cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jstni_batan@batan.go.id
Editorial Address
PSTNT BATAN Bandung Jalan Tamansari 71
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology)
Focus of Publication in Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology : Result of experiment in the field of nuclear science and technology and its applications in various fields. Acceptable topics include: Radioisotope, Radiopharmacy, Nuclear Medicine, Nuclear Radiation and its Measurement, Nuclear Physics and Reactors, Nuclear Instrumentation and Radioactive Waste including its applications in the fields of health, biology, industry, agriculture, metallurgy and environment
Articles 280 Documents
METODE PEMBUATAN RADIOISOTOP KOBAL- 58 (58Co) MELALUI REAKSI 58Ni(n,p)58Co Duyeh Setiawan
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 8, No 1 (2007): Februari 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2007.8.1.2140

Abstract

METODE PEMBUATAN RADIOISOTOP KOBAL-58 (SSCo) MELALUl RE-AKSI SSNi(n,p)~SCo. Radioisotop 58Co merupakan salah satu radioisotop yang dikembangkan untuk pembuatan senyawa bertanda. Radioisotop SSCo memiliki energi radiasi gamma yang cocok digunakan untuk tujuan teknik radioperunut. Radioisotop 58Co dapat diproduksi melalui reaksi 58Ni (n,p)5SCo dalam reaktor nuklir dengan mengiradiasi sasaran NiO yang mempunyai kelimpahan isotop alam (8) sebesar 67,88 % dan penampang lintang (cr),f 0,09 barn. Penelitian ini bertujuan menguasai metode pembuatan radioisotop 6SCo dalam bentuk senyawa 5SCOCI2 yang diharapkan selanjutnya dapat diterapkan dalam pembuatan senyawa bertanda. Sasaran NiO diiradiasi dalam reaktor nuklir TRIGA 2000 Bandung dengan fluks neutron 6,387 x 10 ~3 n / cm2/s~ selama 60 jam. Sasaran yang tetah diiradiasi selanjutnya dilarutkan dalam HCl 12 M lalu dievaporasi sampai kering kemudian ditambahkan HCI 9 M. Pemisahan 58Co dari SSNi dengan cara penukar anion menggunakan resin Dowex lx 8 dengan eluen HCL 4 M. Produk akhir radioisotop 5SCo diperoteh dalam bentuk larutan jernih SSCoCl2 dengan pH 1 - 1,5 dan konsentrasi radioaktif rata-rata 0,085 mCi/mL. Uji kualitas sediaan radioisotop 58CoCl2 meliputi penentuan kemurnian radionuklida dengan metakukan pengukuran energi radioaktif menggunakan MCA (multichannel analyzer). Hasil analisis spektrum sinar gamma (y) diperoleh puncak energi pada 810,69 keV, 863,95 keV, 1675,40 kev menunjukkan adanya radioisotop SSCo dari reaksi 58Ni(n,p)SSCo. Penentuan kemurnian radiokimia dengan metode kromatografi kertas menggunakan fase diam kertas Whatman 3 MM dan fase gerak campuran pelarut NH3 · etanol' air (1:10:20), menunjukkan radioisotop SSCo memberikan harga Rf = 0 dengan kemurnian radiokimia > 99 % dan stabil selama seminggu. Penentuan kadar nike[ dengan metode spektrofotometri .menggunakan larutan pereaksi dimetilglioksim dalam lingkungan basa, menunjukkan kadar nike[ di bawah 2 ppm.  
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA KIT KERING KANAMYCIN Eva Maria Widyasari; Misyetti .; Teguh Ambar W; Witri Nuraeni
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 14, No 2 (2013): Agustus 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2013.14.2.1267

Abstract

KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA KIT KERING KANAMYCIN. Kanamycin merupakanantibiotik yang berspektrum luas dan biasa digunakan untuk pengobatan infeksi jika antibiotikyang kurang kuat seperti penisilin tidak dapat diberikan. Pada penelitian ini dilakukan pengujiansifat fisikokimia 99mTc-kanamycin yang dibuat dalam bentuk kit kering kanamycin untukmenjamin aplikasinya pada manusia. Kit diagnostik kanamycin tersedia dalam bentuk kit keringyang dikemas dalam satu flakon yang bersisi ligan kanamycin, co-ligan pirofosfat dan reduktorSnCl2. Pengujian kemurnian radiokimia dilakukan dengan cara instant kromatografi lapis tipis(ITLC-SG) menggunakan NaOH 0,5 N sebagai fase gerak dan kromatografi kertas menaikmenggunakan kertas whatman 3 dengan aseton sebagai fase gerak. Ikatan protein plasmadiuji secara in vitro dengan metode pengendapan menggunakan larutan asam trikloro asetat(TCA) 5% dan lipofilisitas (log P) 99mTc-kanamycin ditentukan dengan menentukan koefisienpartisinya dalam pelarut organik-air. Disamping itu juga dilakukan pengujian pengaruh besarnyaradioaktivitas dan volume larutan Na99mTcO4 terhadap kemurnian radiokimia 99mTc-kanamycin.Dari percobaan ini diperoleh sifat fisikokimia kit kering kanamycin yaitu hidrofil, 59,54 % sediaanberikatan dengan plasma, kemurnian radiokimianya > 95%, volume akhir sediaan 2mL danakan stabil hingga 2 jam setelah penambahan 99mTc dengan radioaktivitas <3 mCi.Kata kunci : kit-kering, karakteristik fisikokimia, kanamycin,99mTc
FLUKTUASI KONSENTRASI TRITIUM DALAM AIR TANGKI REAKTOR TRIGA 2000 PASCA PENINGKATAN DAYA Putu Sukmabuana
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 6, No 1 (2005): Februari 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2005.6.1.2186

Abstract

FLUKTUASI KONSENTRASI TRITIUM DALAM AIR TANGKI REAKTOR TRIGA 2000 PASCA PENINGKATAN DAYA. Konsentrasi tritium dalam air tangki reaktor Triga 2000 Bandung telah ditentukan dalam kaitannya dengan pemantauan radioaktivitas lingkungan untuk tujuan keselamatan pekerja dan lingkungan. Air tangki diambil dari reaktor pada saat reaktor beroperasi dan pada saat tidak beroperasi. Sampel air tangki didistilasi secara sempurna, kemudian distilat sebanxak 2 mL ditambah dengan 13 mL larutan smtilasi dan diukur kosentrasi tritiumnya dengan liquid scintilation counter (LSC). Dari hasil pemantauan diketahui konsentrasi tritium dalam air tangki reaktor berkisar antara 1,37 x 104 hingga 1,62 x 104 Bq/L pada saat tidak beroperasi, dan antara 1,45  x 104 hingga 1,65 x 104 Bq/L pada seat reaktor beroperasi. Mengacu pada SK No. 02/Ka-BAPETEN/V-99 tentang "Baku Mutu Tingkat Radioaktivitas di Lingkungan”, bahwa ambang batas tritium di air lingkungan adalah 1 x 105 Bq/L, maka konsentrasi tritium di air tangki masih di bawah ambang batas. Namun demikian apabila dibandingkan dengan data September 2003 sebesar 1,22 x 104 Bq/L, konsentrasi tritium dalam air tangki cenderung meningkat. 
METODE PENCACAHAN SINTILASI CAIR: SALAH SATU ALTERNATIF UNTUK PENGUKURAN α DAN β TOTAL DALAM SAMPEL LINGKUNGAN Poppy Intan Tjahaja; Mutiah A
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2000.1.1.1665

Abstract

METODE PENCACAHAN SINTILASI CAIR: SALAH SATU ALTERNATIF UNTUK PENGUKURAN α DAN β TOTAL DALAM SAMPEL LINGKUNGAN. Beberapa tahun terakhir ini para ahli telah mengembangkan metode pencacahan sintilasi cair untuk pengukuran α dan β total dalam sampel lingkungan. karena metode yang ada sebelumnya (metode elektrodeposisi) cukup rumit. Metode pencacahan sintilasi cair biasanya hanya digunakan untuk pencacahan radiasi β berenergi rendah, seperti 3H dan 14C, tetapi dengan semakin berkembangnya alat pencacah sintilasi cair, sekarang metode ini dapat digunakan pula untuk pencacahan α dan β total. Kelebihannya dibanding dengan metode terdahulu ialah sediaan yang berbentuk cair memudahkan sampel terlarut secara homogen sehingga tidak ada pengaruh serapan diri, dapat mendeteksi 3H dan 14C, serta dapat menetukan α dan  β total sekaligus, sehingga dapat menghemat waktu. 
ANALISIS UNJUK KERJA HE TIPE PLAT REAKTOR KARTINI DENGAN METODE HILANG TEKANAN (PRESSURE DROP). Dudung Abdul Razak; Suyamto G
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2003.4.3.1704

Abstract

ANALISIS UNJUK KERJA HE TIPE PLAT REAKTOR KARTINI DENGAN METODE HILANG TEKANAN (PRESSURE DROP). Telah dilakukan analisis unjuk kerja HE tipe plat reactor Kartini menggunakan metode hilang tekanan (ΔP). Analisis dilaksanakan setelah perawatan HE dengan cara pelepasan plat-plat nya untuk dibersihkan, sesuai dengan prosedur perawatan. Berdasarkan data hilang tekanan pada sisi primer ΔP11 = 0,6 kg/cm2 dan hilang tekanan tekanan sisi sekunder ΔAP12 = 2,9 kg/cm2 Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa setelah dioverhoul, dibersihkan dan diuji untuk operasi reaktor pada daya 100kW, HE telah mengalami kenaikan unjuk kerja yaitu ΔUf = 930,144 W/m2. K; Δɛ = 0,04; ΔCs = 0,426; ΔCf = 0,274; ΔNTU 0,025 dan ΔQact = 20,635.kW. 
AKUMULASI DAN DISTRIBUSI 60Co DALAM IKAN MAS (Cyprinus carpio) PADA SISTEM KOMPARTEMEN AIR-IKAN Poppy Intan Tjahja; Putu Sukmabuana; Eko Susanto Susanto
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 13, No 2 (2012): Agustus 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2012.13.2.300

Abstract

AKUMULASI DAN DISTRIBUSI 60Co DALAM IKAN MAS (Cyprinus carpio) PADASISTEM KOMPARTEMEN AIR-IKAN. Dalam kajian keselamatan nuklir, data mengenaiparameter perpindahan radionuklida pada berbagai kompartemen lingkungan sangat diperlukanuntuk memperkirakan dosis radiasi interna yang diterima masyarakat melalui jalur lingkungan -bahan pangan – manusia. Data parameter perpindahan telah dipublikasikan oleh InternationalAtomic Energy Agency dalam Technical Report Series 472 untuk lingkungan beriklim sedang(temperate zone). Dalam rangka melengkapi data IAEA untuk wilayah tropis maka padapenelitian ini dipelajari akumulasi dan distrtibusi radionuklida 60Co pada ikan air tawar Cyprinuscarpio (ikan mas) secara percobaan laboratorium untuk menentukan parameter perpindahan60Co dari air ke ikan. Ikan mas dipelihara dalam 500 L air yang mengandung 60Co dengankonsentrasi sekitar 30 Bq.mL-1. Radionuklida 60Co yang diserap dan diakumulasi oleh ikan,serta 60Co yang tertinggal di air diukur menggunakan spektrometer gamma. Hasil penelitianmemperlihatkan 60Co terdistribusi di seluruh bagian tubuh ikan dengan nilai rasio konsentrasi(CR) sebesar 3,08 mL.g-1; 1,55 mL.g-1; 1,14 mL.g-1 masing-masing untuk organ dalam, tulangdan daging. Nilai CR 60Co dari air ke ikan dapat digunakan dalam prakiraan dosis radiasiinterna yang diterima manusia melalui jalur air - ikan - manusia, sekaligus dapat melengkapidata parameter perpindahan IAEA untuk wilayah tropis.
PENENTUAN DISTRIBUSI GLUKOSA 14C DALAM TUBUH TIKUS MENGGUNAKAN OTORADIOLUMTNOGRAFI Mudjiono ,; Tri Retno D. L.; Darlina ,
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 2, No 1 (2001): Februari 2001
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2001.2.1.2129

Abstract

PENENTUAN DISTRIBUSI GLUKOSA 14C DALAM TUBUH TIKUS MENGGUNAKAN OTORADIOLUMINOGRAFI. Distribusi konsentrasi glukosa 14C dalam tubuh tikus telah dapat ditentukan dengan menggunakan metode otoradioluminografi. Pada percobaan ini digunakan pelacak 14C dari radionuklida yang memancarkan β dengan daya tembus 20 µm, karena akan menghasilkan citra dengan resolusi tinggi. Kondisi lain yang harus diperhatikan adalah tebal spacer yang diletakkan antara sampel dan film, karena akan mempengaruhi penampakan citra yang dihasilkan. Secara kualitatif, distribusi konsentrasi gIukosa 14C yang sangat tinggi ditemui dalam otak, hati, ginjal dan otot rangka, sedangkan pada organ lain distribusi konsentrasi glukosanya relatif lebih rendah. Hal ini disebabkan glukosa digunakan otak sebagai bahan bakar, sebagian glukosa disimpan di dalam otot dan hati sebagai glikogen dan di dalam ginjal glukosa diserap balik secara bebas. Penggunaan metode otoradioluminografi relatif baru khususnya di indonesia, untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, karena hal ini sangat penting berkaitan dengan keakuratan dalam pemilihan radiosotop dan dosis yang tepat untuk diagnosis dan terapi.
KORELASI ANTARA MIB-1, AgNOR DAN APOPTOSIS CASPASE-3 DENGAN RESPONS KEMORADIOTERAPI PADA KANKER SERVIK Iin Kurnia; Budiningsih Siregar; Setiawan Soetopo; Irwan Ramli; Tjahya Kurjana; Andriono .; Maringan DL Tobing; Bethy Suryawathi; Devita Tetriana
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 14, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2013.14.1.692

Abstract

Salah satu cara pengobatankanker servik adalah dengan kemoradioterapi melalui pemberian radioterapi dan kemoterapisecara bersamaan pada kanker servik stadium lanjut lokal. Respons kemoradioterapidipengaruhi oleh faktor biologis yaitu kinetika sel yang terdiri dari proliferasi dan kematian sel.Pada penelitian ini dipelajari korelasi antara biomarker proliferasi sel kanker, yaitu AgNOR, MIB-1, dan ekspresi apoptosis jalur caspase-3 dengan respons kemoradioterapi pada kanker servik.Dua puluh satu sediaan mikroskopik jaringan kanker servik yang diambil dari biopsi pasiensebelum menerima tindakan kemoradioterapi diberi pewarnaan AgNOR, sedangkan deteksiMIB-1 dan apoptosis caspase-3 dilakukan dengan teknik immunohistokimia. Setelah selesaimenerima kemoradioterapi dilakukan pengamatan respons klinik dengan cara pelvic control.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum kemoradioterapi tidak ditemukan korelasi nilaiAgNOR, MIB-1 dengan apoptosis (p>0,05). Proliferasi sel yang diamati dengan AgNOR danMIB-1 sebelum kemoradioterapi tidak menunjukkan adanya korelasi dengan respons jaringankanker setelah kemoradioterapi, namun ekspresi apoptosis menunjukkan korelasi positifdengan respons kemoradioterapi. Indeks apoptosis caspase-3 yang diperoleh dapat dijadikanbahan pertimbangan pada penjadwalan kemoradioterapi kanker servik.
PREDIKSI STRUKTUR GEOMETRI DAN KESTABILAN SENYAWA KOMPLEKS MENGGUNAKAN BEBERAPA METODE PERHITUNGAN Muhayatun .; Susanto Imam Rahayu; Abdul Mutalib
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 7, No 1 (2006): Februari 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2006.7.1.2166

Abstract

PREDIKSI STRUKTUR GEOMETRI DAN KESTABILAN SENYAWA KOMPLEKS MENGGUNAKAN BEBERAPA METODE PERHITUNGAN. Akhir-akhir ini minat dalam pemakaian metode teoritis atau komputasi untuk mempelajari struktur dan kestabilan molekul maupun untuk meramalkan terbentuknya senyawa baru semakin meningkat dan cukup populer di kalangan peneliti. Kecenderungan ini dapat dikaitkan dengan perkembangan komputer dan permintaan dunia industri terhadap senyawa-senyawa baru yang kompetitif secara ekonomi. Pada penelitian ini pembahasan difokuskan pada kompleks teknesium. Pemilihan senyawa kompleks teknesium didasarkan pada perkembangannya yang pesat karena salah satu isomernya secara luas digunakan untuk tujuan diagnostik Prediksi struktur geometri senyawa kompleks dilakukan menggunakan metode mekanika molekul (MM) dan model MAB4, sedang prediksi kestabilan senyawa kompleks dilakukan menggunakan metode solid angle factor sum (SAS) dan perhitungan entropi konfigurasi. Hasil prediksi struktur yang diperoleh dad 17 senyawa kompleks teknesium menggunakan MM dan model MAB4 memiliki deviasi rata-rata < 2 % dibandingkan dengan hasil eksperimen menggunakan XRD. Prediksi kestabilan dad berbagai senyawa kompleks teknesium menggunakan metode SAS dan perhitungan entropi konfigurasi memiliki profil yang sama. Meskipun prediksi struktur geometri menggunakan berbagai metode perhitungan tidak dapat mengambil alih peran XRD, dengan melakukan studi pendahuluan untuk memprakirakan struktur geometri atau kestabilan suatu senyawa diharapkan dapat membantu peneliti menghindari pemborosan waktu, tenaga dan biaya dalam melakukan suatu penelitian. 
PENENTUAN DOSIS SERAP BERKAS RADIASI 60Co MENGGUNAKAN DETEKTOR IONISASI DENGAN FAKTOR KALIBRASI DOSIS SERAP AIR. Sri Inang Sunaryati; Dani W
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 4, No 1 (2003): Agustus Edisi Khusus 1 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2003.4.1.1693

Abstract

PENENTUAN DOSIS SERAP BERKAS RADIASI 60Co MENGGUNAKAN DETEKTOR IONISASI DENGAN FAKTOR KALIBRASI DOSIS SERAP AIR. Protokol IAEA TRS No. 398 merekomendasikan penentuan dosis serap air berkas radiasi 60Co menggunakan detektor ionisasi dengan factor kalibrasi dosis serap air pada kondisi standar dengan jarak sumber kepermukaan fantom, SSD = 80 cm, luas lapangan 10 cm x l0 cm dan kedalaman pengukuran 5 cm dan 10 cm. Pengukuran dilakukan dengan detektor volume 0,6 cc tipe 2581 yang dirangkai dengan elektrometer Farmer tipe 2570 A. Diuraikan juga hasil perbandingan dosis serap air tersebut dengan protokol TRS No. 277 yang menggunakan faktor kalibrasi paparan dan kerma udara. Hasil yang diperoleh menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan sebesar ± 2%.

Filter by Year

2000 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 2 (2023): August 2023 Vol 24, No 1 (2023): February 2023 Vol 23, No 2 (2022): Agustus 2022 Vol 23, No 1 (2022): February 2022 Vol 22, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 22, No 1 (2021): February 2021 Vol 21, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 21, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 20, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 20, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 19, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 19, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 18, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 17, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 16, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 15, No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 15, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 14, No 2 (2013): Agustus 2013 Vol 14, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 13, No 2 (2012): Agustus 2012 Vol 13, No 1 (2012): Februari 2012 Vol 12, No 2 (2011): Agustus 2011 Vol 12, No 1 (2011): Februari 2011 Vol 11, No 2 (2010): Agustus 2010 Vol 11, No 1 (2010): Februari 2010 Vol 10, No 2 (2009): Agustus 2009 Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009 Vol 9, No 2 (2008): Agustus 2008 Vol 9, No 1 (2008): Februari 2008 Vol 8, No 2 (2007): Agustus 2007 Vol 8, No 1 (2007): Februari 2007 Vol 7, No 2 (2006): Agustus 2006 Vol 7, No 1 (2006): Februari 2006 Vol 6, No 2 (2005): Agustus 2005 Vol 6, No 1 (2005): Februari 2005 Vol 5, No 2 (2004): Agustus 2004 Vol 5, No 1 (2004): Februari 2004 Vol 4, No 4 (2003): Agustus Edisi Khusus 4 2003 Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003 Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003 Vol 4, No 1 (2003): Agustus Edisi Khusus 1 2003 Vol 4, No 1 (2003): Februari 2003 Vol 3, No 2 (2002): Agustus 2002 Vol 3, No 1 (2002): Februari 2002 Vol 2, No 2 (2001): Agustus 2001 Vol 2, No 1 (2001): Februari 2001 Vol 1, No 2 (2000): Agustus 2000 Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000 More Issue