cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6221-5674223
Journal Mail Official
nutrirediaita.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Nutrire/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
NUTRIRE DIAITA
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 19798539     EISSN : 27461734     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Journal Description NUTRIRE DIAITA publishes original research articles, review articles, and clinical studies covering the broad and multidisciplinary field of human nutrition. In the aim of improving the quality of the journal since Oktober 2019 this journal officially had made a cooperation with Nutrition Department Universitas Esa Unggul FOCUS AND SCOPE NUTRIRE DIAITA aim to deliver findings and innovations in the field of nutrition and health. NUTRIRE DIAITA is published 2 times per year (April and October). The journal covers all aspect relating to Human Nutrition including clinical nutrition, community nutrition, food service management, food technology and sport nutrition.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2014): NUTRIRE DIAITA" : 6 Documents clear
Nilaiorganoleptik dan Aktivitas Antioksidan Es Krim dengan Penambahan Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L) Maulida, Siti
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 6, No 2 (2014): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v6i2.1270

Abstract

AbstrakKulit buah manggis (Garcinia Mangostana L) diketahui memiliki jumlah rendemen yg lebih besar daripada daging buahnya yaitu 66,67% dan tersusun atas senyawa polifenol yang cukup banyak, diantaranya adalah antosianin, tannin, xhantone dan senyawa asam fenolat. Tingginya persentase bagian kulit yang terbuang serta manfaat dari kulit buah manggis yang besar kurang diimbangi dengan upaya pemanfaatan. Oleh karena itu suatu alternatif dapat dilakukan dan mengaplikasinya ke dalam produk es krim. Produk es krim tidak melalui pemanasan yang tinggi sehingga antioksidan yang ditambahkan dari kulit buah manggis bisa stabil.Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh penambahan kulit buah manggis terhadap nilai organoleptik dan aktivitas antioksidan pada eskrim.Metode penelitian yaitu penambahan kulit buah manggis dalam pembuatan es krim yang diuji yaitu dengan konsentrasi 10%,20%,30%. Dilakukan uji organoleptik yang meliputiuji hedonik dan mutu hedonik pada 30 panelis. Uji statistik menggunakan One Way Anova. Aktivitas antioksidan dilakukan dengan menentukan nilai DPPH (1.1-diphenyl-2-picryhydrazil radical-scavenging). Penambahan 10% kulit buah manggis lebih disukai dari segi rasa, warna, aroma, dan tekstur dibandingkan perlakuan lainnya (p<0,05). Hasil analisa aktivitas antioksidan dalam es krim tanpa penambahan kulit buah manggis: 0,1531 mg/g Vit C, penambahan 10%: 4,3110 mg/g Vit C, dan penambahan 20%: 4,166 mg/g Vit C. Es krim kulit buah manggis yang terbaik adalah dengan penambahan 10% kulit buah manggis dengan aktivitas antioksidan 4,311 mg/g Vit C. Kata kunci: es krim, kulit buah manggis, nilai organoleptik, aktivitas antioksidan AbstractRind of mangosteen (Garcinia Mangostana L) have a greater rendemen  than the yield of the fruit. Rendemen of mangosteen is about 66.67% and contain polyphenolic compounds, such as anthocyanins, tannins, phenolic acids and compounds xhantone. The high percentage of the waste from the rind as well as the health benefits, unfortunatelly less balanced with efforts to used it. Therefore, an alternative is addition of it in the ice cream product. Ice cream products are not using high temperature during production step. So that the antioxidants were added from the rind of the mangosteen can be stabilized. The purpose of this study is to determine the effect of mangosteen rind addition on organoleptic value and antioxidant activity in the ice cream. The research method by addition of mangosteen rind during production step of ice creeamn with  concentration of 10%, 20%, 30%. Organoleptic test covering hedonic test and hedonic quality on the 30 panelists. Statistical tests using One Way ANOVA. The antioxidant activity was done by determining the value of DPPH (1.1-diphenyl-2-radical-scavenging picryhydrazil). The addition of 10% mangosteen rind is preferred inflavor, color, aroma, and texture than other treatments (p <0.05). Results of analysis of antioxidant activity in the ice cream without the addition of mangosteen rind: 0.1531 mg/g of vitamin C, the addition of 10%: 4.3110 mg/g Vit C, and the addition of 20%: 4.166 mg/g Vit C. The bestice cream is with the addition of 10% mangosteen rind with antioxidant activity of 4.311 mg/g Vit C. Keyword: Ice cream, manggosten rind, organoleptic value, antioxidant activity
Perbedaan Daya Terima dan Komposisi Zat Gizi Pada Kue Brownis yang Terbuat Dari Campuran Tepung Terigu dan Tepung Ubi Ungu dengan Perbandingan yang Bervariasi Hanifah, Siti; Ngadiarti, Iskari
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 6, No 2 (2014): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v6i2.1265

Abstract

AbstrakUbi jalar ungu kini mulai marak dikonsumsi oleh masyarakat karena disamping warnanya yang menarik rasanya juga manis dan lembut. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk membuat salah satu jenis kue bantat yaitu brownis dengan penggunaan substitusi tepung ubi ungu. Mengetahui perbedaan daya terima dan komposisi zat gizi pada kue brownis yang terbuat dari campuran tepung terigu, dan tepung ubi ungu dengan perbandingan yang bervariasi. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Way Anova. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni dengan metode Visual Analog Scale (VAS), 4 taraf, 3 replikasi dan 30 panelis. Analisa komposisi zat gizi meliputi kadar karbohidrat, protein, lemak, air dan abu. Berdasarkan hasil uji statistik warna kue brownis yang lebih banyak dipilih yang diberikan penambahan tepung ubi ungu 20%. Warna (68±16,47), aroma (68,88±14,73), rasa (74,23±14,79), dan tekstur (67,58±20,62). Berdasarkan uji organoleptik menunjukkan ada perbedaan warna terhadap kue bownis dengan campuran tepung terigu dan tepung ubi ungu (p<0,05). Brownis ubi ungu dapat menjadi salah satu produk kue dengan antioksidan (yaitu antosianin) sebagai lahan untuk berwirausaha serta memanfaatkan bahan makanan hasil negeri Indonesia sehingga pilihan masayarakat lebih beragam. Kata Kunci: kue brownis, tepung terigu, tepung ubi ungu.
Hubungan Asupan Suplemen Kalsium pada Ibu Hamil dengan Panjang Bayi Saat Lahir di Wilayah Cengkareng Jakarta Barat Mulya, Fransisca Mega; Bahar, Herwanti
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 6, No 2 (2014): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v6i2.1266

Abstract

AbstrakSalah satu indikator bayi sehat adalah panjang badan. Panjang bayi saat lahir  ditentukan oleh pertumbuhan janin saat dalam kandungan. Salah satu yang mempengaruhi pertumbuhan janin adalah asupan zat gizi ibu. Kalsium merupakan mineral yang sangat penting bagi pertumbuhan tulang. Selain asupan kalsium dari makanan, suplementasi seringkali dilakukan untuk mencegah resiko defisiensi. Mengetahui hubungan antara suplemen kalsium yang dikonsumsi ibu dengan panjang bayi saat lahir. Pengambilan data asupan suplemen kalsium dilakukan dengan cara wawancara terhadap 30 ibu hamil  yang  sudah memasuki trimester  kedua. Kemudian panjang bayi  didapat dari hasil pengukuran pada saat bayi tersebut dilahirkan.  Uji statistik yang digunakan  pada  penelitian  ini  adalah  Product Moment Correlation  untuk mengukur kekuatan hubungan antara variabel bebas (X) yaitu asupan zat gizi pada ibu hamil dan variabel terikat  (Y) yaitu panjang bayi. Dari  hasil  penelitian  didapat  rata-rata asupan suplemen kalsiumresponden  sebesar  (562.5±258.789)  mg,  dan  rata-rata  panjang  bayi  saat  lahir adalah  (4.67±1.241)  cm. Hasil  uji  statisik  menunjukkan  bahwa  tidak  ada hubu-ngan antara asupan suplemen kalsium pada ibu hamil dengan panjang bayi saat lahir (P≥0.05). Penelitian ini menunjukkan bahwa asupan suplemen kalsium pada ibu hamil tidak berhubungan dengan panjang bayi saat lahir. Oleh karena itu perlu adanya  penelitian  lebih  lanjut  dengan  jumlah  sampel  lebih  besar  dan  perlu tambahan analisa pengaruh asupan zat gizi  lainya serta faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi panjang bayi saat lahir.                                                                          Kata kunci: suplemen kalsium, ibu hamil, panjang bayi
Hubungan antara Asupan Protein, Zink, Vitamin A dan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) Non Pneumonia pada Balita di RW 06 Kelurahan Cempaka Putih Kecamatan Ciputat Timur Tangerang Selatan Yunita, Ria; Anggraini, Mayang; Wiyono, Sugeng
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 6, No 2 (2014): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v6i2.1267

Abstract

AbstrakAnak usia di bawah lima tahun (balita) merupakan kelompok usia yang rentan terhadap gizi dan kesehatan. Pada masa ini daya tahan tubuh anak masih belum kuat, sehingga risiko anak menderita penyakit infeksi lebih tinggi. Penyakit infeksi yang sering terjadi pada anak balita diantaranya adalah penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut atau ISPA. Zat gizi yang berperan dalam sistem imun tubuh diantaranya yaitu protein, zink dan vitamin A. Jika balita kekurangan ketiga zat gizi tersebut maka memiliki risiko terkena penyakit infeksi, yaitu ISPA. Mengetahui perbedaanstatus gizi, asupan protein, zink dan vitamin A antara penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) non pneumonia dan tidak ISPA pada balita. Penelitian ini merupakan penelitian surveybersifat analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua balita yang bertempat tinggal di wilayah penelitian. Sampel berjumlah 80 orang balita. Data status gizi didapatkan dengan menggunakan indeks BB/U. Data asupan protein, zink dan vitamin A didapatkan dengan cara recall 24 jam sedangkan data kejadian ISPA didapatkan dengan cara wawancara dan observasi. Rata – rata status gizi balita yaitu berada pada z-score 0,68 SD. Rata-rata asupan protein, zink dan vitamin A yaitu 22,87 gr, 6,43 gr dan 424,59 RE.Tidak ada perbedaan status giziantara penderita ISPA non pneumonia dan tidak ISPA (p=0,391). Ada perbedaan asupan protein, zink dan vitamin Aantara penderita ISPA non pneumonia dan tidak ISPA (p=0,000). Meskipun tidak ada perbedaan status gizi antara penderita ISPA non pneumonia dan tidak ISPA tetapi asupan protein, zink dan vitamin A sangat berperan dalam mencegah ISPA non pneumonia. Kata kunci : ISPA, balita, zat gizi
Hubungan Kepatuhan Ibu Hamil dalam Mengkonsumsi Tablet Zat Besi dan Tingkat Kejadian Anemia di Puskesmas Jawilan Kabupaten Serang Tahun 2012 Kumala, Winda; Jusat, Idrus
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 6, No 2 (2014): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v6i2.1268

Abstract

AbstrakAngka   Kematian   Ibu   (AKI)   merupakan   salah   satu   indikator keberhasilan pelayanan kesehatan di suatu negara. Kematian ibu dapat terjadi, diantaranya karena   anemia.Anemia   pada   kehamilan   berhubungan   dengan   meningkatnya   angka kesakitan dan kematian ibu. Anemia pada defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia pada ibu hamil dibandingkan dengan zat gizi lain. Cara efektif untuk mengatasinya dengan mengkonsumsi tablet zat besi. Mengetahui hubungan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet zat besi dantingkat kejadian anemia di Puskesmas Jawilan Kabupaten Serang  tahun 2012. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester II yang berkunjung ke puskesmas Kecamatan Jawilan Kabupaten Serang  dengan jumlah sampel 44 ibu hamil. Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu, sikap ibu dan tindakan ibu termasuk  dalam  kategori  baik.  Uji  statistik  menunjukkan  bahwakepatuhan  ibu  dalam mengkonsumsi tablet zat besi memiliki hubungan dengan variabel pengetahuan ibu dengan nilai  p<0,05dan  tindakan  ibu  dengan  nilai  p<0,05.  Sedangkan  kepatuhan  ibu  hamil mengkonsumsi tablet zat  besitidak memiliki hubungan dengan tingkat kejadian anemia dengan nilai p>0,05. Upaya  untuk  mencegah  tingkat  kejadian  anemia  pada  ibu  hamil  yaitu dengan  dilakukannya pembinaan, penyuluhan pentingnya  konsumsi  tablet  zat besi dan makanan yang bergizi selama kehamilan. Kata Kunci: ibu hamil, anemia, zat besi
Hubungan Usia Pemberian Mp-Asi dan Status Gizi dengan Kejadian Diare pada Balita Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Jati Warna Kota Bekasi Tahun 2013 Minarti, Indah Puji; Mulyani, Erry Yudhya
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 6, No 2 (2014): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v6i2.1269

Abstract

AbstrakDari data Dinas Kesehatan Kota Bekasi menunjukkan bahwa di Puskesmas Jati Warna angka kejadian diare sebanyak 10,7% dan angka status gizi kurang menurut BB/U sebanyak 28,32%, lebih tinggi dari angka Nasional sebesar 15%. Mengetahui hubungan usia pemberian MP-ASI dan status gizi dengan kejadian diare pada balita usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jati Warna Kota Bekasi. Data yang digunakan data primer, dengan pendekatan cross sectional. Jumlah seluruh sampel balita usia (6-24 bulan) yang diteliti (n=77). Dalam pengujian statistik menggunakan uji chi-square. Usia pemberian MP-ASI < 6 bulan sebanyak 39,0% dan ≥ 6 bulan sebanyak 61,0%. Status gizi kurang sebanyak 51,9% dan status gizi baik sebanyak 48,1%. Terdapat 42,9% yang tidak pernah mengalami diare dan 57,1% yang pernah mengalami diare. Berdasarkan hasil uji statistik yang digunakan, tidak ada hubungan yang bermakna antara usia pemberian MP-ASI dengan kejadian diare pada balita usia 6-24 bulan (P>0,05). Ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian diare pada balita usia 6-24 bulan (P<0,05). Upaya penyuluhan kesehatan pencegahan penyakit Diare kepada Ibu balita dan peran kebersihan lingkungan disekitar tempat tinggal harus terus dilakukan. Kata Kunci : usia pemberian MP-ASI, status gizi, kejadian diare

Page 1 of 1 | Total Record : 6