cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Majalah Ilmiah Pengelolaan Instalasi Nuklir "PIN" yang diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBN) - BATAN, menerima dan mempublikasikan naskah berupa hasil penelitian, kajian dan tinjauan ilmiah yang berhubungan dengan kegiatan pengelolaan instalasi nuklir
Arjuna Subject : -
Articles 169 Documents
EVALUASI PENGARUH BURN-UP TERHADAP PELEPASAN PRODUK GAS FISI Edy Sulistyono
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir No 12 (2013): Oktober 2013
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.49 KB)

Abstract

EVALUASI PENGARUH BURN-UP TERHADAP PELEPASAN PRODUK GAS FISI. Evaluasi pengaruh burn-up terhadap pelepasan produk gas fisi telah dilakukan. Fenomena pelepasan produk gas fisi dari bahan bakar nuklir UO2 diasumsikan melalui dua mekanisme yaitu difusi gas atom dalam butir dan pergerakkan butir membentuk gelembung. Gelembung kemudian tumbuh dan menyatu membentuk aliran ke arah keluar dari pelet ke ruang bebas yaitu gap antara pelet dan kelongsong. Diantara produk gas fisi yang paling berlimpah dan stabil adalah gas Xenon dan Kripton. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh produk gas fisi pada fenomena unjuk kerja pin bahan bakar uji. Metoda analisis menggunakan program FEMAXI-V dengan simulasi input data daya (Linear Heat Rate/LHR). Hasil analisis menunjukkan bahwa makin tinggi LHR yang diberikan makin besar burn-up yang dibangkitkan dan makin besar jumlah persentase produk gas fisi yang dihasilkan. Hasil analisis pada kondisi tunak untuk LHR 129,38 W/cm menunjukkan terjadi peningkatan ukuran radius gelembung produk gas fisi dan terjadi peningkatan persentase jumlah produk gas Xe + Kr. Hasil analisis proses termal dan proses mekanik menunjukkan juga terjadi retakan (swelling) pada pelet dan akan berdampak penurunan integritas pelet maupun kelongsong pin bahan bakar uji.Kata kunci : elemen bakar nuklir, pin, kelongsong, pelet.
PENGELOLAAN ARSIP PTBBN DALAM PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI BATAN Emi Jumiyati
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 8, No 15 (2015): April 2015
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.97 KB)

Abstract

ABSTRAK - PENGELOLAAN ARSIP PTBBN DALAM REFORMASI BIROKRASI BATAN bertujuan untuk memudahkan penyediaan arsip apabila dilakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi BATAN dimana PTBBN merupakan salah satu unit kerja BATAN. Metode penulisan yang dilakukan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskritif dan telaah dokumen. Arsip mempunyai peran penting dalam kelangsungan hidup organisasi,  baik organisasi pemerintah maupun swasta. Oleh karena itu pengelolaan arsip harus dilakukan dengan baik dan benar sehingga akan menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya. Reformasi birokrasi dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good government) tidak bisa lepas dari arsip. Secara fisik arsip PTBBN sudah baik namun masih tersimpan di bidang-bidang dan pelaksana kegiatan, namun ada pula hasil kegiatan yang belum terekam sebagai arsip. Bukti fisik dari suatu kegiatan sebaiknya terdokumentasi dan tersimpan dengan baik sehingga apabila dalam proses monitoring dan evaluasi atau sampling terhadap PTBBN ketersediaan arsip tidak akan memakan waktu lama. Semakin kuat bukti kegiatan PTBBN dalam PMPRB BATAN maka akan menambah penilaian BATAN atau sebaliknya, semakin lemah bukti kegiatan maka PMPRB BATAN akan kecil.arsip Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir sangat membantu dalam pelaksanaan reformasi birokrasi BATAN yang dicirikan sebagai penyedia data dan infomasi manajemen yang otentik danakuntabel. Penyimpanan dokumen PMPRB sebaiknya mendapat perhatian khusus agar pada waktu dilakukan monitoring dan evaluasi atau sampling terhadap PTBBN ketersediaan bukti-bukti penilaian tidak memakan waktu lama. Kata Kunci : Arsip, PMPRB, Reformasi Birokrasi ABSTRACT - ARCHIVE MANAGEMENT OF THE CENTER FOR NUCLEAR FUEL CYCLE TECHNOLOGY IN BUREAUCRATIC REFORM IN BATAN is aimed to provide easy access to archive for monitoring and evaluation of bureaucratic reform in BATAN whose one its unit is the Center for Nuclear Fuel Cycle Technology. The method used is qualitative method using descriptive approach and documentation review. Archive has very important roles in the sustainability of an organization, either government or private organization. Therefore, archive management should be performed appropriately and correctly to ensure authentic and accountable archive availability. Bureaucratic reform in order to implement good governance is closely related to archive. In fact, archive management of the Center for Nuclear Fuel Cycle Technology is considered well managed. However, some archives are still kept at each respective division and handled by personnel in charge of activities and even there are some research results that have not been recorded as an archive. Physical evidence of an activity should be documented and stored properly so that the necessary archive can be provided timely in case monitoring and evaluation towards the Center’s archive availability take place. Strong evidence indicating that the Center has carried out the Self-Assessment of Bureaucratic Reform Implementation will improve BATAN’s grade. On the other hand, weak evidence of activities might lower BATAN’s grade in the Self-Assessment of Bureaucratic Reform Implementation. The archive of the Center for Nuclear Fuel Cycle Technology is quite useful for the implementation of bureaucratic reform in BATAN as characterized by the provision of authentic and accountable data and information of management. Document keeping of the Self-Assessment of Bureaucratic Reform Implementation should receive particular attention so that the assessment evidence can be provided immediately during monitoring, evaluation, or sampling towards the Center for Nuclear Fuel Cycle Technology.Keywords: Archives, Self-Assessment of Bureaucratic Reform Implementation, Bureaucratic Reform
UJI KEKERASAN DAN PEMERIKSAAN MIKROSTRUKTUR Zr-2 DAN Zr-4 PRA IRADIASI Martoyo .; Nusin Samosir; Usman Sudjadi
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 1, No 01 (2008): April 2008
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2732.855 KB)

Abstract

ABSTRAKUJI KEKERASANDAN PEMERIKSAAN STRUKTUR MIKRO BAHAN KELONGSONG ZIRKALOI-2 DAN ZIRKALOI-4 PRA IRADIASI. Telah dilakukan pemeriksaan metalografi dan uji kekerasan zirkaloi-2 dan zirkaloi-4 pra iradiasi untuk mengetahui unjuk kerja kelongsong bahan bakar pra dan pasca iradiasi baik untuk kelongsong bahan bakar LWR maupun PHWR. Hasil uji kekerasan dan pemeriksaan mikrostruktur sebagai data banding dan evaluasi dengan bahan zirkaloi 2-dan zirkaloi-4 pasca iradiasi.. Pemeriksaan mikro struktur dilakukan dengan menggunakan mikroskop elektron Skanning (SEM), sedangkan uji kekerasan dilakukan dengan alat uji kekerasan Vickers. Hasil uji Kekerasan dan pengamatan mikrostruktur Zirkaloi-4 memperlihatkan baik kekerasan penampang tegak lurus arah arah rol maupun searah dengan arah rol mempunyai kekerasan yang sama yaitu 219 HVN juga bentuk dan ukuran sruktur mikro memperlihatkan hampir sama. Sedangkan zirkaloi-2 (diameter 20 mm) baik arah horizontal maupun arah vertikal mempunyai kekerasan yang sama yaitu : 258 HVN demikian juga bentuk dan ukuran struktur mikronya. Zircaloi-2 (diamater 12,3 mm) mempunyai kekerasan yang berbeda antara arah horisontal dan vertikal yaitu 252 HVN dan 236 HVN, demikian juga bentuk dan ukuran struktur mikronya relatif berbeda. Kata kunci : zirkaloi, mikrostruktur, kekerasan.
PABRIKASI FOIL URANIUM DENGAN TEKNIK PEROLAN Susworo Susworo; Guswardani Guswardani; Dadang Dadang; Purwanta Purwanta
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir No 7 (2011): April 2011
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.557 KB)

Abstract

PABRIKASI FOIL URANIUM DENGAN TEKNIK PEROLAN. Telah dilakukan pabrikasi foil uranium untuk keperluan pembuatan foil target dengan kapasitas 1,5 gram berdimensi ± 44 x 76 x 0,125 mm. Bahan baku foil uranium yang tersedia adalah logam uranium dengan berat ± 100 gram berbentuk pelat ± (50 x 50 x 3) mm. Sebelumnya, logam uranium tersebut dirakit terlebih dahulu dalam sebuah pelat bingki (Carbon steel) 100 x 100 x 3 mm, dengan lubang frame (50,1 x 50,1 x 3) mm. kemudian ditutup dengan 2 buah Cover (Carbon steel) 100x100 x3 mm, dilas dengan kuat dan rapat di ke empat sisinya, menjadi sebuah komposit selanjutnya dianil/dipanaskan dalam sebuah tungku pemanas selama 24 jam pada suhu 625°C. Selanjutnya, komposit dalam kondisi panas dirol sampai diperoleh ketebalan tertentu ( tebal foil yang di inginkan pada proses rol-panas 0,5 – 0,75 mm.) dan tidak  retak/pecah. Kemudian uranium yang telah tipis dari hasil rol-panas dilanjutkan dengan proses perolan-dingin sampai menjadi lembar foil uranium dengan tebal ± 0,125 mm. diperoleh  lembaran foil uranium ukuran ±1.000x55x0,125mm yang memenuhi persyaratan spesifikasi dimensi, berat dan tidak cacat (retak,sobek,porosity). Kata kunci : logam uranium, rol-panas/rol-dingin, foil uranium.
ANALISIS RADIONUKLIDA DALAM BATUAN MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA Noviarty - -; Iis Haryati - Haryati; S. Nisa - Nisa
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 10, No 19 (2017): Oktober 2017
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.36 KB)

Abstract

ABSTRAK–Telah dilakukan analisis radionuklida dalam sampel batuan menggunakan spektrometer gamma. Analisis radionuklida dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis dan jumlah radionuklida yang terdapat dalam sampel batuan, sehingga asal dari radionuklida tersebut juga dapat diketahui. Analisis radionuklida dapat dilakukan dengan pencacahan sampel menggunakan spektrometer gamma genny. Pencacahan sampel dilakukan terhadap sampel batuan dengan waktu pencacahan selama 80000 detik. Dari hasil pencacahan diperoleh 5 jenis radionuklida yang tercacah yaitu radionuklida Pb-212 dengan kandungan 5,14E-11 μg/g aktivitas 0,11 Bq/g; radionuklida Ac-228 3,41E-11 μg/g, dengan aktivitas 0,13 Bq/g; radionuklida U-235 0,15 μg/g, dengan aktivitas 0,013 Bq/g; radionuklida Pb-214 9,77E-14  μg/g dengan aktivitas 0,12 Bq/g; dan radionuklida Bi-214 5,71E-13 μg/g dengan aktivitas 0,98 Bq/g. Selanjutnya untuk melihat keberterimaan hasil analisis aktivitas radionuklida dalam sampel batuan tersebut dilakukan perhitungan akurasi dari standar uranium bersertifikat dari CRM. Pada penentuan nilai akurasi tersebut diperoleh nilai akurasi rerata pengukuran radionuklida uranium (U-235) yang terdapat dalam standar uranium bersertifikat dari CRM yaitu 3,45%, nilai akurasi yang diperoleh cukup baik yaitu lebih kecil dari 5%. Kata kunci : radionuklida, Spektrometer-γ   ABSTRACT–Radionuclide analysis was performed in rock samples using a gamma spectrometer. Radionuclide analysis was conducted in order to know the type and amount of radionuclides contained in rock samples, so that the origin of the radionuclides is also known. Radionuclide analysis can be performed by sample enumeration using a gamma genny spectrometer. The sample enumeration was performed on rock samples with enumeration time of 80000 seconds. From the enumeration results obtained 5 types of radionuclides are chopped ie radionuclides Pb-212 with a content of 5.14E-11 μg/g of activity 0.11 Bq/g; radionuclides Ac-228 3.41E-11 μg /g, with an activity of 0.13 Bq / g; radionuclides U-235 0.15 μg / g, with an activity of 0.013 Bq/g; radionuclides Pb-214 9.77E-14 μg/g with an activity of 0.12 Bq/g; and Bi-214 radionuclides 5.71E-13 μg/g with an activity of 0.98 Bq/g. Furthermore, to see the acceptability of the results of analysis of radionuclide activity in the rock samples is done the calculation of the accuracy of certified uranium standards from CRM. In determining the accuracy value, the average accuracy value of uranium radionuclide (U-235) measured in the certified uranium standard from CRM is 3.45%, the value of accuracy obtained is good enough that is smaller than 5%. Keywords: radionuclide, Spectrometer-γ
PEMANTAUAN KUALITAS UDARA DI DALAM RUANGAN HR-05 INSTALASI ELEMEN BAKAR EKSPERIMENTAL Suliyanto .; Endang Sukesi I
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 3, No 06 (2010): Oktober 2010
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.526 KB)

Abstract

ABSTRAK PEMANTAUAN KUALITAS UDARA DI DALAM RUANGAN HR-05 DI INSTALASI ELEMEN BAKAR EKSPERIMENTAL. Pemantauan kualitas udara di dalam ruangan Hot Room-05 (HR-05) di Instalasi Elemen Bakar Eksperimental (IEBE) telah dilakukan. Tujuan pemantauan adalah untuk mengetahui kualitas udara di dalam ruangan HR-05, antara lain konsentrasi debu, temperatur, kelembaban, dan laju ventilasi. Metoda pemantauan yang digunakan adalah mengukur konsentrasi debu, temperatur, kelembaban dan laju ventilasi di udara HR-05 pada 5 posisi yang berbeda. Konsentrasi debu yang diukur adalah PM2,5 (partikulat debu respirable), menggunakan alat Aerosol Monitor. Temperatur dan kelembaban udara diukur menggunakan alat Thermo Hygrometer, sedangkan laju ventilasi diukur menggunakan alat Digital anemometer. Kualitas udara di dalam ruangan HR-05 tersebut, kemudian dibandingkan dengan persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri. Hasil pengukuran kualitas udara di dalam ruangan HR-05, sebagai berikut: konsentrasi partikulat debu respirable sebesar (0,053 ± 0,001) mg/m3, temperatur sebesar (29,60 ± 0,38) 0C, kelembaban sebesar (66,40 ± 0,50) %, laju ventilasi sebesar (0,16 ± 0,05) m/detik. Hasil pemantauan kualitas udara di dalam ruangan HR-05 di IEBE : konsentrasi partikulat debu respirable dan laju ventilasi memenuhi persyaratan, sedangkan temperatur dan kelembaban di atas batasan yang diizinkan pada persyaratan Kepmenkes R.I No. 1405/MENKES/SK/XI/2002. Kualitas udara di dalam ruangan HR-05 belum sepenuhnya memenuhi persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan pengoperasian sistem ventilasi dan aircondisioning (AC) yang optimal. Kata kunci : partikulat debu respirable, kelembaban, laju ventilasi, temperatur.
PENGARUH KUAT ARUS PADA ANALISIS LIMBAH CAIR URANIUM MENGGUNAKAN METODA ELEKTRODEPOSISI Noviarty .; Darma Adiantoro; Endang Sukesi; Sudaryati .
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 1, No 02 (2008): Oktober 2008
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.546 KB)

Abstract

ABSTRAK PENGARUH KUAT ARUS PADA ANALISIS LIMBAH CAIR URANIUM MENGGUNAKAN METODA ELEKTRODEPOSISI. Telah dilakukan analisis limbah cair Uranium menggunakan metoda elektrodeposisi. Tujuan analisis adalah untuk mengetahui kadar Uranium dalam limbah agar dapat dikelola lebih lanjut. Proses analisisa menggunakan metoda elektrodeposisi dilakukan dengan memvariasi kuat arus, dan juga dengan menggunakan proses pendinginan dan tanpa menggunakan proses pendinginan. Selanjutnya hasil pengambilan Uranium dianalisis dengan menggunakan alat cacah radiasi-alfa (gross alpha PSR-8). Hasil pengambilan Uranium dengan variasi kuat arus diperoleh bahwa pengambilan yang optimum terjadi pada kuat arus 1 A dengan berat endapan sebanyak 0.00161 g/g cuplikan atau cacahan sebesar 40.8000 cps/g cuplikan, pada kondisi proses tanpa pendinginan. Kata kunci : Limbah Uranium, Elektrodeposisi, cacahan gross alpha.
UPGRADE SISTEM DETEKTOR PCD KE SDD PADA ALAT XRF QUANT’X IRM Helmi Fauzi R Helmi R.; Agus Jamaludin Agus Jamaludin
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 10, No 18 (2017): April 2017
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.912 KB)

Abstract

 ABSTRAKKemajuan teknologi pendeteksi hasil sinar  X - Ray fluoresence semakin berkembang, adanya teknologi elektronik semikonduktor membuat sistem pendeteksian semakin ramping dan simpel. Penggantian bagian detektor alat XRF Arl – quant’X bertujuan untuk memperbaiki sekaligus meningkatkan kemampuan alat tersebut di instalasi radiometalurgi- PTBBN. Peningkatan performa X –ray fluorescence dengan meng – upgrade dari PCD (Peltier Cooled Detector) ke SDD (Silicon Drift Detector) berhasil dibuktikan dengan data kalibrasi gain DAC yang sesuai pengaturan (setting), Uji kestabilan operasi di perulangan 50 kali proses yang memenuhi kategori stabil  (On Spec), nilai resolusi terbaik yang ditunjukkan oleh nilai Full Width at Half Maximum (FWHM) sebesar 158 KeV, dan hasil pengujian kualitatif dengan ketepatan identifikasi spektrum di setiap unsurnya (Zr, Sn, Cr & Ni) serta hasil pengujian kuantitatif komposisi unsur standard zirconium (Zr = 98 %, Sn = 1,4 % , Cr = 0,1% , Ni = 0,05 %) telah sesuai dengan sertifikat CRM JAEA yang menjadi acuannya. Kata Kunci : Upgrade, X-ray Fluoresence, PCD detector, SDD detector  ABSTRACTThe progress of x-ray detection technology with fluorescence is growing up, the presence  of semiconductor electronic technology makes detection system more slim and simple. The replacement of XRF Arl-quant'X detector section aimed at fixing and improving the equipment at the radiometallurgi installation – PTBBN. Improved performance of X -ray fluorescence by upgrading from PCD (Peltier Cooled Detector) to SDD (Silicon Drift Detector) has been proven with calibration data of adjustable DAC gain setting, he stability test operation in 50 repetitions of the process that meets the stable category (On Spec), the best resolution value shown by the value of Full Width at Half Maximum (FWHM) of 158 KeV, and the results of qualitative testing with the accuracy of spectrum identification in each element (Zr, Sn, Cr & Ni) and the result of quantitative testing of standard zirconium element composition (Zr = 98%, Sn = 1,4%, Cr = 0,1%, Ni = 0,05%) are in accordance with JAEA CRM certificate which become its reference . Keywords  : Upgrade,  X-ray Fluoresence,  PCD detector,  SDD detector.
PEMODELAN SISTEM TUNGKU AUTOCLAVE ME-24 Sugeng Riyanto
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir No 11 (2013): April 2013
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1299.68 KB)

Abstract

PEMODELAN SISTEM TUNGKU AUTOCLAVE ME-24. Autoclave model ME – 24 yang ada di Laboratorium Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBN – BATAN berfungsi untuk meningkatkan kekuatan berkas elemen bakar nuklir terhadap korosi, dimana pada pengerjaan autoclaving ini akan terbentuk lapisan pelindung oksida-ZrO2 pada permukaan batang elemen bakar nuklir. Pada makalah ini dibahas pemodelan sistem tungku autoclave secara eksperimen  langsung pada alat, dengan melakukan pengujian pada tiap masukan pada sistem heater alat autoclave. Dari pengujian heater ini kemudian dibuat model matematis dalam bentuk model orde satu ditambah delay. Model matematis yang didapat menunjukkan bahwa sistem tungku autoclave merupakan model MIMO dengan matriks 3x4 dalam bentuk model fungsi alih. Model fungsi alih yang didapat, selanjutnya digunakan dalam studi lanjut untuk membuat sistem kendalinya, sehingga didapat sistem kerja autoclave yang optimal.   Katakunci : Fungsi Alih, Pemodelan sistem, Tungku Autoclave.
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI SUHU TUNGKU KALSINASI KR-260E Sugeng Rianto Rianto; Dedy Haryadi Haryadi; Triarjo Triarjo
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 11, No 21 (2018): Oktober 2018
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8355.822 KB)

Abstract

ABSTRAK - Telah dilakukan rancang bangun sistem kendali suhu tungku kalsinasi KR-260E untuk proses kalsinasi kernel UO2. Rancang bangun sistem kendali suhu dilakukan untuk mengganti modul kendali lama yang telah rusak.Modul kontroller kendali suhu yang digunakan disesuaikan dengan proses kalsinasi kernel UO2 yaitu dengan sistem pemanasan secara bertahap. Kontroller mampu menyimpan 30 pola program pemanasan dan tiap program dapat berisi hingga 10 langkah operasi. Uji fungsi sistem kendali suhu tungku kalsinasi KR-260E dilakukan pada kondisi tanpa beban dan dilakukan secara bertahap dengan pertimbangan kondisi pemanas yang baru.  Tahapan uji fungsi dilakukan pada suhu 200ºC, 300ºC, 450ºC dan 600ºC dengan setting laju pemanasan (ramp) 250ºC/jam, suhu ditahan selama 1 jam dan ramp menurunan 250ºC/jam. Pada pemanasan suhu 200ºC didapat deviasi suhu 2,7ºC, suhu 300ºC deviasi suhu 1,3ºC, suhu 450ºC overshoot sebesar 9,8 oC dan deviasi suhu rata-rata 0,2337ºC, serta pada suhu 600ºC overshoot sebesar 10,3 oC dan deviasi suhu rata-rata 5,0453ºC. Hasil uji fungsi ini menunjukkan tungku bisa berfungsi untuk operasi kalsinasi kernel UO2. Kata Kunci: rancang bangun, sistem kendali, unit kalsinasi KR-260E. ABSTRACT- The temperature control system of calcination furnace KR-260E  has been design for calcination process UO2 kernel. The design of the temperature control system is to replace the old damaged control module. The temperature controller of control module used is adjusted to kernel UO2 calcination proces with a gradual heating system. The controller is capable of storing 30 heating program patterns and each program can contain up to 10 steps of operation. The functional system test of the  calcination furnace KR-260E temperature control system is carried out under no load conditions and is carried out gradually with consideration of the new heating conditions. The functional testing stage is at 200ºC, 300ºC, 450ºC and 600ºC with a 250ºC/hour heating ramp setting, 1 hour temperature soaking and the ramp decreasing to 250ºC/hour. The deviation at 200ºC deviation is 2,7ºC was obtained, at 300ºC the temperature deviation is 1.3ºC, at 450ºC was obtained overshoot is 9.8oC and the mean temperature deviation is 0.2337C, and at 600ºC obtained an overshoot is 10,3°C and an average temperature deviation is 5.0453°C. The result of this function test indicates that the furnace can function for kernel UO2 calcination operation. Key words: Design, Control System, Calcination Unit KR-260E.

Page 8 of 17 | Total Record : 169