cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jstni_batan@batan.go.id
Editorial Address
PSTNT BATAN Bandung Jalan Tamansari 71
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology)
Focus of Publication in Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology : Result of experiment in the field of nuclear science and technology and its applications in various fields. Acceptable topics include: Radioisotope, Radiopharmacy, Nuclear Medicine, Nuclear Radiation and its Measurement, Nuclear Physics and Reactors, Nuclear Instrumentation and Radioactive Waste including its applications in the fields of health, biology, industry, agriculture, metallurgy and environment
Articles 280 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU PAPARAN RADIAS! ALAM DI LINGKUNGAN Pande Made Udayani
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2003.4.3.1709

Abstract

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU PAPARAN RADIASI ALAM DI LINGKUNGAN. Analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi laju paparan radiasi di lingkungan telah dilakukan. Metode yang digunakan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor tersebut adalah dengan metode pencacahan yang dapat menyapu areal yang luas dengan karakteristik batuan dan kegiatan manusia yang berbeda dan beragam. Dan data diperoleh bahwa paparan radiasi dipengaruhi jenis batuan yang membentuk daerah yang bersangkutan, dan penggunaan lahan yang membantu sumbangan paparan radiasi alam ke lingkungan. Paparan radiasi rata-rata yang berasal dan semua jenis batuan adalah, 3,43 ± 0,69 µR/jam. Jenis batuan yang mempunyai paparan radiasi tertinggi adalah dan jenis batuan latosol dan batuan beku basis dan intermedier di daerah gelombang dan gunung, dengan paparan 14,99 µR/ jam, Jenispenggunaanlahan yang mempunyaipaparanradiasitertinggiadalahuntukpertaniandenganpaparan 14,99 p.R/jam, untuk lokasi perkebunan 13,87 µR/jam. Daerah — daerah yang penggunaan lahannya untuk kegiatan pertanian, perkebunan, dan industri memberikan kontribusi yang lebih dominan dibandingkan dengan kegiatan kehutanan dan perumahan. 
PENGARUH PERLAKUAN TETRAETHYL ORTHOSILICATE TERHADAP KARAKTERISTIK MATERIAL BERBASIS ZIRKONIUM UNTUK GENERATOR RADIOISOTOP 99Mo/99mTc Rohadi Awaludin; . Sriyono
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 12, No 1 (2011): Februari 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2011.12.1.336

Abstract

PENGARUH PERLAKUAN TETRAETHYL ORTHOSILICATE TERHADAPKARAKTERISTIK MATERIAL BERBASIS ZIRKONIUM UNTUK GENERATORRADIOISOTOP 99Mo/99mTc. Pada pembuatan generator radioisotop 99Mo/99mTc menggunakanmolibdenum alam teriradiasi diperlukan penyerap (sorben) dengan kapasitas serap (sorpsi)tinggi. Penyerap berupa material berbasis zirkonium (MBZ) dengan kapasitas serap sekitar 183mg Mo/g MBZ telah berhasil disintesis. Namun, penyerap tersebut mudah pecah dalam prosespenyerapan molibdenum karena banyaknya retakan pada butiran yang dihasilkan. Untukmeningkatkan kekerasan, material tersebut direndam di dalam tetraethyl orthosilicate (TEOS),ditiriskan dan selanjutnya dipanaskan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa butiran MBZdengan perlakuan TEOS tidak hancur pada saat direndam di dalam larutan molibdenum. Hasilpengamatan menggunakan SEM menunjukkan bahwa retakan yang terbentuk pada butiranMBZ berhasil dihilangkan melalui perlakuan menggunakan TEOS. Pengukuran menggunakanEDS menunjukkan bahwa setelah perlakuan menggunakan TEOS, pada permukaan materialditemukan adanya silikon dan terjadi kenaikan kandungan oksigen. Hasil uji serap menunjukkanbahwa perlakuan menggunakan TEOS menyebabkan penurunan kapasitas serap terhadapmolibdenum dari 183 menjadi 79,8 mg Mo tiap gram MBZ. Perlakuan TEOS pada MBZ dapatmeningkatkan kekerasan material namun menyebabkan penurunan kapasitas serap. Materialini perlu diuji lebih lanjut pada pembuatan generator radioisotop 99Mo/99mTc menggunakan Moalam teriradiasi untuk mengetahui karakteristik generator yang diperoleh menggunakan MBZ.
ANALISIS PENGARUH EXPANSION LOOP PADA TEGANGAN PIPA DAN GAYA NOZEL Syahrui Husni Harahap
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 6, No 2 (2005): Agustus 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2005.6.2.2136

Abstract

ANALISIS PENGARUH EXPANSION LOOP PADA TEGANGAN PIPA DAN GAYA NOZEL. Telah dilakukan analisis sistem pemipaan tanpa expansion Ioop dan menggunakan expansion loop yang bertujuan untuk melihat pengaruhnya terhadap tegangan pipa dan gaya nozel agar diperoleh sistem pemipaan yang handal, aman dan memenuhi code. Analisis ini dilakukan dengan pembebanan statik, yaitu operating, sustaint dan expansion. Hasil analisis berupa tegangan telah dibandingkan dengan ASME code seksi III, subseksi NC (nuklir kelas 2). Selain itu diperoleh juga data berupa gaya dan momen pada nozel pompa dan nozel bejana tekan. Dan hasil analisis tersebut dapat dilihat bahwa expansion loop dapat dengan baik mengurangi pengaruh termal dan stiffness, sehingga diperoleh tegangan pipa di bawah tegangan izin. Selain itu gaya dan momen pada nozel pompa dan bejana tekan juga telah berkurang. Oleh karena itu, Expansion loop cukup efektif untuk mengurangi tegangan, gaya dan momen sehingga diperlukan pada sistem pemipaan yang memiliki keterbatasan ruang untuk instalasinya. 
INVESTIGASI PARAMETER BAHAN BAKAR PEBBLE DALAM PERHITUNGAN TERAS THORIUM RGTT200K Zuhair .; Suwoto .; Putranto Ilham Yazid
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 14, No 2 (2013): Agustus 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2013.14.2.1263

Abstract

INVESTIGASI PARAMETER BAHAN BAKAR PEBBLE DALAM PERHITUNGANTERAS THORIUM RGTT200K. Dalam desain RGTT200K, pemanfaatan thorium sebagaibahan bakar merupakan alternatif yang perlu dipertimbangkan. Pada makalah ini dibahasparameter bahan bakar pebble dalam perhitungan teras thorium RGTT200K menggunakanprogram transport Monte Carlo MCNPX dan pustaka data tampang lintang energi kontinuENDF/B-VII pada temperatur 1200K. Pengkayaan 233U sebesar 4%-20% serta pemuatan bahanbakar 232Th/233U sebesar 0,1g - 15g per pebble divariasikan untuk menganalisis kelakuankritikalitas dan burnup teras thorium RGTT200K. Hasil perhitungan memperlihatkan pemuatanbahan bakar yang rendah menyebabkan teras RGTT200K mengalami kondisi overmoderated.Penambahan pemuatan bahan bakar setelah mencapai kondisi maksimum, menyebabkankurva keff menurun dan teras mengalami undermoderated. Teras dengan pemuatan bahanbakar rendah mengakibatkan penurunan konsentrasi 233U dan kenaikan konsentrasi 233Pa yangtinggi. Sebaliknya, teras dengan pemuatan bahan bakar tinggi menunjukkan penurunankonsentrasi 233U dan kenaikan konsentrasi 233Pa yang rendah. Pemuatan bahan bakar 6 gdengan pengkayaan 233U 8% layak dipertimbangkan dalam desain teras thorium RGTT200Kdengan nilai kritikalitas dan burnup bahan bakar yang spesifik.Kata kunci : bahan bakar pebble, kritikalitas, burnup, thorium, RGTT200K
PENANDAAN CTMP DENGAN TEKNESIUM-99m UNTUK RADIOFARMAKA PENYIDIK KANKER TULANG* Misyetti ,; Isti Daruwati
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 9, No 2 (2008): Agustus 2008
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2008.9.2.2172

Abstract

PENANDAAN CTMP DENGAN TEKNESlUM-99m UNTUK RADIOFARMAKA PENYIDIK KANKER TULANG. Radiofarmaka untuk penyidik tulang sudah dikembangkan dengan bermacam-macam senyawa seperti pirofosfat dan difosfonat yang ditandai dengan 99mTc seperti antara lain metilen difosfonat (99m Tc-MDP), hidroksietilendifosfonat (99m Tc-HEDP) difosfonat (99m Tc-HMDP). Baik senyawa bertanda fosfat maupun difosfonat belum memberikan hasil yang memuaskan sebagai radiofarmaka penyidik tulang karena akumulasi yang cukup tinggi di organ selain tulang seperti hati, otot, limpa, darah dan sebagainya. Senyawa golongan tetraamintetrafosfonat mempunyai afinitas yang lebih tinggi pada tulang, karena mempunyai empat gugus amino dan empat gugus fosfonat. Pada penelitian ini dilakukan penandaan senyawa golongan tetraaminotetrafosfonat, khususnya 1,4,8,11-tetraazasiklotetra desil-l,4,8,11- tetrametilenfosfonat (CTMP) dengan radionuklida teknesium-99m. Untuk memperoleh hasil penandaan yang maksimal dilakukan optimalisasi dari beberapa parameter seperti pH, jumlah reduktor, jumlah ligan, waktu inkubasi dan temperatur reaksi. Kondisi yang optimum diperoleh pada pH 4-6, jumlah reduktor SnCI2 100pg, jumlah ligan CTMP 500 pg, dengan waktu penandaan 10 menit pada pemanasan suhu air mendidih (kira-kira 90 °C) atau 30 menit pada temperatur kamar dengan efisiensi penandaan >95%.  
PERBANDINGAN DOSIS PERMUKAAN PADA PEMERIKSAAN THORAX ANAK MENGGUNAKAN METODE AUTOMATIC EXPOSURE CONTROL DAN METODE MANUAL Zany Nurfauzanil Ibad; Muzilman Muslim; Hasnel Sofyan
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 21, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : HIMNI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2020.21.2.5754

Abstract

PERBANDINGAN DOSIS RADIASI PADA PEMERIKSAAN THORAX ANAK MENGGUNAKAN METODE AUTOMATIC EXPOSURE CONTROL DAN METODE MANUAL. Automatic Exposure Control (AEC) pada pesawat sinar-X Digital Radiography (DR) secara otomatis dapat mengendalikan paparan radiasi, sehingga dapat menurunkan Dose Area Product (DAP) mencapai 61% tanpa mengurangi kualitas citra medis. Metode AEC dirancang untuk pasien dewasa, namun tidak menutup kemungkinan digunakan untuk pasien anak. Agar tingkat risiko kanker akibat radiasi pada anak dapat diminimalisasi, maka metode AEC ini menjadi penting untuk diaplikasikan. Dalam penelitian, dilakukan perbandingan metode AEC dan metode manual terhadap 60 pasien anak pemeriksaan thorax untuk memperoleh metode yang memberikan dosis permukaan lebih rendah. Pasien anak dikelompokkan dalam tiga kategori menurut usia, yaitu; 1-5 tahun, 6-10 tahun dan 11-15 tahun. Setiap kategori terdiri atas 10 pasien untuk metode AEC dan 10 pasien untuk metode manual. Pengukuran dosis permukaan menggunakan TLD LiF:Mg,Cu,P. Dari penelitian diperoleh dosis permukaan untuk Kategori-1 masing-masing 0,15±0,09 mSv untuk metode AEC dan 0,15±0,02 mSv untuk metode manual. Untuk Kategori-2 dan Kategori-3 masing-masing diperoleh 0,16±0,07 mSv (AEC), 0,21±0,06 mSv (manual) dan 0,15±0,04 mSv (AEC), 0,31±0,13 mSv (manual) secara berurutan. Metode AEC untuk pasien anak dapat meningkatkan keselamatan radiasi dan menekan kemungkinan risiko kanker.
Analytical Capabilities of EDXRF for Determination of Rare Earth Elements Syukria Kurniawati; Muhayatun Santoso; Diah Dwiana Lestiani; Natalia Adventini; Woro Yatu Niken Syahfitri
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 22, No 1 (2021): February 2021
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2021.22.1.5815

Abstract

Rare earth elements (REE) are present in the lanthanide range and are widely used in high-tech and clean technology applications that are predicted to grow significantly in the coming decades. Therefore, there will be a high demand for REE in the future that will impact the needs for development of sensitive and selective methods for determination of REEs such as X-Ray Fluorescence (XRF). Reliability of REEs analysis results depend on analytical capability of XRF instrument’s performance. Analytical capability shows the ability of the instrument to perform sample analysis with high accuracy and precision and proven by validation so that the results obtained are reliable. The aim of this study is to assess the analytical capability of XRF for REEs analysis in samples particularly Lanthanum (La), Cerium (Ce), Neodymium (Nd), Samarium (Sm) and Yttrium (Y), by performing method validation of energy dispersive x-ray spectrometers (ED-XRF). Four measurement conditions that covered the selected elements were defined. Accuracy, precision and detection limits determination were performed by measuring the CRM In House Monazite Sand. The yield of the selected element corresponds to its certified value, with a %recovery between 95.99 to 103.1%. The %RSD values ranging from 0.59 to 5.19%. The detection limits (LLD) of ED-XRF ranged from 8.78 to 67.4 ppm. The results showed the good analytical capability of ED-XRF method for REEs analysis.
The Effect of Gamma Irradiation on Ethanolic Extract of Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Against Human Cancer Cell Lines Susanto Susanto; Ermin Katrin Winarno; Hendig Winarno
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 22, No 1 (2021): February 2021
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2021.22.1.6221

Abstract

The Effect of Gamma Irradiation on Ethanolic Extract of Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Against Human Cancer Cell Lines. One of the medicinal plants that are widely used by the people of Indonesia is temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) with the active ingredient is curcuminoid. The curcuminoid is a yellow compound that is believed to have anti-cancer properties, therefore its properties must be maintained in the post-harvest process. This research aimed to study the effect of gamma irradiation on the simplicia of C. xanthorrhiza rhizomes in inhibiting the proliferative activity against human cancer cell lines. The dry powder of C. xanthorrhiza rhizome was irradiated with gamma at a dose of 10 kGy in 2 replications, then extracted using ethanol solvent, evaporated, to obtain an ethanol extract. As a control, an un-irradiated sample was prepared and extracted in the same manner. Each ethanol extract from irradiated and control samples was then tested for their antioxidant activity by DPPH method and antiproliferative activity against human cancer cell lines (HUT78, A549, HeLa, and THP1). The results showed that the ethanol extract of irradiated C. xanthorrhiza rhizome with a dose of 10 kGy still had antioxidant activity and anticancer properties based on the bioassay against four those human cancer cell lines, although the antiproliferative activity decreased between 8-30% compared to the control sample. The highest antiproliferative activity was shown by the ethanol extract against HUT78 cancer cell line with IC50 values of 5.4 and 10.7 µg/ml for control and irradiated samples respectively. Based on the silica gel TLC plate, the ethanolic extracts of C. xanthorrhiza rhizome both unirradiated- and irradiated samples contained curcumin (Rf = 0.58) and demethoxycurcumin (Rf = 0.38).
Morfologi dan Tingkat Ekspresi Molekuler Mamosfir Asal Sel Kelenjar Susu Macaca fascicularis yang Diiradiasi Sinar Gamma Sebagai Model Onkogenesis Iin Indriawati; Fitriya Nur Annisa Dewi; Silmi Mariya; Iin Kurnia Hasan Basri; Teja Kisnanto; Dwi Ramadhani; Irma Herawati Suparto
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 22, No 1 (2021): February 2021
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2021.22.1.6141

Abstract

Sel punca memiliki peran penting dalam perkembangan jaringan normal maupun onkogenesis, termasuk pada kejadian kanker payudara. Keterkaitan sel punca dan pembentukan kanker payudara perlu diteliti agar dapat ditemukan metode pencegahan dan terapi baru yang efektif. Teknik kultur mamosfir telah terbukti memperkaya populasi sel punca pada sel kelenjar susu manusia dan satwa primata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model onkogenesis kelenjar susu secara in-vitro dengan induksi sinar gamma pada kultur mamosfir yang berasal dari kelenjar susu monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Analisis morfologi sfir dan uji imunofluoresensi untuk γH2AX dilakukan setelah pajanan iradiasi 4 Gy selama 62 detik pada kultur mamosfir. Penanda molekuler sel punca dewasa dan sel punca kanker dievaluasi menggunakan qRT-PCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iradiasi sinar gamma menimbulkan kerusakan DNA (double strand break) di dalam sel-sel penyusun mamosfir. Pajanan radiasi juga mengubah morfologi sfir. Ekspresi penanda untuk sel punca dewasa kelenjar susu (CD49f atau Integrin Alpha 6; ITGA6) dan sel punca kanker (CD133 atau Prominin-1; PROM1 dan CD44) lebih tinggi pasca iradiasi dibandingkan dengan kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa kultur mamosfir iradiasi yang berasal dari kelenjar susu monyet berpotensi dikembangkan sebagai model in-vitro untuk studi onkogenesis, terutama yang berkaitan dengan deregulasi sel punca dan risiko kanker payudara. 
Physicochemical Properties Of 131I-Rutin Under Acidic Labeling Condition As A Radiolabeled Compound For The Diagnosis Of Cancer Maula Eka Sriyani; Maudy Shintia; endah rosyidiah; Witri Nuraeni; Adinda Saraswati; Eva Maria Widyasari
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 22, No 1 (2021): February 2021
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2021.22.1.6286

Abstract

Radiolabeled rutin (131I-rutin) has potential use in future diagnosis of cancer. The physicochemical characteristics of 131I-rutin are essential in regard to its distribution and accumulation in the body. Therefore, to ensure successful delivery of a labeled compound, it is necessary to evaluate its physicochemical properties. The labeling of 131I-rutin was accomplished using the oxidation method assisted by Chloramine-T under acidic conditions. Radiochemical purity value was measured by thin-layer chromatography (TLC-SG F254) using 100% methanol as the mobile phase. The electrical charge of 131I-rutin was determined by the paper electrophoresis. Moreover, the lipophilicity (P) was evaluated by the partition coefficient in the organic-water liquid. Plasma protein binding was determined in vitro by precipitation method using a 5% trichloroacetic acid (TCA) solution. The results showed that 131I-rutin has a neutral charge and a lipophilicity value (Log P) of 0.395 ± 0.203 (hydrophilic), and was bound to human blood plasma proteins with a percentage of 69.36% ± 1.88%.

Filter by Year

2000 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 2 (2023): August 2023 Vol 24, No 1 (2023): February 2023 Vol 23, No 2 (2022): Agustus 2022 Vol 23, No 1 (2022): February 2022 Vol 22, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 22, No 1 (2021): February 2021 Vol 21, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 21, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 20, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 20, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 19, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 19, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 18, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 17, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 16, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 15, No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 15, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 14, No 2 (2013): Agustus 2013 Vol 14, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 13, No 2 (2012): Agustus 2012 Vol 13, No 1 (2012): Februari 2012 Vol 12, No 2 (2011): Agustus 2011 Vol 12, No 1 (2011): Februari 2011 Vol 11, No 2 (2010): Agustus 2010 Vol 11, No 1 (2010): Februari 2010 Vol 10, No 2 (2009): Agustus 2009 Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009 Vol 9, No 2 (2008): Agustus 2008 Vol 9, No 1 (2008): Februari 2008 Vol 8, No 2 (2007): Agustus 2007 Vol 8, No 1 (2007): Februari 2007 Vol 7, No 2 (2006): Agustus 2006 Vol 7, No 1 (2006): Februari 2006 Vol 6, No 2 (2005): Agustus 2005 Vol 6, No 1 (2005): Februari 2005 Vol 5, No 2 (2004): Agustus 2004 Vol 5, No 1 (2004): Februari 2004 Vol 4, No 4 (2003): Agustus Edisi Khusus 4 2003 Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003 Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003 Vol 4, No 1 (2003): Agustus Edisi Khusus 1 2003 Vol 4, No 1 (2003): Februari 2003 Vol 3, No 2 (2002): Agustus 2002 Vol 3, No 1 (2002): Februari 2002 Vol 2, No 2 (2001): Agustus 2001 Vol 2, No 1 (2001): Februari 2001 Vol 1, No 2 (2000): Agustus 2000 Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000 More Issue