cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1: OKTOBER 2004" : 9 Documents clear
PENGARUH ILUMINASI LASER PADA FILM CAMPURAN EMAS-FULLERENE (AUC60) DALAM ANALISIS SPECTROSKOPI RAMAN Tri Hardi Priyanto; Seiji Sakai; Hiroshi Naramoto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 1: OKTOBER 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.483 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.6.1.4917

Abstract

PENGARUH ILUMINASI LASER PADA FILM CAMPURAN EMAS-FULLERENE (AUC60) DALAM ANALISIS SPECTROSKOPI RAMAN. Analisis Raman secara rinci pada campuran antara emas danfullerene (C60) telah dilakukan dengan cara mengubah intensitas laser secara sistematik untuk mempelajari pengaruh agitasi termal pada campuran. Analisis pergeseran Raman menunjukkan bahwa perubahan secara sistematik daya laser menyebabkan pergeseran dan penyempitan puncak Raman. Kenaikan daya laser dari 0,5 miliwatt ke 3 miliwatt akan menyebabkan pergeseran-penurunan frekuensi Raman. Besarnya pergeseran frekuensi Raman kira-kira 2 cm" dan 5,4 cm", masing-masing untuk mode Ag(2) dan Hg(8). Penurunan pergeseran yang diamati berkaitan dengan beberapa macam interaksi antara atom Au dan molekul C60, seperti Au dan C60 ,,softly bound'' yang peka pada suhu sehingga kemungkinan terjadi difusi Au dalam campuran, Nano-kristal Au menunjukkan sifat kimia yang bergantung ukuran (tergantung jumlah atom Au) dan hal penting dari nano-Au adalah kemungkinan penggunaan untuk penandaan DNA, dan posisi-sensitif spektroskopi Raman memberikan kita kesempatan untuk menganalisis reaksi bio-kimia dalam ruang topologi. Kenaikan daya iluminasi menyebabkan pergeseran frekswensi teramati. Iluminasi 0,5 miliwatt dipilih sebagai satu kondisi moderat.
CRYSTALLIZATION BEHAVIOR AND MICROMORPHOLOGY OF SOL-GEL DERIVED MESOPOROUS NANO-PARTICLES TITANIA Silvester Tursiloadi; Hiroshi Hirashima; Yu Yamanakaz
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 1: OKTOBER 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.377 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.6.1.4913

Abstract

CRYSTALLIZATION BEHAVIOR AND MICROMORPHOLOGY OF SOL-GEL DERIVED MESOPOROUS NANO-PARTICLES TITANIA. In this work, effects of drying methods on the micro-morphology ofinesoporpous TiO2 prepared by the sol-gel method has been studied using transmission electron microscopy (TEM), X-ray diffraction analysis (XRD) and N2 gas adsorption. Mesoporous TiO2 consists of anatase nano-particles, about 5nm in diameter, have been obtained by hydrolysis of titanium alkoxide in a methanol solution and supercritical extraction in CO2 at 60°C and 22Mpa. XRD peaks ofrutile have been found after annealing at 600°C. The particle sizes of anatase and rutile are about 13 and 25nm in diameter, respectively. The surface morphology of Ti02 nano-particles has been discussed with the surface fractal dimensions estimated from the N2 gas adsorption isotherms.
PENGARUH PENAMBAHAN ANTI UV TINUVIN 783 TERHADAP KARAKTERISTIK POLIVINIL KLORIDA Susi Nurdayat; Tetty Kemala; Sudirman Sudirman; Aloma Karo Karo
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 1: OKTOBER 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1833.55 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.6.1.4918

Abstract

PENGARUH PENAMBAHAN ANTI UV TINUVIN 783 TERHADAP KARAKTERISTIK POLIVINIL KLORIDA. Plastik PVC memiliki kemampuan lebih baik dalam mempertahankan panas dan transmisi radiasi gelombang panjang dibandingkan jenis plastik lain, tetapi plastik tersebut dapat terdegradasi karena adanya radiasi ultraviolet dari sinar matahari yang terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan anti UV Tinuvin 783 terhadap plastik polivinil klorida yang akan digunakan sebagai pengganti rumah kaca. Tinuvin yang digunakan divariasikan dengan beberapa konsentrasi yaitu 0,1;0,3;0,5;0,7; dan 1,0 phr dan dilihat pengaruhnya terhadap karakteristik plastik yang dihasilkan. Resin PVC dicampurkan dengan bahan aditifkemudian dicetak sampai terbentuk lembaran plastik dengan ketebalan 0,5 mm. Sampel plastik dibentuk dumbell dan dijemur selama 8 minggu. Karakterisasi dilakukan dengan menggunakan uji tarik, uji kekerasan, DTA, FTIR, dan difraksi sinar—X. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan warna' menjadi kekuningan pada sampel setelah dilakukan penjemuran selama 8 minggu. Uji kekuatan tarik dan kekerasan terhadap sampel menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata untuk seluruh variasi konsentrasi. Nilai kekuatan tarik dan kekerasan tersebut pada umumnya meningkat setelah penjemuran. Analisis lebih lanjut dengan DTA, FTIR dan XRD menujukkan hasil yang sama untuk sampel dengan dan tanpa penambahan Tinuvin 783. Berdasarkan hasil analisis termal diperoleh titik leleh PVC pada suhu 175°C dan titik dekomposisi pada suhu 330°C. Analisis FTlR terhadap sampel tidak menunjukkan adanya perubahan struktur pada sampel yang ditandai dengan tidak munculnya gugus fungsi-gugus fimgsi baru setelah penjemuran, hanya berupa pergeseran bilangan gelombang. Berdasarkan hasil analisis difraksi sinar X plastik PVC memiliki struktur yang amorf sama untuk semua sampel yang dianalisis. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa perbedaan konsentrasi Tinuvin 783 tidak mempengaruhi karakteristik plastik yang diperoleh secara nyata.
ANALISIS KOROSI DARI SS 440C PADAMEDIAAIR TAWAR DAN AIR LAUT Sulistioso G. S.; M. Ihsan; Komarudin Komarudin
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 1: OKTOBER 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.992 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.6.1.4914

Abstract

ANALISIS KOROSI DARI SS 440C PADAMEDIAAIR TAWAR DAN AIR LAUT. Telah dilakukan analisis korosi dari fasa martensite dan fasa campuran martensite - austenite. pada SS 440 C , metode pengujian korosi yang digunakan adalah tahanan polarisasi dan potensiodinamik dalam media air tawar dan air laut. Laju korosi untuk fasa martensite lebih besar dibandingkan dengan laju korosi dari fasa campuran martensite dan austenite, hasil ini diperkuat dengan pengamatan menggunakan potensiodinamik. Laju korosi untuk fasa martensite dalam media air tawar dan air laut sebesar 0,0262 mpy dan 0,2028 mpy, sedangkan laju korosi untuk fasa campuran martensite -austenite sebesar 0,0022 mpy dan 0,0796 mpy. Hal ini menunjukkan bahwa sampel SS 440 C dengan fasa martensite lebih rentan terhadap korosi dibandingkan dengan fasa campuran martensite dan Austenite. Sampel dengan fasa martensite dalam media air tawar (pH = 7,13) mengalami pasifasi pada potensial sebesar 1500 mV sedangkan sampel campuran austenite dan martensite pasifasinya pada potensial sebesar 600 mV. Pada media air laut (pH = 7,22), sampel martensite mengalami pasifasi pada potensial 100 m V dan transpasifpada potensial sebesar 300 mY. Sedangkan sampel campuran terpasitkan secara sempurnaakibat adanya lapisan pelindung pada potensial sebesar 300 mV dan setelah itu arusnya tetap mantap sampai 1400mV.
PENGARUH SUHU TERHADAP KONDUKTIVITAS ELEKTROLIT PADAT (Cul)0,5(β-Al2O3)0,5 P. Purwanto; E. Kartini; Safei Pumama
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 1: OKTOBER 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.632 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.6.1.4919

Abstract

PENGARUH SUHU TERHADAP KONDUKTIVITAS ELEKTROLIT PADAT (Cul)0,5(β-Al2O3)0,5. Bahan elektrolit padat (Cul)0,5(β-Al2O3)0,5 telah dibuat dengan reaksi padatan yaitu dengan campuran antara Cul dan β-Al2O3, kemudian dikompaksi dan dilakukan pemanasan pada suhu 300 °C selama 3 jam. Nilai konduktivitas (Cul)0,5(β-Al2O3)0,5 adalah meningkat terhadap suhu dan frekuensi tenentu. Pola difraksi sinar bahan elektrolit padat (Cul)0,5(β-Al2O3)0,5 didominasi oleh puncak-puncak CuI dari pada puncak B-A12O3. Energi aktivasi bahan elektrolit padat tersebut relatif stabil, dengan nilai berkisar 0,09 eV sampai 0,13 eV. Konduktivias elektrolit padat (Cul)0,5(β-Al2O3)0,5 pada suhu ruang dan pada suhu 300 °C adalah 1,48 x 10-5 S/cm dan 8,33 x 10-4 S/cm.
NISBAH GMR SUPERKISI Ag/NiFe/Ag/NiFe Moh. Toifur; Prayoto Prayoto; Kamsul Abraha; Ridwan Ridwan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 1: OKTOBER 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.541 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.6.1.4915

Abstract

NISBAH GMR SUPERKISI Ag/NiFe/Ag/NiFe. Telah dibuat sistem multilapisan berstruktur Ag/NiFe/Ag/NiFe dengan mesin sputtering dc pada variasi waktu deposisi Ag(2) dari 2 menit sampai dengan 10 menit dengan tujuan untuk memperoleh multilapisan dengan nisbah GMR terbesar akibat sumbangan GMR yang berasal dari antiferromagnetic coupling antara spin-spin lapisan NiFe( 1) dan NiFe(2). Karakterisasi yang dilakukan meliputi keadaan morfologi lapisan, sifat magnetik dari bahan lapisan, strukturmikro serta resistansi dibawah pengaruh medan magnet luar (Hext). Hasil penelitian menunjukkan multilapisan dengan waktu deposisi Ag(2) = 8 menit memiliki nisbah GMR terbesar yaitu 67,74% atau 11,2 kali lebih besar dari efek MR lapisan tunggal NiFe dan telah mendekati perkiraan Pool bahwa efek GMR 4 lapis sekitar 75%. Lapisan ini memiliki remanen magnet (Mr) dan medan koersif(Hc) yang kecil. Sementara itu pemakaian lapisan penyangga Ag(ll1) semakin memperkokoh struktur atom paduan NiFe (lll) yang ditumbuhkan di atasnya.
UJI PRODUKSI KARET TENSIMETER BE BAS NITROSAMIN DAN PROTEIN ALERGEN DALAM SKALA PABRIK Marga Utama; Herwinarni Herwinarni; Made Sumarti; Siswanto Siswanto; Suharyanto Suharyanto; Yoharmus Yoharmus; Bambang Handoko; Heru Sundaru; Teguh Haryono; H. M. Muklis
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 1: OKTOBER 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1228.165 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.6.1.4920

Abstract

UJI PRODUKSI KARET TENSIMETER BE BAS NITROSAMIN DAN PROTEIN ALERGEN DALAM SKALA PABRIK. Karet untuk tensimeter (Sphygmomanometer) berupa : bladder, balon, dan selang dari lateks alam iradiasi, telah diproduksi dalam skala pabrik di PT. Sugih Instrumendo Abadi, Padalarang dengan cara: Kompon lateks alam iradiasi dibuat dengan cara, lateks pekat divulkanisasi radiasi dengan sinar γ 6OCo pada dosis 25 kGy, dan kadar normal butil akrilat 3 psk (per seratus bagian berat karet), kemudian dibubuhi anti oksidan, dan dibuat karet tensimeter (bladder, balon, dan selang) dengan teknik pencelupan penggumpalan. Tiga faktor penting yaitu : suhu pemanasan (90 dan 100°C), waktu pemanasan (4 jam, 8 jam, 12 jam, 16 jam, 20 jam, dan 24 jam), dan teknik pencucian (air, larutan amoniak, larutan KOH) dan sifat fisik mekanik film karet (modulus, tegangan putus, perpanjangan putus dan kekerasan) telah dievaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pemanasan 90°C, dengan waktu 8 jam kemudian dicuci dengan larutan amonia atau larutan 0,5% amonia atau KOH selama 30 menit dan direndam 24 jam, merupakan kondisi optimum proses. Pada kondisi optimum tersebut, diperoleh film karet yang memiliki tegangan putus sebesar 24 MPa, modulus 600% sebesar 2,0 MPa, perpanjangan putus sebesar 1000% dan kekerasan sebesar 30 Shore A, dengan kadar protein terekstrak 72-11O μg/g dan kadar nitrosamina adalah nol. Nilai absorbansi ELISA dengan serum manusia peka protein alergen adalah 0% (negatip), bahkan respon serum karet tersebut terhadap kulit melalui uji SPT (spine prick test = uji tusuk pada kulit) adalah 0 (negatip), yang berarti karet untuk tensimeter tersebut bebas nitrosamina dan protein alergen.
ANALISIS SIFAT KEKUATAN TARIK, DERAJAT KRISTALINITAS DAN STRUKTURMIKRO KOMPOSIT POLIMER POLIPROPILENA-PASIR Sudirman Sudirman; Aloma Karo Karo; Ari H.; Bambang Sugeng; Rukihati Rukihati; Mashuri Mashuri
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 1: OKTOBER 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1666.012 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.6.1.4916

Abstract

ANALISIS SIFAT KEKUATAN TARIK, DERAJAT KRISTALINITAS DAN STRUKTURMIKRO KOMPOSIT POLIMER POLIPROPILENA-PASIR. Telah dilakukan modifikasi bahan berbasis polimer menjadi komposit polimer dengan menambahkanfiller. Sifat mekanik berupa kekuatan tarik, derajat kristalinitas dan strukturmikro dari komposit polimer berbasis polipropilena denganfiller pasir telah diteliti. Pembuatan komposit polimer dalam penelitian ini dilakukan dengan mencampurkan matriks berupa polipropilena melt flow (MF) 2 atau polipropilen melt flow (MF) 10 dengan filler pasir di dalam alat labo plastomill. Komposisi pasir yang diberikan bervariasi yakni 10%v/v, 30%v/v, 40%v/v dan 50 %v/v. Kemudian dicetak berbentuk lembaran film dan dilakukan karakterisasi meliputi sifat kekuatan tarik, derajat kristalinitas dan strukturmikro. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan fraksi volume pasir didalam komposit polimer mengakibatkan nilai tensile strengthnya berkurang sesuai dengan pengamatan strukturmikro yang menunjukkan daerah matriks mengalami deformasi plastis (retakan terbanyak) danfillernya terdeformasi elastis sehingga mekanisme penguatan olehfiller tidak tercapai sesuai dengan harapan (teori Danusso dan Tieghi). Untuk komposisi lebih besar dari 30 firaksi volumefiller, harga tensile strength polipropilena MF 10 lebih besar daripada polipropilena MF2, hal ini dikarenakan adanya plastisitas didalam polipropilena MF 10. Untuk komposisi di bawah 30 % fraksi volumefiller, polipropilena MF 2 mempunyai nilai tensile strength yang lebih besar daripada polipropilena MF 10, hal tersebut dikarenakan polipropilena MF 2 mempunyai derajat kristalinitas yang lebih besar.
OPTIMASI UKURAN PARTIKEL DAN KOMPOSISI DALAM PEMBUATAN TEGEL KOMPOSIT PARTIKULAT GRANIT Budiarto Budiarto; Parikin Parikin; Mohammad Dani
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 1: OKTOBER 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.676 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.6.1.4921

Abstract

OPTIMASI UKURAN PARTIKEL DAN KOMPOSISI DALAM PEMBUATAN TEGEL KOMPOSIT PARTIKULAT GRANIT. Bahan tegel komposit partikulat granit bennatriks epoxy dapat diharapkan sebagai bahan lantai yang kedap air dan cukup ulet. Penggunaan bahan komposit bagi industri rumah tangga menjadi penting dan cukup menjanjikan. Pembuatan bahan dimulai dari pembubukan batuan granit hingga ukuran mesh 100, 140 dan 200. Bubuk ini kemudian dicampur dengan epoxy yang telah diberi hardener versamid, dalam wadah plastik. Sambil diaduk hingga terlihat homogen. Pencetakan spesimen uji dilakukan dalam wadah kaca yang diberi wax dan di-curing dalam ambient temperatur selama 48 jam. Bahan spesimen dipotong-potong sesuai kebutuhan pengujian; kerapatan, kekerasan, kompresi dan bending. Hasil uji kekerasan dan kerapatan memperlihatkan perubahan nilai yang jelas dari komposisi partikulat (34, 40, 50 dan 70) dan matriks (66, 60, 50 dan 30). Sedang pengujian kompresi dan bending memperlihatkan optimum ukuran partikulat antara angka 120-123μm dan komposisi partikulat granit berada diantara angka 55-61 % berat. Nilai-nilai akurat ini dapat diprediksi dengan proses diferensiasi. Disimpulkan untuk mendapatkan sifat mekanik bahan komposit yang optimum, partikulat granit harns dibuat berukuran sekitar 121μm dan komposisi partikulat granit 57%.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2004 2004


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue