cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6221-5674223
Journal Mail Official
nutrirediaita.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Nutrire/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
NUTRIRE DIAITA
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 19798539     EISSN : 27461734     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Journal Description NUTRIRE DIAITA publishes original research articles, review articles, and clinical studies covering the broad and multidisciplinary field of human nutrition. In the aim of improving the quality of the journal since Oktober 2019 this journal officially had made a cooperation with Nutrition Department Universitas Esa Unggul FOCUS AND SCOPE NUTRIRE DIAITA aim to deliver findings and innovations in the field of nutrition and health. NUTRIRE DIAITA is published 2 times per year (April and October). The journal covers all aspect relating to Human Nutrition including clinical nutrition, community nutrition, food service management, food technology and sport nutrition.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2016): NUTRIRE DIAITA" : 10 Documents clear
MELATONIN MENURUNKAN BERAT BADAN TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIBERI MINYAK JELANTAH SELAMA 28 HARI Novianti, Anugrah; Dharmana, Edi; Suci, Nyoman
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 8, No 2 (2016): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v8i2.1612

Abstract

AbstractBackground: Obesity is a risk factor metabolic syndrome and nonalcoholic fatty liver disease. One of the mechanisms that trigger the disease is the increased oxidative stress in obesity people. Melatonin is a powerful antioxidant that can increase the synthesis of endogenous antioxidants in the body, suppress the inflammatory response,inhibit the formation of steatosis and reducing body weight.Objective: To analyze the effect of melatonin supplementation in reducing body weight in male Wistar rats were fed by waste cooking oil.Methods: True experimental study using post-test only control group design. This study was done on 18 male wistar rats were divided into 3 groups: the positive control group (P0) was administrated waste cooking oil, the treated group 1 (P1) was administrated waste cooking oil and 5mg/kgBW melatonin, and the treated group 2 (P2) was administrated waste cooking oil and 10mg/kgBW melatonin for 28 days. Data analysis using One Way ANOVA test and followed by Tukey test to determine the most effective dose of melatonin.Results: There was significant difference in body weight between P2 group and P0 group (p=0,019) with the mean body weight difference was 19,167g lower than P0 group.Conclusion: Melatonin dose of 10mg/kgBW losesbody weight male Wistar rats were fed by waste cooking oil for 28 days. Keywords: Melatonin, on-alcoholic fatty liver, waste cooking oil AbstrakLatar belakang: Obesitas merupakan faktor risiko timbulnya sindrom metabolik dan penyakit perlemakan hati non alkohol. Salah satu mekanisme yang memicu timbulnya penyakit tersebut adalah peningkatan stres oksidatif pada obesitas. Melatonin merupakan antioksidan kuat yang dapat meningkatkan sintesis antioksidan endogen dalam tubuh, menekan respon inflamasi, menghambat pembentukan steatosis dan menurunkan berat badan. Tujuan: Menganalisis pemberian suplemen melatonin dalam menurunkan berat badan pada tikus Wistar jantan yang diberi minyak jelantah.Metode penelitian: True experimental dengan menggunakanpost-test only control group design. Penelitian ini menggunakan 18 ekor tikus, dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol positif (P0) diberi minyak jelantah, kelompok perlakuan 1 (P1) diberi minyak jelantah dan melatonin dosis 5mg/kgBB, kelompok Perlakuan 2 (P2) diberi minyak jelantah dan melatonin dosis 10mg/kgBB selama 28 hari. Analisis data menggunakan uji One Way Anova dan dilanjutkan dengan uji Tukey HSD untuk mengetahui dosis perlakuan mana yang lebih baik.Hasil penelitian: Ada perbedaan bermakna rerata berat badan antara kelompok P2 dan P0 (p=0,019) dengan selisih rerata berat badan kelompok P2 sebesar 19,167 lebih rendah dari kelompok P0. Simpulan: Melatonin dosis 10mg/kgBB menurunkan berat badan tikus wistar jantan yang diberi minyak jelantah selama 28 hari. Kata kunci: Perlemakan hati non alkohol, minyak jelantah
ANALISIS KUALITAS MAKANAN DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN DI KANTIN UNIVERSITAS ESA UNGGUL Ronitawati, Putri; Simangunsong, Desi W.T
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 8, No 2 (2016): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v8i2.1607

Abstract

AbstractThe development of the food service industry caused competition to meet consumer needs in order to obtain satisfaction. The advantages of a service depends on the quality shown by these services.Consumer satisfaction is the starting point of the growth of loyalty consumer so it's important to know the customer satisfaction ratings. The purpose of this study was to assess the quality of service to the level of customer satisfaction in the implementation of the food in the cafeteria EsaUnggul University. This type of research is observational with cross sectional study. The population of this research is that consumers in the canteen EsaUnggul University with a sample of 100 people. The results of this study are 55% of the sample said that the quality of service in the cafeteria EsaUnggul University is good and there is a relationship between service quality and customer satisfaction levels (p value = 0.000). Keywords: Food quality, quality of service, consumen AbstrakMakanan sebagai faktor yang sangat penting bagi kehidupan manusia harus memenuhi cita rasa yang enak danpenampilan yangmenarik agar memenuhi kebutuhan konsumen. Setiap jasa boga harus dapat meningkatkan kualitas produk untuk dapat menciptakan kepuasan pelanggan yang dapat berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan.Berkembangnya industri jasa makanan menyebabkan adanya persaingan untuk memenuhi kebutuhan konsumen agar memperoleh kepuasan. Selain kualitas makanan, kualitas pelayanan juga berperan penting dalam menentukan tingkat kepuasan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah menganalisiskualitasmakanandankualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan konsumen di kantin Universitas Esa Unggul. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah konsumen di kantin Universitas Esa Unggul dengan sampel 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kualitas makanan dan kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan konsumen (pvalue =0,001). Berdasarkan hasil analisa regresi logistik bahwa kualitas pelayanan merupakan faktor yang paling dominan yang mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen (OR = 9,286).Kata kunci: Kualitas makanan, kualitas pelayanan, konsumen
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO TERHADAP KEBUGARAN ATLET MARCHING BAND DI PELATDA ATLET PON BANTEN 2016 Kuswary, Mury
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 8, No 2 (2016): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v8i2.1613

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to analyze the effect of the frequency of moderate-intensity aerobic exercise on body fat of the members AeroFun Aerobic at Esa Unggul University. This study was using a quasi experimental design with sample of 21 students then given intervention by performing moderate-intensity aerobic exercise for 8 weeks. This intervention was done one time per week. Primary data including bodyweight, body mass index (BMI) and body fat percentage before and after treatment. Results of t-tests showed the respondents there is a significant decrease before and after treatment on percentage of body fat (p<0.05) while the weight and BMI were not significant (P>0.05). Keywords: Fitness, nutritional status, athletes. AbstrakTujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan hubunganasupanzat gizi makro terhadap kebugaranatlet marchingband di Pelatda atlet PON Banten 2016. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan subjek berjumlah 24 responden. Hasil uji t-tes menunjukkan pada responden menunjukkan tidak terdapat hubungan yang sigifikan antara IMT dan asupan zat gizi makro terhadap kebugaran tubuh (p<0.05). Kata kunci: Kebugaran, status gizi, atlet
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN HIGIENE SANITASI DI KANTIN UNIVERSITAS ESA UNGGUL TAHUN 2016 Swamilaksita, Prita Dhyani; Pakpahan, Santi Rumintang
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 8, No 2 (2016): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v8i2.1608

Abstract

AbstractIssues examined in this study resulted from the initial observation showed that the implementation of canteen sanitation hygiene at Esa Unggul University has not fulfilled the requirements contained in the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 1096 / Menkes / PER / VI / 2011 on Foodservices Sanitation Hygiene Requirements . The purpose of this study to determine the factors that affect the application of hygiene and sanitation in the cafeteria Esa Unggul University in 2016. This study was descriptive analytic cross-sectional approach. Samples are cafeteria at Esa Unggul University totaling 15 cafeteria. The instruments used were questionnaires, data analysis univariate, bivariate, and multivariate analyzes. The results of this research that there is a relationship between the education of food handlers (p = 0.000), environment (p = 0.001), and knowledge of food handlers (p = 0.012) with the implementation of hygiene and sanitation in the cafeteria Esa Unggul University. Logistic regression analysis showed that the results that each cafeteria food handlers who have completed high school education will have a propensity score hygiene sanitation applied 2,269 times greater than the uneducated food handlers graduated from high school (95% CI = 1.496 to 62.473; OR = 2.269).Keywords: Hygiene, sanitation, food handlers AbstrakPermasalahan yang dikaji dalam penelitian ini berasal dari hasil observasi awal yang menunjukan bahwa penerapan higiene sanitasi kantin di Universitas Esa Unggul belum memenuhi persyaratan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1096/ MENKES/PER/VI/2011 tentang Persyaratan Higiene Sanitasi Jasaboga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan higiene sanitasi di kantin Universitas Esa Unggul tahun 2016.Jenis penelitian ini deskriptif analitikdengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian adalah kantin di Universitas Esa Unggul yang berjumlah 15 kantin. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner, analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian ini yaituterdapat hubungan antara pendidikan penjamah makanan (p=0,000), lingkungan (p=0,001), dan pengetahuan penjamah makanan (p=0,012) dengan penerapan higiene sanitasi di kantin Universitas Esa Unggul. Analisis regresi logistik menunjukan hasil bahwa bahwa setiap kantin yang memiliki penjamah makanan yang berpendidikan tamat SMA akan memiliki kecenderungan nilai penerapan higiene sanitasi lebih besar 2,269 kali dari penjamah makanan yang tidak berpendidikan tamat SMA (95% CI= 1,496-62,473; OR= 2,269).Kata kunci: Higiene, sanitasi, penjamah makanan
ANALISIS PERBEDAAN POLA KONSUMSI MAKANAN DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKROMASYARAKAT WILAYAH PULAU SUMATERA DAN JAWA (ANALISIS DATA RISKESDAS 2010) Nuzrina, Rachmanida
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 8, No 2 (2016): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v8i2.1614

Abstract

AbstractFood Consumption pattern in general is influenced by environmental and cultural factors. Culture and environment usually led people to behave in order to fulfill their basic biological needs, including the need for food. Culture affects a person in deciding what to eat, how to process the food, and to whom, and under what conditions the food is consumed. The diversity of food consumption at the household level closely related to demographic characteristics, social, economic as well as the potential of local natural resources. That difference, along with constraints in the food distribution among regions, causing food consumption patterns between regions will vary from one region to another. The sample was all the community age 4-97 years old who lived in Sumateran and jawa Island. This was a descriptive study with cross sectional design using secondary data from RISKESDAS 2010. Data analysis was performed by descriptive and inferential test Independent T Test. The results showed food consumption pattern among Jawa and Sumatera Community relatively similar, but several food were different from two region which shows the traditional food in that provinces. For almost all age group, the analysis showed that there is significant different of macronutrient intake between Jawa and Sumatera community (p<0.005). Keywords: Food pattern, macronutrient, Sumatera and Java Island AbstrakPola makan secara umum dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kebudayaan. Kebudayaan dan lingkungan sekitar menuntun orang dalam berperilaku dan memenuhi kebutuhan dasar biologisnya, termasuk kebutuhan terhadap pangan. Budaya mempengaruhi seseorang dalam menentukan apa yang akan dimakan, bagaimana pengolahan, persiapan, dan penyajian, serta untuk siapa, dan dalam kondisi bagaimana pangan tersebut dikonsumsi. Keragaman konsumsi pangan di tingkat tumah tangga erat kaitannya dengan ciri-ciri demografis, aspek sosial, ekonomi serta potensi sumber daya alam setempat. Perbedaan tersebut, ditambah dengan kendala dalam distribusi pangan antar daerah, menyebabkan pola konsumsi makanan antar daerah akan bervariasi dari satu daerah ke daerah lain. Sampel penelitian ini adalah seluruh masyarakat  berusia 4-97 tahun yang tinggal di wilayah pulau Sumatera dan Jawa. Penelitian ini bersifat deskriptif cross sectional dengan menggunakan data sekunder Riset kesehatan Dasar 2010. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensia dengan uji Independent T Test. Hasil penelitian menunjukkan pola konsumsi masyarakat Jawa dan Sumatera relatif sama dengan perbedaan beberapa sumber bahan makanan yang tersedia serta merupakan tradisi wilayah setempat. Pada Sebagian besar kelompok umur terdapat perbedaan yang signifikan pada asupan zat gizi makro berdasarkan wilayah Jawa dan Sumatera (p<0.05).Kata kunci: Pola konsumsi, zat gizi makro, Pulau Sumatera dan Jawa
HUBUNGAN KERAGAMAN KONSUMSI PANGAN DAN STATUS GIZI WANITA USIA 19-49 TAHUN DI PROVINSI DKI JAKARTA (ANALISIS DATA RISKESDAS 2010 Melani, Vitria
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 8, No 2 (2016): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v8i2.1609

Abstract

AbstractThe diversity of food consumption improved to meet the needs of the essential nutrients that will improve the health status of the body. This study aims to determine the relationship of the diversity of food consumption and nutritional status of women aged 19-49 years in Jakarta based on data from Health Research Association in 2010. This study uses data base in the form of electronic files Health Research Association, using a cross sectional study design national and descriptive. This study was conducted in March-June 2016 Esa Unggul University Campus, West Jakarta. The results showed the majority of the sample (62%) had a good diversity of food consumption. Most samples are also included in the normal nutritional status (53%). But the results of the bivariate analysis using Pearson correlation showed there was no correlation between the diversity of food consumption and nutritional status of samples (p> 0.05). This is presumably due to the consumption of food samples are likely to food is high in calories so low despite the diversity of food consumption, caloric intake is high enough to cause increased nutritional status. Keywords: Diversity of food consumption, DDS concept, nutritional status AbstrakKeragaman konsumsi pangan ditingkatkan untuk mencukupi kebutuhan zat gizi penting yang akan meningkatkan status kesehatan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keragaman konsumsi pangan dan status gizi wanita usia 19-49 tahun di Provinsi DKI Jakarta berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2010. Penelitian ini menggunakan data dasar dalam bentuk electronic files hasil Riset Kesehatan Dasar, dengan menggunakan desain cross sectional study berskala nasional dan bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juni 2016 di Kampus Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar sampel (62%) memiliki keragaman konsumsi pangan yang baik. Sebagian besar sampel juga termasuk ke dalam status gizi normal (53%). Namun hasil analisis bivariat menggunakan korelasi Pearson menunjukkan tidak terdapat hubungan antara keragaman konsumsi pangan dan status gizi sampel (p>0.05). Hal ini diduga karena konsumsi pangan sampel cenderung pada pangan yang tinggi kalori sehingga meskipun keragaman konsumsi pangannya rendah, asupan kalorinya cukup tinggi sehingga menyebabkan status gizi meningkat. Kata kunci:  Keragaman konsumsi pangan, konsep DDS, status gizi
ASUPAN LEMAK (MUFA), KALSIUM, INDEKS MASSA TUBUH, DAN HIPERTENSI PADA WANITA POSTMENOPAUSE DI PULAU SUMATERA(ANALISIS DATA SEKUNDER RISKESDAS 2007) Dewi, Novitasari; Mulyani, Erry Yudhya
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 8, No 2 (2016): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v8i2.1610

Abstract

AbstractBackground: RISKESDAS 2007 showed the prevalence of Hypertension is 29,8%. Womensuffered from Hypertension more than men. Dietary intake of fat (MUFA) and an adequate calcium are known to prevent Hypertension.Objective: To identify the differences indietary intake of fat (MUFA), calcium, body mass index, and Hypertension in postmenopausal women in Sumatera.Methods: Data used RISKESDAS 2007, with cross-sectional study and analytical survey design. Total number of samples of postmenopausal women (aged 50-54 years) were studied (n=2107). Statistical analysis used independent sample t-Test.Results: The average age of postmenopausal women in Sumatera is 51 years and 2 months, most of them live in rural areas (59,0%) and urban (41,0%). The average dietary intake of fat (MUFA) is 7,99 g (± 5.738 g), amount to 217.51 mg calcium (± 164.356 mg). The average body mass index of postmenopausal women who studied are 24.12 kg/m2 (± 2.5 kg/m2). 46.4% (n=980) postmenopausal women suffering from Hypertension in Sumatra. Based on the results of statistical tests, there are differences in body mass index based on the incidence of Hypertension (p <0.05). There were no differences on dietary intake of fat (MUFA) and calcium based on the incidence of Hypertension (p≥0,05). Conclusion: Modification of a healthier lifestyle is needed by taking into an adequate intake of calcium, vitamin D and do more physical activity in order to prevent an increase in blood pressure which is faster in postmenopausal women whether they live in urban and rural areas because of reduced estrogen hormone. Keywords : MUFA, Calcium, Hypertension AbstrakLatar Belakang: Hasil Riskesdas 2007 menunjukkan prevalensi kejadian Hipertensi sebesar 29,8%. Berdasarkan jenis kelamin, wanita menderita Hipertensi lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki. Asupan lemak (MUFA), dan kalsium yang cukup diketahui dapat mencegah terjadinya Hipertensi.Tujuan Penelitian: Mengetahui perbedaan asupan lemak (MUFA), kalsium, indeks massa tubuh, dan Hipertensi pada wanita postmenopause di Pulau Sumatera.Metode Penelitian: Data yang digunakan merupakan data sekunder RISKESDAS 2007, dengan pendekatan cross sectional. Jumlah seluruh sampel wanita postmenopause (usia 50-54 tahun) yang diteliti (n=2107). Pengujian statistik menggunakan uji t-test Independent. Hasil: Rata-rata usia wanita postmenopause di Pulau Sumatera adalah 51 tahun 2 bulan, sebagian besar tinggal di wilayah perdesaan (59,0%) dan perkotaan (41,0%). Rata-rata asupan lemak (MUFA) sebesar 7,99 g (±5,738 g), kalsium sebesar 217,51 mg (±164,356 mg). Rata-rata indeks massa tubuh wanita postmenopause yang diteliti sebesar 24,12 Kg/m2 (±2,5 Kg/m2). Sebanyak 46,4% (n=980) wanita postmenopause di Pulau Sumatera menderita Hipertensi. Berdasarkan hasil uji statistik, terdapat perbedaan indeks massa tubuh berdasarkan kejadian Hipertensi (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan asupan lemak (MUFA) dan kalsium berdasarkan kejadian Hipertensi (p≥0,05).Kesimpulan: Modifikasi gaya hidup lebih sehat dengan memperhatikan asupan kalsium, vitamin D dan meningkatkan aktifitas fisik guna mencegah peningkatan tekanan darah yang berlangsung lebih cepat pada wanita postmenopause baik yang tinggal di daerah perkotaan dan perdesaan karena berkurangnya hormon esterogen. Kata kunci: MUFA, kalsium, hipertensi
ANALISIS SISTEM PENYELENGGARAAN MAKANAN DANDAYA TERIMA MENU (PERSEPSI) YANG DISAJIKANDI LAPAS KELAS II B TASIKMALAYA Kustipia, Repa; Pakpahan, Tiurma Heryawanti
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 8, No 2 (2016): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v8i2.1611

Abstract

AbstractManagement system activities organizing meals in prisons (prisons) and prisons (prisons) are eligible adequacy of nutrition, hygiene and sanitation workers food processing and production environments as well as the acceptance of navigation aspects of appearance (color, texture, large portions, and presentation) and aspects taste (temperature, aroma, and level of maturity) in accordance with the implementation guidelines for food in prisons and detention centers of the country. This study is a survey research with cross-sectional observational design. The study was conducted in prisons Class II B Tasikmalaya in December 2015. The sample was taken by purposive sampling method were 105 prisoners or prisoners (WBP) are categorized age classification of early adult age (18-40 years) and middle adulthood (41- 60 years). Statistic test using Chi-Square. Overall on the food delivery system in prisons Class II B Tasikmalaya not meet the standards. The variables which states there is a relationship of power received navigation aspects of appearance (of education with color, education with large portions, age and color, and age with the texture) and acceptance menu aspect sense that states there is a relationship (age with temperature, age and level of maturity and sex with temperature) for p> (α) 0.05. The rest is no correlation because p <(α) 0.05. Keywords: Implementation of the food, acceptance menu, prisoners Abstrak Manajemen kegiatan sistem penyelenggaraan makanan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (rutan) yang memenuhi syarat kecukupan gizi, higiene sanitasi tenaga pengolah makanan dan lingkungan produksi serta daya terima menu aspek penampilan (warna, tekstur, besar porsi, dan penyajian) dan aspek rasa (suhu, aroma, dan tingkat kematangan) sesuai dengan pedoman penyelenggaraan makanan di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara. Penelitian ini merupakan penelitian survei observasional dengan cross-sectional design. Penelitian dilakukan di Lapas Kelas II B Tasikmalaya pada bulan Desember 2015. Sampel diambil dengan metode purposive sampling sebanyak 105 orang narapidana atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terdapat klasifikasi umur yang dikategorikan umur dewasa awal (18-40 tahun) dan dewasa madya (41-60 tahun). Uji Statistik menggunakan uji Chi-Square. Secara keseluruhan dari sistem penyelenggaraan makanan di Lapas Kelas II B Tasikmalaya belum memenuhi standar. Adapun variabel yang menyatakan ada hubungan dari daya terima menu aspek penampilan (pendidikan dengan warna, pendidikan dengan besar porsi, umur dengan warna, dan umur dengan tekstur) dan daya terima menu aspek rasa yang menyatakan ada hubungan (umur dengan suhu, umur dengan tingkat kematangan, dan jenis kelamin dengan suhu) karena p > (α) 0,05. Sisanya adalah tidak ada hubungan karena p < (α) 0,05. Kata kunci: Penyelenggaraan makanan, daya terima menu, warga binaan pemasyarakatan
ANALISIS ASUPAN LEMAK, NATRIUM DAN SERAT BERDASARKAN TEKANAN DARAH PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL TAHUN 2016 Wahyuni, Yulia
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 8, No 2 (2016): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v8i2.1606

Abstract

AbstractBackground: The pressure of blood is a power for the flowingof the blood (oxygen and food) in the arteries, arterioles, pillaries and venous system, thus forming a blood flow to the settle. An increase or decrease in blood pressure will affect the homeostasis of the body. The Food intake is one of the etiology of an increase or decrease in the blood pressure. Some nutrients can increase or decrease the blood pressure is in the intake of fat, and fiber natium.Subject: This research try to explore the relationship between the intake of fat, sodium and fiber on blood pressure. Method:This research conducted on students of department of nutritional sciences in Esa Unggul Universityfor The Academic Year in 2015/2016 were selected by cluster random sampling. The data was taken which the blood pressure, intake of fat, sodium and fiber. The measure of blood pressure issfigmomanometer, the intake fat, fiber, sodium recorded withfood recall 24 hours dan food frequency questionnaire (FFQ).The Result:Subjects in this study are dominated withstudent about 115 peoples with an average age of20 ± 1.6, while the students of7 people (5.74%) with a mean age of20 ± 1.7 years. Daily sodium intake in the group of men more than AKN of 2012 by 14.56% whereas in the group of women less than AKN 2012 amounted to 6.77%. Daily fiber intake in the group of men and women is lower than AKS 2012. Lack of fiber intake on women's groups to 1.42% while the male group 13.19%. Results indicating that there are differences in the intake of fat, sodium and fiber in the group of normal blood pressure, prehypertension and hypertension group with F count 6.574 and P: 0.049 (< 0.05), F count fiber intake 5.431 and P 0.001 (<0, 05) F count 4.765 with P = 0.036 (< 0.05). Spearman rank analysis results indicate that there is a relationship between the intake of fat, fiber and sodium on blood pressure at p < 0.05.Keywords: Student, fat, fiber AbstrakLatar belakang: Tekanan darahsebagai daya untukmengalirnya darah (oksigen dan makanan) di dalam arteri, arteriola, kapiler dan sistem vena, sehingga terbentuklah suatu aliran darah yang menetap. Peningkatan atau penurunan tekanan darah akan mempengaruhi homeostasis tubuh.Asupan makan merupakan salah satu etiologi peningkatan atau penurunan tekanan darah.Beberapa zat gizi yang dapat meningkatkan/menurunkan tekanan darah adalah asupan lemak, natium dan serat. Tujuan: Mengetahui hubungan asupan lemak, natrium dan serat terhadap tekanan darah baik sistol maupun diastole.Metode: Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa prodi ilmu gizi universitas esa unggul tahun akademik 2015/2016 yang dipilih secara cluster random sampling. Hasil: Subjek dalam penelitian ini didomisasi mahasiswi sebanyak 115 orang (94,26 %) dengan rerata usia 20 ± 1,6sedangkan mahasiswasebanyak 7 orang (5,6%) dengan rerata usia 20 ± 1,7 tahun. Hasil uji one way anova menunjukkan bahwa adaperbedaan asupan lemak, natrium dan serat pada kelompok tekanan darah normal, prehipertensi dan kelompok hipertensi dengan nilai F hitung 6,574 dan P : 0,049 (<0,05), Nilai F hitung asupan serat 5,431 dan P 0,001(<0,05)F hitung 4,765 dengan P=0,036 (<0,05). Hasil analisis rank sperman menunjukkan bahwa ada hubungan antara asupan lemak, natrium dan serat dengan nilai p :0,03, 0,25 dan 0,01(p<0,05) dengan nilai r 0,56, 0,84 dan 0,89. Kata kunci: Mahasiswa, lemak, serat
CITA RASA SEBAGAI FAKTOR DOMINAN TERHADAP DAYA TERIMA PASIEN BEDAH DI RSUD CENGKARENGTAHUN 2016 Sitoayu, Laras; Trisia, Novia
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 8, No 2 (2016): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v8i2.1605

Abstract

AbstractFood service is good if patient acceptance of food ≥ 80%. Patients acceptanceaffected by taste, habits/preferences eating, and appetite. Animal protein is a dish that rich of protein value as needed in the process of wound healing in surgical patients.The objective of this study is to determine differences in the acceptability of animaldishes based on taste, habits/preferences eating, and appetite in the various classes of inpatient surgical patients at Cengkareng Hospital. This study was a cross sectional study. Samples were obtained by purposive sampling technique. The statistical test used Mann-Whitney test. The study was conducted on 192 surgical patients.Based on the statistical test, there is difference of patients acceptance for animal side dish based on taste and appetite (p=0,001) and habits/preferences eating (p = 0.022). Logistic regression results obtained taste protective of acceptability. This means that good taste can prevent a lack of food acceptance in patients (OR = 0.761). Taste is the dominant factor that can affect the animal side dish acceptance in surgical patients in hospitals Cengkareng than taste, habits/preferences eating and appetite.Keywords: Food acceptance, taste, animal dish. AbstrakPelayanan makanan dikatakan baik jika daya terima pasien ≥ 80%. Daya terima pasien dipengaruhi antara lain oleh cita rasa, kebiasaan/kesukaan makan, dan nafsu makan pasien. Lauk hewani merupakan hidangan tinggi protein yang dibutuhkan dalam proses penyembuhan luka pada pasien bedah.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan daya terima lauk hewani berdasarkan cita rasa, kebiasaan/kesukaan makan, dan nafsu makan di berbagai kelas rawat inap pasien bedah di RSUD Cengkareng. Penelitian ini merupakan studi cross sectional. Sampel diperoleh dengan teknik purposive sampling sebanyak 192 sampel.Uji statistik yang digunakan adalah Mann-Whitney.Berdasarkan hasil analisis diperoleh ada perbedaan rata-rata daya terima lauk hewani berdasarkan cita rasa dan nafsu makan pasien (p=0,001) dan kebiasaan/kesukaan makan (p=0,022). Hasil uji regresi logistik didapatkan cita rasa protektif terhadap daya terima. Artinya cita rasa yang baik mampu mencegah kurangnya daya terima pada pasien (OR=0,761).Cita rasa merupakan faktor dominan yang dapat mem-pengaruhi daya terima lauk hewani pada pasien bedah di RSUD Cengkareng dibandingkan cita rasa, kebiasaan/kesukaan makan dan nafsu makan.Kata kunci: Daya terima, cita rasa, lauk hewani.

Page 1 of 1 | Total Record : 10