Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KUALITAS KONSUMSI PANGAN PADA RUMAH TANGGA MISKIN DI INDONESIA Baliwati, Yayuk Farida; Briawan, Dodik; Melani, Vitria
GIZI INDONESIA Vol 38, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v38i1.168

Abstract

Rumah tangga miskin merupakan kelompok yang berisiko mengalami rawan pangan karena keterbatasan akses secara ekonomi maupun secara fisik. Keragaman konsumsi pangan rumah tangga diduga mampu dijadikan sebagai indikator rawan pangan. Salah satu metode sederhana untuk menilai keragaman konsumsi pangan rumah tangga adalah Household Dietary Diversity Score (HDDS). HDDS mencerminkan kemampuan ekonomi rumah tangga dalam memperoleh berbagai jenis pangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas konsumsi pangan rumah tangga miskin menggunakan skor HDDS dan validasi HDDS sebagai metode alternatif dalam mendeteksi kejadian rawan pangan pada rumah tangga miskin. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bogor pada bulan Mei-Oktober 2013. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik rumah tangga dan konsumsi pangan di dalam rumah yang dikumpulkan menggunakan metode recall 1 x 24 jam. Wawancara dilakukan terhadap ibu yang memiliki peran penting dalam menentukan konsumsi pangan rumah tangga. Hasil analisis menunjukkan skor HDDS yang tinggi di seluruh lokasi penelitian (skor 6-12), yang berarti konsumsi pangan rumah tangga cukup beragam, namun secara kuantitas asupan energi dan proteinnya masih rendah. Terdapat 61,3 persen rumah tangga tergolong kelompok defisit energi tingkat berat ( 70% Tingkat Kecukupan Energi). Uji sensitivitas (Se) menunjukkan HDDS sensitif 26,95 persen untuk mendeteksi kejadian rawan pangan pada rumah tangga miskin. Hasil uji spesifisitas (Sp) menunjukkan HDDS spesifik 85,16 persen untuk mendeteksi tahan pangan pada rumah tangga miskin. Setelah dilakukan modifikasi dengan mengategorikan kelompok pangan berdasarkan fungsi gizi, nilai Se meningkat menjadi 91,04 persen dan nilai Sp menurun menjadi 35,61 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa HDDS modifikasi memiliki sensitivitas yang baik untuk mendeteksi kejadian rawan pangan pada rumah tangga miskin.ABSTRACT  THE DEVELOPMENT OF DIETARY QUALITY ASSESSMENT INSTRUMENT  IN POOR HOUSEHOLDS IN INDONESIA  Poor households were a risk group of food insecurity due to limited of economic and physic access. Household dietary diversity was predicted can be used as an indicator of food insecurity. Household Dietary Diversity Score (HDDS) is the method used to assess the dietary diversity. The purpose of this study was to determine dietary quality of poor households using HDDS scores and to test HDDS as an alternative method to identify food insecurity in poor households in Indonesia. Data collected from May until October 2013 included household characteristics and household dietary intake  at home using 1 x 24-hour recall. The results showed a high HDDS scores (scores 6-12) across the study sites, which means, household food consumption is quite diverse. In terms of quantity, energy and protein intakes of household members remained low despite HDDS scores indicated that consumption had been diverse. There were 61.3 per cent households which classified as severe level of energy deficit group (70%). The test of the sensitivity (Se) and specificity (Sp) showed that HDDS only 26,95per cent sensitive to identify food insecurity in poor households and 85,16% specific to identify food security in poor households. After modifications by grouping of food based on nutritional function, the Se values increased to 91.04per cent and Sp values decreased to 35.61per cent. These results indicated that the modified HDDS were able to identify food insecurity in poor households. Keywords: HDDS, dietary diversity, food insecurity, sensitivity, specificity
PENILAIAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR DURI KEPA 11 MENGGUNAKAN INDEKS TINGGI BADAN MENURUT UMUR DAN INDEKS MASSA TUBUH MENURUT UMUR Nuzrina, Rachmanida; Melani, Vitria; Ronitawati, Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe quality of Indonesian children is an important determinant for the quality of Human Resources in the next generation, so that Indonesian can be taken into account at the global level. High quality human resources is determined by several factors, such as adequate nutrient intake and optimal nutritional status. This activity aimed to measure the height and weight of students to obtain the nutritional status of primary school students using BAZ Score and HAZ Score. This activity carried out in March 2016. The sample size of this activity are 83 school age children grades 3 and 4 elementary school. Nutritional status measurement was done by measuring the height and weight of the children and then calculate the Z score. Z Score result then compared with the nutrtional status WHO 2005 standards. Results showed that most of children have normal nutritional status according to HAZ Score Index , however there are five children who on Stunted and severe stunted nutritional status. While based on the BAZ Score Indeks , Most of children (52 persons) have normal nutritional status. There are 25 children who are overweight. Periodic assessment of nutritional status were needed as a basis to an interventions to nutritional problems among schhol age children.Keywords: nutritional status, BAZ Score, HAZ score, school age children AbstrakKualitas anak-anak Indonesia merupakan penentu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa mendatang dan menjadi generasi penerus pembangunan negara serta investasi Indonesia menuju negara maju yang dapat diperhitungkan di tingkat global. Terbentuknya SDM yang berkualitas, yaitu sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif ditentukan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah terpenuhinya kebutuhan pangan yang bergizi dan tercapainya status gizi optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur tinggi badan dan berat badan siswa sehingga didapatkan gambaran status gizi siswa sekolah dasar dengan indeks TB/U dan IMT/U. Waktu kegiatan dilakukan pada bulan Maret 2016. Besar sampel kegiatan ini adalah anak-anak usia sekolah kelas 3 dan 4 yang berjumlah 83 orang. Pengukuran status gizi dilakukan dengan cara mengukur tinggi badan dan berat badan kemudian dilakukan perhitungan Z Score dan dibandingkan dengan baku standar WHO 2005. Berdasarkan hasil kegiatan didapatkan hasil bahwa menurut indeks TB/U sebagian besar anak berstatus gizi normal, namun terdapat 5 orang berstatus gizi pendek dan pendek sekali. Sedangkan berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur, 52 orang anak berstatus gizi normal dan 25 orang berstatus gizi lebih serta sisanya berstatus gizi kurang. Perlu diadakan penilaian status gizi berkala serta intervensi terhadap masalah gizi yang dialami oleh siswa dan siswi di SDN Duri Kepa 11 Jakarta Barat.Kata Kunci : status gizi, IMT/U, TB/U, siswa sekolah dasar.
PENDIDIKAN SARAPAN SEHAT MENUJU BANGSA SEHAT BERPRESTASI BAGI ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI MAUK III KABUPATEN TANGERANG BANTEN Ronitawati, Putri; Sa’Pang, Mertien; Sitoayu, Laras; Nuzrina, Rachmanida; Melani, Vitria; Dhyani S, Prita; Novianti, Anugerah
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIn the 6-12 year period, school-aged children are very sensitive in shaping their cognitive development. If during this period they experience hunger then the opportunity to study in school to be reduced (WFP 2006). One message Balanced Nutrition (message six), based on Permenkes No. 41/2014 is a habit of breakfast. Nutrition education accompanied by the provision of food in schools such as a healthy breakfast will run more effectively when walking in tandem. Healthy breakfast education activity aims to raise public awareness, especially school children about the importance of breakfast, the benefits of breakfast, the type of healthy breakfast, and snacks safe. This activity is held in order to commemorate World Health Day and National Education Day and aim to socialize healthy breakfast education activity for School Children at SDN Mauk III of Tangerang Regency of Banten. Socialization is done by providing nutrition education with comic media "Come Breakfast" as one of education media which accompanied by healthy breakfast together in class as much as 268 School Children attend and follow this activity with good Understanding and socialization is strengthened by education media and practice directly related healthy breakfast together in accordance with Balanced Nutrition used and given to the participants so easily understood and applied in everyday life both at home and at school. Such activities are important every year with different target targets, so that the socialization of healthy breakfast in accordance with the principles of balanced nutrition with nutrition education can be achieved well. Keywords: primary school children, nutrition education, healthy breakfast AbstrakPada periode 6-12 tahun, anak usia sekolah sangat sensitif dalam membentuk perkembangan kognitifnya. Bila pada periode ini mereka mengalami kelaparan maka kesempatan untukbelajar di sekolah menjadi berkurang(WFP 2006).Salah satu pesan Gizi Seimbang (pesan keenam), berdasarkan Permenkes No 41/2014 adalah biasakan sarapan.Pendidikan gizi disertai penyelenggaraan makanan di sekolah seperti Sarapan sehat akan berjalan lebih efektif bila berjalan beriringan. Kegiatan pendidikan sarapan sehat bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya anak sekolah mengenai pentingnya sarapan, manfaat sarapan, jenis sarapan sehat, dan jajanan aman. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia dan Hari Pendidikan Nasional serta bertujuan untuk  mensosialisasikan kegiatan pendidikan sarapan sehat bagi Anak Sekolah di SDN Mauk III Kabupaten Tangerang Banten. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan pendidikan gizi dengan media komik “Ayo Sarapan” sebagai salah satu media edukasi yang disertai dengan sarapan sehat bersama di kelas sebanyak 268 Anak Sekolah hadir dan mengikuti kegiatan ini dengan baik  Pemahaman dan sosialisasi diperkuat dengan adanya media edukasi serta praktek secara langsung terkait sarapan sehat bersama sesuai dengan Gizi Seimbang yang digunakan serta diberikan pada peserta sehingga mudah dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah maupun di sekolah. Kegiatan seperti ini penting dilakukan setiap tahun dengan target sasaran yang berbeda-beda, sehingga sosialisasi sarapan sehat sesuai dengan prinsip gizi seimbang yang disertai pendidikan gizi dapat tercapai dengan baik. Kata kunci : anak sekolah dasar, pendidikan gizi, sarapan sehat
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KUALITAS KONSUMSI PANGAN PADA RUMAH TANGGA MISKIN DI INDONESIA Baliwati, Yayuk Farida; Briawan, Dodik; Melani, Vitria
GIZI INDONESIA Vol 38, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.781 KB)

Abstract

Rumah tangga miskin merupakan kelompok yang berisiko mengalami rawan pangan karena keterbatasan akses secara ekonomi maupun secara fisik. Keragaman konsumsi pangan rumah tangga diduga mampu dijadikan sebagai indikator rawan pangan. Salah satu metode sederhana untuk menilai keragaman konsumsi pangan rumah tangga adalah Household Dietary Diversity Score (HDDS). HDDS mencerminkan kemampuan ekonomi rumah tangga dalam memperoleh berbagai jenis pangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas konsumsi pangan rumah tangga miskin menggunakan skor HDDS dan validasi HDDS sebagai metode alternatif dalam mendeteksi kejadian rawan pangan pada rumah tangga miskin. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bogor pada bulan Mei-Oktober 2013. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik rumah tangga dan konsumsi pangan di dalam rumah yang dikumpulkan menggunakan metode recall 1 x 24 jam. Wawancara dilakukan terhadap ibu yang memiliki peran penting dalam menentukan konsumsi pangan rumah tangga. Hasil analisis menunjukkan skor HDDS yang tinggi di seluruh lokasi penelitian (skor 6-12), yang berarti konsumsi pangan rumah tangga cukup beragam, namun secara kuantitas asupan energi dan proteinnya masih rendah. Terdapat 61,3 persen rumah tangga tergolong kelompok defisit energi tingkat berat (< 70% Tingkat Kecukupan Energi). Uji sensitivitas (Se) menunjukkan HDDS sensitif 26,95 persen untuk mendeteksi kejadian rawan pangan pada rumah tangga miskin. Hasil uji spesifisitas (Sp) menunjukkan HDDS spesifik 85,16 persen untuk mendeteksi tahan pangan pada rumah tangga miskin. Setelah dilakukan modifikasi dengan mengategorikan kelompok pangan berdasarkan fungsi gizi, nilai Se meningkat menjadi 91,04 persen dan nilai Sp menurun menjadi 35,61 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa HDDS modifikasi memiliki sensitivitas yang baik untuk mendeteksi kejadian rawan pangan pada rumah tangga miskin.ABSTRACT  THE DEVELOPMENT OF DIETARY QUALITY ASSESSMENT INSTRUMENT  IN POOR HOUSEHOLDS IN INDONESIA  Poor households were a risk group of food insecurity due to limited of economic and physic access. Household dietary diversity was predicted can be used as an indicator of food insecurity. Household Dietary Diversity Score (HDDS) is the method used to assess the dietary diversity. The purpose of this study was to determine dietary quality of poor households using HDDS scores and to test HDDS as an alternative method to identify food insecurity in poor households in Indonesia. Data collected from May until October 2013 included household characteristics and household dietary intake  at home using 1 x 24-hour recall. The results showed a high HDDS scores (scores 6-12) across the study sites, which means, household food consumption is quite diverse. In terms of quantity, energy and protein intakes of household members remained low despite HDDS scores indicated that consumption had been diverse. There were 61.3 per cent households which classified as severe level of energy deficit group (<70%). The test of the sensitivity (Se) and specificity (Sp) showed that HDDS only 26,95per cent sensitive to identify food insecurity in poor households and 85,16% specific to identify food security in poor households. After modifications by grouping of food based on nutritional function, the Se values increased to 91.04per cent and Sp values decreased to 35.61per cent. These results indicated that the modified HDDS were able to identify food insecurity in poor households. Keywords: HDDS, dietary diversity, food insecurity, sensitivity, specificity
Hubungan Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Remaja Putri di SMK Ciawi Bogor Rachmayani, Siti Andina; Kuswari, Mury; Melani, Vitria
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.107 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2018.005.02.6

Abstract

Abstrak Pada usia remaja pelajar lebih mementingkan penampilan fisik. Remaja putri termasuk kelompok yang rentan mengalami masalah gizi. Asupan makan yang buruk menjadi penyebab umum masalah gizi pada remaja. Keseimbangan antara zat gizi yang masuk dibutuhkan untuk kesehatan yang optimal. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi dan status gizi pada remaja putri. Data yang digunakan merupakan data primer berupa karakteristik responden. Sampel yang digunakan adalah 150 remaja putri di SMK Sumpah pemuda 2 Ciawi Bogor. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Persentase responden dengan asupan energi cukup sebesar 73,3%, persentase responden dengan asupan protein kurang sebesar 88%, persentase responden dengan dan asupan karbohidrat cukup sebesar 51,3%. Kesimpulan penelitian ini adalah Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi, protein, dan karbohidrat dengan status gizi. Untuk mencapai status gizi optimal, remaja harus memenuhi kebutuhan asupan energi dan zat gizi makro, terutama asupan protein yang sangat dibutuhkan dalam masa pertumbuhan.Kata kunci: Remaja putri, Asupan gizi, Status gizi Abstract In adolescence, students are more concerned about physical appearance. Female adolescents are a group particularly vulnerable to nutritional problem. Poor food intake becomes a common cause of nutritional problems in adolescents. Balance between nutrition intakes is needed for optimal health. This study used a cross sectional design which aimed to determine the relationship between nutrition intake and nutritional status in female adolescents. The data used were primary data in a form of respondents’ characteristics. The sample used was 150 female adolescents in SMK Sumpah Pemuda 2 Ciawi Bogor. The statistical test used was the Spearman correlation test. The percentage of respondents with sufficient energy intake was 73.3%, the percentage of respondents with less protein intake was 88%, the percentage of respondents with and enough carbohydrate intake was 51.3%. There is a significant relationship among energy, protein, and carbohydrate intake with nutritional status. To reach optimal nutritional status, adolescents must meet the needs of energy intake and macro nutrients, especially protein intake that is highly needed in the growing period. Keywords: female adolescent, nutrition intake, nutritional status
Pengaruh Permainan Kartu Gizi Terhadap Perubahan Pengetahuan dan Sikap Gizi Pada Siswa Sekolah Dasar NUR AFRA, GHINA; Laras Sitoayu; Vitria Melani
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i1.82

Abstract

Multiple nutrition problems become a major problem for most Indonesians, including school-aged children. This nutritional problem will certainly impact on the declining quality of human resources (HR) of Indonesia in the present and future. Lacks of nutrition knowledge or lacks applying nutritional knowledge in daily life can lead to nutritional problems. One way that can be done to improve knowledge about balanced nutrition of school children, namely through the process of nutrition education. Media is one component of the process of nutrition education, media is not only serves as a complement as information giver, but the media has the function of attention that has the power to attract attention. The purpose of this research is to examine the effect of giving flash card media to change the knowledge and attitude of balanced nutrition on 5th grade students in Tanjung Duren Selatan 01 Pagi Elementary School. Total sample in this research are 86 people with Quasy Experiment design. Statistical test using t-test dependent, t-test independent and Mann-Whitney. The result of the research showed the change of knowledge and attitude of the students to the balanced nutrition after giving the flash card media intervention (p≤0,05). Flash card media has an effect on the knowledge and attitude of balanced nutrition on Tanjung Duren Selatan 01 Pagi Elementary School students. Development of nutrition education materials using flash card are needed such as the clean and healthy behaviour and food safety. Abstrak Masalah gizi ganda masih menjadi permasalahan utama bagi sebagian besar penduduk Indonesia, termasuk anak usia sekolah. Masalah gizi ini tentunya akan berdampak pada semakin menurunnya kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di masa sekarang dan mendatang. Pengetahuan gizi yang kurang atau kurangnya menerapkan pengetahuan gizi dalam kehidupan sehari-hari dapat menimbulkan masalah gizi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai gizi seimbang anak sekolah, yaitu melalui proses pendidikan gizi. Media merupakan salah satu komponen dari proses pendidikan gizi, media tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap yaitu pemberi informasi, namun media mempunyai fungsi atensi yaitu memiliki kekuatan untuk menarik perhatian. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian media kartu bergambar terhadap perubahan pengetahuan dan sikap gizi seimbang pada siswa kelas V SDN Tanjung Duren Selatan 01 Pagi. Sampel 86 orang dengan desain Quasy Experiment. Uji statistik menggunakan t-test dependent, t-test independent dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan pengetahuan dan sikap siswa terhadap gizi seimbang setelah diberikan intervensi media kartu bergambar (p≤0,05). Pemberian media kartu bergambar berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap gizi seimbang anak sekolah pada siswa SDN Tanjung Duren Selatan 01 Pagi. Perlu diadakan pengembangan materi pendidikan gizi menggunakan media kartu bergambar seperti materi PHBS dan keamanan pangan
HUBUNGAN TINGKAT KECUKUPAN ENERGI DAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI WARGA BINAAN LAPAS ANAK WANITA TANGERANG Muslimah M, Nur; Angkasa, Dudung; Melani, Vitria
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 9, No 02 (2017): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v9i02.2201

Abstract

Background: Most women in prison are experiencing inadequate energy and macronutrient intake which may affect their nutritional and health status. Objective: To determine the relationship between the level of energy sufficiency and macro nutrient with nutritional status of women. Method : Cross-sectional data were collected from 100 women prisoner aged 19-45 years old from a major prison in Tangerang City of Indonesia. Weight and height were measured with standard weighing scale and microtoise, respectively and body mass index (BMI) was produced. The prisoner’s intakes were measured by three days 24 hour food recalls. Others observed variables were health seeking behaviour (HSB) and infectious disease history (IDH) which assessed by structured interview questionnaire. Spearman's Rank Test was performed to answer the research questions. Result: There was a positive and weak relationship between energy sufficiency level and nutritional status (p = 0,030), protein adequacy level with nutritional status (p = 0,015), fat sufficiency level with nutritional status (p = 0,034) and carbohydrate sufficiency level with nutritional status p = 0.043). Conclusion: Level of energy and macronutrient intake associate with prison women’s nutritional status.  Keywords: energy sufficiency level and macro nutrient, nutritional status, women
HUBUNGAN KERAGAMAN KONSUMSI PANGAN DAN STATUS GIZI WANITA USIA 19-49 TAHUN DI PROVINSI DKI JAKARTA (ANALISIS DATA RISKESDAS 2010 Melani, Vitria
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 8, No 2 (2016): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v8i2.1609

Abstract

AbstractThe diversity of food consumption improved to meet the needs of the essential nutrients that will improve the health status of the body. This study aims to determine the relationship of the diversity of food consumption and nutritional status of women aged 19-49 years in Jakarta based on data from Health Research Association in 2010. This study uses data base in the form of electronic files Health Research Association, using a cross sectional study design national and descriptive. This study was conducted in March-June 2016 Esa Unggul University Campus, West Jakarta. The results showed the majority of the sample (62%) had a good diversity of food consumption. Most samples are also included in the normal nutritional status (53%). But the results of the bivariate analysis using Pearson correlation showed there was no correlation between the diversity of food consumption and nutritional status of samples (p> 0.05). This is presumably due to the consumption of food samples are likely to food is high in calories so low despite the diversity of food consumption, caloric intake is high enough to cause increased nutritional status. Keywords: Diversity of food consumption, DDS concept, nutritional status AbstrakKeragaman konsumsi pangan ditingkatkan untuk mencukupi kebutuhan zat gizi penting yang akan meningkatkan status kesehatan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keragaman konsumsi pangan dan status gizi wanita usia 19-49 tahun di Provinsi DKI Jakarta berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2010. Penelitian ini menggunakan data dasar dalam bentuk electronic files hasil Riset Kesehatan Dasar, dengan menggunakan desain cross sectional study berskala nasional dan bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juni 2016 di Kampus Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar sampel (62%) memiliki keragaman konsumsi pangan yang baik. Sebagian besar sampel juga termasuk ke dalam status gizi normal (53%). Namun hasil analisis bivariat menggunakan korelasi Pearson menunjukkan tidak terdapat hubungan antara keragaman konsumsi pangan dan status gizi sampel (p>0.05). Hal ini diduga karena konsumsi pangan sampel cenderung pada pangan yang tinggi kalori sehingga meskipun keragaman konsumsi pangannya rendah, asupan kalorinya cukup tinggi sehingga menyebabkan status gizi meningkat. Kata kunci:  Keragaman konsumsi pangan, konsep DDS, status gizi
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DAN GIZI MELALUI BOARDGAMES TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KESEHATAN DAN GIZI SERTA VARIASI PILIHAN PANGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI JAKARTA BARAT Melani, Vitria
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 7, No 2 (2015): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v7i2.1576

Abstract

AbstrakPendidikan kesehatan dan gizi dapat diberikan kepada anak-anak melalui suatu media yang dapat menarik minat mereka untuk mengetahui, mempelajari, dan kemudian mempraktikkan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan wahana permainan yang menarik dan mengajarkan pola hidup sehat bagi anak-anak secara tidak langsung tanpa kesan menggurui. Wahana permainan ini diharapkan akan merangsang anak-anak untuk lebih kreatif dan dapat berinteraksi sesama mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah menilai pengaruh pemberian pendidikan kesehatan dan gizi melalui media boardgame terhadap pengetahuan dan sikap kesehatan dan gizi serta variasi pilihan pangan pada anak usia sekolah dasar di Jakarta Barat. Sampel penelitian ini adalah siswa sekolah dasar kelas 3 di SD negeri 11 Pagi Duri Kepa. Desain penelitian ini adalah case control. Kelompok intervensi diberikan permainan boardgames PiKA-PiKA dengan dua kali putaran permainan. Kedua kelompok diberikan kuesioner yang sama. Pada kelompok intervensi, kuesioner diberikan setelah diberikan permainan. Kelompok kontrol hanya diminta mengisi kuesioner tanpa diberikan permainan PiKA-PiKA sebelumnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensia dengan uji Independent T Test. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan kesehatan dan gizi pada kelompok kontrol lebih baik berbanding kelompok intervensi (p<0.05). Pada penilaian sikap dan variasi pilihan pangan diperoleh hasil bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p>0.05).Kata kunci: Boardgames, Gizi, Kesehatan, Pendidikan
EDUKASI BEKAL SEHAT BERDASARKAN PRINSIP GIZI SEIMBANG DENGAN MEDIA "ISI BEKALKU" PADA SISWA SEKOLAH DASAR Ronitawati, Putri; Sitoayu, Laras; Nuzrina, Rachmanida; Melani, Vitria; Prabowo, Mas Dwi Yoga; Budiarti, Tia; Nabilah, Anisa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 3 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.765 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i3.2526

Abstract

Abstrak: Pola makan anak usia sekolah sering tidak sarapan, tidak membawa bekal makanan ke sekolah dan sering jajan di sekolah. Hal ini ditandai dengan rendahnya asupan zat gizi makro dan status gizi yang kurang pada anak sekolah di desa Weninggalih. Selain itu, belum adanya materi mengenai gizi seimbang dalam materi pendidikan jasmani di sekolah dan belum adanya pemberian edukasi terkait gizi seimbang dengan praktek membawa bekal. Edukasi ini bekerjasama dengan semua pihak baik dari puskesmas, kecamatan, sekolah dan perangkat desa yang dilaksanakan di SDN Sinargalih 2, Desa Weninggalih. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswa sekolah dasar mengenai gizi seimbang yang diaplikasikan melalui isi bekalku. Adapun jumlah siswa yang diberikan edukasi sebanyak 50 orang. Praktik yang didasari oleh pengetahuan akan bertahan lama sehingga penting bagi anak untuk memperoleh pengetahuan gizi dari berbagai sumber kegiatan yang akan dilakukan berupa edukasi mengenai gizi seimbang, dan isi piring makanku yang diaplikasikan dalam media “Isi Bekalku” yang sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Hasilnya menunjukkan bahwa ada perubahan yang baik terkait pengetahuan siswa serta adanya perubahan perilaku yang tercermin dengan menu bekal yang bervariasi dan tepat porsinya. Abstract:  The eating patterns of school-aged children often do not eat breakfast, do not bring food to school and often eat snacks at school. This is indicated by the low intake of macro nutrients and poor nutritional status of school children in the village of Weninggalih. In addition, there is no material on balanced nutrition in physical education materials in schools and the absence of providing education related to balanced nutrition with the practice of carrying supplies. This education is in collaboration with all parties, both from the Public Health Center, schools and village apparatuses held at SDN Sinargalih 2, Weninggalih Village. The objective of this activity to improve the knowledge and behavior of elementary school students about balanced nutrition which is applied through my lunch “Isi Bekalku”. The number of students who were given education was 50 people. Practices based on knowledge will last so long that it is important for children to obtain nutritional knowledge from various sources of activities that will be carried out in the form of education about balanced nutrition, and the contents of my plates which are applied in the media "Isi Bekalku" in accordance with the principle of balanced nutrition. The results show that there are good changes related to student knowledge as well as changes in behavior that are reflected in the varied and precise portions of the lunch menu.
Co-Authors Adhella Komala Dewi Aditya Sagara Putra Alda Luna Maedah Amelia Avissa Amelia, Sry Rizki Annisa Millenda Sari Ardiyanti, Aanisah Azari, Hanifah Barqin, Gesa Aldin Budiarti, Tia Dewanti, Lintang Purwara Dewi Septi Medinawati Dian Rahayuningsih Dodik Briawan Dudung Angkas Dudung Angkasa Elistia, Elistia Erry Yudha Mulyani Erry Yudhya Mulyani Fadilatunnisa Hayatunnufus Fauziah Ambarini Febriyani Febriyani Fitri Kurniawati Fitri Kurniawati Gifari, Nazhif Gunawan, Caroline Ferisca Hafika Yunisari Pradina Hanifah Azari Harna, Harna Harvianto, Audrey Zalika Hazadina, Tsabitah Idrus Jus&#039;at Inggriani Puji Lestari Intan Ali Ramadhiany Intan Dwi Asmarani Jus'at, Idrus Jusat, Idrus Karima, Nadina Khaerani, Annisa Laras Sitoayu Lintang P. Dewanti Lutfi Fanani Mardiyah, Sarah Marsidi, Siti Rahmah Maya Fernandya Siahaan Mulyadewi, Zalfa Mury Kuswari Muslimah M, Nur Nabila Nabila Nabila Permatasari Nabilah, Anisa Nadina Karima Nadiyah Nadiyah Nadiyah, - Novelita Hanauli Novianti, Anugerah Novianti, Anugerah Novianti, Anugrah NUR AFRA, GHINA Nuraldimas, Asri Nurul Khairani Palupi, Khairizka Citra Parapat, Ruth Gracia Dau Vanes Prabowo, Mas Dwi Yoga Prita Dhyani Swamilaksita Putri Ayu Anjani Putri Ronitawat Putri Ronitawati Putri, Debby Annisa Putri, Vira Herliana Rachmanida Nuzrina Rachmayani, Siti Andina Rahmawati Rasidin Rani Lutfiani Ratri Oktaria Jasmine Reza Fadhilla Rinanda Almira Risa Martiana Risda, Rahmatia Sa'pang, Mertien Safira Rizki Amalia Sarah Mardiyah Septia Rosdyaningrum Siti Badriyah Siti Badriyah Utami, Dessy Aryanti Vira Herliana Putri Wahyuni, Yulia Widya Musliha Wulan Prasetyani Yayuk Farida Baliwati Yola Barokah Yulia Wahyuni Yulia Wahyuni