cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prima Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Prima Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir, Jurnal ilmiah diterbitkan oleh Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir - BATAN Alamat Rekaksi: Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir (PRPN) - BATAN
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
RANCANG BANGUN MODUL PENCACAH 16 BIT 3 INPUT DENGAN KOMUNIKASI TCP/IP UNTUK PORTAL MONITOR RADIASI PMR15 Dian Fitri Atmoko; Erwin Nasrullah; Usep Setia Gunawan; Beni Syawaludin
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 12, No 2 (2015): November 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.426 KB)

Abstract

ABSTRAK RANCANG BANGUN MODUL PENCACAH 16 BIT 3 INPUT DENGAN KOMUNIKASI tcp/ip UNTUK PORTAL MONITOR RADIASI PMR15. Sejak tahun 2014 PRFN-BATAN telah mengembangkan portal monitor radiasi. Pada tahun 2015 dilakukan rancang bangun sistem portal monitor non spektroskopi yang memerlukan modul pencacah dengan lebar data 16 bit, sehingga cukup untuk mencacah paparan radiasi besar terdeteksi oleh detektor gamma. Desain modul pencacah pada PMR15 membutuhkan 3 input pencacah, tujuannya untuk melakukan pencacahan pada 3 (tiga) level energi, yaitu energi rendah, sedang dan tinggi. Kombinasi ini nantinya akan digunakan pada algoritma untuk menentukan tingkat alaram palsu. Modul pencacah menggunakan 3 (tiga) mikrokontroller terprogram saling terhubung melalui jalur I2C (master-slave). Agar dapat mengirimkan data dengan jarak lebih dari 100 meter digunakan komunikasi TCP/IP. Dari hasil uji fungsi diperoleh bahwa data dari modul pencacah dapat dipantau melalui browser atau perangkat lunak lainnya melalui komunikasi TCP/IP dan dapat merespon jumlah cacahan sesuai dengan data input dengan rata-rata nilai error/faktor koreksi antara ± 0,08 % s.d ± 1,02 %.Kata kunci: Modul Pencacah 16 bit , TCP/IP, Portal Monitor Radiasi           ABSTRACTA DESIGN AND CONTRUCTION OF 3 INPUT 16 BIT COUNTER MODULE WITH TCP / IP COMUNICATION FOR RADIATION PORTAL MONITOR PMR15. Since 2014 PRFN-BATAN has developed a radiation portal monitor. By 2015 the design of the system is done for non spectroscopy portal monitors that require counter module with a data width of 16 bits, which are sufficient for counting large radiation exposure that was detected by a gamma detector. The design of counter module in PMR15 takes 3 counter inputs, in order to carry out the counting at three (3) energy level, that is low, medium and high energy. This combination will be used in an algorithm to determine the rate of false alarms. Counter module uses three (3) programmable microcontrollers connected to each other through the I2C (master-slave). To be able to transmit data over a distance of 100 meters TCP / IP communication is used. From the function test results show that the data of the module counter can be monitored through a browser or other software via TCP / IP communication and be able to respond to the number of counts in accordance with the input data with the average value of the error / correction factor between + - 0.08% to + - 1.02%.Keywords: 16 BIT Counting Modul, TCP/IP, Radiation Portal Monitor
PERANCANGAN TABUNG PENYARING PENJERNIH AIR Kristiyanti Kristiyanti; Widjanarko Widjanarko
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 5, No 9 (2008): Juni 2008
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1749.188 KB)

Abstract

Abstrak PERANCANGAN    TABUNG  PENYARING   PENJERNIH   AIR.   Telah  dilakukan   perancangan tabung penyaring  air. Perancangan  ini bertujuan untuk menyaring  air tanah yang mengandung unsur Fe lebih dari 0, 3 ppm dan Mn lebih dari 0.1  ppm.  Dimana angka tersebut  adalah batas baku mutu air baku.  Jika kandungan lebih tinggi maka akan mengganggu  kesehatan  manusia. Untuk menurunkan kandungan unsur tersebut, digunakan    sistem penyaringan dengan menggunakan  tabung  penyaring  yang  berisi  media penyerap  unsur  Fe,  Mn,  warna dan bau. Tabung berbentuk  vertikal untuk memperpanjang  waktu kontak air masuk dari atas dan keluar dari  bawah.    Pada   bagian   bawah   tabung  dilengkapi   dengan   lubang  penggantian   media, sehingga diharapkan tabung mudah dalam pengoperasiannya. Kata kunci : tabung penyaring penjernih air Abstract A water Purifier Column Design. A water purifier column design has been designed.  This design for  purify  ground  water  Cipanas  area.   According  to  laboratorium   result,   the  ground  water Cipanas area contain   iron (Fe) more than 0.3  ppm and manganese  (Mn) more than 0.1  ppm. This values are limit requirement  for basic water.  If value more than limit requirement  can be make damage  human  body.   To reduce  this contain  use refining  system  with coloum  refiner that filled  mediator  absorbtion  of Fe,   Mn, colour and odour.   Vertical column  to long contanct time, water  enter  on top of column  and out from  the bottom  of the column.  There is hole in under column for change mediator, so hope column easy to operation. Keyword : water purifier column
REKAYASA KOMPOSIT KARET ALAM Pb304 UNTUK PROTEKSI RADIASI NUKLIR Tri Harjanto; Sri Mulyono Atmojo
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 3, No 6 (2006): November 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1519.791 KB)

Abstract

AbstakRekayasa  Komposit  Karet  Alam  Pb304   Untuk  Prateksi  Radiasi  Nuklir.  Untuk  mengantisipasi meningkatnya  kebutuhan   bahan  untuk  proteksi  radiasi  Nuklir,  dilakukan  rekayasa  komposit karet alam fase padat dengan Pb304.   Proses pengolahan  karet dengan metoda klasik,  sehingga produsen  tidak  akan  mengalami   kesulitan  memfabrikasi.  Karet  alam  dan  Pb304  yang  telah ditetapkan   beratnya   dicampur   dengan   mesin  pencampur   dan   kemudian   dibuat   kompon. Kompon ini kemudian  divulkanisasi  dengan belerang.   Sampel yang  diperoleh  berukuran  150 x 150 x 2,5  mm.  Pengujian  daya serap  menggunakan  sumber radiasi gamma  dan sinar-x.  Daya serap ini kemudian  dibandingkan  dengan  daya serap plat Pb tebal tertentu.  Hasil test radiasi sinar-x pada tegangan dan arus tabung:   100 kV, 200 mA adalah sebagai berikut:   komposisi 50 pphr  daya  serap  26,6  %,  komposisi 1100 pphr  daya serap  62,3  %,  komposisi  150 pphr  daya serap  71,4   %.  Sifat fisik:   kekerasan  43,  41,  40 shore A. Masing-masing  untuk  komposisi  50 pphr,    100  pphr   dan   150  pphr.   Kuat  tarik  masing-masing   :  28.1    ;  26.7  ;  22.9    N/mm2, perpanjangan putus:   760 %,  810 %,  840 % dan perpanjangan  tetap 4.8;   5.9;   7.0.    Sifat fisik ini telah memenuhi  standar  JIS  Z 4801  tetapi  daya  serap  terhadap  radiasi  sinar-x  masih perlu ditingkatkan dengan cara penambahan  bahan Pb304.
METODE ANALISIS BEBAN PADA NOZEL POMPA SISTEM PERPIPAAN PEMBANGKIT DAYA Bandi Parapak
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 1, No 2 (1999): Oktober 1999
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2112.928 KB)

Abstract

ABSTRAKMETODE  ANAL/SIS   BEBAN  PADA  NOZEL  POMPA  SISTEM  PERPIPAAN  PEMBANGKIT  DA YA. Kombinasi beban yang terjadi pada sambungan nozel pompa dengan sistem perpipaan pembangkit daya. saat sistem beroperasi pada kondisi-kondisi normal. upset. emergency dan faulted dapat melampaui batas beban  yang  diizinkan.  Untuk  mendapatkan  besamya  beban  pada  sambungan  nozel  secara  akurat. dilakukan teknis analisis tegangan sistem perpipaan yang berhubungan langsung  dengan sambungan nozel pompa.  Hasil analisis dibandingkan dengan batas beban yang diizinkan.  Bila hasil analisis lebih besar daripada batas beban yang diizinkan.  maka harus dilakukan iterasi ulang dengan metode trial and error. yaitu menggeser. menambah. 1mengurangi  atau mengganti penyangga sampai beban nozel pompa dan tegangan pada sistem perpipaan tidak melampaui batas yang diizinkan.  Bila masih tidak bisa diatasi. maka harus diusulkan untuk reroute sistem perpipaan atau mengajukan order khusus ke pabrik pompa untuk dibuatkan nozel pompa yang mampu menerima beban cukup besar. ABSTRACTLOAD   ANALYSIS  METHOD AT  THE PUMP NOZZLE  OF  THE POWER PLANT  PIPING  SYSTEM. Loading combination acts in pump nozzle connecting of power plant system.  This condition can exceed allowable load for normal. upsed. emergency and faulted. Obtaining load value occurred in nozzle connecting can be done by piping stress system analysis that connecting   directly   to pump nozzle and piping  line.Compared  to allowable load  value.  If  The results of analysis greater than allowable value. therefore have to be done reanalysis by trial and error methode.  such as shifting.  decreasing and adding or changing supports up to pump nozzle load and stress in piping system are not to exceed the allowable value.  If this condition be not solved. should be proposed to reroute piping system layout or proposed special order to the pump manufacture for the new design.
PREPARASI SAMPEL UNTUK PENGUKURAN HORMON PROGESTERON SAPI PADA APLIKASI TEKNIK RADIOIMMUNOASSAY Nuning Duria; Budi Santoso; Nuniek Lelananingtiyas; Wiranto Budi Santoso
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 8, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.555 KB)

Abstract

SAMPLE PREPARATION FOR MEASURING COW'S PROGESTERONE IN RADIOIMMUNOASSAY TECHNIQUE APPLICATION. Sampl e preparation for measuri ng cow's progesterone in radioimmunoasssay technique appli cati on has been done. Preparation includes the preparation of samples of cow’s milk samples that has been carried out artifical  insemi nati on onday 0, 11 and 21.  Then the standard maki ng of progesterone i n  the form of fresh milk or ski m milk (non fat) that has been removed its progesterone and through a series of chemical processes. The last i s the preparation work on sampl es usi ng the RIA kit  I 125 . With this milk samples preparation, samples can be counted usi ng RIA counter so that consentration of  rogesterone hormone can be determined accuratel y.  The purpose of cow’s progesterone hormone measurement is to know if the artifi ci al i nsemination is successful or not PREPARASI SAMPEL UNTUK PENGUKURAN HORMON PROGESTERON SAPI PADA APLIKASI TEKNIK RADIOIMMUNOASSAY. Telah dilakukan  preparasi sampel untuk mengukur progesteron sapi  dengan menggunakan tekni k RIA. Preparasi sampel  meliputi persiapan pengambilan sampel berupa sampel susu sapi  yang telah di lakukan inseminasi buatan (IB) setelahhari ke 0, ke 11 dan hari ke 21 dari IB tersebut. Kemudian dilakukan pembuatan standar progesteron berupa susu segar atau susu skim (bebas lemak) yang telah dihilangkan  progesteronnya dan melalui serangkai an proses kimia. Terakhir adalah persi apan pengerjaan sampel dengan menggunakan kit RIA I 125 . Dengan persi apan sampel susu i ni  di harapkan sampel dapat dicacah dengan pencacah RIA sehingga konsentrasi  hormon progesteron dapat di ketahui dengan tepat.Adapun tujuan pengukuran hormon progesteron sapi yaitu untuk mengetahui apakah i nseminasi buatan yang dil akukan berhasil atau ti dak.
PEREKAYASAAN PERANGKAT PEMANTAU RADIASI LINGKUNGAN INSTALASI NUKLIR Istofa Istofa; Leli Yuniarsari; I Putu Susila
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 12, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.831 KB)

Abstract

ABSTRAK     PEREKAYASAAN PERANGKAT PEMANTAU RADIASI LINGKUNGAN INSTALASI NUKLIR. Dalam suatu kawasan instalasi nuklir, bahan radioaktif seperti sejumlah kecil limbah gas dan partikulat yang mengandung radioaktif dapat terlepas dari setiap fasilitas melalui cerobong ke udara. Pelepasan bahan radioaktif akan meningkatkan risiko paparan radiasi di lingkungan. Untuk memantau paparan radiasi lingkungan dan untuk membangun sistem peringatan dini, sistem pemantauan   radiasi  dan cuaca yang berkelanjutan sangat diperlukan.  Pada kegiatan ini telah dilakukan Perekayasaan Perangkat Pemantau  Radiasi  Lingkungan  Instalasi  Nuklir.  Sistem  utama  terdiri  dari  Sistem  Monitor Radiasi  Gamma  dan  Sistem  Pemantau  Cuaca. Radiasi gross gamma diukur menggunakan detektor GM dan NaI(Tl), sedangkan untuk cuaca  yang  dipantau berupa arah dan kecepatan angin, temperatur udara, kelembaban relatif dan curah hujan. Prototip perangkat sudah dibuat dan dilakukan uji fungsi. Hasil pengujian pembangkit tegangan tinggi, pengolah sinyal radiasi, timer dan counter, ADC, serta modul komunikasi menunjukkan bahwa perangkat dapat berfungsi sesuai persyaratan. Berdasarkan hasil uji perbandingan dengan perangkat monitoring radiasi komersial, diperoleh hasil bahwa prototip yang dibuat mempunyai kinerja yang sebanding. Pengujian sensor cuaca juga menghasilkan unjuk kerja yang sesuai. Untuk selanjutnya, terhadap perangkat yang dikembangkan perlu dilakukan kalibrasi di laboratorium yang terakreditasi dan untuk selanjutnya data akan dikembangkan untuk dapat ditampilkan secara online di web.Kata Kunci : Perekayasaan, Pemantauan Radiasi, Lingkungan, Instalasi Nuklir           ABSTRACTAN ENGINEERING DEVELOPMENT OF ENVIRONMENTAL RADIATION MONITORING EQUIPMENT FOR NUCLEAR INSTALLATION. In a nuclear installation area, such small amount of radioactive material and waste gases containing radioactive particulates could be released from each facility through the chimney into the air. The radioactive release will increase the risk of radiation exposure in the environment. To monitor environmental radiation exposure and to establish early warning systems, weather and continuous radiation monitoring systems are needed. Engineering development of Environmental Radiation Monitoring Equipment for Nuclear Installations has been constructed in this activity. The main system consists of Gamma Radiation Monitor System and Weather Monitoring System. Gross gamma radiation is measured using a GM detector and NaI (Tl), while the weather such as wind speed, direction, air temperature, relative humidity and rainfall are also monitored. A prototype of device  has been created and the functions have also been tested. The results of high voltage generator testing showed that the radiation signal processing, timers and counters, ADC, and the communication module indicate that these devices are working properly. The constructed prototype obtained a good performance comparing to the commercial one. The testing on weather sensors devices also shows a good performance. Henceforth, these devices need to be calibrated using an accredited laboratory calibrator and furthermore the data will be developed to be displayed and accessed online on the web.Keywords : Engineering, Radiation Monitoring, Environmental , Nuclear Installation
PENENTUAN JENIS DAN TEBAL BAHAN KATODA DETEKTOR GEIGER•MULLER TIPE JENDELA SAMPING BERDASARKAN FAKTOR KOREKSI PENCACAHAN Sri Mulyono Atmojo; Irianto Irianto
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 5, No 10 (2008): Nopember 2008
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2380.121 KB)

Abstract

Suatu kajian bahan tabung katoda detektor Geiger-Muller tipe jendela samping (side window) telah dilakukan dengan tujuan menentukan faktor koreksi pencacahan terhadap serapan radiasi gamma, sehingga dapat ditetapkan jenis dan tebal bahan katoda detektor tersebut. Metoda yang digunakan adalah menetapkan koefisien serapan linier bahan tabung katoda terhadap radiasi gamma (y) yang berasal dari Co-60, CS-137, dan Na-22, dan kemudian menghitung faktor koreksi pencacahannya. Bahan yang dipilih antara lain tembaga, kaca, aluminium, dan stainless-steel (SS), dengan ketebalan masing-masing antara 1 - 4 mm, kecuati aluminium dengan ketebalan antara 0,03 - O,3 mm. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa untuk berkas radiasi y dari Co-60, bahan tembaga, kaca, dan SS, tebal 1 mm, masing- masing mempunyai faktor koreksi pencacahan sekitar 7,92, 4,93, 1,44, dan untuk berkas radiasi y dari Cs-137 masing-masing bahan mempunyai faktor koreksi sekitar 7,33, 8,30, dan 14,82. Sedangkan untuk berkas radiasi dari Na-22, masing-masing bahan mempunyai faktor koreksi sekitar 1,53, 1,11, dqn 1,32. Bahan aluminium dengan tebal O,75 mm mempunyai faktor koreksi untuk radiasi y yang berasal dari Co-60, Cs-137, dan Na-22, masing-masing sebesar 1,07, 1,29, dan 1,20. Dari hasil perhitungan tebal optimal bahan katoda dari tembaga, aluminium, dan SS sebesar O,5 mm dan untuk bahan gelas sebesar 0, 025 mm. A material study for cathode tube of side window Geiger-Muller detector was carried out. Aim of the study is determine the counting correction factor to the absorption gamma radiation, so the type and thickness of materials tube can be settled. The method of this study is calculate the linear absorption coefficient of cathode tube materials to gamma radiation, in that transmitted by Co-60, Cs-137, and Na-22 isotopes, and then determine of the calculation correction factor. The materials choice are copper, glass, SS, aluminum, by O,03-0,3mm thickness. Results of this experiment show that copper, glass, SS, materials by 1 mm thick, have correction factor 7,92, 4,93, 1,44, respectively, in that Co-60 isotope is used in this experiment. The same material correction factors are 7,33, 8,30, 14,82, where Cs-137 isotope is as gamma source. If the Na-22 isotope is used as gamma source, so their correction factors are 1,53, 1,11, 1,32. For the aluminum O,75mm thick, has correction factor 1,07, 1,29, 1,20, in that Co-60, Cs- 137, Na-22 is used in this experiment. Conclusion of this experiment are: the optimum thickness of cathode material of copper, aluminum, SS, is O,5mm, whereas the glass cathode has O,025mm thick.
EVALUASI SISTEM PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUANG KONTROL UTAMA IRADIATOR GAMMA MERAH PUTIH Rissa Damayanti; Utomo Utomo
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 15, No 2 (2018): Nopember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.482 KB)

Abstract

EVALUASI SISTEM PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUANG KONTROL UTAMA IRADIATOR GAMMA MERAH PUTIH.Suatu ruangan bila memiliki sistem pencahayaan yang baik bisa membuat pengguna ruangan dapat melaksanakan aktifitas di ruangan tersebut secara maksimal dan nyaman.Sehingga perlu dilakukan evaluasi dari sistem pencahayaan alami pada ruang kontrol utama iradiator gamma merah putih sesuai dengan standart SNI 03-2396-2001.Bila pada ruang kontrol utama sistem pencahayaan alaminya telah memenuhi standart SNI 03-2396-2001, maka tidak diperlukan sistem pencahayaan buatan yang berasal dari bola lampu pada siang hari untuk membantu pemenuhan kebutuhan pencahayaan.Keuntungan utama dari penggunaan cahaya alami adalah dapat menghemat energi listrik yang digunakan. Dari hasil evaluasi berdasarkan pengukuran dan perhitungan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa sistem pencahayaan alami di ruang kontrol utamairadiator gamma merah putih telah memenuhi standart SNI 03-2396-2001 karena nilai Fl min di TUU1 sebesar 3.59% telah lebih dari nilai standart TUU untuk ruang kantor yaitu 0.35 d% (atau sebesar 1.5%), serta Fl min di TUS1 sebesar 1.85% dan Fl min di TUS2 sebesar 0.6% juga  telah lebih dari nilai standart TUS untuk ruang kantor yaitu 0.15 d % (atau sebesar 0.6%).
POTENSI APLIKASI MODUL ADAM-4080D SEBAGAI PENCACAH PADA PESAWAT RENOGRAF Hendra Prihatnadi; Wiranto Budi Santoso
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 4, No 7 (2007): Juni 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3722.227 KB)

Abstract

ABSTRAK Potensi aplikasi  modul ADAM-4080D   sebagai pencacah  pada pesawat  renograf  akan dibahas dalam makalh ini. Percobaan  untuk pengujian  modul menggunakan  function generator,  sebagai pengganti pulsa radiasi,  dilakukan   dengan   membandingkannya  hasil cacah modul dengan   hasil cacah  sebuah  perangkat  standard.   Teknik pemrograman   untuk  pengujian  dijelaskan  secara detail  berikut  data  hasil pengujian.    Data pengujian  menunjukan  bahwa  modul  tersebut  layak digunakan sebagai pencacah pada pesawat renograf. Kata kunci:   ADAM-4080D,   pencacah,    RenografABSTRACT Potential application of ADAM-4080D   module as a counting component  for renograf  equipment is discoursed  in this paper.  Experiment  for evaluation  using a function  generator,   to simulate radiation  pulses,  is conducted  by comparing  the module counting result  with counting  result of standard counting equipment.   Programming  technique for the evaluation is explained in detail as well as  the result  of the evaluation.    The evaluation shows  that the module  is adequated  to be used as counting component in renograf equipment. Keyword:  ADAM-40800,  counting, Renograf
ANALISIS PENYIMPANGAN NILAI KONDISI AWAL FLUX NETRON HASIL BACA KANAL DAYA NLW2 PADA SIK REAKTOR NUKLIR KARTINI Achmad Suntoro; Ikhsan Shobari; Muhamad Subchan; Taxwim Taxwim; Wagirin Wagirin
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 16, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.987 KB)

Abstract

Perawatan dalam sistem instrumentasi meliputi kegiatan untuk mencegah dan memperbaiki kerusakan atau gangguan sistem maupun komponen serta berusaha memperpanjang usia pakainya. Dalam makalah ini akan ditunjukkan sebuah kasus perbaikan pada Sistem Instrumentasi Kendali (SIK) reaktor nuklir Kartini atas penyimpangan pada pembacaan nilai flux netron nya melalui perangkat kanal daya logaritmis NLW2 diawal operasi. Perbaikan diawali dengan melakukan pelacakan untuk menemukan SRRU (Smallest Replaceable Repairable Unit) yaitu penyebab awal terjadinya penyimpangan. Strategi pelacakan dilakukan dengan menentukan beberapa kemungkinan rute pelacakan, dimana setiap rute dibagi menjadi beberapa segmen pelacakan. Jika SRRU tidak ditemukan pada satu rute pelacakan, maka pelacakan dilakukan pada rute lainnya segmen demi segmen hingga SRRU ditemukan. Dari pelacakan yang dilakukan, ditemukan kabel shielding yang menuju ke pre-amp dari NLW2 telah rapuh, sehingga noise gelombang elektromagnetik di lingkungan kabel dapat masuk ke sistem instrumentasi dan menyebabkan penyimpangan. Perbaikan dilakukan dengan melakukan instalasi kabel ber-shielding secara benar. Rapuhnya shielding kabel tersebut terjadi setelah 33 tahun sistem berjalan normal. Hal ini seharusnya tidak terjadi jika kabel bershielding ganda tersebut dipasang secara benar. Kurangnya pemahaman tentang kabel coaxial imunitas tinggi dan lemahnya team Kendali Kwalitas ketika proses instalasi berlangsung telah menjadi penyebab penyimpangan tersebut. Kata kunci : Shielding, kabel, noise, rapuh, perawatan, perbaikan, pelacakan.