cover
Contact Name
PAIR BATAN
Contact Email
pair@batan.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
pair@batan.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
ISSN : 19070322     EISSN : 25276433     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi terbit dua kali setahun setiap Bulan Juni dan Desember. Penerbit khusus dilakukan bila diperlukan
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2015): Juni 2015" : 7 Documents clear
Studi Awal Penentuan Sumber Sedimen DAS Cisadane Hulu dengan Radionuklida Alam Barokah Aliyanta; Nita Suhartini; Bungkus Pratikno
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 11, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.846 KB) | DOI: 10.17146/jair.2015.11.1.2702

Abstract

Pengembangan perunut untuk penentuan kontribusi sumber sedimendi daerah aliran sungai Cisadane telah dilakukan. Penentuan kontribusi sumber sedimendilakukan dengan pengukuran kandungan radionuklida alam dalam tanah permukaan dandifokuskan pada daerah aliran sungai (DAS) Cisadane Hulu, yang terdiri dari sub DASCisadane Hulu dan sub DAS Cianten. Pengambilan sampel tanah permukaan (0-2 cm)dilakukan secara transek pada sumber sedimen potensial yaitu lahan olah, kebun campurandan lapisan sub soil yang ada di ke dua sub DAS. Sedimen suspensi diambil di pertemuanaliran kedua sub DAS yaitu di Dusun Tamilung. Pengambilan sedimen suspensi hanyadilakukan satu kali dengan sampling selama 10 jam. Analisis kontribusi sedimen dilakukanberdasarkan persamaan multivariate mixing model dan statistik distribusi. Kontribusi sumbersedimen dari sedimen suspensi di Dusun Tamilung adalah 0-5,2 %, 0,7-13,3 %, 0-4,2 %, 1,2-19,4 %, 28,5-55,5 % dan 25,3-45,1% masing-masing berasal dari kebun campuran di sub DASCianten, lahan olah di sub DAS Cianten, Kebun Campuran di sub DAS Cisadane Hulu, lahanolah di sub DAS Cisadane Hulu, Lapisan sub soil di sub DAS Cianten dan lapisan sub soil disub DAS Cisadane Hulu.Kata kunci : sumber sedimen, DAS Cisadane Hulu, proporsi kontribusi
Peningkatan Aktivitas Enzim Selulase dan Produksi Glukosa Melalui Fermentasi Substrat Jerami Padi Dengan Fungi Aspergillus niger yang Dipapari Sinar Gamma Nana Mulyana; Tri Retno Dyah Larasati; Nurhasni Nurhasni; Meliana Ningrum
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 11, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.664 KB) | DOI: 10.17146/jair.2015.11.1.2695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas enzim selulase dan produksi glukosa dalam substrat jerami padi dengan fungi Aspergillus niger yang dipapari sinar gamma Chamber 4000A. Kaldu kentang dektrosa (PDB), garam mineral dengan substrat jerami padi 0 dan 5% berat/volum digunakan sebagai medium cair. Fungi Aspergillus niger dalam media agar miring (slent) dipapari dengan iradiasi gamma pada dosis 0 (kontrol),125, 250, 375, 500 dan 625 Gy. Fungi Aspergillus niger yang dipapari sinar gamma 500 Gy memiliki aktivitas selulase  lebih tinggi (2,5 kali) dibanding kontrol (0 Gy) yaitu 2,02 U/ml-2,28 U/ml untuk fungi yang dipapari iradiasi gamma dan 0,60 U/ml-1,12 U/ml untuk kontrol. Pada fermentasi fase padat substrat jerami padi dengan kadar kelembaban awal 81% selama 14 hari menggunakan fungi Aspergillus niger yang dipapari sinar gamma 500 Gy dan kontrol. Hasilnya menunjukkan bahwa  fungi Aspergillus niger 500 Gy memiliki aktivitas selulase lebih tinggi (3,9 kali) dibandingkan kontrol yaitu 31,01 U/g untuk fungi yang dipapari sinar gamma dan 7,85 U/g untuk kontrol. Di samping itu, fungi Aspergillus niger (500 Gy) mampu memproduksi glukosa lebih tinggi (2,6 kali) yaitu 125,79 mg/g sedangkan kontrol (0 Gy) adalah 48,00 mg/g. Penggunaan ekstrak enzim kasar yang dihasilkan oleh fungi Aspergillus niger yang dipapar sinar gamma 500 Gy sesuai untuk hidrolisis substrat jerami padi dalam memproduksi glukosa serta mampu meningkatkan aktivitas selulase. Kata kunci : Aspergillus niger, iradiasi gamma, aktivitas selulase, glukosa, fermentasi padat
Karakterisasi Paparan Long Term Particulate Matter di Puspiptek Serpong-Kota Tangerang Selatan Leons Rixson; Etty Riani; Muhayatun Santoso
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 11, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1309.804 KB) | DOI: 10.17146/jair.2015.11.1.2703

Abstract

Pencemaran partikulat udara (PM10 dan PM2.5) tidak mengenal batas administrasi wilayah hal ini disebabkan bahwa pencemaran udara tidak hanya berasal dari wilayah lokal namun dapat bertransportasi dari provinsi maupun negara lain. Unsur sampel partikulat yang dikumpulkan di Serpong, Tangerang Selatan selama 24 jam periode tahun 2011 sampai dengan 2013 diidentifikasikan dengan Spekstroskopi Florensensi Sinar-X (XRF). Karekterisasi faktor dilakukan dengan menggunakan reseptor model positive matrix factorization (PMF) dan perkiraan lokasi sumber pencemar menggunakan metode Conditional Probability Function (CPF). Hasil menunjukkan rentang rata-rata konsentrasi massa PM2.5 adalah 12.63 ± 1.60 to 15.89 ± 1.70 μg/m3 sedangkan untuk PM10 berkisar 29.00 ± 3.96 to 31.04 ± 3:28 μg/m3. Multi unsur yang teridentifikasi dengan XRF adalah Al, Ca, Co, Cr, Cu, Fe, K, Mg, Mn, Na, Ni, Pb, S, Si, Ti, V dan Zn. Karakterisasi partikulat halus (PM2.5) teridentifikasi 5 faktor yaitu industri peleburan logam Pb (9.61%), debu tanah (17%), campuran industri peleburan logam dan garam laut (13.02%), trasnportasi (44.36%) serta pembakaran biomassa (22.58%).Kata kunci : polusi udara, spektroskopi XRF, sumber pembagian, fungsi probabilitasbersyarat
Sintesis dan Karakterisasi Hidrogel Superabsorben Berbasis Asam Akrilat Hasil Iradiasi Gamma Erizal Erizal; Marisa Lana; R. Setyo A.K.; Basril Abbas
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 11, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.943 KB) | DOI: 10.17146/jair.2015.11.1.2697

Abstract

Dalam kerangka mendapatkan hidrogel dengan kemampuan menyerap airyang relatif tinggi, telah dilakukan sintesis hidrogel superabsorben (HSA) berbasis asam akrilatmenggunakan teknik radiasi. Satu seri larutan asam akrilat dengan derajat netralisasi (Dn) 0;0,20; 0,40; 0,60; 0,80 dan 1 masing-masing diiradiasi sinar gamma pada dosis10 kGy (lajudosis 5 kGy/j). Pengaruh derajat netralisasi terhadap nisbah pengembung hidrogel dipelajari.Sifat termal hidrogel diukur menggunakan Differential scanning calorymetry (DSC). Perubahanstruktur kimia hidrogel diukur menggunakan Fourier transform infra red (FTIR), dan morfologihidrogel diobservasi menggunakan Scanning electron microscope (SEM). Hasil eveluasimenunjukan bahwa pada kondisi optimum (Dn=0,80, 10 kGy, 20 menit), hidrogelmenunjukkan kemampuan menyerap air yang relatif tinggi (~600 g/g). Hasil pengukuranDSC mengkonfirmasi kemungkinan terbentuknya jenis produk akhir hasil iradiasi asamakrilat. Spektra FTIR menunjang bahwa reaksi polimerisasi asam akrilat melalui ikatanrangkap dua dalam struktur molekul asam akrilat. Hasil pengujian SEM menunjukkan bahwahidtogel berpori ukuran makro.Kata kunci : Hidrogel, superabsorben, asam akrilat, irradiasi, derajat netralisasi.
Karakteristik Air Tanah Dangkal Kota Semarang Pada Musim Penghujan Berdasarkan Pendekatan Isotop Stabil (18O, 2H) dan Kimia Air Satrio Satrio; Hendarmawan Hendarmawan; M. Sapari Dwi Hadian; E. Ristin Pujiindiyati
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 11, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2585.583 KB) | DOI: 10.17146/jair.2015.11.1.2701

Abstract

Pada bulan Maret 2014 telah dilakukan penelitian air tanah di wilayah Kota Semarang dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik air tanah dangkal pada saat musim penghujan melalui pendekatan isotop stabil (18O, 2H) dan kimia air yang didukung dengan data hidrogeologi setempat. Sejumlah sampel air tanah dangkal diambil di beberapa lokasi dengan kedalaman antara 0 — 35 m di bawah permukaan tanah setempat (dbpts). Analisis isotop stabil 18O dan 2H serta kimia air dilakukan di laboratorium Hidrologi, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi, BATAN Jakarta. Hasil analisis isotop stabil 18O dan 2H menunjukkan bahwa sekitar 63 % air tanah cenderung berada di dekat garis meteorik Semarang dan sekitar 37 % sisanya mengalami evaporasi, interaksi dengan oksida batuan dan sedikit pengaruh interaksi atau mixing dengan air laut. Dari hasil analisis kimia air dengan ionic balancesekitar 3 % menunjukkan bahwa pada saat musim penghujan akuifer air tanah dangkal di wilayah Kota Semarang didominasi oleh ion bikarbonat (HCO3-) dengan tipe air didominasi CaHCO3. Sedangkan dari data parameter Chloride Bicarbonate Ratio, sekitar 24 % air tanah dangkal di wilayah Kota Semarang terindikasi mengalami intrusi air laut dansisanya sekitar 76 % masih menunjukkan karakteristik sebagai air tanah tawar.Kata kunci : karakteristik air tanah, air tanah dangkal, Semarang, musim penghujan, isotopstabil dan kimia air
Sintesis dan Karakterisasi Selulosa Bakteri Tercangkok Poliakrilonitril dan Teramidoksimasi Menggunakan Teknik Pra-iradiasi Oktaviani Oktaviani; Emil Budianto; Sugiarto Danu
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 11, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.05 KB) | DOI: 10.17146/jair.2015.11.1.2694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kopolimerisasi cangkok akrilonitril pada selulosa bakteri (SB) dengan inisiasi radiasi serta penambahan hidroksilamin untuk menghasilkan gugus amidoksim. Pencangkokan akrilonitril pada SB diharapkan dapat meningkatkan ketahanan termal SB. Sedangkan SB yang bersifat sebagai pengkelat ion-ion logam berat, diharapkan dapat dihasilkan melalui penambahan hidroksilamin. Film selulosa bakteri telah berhasil dibuat dari air kelapa yang diinokulasi dengan bakteri Acetobacter xylinum. Film selulosa bakteri (SB) selanjutnya diiradiasi dengan berkas elektron pada rentang dosis 15-120 kGy, laju dosis 15 kGy/pass pada suhu 30 + 1 0C. Setelah diiradiasi, SB tersebut dikopolimerisasi cangkok dengan monomer akrilonitril. Kondisi optimum untuk kopolimerisasi cangkok akrilonitril pada SB adalah pada dosis 75 kGy, suhu 600C, waktu 3 jam, dan konsentrasi akrilonitril 30% b/b. Derajat pencangkokan tertinggi yang diperoleh adalah 56,03 %. Selulosa bakteri tercangkok akrilonitril (SB tercangkok PAN) selanjutnya diamidoksimasi. Amidoksimasi dilakukan dengan penambahan hidroksilamin hidroklorida 6 % b/v dalam pelarut metanol:air = 50:50 v/v pada pH 7, dan diperoleh waktu optimum selama 2 jam dengan densitas gugus amidoksim sebesar 5,425 mmol/ g. Hasil karakterisasi dengan Fourier Transform Infrared (FTIR) menunjukkan adanya spektrum spesifik gugus siano setelah proses pencangkokan akrilonitril pada SB dan intensitasnya menurun setelah diamidoksimasi. Hal tersebut diperkuat dengan hasil uji Scanning Electron Microscopy (SEM) yang memperlihatkan adanya gugus siano yang menempel setelah pencangkokan, dan gugus tersebut tidak terlihat lagi setelah amidoksimasi. Dari hasil uji dengan X-ray Diffraction (XRD), indeks kristalinitas SB tercangkok PAN akan semakin rendah dengan meningkatnya derajat pencangkokan dan pengujian dengan Thermal Gravimetry Analysis (TGA) menunjukkan bahwa ketahanan panas SB tercangkok PAN meningkat.
Subsurface Flow and Surface Water Interactions Quantification in Gunung Kidul Karst Area Using Hydro- Chemical and Stable Isotopes Data Variations Paston Sidauruk; E. Ristin Pujiindiyati; Satrio Satrio
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 11, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2015.11.1.2700

Abstract

Subsurface flow is one of the available water sources in the Karsts area such as in GunungKidul. The study of the pattern of the variations of stable isotopes content as a function oftime and its interaction with other water sources such as rain waters, groundwater, riverwater will be a very good tool to assess the potential of the subsurface flow as a water source.For this purpose, the variations of stable isotopes content of subsurface flow around GunungKidul Karsts area and its interactions with other local water sources have been studied for thelast two years. From the comparison of stable isotopes variations pattern of the subsurfaceflow with monthly rain water, the interaction of the subsurface flow with other water sourcesin the area has been quantified. Based on hydro-chemical data, it was found that the rechargearea of subsurface flow were relatively further than other samples and it was also found thatSeropan and Bribin subsurface flow systems originate from different geologic structures.Based on stable isotopes relative contents, it was found Ngobaran and Baron Caves have beenmixed with domestic sewerage water or other surface water.Keywords : Karsts area, stable isotopes, subsurface flow

Page 1 of 1 | Total Record : 7