Jurnal Sains Materi Indonesia
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Articles
865 Documents
DEKOLORISASI LIMBAH INDUSTRI BATIK MENGGUNAKAN PROSES FENTON DAN FOTOFENTON
Siti Wardiyati;
Sari Hasanah Dewi;
Adel Fisli
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 2: JANUARI 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (419.914 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2013.14.2.4434
DEKOLORISASI LIMBAH INDUSTRI BATIK MENGGUNAKAN PROSES FENTON DAN FOTOFENTON. Telah dilakukan dekolorisasi limbah industri menggunakan metode Fenton dan Foto Fenton. Percobaan ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh kondisi optimum proses pengolahan limbah industri dengan metode Fenton dan Foto Fenton. Limbah industri pada percobaan ini digunakan limbah warna biru dari proses pembuatan batik yang diperoleh dari Batik Rara Djograng Yogyakarta. Faktor faktor yang dipelajari pada percobaan ini adalah pengaruh jumlah katalisator FeSO4.7H2O, jumlah oksidator H2O2, dan waktu oksidasi pada proses Fenton dan Foto Fenton. Kondisi optimum percobaan dekolorisasi limbah batik warna biru dengan metoda Fenton dan Foto Fenton terjadi pada jumlah FeSO4.7H2O 25 mg, jumlah H2O2 25 μL, waktu kontak 15 menit pada pH larutan 3,0 Pada kondisi tersebut efisiensi dekolorisasi mencapai 77,5 % untuk proses Fenton dan 98,5 % untuk proses Foto Fenton.
IDENTIFIKASI SENYAWA MINERAL DAN EKSTRAKSI TITANIUM DIOKSIDA DARI PASIR MINERAL
Zulfalina Zulfalina;
Azwar Manai
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (906.83 KB)
|
DOI: 10.17146/jusami.2004.5.2.5239
IDENTIFIKASI SENYAWA MINERAL DAN EKSTRAKSI TITANIUM DIOKSIDA DARI PASIR MINERAL. Telah dilakukan investigasi terhadap pasir mineral atau pasir besi untuk menentukan kandungan mineral dan hasil ekstrasinya. ldentifikasi unsur di dalam pasir mineral menggunakan X-rayfluorescence, diperoleh bahwa unsur utama sebagai unsur majoritas adalah Fe dan Ti dengan fraksi berat masing-masing unsur sebesar 69,15% dan 13,58%, sedangkan sisanya terdiri dari unsur-unsur lain bersifat minor. Separasi magnetik terhadap pasir berhasil memisahkan antara bagian yang bersifat magnetik dan non-magnetik ditandai dengan meningkatnya fraksi berat unsur Fe menjadi 80,10% sedangkan Ti menjadi 11,06% di dalam pasir magnetik. Analisis difraksl sinar-x terhadap pasir magnetik memberikan informasi bahwa unsur-unsur major dalam pasir berupa senyawa magnetite, Fe3O4 dan ilmenit, FeTiO3 dengan fraksi berat untuk senyawa FeTiO3 dan Fe3O4 masing-masing adalah 15,67% dan 84,33%. Ekstraksi TiO2 dari pasir besi konsentrat telah berhasil dilakukan dengan cara pelarutan menggunakan H2SO4 dengan konsentrasi 7,5 M dan diperoleh hasil berupa endapan TiO2, dengan tingkat kemurnian mencapai ~85%. Proses ekstraksi TiO2 dengan cara ini menghasilkan tingkat efisiensi sebesar 35,75%.
PENUMBUHAN LAPISAN TIPIS OKSIDA TIMAH DENGAN TEKNIK CVD-PENGKABUT ULTRASONIK
Dwi Bayuwati;
Suryadi Suryadi
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (132.587 KB)
|
DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5089
PENUMBUHAN LAPISAN TIPIS OKSIDA TIMAH DENGAN TEKNIK CVD-PENGKABUT ULTRASONIK. Lapisan tipis konduktif – anti reflektif Oksida Timah/SnO2 dengan ketebalan sekitar 100 nm telah ditumbuhkan pada substrat silikon orientasi kristal (100) menggunakan teknik CVD/Chemical Vapour Deposition-pengkabut ultrasonik. Pada sistem pelapisan menggunakan pengkabut ultrasonik ini, suatu transduser piezoelektrik dicelupkan ke dalam tabung berisi cairan pembentuk lapisan/precursor untuk menggetarkan dan memecah partikel cairan sehingga menjadi kabut/fog yang kemudian dialirkan ke suatu ruang terisolasi dengan sistem pemanas tempat cuplikan substrat diletakkan; melalui suatu nozzle atau bisa juga suatu reduced tube. Proses pelapisan dilakukan pada rentang suhu 300 oC sampai dengan 397 oC. dengan Nitrogen sebagai gas pembawa. Proses karakterisasi dilakukan dengan mengamati sifat listrik dan optis dengan four point probe dan spektrometer optik; memeriksa struktur kristal dengan difraksi sinar-X serta mengamati morfologi permukaan lapisan dengan SEM. Hasil karakterisasi menghasilkan harga resistivitas dalam orde 10-2 ohm-cm, penurunan refleksi dari 26% ke 2% setelah pelapisan serta terbentuknya struktur polikristalin oksida timah diatas substrat silikon.
GRAFTING OF CELLULOSIC PALMITATE-METHYL METHACRYLATE BY ELECTRON BEAM IRRADIATION AND CHARACTERIZATION OF THEIR MEMBRANES MECHANICAL PROPERTIES
Asep Riswoko;
Tri Suryanti
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.576 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2011.12.2.4594
GRAFTING OF CELLULOSIC PALMITATE-METHYL METHACRYLATE BY ELECTRON BEAM IRRADIATION AND CHARACTERIZATION OF THEIR MEMBRANES MECHANICAL PROPERTIES. A cellulose derivative membrane, cellulosic palmitate, has been modified to give a better mechanical properties of composite membranes. Modification has been carried out by adding methyl methacrylate (MMA) onto cellulosic palmitate with volume ratio 1:1 and then irradiated by electron beam at dosage of 3, 5, 7, 9, and 10 kGy. The best performance of MMA grafted cellulosic membrane was successfully obtained for irradiation dose at 5 kGy which has a tensile strength of 76,92 Kg/cm2 (stronger than that of the original cellulosic palmitate membrane up to 75%). This result is supported by FT-IR spectra which showed that grafting methyl methacrylate onto cellulosic palmitate increased the intensity of absorbance of -CH2- group (1468.47 and 1450.47 cm-1). In addition, there are also strong absorption in region 1068.64 and 1014.56 cm-1 which is absorption for C-O-C (ether linkage) between cellulosic palmitate and methyl methacrylate. X-Ray Diffraction and SEM analysis were also revealed that adding of MMA on cellulosic palmitate affected a degree of crystalline and morphology membrane.
KARAKTERISASI SIFAT LISTRIK DAN MAGNET LAPISAN TIPIS Fe-C/Si SETELAH IRADIASI IONAr+
Yunasfi Yunasfi;
P. Purwanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 4: JULI 2015
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (445.811 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2015.16.4.4218
KARAKTERISASI SIFAT LISTRIK DAN MAGNET LAPISAN TIPIS Fe-C/Si SETELAH IRADIASI IONAr+. Telah dilakukan karakterisasi sifat listrik dan magnet lapisan tipis Fe-C/Si setelah iradiasi ion Ar+. Lapisan tipis Fe-C/Si diiradiasi dengan ion Ar+ pada dosis antara 1 × 1016 sampai 5 × 1017 ion/cm2. Hasil pengamatan morfologi permukaan lapisan tipis dengan Scanning ElectronMicroscope (SEM) memperlihatkan permukaan yang halus dan rata dengan terdeposisikan secara homogen di atas substrat Si (100). Pengamatan penampang lintang dengan SEM menunjukkan terbentuknya lapisan tipis Fe-C di atas permukaan substrat Si(100). Hasil pengukuran sifat listrik dan sifat magnet lapisan tipis Fe-C/Si menunjukkan bahwa nilai konduktansi (G), kapasitansi (C) dan nisbah magnetoresistance (MR) meningkat akibat pengaruh iradiasi ion Ar+ dan nilai nilai ini semakinmeningkat seiring dengan penambahan dosis radiasi.Dengan demikian, radiasi ionAr+berpotensi diaplikasikan di bidang elektromagnetik karena dapat meningkatkan sifat listrik dan magnet bahan.
NISBAH GMR SUPERKISI Ag/NiFe/Ag/NiFe
Moh. Toifur;
Prayoto Prayoto;
Kamsul Abraha;
Ridwan Ridwan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 1: OKTOBER 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (769.541 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2004.6.1.4915
NISBAH GMR SUPERKISI Ag/NiFe/Ag/NiFe. Telah dibuat sistem multilapisan berstruktur Ag/NiFe/Ag/NiFe dengan mesin sputtering dc pada variasi waktu deposisi Ag(2) dari 2 menit sampai dengan 10 menit dengan tujuan untuk memperoleh multilapisan dengan nisbah GMR terbesar akibat sumbangan GMR yang berasal dari antiferromagnetic coupling antara spin-spin lapisan NiFe( 1) dan NiFe(2). Karakterisasi yang dilakukan meliputi keadaan morfologi lapisan, sifat magnetik dari bahan lapisan, strukturmikro serta resistansi dibawah pengaruh medan magnet luar (Hext). Hasil penelitian menunjukkan multilapisan dengan waktu deposisi Ag(2) = 8 menit memiliki nisbah GMR terbesar yaitu 67,74% atau 11,2 kali lebih besar dari efek MR lapisan tunggal NiFe dan telah mendekati perkiraan Pool bahwa efek GMR 4 lapis sekitar 75%. Lapisan ini memiliki remanen magnet (Mr) dan medan koersif(Hc) yang kecil. Sementara itu pemakaian lapisan penyangga Ag(ll1) semakin memperkokoh struktur atom paduan NiFe (lll) yang ditumbuhkan di atasnya.
PEMBUATAN AMALGAM KANDUNGAN Cu TINGGI UNTUK TAMBAL GIGI DAN PENGARUH KANDUNGAN Hg TERHADAP NILAI KEKERASAN
Yuswono Yuswono;
Saefudin Saefudin;
Murni Handayani
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1279.5 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.2.4771
PEMBUATAN AMALGAM KANDUNGAN Cu TINGGI UNTUK TAMBAL GIGI DAN PENGARUH KANDUNGAN Hg TERHADAP NILAI KEKERASAN. Penelitian pembuatan amalgam Cu tinggi serta pengaruh kandungan Hg terhadap kekerasannya telah dilakukan. Dalam pembuatan paduan amalgam digunakan satu jenis serbuk logam, yaitu paduan Ag-16,9%, Sn-19,5%, Cu-0,2% Zn (single particle alloy) dengan ukuran serbuk 325 mesh. Variasi kandungan Hg pada batas antara 45% sampai dengan 60% berpengaruh terhadap nilai kekerasan paduan amalgam Cu tinggi. Kekerasan maksimum diperoleh pada kandungan 51% Hg sampai dengan 55% Hg. Nilai kekerasan paduan amalgam Cu tinggi ini lebih tinggi dari pada paduan amalgam Cu rendah. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa peningkatan kekerasan disebabkan karena pembentukan fasa η' dan Ag-Cu didalam matriks γ1.
ANALISIS STRUKTUR MOLEKUL ACRYLOYL-LPROLINE METHYL ESTER MENGGUNAKAN FOURIER TRANSFORM NUCLEAR MAGNETIC RESONANCE
Tri Darwinto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 11, No 1: OKTOBER 2009
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (254.102 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2009.11.1.4568
ANALISIS STRUKTUR MOLEKUL ACRYLOYL-L-PROLINE METHYL ESTERMENGGUNAKAN FOURIER TRANSFORM NUCLEAR MAGNETIC RESONANCE. Telah dilakukan analisis bahan monomer acryloyl-L-proline methyl ester denganmenggunakan spektrometer Fourier Transform Nuclear Magnetic Resonance (FT-NMR) ) untuk analisis atom karbon (13C) dengan model pengukuran Distortionless Enhancement by Polarization Transfer (DEPT) tanpa adanya coupling dari atom proton (1H). Bahan acryloyl-L-proline methyl ester disintesis dengan cara mereaksikan asam akrilat dengan L-prolin metil ester hidrokhlorida dalamtrietilamin pada suhu 90oC. Acryloyl-L-prolinemethyl estermerupakan bahan monomer yang cukup penting, karena polimer hidrogel polyacryloyl-L-proline methyl ester yang disintesis darimonomer ini banyak digunakan untuk diagnosis dan terapi penyakit tumor pembuluh darah. Dari hasil analisis spektrum DEPT FT-NMR dapat diperoleh, bahwa bahan monomer acryloyl-L-proline methyl ester telah berhasil disintesis dan dianalisis secara tepat dan akurat.
KARAKTERISASI PRESIPITAT AgI PADA (AgI)0,7(AgP03)0,3 DENGAN TEKNIK HAMBURAN NEUTRON SEBAGAI FUNGSI SUHU
Evvy Kartini
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 1, No 3: JUNI 2000
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3016.539 KB)
|
DOI: 10.17146/jusami.2000.1.3.5326
KARAKTERISASI PRESIPITAT AgI PADA (AgI)0,7(AgP03)0,3 DENGAN TEKNIK HAMBURAN NEUTRON SEBAGAI FUNGSI SUHU. Gelas konduktor superionik (AgI)0,7(AgP03)0,3 telah dibuat ntelalui inetoda pendinginan cepat. Pada suhu ruang struktur yang terjadi incrupakan campuran antara gelas (AgI)0,7(AgP03)0,3 dan presipitat kristalin b-AgI. Secara insitu telah dipelajari perubahan struktur yang terjadi pada saat pemanasan dari suhu ruang sampai suhu diatas suhu fasa transisi beta ke alfa AgI, dengan metoda hamburan neutron. Percobaan dilakukan dengan menggunakan High Resolution Powder Diffractometer(HRPD) pada Nuclear Research Reactor Chalk River Laboratory Canada. Hasil percobaan menunjukkan adanya transisi ke fasa alfa-AgI pada suhu 435 K pada saat pemanasan, sedangkan pada saat pendinginan suhu transisi dari fasa alfa ke beta Agl diperoleh pada suhu 415 K. Pada bagian gelas. yaitu pada puncak tajam difraksi pertama dengan daerah Q=0,7 A tampak adanya kristalisasi pada suhu sekitar 390 K. yang kemudian meleleh pada suhu 544 K. pada saat pemanasan. Pada penelitian ini telah diamati pula perubahan posisi yang terjadi baik pada puncak Bragg maupun pada puncak gelas selama proses ini berlangsung.
SUBSTITUSI Mn DAN Ti PADA STRUKTUR FASA MAGNETIK BARIUM HEXAFERRITE MELALUI TEKNIK PEMADUAN MEKANIK (MECHANICAL ALLOYING)
Priyono K.;
Azwar Manaf
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.496 KB)
|
DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5127
SUBSTITUSI Mn DAN Ti PADA STRUKTUR FASA MAGNETIK BARIUM HEXAFERRITE MELALUI TEKNIK PEMADUAN MEKANIK (MECHANICAL ALLOYING). Material dengan komposisi BaFe12-x-yMnxTiyO19 (x,y = 0 hingga 2,5) telah berhasil dibuat melalui proses Mechanical Alloying. Sintesis material diawali dengan pembentukan fasa Fe2-x-yMnxTiyO3 oleh komponen pembentuk fasa Fe2O3, MnCO3 dan TiO2 melalui pemaduan mekanik yang berlangsung delapan jam dan diikuti pemanasan pada suhu 1300 oC. Fasa hasil sintesis ini dipadu bersama BaCO3 menjadi komponen barium hexaferrite yang terbentuk setelah menjalani proses pemaduan selama 4 jam pada 1250 oC. Hasil identifikasi puncak pola difraksi menunjukkan secara baik terbentuknya fasa BaFe12O19 tetapi mengalami perubahan parameter kisi pada kisaran a = 5,8487 Å hingga 5,9108 Å, sedangkan konstanta kisi c pada kisaran 22,8146 Å hingga 23,2093 Å yang disebabkan oleh substitusi secara parsial ion Fe oleh ion Mn dan ion Ti. Substitusi parsial ini juga mengakibatkan berubahnya sifat magnet keras menjadi lunak yang ditunjukkan dengan penurunan koersivitasnya secara signifikan.