cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 19 No. 1 (2018)" : 20 Documents clear
Kajian Dispersi Panas Akibat Air Limbah Rencana Pembangunan PLTU Kuala Tungkal - Provinsi Jambi Wibowo, Mardi; Asvaliantina, Velly
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1214.869 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.1736

Abstract

Saat ini untuk memenuhi kebutuhan energi listrik pemerintah mencanangkan program pembangunan pembangkit listrik 10.000 MW. Salah satu implementasinya dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batubara seperti PLTU Kuala Tungkal di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Propinsi Jambi. Permasalahan utama kegiatan PLTU adalah suhu air buangan yang jauh lebih tinggi dari suhu perairan di sekitarnya. Kenaikan suhu ini selain akan mengurangi efisiensi sistem pendinginan juga dapat membahayakan kehidupan aquatik. Untuk meminimalkan dampak perlu dilakukan pemodelan adveksi/dispersi panas sebelum dilakukan pembangunan PLTU. Dengan pemodelan ini akan diketahui sebaran panas buangan PLTU secara 3-dimensi, sehingga sejak awal dapat dilakukan upaya-upaya untuk mengurangi dampak negatif yang muncul. Selain itu model ini dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan lokasi intake dan outfall sistem air pendingin. Studi ini dilakukan dalam beberapa skenario dengan menggunakan perangkat lunak MIKE 3. Berdasarkan hasil pemodelan diketahui bahwa resirkulasi air pendingin dengan intensitas cukup kecil (<0,3 oC) diprediksi dapat terjadi pada saat air pasang menjadi lebih parah bila debit sungai dari hulu berkurang. Sebaran air bahang dengan perbedaan temperatur terhadap suhu air ambien (ΔT) > 2 oC, hanya terjadi pada daerah yang sangat terbatas, yaitu maksimum sekitar 45 m ke arah timur dari lokasi outfall.  
Back Cover JTL Vol 19, No 1, Januari 2018 Vol 19, No 1, Januari 2018, Back Cover JTL
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.227 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.2722

Abstract

Optimalisasi Pemanfaatan Gas Metana: Sebagai Sumber Energi di Pabrik Kelapa Sawit sebagai Antisipasi Harga Jual Listrik Berdasarkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) Pembangkitan Febijanto, Irhan
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.83 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.2071

Abstract

Pada akhir Maret 2017, telah dikeluarkan regulasi baru oleh Pemerintah terkait harga jual listrik. Sayangnya,harga jual listrik yang baru ini lebih rendah dari pada harga jual listrik sebelumnya. Penetapan harga baru ini akan menurunkan tingkat keekonomian dari pengoperasian pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg), sehingga pembangunan PLTBg di Indonesia menjadi kurang menarik bagi para investor. Kondisi ini sangat tidak baik bagi iklim pembangunan energi terbarukan di Indonesia. Untuk itu berdasarkan studi kasus pembangunan PLTBg Terantam, Riau maka direkomendasikan pemanfaatan gas metana tidak hanya sebagai bahan bakar PLTBg saja tetapi juga sebagai pengganti sebagian bahan bakar cangkang di boiler PKS. Makalah ini membuktikkan kenaikan tingkat keekonomian dari hasil penjualan cangkang untuk PLTBg dengan kapasitas 1.025 kW. Estimasi ketersediaan jumlah gas metana dilakukan dengan menggunakan metodologi UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change). Dengan adanya pendapatan tambahan, IRR naik dari 11,45% menjadi 16,41% dan NPV naik dari  Rp. -1.086,4 x 106 menjadi  Rp 3.717,85 x 106.
Inside Cover JTL Vol 19, No 1, Januari 2018 JTL Vol 19, No 1, Januari 2018, Inside Cover
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.001 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.2718

Abstract

Upaya Penghematan Air Bersih di Gedung Perkantoran Studi Kasus : Penghematan Air di Gedung Kantor BPPT Yudo, Satmoko
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.257 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.2485

Abstract

Pertumbuhan jumlah industri dan perkantoran yang pesat saat ini mengakibatkan kebutuhan dan pemakaian air yang terus meningkat setiap tahunnya. Pemerintah pun berupaya sekuat tenaga untuk mengurangi konsumsi air di lingkungan gedung dan perkantoran pemerintahan, salah satunya dengan mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 13 Tahun 2011. Instruksi presiden itu diterbitkan untuk memberikan panutan dari aparatur pemerintahan kepada masyarakat dan upaya mengubah perilaku boros dan jauh dari prinsip efisiensi pada pemakaian energi dan air.   Tujuan dari penulisan paper ini adalah melakukan identifikasi upaya-upaya yang harus dilakukan dalam melaksanakan kegiatan penghematan air di gedung perkantoran. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian telah berusaha melaksanakan Inpres tersebut dengan melakukan beberapa upaya untuk menghemat air. Faktor yang paling penting dari upaya tersebut adalah komitmen dari top manajemen untuk mendukung secara penuh pada gerakan penghematan air. Melalui gerakan ini, BPPT telah melakukan penurunan pemakaian air (38,13%) yang signifikan dan telah memperoleh pengakuan sebagai gedung yang hemat energi dan air dalam lomba Penghargaan Efisensi Energi Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Penilaian Daya Tampung Sungai Jangkok dan Sungai Ancar Terhadap Polutan Organik Marganingrum, Dyah; Djuwansah, Muhammad Rahman; Mulyono, Asep
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.235 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.1789

Abstract

Makalah ini bertujuan melakukan penilaian daya tampung sungai Jangkok dan Sungai Ancar terhadap polutan organik. Metode yang digunakan adalah persamaan Oxygen Sag Streeter Phelps dengan data pengukuran hidrolik sungai maupun data polutan kimia organik.  Polutan organik yang diukur terdiri atas oksigen terlarut (DO), penggunaan oksigen secara biologis (BOD), dan penggunaan oksigen secara kimiawi (COD). Hasil analisis menunjukkan bahwa Sungai Jangkok masih memiliki kemampuan daya pulih secara alamiah pada segmen yang diukur dengan nilai DO defisit maksimum sebesar 1889 kg/hari. DO defisit tersebut terkait dengan tingginya nilai BOD pada titik pengamatan karena penambahan air buangan melalui saluran drainase. Sedangkan Sungai Ancar menunjukkan kondisi dimana daya pulihnya relatif lebih rendah meskipun DO defisit maksimumnya lebih kecil dari Sungai Jangkok, yaitu sebesar 1044 kg/hari. Ada inidkasi bahwa rendahnya DO defisit pada Sungai Ancar karena adanya faktor turbulensi yang dapat meningkatkan laju reaerasi. Turbulensi terjadi karena adanya bebatuan yang terletak di aliran sungai serta bendung. Oleh karena itu, guna meningkatkan daya tampung sungai terhadap polutan yang masuk, perlu melakukan dua usaha secara simultan yaitu pengendalian limbah yang masuk ke badan sungai serta intervensi teknologi. 
Status Kualitas Air Sungai Ciliwung di Wilayah DKI Jakarta Studi Kasus : Pemasangan Stasiun Online Monitoring Kualitas Air di Segmen Kelapa Dua – Masjid Istiqlal Yudo, Satmoko; Said, Nusa Idaman
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.298 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.2243

Abstract

Sungai Ciliwung merupakan sungai yang mengalir melalui tengah kota Jakarta dan melintasi banyak perumahan dan perkampungan padat. Hal ini menyebabkan kondisi sungai Ciliwung menjadi tercemar berat baik dari limbah cair maupun limbah padat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air dan beban pencemaran air yang ada di sungai Ciliwung serta untuk menentukan titik lokasi pemasangan stasiun online monitoring kualitas air. Metode penelitian yang digunakan adalah melakukan analisis terhadap hasil sampel kualitas air yang diambil dari beberapa titik di sungai Ciliwung.Hasil analisis menunjukkan bahwa telah terjadi pencemaran berat di beberapa lokasi di sungai Ciliwung khususnya daerah yang menuju hilir sungai Ciliwung.Selain itu dari hasil analisis telah ditentukan 8 (delapan) titik lokasi rencana penempatan unit online monitoring kualitas air, karena keterbatasan dana saat ini baru ditempatkan 3 (tiga) unit online monitoring di lokasi mewakili hulu, tengah dan hilir di sepanjang sungai Ciliwung.
Preface JTL Vol 19, No 1, Januari 2018 Vol 19, No 1, Januari 2018, Preface JTL
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.129 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.2719

Abstract

Profitabilitas Biodiesel dari Biomasa Mikroalga Widodo, Lestario; Ihsan, Iif Miftahul; Santoso, Arif Dwi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.729 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.2551

Abstract

Dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil terutama bahan bakar minyak (BBM), Pemerintah Indonesia menargetkan penggunan bahan bakar nabati (BBN) seperti bioetanol dan biodiesel sebanyak 5% pada tahun 2025. Kendala utama dalam hal pengembangan BBN ini adalahadanya kompetisi bahan baku BBN dengan penyediaan bahan pangan, keterbatasan dalam hal sarana dan prasarana serta kendala non teknis lainnya misalnya berupa fluktuasi harga minyak mentah dunia. Bila kondisi harga minyak mentah dunia naik, maka kondisi ini akan mendorong upayadiversifikasi energi, demikian pula sebaliknya. Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan produktifitas BBN biodiesel mikroalga dengan membandingkan harga produksinya dengan harga minyak mentah dunia. Mengacu pada hasil perbandingan biaya produksi mikroalga dengan harga minyak mentah jugadianalisis upaya peningkatan nilai profitabilitas biodiesel mikroalga dengan meningkatkan efisiensi produktivitas melalui pemanfaatan limbah sebagai input produksi dan meningkatkan produk tambahan, serta penambahan inovasi produksi dengan pemanfaatan limbah dan penganekaragaman produk. Hasilperhitungan menyatakan bahwa pada kondisi harga minyak mentah sebesar 70 US$/barel maka biaya produksi bahan baku minyak alga tidak boleh lebih dari Rp. 6.180,-/liter. Penambahan inovasi produksi dengan pemanfaatan limbah dan penganekaragaman produk dapat meningkatkan profitabilitas sebesar 14,2% dan 30,5% atau menurunkan biaya produksi biodiesel dari Rp. 9.025,-/liter menjadi Rp.6.270,/liter.
Informasi Perubahan Tutupan Hutan Indonesia Untuk Mendukung Inventarisasi Nasional Emisi dan Serapan Gas Rumah Kaca Diseminasi Berbasis Aplikasi Web Sistem Informasi Geografis Sarno, Sarno; Budoyo, Soko
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.464 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.1815

Abstract

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional mendukung penuh komitmen pemerintah Indonesia untuk melakukan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) 26 hingga 41 persen pada tahun 2020 dan berkontribusi melalui metode standar – perubahan tutupan hutan dalam Indonesian National Carbon Accounting System (INCAS). Metode standar ini menjelaskan proses yang digunakan program penginderaan jauh INCAS - Analisis Perubahan Tutupan Lahan (LCCA), dalam memantau perubahan tutupan hutan di Indonesia untuk menghasilkan peta tahunan luas dan perubahan hutan nasional dari citra Landsat dalam rentang waktu periode 13 tahun dari 2000 hingga 2012 dan menjadi input untuk penghitungan karbon. INCAS menyediakan sebuah pendekatan yang sistematis dan konsisten secara nasional untuk mengukur emisi dan serapan GRK sektor berbasis lahan, utamanya sektor kehutanan di Indonesia. Penelitian ini merupakan perluasan cara tradisional pelaksanaan diseminasi dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi spasial. Dalam upaya memudahkan pelaksanaan penyebarluasan informasi kepada masyarakat luas dengan baik, dikembangkan sistem diseminasi berbasis “Aplikasi Web Sistem Informasi Geografis”. Informasi yang dihasilkan mudah diakses melalui jaringan informasi elektronik dan berinteraksi melalui peramban web. Pengguna secara mudah dapat menerapkan penyajian visualisasi spasial dinamis,  menjalankan fungsi-fungsi operasi pemetaan web dan analissi spasial informasi perubahan tutupan hutan Indonesia untuk mendukung inventarisasi nasional emisi dan serapan GRK.

Page 2 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 3 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol. 12 No. 3 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol. 11 No. 3 (2010) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol. 10 No. 3 (2009) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 3 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 3 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN More Issue