Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKOLAH MELALUI SOSIALISASI PESAN MAKAN SAYUR DAN BUAH PADA ANAK USIA PRASEKOLAH Mulyani, Erry Yudhya; Jusat, Idrus
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractHealthy Eating Patterns with a Balanced Nutrition is one of the main factors in the complexity of nutritional problems in Indonesia. Education and counseling on health and nutrition to the community is not an easy, it’s because of concerns to behavioral changes. RISKESDAS 2010 data showed the nutritional status based on weight for age and weight for height in Jakarta were 10.1% (obese) and 10.8% (underweight), respectively. Based on the nutritional status indicator BMI for age in DKI Jakarta had a prevalence of 12.8% of obese and 6.5% for underweight. The purpose of this activity was to Empower Community at Schools through by socialization messages of eating vegetables and fruit in pre-school children, in an effort to improve the knowledge, attitudes, and behaviors about eating vegetables and fruit at TK Pelita Hati, Villa Dago Tol, Serua-Ciputat. The method used was a cross-sectional design. The target in this activity is the pre-school age children at KB / TK Pelita Hati. The total number of sample were 65 students from play group to grade at TK A and B. The results showed that the description of children’s knowledge about food sources 26.60 ± 7.17 and the knowledge about balanced nutrition was 36.40 ± 10.05. Based on the observations showed that most of the children were enthusiastic to answer the open questions about fruits and vegetable material provided by counselor and the media helpfully the children to ask and discuss with the counselor. Therefore, it is necessary to do activities that are more intensive socialization and students interest to establish a behavior healthy eating pattern with a balanced nutrition.Keywords: balanced nutrition, fruits and vegetables, preschools children                                              AbstrakPola Makan dengan Gizi Seimbang merupakan salah satu faktor utama pada kompleksnya permasalahan gizi di Indonesia. Pendidikan dan penyuluhan tentang kesehatan dan gizi kepada masyarakat bukan merupakan hal yang mudah oleh karena menyangkut perubahan perilaku. Menurut data RISKESDAS 2010 Status Gizi BB/U dan BB/TB DKI Jakarta memiliki status gizi gemuk 10,1% dan Kurus 10,8%. Berdasarkan Status gizi IMT/U DKI Jakarta memiliki prevalensi 12,8 % untuk kategori gemuk dan 6,5% untuk kategori kurus. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk Memberdayakan Masyarakat Sekolah melalui Sosialisasi pesan makan sayur dan buah pada anak prasekolah dalam upaya peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang makan sayur dan buah di TK Pelita Hati, Villa Dago Tol, Serua-Ciputat. Metode yang digunakan adalah cross-sectional design. Sasaran dalam kegiatan ini adalah anak-anak usia prasekolah di KB/TK Pelita Hati yang berjumlah 65 siswa mulai dari kelompok bermain sampai dengan kelas TK A dan B. Dari hasil pengabdian didapat gambaran pengetahuan anak tentang sumber makanan 26.60 ± 7.17 dan pengetahuan tentang gizi seimbang sebesar 36.40 ± 10.05. Berdasarkan hasil observasi didapat bahwa dari penyuluhan yang diberikan tentang sayur dan buah hampir sebagian besar anak antusias dalam menjawab pertanyaan terbuka yang diberikan oleh penyuluh dan dari media yang digunakan dapat menstimulasi anak untuk banyak bertanya serta berdiskusi dengan para penyuluh. Oleh karenanya, perlu dilakukan kegiatan yang sosialisasi yang lebih intensif dan menarik para siswa untuk dapat membentuk pola perilaku sehat bergizi seimbang.Kata Kunci: gizi seimbang, sayur dan buah, anak prasekolah
Perbedaan Asupan Energi, BCAA (Branched Chained Amino Acid) dan Status Gizi (IMT/U) Anak Usia 6 – 12 Tahun di Provinsi Jawa Timur (Analisis Data RISKESDAS 2010) Komariah, Lilis; Jusat, Idrus
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 6, No 1 (2014): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v6i1.1260

Abstract

AbstractCurrently, Indonesia is facing a double burden of nutritional problems. The prevalence of overweight children aged 6-12 years in East Java is 12.4%, above the national prevalence (9.2%). Overweight and obesity in Indonesia occurred in all age groups and in all socioeconomic levels. Overweight and obesity is mainly caused due to excess of energy intake compared to the requirement and lack of physical activity. A high intake of BCAA (leucine, isoleucine and valine) are associated with a reduced risk of overweight / obesity. The purpose of this study was to determine differences of energy intake, BCAA, and nutritional status of children aged 6-12 years in East Java in 2010. This study using the secondary data from Riskesdas 2010 with a cross-sectional and survey analytic design. Samples were obtained 3471 people. Statistical test using independent sample t-test, one-way ANOVA test and linear regression. There are significant differences between the z-score (BAZ) by sex and economic status. There is a significant difference between energy intake and BCAA children aged 6-12 years in East Java province by sex, type of area and economic status. There are significant differences between the nutritional status based on energy intake and BCAA. Keywords: energy, BCAA, nutritional status (BMI/A) children  AbstrakSaat ini Indonesia sedang menghadapi double burden (beban ganda) masalah gizi. Prevalensi kegemukan anak usia 6-12 tahun di Jawa Timur sebesar 12.4%, di atas prevalensi nasional (9.2%). Masalah kegemukan dan obesitas di Indonesia terjadi pada semua kelompok umur dan pada semua tingkat sosial ekonomi. Kegemukan dan obesitas terutama disebabkan karena kelebihan asupan energi dibandingkan dengan kebutuhan dan kurangnya aktivitas fisik. Asupan tinggi BCAA (leusin isoleusin dan valin) berhubungan dengan penurunan resiko kegemukan/obesitas . tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan asupan energi, BCAA, dan status gizi anak usia 6-12 tahun di Provinsi Jawa Timur tahun 2010. Data yang digunakan adalah data sekunder Riskesdas 2010 dengan pendekatan cross-sectional dan desain survei analitik. Sampel yang didapat 3471 orang. Pengujian statistik menggunakan uji t-test independent, uji one-way anova dan regresi linier. Terdapat perbedaan bermakna antara z-score (IMT/U) berdasarkan jenis kelamin dan status ekonomi. Terdapat perbedaan bermakna antara asupan energi dan BCAA anak usia 6-12 tahun di Provinsi Jawa Timur berdasarkan jenis kelamin, tipe daerah, dan status ekonomi. Ada perbedaan bermakna antara status gizi berdasarkan asupan energi dan BCAA. Kata kunci: energi, BCAA, status gizi (IMT/U) anak
Perbedaan Daya Terima dan Komposisi Zat Gizi pada Sirup Buah Melodi yang dibandingkan Sirup Buah Melon Iqlima, Zulfa Rizkia Nur; Jusat, Idrus
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 5, No 2 (2013): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v5i2.1257

Abstract

  AbstrakBuah melodi merupakan buah import yang mulai dikembangkan dan dibudidayakan di Indonesia. Banyak orang yang mengatakan rasa buah melodi menyerupai rasa buah melon.  Mengetahui perbedaan daya terima dan komposisi zat gizi pada sirup buah melodi yang dibandingkan sirup buah melon. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni dengan metode Visual Analog Scale (VAS) dengan 3 variasi konsentrasi buah yang berbeda yaitu 0,5kg; 2kg; dan 3kg. Analisis statistik yang digunakan adalah One way Anova dan t-test. Analisa komposisi zat gizi meliputi kadar karbohidrat, gula (total padatan terlarut), vitamin C, dan serat kasar. Berdasarkan uji organoleptik sirup buah melodi dan sirup buah melon, yang banyak disukai adalah sirup dengan konsentrasi buah 0,5kg dan sirup buah melon lebih banyak dipilih. Berdasarkan hasil uji statistik nilai yang didapat untuk aroma (49,27+21,09), warna (40,87+18,67), dan rasa (50,88+22,76). Tidak ada perbedaan yang signifikan dari tingkat kesukaan, aroma, warna, dan rasa p≥0,05. Kata kunci: Buah melodi, Zat Gizi, Sirup 
Hubungan Kepatuhan Ibu Hamil dalam Mengkonsumsi Tablet Zat Besi dan Tingkat Kejadian Anemia di Puskesmas Jawilan Kabupaten Serang Tahun 2012 Kumala, Winda; Jusat, Idrus
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 6, No 2 (2014): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v6i2.1268

Abstract

AbstrakAngka   Kematian   Ibu   (AKI)   merupakan   salah   satu   indikator keberhasilan pelayanan kesehatan di suatu negara. Kematian ibu dapat terjadi, diantaranya karena   anemia.Anemia   pada   kehamilan   berhubungan   dengan   meningkatnya   angka kesakitan dan kematian ibu. Anemia pada defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia pada ibu hamil dibandingkan dengan zat gizi lain. Cara efektif untuk mengatasinya dengan mengkonsumsi tablet zat besi. Mengetahui hubungan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet zat besi dantingkat kejadian anemia di Puskesmas Jawilan Kabupaten Serang  tahun 2012. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester II yang berkunjung ke puskesmas Kecamatan Jawilan Kabupaten Serang  dengan jumlah sampel 44 ibu hamil. Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu, sikap ibu dan tindakan ibu termasuk  dalam  kategori  baik.  Uji  statistik  menunjukkan  bahwakepatuhan  ibu  dalam mengkonsumsi tablet zat besi memiliki hubungan dengan variabel pengetahuan ibu dengan nilai  p<0,05dan  tindakan  ibu  dengan  nilai  p<0,05.  Sedangkan  kepatuhan  ibu  hamil mengkonsumsi tablet zat  besitidak memiliki hubungan dengan tingkat kejadian anemia dengan nilai p>0,05. Upaya  untuk  mencegah  tingkat  kejadian  anemia  pada  ibu  hamil  yaitu dengan  dilakukannya pembinaan, penyuluhan pentingnya  konsumsi  tablet  zat besi dan makanan yang bergizi selama kehamilan. Kata Kunci: ibu hamil, anemia, zat besi
HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, ASUPAN ZAT GIZI MAKRO, RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DAN STATUS GIZI BAYI USIA 6-11 BULAN DI DESA KADUDAMPIT PANDEGLANG Nuraldimas, Asri; Nuzrina, Rachmanida; Jusat, Idrus; Melani, Vitria; Dewanti, Lintang Purwara
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 13, No 01 (2021): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v13i01.3658

Abstract

Pendahuluan Status gizi menentukan tumbuh kembang bayi baik fisik maupun kognitif. Tingginya masalah status gizi pada bayi di Indonesia menyebabkan turunnya derajat kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi antara bayi gizi kurang dan normal di Desa Kadudampit, wilayah Kerja Puskesmas Saketi. Metode Penelitian ini menggunakan correlational design dengan jenis rancangan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah semua populasi yaitu 48 bayi. Berdasarkan analisis menggunakan komputerisasi dengan uji chi square dan independent t test terdapat 10 gizi kurang dan 38 bayi dengan status gizi normal. Hasil uji statistik dengan uji chi square dan independent t test menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan riwayat penyakit, riwayat asi eksklusif, dan asupan gizi makro (karbohidrat, protein, lemak). Pendidikan kesehatan tentang imunisasi sebaiknya diberikan dalam bentuk promosi kesehatan dalam upaya pencegahan permasalahan yang berkaitan dengan status gizi.
Hubungan Antara Konsumsi Mie Instan, Asupan (Energi, Protein, Vitamin A dan Fe) dan Status Gizi Laki-Laki Usia 19-29 Tahun di Pulau Sumatra (Analisis Data Sekunder Riskesdas 2010) Riska, Riyana; Jusat, Idrus
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 5, No 1 (2013): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v5i1.1247

Abstract

AbstrakMie adalah makanan cepat saji yang paling popular dari semua jenis makanan cepat saji, pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang dibutuhkan tubuh setiap hari dalam jumlah tertentu sebagai sumber energi dan zat-zat gizi. Kekurangan atau kelebihan dalam jangka waktu lama akan berakibat buruk dalam kesehatan. Mengetahui hubungan antara konsumsi mie instan, Asupan (Energi, Protein, Vitamin A dan Fe) dan status gizi laki-laki (19-29 tahun) di Pulau Sumatra. Data yang digunakan data sekunder RISKESDAS 2010, dengan pendekatan cros sectional. Jumlah seluruh sampel laki-laki usia (19-29 tahun) yang diteliti (n=585). Dalam pengujian statistik menggunakan uji korelasi dan one-way annova. Konsumsi mie instan responden rata rata 111,28 (±62,059) gram, status gizi responden rata-rata 21,17 (±2,94). Berdasarkan hasil uji statistik yang digunakan, tidak ada hubungan konsumsi mie instan dan status gizi (P≥0,05), tidak terdapat perbedaan asupan Energi, Protein, dan Fe (%AKG) dan status gizi, ada perbedaan asupan vitamin A (%AKG) dan status gizi (P≤0,05). Kata kunci: konsumsi mie instan, asupan (energi, protein, vitamin A dan Fe), status gizi
Perbedaan Pola Makan dan Asupan Energi, Zat Gizi Makro dan Serat Berdasarkan Jenis Kelamin, Status Ekonomi, Tipe Daerah, dan Status Gizi Pada Anak-Anak Usia 6-10 Tahun di Pulau Jawa Hasti, Setyorini Nur; Jusat, Idrus
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 4, No 2 (2012): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v4i2.1242

Abstract

AbstractIn Indonesia, many variation patterns of staple food consumption. It is caused by economic status, and level of education. The group of elementary school are in a period of rapid and active growth. The children should have sufficient intake of nutrients in both quantity and quality. The nutritional status of children is one of the indicators for assessing the state of growth and health status of children. To understand of the differences in diet, intake of energy, carbohydrate, protein, fat, fiber and nutritional status in children aged 6-10 years, in Java based on gender, type of area, economic status, and nutritional status. We used secondary data from Riskesdas 2010, with cross-sectional design. The samples are12838 children’s aged 6-10 years in Java Island. The food consumption data from 24-hour recall method, and then calculated with total of nutrient intakes; Energy, Macro Nutrient Substances and fiber, and the data of nutritional status from anthropometric measurements. We used t-test and ANOVA to analyzing data. Approximately 61.4% of school-age children with normal nutritional status, and about 14% are obese. Carbohydrate intake from cereals and tubers are significantly different based on type of Region (p <0.05). The average intake of protein from meat and poultry in low-income groups significantly different than the other groups (p <0.05). The average intake of fat from food/Snack higher in obese children than other groups (p <0.05). Fiber intake from Nuts & Grains greater in girls (p <0.05). The pattern of diet, intake of energy, macro nutrients, and fiber in children aged 6-10 years varies greatly according to gender, type of area, economic status, and nutritional status in Java Island. Keywords: Energy Intake, Nutritional Status, Economic Status AbstrakPola konsumsi makanan pokok di Indonesia dapat beragam. Disebabkan oleh  status ekonomi, dan pendidikan. Kelompok usia sekolah berada pada masa pertumbuhan yang cepat dan aktif. Anak harus mendapatkan zat gizi dalam kuantitas dan kualitas yang cukup. Status gizi anak merupakan salah satu tolak ukur untuk menilai keadaan pertumbuhan dan status kesehatan anak. Mengetahui perbedaan pola makan, asupan energi, karbohidrat, protein, lemak, serat serta status gizi pada anak usia 6-10 tahun di pulau Jawa berdasarkan jenis kelamin, tipe daerah, status ekonomi, dan status gizi. Menggunakan data sekunder Riskesdas 2010, rancangan cross sectional. Sampel yang dianalisa adalah anak usia 6-10 tahun di Pulau Jawa yang berjumlah 12838 orang. Data konsumsi makanan didapat melalui metoda recall 24-jam, kemudian dihitung jumlah asupan Energi, Zat Gizi Makro dan Serat, dan data status gizi melalui pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan t-test dan Anova. Sekitar 61,4% anak usia sekolah dengan status gizi normal, dan sejumlah 14% sangat gemuk. Asupan karbohidrat dari Serealia & Umbi-umbian berbeda sangat bermakna menurut tipe Daerah (p<0,05). Rata-rata asupan protein dari Daging & Unggas pada kelompok berpendapatan rendah berbeda sangat bermakna dibanding kelompok lainnya (p<0,05). Asupan rata-rata lemak dari Makanan/Jajan lebih tinggi pada anak dengan status gizi gemuk dibanding kelompok lainnya (p<0,05). Asupan serat dari Kacang  & Biji-bijian lebih besar pada anak perempuan (p<0,05). Pola makan, asupan energi, zat gizi makro, dan serat pada anak-anak usia 6-10 tahun sangat bervariasi menurut jenis kelamin, tipe daerah, status ekonomi, dan status gizi pada anak-anak usia 6-10 tahun di pulau Jawa. Kata Kunci: Asupan Energi, Status Gizi, Status Ekonomi
Konsumsi Zat-Zat Gizi Menurut Metode Recall-Record Berdasarkan Waktu Makan Remaja Putri Silvia, Merryna Nia; Marudut, Marudut; Jusat, Idrus
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 3, No 2 (2011): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v3i2.1235

Abstract

AbstractLevel of dietary intakes for individual and community can be obtained by food consumption surveys. By increasing the measurement, the quantitative estimates of  habitual food intake will be getting closer to actual food intake. The aims of this study was to determine the differences energy consumption and dietary intake according to recall –record method with time interval based on food consumption Ibadurrahman Boarding School Tangerang municipality. This study is cross-sectional. Total of Respondents are 109 adolescence girls. We used independent t-test and ANOVA test to compare two methods of assessing food consumption according to the average length of days. The average intake of energy and carbohydrates for 1 day and 7 days recall shows that there is significant difference, with the difference means respectively are 143.71 kcal and 22:28 g(P<0.05). There is no difference in the average intake of protein, fat, Fe, Vitamin C, Vitamin A, and folic acid (P≥0.05). In the record-method shows that there is differences in average intake of Vitamin C in 1 day to 7 days and 3 days to 7 days, with the difference means respectively are (- 5.27) mg and (- 4.91) mg (P<0.05). However, we can't found significant difference in the average intake of energy, protein, fat, Fe, vitamin A, folic acid. The comparison of recall and record methods also showed no difference in intake of energy and macro nutrients.The pattern of homogeneous food services should be made at least 3 days for recall and 7 days for record method. Keywords: Dietary Intake, Recall-Record Method, Adolescence girls AbstrakTingkat kecukupan zat gizi individu maupun kelompok masyarakat dapat diperoleh melalui survei konsumsi pangan. Dengan meningkatkan hari pengukuran, perkiraan kuantitatif terhadap kebiasaan asupan makanan akan semakin mendekati asupan makanan yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsumsi energi dan zat-zat gizi menurut metode recall dan record berdasarkan interval waktu konsumsi makanan di Pondok Pesantren Ibadurrahman Kotamadya Tangerang. Jenis Penelitian ini adalah cross sectional. Responden berjumlah 109 remaja putri. Analisa data menggunakan uji t-independen dan uji anova untuk menilai perbandingan dua metode konsumsi makanan menurut rata-rata lama hari. Rata-rata konsumsi energi dan karbohidrat 1 hari dan 7 hari recall menunjukkan perbedaan yang signifikan, dengan selisih 143.71 kkal (p <0.05) dan  22.28 g (p <0.05). Tidak ada perbedaan rata-rata konsumsi protein, lemak, Fe, Vitamin C, Vitamin A, dan asam folat. Rata-rata konsumsi 3 hari dan 7 hari hampir sama. Metode record menunjukkan adanya perbedaan rata-rata konsumsi Vitamin C pada 1 hari dengan 7 hari dan 3 hari dengan 7 hari, selisih - 5.27 mg (p <0.05) dan - 4.91 mg (p <0.05). Sedangkan, rata-rata konsumsi energi, protein, lemak, Fe, Vitamin A, dan asam folat tidak ada perbedaan yang signifikan. Perbandingan antara metode recall dan record juga menunjukkan tidak ada perbedaan konsumsi energi dan zat gizi makro. Pola penyelenggaraan makanan homogen sebaiknya dilakukan minimal recall 3 hari dan record 7 hari. Kata Kunci: Zat Gizi, Waktu Makan, Remaja Putri
Perilaku Kebiasaan Olahraga Anak Sekolah Dasar di SDN GU 12 Pagi Jusat, Idrus; Kuswari, Mury; Muniroh, Muniroh; Nuzrina, Rachmanida
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v1i1.1197

Abstract

Pola hidup sehat merupakan anjuran untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Dalam hal ini adalah implementasi pesan gizi seimbang yang terdiri dari empat pilar utama. Dimana selain dari anjuran yang terkait dengan makanan didalamnya terdapat anjuran aktifitas fisik dan olahraga untuk mencapai gizi kebugaran. Pilar ketiga berbunyi melakukan aktivitas fisik secara teratur. Menurut data RISKESDAS 2010 Status Gizi TB/U, BB/TB DKI Jakarta memiliki status gizi gemuk 10,1% dan Kurus 10,8%. Berdasarkan Status gizi IMT/U DKI Jakarta memiliki prevalensi 12,8 % untuk kategori gemuk dan 6,5% untuk kategori kurus. Sementara itu di berdasarkan TB/U untuk kategiri pendek 14,5 % dan 9,4% sangat pendek. Prevalensi Status Gizi (TB/U) umur 6-12 tahun didapat sebagian besar anak laki-laki terkategori pendek 20,9% dan sangat pendek 15,6%. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku kebiasaan olahraga anak sekolah dasar di SDN GU 12 Pagi, sebelum dilakukan intervensi penyuluhan melalui media KIE. Metode yang digunakan adalah cross-sectional design. Sampel adalah anak sekolah dasar kelas VI berjumlah 34 siswa. Analisis yang digunakan analisis deskriptif, cross tabulasi dan Chi-Square. Dari hasil penelitian didapat sebagian besar responden anak perempuan 52.9%, seluruh pengetahuan responden baik 100.0%, namun sikap negative 67.6%, dan tidak melakukan kebiasaan olahraga dengan baik 70.6%. dari hasil uji Chi-Square ditemukan tidak ada hubungan antara sikap dengan perilaku kebiasaan olahraga anak sekolah dasar (p≥0.05). Oleh karenanya, perlu pendidikan olahraga yang efektif untuk dapat memberikan gambaran dan mengajak siswa berolahraga. Kata kunci: perilaku, kebiasaan olahraga, anak sekolah dasar
Hubungan Pengetahuan Tentang Narkoba Dan Perilaku Pencegahan Narkoba Pada Mahasiswa Fakultas Komunikasi Jurusan Hubungan Masyarakat Angkatan 2013 Universitas Esa Unggul Chairunnisa Chairunnisa; Idrus Jusat; Reza Hilmy
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 2, No 1 (2014): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.684 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v2i1.102

Abstract

AbstrakPengetahuan merupakan hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Perilaku pencegahan narkoba merupakan perilaku pencegahan  dalam menggunakan berbagai zat yang tergolong dalam narkoba seperti ganja, heroin pada jarum suntik dan termasuk juga pencegahan dalam merokok dan minum alkohol. Narkoba seringkali disalahgunakan oleh mereka yang kurang mengerti efek samping yang ditimbulkan.  Peredaran narkoba umumnya terjadi pada kota-kota besar seperti Jakarta. Universitas Esa Unggul adalah Perguruan Tinggi Swasta yang berlokasi di wilayah Jakarta Barat yang sebagian besar mahasiswa adalah remaja berusia produktif yang masih mudah dipengaruhi lingkungan sekitarnya sehingga bila belum memiliki pengetahuan yang cukup akan sulit berperilaku dalam pencegahan narkoba. Pada tahun 2012 setelah dilakukan tes urin didapatkan 2 mahasiswa positif menggunakan narkoba jenis ganja yang dibuat seperti rokok yang dihisapnya di lingkungan kampus Universitas Esa Unggul, salah satunya mahasiswa dari fakultas komunikasi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang narkoba dan perilaku pencegahan narkoba pada mahasiswa fakultas komunikasi angkatan 2013 di Universitas Esa Unggul. Metode penelitian adalah Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 55 orang dengan menggunakan teknik sistem random sampling. Persentase terbesar pada usia responden 18 tahun (41,8%), berjenis kelamin wanita 33 orang (60,0%), dan tinggal bersama orangtua 48 orang (87,3%). Nilai rata-rata skor pengetahuan tentang narkoba sebesar 11,5 (± 2,0)  , dan perilaku pencegahan narkoba sebesar 8,35 (± 2,0). Hasil uji statistik menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan tentang narkoba dan perilaku pencegahan narkoba pada mahasiswa fakultas komunikasi jurusan hubungan masyarakat angkatan 2013 di Universitas Esa Unggul (r =  0,670; p < 0,05). Perlunya meningkatkan upaya seminar dan keterlibatan mahasiswa tentang narkoba untuk memperkuat perilaku mahasiswa terhadap pencegahan narkobaKata kunci: pengetahuan, perilaku pencegahan, narkoba