JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Articles
1,211 Documents
PENGARUH UKURAN PARTIKEL CHITOSAN PADA PROSES DEGRADASI LIMBAH CAIR TEKSTIL
Teguh Prayudi;
Joko Prayitno Susanto
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (248.681 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v2i3.226
Sebagai salah satu dampak dari perkembangan industri, khususnya industri tektil adalah timbulnya berbagai masalah lingkungan yang diakibatkan oleh limbah industri yang belum terolah secara optimal. Hal ini disebabkan karena masih sedikitnya teknologi pengolahan limbah yang mudah dan murah untuk di terapkan.Pada Penelitian terdahulu (1) telah dicoba mengkaji efektivitas penggunaan chitosan untuk mengikat partikel-partikel koloid pada proses pengolahan limbah industri dalam air limbah industri tekstil. Sebagai kelanjutan penelitian di atas, pada penelitian ini dilakukan optimalisasi ukuran (mesh) untuk mengetahui ukuran chitosan yang paling optimal pada proses degradasi bahan-bahan pencemar dalam limbah industri.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel chitosan sangat berpengaruh terhadap daya adsorbsi polutan dan semakin kecil ukuran chitosan maka daya adsorpsi terhadap BOD5 dan COD semakin besar. Dari hasil penelitian diketahui pula bahwa kemampuan optimum chitosan mengadsorsi polutan dalam limbah cair adalah masing- masing 4,56% untuk BOD dan 4,49% untuk COD dari berat yang digunakan.
PERSEPSI DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP MANFAAT BANTUAN PSD-PU
Muhammad Ansorudin Sidik
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (263.838 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v2i3.227
Dirjen Cipta Karya telah memberikan bantuan PSD-PU kepada Pengembang dan Koperasi yang membangun RS dan RSS. Selama ini besarnya manfaat dari bantuan tersebut kepada masyarakat dan Pemda belum pernah diukur. Dengan berdasar kepada persepsi dan sikap masyarakat dilakukan kajian dengan menggunakan skala Likert yang diinterpretasikan ke dalam skala derajat manfaat.Dari kajian tersebut diketahui bahwa derajat manfaat yang diperoleh masyarakatatas bantuan prasarana jalan mendapat nilai rata-rata 67% yang berarti dalam derajat lebih bermanfaat. Demikian pula untuk bantuan saluran air dan gorong- gorong mendapat nilai rata-rata 79% yang masih dalam kategori lebih bermanfaat. Manfaat yang diperoleh antara lain : meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dapat menyerap tenaga kerja setempat, dapat menunjang perekonomian masyarakat sekitar, dan dapat meningkatkan nilai jual tanah.Sedangkan dari sudut pandang Pemda nilai rata-rata yang diperoleh 60% yang berarti dalam kategori bermanfaat. Adapun manfaat yang diperoleh antara lain dapat mendorong masyarakat membayar pajak.
DEGRADASI BAHAN ORGANIK LIMBAH CAIR INDUSTRI PERMEN DENGAN VARIASI WAKTU TINGGAL
Indriyati Indriyati
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.036 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v3i1.228
Limbah cair yang dihasilkan PT. Van Melle Indonesia (PTVMI), mengundangbahan organik tinggi dengan konsentrasi COD berkisar antara 10.000 – 30.000 mg/L. kandungan bahan organik yang tinggi dapat menimbulkan gangguan bagi perairan, sehingga perlu didegradasi salah satu alternatif teknologi pengolahan limbah yaitu menggunakan reaktor anaerobik lekat diatas terendam. Jenis reaktor ini adalah bioreaktor yang dilengkapi dengan bahan penyangga sebagai tempat massa mikroorganisme tumbuh dan berkembang biak.Penelitian ini dilakukan untuk melihat degradasi bahan organik limbah cair industri permen dengan variasi waktu tinggal 18, 14, 12 dan 10 hari yang dioperasikan secara kontinyu. Hasil degradasi bahan organik dengan variasi waktu tinggal terbaik di dapat pada waktu tinggal 12 hari dengan degradasi bahan organik terlarut sebesar 98,07%, pH efluen 6,90, produksi harian biogas 5 L/hari, produksi gas metan 3,25 L/hari dan kandungan gas metan 65%. Plastik yang digunakan sebagai media cukup efektif sebagai tempat menempelnya bakteri dengan porositas 87,30% dan luas permukaan efektif sebesar 514,40 M2/M3.
PENGELOLAAN SAMPAH PERMUKIMAN BERBASIS MASYARAKAT
Sri Wahyono;
Firman L. Sahwan
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (188.393 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v3i1.229
Kampung Banjarsari is a model of community based waste management in the Jakarta metropolitan area. It is becoming an example of an environmentally friendly kampung for other communities from different part of the country. What the Banjarsari reached is the results of very tight cooperation between Banjarsari community, UNESCO and Yayasan Kirai and BPPT since 1996. The main activities in Banjarsari are focused on (1) establishment of an environmental committee at the community level, (2) improvement of the waste collection system (sorting of waste), (3) capitalization on waste trough alternative livelihood activities (paper recycling, composting, growing of plants using locally produced compost as fertiliser), (4) greening programmes, and (5) public awareness.
PENCEMARAN LINGKUNGAN PERAIRAN SUNGAI SALAH SATU FAKTOR PENYEBAB BANJIR DI JAKARTA
Susmarkanto Susmarkanto
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (146.126 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v3i1.230
Flood is a natural dissaster that causes a lot of people suffer severely in most places of Jakarta, flood occurs yearly. Many factors effect this devastating dissasters one of which is caused by environment pollution of rivers. Main pollution comes from industrial and domestic waste. The contents of the waste continously couse river shallow and discarasing its wide. River shallow often causes flooding become river capasity in storing and flowing precipitation to the sea is decreasing. This paper assess the background of social cultural Behavior people that dispose their waste in river. The concept of river as the place for their waste and dirts has been their habit and value system on the urban and city. The bad habit causes river loose its function.
PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN SAMPAH MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INCENERATOR
Trisaksono Bagus
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (758.089 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v3i1.231
Sampah merupakan material pencemar lingkungan yang selalu ada setiap waktu. Untuk mengendalikan pencemaran, maka dilakukan upaya untuk membakar sampah tersebut menggunakan incenerator. Incenerator berfungsi sebagai pembakar sampah dan sebagai pembangkit uap dengan mengkonversikan panas pembakaran. Keuntungan penggunaan incenerator adalah kemampuannya untuk mereduksi sebagian besar timbunan sampah dan mampu menurunkan polusi lingkungan akibat penimbunan sampah. Sedangkan kerugian penggunaannya antara lain, gas buang membawa karbon dioksida (CO2)sejumlah besar yang akan terlepas ke udara serta pembawa unsur beracun dalam gas. Untuk mengendalikannya diperlukan peralatan tambahan sebelum gas dilepas ke udara , hal ini berarti tambahan biaya dalam konstruksi incenerator.
LEVEL KONTAMINASI SENYAWA ORGANOTIN DI PRODUK SEAFOOD DARI INDONESIA
Agus Sudaryanto
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (351.291 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v3i1.232
Contamination level of TBT and DBT in seafood products such as fish and mussels collected from several locations in Indonesia were compared with Indonesian Tolerable Average Residue Levels (TARL). TARL were calculated based on the Tolerable Daily Intake (TDI) of TBT and the seafood consumption of the average consumer in Indonesia. TARL for TBT in seafood from Indonesia is 360 ng/g per day for a person with an average body weight of 60 kg. Level concentration of TBT and TBT+DBT in fish and mussels from Indonesia still below the TARL for Indonesia. However these concentration levels have been increased to those from 1995 and indicating field ecotoxicological impact of TBT has been observed as occurring gastropod imposex in Eastern Indonesia. Therefore continuing research and significant study planning with cover more areas and variety of species of seafood products are needed.
PEMANASAN GLOBAL (GLOBAL WARMING)
Muhammad ramlan
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (145.858 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v3i1.233
Pada abad 18 telah dimulai revolusi industri antara lain dengan dibuatnya pabrik-pabrik, pembangkit listrik, kendaraan transportasi dan pertanian. Dua ratus tahun kemudian, negara-negara industri baru bermunculan baik di Eropa, Amerika bahkan di Asia. Industri memang membuat wajah dunia tampak semakin maju, misalnya kendaraan bermotor sebagai salah satu produk industri. Namun di sisi lain berdampak negatif terhadap lingkungan hidup manusia. Mesin-mesin kendaraan itu menggunakan bahan bakar dari bumi. Hasil pembakaran bahan bakar tersebut menghasilkan unsur CO dan CO2 yang menumpuk di udara dan akan menghasilkan efek seperti rumah kaca terhadap cahaya matahari yang akan masuk ke bumi. Bumi seolah-olah dilapisi oleh kedua gas tadi. Akibatnya, bumi terasa lebih panas dari biasanya. Hal ini disebut sebagai pemanasan global (Global Warming)
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI LINGKUNGAN DALAM PENGELOLAAN DAS YANG BERKELANJUTAN
Tusy Agustine Adibtoro
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (579.323 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v3i1.234
DAS merupakan bagian dari suatu proses hidrologi – yang dikenal sebagai siklus air – berfungsi sebagai penampung air hujan, daerah penyimpanan air, penangkap hujan dan pengaliran air. Air merupakan sumberdaya alam yang sangat vital dan merupakan faktor pembatas dan menentukan kualitas hidup manusia serta mahkluk hidup lainnya. Dari berbagai literatur diketahui bahwa telah terjadi penurunan kualitas dan kuantitas air sebagai akibat dari pendekatan pembangunan di sepanjang DAS yang semata-mata mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan keberlanjutan fungsi-fungsi lingkungan sejak kawasan hulu sampai dengan kawasan hilir. Belum lagi pendekatan pelaksanaan pembangunan yang terkotak-kotak dan dibatasi oleh wilayah administratif padahal suatu DAS biasanya melalui beberapa wilayah administratif sekaligus.Oleh karena itu, pendekatan baru pengelolaan DAS adalah pendekatan terpadu yang dikenal sebagai “One River, One Plan, One Management”. Makalah ini mencoba mengetengahkan peran teknologi pengelolaan lingkungan sebagai salah satu cara pemecahan permasalahan lingkungan yang telah terjadi maupun pencegahannya, jenis-jenis teknologi apa saja yang perlu dikembangkan serta beberapa hasil kajian di bidang teknologi pengelolaan lingkungan yang telah siap terap maupun yang sedang dan akan dilakukan yang dapat dimanfaatkan dalam suatu pengelolaan DAS terpadu.
EVALUASI PEMBANGUNAN WILAYAH PENGEMBANGAN SELATAN DKI JAKARTA SEBAGAI KAWASAN RESAPAN AIR
Sutopo Purwo Nugroho
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.179 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v3i1.235
Southern Development Region DKI Jakarta is set as a water recharge area in the mean of decreasing the problem of water resources in DKI Jakarta. The fact, however, this rule does not run well, because there is not action plan and along with followed by development control and law enforcement. what that rule. Besides, the decree on Southern Develeopment Region as water recharging area is not optimal in either in groundwater stream point of view.That so, development in Southern Development Region must directed accomplishment with open space standard, park and playing field for city region, beginning of playlot, playground, playfield, and urban park. There is not only for old settlement, but new settlement development is necessary to put spatial arrangement in order.