cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Arjuna Subject : -
Articles 1,211 Documents
PEMASYARAKATAN UNIT PENGOLAHAN AIR SIAP MINUM SKALA INDUSTRI KECIL Nusa Idaman Said; Wahyu Widayat
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.571 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i3.186

Abstract

Berdasarkan data ststistik 1995, prosentasi banyaknya rumah tangga dan sumber air minum yang digunakan di berbagai daerah di Indonesia sangat bervariasi tergantung dari kondisi geografisnya. Secara nasional yakni sebagai berikut : Yang menggunakan air leding 16,08 %, air tanah dengan memakai pompa 11,61 %, air sumur (perigi) 49,92 %, mata air (air sumber) 13,92 %, air sungai 4,91 %, air hujan 2,62 % dan lainnya 0,80 %. Permasalahan yang timbul yakni sering dijumpai bahwa kulaitas air tanah maupun air sungai yang digunakan masyarakat kurang memenuhi syarat sebagai air minum yang sehat bahkan di beberapa tempat bahkan tidak layak untuk diminum. Air yang layak diminum, mempunyai standar persyaratan tertentu yakni persyaratan fisis, kimiawi dan bakteriologis, dan syarat tersebut merupakan satu kesatuan. Jadi jika ada satu saja parameter yang tidak memenuhi syarat maka air tersebut tidak layak untuk diminum. Untuk daerah kawasan pemukiman yang telah dibangun di daerah yang kualitas air tanahnya buruk, serta belum mendapatkan pelayanan air bersih dari PAM setempat maka masyarakat terpaksa memenuhi kebutuhan air minum mereka dengan cara membeli air minum kemasan dengan harga yang mahal. Untuk menanggulangi masalah tersebut, salah satu alternatif yakni dengan cara mengolah air tanah atau air sumur sehingga didapatkan air siap minum dengan kualitas yang memenuhi syarat kesehatan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas, yakni dengan caramengembangkan dan memasyarakatkan paket teknologi untuk mengolah air sumur atau air PAM menjadi air yang dapat langsung diminum tanpa dimasak terlebih dahulu. Unit alat tersebut terdiri dari antara lain : pompa air baku, filter bertekanan, filter mangan zeolit, filter karbon aktif, cartridge filter, sterilisator ultra violet dan ozon generator. Tujuan dari kegiatan ini adalah memasyarakatkan teknologi pengolahan air siap minum yakni air yang dapat langsung diminum tanpa dimasak untuk skala industri kecil (kapasitas 10.000 - 20.000 liter per hari air siap minum) yang hasilnya dapat dijual kepada masyarakat dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan apabila membeli air minum kemasan. Sasaran kegiatan ini adalah membagun satu percontohan unit pengolahan air siap minum di dalam suatu kawasan pemukimnan yang rawan air bersih yang dapat dikelola oleh koperasi atau unit usaha setempat dan hasilnya dapat dijual kepada masyarakat setempat dengan harga yang lebih murah. Diharapkan hasil penjualan dari air tersebut dapat memberikan peluang usaha dan dapat digulirkan ke tempat lain.
TINGKAT PENCEMARAN AIR PERMUKAAN DI KODYA YOGYAKARTA Sudaryono Sudaryono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.377 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i3.187

Abstract

Perkembangan kota yang tidak terkendali sering menimbulkan berbagai persoalan baik sosial, ekonomi, keamanan dan lingkungan, utamanya masalah pencemaran terhadap air permukaan maupun air tanah yang bersumber dari limbah industri, domistik, maupun limbah pertanian. Akibat dari pencemaran tersebut, kondisi air permukaan (sungai) di Kotamadya Yogyakarta telah terjadi penurunan kualitas, terutama meningkatnya kandungan Nitrit dan bakteri coli yang melebihi ambang batas baku mutu lingkungan.Untuk pencegahannya perlu kiranya adanya upaya-upaya untuk melakukanperbaikan lingkungan fisik, perbaikan saluran pembuangan limbah, pengolahanlimbah, maupun sistem usahatani dengan menerapkan sistem pemupukanberimbang.
PENENTUAN PARAMETER MODEL NRECA UNTUK PULAU NATUNA Teddy W Sudinda
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.409 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i3.188

Abstract

Ketersediaan data debit sungai di P. Natuna sangat kurang dan jarang biladibandingkan dengan P. Jawa. Oleh karena itu dirasakan perlu untukmengembangkan suatu metoda untuk mensimulasi data debit untuk setiap lokasi yang tidak mempunyai pos duga air sama sekali. Penulis mencoba menganalisa potensi sungai tersebut dengan pendekatan Model NRECA. Dalam metoda ini dilakukan pendekatan dengan menggunakan data curah hujan yang sejenis sehingga diperoleh parameter NRECA yang kemudian digunakan dalam memperkirakan debit maksimum dari sungai yang ada di Pulau Natuna.
DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN HUJAN BUATAN DENGAN BAHAN SEMAI Calsium Oxyde (Ca O) STUDI KASUS : KEGIATAN PENELITIAN HUJAN BUATAN DI DAS SAGULING JAWA BARAT PERIODE 10 DESEMBER 1999 S.D. 04 JANUARI 2000 F.Heru Widodo
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.148 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i3.189

Abstract

Technology of weather modification is one of human interventions to manage atmospheric resources. Other than to increase rainfall, the UPT Hujan Buatan is currently assessing the application of weather modification to lower the intensity of rainfall as inspired by the community. This activity has been applied on two locations: Jratun Seluna Watershed in Central Java and Saguling Watershed in West Java. On assessment of technology for lowering the intensity of rainfall, Calcium Oxide (CaO) was used as a seed material. To analyze whether this material affect negatively to thequality of rain fall and reservoir, a monitoring of the environment was conducted in target areas. This monitoring activity was intended to have an early diagnosis of any changes to qualities of rain fall or the reservoir water that might occur. The method used in this analysis was the comparative method that compares the result analysis of rain fall and reservoir water qualities with a maximum content value according to the PP No. 20 of 1990 for standard water quality type A. The analysis showed that the use of Ca O during modification activity gave no effect on qualities of rain fall and reservoir water because they were still under the maximum limit of standard quality type A, before, during and after the modification activity. In general, rainwater and reservoir water qualities, notably the pH parameter, for areas of Cemara and Banjaran during the activity were still below the maximum limit of standard water quality. This fact may be due to the existence of various industries in the area.
PEMANFAATAN METODE FLOW INJECTION ANALYSIS (FIA) UNTUK ANALISA PHOSPATE PADA KONSENTRASI ULTRA-TRACE DALAM SAMPEL AIR Joko Prayitno Susanto
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.76 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i3.190

Abstract

Dalam paper ini akan dilaporkan tentang hasil penelitian analisa ion phosphatpada konsentrasi rendah (ultra-trace concentration) yang terkandung dalamsampel air dengan metoda FIA - spektrophotometer. Penelitian ini didasarkanpada reaksi pembentukan ion associate (ion gabungan) berwarna antaramolybdophosphate and Malachite Green (MG) serta proses filtrasi ionassociate pada mikro membran filter (membran filter cellulose nitrate, ukuranpori-pori 1.0 mm; ukuran membran 9 mm) yang dilanjutkan dengan prosespelarutan membran filter pada sedikit (1 ml atau kurang) Methyl Cellosolveuntuk dianalisa dengan menggunakan sistem FIA-Spektrophotometer. Hasilanalisa menggunakan metode ini menunjukkan bahwa absorbance, standarddeviation (SD) dan relative standard deviation (RSD) dari larutan blanko,masing-masing adalah 0.027, 0.0005 and 1.8%. Grafik kalibrasi yangdiperoleh menunjukkan linier pada konsentrasi phosphat antara 0.018 to 1.0ppb, dengan LOD (Limit of detection) hingga 3 ppb.
MANFAAT PEMANTAUAN DALAM BIDANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN Satmoko Yudo
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.468 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i3.191

Abstract

In the next World Free Trade Era, presumably 70% industrial growth, especially in Java will be centered around the cities and this situation will increase environmental pollutions. The government continuously do the efforts to keep down the problems although there are also many pollution cases that couldn’t be completed. Because of lack in continous control and monitor by institution which handle environmental problems.This paper explains the role of monitoring environmental management, especially in monitoring environmental pollutions. As supporting data this paper discuss a case about using information technology in environmental managemnet in Japanesse Environmental Offices. This case shows that monitoring environmental pollutions, air water and others is an important job which is done by environmental departement in Japanese local government office. The environmental pollution monitoring has an important role in controling environmental pollutions.
MENGUBAH LIMBAH SLUDGE PABRIK PULP DAN KERTAS MENJADI PRODUK BERGUNA Sri Wahyono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.846 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i3.192

Abstract

Pulp and paper mills are one of the important industries that contribute ingovernment’s income. Unfortunatelly, they also produce the wastes, such assludge that potentially degrade the environmental quality. The common treatments of sludge are landfilling and incinerating. However, the current trend is to recycle of sludge or it is used for producing the valuable products like absorbents, fillers, compost, etc. These are more attractives than landfilling or incinerating due to economically benefit.
ZEOLIT UNTUK MENGURANGI KESADAHAN AIR Ruliasih Marsidi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.865 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v2i1.193

Abstract

Dalam penggunaannya, air mempunyai persyaratan tertentu, baik untuk air rumah tangga maupun air industri. Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah angka kesadahan air, yaitu angka yang berhubungan dengan jumlah kandungan calsium dan magnesium. Kedua unsur ini khususnya pada air minum diperlukan, namun hanya sampai dengan batas tertentu, karena kelebihan unsur ini dapat berakibat pada kesehatan. Pada penggunaan air untuk cuci dan mandi kelebihan unsur calsium dan magnesium akan mengurangi efektifitas sabun/detergen, bahkanuntuk air industri kandungan unsur-unsur tersebut sebaiknya nol, karena adanya kedua unsur ini dapat merusak peralatan pemanas pada industri.Untuk membantu masyarakat, terutama pelaku industri kecil dan industri rumah tangga, telah dilakukan penelitian mengenai cara penghilangan kandungan unsur calsium dan magnesium dari dalam air . Dalam tulisan ini diinformasikan beberapa cara penghilangan kesadahan air atau biasa disebut dengan pelunakan air, namun percobaan yang dilakukan hanya terbatas pada cara pelunakan air sadah dengan metoda penukar ion. Bahan penukar ion yang digunakan adalah zeolit alam, karena zeolit alam mudah diperoleh dan harganya relatif murah. Hasil percobaan menunjukkan adanya penurunan kadar kesadahan, namun zeolit alam ini cepat sekali mencapai jenuh, sehingga harus sering dilakukan proses regenerasi.
PENGHILANGAN AMONIAK DI DALAM AIR BAKU AIR MINUM DENGAN PROSES BIOFILTER TERCELUP MENGGUNAKAN MEDIA PLASTIK SARANG TAWON Nusa Idaman Said; Rina Tresnawaty
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.013 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v2i1.194

Abstract

Masalah air baku air minum di kota-kota besar misalnya Jakarta, Surabaya, dan kota besar lainnya semakin hari kualitasnya semakin menurun. Hal inimengakibatkan semakin mahalnya biaya produksi air baku dan pada kondisitertentu dapat menyebabkan PAM tidak dapat menghasilkan air yang baik.Dari hasil pemantauan yang dilakukan oleh PAM pada bulan September 2000 terhadap air baku (intake water) di instalasi PAM Cilandak menunjukkan bahwa konsentrasi amoniak bervariasi hingga mencapai sekitar 2,0 mg/l, dimana nilai konsentrasi tersebut telah melampaui ambang batas peruntukkan air baku air minum yakni sebesar 1 mg/l menurut Kep. Gub. KDKI Jakarta No. 582 th 1995.PAM di Indonsia khususnya PAM di DKI Jakarta menggunakan senyawa khlor (gas khlor atau kalsium hipoklorit) yang selain untuk proses desinfeksi juga digunakan untuk menghilangkan senyawa logam Fe, Mn, serta amoniak. Dengan semakin besarnya konsentrasi senyawa amoniak dalam air baku, maka amoniak akan dapat bereaksi dengan khlor menjadi khloramine yang daya desinfeksinya lebih lemah. Hal ini akan mengakibatkan konsumsi khlor akan menjadi lebih besar sehingga biaya operasi menjadi lebih tinggi.Selain itu dengan semakin besarnya konsentrasi senyawa khlor yang digunakan, maka hasil samping yang dihasilkan seperti terbentuknya senyawa trihalometan dan khlorophenol juga semakin besar. Senyawa-senyawa tersebut dapat mengakibatkan penyakit kanker (carcinogen). Oleh karena itu zat pencemar amoniak harus dihilangkan.Untuk mengurangi kadar amoniak di dalam air baku air minum maka air sungai harus diolah terlebih dahulu melalui suatu pengolahan pendahuluan sebelum masuk ke unit pengolahan. Salah satu alternatif yakni menggunakan proses biologis dengan sistem biofilter tercelup yang diisi dengan media penyangga dari bahan plastik tipe sarang tawon.Penelitian dilakukan dengan mengoperasikan secara kontinyu satu reaktor biofilter tercelup menggunakan media palstik tipe sarang tawon dengan, ukuran 210 cm x 30 cm x 59 cm, volume total 371,7 liter.Efisiensi penurunan amoniak berdasarkan variasi waktu tinggal hidrolis 1-3 jam berkisar antara 48,74 % - 73.59 %. Pada pengolahan dengan pengkondisian waktu tinggal hidrolis 1 jam efisiensi penurunan sebesar 48.74%, untuk waktu tinggal 2 jam menunjukkan efisiensi sebesar 67.98 %, untuk waktu tinggal 3 jam efisiensi sebesar 73,59 %.Dari hasil percobaan di dapatkan persaman hubungan antara beban amoniak dengan efisiensi penghilangan amoniak yang ditunjukkan dengan persamaan :Y= -57,896 X + 79,859 di mana Y adalah efisiensi penghilangan amoniak (%), dan X adalah beban amoniak yang dinyatakan dalam gram amoniak/m2 media per hari, dengan nilai R (regresi) dengan harga R2 = 0,7486. Dari hasil tersebut terlihat bahwa dengan beban amoniak sebesar 0,1–0,7 gr/m2.hari di dapatkan efisiensi penghilangan amoniak antara 40 – 75 %.
PENGARUH PEMAKAIAN BIOFILTER STRUKTUR SARANG TAWON PADA PENGOLAH LIMBAH ORGANIK SISTEM KOMBINASI ANAEROB-AEROB (Studi Kasus : Limbah Tahu Dan Tempe) Arie Herlambang
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.314 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v2i1.195

Abstract

Wastewater treatment of a combined anaerobic-aerobic system is secondarywastewater treatment after physical treatment. Basically this wastewater treatment relies on bacteria in degrading pollutants. The use of honeycomb biofilter is to increase specific surface of media for attaching bacteria. Total volume of reactors is 280 liter, made of glass, equipped with two circulating pump and blower in the aerobic zone. The Biofilter is made of plastic, structurally like honeycomb. Its dimension is 28 cm x 25 cm x 30 cm, very light and easy to clean. It takes 14 days for seeding.The reactors were run in four different resident time, namely 7 days, 5 days, 3 days and 1 day. The raw water used in this experiment is wastewater from tofu and fermented soybean cake industries that have BOD around 300 - 500 mg/l. The water is sampled weekly and the results from 1,872 physical and chemical parameters from 144 water samples show that the reactors that using biofilters have better performance than the reactors using no biofilters. The Efficiency process in decreasing BOD value is around 51 - 91 % for resident time one day up to 7 days. Besides such a good relatively high efficiency, the hydraulic loading is around 0,48 - 3,33 m3/m2/ day and BOD loading is around 0, 20 - 0,43 kg BOD/m3/day.

Page 81 of 122 | Total Record : 1211


Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 3 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol. 12 No. 3 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol. 11 No. 3 (2010) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol. 10 No. 3 (2009) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 3 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 3 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN More Issue