cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6289661704102
Journal Mail Official
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul Jakarta
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Fisioterapi: Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 18584047     EISSN : 25283235     DOI : https://doi.org/10.47007/fisio.v22i2
Core Subject : Health, Science,
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi aims to spread conceptual thinking or ideas, review and the research findings obtained in the field of Physioterapy Science. This journal focuses on the issues of Physioterapy Science involving : Pediatric Neurology Musculoskeletal Cardio pulmonal Sport Geriatric
Articles 188 Documents
Pengaruh Metode Latihan Bent Arm Pullover and Press dan Power Otot Lengan Terhadap Hasil Lempar Lembing
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v7i2.601

Abstract

Objectives: The purpose of this study was to detect: (1) difference between practice method bent arm pullover and press according to non linear and linear towards result throws javelin, (2) interaction between practice method and power arm muscle towards result throws javelin, (3) difference between practice method bent arm pullover and press according to non linear and linear in sample that has power arm muscle very good towards result throws javelin, (4) difference between practice method bent arm pullover and press according to non linear and linear in sample that has power arm muscle less towards result throws javelin. Methods: 40 person taken by purposive samples based on power arm muscle very balk and less. This study uses experiment method with factorial block 2x2 design. Instrument in this Study: (1) test has throwed medicine ball that is tool to measures ability power student university arm muscle that tested level reliabilitas as big as (r = 0,90 (2), tests throws javelin to measures result throw javelin, that tested level reliabilitas as big as (r = 0,94 (3), practice programs bent arm pullover and press according to non linear and linear. Analysis technique that used analysis variant two directions (two-way anava) continued with test tukey in standard significant = 0,05. Results: (1) found difference between practice method bent arm pullover and press according to non linear and linear towards result throws javelin, (2) found interaction between practice method ably power arm muscle towards result throws javelin, (3) found difference between practice method bent arm pullover and press according to non linear and linear in group power arm muscle very good towards result throws javelin, (4) found difference between practice method bent arm pullover and press according to non linear and linear in group power arm muscle less towards result throws javelin.Keywords: Exercise, Muscle Power, Bent Arm Pullover
Perbedaan Pengaruh Intervensi MWD dan TENS dengan MWD, TENS dan Traksi Leher Manual Terhadap Pengurangan Nyeri Kepala pada Cervical Headache
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v7i1.598

Abstract

Cervical headache adalah nyeri kepala akibat dari kontraksi atau ketegangan dari otot-otot kepala, leher dan bahu secara terus menerus karena kesalahan posisi sehingga menimbulkan spasme, iritasi intervertebral discus dan facet C0-C1,C1-C2,C2- C3, perlengketan pada trigger point. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh intervensi MWD dan TENS dengan MWD, TENS dan Traksi Leher Manual terhadap pengurangan nyeri kepala pada Cervical Headache. Penelitian dilaksanakan 2004 di RSAL. Dr Mintohardjo Jakarta. Metode penelitian bersifat quasi eksperimental untuk mengetahui efek suatu perlakuan pada sample penelitian. Disini ada perlakuan dan ada monitoring dari perubahan yang terjadi akibat perlakuan yang diberikan. Pengolahan data dan analisa data menggunakan program Statistical Program for Science (SPSS 12.0) dengan uji wilcoxon untuk mengetahui kemaknaan perlakuan. Sedangkan untuk mengetahui ada perbedaan kemaknaan antara perlakuan yang diberikan pada kelompok perlakuan I dengan kelompok perlakuan II digunakan uji mann-withney. Penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan gabungan intervensi MWD, TENS dan Traksi Leher Manual berpengaruh dalam menurunkan intensitas nyeri kepala pada cervical headache. Adapun hasil uji analisis nilai Verbal Rating Scale kelompok perlakuan II adalah nilai P value=0,004 (P<a, a=0,05), yang berarti Ada pengaruh pengurangan nyeri kepala pada cervical headache dengan menggunakan gabungan MWD, TENS dan Traksi Leher Manual Hasil uji analisis nilai Verbal Rating Scale kelompok I adalah nilai P value=0,004 (P<a,a=0,05), yang berarti ada pengaruh pengurangan nyeri kepala pada cervical headache dengan menggunakan intervensi MWD dan TENS saja. Berdasarkan grafik tampak penurunan nilai VRS kelompok perlakuan II lebih tajam dibandingkan dengan kelompok I. Dari uji mann-withney didapat nilai P value=0,000 (P<a,a=0,05), yang berarti ada perbedaan yang bermakna penurunan nyeri kepala antara kelompok perlakuan I dan kelompok perlakuan II.Kata Kunci: Trigger Point, Cervical Headache, Manual Traksi Leher
Manfaat Latihan Pembebanan (Weight Training) Terhadap Jarak Tempuh Tes Jalan Enam Menit pada Penderita Pasca Operasi Bedah Pintas Koroner Fase I
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v7i1.597

Abstract

Latar Belakang: Penyakit jantung membunuh orang sebanyak 17 juta setiap tahunnya, walaupun sebetulnya penyakit jantung yang mematikan tersebut dapat diterapi maupun dicegah (WHO, 2000). Salah satu terapi yang diberikan pada penderita penyakitjantung koroner adalah Operasi Bedah Pintas Koroner. Manfaat pemberian Terapi Latihan pada penderita pasca operasi bedah pintas koroner telah banyak dipublikasikan, namun demikian jenis latihan manakah yang dapat memberikan manfaat pada kelompok penderita tersebut masih diperlukan investigasi lebih lanjut. Tujuan: Untuk mengetahui manfaat latihan pembebanan terhadap jarak tempuh tes jalan enam menit pada penderita pasca operasi bedah pintas koroner fase I. Metode: Rancangan penelitian ini adalah two groups pre and post test design. Pada kelompok perlakukan, mereka mendapatkan terapi dasar sesuai dengan protokol dari rumah sakit (Latihan peregangan, latihan dengan menggunakan sepeda statik dan latihan jalan) ditambah dengan latihan pembebanan, sedang pada kelompok kontrol hanya mendapatkan terapi dasar saja. Analisa Data: Data dikumpulkan dari pengukuran jarak tempuh pada tes jalan enam menit, kemudian diolah dengan menggunakan SPSS  11 dan dilakukan analisa uji beda. Hasil: Jarak tempuh pada tes jalan enam menit menunjukkan adanya perbedaan antara sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan baik pada kelompok I (perlakuan) maupun kelompok II (kontrol), namun demikian rata-rata jarak tempuh pada tes jalan enam menit pada kelompok I lebih besar secara bermakna (p=0,002) dibandingkan dengan kelompok II. Kesimpulan: Pemberian penambahan latihan pembebanan pada terapi standar program rehabilitasi jantung fase I pada penderita pasca operasi bedah pintas koroner bermanfaat untuk meningkatkan jarak tempuh pada tes jalan enam menit.Kata Kunci: Latihan pembebanan, Pasca Operasi Bedah Pintas Koroner, Tes Jalan Enam Menit
Manfaat Back School Aktif Terhadap Pengurangan Nyeri Pinggang Mekanis (Studi Komparatif Antara Pemberian Back School Aktif, SWD dan US dengan Pemberian Back School Pasif, SWD dan US)
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v7i1.596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara penerapan Back School Aktif, Short Wave Diathermy dan Ultra Sound dengan Back School Pasif, Short Wave Diathermy dan Ultra Sound terhadap pengurangan nyeri pinggang mekanis. Sampel penelitian didapatkan dari Poliklinik Fisioterpi RSPAD Gatot Subroto Jakarta dengan jumlah sampel 20 orang baik laki-laki maupun perempuan, umur sampel antara 21- 50 tahun. Jumlah sampell dibagi 2 kelompok yaitu 10 orang pada kelompok perlakuan dengan intervensi Back School Aktif, Short Wave Diathermy dan Ultra Sound, dan 10 orang pada kelompok kontrol dengan intervensi Back School Pasif, Short Wave Diathermy dan Ultra Sound. Nyeri pinggang mekanis disebabkan oleh faktor mekanis atau kesalahan biomekanik saat mengangkat suatu barang/benda. Kondisi ini dapat disebabkan oleh strain/sprain, gangguan sendi facet dan discus. Nyeri pinggang mekanis umumnya terjadi injury pada serabul annulus fibrosus bagian dorsal dan ligament longitudinal posterior sehingga menimbulkan nyeri dan spasme pada otot-otot erector spine dan akibatnya menghambat gerakan fleksi lumbal. Dalam pemeriksan, umumnya timbul nyeri pada saat provokasi test fleksi lumbal, terasa nyeri dan tegang pada otot-otot erector spine. Dengan penerapan Back School Aktif, Short Wave Diathermy dan Ultra Sound memiliki efek terapeutik yaitu penurunan nyeri. Hal ini sesuai dengan hasil uji analisis hipotesis yang menunjukan bahwa nilai U hitung 0<U, yang berarti bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang sangat bermakna antara intervensi Back School Aktif, Short Wave Diathermy dan Ultra Sound dengan Back School Pasif, Short Wave Diathermy dan Ultra Sound. Dengan demikian, penerapan Back School Aktif, Short Wave Diathermy dan Ultra Sound sangat efektif dan optimal dalam menurunkan nyeri pinggang mekanis.Kata Kunci:  Back School, Nyeri pinggang, lumbal
Perbedaan Pengaruh Penambahan Exercise dalam Pencapaian Posisi Kepala yang Simetris Akibat Torticolis
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v7i1.595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan exercise dalam penangan kondisi torticollis terhadap pencapaian posisi kepala yang simetris akibat torticollis. Penelitian ini dilakukan terhadap pasien bayi yang mengalami torticollis yang melakukan berobat jalan di RS. ISLAM JAKARTA dan beberapa rumah sakit di Jakarta. Penelitian bersifat quasi eksperimen, dengan design penelitian dengan metode pre-post test design untuk melihat perbedaan panjang otot sternocleidomastoideus sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Pengolahan data dilakukan dengan uji Wilcoxcon untuk mencari pengaruh perbedaan pemberian intervensi pada masing-masing kelompok dan uji Mann-Whithney untuk mencari beda pengaruh pada kedua kelompok dengan menggunakan program SPSS 10,0. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penambahan exercise dalam penanganan pada kondisi torticollis memiliki pengaruh yang bermakna terhadap pencapaian posisi kepala yang simetris akibat torticollis. Dengan demikian exercise merupakan bentuk intervesi yang dilakukan dengan memberikan latihan yang bermakna dan bermanfaat bagi pasien bayi yang mengalami kondisi torticollis. Berdasarkan kesimpulan diatas diharapkan kepada orang tua yang memiliki bayi dengan kondisi torticollis diharapkan segera memeriksakan bayi sedini mungkin agar mendapatkan penangan fisioterapi terhadap pemberian intervensi exercise dapat diberikan sedini mungkin untuk mendapatkan suatu hasil yang maksimal.Kata Kunci: Torticollis, Sternocleidomastoideus, Exercise
Perbedaan Pengaruh Penambahan Teknik ffleurage pada Intervensi Short Wave Diathermy – Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation dan Latihan Stabilisasi Terhadap Pengurangan Nyeri Pinggang Bawah Akibat Akut Sprung Back
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v7i1.594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan teknik effleurage yang diberikan pada intervensi short wave diathermy, transcutaneus electrical nerve stimulation dan latihan stabilisasi terhadap pengurangan nyeri pinggang bawah akibat sprung back. Penelitian ini dilakukan di unit fisioterapi Rumah Sakit Islam Jakarta. Adapun jumlah pasien yang menjadi obyek penelitian adalah 20 orang pasien dengan keluhan nyeri pinggang bawah akibat sprung back, dengan kisaran umur antara 20-50 tahun. Penelitian yang dilakukan bersifat kuasi eksperimen untuk mempelajari fenomena sebab akibat dengan memberikan perlakuan pada obyek penelitian. Pasien dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang diberi intervensi dengan pemberian short wave diathermy, transcutaneus electrical nerve stimulation, latihan stabilisasi dan effleurage dan kelompok kontrol yang diberi intervensi dengan pemberian short wave diathermy, transcutaneus electrical nerve stimulation dan latihan stabilisasi. Untuk melihat perubahan tingkat nyeri digunakan pengukuran sebelum dan sesudah 6 kali intervensi dengan visual analogue scale. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan uji Wilxocon untuk mengetahui efek perlakuan terhadap obyek penelitian dan uji Mann-Whitney untuk melihat kondisi awal dan kondisi akhir dari dua kelompok dimana pada kondisi awal, tidak boleh terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok yang diteliti. Pengolahan dan analisa data ini menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS 11,0) untuk melihat efek perlakuan yang signifikan terhadap obyek penelitian. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa intervensi dengan short wave diathermy, transcutaneus electrical nerve stimulation, latihan stabilisasi dan effleurage pada kelompok perlakuan memberikan hasil lebih baik dari pada intervensi short wave diathermy, transcutaneus electrical nerve stimulation dan latihan stabilisasi, dalam mengurangi nyeri pinggang bawah akibat sprung back. Dengan demikian, teknik ini dapat digunakan sebagai salah satu metode fisioterapi dalam mengurangi nyeri pinggang bawah akibat sprung back. Kesimpulan di atas diharapkan dapat bermanfaat bagi fisioterapis baik pada institusi pelayanan maupun pada institusi pendidikan serta dapat menambah wawasan berfikir dalam mempelajari dan mengembangkan metode-metode pengobatan yang aman, efektif dan efisien seperti penerapan short wave diathermy, transcutaneus electrical nerve stimulation, latihan stabilisasi dan effleurage terhadap penurunan nyeri pinggang bawah akibat sprung back.Kata kunci :  Effleurage, Sprung Back, Latihan Stabilisasi
Perbedaan Pengaruh Intervensi MWD dan TENS dengan MWD, TENS dan Traksi Leher Manual Terhadap Pengurangan Nyeri Kepala pada Cervical Headache
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v6i2.593

Abstract

Cervical headache adalah nyeri kepala akibat dari kontraksi atau ketegangan dari otot-otot kepala, leher dan bahu secara terus menerus karena kesalahan posisi sehingga menimbulkan spasme, iritasi intervertebral discus dan facet C0-C1,C1-C2,C2- C3, perlengketan pada trigger point. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh intervensi MWD dan TENS dengan MWD, TENS dan Traksi Leher Manual terhadap pengurangan nyeri kepala pada Cervical Headache. Penelitian dilaksanakan 2004 di RSAL. Dr Mintohardjo Jakarta. Metode penelitian bersifat quasi eksperimental untuk mengetahui efek suatu perlakuan pada sample penelitian. Disini ada perlakuan dan ada monitoring dari perubahan yang terjadi akibat perlakuan yang diberikan. Pengolahan data dan analisa data menggunakan program Statistical Program for Science (SPSS 12.0) dengan uji wilcoxon untuk mengetahui kemaknaan perlakuan. Sedangkan untuk mengetahui ada perbedaan kemaknaan antara perlakuan yang diberikan pada kelompok perlakuan I dengan kelompok perlakuan II digunakan uji mann-withney. Penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan gabungan intervensi MWD, TENS dan Traksi Leher Manual berpengaruh dalam menurunkan intensitas nyeri kepala pada cervical headache. Adapun hasil uji analisis nilai Verbal Rating Scale kelompok perlakuan II adalah nilai P value=0,004 (P<a, a=0,05), yang berarti Ada pengaruh pengurangan nyeri kepala pada cervical headache dengan menggunakan gabungan MWD, TENS dan Traksi Leher Manual Hasil uji analisis nilai Verbal Rating Scale kelompok I adalah nilai P value=0,004 (P<a,a=0,05), yang berarti ada pengaruh pengurangan nyeri kepala pada cervical headache dengan menggunakan intervensi MWD dan TENS saja. Berdasarkan grafik tampak penurunan nilai VRS kelompok perlakuan II lebih tajam dibandingkan dengan kelompok I. Dari uji mann-withney didapat nilai P value=0,000 (P<a,a=0,05), yang berarti ada perbedaan yang bermakna penurunan nyeri kepala antara kelompok perlakuan I dan kelompok perlakuan II.Kata Kunci: Trigger Point, Cervical Headache, Manual Traksi Leher
Perbedaan Pengaruh Antara Contrax + Stretching dan Micro Wave Diathermy untuk Penurunan Nyeri pada Kondisi Thoracic Outlet Sindrom Type Pectoralis
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v6i2.592

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara Contratc Relax + Stretching dan Micro wave Diathermy untuk penurunan nyeri pada kondisi Thoracic Outlet Sindrom Type Pectoralis Minor. Dalam penulisan ini penulis mengambil sampel pasien yang berobat di Klinik Fisioterapi Rumah Sakit Umum Dr.Zainoel Abidin dengan jumlah sampel 30 Orang terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan umur 35-55 tahun. Metode penelitian ini bersifat quasi experimen (Experimen Semu) dengan melihat fenomina korelasi sebab akibat pada kedua kelompok perlakuan dari objek penelitian . pada penelitian ini sampel dibagi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan intervensi Micro Wave Diathermy dan Contract Relax+Stretching, sedangkan kelompok kontrol  intervensinya Micro Wave Diathermy saja. Untuk melihat perubahan penurunan tingkat nyeri digunakan [pengukuran dengan Visual Analog Skale (VAS). Tehnik pengambilan sampel diolakukan dengan tehnik Purposive Sampling. Pengolahan dan analisa data dilakukan dengan uji Wilkoxon dan uji mann Withney, dengan menggunakan Program Statistical Program For Social Science (SPSS 11,0) untuk melihat efek perlakuan yang signifikan terhadap objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interfensi Micro Wave Diathermy dan Contrac Relax+Stretching pada kelompok perlakuan memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan inter vensi Micro wave Diathermy saja, dengan kata lain penerapan Contract Relax+Stretching berpengaruh terhadap penurunan nyeri akibat Thoracic Outlet sindrom type Pectoralis Minor secara bermakna. Dengan demikian tehnik ini dapat digunakan sebagai salah satu metode fisioterapi dalam pengobatan Thoracic Outlet Sindrom type Pectoralis Minor.Kata Kunci: Contratc Relax, Stretching, Thoracic Outlet  sindrom
Pengaruh Penambahan Transverse Friction pada Intervensi Ultrasound Terhadap Pengurangan nyeri Akibat Tennis Elbow Tipe II
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v6i2.591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan transverse friction yang diberikan pada intervensi ultrasound terhadap pengurangan nyeri akibat tennis elbow tipe II. Penelitian dilakukan di unit fisioterapi Rumah Sakit Sint Carolus Jakarta. Adapun jumlah pasien yang menjadi objek penelitian adalah 20 orang pasien laki-laki dan perempuan dengan keluhan nyeri akibat tennis elbow tipe II, dengan kisaran umur antara 36-55 tahun. Penelitian yang dilakukan bersifat kuasi eksperimental untuk mempelajari fenomena sebab akibat dengan memberikan perlakuan pada objek penelitian. Pasien dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan I yang diberi intervensi dengan pemberian ultrasound saja dan kelompok perlakuan II yang diberi intervensi dengan pemberian ultrasound dan transverse friction. Untuk melihat perubahan tingkat nyeri digunakan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi dengan Visual Analog Scale. Teknik pengambilan sample dilakukan dengan teknik purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan uji Wilcoxon untuk mengetahui efek perlakuan terhadap objek penelitian dan uji Mann-Whitney yang melihat kondisi awal dan kondisi akhir dari kedua kelompok dimana pada kondisi awal, tidak boleh terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok yang diteliti. Pengolahan dan analisa data ini menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS. 11,0) untuk melihat efek perlakuan yang bermakna terhadap objek penelitian. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa intervensi dengan ultrasound dan transverse friction pada kelompok perlakuan II memberikan hasil yang lebih baik daripada intervensi dengan ultrasound saja dalam mengurangi nyeri akibat tennis elbow tipe II. Dengan demikian, teknik ini dapat digunakan sebagai salah satu metode fisioterapi dalam mengurangi nyeri pada kondisi tennis elbow tipe IIKata Kunci: Tennis Elbow, Transverse Friction, Nyeri Siku
Hubungan Persepsi Mahasiswa Akademi Fisioterapi UKI Tentang Profesi Fisioterapi dengan Motivasi Belajar Tahun 2004
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v6i2.590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Persepsi Mahasiswa Akademi  Fisoterapi UKI tentang Profesi Fisioterapi dan gambaran Motivasi Belajar Mahasiswa  Akademi Fisioterapi UKI serta hubungan kedua variabel tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2004. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian kuesioner kepada mahasiswa Akademi Fisioterapi UKI tingkat 1,tingkat 2 dan tingkat 3 yang menggunakan sampel sebanyak 60 mahasiswa (responden) kemudian memberikan skor dari masing-masing pernyataan kuesioner. Akademi Fisioterapi merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga fisioterapi diharapkan mampu menghasilkan tenaga fisioterapi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat baik kualitas maupun kuantitasnya yang salah satu faktornya adalah pencapaian hasil belajar mahasiswa tersebut. Selain peran pendidik motivasi belajar dan persepsi mahasiswa tentang profesi fisioterapi mempunyai hubungan timbal balik terhadap hasil belajar mereka selama proses pendidikan di Akademi Fisioterapi maupun dalam menjalankan profesinya sebagai fisioterapis. Menurut Hocberg (1969) hubungan persepsi dengan tingkahlaku itu sangat erat sebab dalam persepsi khususnya persepsi sosial mempunyai pengaruh terhadap individu dalam mencapai tujuan. Maka persepsi yang positif terhadap profesi fisioterapi diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan antara persepsi mahasiswa Akademi Fisioterapi UKI tentang profesi fisioterapi dengan motivasi belajar. Dari hasil uji statistik dengan analisis Korelasi Pearson diperoleh ada hubungan yang bermakna tetapi lemah antara persepsi tentang profesi fisioterapi dengan motivasi belajar dengan P value=0,003.Kata Kunci: Profesi Fisioterapi, Persepsi, Motivasi Belajar

Filter by Year

2005 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 22, No 02 (2022): FISIOTERAPI: JURNAL ILMIAH FISIOTERAPI Vol 22, No 01 (2022): FISIOTERAPI: JURNAL ILMIAH FISIOTERAPI Vol 21, No 02 (2021): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 21, No 01 (2021): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 20, No 2 (2020): Fisioterapi: Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 20, No 1 (2020): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 19, No 2 (2019): FISIOTERAPI : JURNAL ILMIAH FISIOTERAPI Vol 19, No 1 (2019): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 18, No 2 (2018): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 18, No 1 (2018): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 17, No 2 (2017): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 17, No 1 (2017): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 16, No 2 (2016): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 16, No 1 (2016): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 15, No 2 (2015): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 15, No 1 (2015): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 14, No 2 (2014): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 14, No 1 (2014): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 13, No 2 (2013): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 13, No 1 (2013): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 12, No 1 (2012): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 11, No 1 (2011): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 9, No 2 (2009): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) More Issue