Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies
Health Promotion and Education: formal, informal, and community-based health education; school health; mental health promotion; nutrition; sexual and reproductive health education. Public Health and Policy: public health programs, health systems management, policy analysis, program evaluation, and health economics. Disease Prevention and Control: communicable and non-communicable diseases, epidemiology, surveillance, and biostatistics. Nutrition and Community Health: dietetics, maternal and child health, reproductive health, food security, and community nutrition interventions. Clinical and Biomedical Sciences: general medicine, internal medicine, surgery, obstetrics and gynecology, pediatrics, cardiovascular medicine, oncology, infectious diseases, and emerging clinical practices. Mental Health and Behavioral Sciences: psychiatry, clinical psychology, counseling, behavioral health, and psychosocial interventions. Rehabilitation and Sports Health: physical therapy, occupational therapy, rehabilitation sciences, exercise, sports medicine, and health-related physical activity. Health Technology and Innovation: telemedicine, e-health, digital health, artificial intelligence (AI) applications, and medical technology innovations. Social and Environmental Determinants of Health: health equity, cultural and ethical aspects, environmental health, occupational health, and global health perspectives.
Articles
13 Documents
Gambaran Perilaku Bullying dan Body Shaming terhadap Kesehatan Mental pada Siswa SMA Negeri 6 Sigi
Mahel Cunisyan;
Sitti Radhiah;
Elvaria Mantao;
Sadli Syam
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : PT. Global Research Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.66314/ijihs.v2i1.1475
Kesehatan mental remaja rentan dipengaruhi stres psikososial seperti bullying dan body shaming. Penelitian ini menggambarkan perilaku bullying dan body shaming, dampaknya terhadap kesehatan mental, motivasi belajar, kehadiran siswa, serta peran guru bimbingan konseling di SMA Negeri 6 Sigi. Penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melibatkan tujuh informan, yaitu satu guru, tiga siswa korban, dan tiga teman sebaya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara matriks dan tematik. Temuan menunjukkan bahwa ejekan verbal dan komentar mengenai penampilan fisik dianggap sebagai candaan, tetapi menimbulkan kesedihan, kecemasan, penurunan harga diri, gangguan tidur, penarikan diri, penurunan motivasi, dan keengganan hadir di sekolah. Pemahaman siswa mengenai perlindungan hukum masih terbatas. Guru bimbingan konseling memberi dukungan psikologis, motivasi, dan ruang komunikasi, tetapi penerapan kebijakan sekolah perlu diperkuat melalui pemantauan, edukasi, dan intervensi anti-bullying yang konsisten.
Pengaruh Perilaku Remaja terhadap Tingkat Perkawinan Dini di Desa Singura, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong
Fatmi Olivia;
Rasyika Nurul Fadjriah;
Khairunnisaa Khairunnisaa;
Elvaria Mantao
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : PT. Global Research Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.66314/ijihs.v2i1.1476
Pernikahan dini masih menjadi masalah sosial yang umum di kalangan remaja dan memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan, pendidikan, kesejahteraan psikologis, serta kehidupan sosial-ekonomi. Terbatasnya pengetahuan remaja, pengaruh lingkungan, dan pengawasan keluarga yang kurang memadai turut berkontribusi terhadap terjadinya pernikahan dini di berbagai komunitas, termasuk Desa Singura, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong. Prevalensi pernikahan dini di Kabupaten Parigi Moutong mencapai 47,10%, sedangkan Kecamatan Toribulu mencatat angka 80% pada tahun 2025, dengan 25 kasus dilaporkan di Desa Singura. Penelitian ini mengeksplorasi perilaku remaja terkait pernikahan dini di Desa Singura. Desain studi kasus kualitatif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta divalidasi melalui triangulasi. Temuan menunjukkan bahwa pernikahan dini berkaitan dengan pengetahuan yang terbatas, motivasi emosional, kehamilan pranikah, pengaruh keluarga, dan pengawasan keluarga yang tidak memadai. Fasilitas kesehatan dan program penyuluhan pendidikan tersedia, namun tidak dimanfaatkan secara optimal oleh remaja. Budaya bukanlah faktor utama; norma sosial dan perkembangan teknologi memberikan pengaruh yang lebih tidak langsung. Pencegahan pernikahan dini memerlukan kolaborasi antara keluarga, pihak berwenang pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, dan pemimpin masyarakat. Program pendidikan dan pengembangan remaja perlu diperkuat untuk mengurangi pernikahan dini.
Hubungan antara Media Pendidikan Kesehatan dan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi di Kalangan Remaja di Sekolah Menengah Kejuruan Yadika Kota Palu
Niluh Sudilawati;
Sitti Radhiah;
Nurhaya S Patui;
Sendhy Krisnasari
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : PT. Global Research Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.66314/ijihs.v2i1.1477
Kesehatan reproduksi merupakan komponen mendasar dari kesejahteraan remaja, karena berperan dalam mencegah pernikahan dini, kehamilan yang tidak direncanakan, infeksi menular seksual, dan HIV/AIDS. Penilaian awal di SMK Yadika Palu menunjukkan bahwa banyak siswa mengandalkan media sosial sebagai sumber informasi utama mengenai kesehatan reproduksi, meskipun keakuratan sebagian besar kontennya dipertanyakan, sehingga berkontribusi pada kurangnya pengetahuan. Penelitian ini mengkaji hubungan antara media pendidikan, pengaruh teman sebaya, dan dukungan orang tua terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMK Yadika Palu. Pendekatan kuantitatif cross-sectional digunakan, melibatkan 125 responden yang dipilih dari 179 siswa kelas 10 dan 11 melalui pengambilan sampel acak bertingkat proporsional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan statistik deskriptif serta uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95%. Sebagian besar peserta (74,4%) menunjukkan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi yang rendah. Temuan menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara media pendidikan (p=0,981) atau pengaruh teman sebaya (p=0,922) dengan tingkat pengetahuan, sedangkan dukungan orang tua menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,021). Hasil ini menyoroti pentingnya memperkuat keterlibatan orang tua bersamaan dengan pendidikan kesehatan reproduksi berbasis sekolah.