—produk berbagai industri. Demikian juga logam tanah jarang seperti Sm, Nd, Dy dan Pr bersama dengan besi dan cobalt dapat digunakan untuk pembuatan magnet permanen yang memiliki energi ultra tinggi. Dalam makalah ini dibicarakan tentang proses teknologi penggunaan bahan lokal yang berpotensial untuk aplikasi material magnetik. Dua proses utama masing-masing proses konvensional powder metallurgy dan rapid solidfication yang kini masih menjadi dominasi proses dalam industri magnet dibicarakan detail. Sifat sifat kemagnetan yang diperoleh dari kedua proses dibicarakan dalam kaitan perbandingan nilai plus dan minusnya. Teknologi proses perolehan material untuk industri magnet dari mineral alam juga dibicarakan.
APLIKASI RESIN EPOKSI SEBAGAI MATRIKS PADA PEMBUATAN KOMPOSIT MAGNETOSTRIKTIF TERFENOL-D Aloma Karo Karo; Ari Handayani; Sudirman Sudirman
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.527 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5119

Abstract

APLIKASI RESIN EPOKSI SEBAGAI MATRIKS PADA PEMBUATAN KOMPOSIT MAGNETOSTRIKTIF TERFENOL-D. Aplikasi bahan magnetostriktif pada frekuensi tinggi memerlukan resistivitas yang tinggi dari bahan yang digunakan. Resin epoksi adalah salah satu yang sesuai untuk dipakai sebagai perekat bahan magnet karena bersifat insulator, perekat kuat dan mudah diproses. Karena epoksi sangat kental maka diperlukan perlakuan pengenceran resin epoksi dengan pelarut hidrofobik sehingga memungkinkan memperoleh fraksi volume bahan magnet yang optimum pada pembuatan komposit magnetostriktif Terfenol-D. Juga diamati pengaruh pemanasan (curing) yang dilakukan akhir proses pembuatan komposit terhadap kekerasan dan nilai magnetostriksi (λs) komposit. Fraksi volume serbuk magnet tertinggi dalam komposit diperoleh sebesar 80% untuk Terfenol-D dengan nilai magnetostriksi (λs) maksimum sebesar 580 ppm. Proses curing berperan dalam mengurangi porositas, meningkatkan kekerasan, menghasilkan kurva magnetostriksi yang halus dan memperbaiki sifat magnetostriktif komposit tersebut.
PENGARUH SUHU DAN WAKTU SINTER TERHADAP PENUMBUHAN FASA SUPERKONDUKTOR GdBa2Cu3O7-x Yustinus Purwamargapratala; Didin S. Winatapura; EngkirSukirman Sukirman
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.549 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5110

Abstract

PENGARUH SUHU DAN WAKTU SINTER TERHADAP PENUMBUHAN FASA SUPERKONDUKTOR GdBa2Cu3O7-x. Superkonduktor merupakan bahan yang mempunyai nilai resistansi nol pada suhu kritis dan dapat disintesis melalui berbagai metode. Bahan ini digunakan untuk berbagai device piranti elektronik. Pada penelitian ini GdBa2Cu3O7-x disintesis dari garam nitrat Gd, Ba dan Cu di dalamgaram cair urea. Campuran tersebut dipanaskan dan diaduk pada suhu 120 oC selama 16 jam, kemudian dipanaskan hingga kering.Hasil ini digerus dan disinter dengan suhu bervariasi 800 oC hingga -950 oC dan masing-masing divariasi selama 1 jamhingga 20 jam.Hasil dianalisis dengan SEM, EDS, difraktometer sinar-X dan uji efekMeissner.Analisis menunjukkan bahwa fasa GdBa2Cu3O7-x terbentuk semakin sempurna mulai sinter pada suhu 925 oC selama 20 jam. Kondisi optimum sinter 950 oC 5 jam.
PERANCANGAN SISTEMALAT PENAMPIL KURVA HISTERESIS TERKOMPUTERISASI DENGAN BANTUAN ZELSCOPE 1.0 M. Safrudin; Moh. Toifur
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.81 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5144

Abstract

PERANCANGAN SISTEMALAT PENAMPIL KURVA HISTERESIS TERKOMPUTERISASI DENGAN BANTUAN ZELSCOPE 1.0. Telah dibuat sistem perangkat keras dan perangkat lunak untuk memvisualisasi kurva histeresis pelat besi secara terkomputerisasi. Sistem terbagi atas dua sistem utama yaitu sistem perangkat keras dan sistem perangkat lunak. Sistem perangkat keras dibagi menjadi empat bagian, yaitu: solenoida sebagai sensor induksi untuk bahan uji, rangkaian penguat tegangan keluaran dan pengondisi sinyal dari sensor induksi, Sound Generator sebagai sumber frekuensi yang diambil dari panel volume PC sound card, dan Personal Computer (PC) sebagai tempat program kontrol kendali, penampil bentuk kurva, dan penyimpan data. Untuk sistem perangkat lunak digunakan program aplikasi Zelscope versi 1.0 sebagai program kendali osiloskop PC, Sound Gen sebagai program kendali frekuensi dari PC Soundcard dan Microsoft Excel sebagai program analisis data hasil pencuplikan dari zelscope. Sebagai bahan uji digunakan lempeng besi setebal 0,98 mm; panjang 9,6 cm; kedalaman bahan yangmasuk koil 2,0 cm. Dari pengujian bahan diperoleh nisbah VBr sebelum dan sesudah dimasukkan bahan uji sebesar 0,14 sedangkan untuk VHc diperoleh nisbah 0,08. Dengan unjuk kerja seperti ini maka alat telah dapat digunakan sebagai pengkarakterisasi sifat magnet bahan.
AGENDA RISET NASIONAL DALAM PENGEMBANGAN BAHAN MAGNET DAN TEKNOLOGI KEMAGNETAN DI INDONESIA Bambang Sapto Pratomosunu
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.277 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5101

Abstract

Tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan manusia, baik secara individual, maupun berkelompok sebagai satu bangsa, dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Kemampuan menguasai, memanfaatkan dan memajukan iptek menjadi faktor penting yang membedakan tingkat kemajuan dari bangsa-bangsa di dunia. Proses globalisasi yang dihadapi pada era ini telah mengakibatkan kecenderungan pergeseran kebijakan iptek negara-negara maju, dari yang semula terfokus pada pembentukan kemampuan riset ke arah pembentukan kapasitas inovasi yang fokusnya terletak pada interaksi antara perkembangan kemampuan riset dan perkembangan daya saing dunia usaha. Kemajuan teknologi material baru, katalis, dan bioteknologi, juga memungkinkan negara-negara maju memanfaatkan sumberdaya alam pada skala global untuk menghasilkan nilai tambah yang jauh lebih besar dari perolehan negara-negara yang memiliki sumberdaya alam tersebut, namun tidak mampu mengolahnya lebih lanjut. Keberhasilan negara-negara maju dalam menumbuhkan kemampuan ipteknya secara efektif ternyata terjadi karena mereka berhasil mensinergikan perkembangan sumberdaya iptek dengan berbagai faktor peluang.
SIFAT MAGNETIK MULTILAYER TbFe DAN PENGARUH LAPISAN PROTEKSI SiN Tri Mardji Atmono; Stephan Becker; Klaus Roell
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.659 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5149

Abstract

SIFAT MAGNETIK MULTILAYER TbFe DAN PENGARUH LAPISAN PROTEKSI SiN. Telah dilakukan penelitian sifat magnetik dari Multilayer TbFe yang membentuk lapisan ganda dan pengaruh lapisan SiN yang dideposisikan sebagai buffer dan sebagai proteksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan kontribusi pada aplikasi bahan magnet untuk medium penyimpanan data dengan sistem MO (Magneto optik) menggunakan paduan logam tanah jarang RE (Rare Earth) dan logam peralihan TM (Transitions metal). Preparasi dikerjakan dengan metode Sputtering DC melalui teknik face to face pada tekanan awal vakum dalam orde 10-6 mbar, dilanjutkan dengan mengalirkan gas sputter (Argon) hingga mencapai tekanan 3 x 10-2 mbar. Pengukuran Kerr Hysterisis pada Tb21Fe79 menunjukkan bahwa lapisan ini memiliki sifat anisotropi tegak lururs bidang dengan titik kompensasi sekitar 35 oC, dimana resultan momen magnetik pada logam tanah jarang Tb dan logam peralihan Fe berlawana arahnya dan saling terkompensasi, menghasilkan megnetisasi terukur = 0. Bahwa lapisan tipis Tb dengan tebal 1,25 nm dan lapisan tipis Fe (1nm) yang membentuk multilayer sebanyak 110 lapisan, terjadi coupling antiparalel, ditunjukkan oleh pengamatan menggunakan VSM. Deposisi lapisan SiN dengan ketebalan 100 nm bertujuan untuk proteksi RE/TM terhadap reaksi (oksidasi) dengan udara, dan juga untuk memperbesar (enhance) efek Kerr θk melalui interferensi Lapisan buffer ini ternyata memberikan efek samping karena diffusi N sampai pada batas Tb-SiN, sehingga terjadi reaksi N-Tb. Dengan lapisan SiN, diperoleh efek pemutaran bidang polarisasi yang signifikan, sebesar 20 menit (= 0,3 o), untuk arah polar, mengindikasikan dapat diaplikasikannya sebagai lapisan pembacaan (reading layer) pada medium penyimpan data dengan teknikMO.
PREPARASI NANOPARTIKEL Fe3O4 DARI PASIR BESI DAN PELAPISANNYA PADA LOGAM NON MAGNETIK Malik A. Baqiya; M. Anwar; Dimos Kurniawan; Tommy Hariyanto; Darminto Darminto
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.311 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5115

Abstract

PREPARASI NANOPARTIKEL Fe3O4 DARI PASIR BESI DAN PELAPISANNYA PADA LOGAM NON MAGNETIK. Telah berhasil disintesis partikel Fe3O4 dengan metode ko-presipitasi dengan dan tanpa penggunakan poli-etilen-glikon (PEG)-400 sebagai template dalam pelarut HCl dan pengendap NH4OH. Hasil sintesis tanpa templatemenunjukkan ukuran kristal dari partikel Fe3O4 < 10 nm yang berbentuk sferis, sedangkan penggunaan PEG-400 meningkatkan ukuran kristal hingga > 10 nm. Proses pelapisan partikel dilakukan dengan cara spin-coating pada permukaan aluminium setelah sebelumnya partikel dilarutkan di dalam surfaktan tetra-metil-amonium-hidroksida (TMAH). Dipelajari hasil pelapisan dengan menggunakan foto SEM dan AFM/MFM, yang mencakup aspek-aspek homogenitas penyebaran partikel dan morfologinya serta faktor korosi oleh surfaktan TMAH.
INDUKSI ANISOTROPI PADA MATERIAL MAGNET SINTER Nd-Fe-B Erfan Handoko; A. Manaf
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.559 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5106

Abstract

INDUKSI ANISOTROPI PADA MATERIAL MAGNET SINTER Nd-Fe-B. Dalam makalah ini dibicarakan suatu studi pembangkitan sifat anisotropi magnet permanen Nd-Fe-B melalui aplikasi medan magnet luar pada tahapan preparasi bakalan.Material awal berupa ingot memiliki komposisi Nd15Fe77B8 (at.%) menjalani tahapan-tahapan proses metalurgi serbuk. Diawali dengan preparasi serbuk menggunakan Vibration Disk Mill dalam suasana miskin udara dengan waktu 5 detik, 10 detik, dan 60 detik. Medan magnet luar sebesar 0,1 T sampai dengan 0,5 T diberikan untuk proses penyearahan serbuk magnet pada tahapan pembuatan bakalan dalam arah paralel arah penekanan. Densifikasi sampel magnet dicapai setelah proses sintering pada 1080 oC dan annealing pada 600 oC selama 1 jam. Hasil pengukuran dengan XRD memastikan magnet memiliki fasa utama Nd2Fe14B baik untuk magnet isotrop maupun anisotrop. Observasi strukturmikro melalui mikroskop optik memastikan hadirnya fasa kedua namun dalam fraksi yang minor. Meskipun pola difraksi dari sampel magnet anisotrop tidak memperlihatkan adanya preferred orientation tetapi evaluasi sifat kemagnetan sampel isotrop dan anisotrop dengan VSM menghasilkan nilai yang berbeda. Terdapat peningkatan magnetisasi remanen dan energi produk maksimum pada sampel magnet yang dipreparasi di bawah pengaruh medan magnet luar pada tahapan pemadatan, memastikan sifat anisotropi telah berhasil dibangkitkan. Nilai remanen dan koersivitas tertinggi yang diperoleh dari magnet anisotrop adalah 0,75 T dan 634 kA.m-1 memberikan energi produk maksimum sebesar 112 kJ.m-3. Nilai ini masih jauh dari nilai optimalnya sehingga perbaikan dalam proses induksi anisotropi serta penghalusan ukuran butir fasa utama masih diperlukan.
STUDI PENYERAPAN Cs-137 OLEH NANOKOMPOSIT OKSIDA BESI BENTONIT Hanafi Kamarz; Adel Fisli; Sugeng Purnomo
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.319 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5140

Abstract

STUDI PENYERAPAN Cs-137 OLEH NANOKOMPOSIT OKSIDA BESI BENTONIT. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sifat penyerapan berbagai variasi nanokomposit oksida besi dengan bentonit terhadap kontaminan radionuklida Cs-137 dalam larutan. Komposisi nanokomposit oksida besi bentonit divariasikan berdasarkan perbandingan berat (w/w): 1:0 ; 3:1 ; 2:1 ; 3:2 ; 1:1 ; 1:2 dan 0:1. Penyerapan dilakukan dengan sistem bath , dimana 50 mg dari masing-masing nanokomposit dimasukkan ke dalam 10 mL aquadest sehingga membentuk suspensi. Pada setiap komposisi suspensi ditambahkan larutan Cs-137 dengan variasi volum sehingga diperoleh larutan dengan aktifitas kontaminan masing-masing 160 Bq/mL, 140 Bq/mL, 120 Bq/mL, 100 Bq/mL, 80 Bq/mL dan 40 Bq/mL. Setelah dikocok selama 24 jam, partikel nanokomposit dipisahkan dari larutannya dengan lempengan magnet permanen. Cacah sinar- dari larutan sebelumdan sesudah penyerapan dihitung dengan LSC (Liquid Scintillation Counter). Hasil analisis dari data ini memberikan penyerapan terbaik (87,69 hingga 93,07) % dicapai oleh nanokomposit 3:1 dan diikuti oleh nanokomposit 1:0 (71,78 hingga 82,00) %. Sedangkan untuk nanokomposit yang lain 2:1 (37,99 hingga 47,90)%; 3:2 (36,40 hingga 38,96) %; 1:2 (19,93 hingga 22,91)%; 1:1 (19,61 hingga 20,83)%dan 0:1 (05,22 hingga 11,05) %. Dapat disimpulkan bahwa baik oksida besi maupun bentonit dapat menyerap Cs-137 sedang untuk nanokomposit oksida besi bentonit dapat meningkatkan kemampuan penyerapan tersebut yang terdapat dalam larutan kontaminan.

Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue