Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Suhu Tumbuh Terhadap Struktur Kristal Lapisan Tipis ZnO 0.02 mol Purno Aji, Wisnu; Priyotomo, Rizqon; Sugihartono, iwan; Handoko, Erfan; Soegijono, Bambang; Hikam, M.
Jurnal Spektra Vol 14, No 1 (2013): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penumbuhan lapisan tipis ZnO 0.02 mol diatas substrat Si (111) menggunakan teknik Ultrasonic Spray Pyrolysis (USP) dengan suhu tumbuh 4000C, 4500C, dan 5000C. Serbuk Zn(CH3COO)2 . 2H2O digunakan sebagai larutan precursor dengan air de-ionisasi sebagai pelarut. Berdasarkan profil warna lapisan tipis ZnO yang tumbuh diatas substrate silikon diprediksikan memiliki ketebalan sekitar 200 nm. Sementara, hasil karakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) pada temperature ruang menunjukan bahwa fasa kristal yang terbentuk merupakan polikristal ZnO dengan intensitas spectrum XRD yang tidak linear dengan penambahan suhu tumbuh.Kata kunci: Lapisan Tipis, Ultrasonic Spray Pyrolysis (USP), Struktur Kristal
Pengaruh Jumlah Mol Zinc Asetat Dyhidrate Terhadap Struktur Kristal Lapisan Tipis ZnO (0,01; 0,02 dan 0,03 mol) Sari, Lara Permata; Handoko, Erfan; Sugihartono, Iwan
Jurnal Spektra Vol 16, No 3 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penumbuhan lapisan tipis ZnO dengan serbuk Zn(CH3COO)2. 2H2O sebagai prekursor dan air de-ionisasi sebagai pelarut, ditumbuhkan di atas substrat Si (111) dengan menggunakan teknik Ultrasonic Spray Pyrolisis (USP). Penumbuhan  lapisan tipis ZnO tersebut menggunakan suhu tumbuh 450oC selama 10 menit, dan jarak nozzle dibuat konstan 30 cm, dengan variasi jumlah mol prekursor 0,01 mol; 0,02 mol dan 0,03 mol. Pengaruh dari jumlah mol tersebut  terhadap struktur, ukuran kristal dan parameter kisi lapisan tipis ZnO dikarakterisasi dengan X-ray diffraction (XRD). Hasil uji berdasarkan data XRD menunjukkan bahwa sampel lapisan tipis ZnO merupakan kristal dengan struktur wurtzite heksagonal. Pola puncak difraksi yang dominan yaitu (100), (002) dan (101), dan  pola puncak  lainnya yang teridentifikasi adalah(103), (201).Kata Kunci:  ZnO, molaritas, USP,  X-Ray Diffraction (XRD), Struktur Kristal. Abstract ZnO thin film with  Zn(CH3COO)2. 2H2O powder as precursor and deionized water as a solvent, ZnO films were grown on substrate Si (111) by using Ultrasonic Spray Pyrolisis (USP) technique has been carried out. The growth temperature 450oC for 10 minutes and the distance of nozzle 30 cm, with the variation of molarity of precursor are 0.01 mol; 0.02 mol and 0.03 mol. The effect of that molarity on structure, crystallite size, the lattice parameter on thin films ZnO were investigated by X-ray diffraction (XRD). The result based on XRD pattern indicated that the samples thin film ZnO are hexagonal wurtzite structure with the (100), (002) and (101) as preferential crystallographic orientation, and the other peak which identified were (103), (201).Keywords: ZnO, Molarity, USP, X-Ray Diffraction (XRD), Crystal structure. 
Pengembangan Modul Berbasis Discovery-Inquiry untuk Fisika SMA Kelas XII Semester 2 Upik Rahma Fitri; Desnita Desnita; Erfan Handoko
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol 1 No 1 (2015): JPPPF - Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, Volume 1 Nomor 1, Jun
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.963 KB) | DOI: 10.21009/1.01107

Abstract

AbstractResearch aimed at developing the Discovery Inquiry-based module for high school physics class XII second half of this is a study that is based on that of high school students has not yet fully meet the needs of adequate facilities. The method used is a method of research and development. In the implementation of the study outlines the development of research carried out in two stages: Theoretical and Empirical. The result of this research is a module that has been developed and can be used by high school students or equivalent that will conduct independent study about the physics of atomic nuclei and radioactivity. From the results of the validation test results were obtained expert grouped into three, namely the assessment of media experts at 81%, 83.6% material experts, and validation of professional teachers with the results of 90%. Implementation of modules in SMAN 9 Jakarta indicate that the module has been able to boost the students' cognitive value with an increase of 10.23 points. Based on the results of this study concluded that, modules developed that is based Discovery Inquiry has met the criteria so that modules can be used in self-learning.Keywords: Learning, Modules, Development, Discovery InquiryAbstrakPenelitian yang bertujuan mengembangkan Modul berbasis Discovery Inquiry untuk fisika SMA kelas XII semester 2 ini merupakan penelitian yang didasarkan bahwa siswa SMA belum sepenuhnya mendapat fasilitas pemenuhan kebutuhan yang mencukupi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (Research and Development). Dalam pelaksanaan penelitian secara garis besar penelitian pengembangan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu Teoritik dan Empiris. Hasil penelitian ini adalah sebuah modul yang sudah dikembangkan dan dapat digunakan oleh siswa SMA atau sederajat yang akan melakukan pembelajaran fisika secara mandiri tentang inti atom dan radioaktivitas. Dari hasil uji validasi ahli didapatkan hasil yang dikelompokan menjadi 3 yaitu penilaian dari ahli media sebesar 81%, ahli materi sebesar 83,6%, dan validasi guru profesional dengan hasil 90%. Implementasi modul di SMAN 9 Jakarta menunjukkan bahwa modul telah mampu menigkatkan nilai kognitif siswa dengan peningkatan sebesar 10,23 point. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, modul yang dikembangkan yaitu berbasis Discovery Inquiry telah memenuhi kriteria modul sehingga dapat digunakan pada pembelajaran mandiri.Kata-kata kunci: Pembelajaran, Modul, Pengembangan, Discovery Inquiry
STUDI SIFAT MAGNETIK MATERIAL MAGNET SINTER Nd-Fe-B Erfan Handoko; Azwar Manaf
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 1: OKTOBER 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.993 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2005.7.1.5017

Abstract

STUDI SIFAT MAGNETIK MATERIAL MAGNET SINTER Nd-Fe-B. Telah dilakukan studi sifat kemagnetan terhadap magnet isotrop komposisi Nd15Fe77B8 yang dibuat dengan tehnik metalurgi serbuk. Pembuatan sampel magnetik dilakukan dengan variasi waktu penggerusan yaitu 5 detik, 10 detik, 60 detik, 300 detik, dan 600 detik dalam suasana inert dan diperoleh ukuran butir rata-rata setelah proses perlakuan panas yaitu 1,55 μm, 1,48 μm, 1,14 μm, 0,93 μm, dan 0,63 μm yang diukur dengan metode intercept (Heyne). Proses pembuatan bakalan dengan diameter 10 mm dan tekanan 31,8 MPa. Bakalan tersebut disinter dan dianil dalam suasana inert dalam tabung quartz dengan suhu 1080 oC dan 600 oC selama masing-masing 1 jam. Pendinginan secara cepat dalam air (water quench) setelah sinter telah berhasil mempertahankan fasa magnetik Nd2Fe14B sebagai fasa utama berdasarkan identifikasi data difraksi sinar-X dan foto mikro. Kemungkinan adanya fasa-fasa lain seperti fasa yang kaya akan Nd (Nd-rich), fasa yang kaya akan B (NdFe4B4), dan fasa oksida Nd2O3. Fasa oksida banyak terdapat untuk sampel dengan waktu penggerusan yang cukup lama yaitu 300 detik dan 600 detik, sehingga sifat-sifat kemagnetan yang terukur sangat rendah. Pengukuran sifat kemagnetan menggunakan VSM untuk sampel yang dipelajari bahwa koersivitas dan remanen terbesar adalah 834 kA/m dan 0,62 T diperoleh untuk magnet isotrop dengan waktu penggerusan selama 60 detik.
INDUKSI ANISOTROPI PADA MATERIAL MAGNET SINTER Nd-Fe-B Erfan Handoko; A. Manaf
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.559 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5106

Abstract

INDUKSI ANISOTROPI PADA MATERIAL MAGNET SINTER Nd-Fe-B. Dalam makalah ini dibicarakan suatu studi pembangkitan sifat anisotropi magnet permanen Nd-Fe-B melalui aplikasi medan magnet luar pada tahapan preparasi bakalan.Material awal berupa ingot memiliki komposisi Nd15Fe77B8 (at.%) menjalani tahapan-tahapan proses metalurgi serbuk. Diawali dengan preparasi serbuk menggunakan Vibration Disk Mill dalam suasana miskin udara dengan waktu 5 detik, 10 detik, dan 60 detik. Medan magnet luar sebesar 0,1 T sampai dengan 0,5 T diberikan untuk proses penyearahan serbuk magnet pada tahapan pembuatan bakalan dalam arah paralel arah penekanan. Densifikasi sampel magnet dicapai setelah proses sintering pada 1080 oC dan annealing pada 600 oC selama 1 jam. Hasil pengukuran dengan XRD memastikan magnet memiliki fasa utama Nd2Fe14B baik untuk magnet isotrop maupun anisotrop. Observasi strukturmikro melalui mikroskop optik memastikan hadirnya fasa kedua namun dalam fraksi yang minor. Meskipun pola difraksi dari sampel magnet anisotrop tidak memperlihatkan adanya preferred orientation tetapi evaluasi sifat kemagnetan sampel isotrop dan anisotrop dengan VSM menghasilkan nilai yang berbeda. Terdapat peningkatan magnetisasi remanen dan energi produk maksimum pada sampel magnet yang dipreparasi di bawah pengaruh medan magnet luar pada tahapan pemadatan, memastikan sifat anisotropi telah berhasil dibangkitkan. Nilai remanen dan koersivitas tertinggi yang diperoleh dari magnet anisotrop adalah 0,75 T dan 634 kA.m-1 memberikan energi produk maksimum sebesar 112 kJ.m-3. Nilai ini masih jauh dari nilai optimalnya sehingga perbaikan dalam proses induksi anisotropi serta penghalusan ukuran butir fasa utama masih diperlukan.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN TERHADAP WEBINAR PENDIDIKAN SEBAGAI SARANA PENINGKATAN KREATIVITAS GURU DI ERA NEW NORMAL Alifia Nurul Hasanah; Fathiyyah Husna Sulaiman; Putri Lidya Sari; Grace Natalia; Febyana Nur Aliffah; Iwan Sugihartono; Erfan Handoko; Sarkadi; Yayat W. Heriyanto; Achmad Ainul Yaqin; Jack Luhukay
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.1

Abstract

During the Covid-19 pandemic, the transition from the PSBB period to the new normal era still had a significant impact in various sectors, mainly the education sector of teaching and learning activities. Online learning that is held provides a challenge to the creativity of teachers. For this reason, KKN's team of State University of Jakarta held an educational webinar with the theme 'Online Learning Trends in the New Normal Era' to enlighten teachers to be creative in improving teaching skills in order to establish students' character. From the feedback form given to the webinar participants, data processing and analysis have been carried out to elaborate the teacher's enthusiasm for teaching creativity to improve student character with educational webinars. This research uses a quantitative descriptive method by questionnaires as a data collection technique, including the theme, the agenda, the speakers presented, and the persistence in each session of the webinar. In general, the respondents gave positive responses indicating the level of satisfaction of the participants. In conclusion, the teacher agreed that creativity in learning was able to build the character of students. Abstrak Pada masa pandemi Covid-19, beralihnya masa PSBB menjadi era new normal masih memberikan dampak yang signifikan di berbagai sektor, terutama sektor pendidikan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Proses pembelajaran secara daring yang diselenggarakan memberikan tantangan terhadap kreativitas guru dalam kegiatan belajar mengaja. Oleh karena itu, Tim KKN Universitas Negeri Jakarta mengadakan seminar online dengan tema ‘Trend Pembelajaran Daring di Era New Normal’ untuk memberikan pencerahan bagaimana guru dapat berkreasi meningkatkan kemampuan mengajar agar karakter siswa dapat terbentuk. Melalui form feedback yang diberikan kepada para peserta Webinar, telah dilakukan pengolahan data dan analisis untuk mengelaborasi antusiasme guru pada kreativitas mengajar untuk meningkatkan karakter siswa melalui seminar online (webinar). Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitafif menggunakan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data, meliputi tema webinar, susunan acara webinar, narasumber yang dihadirkan, dan keberlangsungan acara webinar di setiap sesinya. Secara keseluruhan, responden memberikan respon positif yang menandakan antusiasme peserta dalam hal ini guru setuju terhadap kreativitas dalam pembelajaran mampu membangun karakter siswa.
THE SIMULATION OF GRANULAR PARTICLE ON DRY AND MOISTURIZED POROUS HORIZONTAL SURFACES Dewi Muliyati; Dadan Sumardani; Fauzi Bakri; Handjoko Permana; Erfan Handoko; Ni Larasati Kartika Sari
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 6 No 1 (2021): SPEKTRA: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 6 Issue 1, April 2021
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/SPEKTRA.061.08

Abstract

Simulations were carried out to visualize the ratio of granular attachment to porous surfaces. This simulation uses a uFlex three-dimensional simulation using three sizes of porous surface systems in the condition of the smallest human pores and the most extensive human pores and the condition of wet skin and dry skin. Each system was tested using five granular particle sizes according to the range of the makeup granules’ size to determine the optimal adhesive. The results show that the number of cosmetic granular particles entering the porous surface system is directly proportional to the porous surface volume and moisture and inversely proportional to the granular cosmetic size. The larger the cosmetic granular used, the less granular enters the pore.
The Effect of Temperature and pH on FeCoNi Film Electrodeposition Ananda Ico Novtiar Turmiasaputri; Erfan Handoko; Setia Budi
Chemistry and Materials Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Inovasi Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.678 KB) | DOI: 10.56425/cma.v1i2.25

Abstract

This paper reports the effect of temperature and electrolyte pH on the electrodeposition of FeCoNi film. The FeCoNi electrodeposition was carried out from sulfate solution using the potentiostatic technique. The higher temperature increased deposition rate, thickness of the deposit, and size of the FeCoNi crystallites. The obtained FeCoNi films were characterized by X-ray diffractometer (XRD) and energy dispersive X-Ray (EDX). XRD analysis confirmed typical diffraction patterns of awaruite phase. EDX evaluation indicated that the relative weight increases in pH from 2.5 to 4, the composition of wt% Fe deposited increased from 39.2% to 47.9%, while wt% Co and wt% Ni decreased from 36.2% to 33.5 % and 24.6% to 18.6%.
MAGNET HIBRIDA BaFe12O19/Sm2Co17: SINTESIS DAN SIFAT KEMAGNETAN Erfan Handoko; Iwan Sugiharto; Zulkarnain Jalil; Bambang Soegijono
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 3 No 1 (2013): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 3 Nomor 1 Juli 2013
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.046 KB)

Abstract

Dengan tujuan meningkatkan sifat kemagnetan barium heksaferat, BaFe12O19, disintesis magnet hibrida dengan mengkombinasi magnet Sm2Co17 melalui metode mechanical mixing. Proses perlakukan panas terhadap campuran serbuk magnet hibrida dalam suasana gas argon bertujuan untuk menghilangkan residual stress dan kristalisasi serbuk magnet. Analisis struktur kristal diketahui dengan difraksi sinar-X phillips radiasi K Co. Morfologi serbuk magnet hibrida diamati dengan scanning electron microscope SEM. Sifat kemagnetan diukur dengan Permagraph pada temperatur kamar dengan medan magnet luar maksimum 2 T. Hasil sintesis magnet hibrida menunjukkan bahwa terbentuk fasa baru dan terjadi penurunan magnetisasi saturasi Ms dan nilai magnetisasi sisa Mr setelah perlakuan panas. Namun koersivitas Hc meningkat dengan nilai maksimum 28,73 kA/m. Kata Kunci : Magnet hibrida, mechanical mixing, perlakuan panas, koersivitas. In order to enhance the magnetic properties of barium ferrite, BaFe12O19, synthesized hybrite magnet by combaining Sm2Co17 magnet and prepared by mechanical mixing method. The heat treatment of hybrite magnet powders in an argon gas atmosphere in order to release residual stress and crystallize magnet powders. The analysis of crystal structures was examined by X-Ray Diffractometer (XRD) Phillips with K Coradiation. Morphology of hybrite magnet was studied using a scanning electron microscope (SEM). The magnetic measurement is carried out by Permagraph at the room temperature with respect to the magnitude the applied field up to 2 T to find magnetic properties of hybrite magnet. The results show that the new phase is found and decrease saturation magnetization (Ms) and also remanen (Mr) after heat treatment. But The coercivity (Hc) is increased with the maximum of 28.73 kA/m. Keywords : Hybrite magnet, mechanical mixing, heat treatment, coersivity.
PENGARUH UKURAN PARTIKEL TERHADAP SIFAT KEMAGNETAN MATERIAL MAGNET KOMPOSIT BaFe12O19/aFe Erfan Handoko; Setia Budi; Bambang Soegijono
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 3 No 2 (2013): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 3 Nomor 2 Desember 2013
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2239.233 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.032.02

Abstract

Pembentukan material magnet komposit yang terdiri serbuk barium heksaferat, BaFe12O19, dan serbuk besi BCC, aFe, dengan perbandingan 60:40 % berat telah dilakukan. Proses penghalusan ukuran partikel magnet komposit dengan menggunakan planetary ball mill (PBM) dalam suasana toluen selama 30 jam bertujuan untuk meningkatkan sifat kemagnetan. Identifikasi fasa magnet komposit diperoleh hasil pengukuran dengan difraksi sinar-X radiasi Ka Co. Foto morfologi bentuk partikel magnet komposit menggunakan scanning electron microscope (SEM) 5310LV Jeol pada perbesaran 2000 kali. Distribusi ukuran partikel diketahui dengan LS Particle Size Analyzer (PSA) Beckman Coulter dan sifat kemagnetan dianalisis dengan alat Permagraph pada temperatur kamar. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa selama penghalusan ukuran partikel material magnet komposit melalui proses milling tidak terjadi dekomposisi fasa, distribusi ukuran serbuk cendrung menurun dengan bertambahnya waktu milling. Pengaruh terhadap sifat kemagnetan material magnet komposit BaFe12O19/aFe yang mengalami penurunan magnetisasi sisa atau remanen dari 0,32 T menjadi 0,15 T dan nilai koersivitas magnetik 228,3 kA/m menjadi 42,5 kA/m. Namun nilai magnetisasi saturasi cendrung meningkat dari 0,59 T menjadi 0,80 T.Kata Kunci : Magnet komposit, ukuran partikel, sifat kemagnetan, BaFe12O19/aFe. The formation of magnetic composite material by combaining barium hexaferrite, BaFe12O19, and aFe powder with 60:40 % wt ratio has been investigated. The refinement of particle size of composite magnet by using planetary ball mill (PBM) for 30 hours in toluena atmosphere in order to enhance the magnetic properties. Phase identification of magnetic composite was examined by X-Ray Diffractometer (XRD) Phillips with KaCo radiation. The morfology of magnetic composite particle was studied using a scanning electron microscope (SEM) 5310LV Jeol.The particle distribution is measured LS Particle Size Analyzer (PSA) Beckman Coulter and the magnetic properties is measured by Permagraph at the room temperature. The results show that in milling process, the phase decomposition is not found, and particle size distribution is decrease. Influence on magnetic properties of magnetic composite material BaFe12O19/aFe are decrease remanen (Mr) from 0,32 T to 0,15 T and also the coercivity (Hc) from 228,3 kA/m to 42,5 kA/m. But the saturation magnetization (Ms) increase from 0,59 T to 0,80 T.Keywords : Composite magnet, particle size, magnetic properties, BaFe12O19/aFe .
Co-Authors A. Handjoko Permana A. Manaf Acep Imam Hidayat Achmad Ainul Yaqin Ade Gafar Abdullah, Ade Gafar Adijah, Edah Aditia Pradipta Agus Setyo Budi Alifia Nurul Hasanah Ananda Ico Novtiar Turmiasaputri Anastasya, Dhea Tri Andri Andri Andri Anggie Anastasya Anggita Prasanti Artoto Arkundato Asep Hambali Azwar Manaf B, Ismail A Bambang Soegijono Bambang Soegijono Betty Zelda Candra Kurniawan Cica Yulia Cynthia Sagita Dadan Sumardani Desnita Desriyan Lestari Desy Mekarsari Dewi Muliyati Dina Rahmawati Edah Adijah Eko Budiyanto Emanuel Gentur Esmar Budi Esty Asma Dewanti Evi Rahayu FATAH NURDIN Fathiyyah Husna Sulaiman Fauzi Bakri Fauzia, Vivi Febyana Nur Aliffah Feti Eka Rahayu Ghoshal, Sib Krishna Grace Natalia Hadi Nasbey Hambali, Asep Hidayat, Acep Imam Hidayat, Ida I Made Astra Ida Hidayat Imanudin Hidayat Isma Widiaty Iwan Setiawan Iwan Setiawan Iwan Sugiharto Iwan Sugihartono Jack Luhukay Jatmika, Jumaeda K.H. Firos Dawwas Lara Permata Sari, Lara Permata Lazuardi Umar Lukman Hakim, Dadang M. Hikam M. Hikam Md. Rahim Sahar Mudrik Alaydrus Muhammad Caisar Haisy Mukhtar Effendi Mustikasari, Diyan Mutia Delina Nazwatul Ilmi Ni Larasati Kartika Sari Nining Ratnaningsih Nofrijon Sofyan, Nofrijon Nurul Annisa Kumalahardiyani Pipiet Sumanti Pratama, Mutiara Puji Suharmanto Putri Lidya Sari Rahayu, Evi Ramadhan Islami, Aditya Ranggi Sinansari Ratnaningsih, Nining Retno Supriyanti Retno Widawati Retno Widowati Riser Fahdiran Rizqon Priyotomo Rizqon Priyotomo, Rizqon Roni Jarlis Sanjaya, Sutisna Saptari, Sitti Ahmiatri Sari, Eva Novita Sarkadi, Sarkadi Setia Budi Setia Budi Setia Budi Sherly Rahmawati Sri Hayati Subekti, Eri Sumanti, Pipiet Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sutisna Sanjaya Tamtowi, Tomy Tri Anggodo Saputro Tsaniya Mukarromah Udayat Udayat, Udayat Upik Rahma Fitri, Upik Rahma Utami, Yuliyanti Dwi Wahyu Tri Cahyanto Wahyu Widanarto, Wahyu Widawati, Retno Widyaningrum Indrasari Windiastuti, Tia Wisnu Purno Aji Wisnu Purno Aji, Wisnu Yayat W. Heriyanto Zulherman Zulkarnain Jalil Zulkarnain Jalil Zulkarnain Jalil