cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Majalah Ilmiah Pengelolaan Instalasi Nuklir "PIN" yang diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBN) - BATAN, menerima dan mempublikasikan naskah berupa hasil penelitian, kajian dan tinjauan ilmiah yang berhubungan dengan kegiatan pengelolaan instalasi nuklir
Arjuna Subject : -
Articles 169 Documents
KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN KEKASARAN PERMUKAAN KELONGSONG BAHAN BAKAR NUKLIR DENGAN ROUGHNESS TESTER SURTRONIC-25 Pranjono .; Ngatijo .; Torowati .; Nur Tri Harjanto
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 8, No 15 (2015): April 2015
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.067 KB)

Abstract

Abstrak - Telah dilakukan perhitungan ketidakpastian pengukuran kekasaran permukaan kelongsong bahan bakar nuklir dengan Roughness Tester Surtronic-25. Tujuan dari penentuan ketidakpastian ini untuk mengetahui rentang nilai kekasaran permukaan kelongsong yang terbuat dari bahan Zirkaloi. Ketidakpastian pengukuran adalah suatu parameter yang menetapkan rentang nilai suatu pengukuran. Penyimpangan dalam pengukuran yang terjadi akibat suatu perbuatan sengaja atau tidak sengaja yang dilakukan oleh operator dalam melakukan suatu pengukuran akan menyebabkan terjadinya kesalahan. Sumber-sumber kesalahan pengukuran ini meliputi kesalahan pengukuran sampel, dan kalibrasi alat. Tahapan kegiatan analisis adalah pengukuran terhadap sampel standar dan pengukuran terhadap permukaan kelongsong selanjutnya dilakukan perhitungan terhadap nilai ketidakpastian. Dari hasil analisis dan perhitungan ketidakpastian diperoleh nilai kekasaran terbesar pada permukaan kelongsong adalah 0,468 µm dengan rentang pengukuran ± 0,0303 µm pada tingkat kepercayaan 95% sehingga rentang terbesarnya 0,4983 µm. Dengan demikian besarnya nilai kekasaran permukaan kelongsong memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai komponen elemen bahan bakar nuklir dengan batasan maksimum 0,80 µm. Kata Kunci : Ketidakpastian Pengukuran, Kekasaran Permukaan, Surtronic 25 Abstract - Measurement uncertainty calculation surface roughness of nuclear fuel cladding by roughnes Tester Surtronic-25 has been done. Determination of uncertainty purposed to show the range surface roughness value of cladding that made from zircaloy. Measurement uncertainty is a parameter to determined a range measurement value. Measurement deviation occured caused by accidentally or in accidentally mistakes done by an operator in measurement process. Error sources in measurement were included the sampel measurement error, and instrument calibration. Analysis steps were standard sampel measurement and surface cladding measurement, continued by calculation of uncertainty value. The results from analysis and uncertainty calculation show the highest roughness value of surface cladding at 0,468 µm with measurement range at ± 0,0303 µm with significant level at 95% so that the maximum limit value of the measurement range at 0,4983 µm. The surface roughness value of cladding was meet the requirement to be used as nuclear fuel element component that limited to 0,80 µm. Keywords : measurement uncertainty, surface roughness, surtronic 25
STUDI PEMBUATAN SPESIMEN MINI UJI TARIK DENGAN TEKNIK BLANKING/PUNCHING Antonio Gogo
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 1, No 02 (2008): Oktober 2008
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.303 KB)

Abstract

ABSTRAK STUDI PEMBUATAN SPESIMEN MINI UJI TARIK DENGAN TEKNIK BLANKING/PUNCHING. Telah dilakukan studi pembuatan spesimen mini uji tarik dengan teknik blanking/punching. Tujuan dari studi ini adalah untuk memperoleh informasi-informasi teknis yang akan digunakan untuk merancang rangkaian dies spesimen mini uji tarik. Uji tarik dengan spesimen mini merupakan bagian dari program investigasi efek radiasi terhadap material komponen reaktor, di Instalasi Radiometalurgi. Metoda yang dilakukan dalam pengkajian ini berupa kombinasi studi literatur dan peninjauan di lapangan. Informasi-informasi teknis  tersebut mencakup proses blanking, bentuk dan dimensi dari spesimen  mini uji tarik, daya blanking (kapasitas mesin preSS), material, serta  suaian  (clearance) antara punch dan dies. Spesimen mini uji tarik jenis sheet type spesimen dengan pin loaded dapat dijadikan kandidat (Gambar-1, [c]). Daya blanking merupakan perkalian shear strength material yang dipotong (0,7 x UTS, Ultimate Tensile Strength) dengan luasan permukaan potong (tebal x keliling dari bagian yang dipotong). Material dapat berupa logam keras seperti baja A533 B (UTS 656 MPa), baja nirkarat 316 sebesar (UTS 593 MPa) dan Zircaloy-4 (UTS 473 MPa) dan paduan Aluminium seperti Al-6061 (T6, UTS 311 MPa) dan Al-5052 (H38, UTS 335 MPa). Suaian antara punch dan dies berpengaruh terhadap kepresisian hasil blanking. Besar suaian bervariasi dari 1% s/d 10% dari tebal lembaran benda kerja. Suaian dari material  yang lunak lebih kecil dari material yang keras. Pemolesan terhadap permukaan spesimen mini uji tarik dapat dilakukan untuk menghilangkan burrs setelah proses blanking.  Disarankan untuk penggunaan satu rangkaian dies dengan beberapa material uji (baja A533 B, baja nirkarat 316, Zircaloy-4, Al-5052 dan Al-6061),  dapat menggunakan SS-316 sebagai asumsi material dan tebal 1 mm, serta suaian punch dan dies sebesar 7%. Kata kunci: blanking, spesimen mini, uji tarik
PENGELOLAAN INSTALASI NUKLIR (PIN) No.19 / Th.X Oktober 2017 Cover dan Daftar Isi Daftar Isi Isi
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 10, No 19 (2017): Oktober 2017
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.973 KB)

Abstract

Pengantar dan Daftar isi
PENGOLAHAN DATA PEMANTAUAN DI DAERAH RADIASI DAN KONTAMINASI IRM TAHUN 2018 BERBASIS KOMPUTER Endang Sukesi Ismojowati; Nur Yulianto Darojad
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 12, No 22 (2019): April 2019
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.804 KB)

Abstract

Kegiatan Pengolahan data pemantauan di daerah radiasi dan kontaminasi IRM tahun 2018 berbasis komputer TELAH dilakukan untuk memberikan informasi  dan cara pengolahan data keselamatan yang lebih cepat, efisien dan efektif tentang besaran paparan, radioaktivitas alpha dan beta untuk   daerah kerja   kepada pekerja radiasi.   Metoda yang dilakukan antara lain: pengambilan samplE di tempat yang sudah ditentukan sesuai SOP  Pemantauan Daerah Kerja dan LAK, pencacahan sampeL serta pengolahan data menggunakan perangkat lunak yang ada di antarmuka pada perangkat Alpha-beta Model 3030. Data pemantauan radiasi dan kontaminasi yang ditransfer ke dalam rekaman Lembar Bantu (LB), Lembar Pemantauan (LP) dan juga data ini bisa ditampilkan pada layar monitor  sebelum pintu  akses masuk ke dalam Laboratorium IRM. Setiap pekerja radiasi yang akan masuk dan bekerja di dalam laboratorium IRM, hendaknya melihat data hasil pemantuan ini sebagai peringatan dan informasi awal, apakah daerah kerja aman atau tidak. Jika terdapat paparan radiasi tinggi atau radiokatifitas alpha beta yang tinggi/melebihi MPC, maka pekerja radiasi dapat meminta bantuan petugas keselamatan dan PPR utuk memastikan tentang keselamatan radiasi dan kontaminasi di dalam laboratorium. Rekaman LP selanjutnya diverifikasi oleh PPR, kemudian disetujui oleh Kepala Sub Bidang Keselamatan Kerja dan Proteksi Radiasi. Rekaman LP tersebut diserahkan kepada Kepala BKKABN untuk digunakan sebagai bahan laporan pengoperasian IRM dan kebutuhan inspeksi BAPETEN dalam rangka perizinan IRM. Radioaktivitas udara tertinggi alpha beta berada di zona III ruang 143 (service area) dengan nilai tertinggi untuk alpha sebesar 10,224Bq/m3 untuk beta sebesar 32,769 Bq/m3. Nilai ini masih di bawah nilai batas yang diijinkan yaitu≤ 20 Bq/m3 untuk alpha dan ≤ 200 Bq/m3untuk beta. Radioaktivitas alpha permukaan lantai tertinggi berada di zona II R 135 sebesar 0,022. Radioaktivitas permukaan lantai tertinggi beta berada di zona III ruang 143 (service area) sebesar 1,752 Bq/cm2. Walau begitu nilai ini jugamasih jauh di bawah nilai batas yang diijinkan yaitu 0,37 - 3,7 Bq/cm2 untuk alpha dan 3,7 - 37Bq/cm2 untuk beta. Hasil kegiatan pengolahan data pemantauan radioaktif tahun 2018 berbasis komputer  disimpulkan  bahwa  nilai  paparan  dan  radioaktivitas  permukaan  serta  udara  diLaboratorium IRM masih berada di bawah Nilai Batas yang diijinkan dan memenuhi BatasanKondisi Operasi IRM yang tercantum dalam LAK Kata kunci : sampling, pengolahan data, radioaktif, radiasi, kontaminasi ABSTRACTComputer based Monitoring data processing activities in the radiation and contamination  area of IRM at 2018   have been carried out to provide information and manner of safety data processing can be faster, more efficient and effective on the amount of exposure, work area radiation of alpha and beta radioactivity to radiation workers. The methods carried out include: sampling the sample at a designated location according to the SOP for Monitoring the Work Area and LAK, sample counting and data processing using software available at the interface on the Alpha-beta Model 3030 device. Radiation and contamination monitoring data transferred
PENYUSUTAN ARSIP DI PUSAT TEKNOLOGI BAHAN BAKAR NUKLIR Emi Jumiyati
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 3, No 5 (2010): April 2010
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.235 KB)

Abstract

ABSTRAK PENYUSUTAN ARSIP DI PUSAT TEKNOLOGI BAHAN BAKAR NUKLIR. Penyusutan Arsip Di Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBN), telah dilakukan tetapi hanya sebatas pemindahan arsip dinamis aktif yang berada di filling kabinet ke boks arsip. Penyusutan arsip dalam suatu organisasi perlu dilakukan, karena dengan dilakukannya penyusutan arsip termasuk penyerahan atau pemusnahan arsip maka akan mengurangi arsip inaktif yang tidak memiliki nilai guna arsip, sehingga hal ini akan mengurangi bertumpuknya arsip, melonggarkan tempat penyimpanan arsip dan akhirnya akan memudahkan pencarian arsip kembali apabila diperlukan. Tujuan dari penyusutan arsip adalah untuk mengendalikan arsip yang tercipta secara terencana dan menyelamatkan arsip sebagai bahan bukti pertanggung-jawaban nasional, serta menghemat biaya untuk keperluan ruangan, peralatan, pemeliharaan dan tenaga. Metoda yang digunakan adalah mempelajari tentang penyusutan arsip berdasarkan teori yang ada kemudian dibandingkan dengan penyusutan arsip yang ada di PTBN. Dari penyusutan arsip di PTBN ini disimpulkan bahwa penyusutan arsip perlu dilakukan sehingga tidak akan terjadi penumpukan arsip serta penyusutan arsip di PTBN harus berpedoman pada Jadwal Retensi Arsip (JRA) BATAN. Kata kunci : penyerahan arsip, pemusnahan arsip,  pengertian arsip, penyusutan arsip.
PEMBUATAN KOMPONEN INNER TUBE LEU FOIL TARGET UNTUK KAPASITAS 1,5g U-235 Suhardyo .; Purwanta .
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 2, No 03 (2009): April 2009
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.75 KB)

Abstract

ABSTRAK PEMBUATAN KOMPONEN INNER TUBE LEU FOIL TARGET 1,5g U-235. Telah dilakukan pembuatan Inner Tube LEU foil target untuk kapasitas 1,5 gram U-235. Foil target merupakan pengembangan teknologi produksi isotop 99Mo dengan Uranium pengayaan rendah (<20%U-235). Komponen penyusun foil target terdiri dari: Outer tube (pipa luar), Inner tube (pipa dalam)  dan Uranium foil yang di bungkus dengan nikel foil kemudian dimasukkan diantara outer tube dan inner tube, kemudian ke-dua ujungnya dilas. Pada pengerjaan ini dilakukan pembuatan inner tube dengan menggunakan teknik permesinan yaitu mesin bubut dengan parameter tebal penyayatan, gerak otomatis penyayatan, posisi pahat dan ketajaman mata pahat yang dapat menghasilkan permukaan benda kerja rata dan halus. kondisi optimum dengan tebal penyayatan ≤0,3 mm, kecepatan gerak otomatis penyayatan 0,06 mm/putaran dengan putaran mesin(benda kerja) 355 rpm.Digunakan 5 potong pipa Al 3001 masing-masing mempunyai ukuran: panjang 165 mm, Æ luar 29 mm dan Æ dalam 26,20 mm.  Setelah dilakukan pembuatan inner tube untuk penyesuaian ukuran panjang dan diameter luar inner tube dan dimeter luar pada grooving diperoleh 5 buah inner tube dengan ukuran panjang 162±0,2 mm, diameter luar inner tube 27,99 mm dan diameter luar pada bagian grooving 27,68+0,05 mm serta panjang grooving 47,6 mm.  Ukuran diameter dalam dan bahan inner tube yang tersedia telah sesuai yang dipersyaratkan. Kata kunci:  Inner tube, low enrichment uranium (LEU), foil target.
EVALUASI PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI PUSAT TEKNOLOGI BAHAN BAKAR NUKLIR Susanto . .; Sunardi . .; Waringin M. Y. . .
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 9, No 17 (2016): Oktober 2016
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.261 KB)

Abstract

ABSTRAK─Evaluasi pengelolaan limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) di Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) telah dilakukan. Limbah B3 tersebut dihasilkan dari bekas pemakaian bahan dan peralatan proses kimia yang digunakan untuk kegiatan analisa di laboratorium. Metode yang dipakai adalah dengan mempelajari peraturan peraturan tentang pengelolaan limbah B3, melakukan pengamatan terhadap kegiatan pengelolaan limbah B3, kemudian menganalisa hasil dari pengelolaan limbah B3. Tujuan dari evaluasi adalah untuk mengetahui apakah pengelolaan limbah B3 di PTBBN sudah sesuai dengan peraturan yang ada. Dari hasil evaluasi diketahui bahwa pengelolaan limbah B3 secara umum sudah memenuhi Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 dan Standar Opersional Prosedur (SOP) di PTBBN. Namun demikian dalam jangka panjang ada beberapa hal yang perlu ditindak lanjuti, yaitu: Perlu adanya Gudang khusus limbah B3 yang dilengkapi dengan detector limbah B3, yang digunakan untuk menampung limbah B3 dari Gedung 20 Instalasi Radiometalurgi (IRM) maupun Gedung 65 Instalasi Elemen Bakar Eksperimental (IEBE). Sedangkan dalam jangka pendek perlu segera disusun dokumen hiradc yaitu dokumen yang berisi tentang sifat kegiatan, risiko dan potensi bahaya yang diakibatkan oleh kegiatan pengelolaan limbah B3, sesuai dengan Perka Batan Nomor 20 Tahun 2012. Hal ini perlu dilakukan mengingat jumlah dan jenis limbah B3 di PTBBN akan terus meningkat, sehingga perlu dilakukan persiapan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.Kata Kunci : Evaluasi, pengelolaan, limbah B3.
STUDI KESELARASAN PROGRAM KESIAPSIAGAAN NUKLIR TINGKAT FASILITAS/ INSTALASI NUKLIR PTBN TERHADAP PERKA BAPETEN NO.1 TAHUN 2010 Muradi Muradi; Sjafruddin Sjafruddin
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir No 9-10 (2012): April-Oktober 2012
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.07 KB)

Abstract

STUDI KESELARASAN PROGRAM KESIAPSIAGAAN NUKLIR TINGKAT FASILITAS/ INSTALASI NUKLIR PTBN TERHADAP PERKA BAPETEN NO.1 TAHUN 2010. Suatu studi terhadap keselarasan Dokumen Program Kesiapsiagaan Nuklir (PKN) tingkat  instalasi nuklir Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (PTBN – BATAN) terhadap Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Perka BAPETEN) No.1 Tahun 2010 telah dilakukan. Studi bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara kedua dokumen tersebut sebagai akibat adanya keterbatasan infrastruktur PTBN dalam kedaruratan nuklir dan adanya tugas dan fungsi satuan kerja lain di BATAN yang dapat mengatasi keterbatasan tersebut. Metoda studi dilakukan dengan cara membandingkan ketentuan-ketentuan dalam pasal/ ayat Perka BAPETEN No.1 Tahun 2010 terhadap pemenuhan ketentuan-ketentuan tersebut oleh Pemegang Izin (PI) PTBN yang terdapat dalam Dokumen PKN PTBN serta dokumen lain yang terkait. Hasil studi menunjukkan bahwa dengan keberadaan instalasi nuklir PTBN di dalam Kawasan Nuklir Serpong (KNS), tidak semua ketentuan tersebut dapat dipenuhi oleh PI. Namun demikian dengan adanya dokumen terkait lain yang berlaku di BATAN maka sesungguhnya seluruh ketentuan tersebut dapat terpenuhi oleh PI PTBN. Jadi dapat disimpulkan bahwa secara umum Dokumen PKN PTBN selaras dengan Perka BAPETEN No.1 Tahun 2010. Kata kunci: Kedaruratan nuklir, infrastruktur, Perka BAPETEN, Dokumen PKN.  
PERBAIKAN CRANE-2 HOTCELL 01 DI INSTALASI RADIOMETALURGI Junaedi Junaedi; Darma Adiantoro; Saud Maruli Tua
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir No 13 (2014): April 2014
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.432 KB)

Abstract

PERBAIKAN CRANE HOTCELL 01 DI IRM. Telah dilakukan perbaikan crane-2 hotcell 01 di Instalasi Radiometalurgi (IRM). Dokumen crane-2 hotcell 01, gambar wiring diagram dan hasil identifikasi digunakan untuk melakukan perbaikan pada crane-2 hotcell 01. Tujuan dari perbaikan crane ini untuk memfungsikan kembali crane-2 yang telah lama mengalami kerusakan. Perbaikan crane hotcell 01dilakukan meliputi perbaikan sistem operasi, instalasi dan penggantian suku cadang seperti: module driver, relay dan proximity switch yang telah mengalami kerusakan, berdasarkan hasil identifikasi kerusakan pada crane-2 hotcell 01. Setelah dilakukan perbaikan dan penggantian suku cadang, dilakukan uji fungsi dengan hasil baik. Kata kunci:  Perbaikan, crane-2, hotcell 01
IDENTIFIKASI KERUSAKAN KONVEYOR JALUR -1 DI INSTALASI RADIOMETALURGI Junaedi .; Supriyono .; Darma Adiantoro; Setia Permana
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 2, No 4 (2009): Oktober 2009
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.58 KB)

Abstract

ABSTRAK IDENTIFIKASI KERUSAKAN KONVEYOR JALUR-1 DI INSTALASI RADIOMETALURGI. Telah dilakukan identifikasi kerusakan konveyor jalur-1 (antara glove-box sampai dengan hotcell 107) di Instalasi Radiometalurgi (IRM). Dokumen konveyor jalur-1 dan gambar wiring diagram digunakan untuk menganalisa dan mengidentifikasi kerusakan. Tujuan dari identifikasi ini untuk perbaikan dan penggantian suku cadang. Dari hasil identifikasi kerusakan konveyor jalur-1 diketahui adanya kerusakan pada sistem mekanik, yang menyebabkan  “pin” (pasak) dari poros penggerak putus. Hal ini dapat mengakibatkan sistem program logic control (PLC) konveyor jalur-1, mengalami ganguan terutama pada sistem monitor  radiasi (beta–gamma) air lock. Kereta konveyor jalur-1 bila dioperasikan secara otomatis menuju glove box maka kereta konveyor tersebut selalu tidak sampai tujuan, dan selalu berhenti di air lock dan lampu alarm selalu menyala sehingga mengakibatkan pintu air lock motor (M 3) tidak mau membuka. Untuk memfungsikan kembali konveyor jalur-1 maka, perlu dilakukan perbaikan pada sistem mekanik, sistem central program unit (CPU) dan sistem monitor radiasi air lock serta penggantian suku cadang yang sesuai. PLC mengalami kerusakan pada CPU dan monitor radiasi air lock mengalami kerusakan pada sistem sensor proximity switch dan modul pencacah radiasi.   Kata kunci: Identifikasi, konveyor, CPU/PLC, monitor radiasi  air lock

Page 10 of 17 | Total Record : 169