Articles
188 Documents
Pengaruh Pemberian PNF Terhadap Kekuatan Fungsi Prehension pada Pasien Stroke Hemoragik dan Non-Hemoragik
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47007/fisio.v8i1.611
Stroke merupakan cedera vascular akut pada otak. Cedera dapat disebabkan oleh sum-batan bekuan darah, penyempitan pembuluh darah, sumbatan dan penyempitan atau pecahnya pembuluh darah. Metode PNF lebih menekankan pada pemberian rangsangan-rangsangan yang sesuai dengan reaksi dikehendaki yang pada akhirnya akan dicapai kemampuan atau gerakan terkoordinasi. Salah satu efek dari metode PNF adalah kelompok otot yang kuat memberikan luapan stimulus ke otot yang lemah, hal ini sama dengan konsep timing for emphasis. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi empiris tentang adanya perbedaan hasil terapi pada kedua kondisi stroke yaitu stroke hemoragik dan stroke non hemoragik terhadap peningkatan kekuatan fungsi prehension. Dalam melakukan penelitian ini bersifat Quasi experimental untuk mempelajari per-bedaan pengaruh pemberian metode PNF terhadap kekuatan fungsi prehension pada pasien stroke hemoragik dan stroke non- hemoragik. Perlakuan terapi latihan metode PNF terhadap pasien stroke hemoragik bermanfaat terhadap peningkatan kekuatan fungsi prehension. Hal ini terbukti dari hasil penelitian dengan menggunakan analisis statistik terbukti bahwa nilai P = 0.012 Sedangkan perlakuan terapi latihan metode PNF terhadap pasien stroke non hemoragik juga bermanfaat terhadap peningkatan kekuatan fungsi prehension. Hal ini terbukti dari hasil penelitian dengan menggunakan analisis statistik terbukti bahwa nilai P = 0.011. Setelah kedua kondisi stroke ini dibandingkan dengan menggunakan analisis statistik uji Mann Whitney didapat nilai P = 0.185 dengan demikian tidak terdapat perbedaan pengaruh yang bermakna tindakan terapi PNF pada kasus stroke hemoragik dan stroke non hemoragik fase penyembuhan terhadap pening-katan kekuatan fungsi prehension.Kata Kunci: Fungsi Prehension, Hemoragik, Non Hemoragik
Beda Pengaruh Auto Stretching dengan Contract Relax and Stretching terhadap Penambahan Panjang Otot Hamstring
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47007/fisio.v8i1.610
Fleksibilitas merupakan factor penting untuk melakukan suatu gerakan baik dalam berolahraga ataupun aktivitas fisik lainnya. Akan tetapi, pekerjaan yang berat atau lati-han fisik yang keras, koordinasi gerakan yang buruk, postur yang jelek, kurang aktivitas/gerak, gerakan yang monoton dan atau gerakan satu arah, cedera dan nyeri dapat membuat otot mengalami pemendekan, stiffness dan tightness. Auto stretching adalah suatu metode penguluran/stretching yang biasa dilakukan pada otot-otot postural sebagai suatu latihan fleksibilitas yang dilakukan secara aktif oleh klien/pasien. Contract relax stretching merupakan salah satu teknik dalam proprioceptive neuromuscular fascilitation (PNF) yang melibatkan kontraksi isometric dari otot yang mengalami spasme/ ketegangan yang diikuti fase relaksasi kemudian diberikan stretching secara pasif dari otot yang mengalami ketegangan tersebut. Biasanya contract relax stretching ditujukan pada otot-otot mobilitas. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental. Pada penelitian ini variabel dibagi menjadi dua objek atau kelompok yaitu yang pertama kelompok perlakuan I yang diberikan perlakuan pemberian auto stretching, sedangkan pada kelompok perlakuan II diberikan perlakuan pemberian Contract Rilex and Stretching. Pada kedua kelompok dilakukan pengukuran dengan menggunakan sit and reach test untuk kemudian dimasukkan kedalam kriteria penilaian panjang otot. Penelitian menun-jukkan pemberian latihan Auto Stretching memberi pengaruh yang bermakna terhadap penambahan panjang otot hamstring dengan hasil uji T-Test Related dengan P = 0,00 (P<0,05). Pemberian latihan Contract Relax Stretching memberi pengaruh yang bermakna terhadap penambahan panjang otot hamstring. uji T-Test Related menun-jukkan dengan P = 0,00 (P<0,05). Tidak terdapat perbedaan penambahan panjang otot hamstring yang bermakna antara Auto Stretching dengan Contract Relax Stretching. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji T-Test Independent dengan P = 0,11 (P>0.05).Kata kunci : Auto Stretching, Contract Relax and Stretching, Panjang Otot
Perbedaan Pengaruh Pemberian Intervensi Ultrasound dengan Mobilisasi Roll Slide Fleksi-Ekstensi dan Ultrasound dengan Mobilisasi Traksi Osilasi Akhir Range of Motion Terhadap Peningkatan Range of Motion pada Osteoarthrosis Lutut
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47007/fisio.v8i1.609
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian intervensi US dengan mobilisasi roll slide fleksi-ekstensi dan intervensi US dengan traksi osilasi akhir ROM terhadap peningkatan ROM pada osteoarthrosis lutut. Penelitian dilakukan pada periode bulan Juli sampai dengan Agustus 2007 dibeberapa instansi pelayanan fisioterapi. Sampel diambil secara purposive sampling dengan menggunakan metode penelitian yang bersifat quasi experimental. Pada kelompok perlakuan 1 diberikan intervansi US dengan mobilisasi roll slide fleksi-ekstensi sedangkan kelompok perlakuan 2 diberikan intervensi US dengan mobilisasi traksi osilasi akhir ROM. Alat ukur yang digu-nakan untuk mengukur nilai ROM sendi lutut adalah goniometer. Pada kelompok perlakuan 1 efek terapi yang dihasilkan berupa perbaikan sirkulasi jaringan, pelepasan perlekatan, peningkatan elastisitas jaringan ikat hingga ke serabut oblique, dan peningkatan ROM sendi lutut. Pada kelompok perlakuan 2 efek terapi yang dihasilkan berupa perbaikan sirkulasi jaringan, melepaskan abnormal cross links, melebarkan sela sendi, mengulur kapsul ligament dan otot sekitar sendi lutut sehingga juga dapat meningkatkan ROM. Pengolahan data dan analisa data menggunakan analisa statistik dengan T-Test reladed dan T-Test independent sample dan hasil yang ditemukan adalah adanya perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua kelompok perlakuan dengan hasil P value= 0.002 (P<0.05). Dapat disimpulkan bahwa kedua metode intervensi pada kedua kelompok perlakuan dapat digunakan untuk meningkatkan ROM sendi lutut pada kondisi osteoartrosis namun akan lebih efektif dengan pemberian intervensi ultrasound (US) dengan mobilisasi traksi osilasi akhir ROM.Kata Kunci : Roll slide, Traksi osilasi, Osteoartrosis
Perbedaan Pengaruh Penambahan Mobilisasi Roll Slide pada Intervensi Ultra Sonik (US) Terhadap Pengurangan Nyeri pada Kasus Disfungsi Discus Temporo Mandibulair Joint (TMJ)
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47007/fisio.v8i1.608
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh penambahan mobilisasi roll slide pada intervensi ultra sonik (US) terhadap pengurangan nyeri kasus disfungsi diskus TMJ. Nyeri disfungsi diskus TMJ diakibatkan oleh beban yang terus menerus terjadi karena kebiasaan buruk yang dilakukan manusia seperti mengunyah pada satu sisi atau mengerat gigi, proses degenerasi dan kelainan anatomi rahang. Jumlah sampel penelitian secara keseluruhan 20 orang yang dibagi dua kelompok berjumlah 10 orang yaitu kelompok perlakuan I diberi intervensi US dan kelompok perlakuan II diberi intervensi US ditambah dengan mobilisasi roll slide. Uji Wilcoxon penurunan nyeri kelompok perlakuan I nilai p=0,005 (p<α=0,05) dan kelompok perlakuan II nilai p = 0,005 (p<α=0,05) berarti intervensi yang dilakukan pada sampel sama-sama berpengaruh terhadap pengurangan nyeri namun berdasarkan uji Mann Whitney menunjukkan bahwa nilai p = 0,000 (p<α=0,05) berarti ada perbedaan penga-ruh yang sangat signifikans pada kelompok perlakuan I (intervensi US) dengan kelompok perlakuan II (intervensi US dan mobilisasi roll slide). Ada pengaruh bermakna intervensi US dan intervensi US ditambah mobilisasi roll slide terhadap pengurangan nyeri namun ada perbedaan pengaruh yang sangat signifikans dimana pada kelompok perlakuan II pengurangan nyerinya lebih baik daripada pengurangan nyeri pada kelompok I. Pada penelitian ini disarankan jumlah sampel diperbanyak supaya dapat digeneralisasikan, perlu ada standar alat ukur dengan validitas dan reliabilitas yang baik, home program untuk mengubah pola mastikasi.Kata Kunci: Roll Slide, Pengurangan Nyeri, TMJ
Perbedaan Pengaruh Latihan Beban dan Rasio Anthropometrik Terhadap Prestasi Lompat Jauh
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47007/fisio.v8i1.607
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan beban terhadap prestasi lompat jauh bagi mahasiswa yang memiliki rasio anthropometrik yang berbeda. Latihan beban terdiri dari tiga macam, yaitu (1) Latihan beban leg-press, (2) Latihan beban back squat dan (3) Latihan beban leg-press ditambah  rintangan, sedangkan rasio anthropometrik terdiri dari dua taraf, yaitu anthropometrik besar dan anthropometrik kecil. Penelitian ini dilakukan di FIK UNIMED pada mahasiswa semester III tahun ajaran 2006/2007. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan blok 3x2. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 60 orang, yang terbagi dalam enam kelompok, setiap kelompok terdiri dari 10 orang mahasiswa. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik Analisis Varians (ANAVA) dengan  taraf signifikansi a = 0.05. Penelitian menyimpulkan bahwa (1) Ada perbedaan pengaruh latihan beban leg-press, back squat dan leg-press ditambah rintangan terhadap prestasi lompat jauh. (2) Ada perbedaan prestasi lompat jauh antara maha-siswa rasio anthropometrik yang besar dan mahasiswa rasio anthropometrik yang kecil. (3) Ada interaksi antara latihan beban dengan rasio anthropometrik terhadap prestasi lompat jauh. Kata kunci: Latihan Beban, Rasio Anthropometrik, Lompat Jauh
Perbedaan Pengaruh Pemberian Ultrasound dan Manual Longitudinal Muscle Stretching dengan Ultrasound dan Auto Stretching Terhadap Pengurangan Nyeri pada Kondisi Sindroma Miofasial Otot Upper Trapezius
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47007/fisio.v8i1.606
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian intervensi Ultrasound dan Manual Longitudinal Muscle Stretching dengan Ultrasound dan Auto Stretching terhadap pengurangan nyeri pada kondisi sindroma miofasial otot upper tra-pezius. Penelitian dilakukan dengan jumlah keseluruhan sampel 30 orang, bersifat kuasi eksperimental dimana penurunan nyeri miofasial otot upper trapezius di ukur dan dievaluasi dengan menggunakan VAS (Visual Analogue Scale). Pada penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan I diberikan intervensi Ultrasound dan Manual Longitudinal Muscle Stretching sedangkan kelompok perlakuan II diberikan intervensi Ultrasound dan Auto Stretching. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sedangkan teknik analisa data dilakukan dengan uji kolmogorov-smirnov sebagai uji normalitas data, uji t-test related untuk mengetahui efek terapi terhadap sampel penelitian pada kelompok perlakuan yang sama, dan uji t-tes independent sebagai uji beda untuk membandingkan antara kelompok perlakuan I dan II. Hasil penelitian menyatakan terdapat pengurangan nyeri yang sangat signifikan pada pemberian intervensi Ultrasound dan Manual Longitudinal Muscle Stretching maupun pemberian intervensi Ultrasound dan Auto Stretching pada kondisi sindroma miofasial otot upper trapezius. Hal ini dapat dilihat dari uji t-tes related dengan nilai P = 0,00 (P<0,05). Berdasarkan hasil uji t-test independent didapatkan bahwa tidak ada perbedaan pengaruh antara pemberian intervensi Ultrasound dan Manual Longitudinal Muscle Stretching dengan Ultrasound dan Auto Stretching pada kondisi sindroma miofasial otot upper trapezius dengan nilai P = 0,051 (P>0.05). Pemberian intervensi Ultrasound dan Manual Longitudinal Muscle Stretching maupun Ultrasound dan Auto Stretching telah terbukti dapat mengurangi nyeri akibat sindroma miofasial otot upper trapezius, sehingga dapat digunakan sebagai suatu intervensi terpilih yang efektif yang dapat diterapkan dan dikembangkan pada kondisi sindroma miofasial otot upper trapezius.Kata Kunci: Ultra Sound, Manual Longitudinal Muscle Stretching, Sindroma Miofasial Otot Upper Trapezius
Beda Pengaruh Antara Microwave Diathermy, Transverse Friction dan Mills Manipulasi dengan Microwave Diathermy dan Transverse Friction Terhadap Penurunan Nyeri Akibat Tennis Elbow Tipe II
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47007/fisio.v7i2.605
Objectives: The purpose of this study was to compare the intervention of MWD, trans-verse friction and mills manipulation with intervention of MWD and transverse friction towards consequence pain reduction tennis elbow type II. Methods: 16 person at me-disakti clinic - Sample at as into 2 groups that is 8 person in groups treatment at give therapy mwd, tranverse friction and mills manipulation and 8 person in control groups at give therapy mwd and tranverse friction. Tennis elbow be a disturbance that in group muscle ekstensor wrist especially in ekstensor carpi radialis brevis and longus. While tennis elboe type II be certain disturbance that in area teno periosteal ektensor car-piradialis brevis, where tenoperiosteal ekstensor carpi radialis brevis experience micro-ruptur pulling consequence that over do from muscle ekstensor carpi radialis brevis con-traction. Therapy gift mwd, tranverse friction and mills manipulation in condition tennis elbow type II can demote pain according to have a meaning and give influence differ-rence that have a meaning at compare therapy mwd and transverse friction. Result: This matter is proved in statistics testing that shows value p = 0,035, Intervention mwd, transverse friction and mills manipulation more have a meaning in demote consequence pain tennis elbow type II at compare with therapy mwd and transverse friction.keywords: Tennis Elbow, Manipulation, Intervention
Manfaat Latihan Jalan Kaki Terhadap Peningkatan Derajat Kesegaran Jasmani Usia Lanjut
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47007/fisio.v7i2.604
Objectives: The amounts and percentage of older age who are more than 60 years old in Indonesia from year to year are increasing. As comparation in 1990 the amounts were 7.99 millions percentage 5.55 % of total resident : in 2000 the amounts were 15.88 millions percentage 7.60 % of total resident. Aging is a physiology and pathophysio-logy process in the human body which run continuosly and can’t be stopped. We can make some effort to minimize the aging process so the general condition is getting better and the life span will be prolonged. According to Katz VL in 1991 it was that one of the effects is to increase the general condition by increasing the physical fitness Physical fitness is personal activity to do daily physical activity, without causing exhaust feel. Method: We have a program of health education and walking exercise program one mile or 1.6 km. The exercise frequency is 3 times a week, and is done for 3 months. One’s physicall fitness can be measured by VO2 maximal (maximal oxigen consumption para-meter). The reason of using walking exercise as a tool to measure VO2 is that in this exercise most of the muscles are in active motion, so it will increase the action pump of perifer blood vessels. Venous return and stroke volume will increase so that VO2 maxi-mal is increasing. Results: From 30 samples of study it’s found that average of VO2 ma-ximal amounts before walking exercise : 25.89 in l/kg/minute, and after walking exercise the average of VO2  maximal 31.65 in l/kg/minute. The research has been done in Mandala Krida Stadion. The objects of the study are members of Paguyuban Pejalan Kaki Mandala Krida. Keywords: Physical Fitness, Walking Exercise, Active Motion
Survei Tentang Manajemen Fisioterapi pada Pasien Pasca Bedah Torak dan Abdomen atas di Rumah Sakit Tipe A dan B di Jawa dan Bali
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47007/fisio.v7i2.603
The happening of complication paru pasca operation often found in patients after done operation action in abdomen part on and piston operation. physiotherapy as one of has character to minimalizing risk the happening of complication lung. Technics physio-therapy that used in patient pasca operation highly varied and still to be controversy about technics best to overcome that troubleshoot pasca surgery action. Aim from this watchfulness detects description about physiotherapy management in patient pasca ope-ration action abdomen part on and piston operation in this time done at home ill type a and b at java and balinese. Watchfulness method: a questioner sent to 35 hospital widespread at Java and Balinese that ask about about reference pattern, patient profile, technics physiotherapy that given in patient pasca operation abdomen part on and piston operation. As much as 68,5% from respondent gives response towards this watchfulness. Data analyzed to use independent t-test and chi-square. Result from this watchfulness is identificated that fisioterapis doesn't has direct access in patient without get reference from doctor. Although in the case of physiotherapy technics kind that is given, fisioterapis only get a little information from doctor. Assumpted that a large part fisioterapis in ope-rated base in erudition that obtained during follow education from in base in scientific. More than 50%respondent doesn't has access towards watchfulness result. Technics breath practice in (deep breating exercise) be technics most commonly used to increase lung function.Keywords: Poet Operative, Thorax and Abdomen, PT Management
Profil Kapasitas Aerobik Atlet Tinju Profesional Indonesia
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47007/fisio.v7i2.602
Objectives: The purpose of this study was to detect capacity profile aerobic that got good for evaluate to what professional fist athlete that competes good in also abroad has sta-mina jantung-paru good. Methods: By using research method to measures capacity aerobic, number that got compared normal value. Normal value for boxer that has heavy body 48 - 60 kg 65 ml/kg bb. Min, 61 - 74 kg 60 ml/kg bb. Min and on 74 kg 50 ml/kg bb. Min. heart capacity paru measuresed by astrand test, by using ergocycle monarch. Body weighing boxer 48 - 60 kg given load 150 watts, body weighing boxer 61 - 74 kg given load 200 watts and body weighing boxer on 74 kg given load 250 watts. Pedal ro-tation speed 50 rpm. Long load 5 minutes or until conditon steady state. To count heart capacity lung by compare load and latest pulse frequency in a table. Number that got compared with normal value.Keywords: Aerobic Capacity, Endurance, Resistance