cover
Contact Name
Chrest Tupamahu
Contact Email
jurnal.staksh@gmail.com
Phone
+6282231317340
Journal Mail Official
jurnal.sabdaholistik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Putuk, Desa Wonosari, Kec. Tutur, Kab. Pasuruan, Jawa Timur.
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sabda Holistik
ISSN : 30906423     EISSN : 30909325     DOI : https://doi.org/10.63218/fpn51y27
Jurnal Sabda Holistik adalah wadah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Sabda Holistik. Jurnal Sabda Holistik menerima artikel dalam lingkup kajian penelitian studi Teologi Biblika (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru), Teologi Historika, Teologi Sistematika, Misiologi, Kepemimpinan Kristen, Etika Kristen, Pendidikan Agama Kristen dan Entrepreunership Kristen yang berkaitan dengan Generasi Produktif Indonesia ataupun Bonus Demografi Indonesia. Artikel yang dikirim haruslah belum pernah atau tidak sedang dalam proses dimuat dalam jurnal lainnya. Artikel yang masuk harus sesuai dengan petunjuk penulisan atau format yang telah ditetapkan. Jurnal Sabda Holistik terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September, serta menyediakan akses terbuka ke isinya (open access).
Articles 3 Documents
Search results for , issue "vol. 2 no. 2 (2026): september" : 3 Documents clear
Ekoteologi Iman Kristen Dan Keutuhan Ciptaan: Refleksi Teologi Murni Atas Krisis Iklim Iman Halawa; Anen Mangapul Situmorang
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/hhj6g007

Abstract

Krisis iklim global telah menjadi tantangan moral dan spiritual bagi iman Kristen kontemporer. Teologi yang dahulu berpusat pada manusia antropo-sentriskini bergeser menuju paradigma teosentris dan kosmosentris, yang menempatkan Allah sebagai pusat seluruh ciptaan. Penelitian ini bertujuan menafsirkan kembali relasi antara iman Kristen dan keutuhan ciptaan dalam terang ekoteologi, dengan menegaskan bahwa penyelamatan Allah mencakup seluruh kosmos, bukan hanya manusia. Menggunakan pendekatan teologi murni dengan metode studi pustaka dan refleksi hermeneutik, kajian ini menggali kontribusi teologis dari berbagai pemikir kontemporer seperti Moltmann, Sollereder, dan Lee, serta mengkontekstualisasikannya dalam realitas Gereja Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekoteologi Kristen menawarkan kerangka iman yang menyatukan dimensi spiritual, etis, dan ekologis melalui panggilan pertobatan ekologis (ecological conversion) dan praksis pastoral berwawasan ciptaan. Dengan demikian, ekoteologi tidak hanya menjadi refleksi iman terhadap krisis iklim, tetapi juga dasar teologis bagi keterlibatan gereja dalam menjaga keutuhan ciptaan sebagai Dalam konteks iniagian dari misi keselamatan Allah
Pembentukan Disiplin Rohani Dalam Partisipasi Liturgis Penatua Dan Diaken Berdasarkan Pemikiran Richard J. Foster Sheren Prisilia Efatania Musa; Glori Eunnggelion Syalomita; Kesia Eifel Shalom Walangitan
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/gcd2tw07

Abstract

Penelitian ini membahas pembentukan disiplin partisipasi liturgis penatua dan diaken sebagai pelayan gereja dalam pelaksanaan ibadah Minggu di Jemaat GMIM Solafide Radey. Permasalahan penelitian berangkat dari masih ditemukannya perilaku seperti keterlambatan, keluar masuk ruang ibadah tanpa alasan mendesak, serta ketidakhadiran dalam ibadah Minggu. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa disiplin pelayanan tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap tata ibadah, tetapi juga dengan tanggung jawab spiritual dan keteladanan pelayan gereja di tengah jemaat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembentukan disiplin partisipasi liturgis penatua dan diaken berdasarkan kerangka berpikir Disiplin Rohani Richard J. Foster. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin dalam ibadah dipahami sebagai bentuk komitmen, kesetiaan, tanggung jawab, dan keteladanan pelayan khusus. Dalam perspektif Foster, disiplin rohani merupakan latihan yang disengaja dan terus-menerus untuk membuka diri terhadap karya Allah dalam pembentukan kehidupan spiritual. Dengan demikian, pembentukan disiplin partisipasi liturgis perlu dimulai dari spiritualitas personal dan diwujudkan dalam kehidupan komunal melalui kehadiran, keterlibatan, ketertiban, dan keteladanan dalam ibadah Minggu.
Strategi Kontekstualisasi Injil Melalui Tradisi Ruwatan Laut Di Teluk Betung: Antara Inkulturasi Budaya Dan Bahaya Sinkretisme Chresty Thessy Tupamahu; Jerasya Altiano Pesik; Serlianti Sakan; Halena Malaikari
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/3tj8wd89

Abstract

Indonesia adalah bangsa yang kaya akan tradisi dan kebudayaan lokal, salah satunya adalah tradisi Ruwatan Laut yang dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat nelayan di Teluk Betung, Lampung, sebagai ungkapan syukur dan permohonan keselamatan kepada penguasa laut. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi kontekstualisasi pemberitaan Injil melalui tradisi Ruwatan Laut secara Alkitabiah dan kritis, sehingga unsur budaya yang selaras dengan nilai-nilai Alkitab dapat dipakai sebagai jembatan penginjilan, sementara unsur yang berpotensi mengarah pada sinkretisme dapat dikenali dan dihindari. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan menelaah buku, artikel jurnal teologi, dan hasil penelitian terdahulu mengenai tradisi Ruwatan Laut serta teori-teori kontekstualisasi Injil, khususnya pemikiran Yakob Tomatala, Stephen B. Bevans, dan David J. Hesselgrave. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sejumlah unsur dalam tradisi Ruwatan Laut yang memiliki titik temu dengan nilai-nilai Alkitabiah, sehingga dapat dikontekstualisasikan secara kritis melalui model penerjemahan (translasi) dan model antropologis tanpa mengorbankan kemurnian Injil. Dengan pendekatan kontekstualisasi kritis, unsur-unsur tradisi yang selaras dengan iman Kristen dapat diafirmasi dan dipakai sebagai titik kontak (point of contact) penginjilan, sementara unsur yang bertentangan dengan Firman Tuhan perlu dimurnikan atau ditolak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tradisi Ruwatan Laut dapat menjadi jembatan misi yang efektif bagi pemberitaan Injil di Teluk Betung apabila dilakukan dengan kepekaan budaya, kesetiaan pada Alkitab, dan keberanian pelayanan lintas budaya.

Page 1 of 1 | Total Record : 3