cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 2 (2017)" : 23 Documents clear
Laju Produksi dan Karakterisasi Polutan Organik Lindi dari TPA Kaliwlingi, Kabupaten Brebes Purwanta, Wahyu; Susanto, Joko Prayitno
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.145 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.2036

Abstract

Salah satu hasil proses biodegradasi sampah di TPA adalah lindi yang merupakan polutan organik yang berbahaya bagi lingkungan karena berpotensi mencemari tanah dan air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas dan kualitas lindi dari sampah di TPA Kaliwlingi Brebes melalui uji lisimeter. Kuantitas lindi penting untuk memperkirakan spesifikasi disain unit pengolahan termasuk metode pengolahannya. Sedangkan karakteristik lindi penting untuk menentukan efisiensi pengolahan atau target kadar polutan yang diinginkan agar sesuai standard baku mutu. Dari pengamatan diperoleh kuantitas lindi per massa sampah rata-rata mencapai 1.060 liter/kg, sedangkan nilai pH lindi rata-rata 7,6 atau cenderung alkaline. Dari data pengamatan, semakin tinggi kadar air akan semakin besar kuantitas lindi yang dihasilkan. Karakterisasi lindi terhadap parameter BOD5, COD, NH3-N dan TKN menghasilkan nilai yang bervariasi. Nilai rata-rata serta rentang minimal-maksimal yang didapat; BOD5 90,7 mg/l (65 mg/l-130 mg/l), COD 9.679,7 mg/l (6.300 mg/l-12.200 mg/l), NH3-N 134,4 mg/l (80 mg/l-190 mg/l) dan TKN 672,5 mg/l (540 mg/l-890 mg/l). Rasio BOD5/COD sebesar 0,01 menunjukkan tingkat low biodegradability dalam materi organiknya, hal ini disebabkan waktu pengamatan yang relatif singkat dan proses degradasi biologis masih berlangsung.Nilai rasio BOD5/COD yang diperoleh belum menunjukkan nilai yang representatif untuk sampah di TPA Kaliwlingi. Hasil dari karakterisasi lindi untuk beberapa parameter  menunjukkan bahwa biomassa atau sampah yang diteliti tergolong usia muda dan masih dalam proses dekomposisi.Kata kunci : karakterisasi, produksi, organik, lindi, TPA sampah
Upaya Mitigasi Banjir di Sub DAS Samin Melalui Pengembangan Masyarakat Tangguh Bencana Budiarti, Wiwin; Gravitiani, Evi; Mujiyo, Mujiyo
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.703 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.962

Abstract

Bencana banjir akibat luapan Sungai Samin menjadi salah satu permasalahan utama di Kabupaten Sukoharjo. Perlu pengendalian bencana yang lebih menekankan pada pengurangan resiko (mitigasi). Masyarakat sebagai pihak pertama yang berhadapan dengan resiko bencana sehingga mitigasi lebih efektif dengan partisipasi aktif masyarakat. Penelitian bertujuan untuk memetakan potensi tingkat kerawanan banjir dan menganalisis upaya mitigasi bencana banjir melalui program pengembangan masyarakat tangguh bencana sebagai bentuk partisipasi masyarakat di Sub DAS Samin. Metode menggunakan teknologi sistem informasi geografis (SIG) dengan pendekatan map-overlay dan scoring beberapa peta parameter banjir (kemiringan lereng, jenis tanah, kerapatan drainase, curah hujan dan penggunaan lahan) dan survey wawancara untuk mengetahui upaya mitigasi yang diterapkan. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kerawanan banjir wilayah Sub DAS Samin sebagian besar termasuk tingkat rawan – sangat rawan yaitu seluas 53,826,73Ha (84,77%). Daerah yang termasuk kategori rawan – sangat rawan berada di wilayah hilir dan tengah meliputi Kecamatan Mojolaban, Polokarto, Bendosari, Sukoharjo, Karanganyar, Jumapolo, Jaten, Karanganyar, dan Kebakkramat. Berdasarkan hasil analisis spasial dan wawancara bahwa Desa Tegalmade yang terletak di Kecamatan Mojolaban merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana banjir tinggi. Hasil peta kerawanan bencana banjir dapat diintegrasikan sebagai sebuah rekomendasi dalam perencanaan tata ruang berbasis mitigasi bencana. Upaya mitigasi bencana banjir yang diterapkan yaitu dengan pengembangan masyarakat tangguh bencana di Desa Tegalmade. Pengembangan masyarakat tangguh bencana dilakukan melalui penyiapan infrastruktur berupa perbaikan tanggul secara permanen, perbaikan lingkungan berupa penanaman tanaman konservasi “Bambu” di sempadan sungai, penyiapan kelembagaan dan kesiapsiagaan baik pemerintah terkait maupun masyarakat rawan bencana, sehingga potensi kerawanan banjir dan dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisir.Kata kunci : kerawanan banjir, mitigasi, sig, masyarakat tangguh bencana
Inside Cover JTL Vol 18, No 2, Juli 2017 JTL Vol 18, No 2, Juli 2017, Inside Cover
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.981 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.2264

Abstract

Perhitungan Potensi Limbah Padat Kelapa Sawit untuk Sumber Energi Terbaharukan dengan Metode LCA Susanto, Joko Prayitno; Santoso, Arif Dwi; Suwedi, Nawa
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.983 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.2046

Abstract

Proses produksi crude palm oil (CPO) dan biodiesel kelapa sawit menghasilkan limbah padat sebanyak 35-40% dari total tandan buah segar (TBS) yang diolah, dalam bentuk tandan buah kosong, serat, cangkang buah dan abu bakar. Keberadaan limbah yang melimpah ini berpotensi mencemari lingkungan bila tidak tertangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk membahas dan menghitung potensi limbah padat sawit menjadi energi terbarukan dan pengaruhnya terhadap peningkatan nilai net energy ratio (NER) dan net energy balance (NEB). Dalam penelitian ini digunakan metode life cycle assessment (LCA) untuk menghitung neraca limbah padat yang hasilnya akan dikonversikan ke dalam nilai faktor energi dari sumber pustaka yang terpercaya. Hasil neraca massa limbah sawit menunjukkan bahwa total limbah padat serat dan cangkang yang dihasilkan setiap pengolahan 1 ton TBS adalah 130 kg dan 65 kg. Limbah ini bila digunakan sebagai bahan bakar boiler akan berpotensi menghasilkan energi sebesar 10.118 MJ/ton biodiesel. Tambahan energi terbarukan ini akan meningkatkan nilai NER dan NEB secara signifikan. Nilai NEB naik 27.199 MJ menjadi sekitar 37.317 MJ (37,2%) dan nilai NER naik dari 3,19 menjadi 4,01 atau meningkat 25,5%.Kata kunci : CPO, biodiesel, kelapa sawit, limbah padat sawit, NER, NEB, LCA 
Emisi CO2 dari Pengembangan Biodiesel Kelapa Sawit: Simulasi Perhitungan Menggunakan Software SMART-EPOI Suwedi, Nawa
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.849 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.2048

Abstract

Salah satu jenis energi baru dan terbarukan yang didorong pemerintah untuk dikembangkan adalah biodiesel kelapa sawit. Dalam kebijakannya pada tahun 2020 pemerintah bertekad untuk meningkatkan bauran energi biodiesel kelapa sawit ke dalam solar sebesar 20% dari konsumsi energi nasional. Terkait dengan komitmen pemerintah di dalam protokol Kyoto, pengembangan biodiesel kelapa sawit merupakan bagian dari rencana aksi nasional pengurangan gas rumah kaca (RAN-GRK) khususnya di sektor energi dan transportasi. Oleh karena itu, dalam rangka mendukung program RAN-GRK penelitian ini ditujukan pada penghitungan besarnya penurunan emisi CO2 dari kegiatan pengembangan biodiesel kelapa sawit. Besarnya penurunan emisi CO2 dihitung dengan menggunakan perangkat lunak Smart-EPOI (Smart Evaluation of Palm Oil Industry) yang dikembangkan oleh peneliti sendiri. Hasil perhitungan penurunan emisi CO2 dari penggunaan 4,82 juta kilo liter biodiesel kelapa sawit per tahun adalah 9.043,56  ton CO2e/tahun.Kata Kunci: Emisi CO2, gas rumah kaca, biodiesel kelapa sawit, RAN-GRK, dan Smart-EPOI
Jejak Karbon Individu Pegawai di Instansi Pemerintah Studi Kasus Pegawai Pemerintahan di Kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan Santoso, Arif Dwi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.719 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.2242

Abstract

Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca (GRK) di atmosfir bumi sebagian besar disebabkan oleh gas karbon dioksida (CO2), termasuk didalamnya adalah emisi gas karbondiosida yang dihasilkan dari aktivitas individu manusia dalam waktu tertentu yang disebut jejak karbon atau carbon footprint. Dalam penelitian ini jejak karbon individu dihitung dari berbagai aktivitas individu yang berpotensi menghasilkan emisi terhadap 35 sampel pegawai yang bekerja pada Instansi Pemerintah di kawasan Puspiptek Tangerang Selatan. Perhitungan jejak karbon dilakukan dengan menggunakan perhitungan emisi faktor yang telah diadaptasi dari sumber yang terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pegawai yang berkantor di kawasan Puspiptek secara rutin mengemisikan gas karbon sebesar 3.1 - 6.6 ton CO2-e/orang/tahun  atau rata-rata 4,96 ±1,23 ton CO2-e/orang/tahun.  Emisi karbon terdistribusi untuk aktivitas transportasi sebesar 2,3 ±0,78 ton CO2-e/ orang/tahun, konsumsi makanan sebesar sebesar 1,35 ±0,27 ton CO2-e/orang/tahun, hiburan 0,34 ±0,13 ton CO2-e/ orang/tahun, sampah 0,29 ±0,05 ton CO2-e/orang/tahun dan keperluan lainnya 0,39 ±0,02 ton CO2-e/orang/tahun. Hasil investigasi menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara emisi karbon yang dikeluarkan oleh pegawai laki-laki dan pegawai perempuan. Pegawai laki-laki mengemisikan gas karbon sebesar 4,965 ton CO2-e/orang/tahun sedangkan pegawai perempuan sebesar 4,923 ton CO2-e/orang/tahun. Tingginya aktivitas kantor yang diwakili oleh pegawai  dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi meningkatkan emisi. Demikian pula dengan semakin tinggi gaji pegawai mempengaruhi tingginya emisi karbon secara signifikan.Kata kunci : pemanasan global, gas rumah kaca (GRK), jejak karbon, pegawai Instansi Pemerintah 
Preface JTL Vol 18, No 2, Juli 2017 JTL Vol 18, No 2, Juli 2017, Preface
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.226 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.2265

Abstract

Struktur Komunitas Makrozoobentos di Situ Gintung, Situ Bungur Dan Situ Kuru, Ciputat Timur Rijaluddin, Alfan Farhan; Wijayanti, Fahma; Haryadi, Joni
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.745 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.1613

Abstract

Makrozoobentos adalah biota yang hidup di dalam substrat maupun menempel di permukaan dasar perairan. Makrozoobentos memiliki peran penting dalam eksositem akuatik, yaitu sebagai sumber makanan biota perairan dan sebagai detritus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman makrozoobentos di Situ Gintung, Situ Bungur dan Situ Kuru. Titik pengambilan sampel terdiri dari 5 stasiun dengan masing-masing 3 ulangan. Faktor fisik kimia makrozoobentos diuji dengan t-test. Hasil t-test menunjukkan di Situ Gintung dan Situ Bungur hanya nilai pH yang berbeda (p<0,01), sedangkan Situ Kuru memiliki kondisi fisik kimia yang berbeda dengan Situ Gintung dan Situ Bungur (p<0,01). Makrozoobentos yang ditemukan di ketiga lokasi pengamatan seluruhnya terdiri dari 10 famili dan 16 jenis. Makrozoobentos dari jenis P. canaliculata terlihat mendominasi pada lokasi Situ Gintung. Sedangkan pada lokasi Situ Kuru jenis T. tubifex ditemukan lebih mendominasi. Nilai indeks keanekaragaman (H’) di Situ Gintung (1,74) dan Situ Bungur (2,29) yang tergolong sedang, mengindikasikan kedua perairan tercemar sedang. Sedangkan nilai indeks keanekaragaman Situ Kuru (0,92) yang rendah, mengindikasikan perairan tersebut tercemar berat.Kata kunci : keanekaragaman, makrozoobentos, Situ Gintung, Situ Bungur, Situ Kuru
Paparan Limbah Cair Industri Mengandung Logam Berat pada Lahan Sawah di Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung Komarawidjaja, Wage
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.267 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.2047

Abstract

Lahan persawahan di Jelegong, Kecamatan Rancaekek merupakan salah satu wilayah yang terkena dampak limbah cair kawasan Industri tekstil. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan di desa Jelegong, yang bertujuan mengkaji paparan kandungan logam berat limbah  industri tekstil di lahan persawahan.Hasil analisa contoh tanah dari lahan persawahan tersebut, menunjukkan beberapa logam berat terdeteksi dalam konsentrasi yang cukup tinggi.  Kandungan logam berat yang tinggi adalah Cr (0,06-174,7 mg/l), As (0,28-4,0 mg/l) dan Hg (25,9 – 92,2 mg/l), sementara konsentrasi logam berat yang lain, Pb(0,05 – 11,7 mg/l), Cd (0,02 – 0,17 mg/l).  Kandungan Cr contoh tanah sawah menurut peraturan USEPA termasuk dalam kategori tercemar ringanpada titik sampel LS-4(Cr 25,6mg/l), LS-03(Cr 27,4mg/l), LS-02(Cr 34,1mg/l) dan tercemar beratpada LS-01(Cr 174,7mg/l). Sementara berdasarkan bakumutu lahan tercemar logam berat Thailand, As  dan Hg telah melampaui batas maskimum yang diperbolehkan, dimana untuk contoh tanah LS-03 (As 4,0mg/l) dan LS-04(As 4,2mg/l), sedangkan untuk Hg telah melampaui batas maskimum yang diperbolehkan pada contoh tanah LS-02(Hg 25,9mg/l) dan LS-01(Hg 92,2mg/l).Mengingat konsentrasi logam berat yang terukur merupakan hasil akumulasi, maka meskipun beberapa kandungan logam berat terukur rendah, tetap harus dilakukan pengawasan yang teratur.Kata kunci :industri tekstil, limbah cair tekstil, logam berat, lahan sawah
Distribusi Spasial Salinitas Air Tanah Dangkal di DAS Ciujung dan Cidurian, Kabupaten Serang, Provinsi Banten Prihartanto, Prihartanto
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.724 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.959

Abstract

Salah satu isu penting dalam pemanfaatan air tanah di Kabupaten Serang adalah tingginya salinitas di bagian Utara DAS Ciujung dan Cidurian. Masyarakat yang tinggal di area ini umumnya tidak mau menggunakan air sumur dangkal sebagai air minum karena rasanya yang payau. Tingginya salinitas air tanah dangkal berhubungan dengan batuan penyusun dalam bentuk endapan aluvial di bagian utara kedua DAS yang memungkinkan terjadinya intrusi air laut ke daratan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang pola distribusi spasial salinitas air tanah dangkal di bagian hilir DAS Ciujung dan Cidurian berdasarkan kepada hasil pengukuran salinitas secara in-situ. Salinitas air diukur pada 16 sumur dangkal di kedua DAS. Berdasarkan hasil pengukuran, salinitas air tanah dangkal pada wilayah studi dapat dikelompokan pada dua kategori yaitu : air tawar dan payau. Dengan melakukan interpolasi nilai-nilai salinitas menggunakan software ArcGIS extension 3D Analyst, maka diperoleh bahwa telah terjadi intrusi air laut di bagian utara kedua DAS. Berdasarkan hasil analisis, dapat diidentifikasi adanya jebakan air laut di dalam akuifer menggantung di DAS Cidurian dengan nilai salinitas tertinggi ditemukan di Kecamatan Carenang. Salinitas air tanah dangkal di DAS Ciujung dan Cidurian menurun secara eksponesial dari pantai Utara ke arah Selatan. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengelolaan air tanah dangkal sebagai air baku air minum di Kabupaten Serang.Kata kunci: salinitas, air tanah, intrusi, jebakan air laut, akuifer menggantung

Page 2 of 3 | Total Record : 23


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 3 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol. 12 No. 3 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol. 11 No. 3 (2010) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol. 10 No. 3 (2009) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 3 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 3 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN More Issue