cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002" : 27 Documents clear
PENGARUH SUBSTITUSI POLIMER TERHADAP LAJU KOROSI MATERIAL MAGNET BERBASIS STRONSIUM HEKSAFERIT (SrO 6 Fe2O3) Zulkarnain Zulkarnain; Muhammad Muhammad; Siti Zahara
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.53 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5221

Abstract

PENGARUH SUBSTITUSI POLIMER TERHADAP LAJU KOROSI MATERIAL MAGNET BERBASIS STRONSIUM HEKSAFERIT (SrO 6 Fe2O3). Telah dilakukan penelitian mengenai laju korosi pada material magnet permanen berbasis stronsium heksaferit (SrO 6 Fe2O3) pasca substitusi polimer. Jenis polimer yang digunakan adalah polivinil klorida (PVC). Preparasi sampel dilakukan dengan teknik metalurgi serbuk (powder metallurgy) masing-masing dengan komposisi polimer 1 %, 1,5 %, 2 %, 2,5 % dan 3 %. Sedangkan uji korosi yang digunakan merupakan korosi basah yang dikerjakan dalam larutan HCL 0,1 M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) magnet permanen SrO 6 Fe2O3 tanpa polimer PVC mempunyai laju korosi yang lebih tinggi dari pada yang diadisi polimer PVC, (2) laju korosi semakin menurun terhadap penambahan polimer PVC. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa polimer PVC cukup efektif digunakan sebagai perekat sekaligus penghambat laju korosi pada magnet permanen berbasis stronsium heksaferit (SrO 6 Fe2O3).
APLIKASI RESIN POLIESTER DAN EPOKSI DALAM PENGEMBANGAN RIGID BONDED MAGNET Aloma Karo Karo; Suharpiyu Suharpiyu; Maya Febri; Mujamilah Mujamilah; Evi Yulianti; Setyo Purwanto; Ridwan Ridwan; Sudirman Sudirman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.154 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5135

Abstract

APLIKASI RESIN POLIESTER DAN EPOKSI DALAM PENGEMBANGAN RIGID BONDED MAGNET. Kebutuhan akan bahan magnet berupa Rigid Bonded Magnet (RBM) terus meningkat sesuai dengan tuntutan aplikasinya. Pengembangan Rigid Bonded Magnet tersebut meliputi teknologi proses pembuatan serbuk magnet dan metoda perekatan bahan magnet dalam bentuk komposit. Komposit dibuat dengan cara mencampurkan serbuk magnet MQP-0 (NdFeB) kedalam matriks yang terdiri dari campuran poliester dengan bahan pengeras (hardener) atau epoksi dengan bahan pengeras, diaduk sampai homogen dan kental, kemudian dimasukkan dalam dies berbentuk silinder dan diberi tekanan. Pada penelitian ini, dilakukan optimalisasi matrik poliester dan epoksi, yang meliputi pengaruh pelarut terhadap matrik, komposisi komposit, dan pengaruh pemanasan(curing) terhadap komposit. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa komposisi matrik yang terbaik adalah 2g resin poliester : 100 μl mekpo untuk matrik poliester dan perbandingan antara epoksi dengan versamid adalah l:l untuk matrik epoksi. Pengenceran matrik dengan pelarut toluen sangat mendukung dalam meningkatkan fraksi volume magnet, namun volume pelarut harus dikontrol sehingga tidak merusak matrik. Uji kekerasan menunjukkan komposit Rigid Bonded Magnet bermatrik epoksi lebih keras dibanding matrik poliester, dan proses pemanasan(curing) memperkuat gaya adhesi antara muatan serbuk magnet dengan matrik dalam komposit yang ditunjukkan dengan naiknya nilai kekerasan. Fraksi volume serbuk magnet tertinggi diperoleh sebesar 80% dalam matrik poliester dan epoksi, dengan nilai kuat medan magnet sebesar 1753 Gauss untuk komposit MQP-0 (Nd-Fe-B).
MENENTUKAN NILAI SUSCEPTIBILITY BATUAN BEKU PULAU JAWA Rahmawati Rahmawati; Nurlela Rauf; Satria Bijaksana
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.052 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5238

Abstract

MENENTUKAN NILAI SUSCEPTIBILITY BATUAN BEKU PULAU JAWA. Telah dilakukan sebuah penelitian tentang kerentanan magnetik yang lebih dikenal degan susceptibility pada beberapa material alam khusus pada batuan beku lava dan intrusi yang bertujuan untuk mengetahui kandungan mineral magnetiknya. Metoda yang digunakan adalah separasi magnetik sederhana yaitu memisahkan material yang mengandung magnetik tinggi dengan magnetik rendah. Disamping itu dilakukan pengukuran susceptibility, intensitas magnetik dan difraksi sinar-x. Hasil penelitian menunjukkan tiap material mempunyai mineral magnetik walaupun kadarnya berbeda- beda. Batuan lava lebih banyak mengandung mineral magnetik dibandingkan dengan batuan intrusi.
APLIKASI BONDED MAGNET MQP-O PADA MOTOR LISTRIK ARUS SEARAH. Ridwan Ridwan; Mujamilah Mujamilah; Gunawan Gunawan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.019 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5126

Abstract

APLIKASI BONDED MAGNET MQP-O PADA MOTOR LISTRIK ARUS SEARAH. Bahan bonded magnet isotropik, menggunakan NdFeB yang dapat diperoleh melalui teknik pendinginan cepat, mempunyai keunggulan yakni mudah dibentuk sesuai kebutuhan pemakai (costumer design). Sintesis bahan bonded magnet yang telah dilakukan merupakan pencampuran polimer, epoxy resin atau polyester sebagai matriks pengikat (binder) dengan serbuk magnet MQP-O. Perbandingan komposisi antara polimer dan serbuk magnet adalah 40 : 60; 50 : 50; dan 60 : 4O % volume bahan komposit magnet. Karakterisasi sifat magnet ditentukan dengan peralatan Vibrating Sample Magnetometer (VSM) yang terdapat di P3IB-BATAN serta kerapatanjenis diukur dengan piknometer. Energy product maximum, (BH)max bahan komposit magnet P3lB-BATAN yang paling tinggi diperoleh pada kegiatan ini adalah 4,35 MGOe. Uji kualitas komponen magnet telah dilakukan secara cmpiris melalui penggantian komponen magnet dari motor listrik arus searah yang diperoleh di pasaran dengan komponen magnet hasil sintesis P3IB-BATAN. Kecepatan putar maksimum yang diperoleh mcnggunakan komponen magnet hasil sintesis adalah 40.000 rpm. Komponen magnet hasil kegiatan penelitian ini berfungsi dengan baik dan sebanding dengan komponen magnet import.
MAGNETIC PROPERTIES OF THE TWO-LEG ZIG-ZAG LADDER IN QUANTUM SPIN SYSTEM NH4CuCl3 Teguh Yoga Raksa; Budhy Kurniawan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.841 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5252

Abstract

MAGNETIC PROPERTIES OF THE TWO-LEG ZIG-ZAG LADDER IN QUANTUM SPIN SYSTEM NH4CuCl3. Numerical analysis of the two-leg zig-zag ladder as a single chain with next-nearest neighbour interactions has been formulated by Cabra (1999) with the following Hamiltonian: Other formulation for two leg zig-zag ladder with dimmerized chains and coupling between the chains is as follow : From these formulations, we study the closing of the gap at zero magnetization by means of the fine—tuning mechanism and disappreance of the 1/2 plateau (gap) at finite by alternating dimerization of the chains along the rungs. We also described NH4CuCl3 under high magnetic fields in a two-leg system.
EFEK 57Fe DAN 119Sn MOSSBAUER PADA SENYAWA RFe6Sn6 (R=Y, Gd - Lu) Suharyana Suharyana; J. M. Cadogan; D. H. Ryan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.214 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5243

Abstract

EFEK 57Fe DAN 119Sn MOSSBAUER PADA SENYAWA RFe6Sn6 (R=Y, Gd - Lu). Telah digunakan efek 57Fe dan 119Sn Mossbauer untuk mempelajari sifat - sifat magnetik senyawa Rl7e6Sn6 (R=Y, Gd-Lu). Semua senyawa memiliki medan magnetik superhalus pada inti 57Fe sebesar ~19,5 T pada suhu 295K dan kuadrupol spliting positif. Hasil eksperimen 119Sn Mossbauer menunjukkan bahwa hanya 1/3 posisi Sn yang menstransfer momen magnetik dari Fe tetangga terdekat, sedangkan 2/3 posisi Sn memiliki tetangga terdekat atom - atom Fe yang arah momen magnetiknya antiparalel sehingga tidak menstransfer medan magnetik superhalus.
ANALISIS FENOMENA MAGNETORESISTANSI LAPISAN TIPIS NiFe TERHADAP VARIASI ARAH MEDAN MAGNET LUAR Agus Bambang Irawan; Sudjatmoko Sudjatmoko; Karyono Karyono
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.791 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5234

Abstract

ANALISIS FENOMENA MAGNETORESISTANSI LAPISAN TIPIS NiFe TERHADAP VARIASI ARAH MEDAN MAGNET LUAR. Telah dilakukan penelitian tentang analisis fenomena magnetoresistansi lapisan tipis NiFe terhadap variasi arah medan magnet luar. Lapisan tipis NiFe dibuat dengan metode dc sputtering. Sifat-sifat magnetik lapisan tipis dianalisis dengan pengukuran magnetoresistansi. Morfologi permukaan, komposisi bahan dalam lapisan serta struktur kristalnya dianalisis dengan menggunkan SEM-EDAXS dan XRD. Berdasarkan hasil karakterisasi menggunakan XRD diperoleh bahwa lapisan tipis NiFe mempunyai struktur kristal kubus pusat badan dan orientasi bidang Miller (321). Oksida-oksida besi juga terbentuk di dalam lapisan tipis NiFe. Oksida besi tersebut adalah FeO dan Fe2O3 bersifat antiferromagnetik serta Fe3O4 bersifat ferrimagnetik. Pengukuran magnetoresistansi digunakan metode probe empat titik dan divariasi terhadap arah medan magnet luar. Berdasarkan hasil pengukuran dan analisis data magnetoresistansi diperoleh nisbah magnetoresistansi terbesar adalah — (l6,l±0,2) % ketika medan magnet luar tegak lurus terhadap arus listrik di dalam bidang lapisan tipis, serta nisbah magnetoresistansi terkecil adalah — ( 2,1±0,1) % ketika medan magnet luar tegak lurus terhadap arus listrik di luar bidang lapisan tipis.
ANALISIS TEORI MEDAN MOLEKULAR PADA PADUAN UNSUR TANAH JARANG-LOGAM TRANSISI REnTMm Ridwan Ridwan; Mujamilah Mujamilah
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.285 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5248

Abstract

ANALISIS TEORI MEDAN MOLEKULAR PADA PADUAN UNSUR TANAH JARANG-LOGAM TRANSISI REnTMm. Mekanisme interaksi internal antara momen magnetik spin sehingga spin-spin cenderung untuk berorientasi teratur pada arah tertentu seperti ditemui dalam bahan yang bersifat feromagnet ataupun ferimagnet secara teoritis dibahas melalui konsep medan yang disebut sebagai medan pertukaran (echange field), medan molekular (molecular field) ataupun Weiss-field. Berdasarkan teori ini, telah disusun suatu algoritma untuk menentukan koefisien medan molekular dengan pendekatan metoda sub-kisi. Verifikasi dari algoritma yang telah disusun dilakukan dengan menggunakan data pengukuran magnetisasi versus temperatur untuk paduan unsur tanah jarang-logam transisi REnTMm yang telah dipublikasikan. Hasil perhitungan dari algoritma yang disusun kemudian dibandingkan dengan hasil pengukuran dari perhitungan referensi dan diperoleh kesesuaian yang sangat baik satu sama lain. Perhitungan dilakukan pada komputer Macintosh dengan algoritma disusun berdasarkan paket program MATHEMATICA, A system for doing mathematics by computer.
PROSES SINTERING DALAM PEMBUATAN MAGNET PERMANEN UNTUK METERAN AIR. Novrita Idayanti; Dedi Dedi; Sukarna Djaja
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (978.788 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5150

Abstract

PROSES SINTERING DALAM PEMBUATAN MAGNET PERMANEN UNTUK METERAN AIR. Telah dilakukan percobaan pembuatan magnet permanen yang digunakan untuk meteran air. Bahan baku utama yang digunakan adalah oksida besi dari limbah Hot Strip Mill (HSM) lndustri Baja Nasional. Teknologi proses yang digunakan adalah teknologi keramik yaitu mereaksikan semua bahan baku dalam bentuk serbuk dengan tahapan mixing, kalsinasi, kompaksi dan sintering. Sebelum proses pembuatan magnet dimulai, limbah HSM terlebih dahulu di roasting pada temperatur 800°C, sehingga menjadi Fe203 dengan kemumian 66,4 %. Kemudian dicampur dengan beberapa bahan baku lain yang juga bersifat teknis yaitu Barium Karbonat (BaCO3) dan Stronsium Karbonat (SrCO3). Dengari komposisi berdasarkan rumus kimia (0,9 BaO 0,1 SrO) 3,98 Fe203. Aditif yang digunakan adalah Kalsium Oksida (CaO) sebanyak 0,75% dan Silikon Oksida (SiOZ) sebanyak 0,60 % dan sebagai binder digunakan Polivinil Alkohol (PVA) sebanyak 1,5%. Berbagai kondisi proses sintering divariasikan, seperti pengaruh variasi waktu holding time (30, 45, 60 dan 90 menit) dan pengaruh variasi temperatur sintering (1200, 1250 dan 1300 °C). Pengaruh waktu penggilingan kalsin juga dilakukan untuk mengetahui pengaruh besamya butir awal sebelum dan setelah disinter. Adapun reaksi kimia yang terjadi selama proses sintering adalah sebagai berikut : 0,9 BaCO3 + 0,1 SrCO3 + 3,98 Fe2O3 => (0,9 BaO 0,1 SrO) 3,98 Fe2O3 + CO2 Dari hasil percobaan didapatkan karakteristik sifat magnet sudah menyamai karakteristik magnet meteran air impor.
SIFAT MAGNETISASI DISEKITAR TITIK KOMPENSASI DARI SISTEM LAPISAN TIPIS GdFeCo/GdFe Trimardji Atmono; Yunanto Yunanto; Karl-Heinz Otto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.316 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5244

Abstract

SIFAT MAGNETISASI DISEKITAR TITIK KOMPENSASI DARI SISTEM LAPISAN TIPIS GdFeCo/GdFe. Telah dilakukan penelitian sifat magnetisasi dari sistem lapisan tipis GdFeCo/GdFe yang merupakan gabungan logam tanah jarang dan logam peralihan. Lapisan tipis magnetik tersebut dihasilkan dengan metode Sputtering pada frekuensi radio 13,56 MHz, sebagai Sputtergas adalah gas mulia Argon. Sifat-sifat magnetik diteliti dengan pengukuran pemutaran bidang polarisasi menggunakan Kerr-Magnetometer, pengukuran magnetisasi dengan Vibrating Sample Magnetometer. Untuk meneliti sifat anisotropi dipergunakan Torque magnetometer. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya dinding yang muncul diantara 2 lapisan tunggalnya. Tenaga yang terkandung di dalam sekat tersebut tergantung dari temperatur serta terkolerasi langsung dengan anisotropi magnetik. Pada temperatur kompensasi, tenaga dinding tidak teramati, diskontinuitas, dan kemudian muncul lagi sebelum dicapai suhu Curie. Switching field HS yang merupakan gaya koersitiv dari lapisan ganda tergeser dari gaya koersitiv Hc sesuai dengan besamya tenaga. Sputtergas berpengaruh langsung terhadap sifat magnetik tersebut, terutama besamya tekanan yang sangat menentukan terjadinya pembalikan arah EA dari lapisan tipis pada suhu tertentu. Bahkan pada tekanan tertentu terjadi perubahan arah easy-axis, dari in—plane ke perpendicular, melalui efek stress/strain. Pemutaran bidang polarisasi menghasilkan efek Kerr yang cukup besar, mencapai 40 menit, yang kemungkinan disebabkan oleh enhance dari lapisan SiNx melalui efek antireflection.

Page 2 of 3 | Total Record : 27


Filter by Year

2002 2002


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue