cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Majalah Ilmiah Pengelolaan Instalasi Nuklir "PIN" yang diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBN) - BATAN, menerima dan mempublikasikan naskah berupa hasil penelitian, kajian dan tinjauan ilmiah yang berhubungan dengan kegiatan pengelolaan instalasi nuklir
Arjuna Subject : -
Articles 169 Documents
PERANCANGAN HANDLING TOOL OUTER CONTAINER LIMBAH IRM DI IPSB3 Antonio Gogo
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 3, No 5 (2010): April 2010
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.543 KB)

Abstract

ABSTRAK PERANCANGAN HANDLING TOOL OUTER CONTAINER LIMBAH IRM DI IPSB3. Telah dilakukan perancangan handling tool untuk menangani outer container limbah Instalasi Radiometalurgi (IRM) di Instalasi Penyimpan Sementara Bahan Bakar Bekas (IPSB3). Tujuan dari perancangan handling tool ini agar outer container tersebut dapat ditangani di Kanal Hubung dan di kolam IPSB3. Perancangan ini mengacu ke bentuk handling tools di PIEF-KAERI yang disesuaikan dengan spesifikasi kolam dan kanal hubung dari IPSB3. Beberapa kriteria perancangan telah ditentukan yaitu; bentuk pengait handling tool harus sesuai untuk handle outer container, dapat digunakan di Kanal Hubung IPSB3 untuk kedalaman 4,5 m dan di kolam IPSB3 untuk kedalaman 9 m, dapat digantungkan ke hook crane, cukup ringan sehingga proses penggunaannya dapat dilakukan oleh satu orang dan  materialnya tahan korosi. Dari hasil perancangan handling tool terdiri dari tiga bagian utama, yaitu pada bagian bawah berupa garpu pengait dengan panjang terpasang 204 mm terbuat dari SS-304, bagian tengah berupa batang penghubung antara batang bagian atas dan bagian bawah (garpu pengait) dengan panjang terpasang 4 m yang terbuat dari aluminium dan yang ketiga batang bagian atas dengan panjang terpasang 4,2 m terbuat dari aluminium. Pada batang bagian atas terdapat handle sehingga handling tool dapat digantungkan ke hook crane atau jembatan di kolam IPSB3. Hasil perhitungan terhadap penampang yang terkecil/paling kritis terhadap arah beban menunjukan bahwa rancangan handling tool ini aman. Berat dari handling tool ± 7 kg. Hasil rancangan telah memenuhi kriteria yang ditentukan dan dapat dibuat sehingga dapat diuji coba sebagai evaluasi terhadap rancangan, agar segera dapat digunakan. Kata kunci : handling tools, outer container, IRM, IPSB3.
ANALISIS KADAR URANIUM DALAM YELLOW CAKE DENGAN TITRASI SECARA POTENSIOMETRI Torowati .; Ngatijo .; Mm. Lilis Windaryati; Banawa Sri Galuh
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 2, No 03 (2009): April 2009
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.696 KB)

Abstract

ABSTRAK ANALISIS KADAR URANIUM DALAM YELLOW CAKE DENGAN TITRASI SECARA  POTENSIOMETRI. Telah  dilakukan analisis terhadap  yellow cake asal   Cogema, Perancis untuk mengetahui kandungan Uranium di dalam yellow cake tersebut, sehingga dapat diketahui kebutuhan HNO3 dalam proses konversi yellow cake menjadi Uranium dioksida (UO2). Analisis dilakukan dengan cara melarutkan yellow cake menggunakan HNO3 1:1 terhadap air dan selanjutnya dilakukan titrasi secara potensiometri menggunakan metode Davies Gray termodifikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar Uranium dalam yellow cake sebesar : 77,73% dengan simpangan baku : 1,18%. Kata kunci : yellow cake, titrasi potensiometri, Uranium
STUDI PENGGUNAAN EPMA UNTUK MATERIAL TERIRADIASI DI INSTALASI RADIOMETALURGI Antonio Gogo . .
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 9, No 17 (2016): Oktober 2016
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.917 KB)

Abstract

Abstrak─Telah dilakukan studi penggunaan EPMA untuk material teriradiasi di Instalasi Radiometalurgi. Studi ini diharapkan dapat membantu pihak manajemen pengelola IRM dalam merencanakan program peningkatan kemampuan uji fasilitas IRM. Pemilihan EPMA dengan pertimbangan bahwa EPMA sudah banyak digunakan untuk karakterisasi material teriradiasi dan juga kemampuan untuk analisis sampel yang lebih kecil sehingga dapat mengurangi risiko paparan radiasi. Studi ini merupakan perpaduan studi literatur, pengalaman penulis serta komunikasi langsung dengan pihak pembuat. Studi dilakukan terhadap peralatan EPMA yang memang sudah didesain khusus untuk analisis material pasca iradiasi, berupa penempatan perisai radiasi di sekitar x-ray counter, spektrometer dan anjungan sampel. Peralatan dukung utama berupa wadah pengungkung EPMA berupa kotak perisai radiasi dengan ukuran tertentu sehingga operator aman dari paparan radiasi γ. Pengurangan biaya pembuatan kotak perisai radiasi dilakukan dengan penempatan pada sudut ruangan sehingga hanya dua sisi dinding dengan perisai radiasi. Alternatif terbaik penempatan EPMA di ruang 142 IRM. Sputtering coater untuk sampel non konduktif dapat ditempatkan di dalam kotak perisai radiasi EPMA. Kata Kunci – EPMA, sampel material teriradiasi, Instalasi Radiometalurgi 
PROSES PEMURNIAN YELLOW CAKE DARI LIMBAH PABRIK PUPUK Ngatijo Ngatijo; Rahmiati Rahmiati; Asminar Asminar; Pranjono Pranjono
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir No 9-10 (2012): April-Oktober 2012
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.546 KB)

Abstract

PEMURNIAN YELLOW CAKE DARI LIMBAH PABRIK PUPUK. Telah dilakukan proses pemurnian Yellow cake dari limbah pabrik pupuk PT. Petrokimia Gresik untuk mendapatkan serbuk  UO2 dengan kemurnian tinggi melalui jalur ADU dari bahan dasar Yellow cake dari limbah pabrik pupuk PT. Petrokimia Gresik. Serbuk UO2 yang diperoleh diharapkan dapat memenuhi kriteria derajat nuklir (nuclear grade). Percobaan dilakukan dengan cara melarutkan Yellow cake menggunakan asam nitrat untuk mendapatkan larutan uranil nitrat dengan konsentrasi U sebesar 200 g/L dan keasaman 4 N. Larutan uranil nitrat diekstraksi pada suhu kamar menggunakan pelarut TBP-kerosin (3:7), perbandingan fasa air dan fasa organik (1:1) dengan kecepatan pengadukan 800 rpm selama 30 menit, ekstraksi dilakukan sampai 3 tingkat. Fasa organik UO2(NO3)2.2TBP dire-ekstraksi menggunakan asam nitrat 0,01 N pada suhu kamar dengan perbandingan fasa organik dan fasa air (1:2), kecepatan pengadukan 800 rpm selama 30 menit. Uranil nitrat murni hasil re-ekstraksi dipekatkan dengan cara diuapkan hingga kadar uraniumnya sebesar 70 g/L sebagai umpan pengendapan. Proses pengendapan dilakukan dengan volume umpan sebanyak 1 liter dengan konsentrasi sebesar 70 g/L, suhu reaksi 70oC, kecepatan pengadukan 500 rpm, NH4(OH) 25% diteteskan sedikit demi sedikit sampai pH 7 dan dipertahankan selama 30 menit. Selanjutnya endapan ADU disaring dan dicuci dengan aquadest dan dikeringkan pada suhu 110 oC sampai berat konstan. Serbuk ADU dikalsinasi pada suhu  700oC selama 4 jam menjadi U3O8. Serbuk U3O8 hasil kalsinasi selanjutnya direduksi dengan gas H2 pada suhu 800oC selama 4 jam menjadi serbuk UO2. Dari proses pemurnian  Yellow cake dari limbah pupuk PT. Petrokimia Gresik diperoleh efisiensi  pelarutan sebesar 97,27%, efisiensi ekstraksi sampai 3 tingkat sebesar 97,27% dan efisiensi re-ekstraksi dengan HNO3 0,01 N sampai 1 tingkat sebesar 72,84%. Sedangkan Kadar pengotor dalam Uranil nitrat hasil proses pemurnian masuk dalam batas yang dipersyaratkan, Dengan demikian Yellow cake dari limbah pabrik pupuk PT. Petrokimia Gresik dimungkinkan untuk diproses menjadi serbuk UO2 berderajat nukir.   Kata kunci : Yellow cake, pelarutan, ekstraksi, pengendapan, kalsinasi, reduksi
PENENTUAN NILAI LIMIT DETEKSI DAN KUANTISASI ALAT TITRASI POTENSIOMETER UNTUK ANALISIS URANIUM Torowati Torowati; Banawa Sri Galuh
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir No 13 (2014): April 2014
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.756 KB)

Abstract

PENENTUAN NILAI LIMIT DETEKSI DAN KUANTISASI ALAT TITRASI POTENSIOMETER UNTUK ANALISIS URANIUM. Telah dilakukan kegiatan untuk menentukan nilai limit deteksi dan kuantisasi terhadap alat titrasi potensiometri yang digunakan untuk analisis uranium.  Penentuan  nilai limit deteksi dan kuantisasi dilakukan dengan cara   melakukan analisis terhadap larutan blanko secara titrasi potensiometri. Larutan blanko  merupakan larutan tanpa adanya  analit dalam hal ini uranium. Metode yang digunakan dalam analisis larutan blanko sama seperti untuk melakukan analisis uranium menggunakan potensiometer Mettler Toledo T-90 yang mengacu ASTM C 799. Hal ini dikarenakan penentuan nilai limit deteksi dan kuantisasi dilakukan untuk menentukan limit deteksi dan kuantisasi terhadap alat potensiometer yang digunakan untuk analisis uranium. Dalam kegiatan ini analisis dilakukan terhadap larutan blanko secara titrasi potensiometri  dengan pengulangan analisis sebanyak 15 kali setiap hari dan selama 3 hari.  Tujuan dari kegiatan ini adalah  menentukan nilai limit deteksi dan limit kuantisasi dari potensiometer Mettler Toledo T-90 yang digunakan untuk analisis uranium.  Harapan dari kegiatan ini adalah  dapat mengetahui konsentrasi atau  jumlah analit uranium terkecil/terendah  dalam sampel yang masih mampu dideteksi oleh  potensiometer  mettler toledo T-90.  Dari hasil kegiatan   diperoleh nilai  limit deteksi (LoD) dan limit kuantisasi (LoQ) potensiometer mettler toledo T-90 masing-masing sebesar 0,0144 g/L dan 0,0439 g/L.
PERBAIKAN KERUSAKAN LIFT BARANG KAPASITAS 1,6 TON DI IRM Supriyono .; Eric Johneri
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 7, No 14 (2014): Oktober 2014
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.617 KB)

Abstract

ABSTRAK PERBAIKAN KERUSAKAN LIFT BARANG KAPASITAS 1,6 TON DI IRM. Telah dilakukan perbaikan kerusakan lift barang (Munich) kapasitas 1,6 ton di Instalasi Radiometalurgi (IRM). Lift tersebut  digunakan untuk mengangkut barang dari lantai dasar ke lantai 1 atau sebaliknya. Kondisi lift tersebut saat ini dalam keadaan rusak dan untuk memfungsikan kembali dilakukan perbaikan dengan terlebih dahulu dilakukan analisis dan identifikasi kerusakan.  Hasil dari analisa dan identifikasi kerusakan diketahui sistem mekanik, roda gigi, kopling dan sling baja  sudah berkarat,  sistem  catu daya listrik dan sistem control lift rusak. Suku cadang utama yang digunakan pada lift ini seperti: CPU, Door Controller, Door Motor, Infrared proximity switch, thermistor relay dan beberapa jenis kontaktor perlu diganti. Tekanan udara saat lift terbuka karena adanya perbedaan tekanan udara, dapat diatasi dengan pintu tambahan. Perawatan secara berkala perlu dilakukan agar tidak mengalami kerusakan yang sama. Setelah dilakukan perbaikan dan penggantian komponen yang rusak, dilakukan uji fungsi dan lift sudah dapat berfungsi kembali.   Kata kunci: Lift, Perbaikan, IRM
TINJAUAN KEGIATAN KEHUMASAN DI PUSAT TEKNOLOGI BAHAN BAKAR NUKLIR UNTUK JABATAN FUNGSIONAL PRANATA HUMAS TINGKAT TERAMPIL Jaya Pratama
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 1, No 01 (2008): April 2008
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.03 KB)

Abstract

ABSTRAKTINJAUAN KEGIATAN KEHUMASAN DI PUSAT TEKNOLOGI BAHAN BAKAR UNTUK JABATAN FUNGSIONAL PRANATA HUMAS TINGKAT TERAMPIL. Tinjauan kegiatan kehumasan di Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBN) untuk jabatan fungsional pranata humas tingkat terampil telah dilakukan. Metodologi tinjauan dilakukan dengan cara mendata semua kegiatan di PTBN yang dapat dinilaikan oleh jabatan fungsional humas tingkat terampil untuk 4 (empat) golongan jabatan di tingkat tersebut. Tujuan dari peninjauan ini adalah untuk menentukan apakah jabatan fungsional pranata humas tingkat terampil dimungkinkan keberadannya di PTBN. Dari tinjauan tersebut didapat angka kredit untuk golongan jabatan pelaksana humas pemula sebanyak 26,579, untuk golongan pelaksana sebanyak 30,202, untuk golongan lanjutan sebanyak 114,956 dan untuk golongan penyelia sebanyak 112,4. Angka kredit ini dapat dicapai dalam kegiatan selama 4 tahun. Dari tinjauan ini dapat dipastikan seorang pegawai yang menjabat di fungsional pranata humas tingkat terampil di PTBN dalam waktu 4 (empat) tahun dapat naik pangkat satu tingkat di atasnya. Dengan demikian berdasarkan kegiatan kehumasan yang tersedia, keberadaan pejabat fungsional pranata humas tingkat terampil, layak di PTBN.Kata kunci : angka kredit, fungsional pranata humas 
EVALUASI KESIAPSIAGAAN NUKLIR DI INSTALASI RADIOMETALURGI BERDASARKAN PERKA BAPETEN NOMOR 1 TAHUN 2010 Budi Prayitno; Suliyanto Suliyanto
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir No 7 (2011): April 2011
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.487 KB)

Abstract

EVALUASI KESIAPSIAGAN NUKLIR DI INSTALASI RADIUOMETALURGI BERDASARKAN PERKA BAPETEN NOMOR 1 TAHUN 2010. Telah dilakukan evaluasi kesiapsiagan nuklir Instalasi Radiometalurgi (IRM) berdasarkan Perka BAPETEN nomor 1 tahun 2010. Perka BAPETEN nomor 1 tahun 2010 pasal 50 menyatakan bahwa pada saat peraturan ini mulai berlaku, maka Keputusan Kepala BAPETEN No. 05-P/Ka-BAPETEN/I-03 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Panduan kesiapsiagaan nuklir PTBN sat ini mengacu pada Keputusan Kepala BAPETEN No. 05-P/Ka-BAPETEN/I-03, sehingga tidak dapat diberlakukan lagi. Tujuan evaluasi kesiapsiagaan nuklir IRM adalah untuk mengetahui kesiapan seluruh unsur infrastruktur dan kemampuan fungsi penanggulangan kedaruratan nuklir. Metoda evaluasi kesiapsiagan nuklir IRM dilakukan dengan menggunakan diagram alir. Infrastruktur IRM yang terdiri dari: organisasi PKN; koordinasi penanggulangan; fasilitas dan peralatan; prosedur penanggulangan; serta pelatihan kedaruratan nuklir telah terpenuhi. Fungsi penanggulangan yang terdiri dari: identifikasi, pelaporan dan pengaktifan; tindakan mitigasi; serta tindakan perlindungan untuk petugas penanggulangan dan pekerja untuk tujuan penanggulangan mempunyai kemampuan yang memadai. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil evaluasi kesiapsiagaan nuklir IRM berdasarkan Perka BAPETEN nomor 1 tahun 2010, diketahui bahwa unsur infrastruktur telah terpenuhi, dan fungsi penanggulangan kedaruratan nuklir mempunyai kemampuan yang memadai. Program kesiapsiagan nuklir IRM dapat segera direvisi, sehingga memuat unsur infrastruktur dan fungsi penanggulangan serta dapat digunakan sebagai pengganti Panduan kesiapsiagaan nuklir PTBN yang lama/sebelumnya.   Kata kunci: evaluasi, fungsi penanggulangan, unsur infrastruktur.
UJI FUNGSI ALAT ONH-2000 ELTRA PENGANALISIS KADAR OKSIGEN, NITROGEN DAN HIDROGEN DALAM PADATAN ANORGANIK Mujinem Mujinem Mujinem; Deni Mustika Deni Mustika Mustika; Munisatun Sholikhah Solikhah; Siti Aidah Aidah
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 11, No 20 (2018): April 2018
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.975 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan uji fungsi alat ONH-2000 Eltra untuk menentukan kadar oksigen, nitrogen dan hidrogen (ONH) dalam padatan anorganik, bertujuan untuk memastikan bahwa alat ONH-2000 Eltra yang baru dimiliki berfungsi dengan baik dan siap untuk analisis. Uji fungsi alat ONH-2000 Eltra, meliputi : uji fungsi perangkat lunak pengendali kerja peralatan ONH-2000 Eltra, uji fungsi sistemik analisis jalur mode ON & jalur mode OH dan uji kehandalan alat. Uji fungsi perangkat lunak pengendali kerja peralatan ONH-2000 Eltra dilakukan dengan cara menjalankan aplikasi Uni untuk masuk ke dalam jendela kerja ONH-2000 Eltra kemudian mengamati respon instrumen maupun sub sistem saat dikontrol oleh perangkat lunak. Uji fungsi sistemik analisis jalur mode ON & jalur OH dilakukan dengan melakukan analisis terhadap spesimen stainless steel untuk memastikan bahwa perangkat lunak dan sistem peralatan ONH-2000 Eltra terintegrasi dengan baik mulai dari awal hingga diperoleh data analisis kadar oksigen-nitrogen dan oksigen-hidrogen. Uji kehandalan alat dilakukan dengan cara menganalisis bahan standar ON in steel dan H in steel, O = (208±6)ppm, N = (257±5)ppm menghasilkan data sebagai berikut : O = (204,4; 211,6; 205,9)ppm dan N= (255,3; 260,1; 258,4)ppm, rerata kadar analit dalam bahan standar adalah: O = (207,3±3,7)ppm, N = (257,9±2,4)ppm. Analisis standar H in steel, H = (5,8±0,3)ppm, menghasilkan data sebagai berikut: H = (6,1; 5,9; 6,1)ppm, rerata kadar analit H = (6,0±0,1)ppm. Hasil analisis bahan standar menunjukkan bahwa rerata data-data tersebut masuk dalam spesifikasi keberterimaan, sehingga dapat disimpulkan bahwa alat ONH-2000 Eltra sudah berfungsi dengan baik dan siap untuk analisis kadar oksigen, nitrogen dan hidrogen dalam padatan anorganik.Kata Kunci : analisis ONH, anorganik, konduktivitas panas,kendali kualitas.ABSTRACTFunctional testing of Eltra ONH-2000 oxygen, nitrogen and hydrogen analyzer in an inorganic solid had been performed to verify its analytical functions against standard materials. The testing consisted of: (1) functional testing of controller software, (2) functional testing of ON and OH mode channels, and (3) reliability testing. The functional testing of controller software was done by running Uni application for Eltra ONH-2000. Responses of the instrument and its subsystems were recorded. The functional testing of ON and OH mode channels was done by performing an analysis on a stainless steel specimen. Data of oxygen-nitrogen and oxygen-hydrogen contents of the specimen were obtained to show that the mode channels were integrated with the instrument. The reliability testing was conducted twice. The first one was against a standard material of “ON in steel” with O = (208±6)ppm and N = (257±5)ppm. The second one was against a standard material of “H in steel” with H = (5.8±0,3)ppm. The testing produced results as follows: O = (204.4; 211.6; 205.9) ppm, N= (255.3; 260.1; 258.4)ppm, and H = (6.1; 5.9; 6.1) ppm. Those results were within the acceptance criteria, so that if can be concluded that the Eltra ONH-2000 was functioning well and ready to be used to analyze oxygen, nitrogen, and hydrogen contents in an inorganic solid.Keyword : ONH Analysis, Anorganic, Heat Conductivity, Quality Control
VALIDASI METODE UJI KEKERASAN MIKRO PADA KELONGSONG ZIRKALOY-4 Hadijaya Hadijaya; Sugondo Sugondo; Djoko Kisworo
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir No 12 (2013): Oktober 2013
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.209 KB)

Abstract

VALIDASI METODE UJI KEKERASAN MIKRO PADA KELONGSONG ZIRKALOY-4. Telah dilakukan validasi metode uji kekerasan mikro pada kelongsong Zirkaloy-4. Validasi dilakukan untuk memastikan pemilihan area jejakan dan penentuan formasi jejakan yang proporsional. Pelaksanaan validasi dilakukan pada kelongsong Zirkaloy-4 dengan area 3 sumbu yaitu sumbu Radial (area Z), sumbu Transversal (area Y) dan sumbu Longitudinal (area X). Hasil uji kekerasan mikro pada area Z menghasilkan angka kekerasan 233,44 HVN; area Y 220,00 HVN dan area X 230,44 HVN. Berdasarkan eksperimen bahwa area Z memiliki nilai kekerasan lebih proporsional dibandingkan area X dan Y. Indentasi pada area X dan Y menghasilkan geometri diagonal yang tidak simetri sedangkan indentasi pada area Z menghasilkan geometri diagonal yang simetri. Berdasarkan pengujian yang dilakukan pada material kelongsong Zirkaloy-4 maka metode uji kekerasan mikro yang valid adalah indentasi pada area Z dengan formasi jejakan 9 titik menghasilkan diagonal jejakan yang linier.Kata kunci : Kelongsong Zirkaloy-4, Validasi, Kekerasan mikro; Geometri diagonal indentasi

Page 9 of 17 | Total Record : 169