cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6289661704102
Journal Mail Official
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul Jakarta
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Fisioterapi: Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 18584047     EISSN : 25283235     DOI : https://doi.org/10.47007/fisio.v22i2
Core Subject : Health, Science,
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi aims to spread conceptual thinking or ideas, review and the research findings obtained in the field of Physioterapy Science. This journal focuses on the issues of Physioterapy Science involving : Pediatric Neurology Musculoskeletal Cardio pulmonal Sport Geriatric
Articles 188 Documents
Pengaruh Penambahan Terapi Ultra Sonik pada Intervensi MWD Terhadap PenurunanNyeri Akibat Sprain Ankle
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v6i2.589

Abstract

Secara fungsional ankle merupakan daerah yang menerima beban dari seluruh tubuh baik pada saat berdiri maupun berjalan, sehingga daerah ankle cenderung mengalami gangguan akibat truma mekanik. Pada umumnya, trauma yang terjadi pada ankle sering menimbulkan sprain ankle, yang dikenal orang awam sebagai keseleo. Sprain ankle merupakan kondisi terjadinya over stretch pada ligamen lateral komplek ankle yang disebabkan oleh gerak inversi dan plantar fleksi yang tiba-tiba. Kondisi ini menyebabkan problem nyeri dan bengkan pada sisi lateral ankle serta penurunan fungsi berjalan. Kondisi ini sering terjadi pada olahragawan seperti pemain sepak bola, atletik, pesenam pada kelompok kebugaran dan lain-lain. Sprain ankle umumnya merupakan kondisi nyeri akut, tetapi dapat menjadi kondisi kronik jika terjadi repetetif sprain. Kronik sprain ankle dengan probem nyeri kronik dapat diterapi olehmmodalitas ultra sonik sebagai modalitas tambahan terhadap intervensi MWD. Dengan penambahan terapi ultra sonik terhadap intervensi MWD  pada kelompok perlakuan menunjukkan hasil penurunan nyeri yang lebih bermakna datri pada interfensi MWD saja pada kelompok kontrol. Hal ini disebabkan oleh efek mekanik dari ultra sonik dan efek termal dari MWD sangat mempercepat proses penyembuhan jaringan dan penurunan nyeri. Dapat dilihat dari hasil uji analisi hipotesis yang menunjukkan bahwa interfensi ultra sonik dan MWD memberikan penurunan nyeri yang sangat bermakna dengan nilai p=0,000 dibandingkan dengan interfensi MWD saja.Kata Kunci: Trauma Mekanik, Over Stretch, Sprain Ankle
Perbedaan Pengaruh Pemberian Short Wave Diathermy Cross-Fire dengan Short Wave Diathermy Co-Planar Terhadap Pengurangan Nyeri pada Adnexitis
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v6i2.587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian short wave diathermy cross-fire dengan short wave diathermy co-planar terhadap pengurangan nyeri akibat adnexitis. Penelitian ini dilakukan di unit fisioterapi Rumah Sakit Islam Jakarta. Adapun jumlah pasien yang menjadi obyek penelitian adalah 20 orang pasien wanita dengan keluhan nyeri akibat adnexitis, dengan kisaran umur antara 24-39 tahun. Penelitian yang dilakukan bersifat quasi eksperimen untuk mempelajari fenomena sebab akibat dengan memberikan perlakuan pada obyek penelitian. Pasien dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan I yang diberikan intervensi short wave diathermy cross-fire dan kelompok perlakuan II yang diberikan intervensi short wave diathermy co-planar. Untuk melihat perubahan tingkat nyeri digunakan pengukuran sebelum dan sesudah 6 kali intervensi dengan visual analogue scale. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan uji Wilxocon untuk mengetahui efek perlakuan terhadap obyek penelitian dan uji Mann-Whitney yang melihat kondisi awal dan kondisi akhir dari dua kelompok dimana pada kondisi awal, tidak boleh terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok yang diteliti. Pengolahan dan analisa data ini dilakukan dengan menggunakan stastistical program for social science (SPSS 11,0) for windows untuk melihat efek perlakuan yang signifikan terhadap obyek penelitian. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa intervensi dengan short wave diathermy cross-fire pada kelompok perlakuan I memberikan hasil lebih baik dari pada intervensi short wave diathermy co-planar pada kelompok perlakuan II dalam mengurangi nyeri akibat adnexitis. Dengan demikian, teknik ini dapat digu-nakan sebagai salah satu metode fisioterapi dalam mengurangi nyeri akibat adnexitis. Kesimpulan di atas diharapkan dapat bermanfaat bagi fisioterapis baik pada institusi pelayanan maupun pada institusi pendidikan serta dapat menambah wawasan berfikir dalam mempelajari dan mengembangkan metode-metode pengobatan yang aman, efektif dan efisien seperti penerapan short wave diathermy cross-fire terhadap pengurangan nyeri akibat adnexitis.Kata Kunci: Adnexitis, Cross-Fire, Co-Planar
Perbedaan Pengaruh Pemberian Short Wave Diathermy (SWD) Dan Contract Relax And Stretching Dengan Short Wave Diathermy Dan Transverse Friction Terhadap Pengurangan Nyeri Pada Sindroma Nyeri Miofasial Otot Levator Skapula
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v6i1.585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh terapi Short wave Diathermy dan Contract Relax and Stretching dengan Short Wave Diathermy dan Transverse Friction terhadap pengurangan nyeri akibat sindroma nyeri miofasial otot levator skapula, dimana sampel penelitian ini diperoleh dari poliklinik fisioterapi Badan RSUD Arjawinangun dengan jumlah sampel penelitian 20 orang laki-laki dan perempuan dengan umur 30-40 tahun yang penelitiannya dilaksanakan pada 23 Juli sampai 3 September 2004. Sindroma nyeri miofasial otot levator skapula adalah suatu gangguan lokal pada otot levator Skapula dimana didapatkan adanya miofasial trigger point atau taut band yang membentuk  seperti jalinan tali dan dirasakan nyeri menjalar (referred pain) saat diprovokasi dan menimbulkan reflek ketegangan pada otot yang besangkutan. Dengan penerapan intervensi Short Wave Diathermy dan Contract Relax and Stretching sebagai perlakuan I, dan penerapan Short Wave Diathermy dan Transverse Friction sebagai perlakuan II, dapat mengurangi nyeri akibat sindroma nyeri miofasial otot levator skapula. Dalam penelitian yang dilakukan pada uji kolmogorov–Smirnov sebelum intervensi hasilnya adalah p=0,759 yang berarti tidak ada perbedaan tingkat nyeri sebelum intervensi pada kelompok perlakuan I dan kelompok perlakuan II. Dari kedua perlakuan intervensi ini ternyata sesuai dengan hasil pengujian analisis penelitian setelah dilakukan empat kali intervensi dan berdasarkan hasil uji Mann-Whitney, diperoleh nilai p=0,002 yang berarti bahwa ada perbedaan pengaruh yang sangat signifikan terhadap pengurangan nyeri akibat sindroma nyeri miofasial otot levator skapula antara kelompok perlakuan I dengan penerapan terapi Short Wave Diathermy dan Contact Relax and Stretching dengan kelompok perlakuan II dengan terapi Short Wave Diathermy dan Transverse Friction. Dimana kesimpulannya adalah terapi Short Wave Diathermy dan Contract Relax and Stretcing sangat bermakna pengaruhnya terhadap pengurangan nyeri akibat sindroma nyeri miofasial otot levator skapula dari pada terapi Short Wave Diathermy dan Transverse Friction.Kata Kunci: Contract Relax and Stretching, Transverse Friction,  Sindroma Miofasial Otot Levator Skapula.
Perbedaan Pengaruh Pemberian Intervensi Micro Wave Diathermy (MWD) Dan Ultrasound Underwater Dengan Intervensi Micro Wave Diathermy (MWD) Dan Ultrasound Gel Terhadap Penurunan Nyeri Pada Kasus Plantar Fascitis
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v6i1.584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian intervensi Micro Wave Diathermy (MWD) dan Ultrasound Underwater dengan intervensi Micro Wave Diathermy (MWD) dan Ultrasound gel terhadap penurunan nyeri pada kasus plantar fascitis. Plantar fascitis terjadi karena penguluran yang berlebihan pada plantar fascianya yang dapat mengakibatkan suatu inflamasi pada fascia plantaris yang khususnya mengenai bagian medial calcaneus sehingga dapat menimbulkan nyeri. Metode penelitian bersifat Quasi eksperimental untuk mengetahui efek suatu perlakuan pada objek penelitian. Serta untuk mempelajari manfaat pemberian intervensi MWD dan ultrasound underwater terhadap penurunan nyeri pada kasus plantar fascitis dengan metoda pretest post test design. Penelitian menyimpulkan bahwa pemberian MWD dan ultrasound underwater dan MWD dan ultrasound gel berpengaruh terhadap penurunan nyeri pada plantar fascitis, namun berbeda dalam kecepatan penurunannya.Kata Kunci: Ultrasound, Micro Wave Diathermy, Plantar Fascitis
Beda Pengaruh Penambahan Long Axis Oscillated Traction Pada Intervensi MWD Dan TENS Terhadap Pengurangan Rasa Nyeri Pada Capsullar Pattern Akibat Osteoatritis Lutut
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v6i1.583

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengaruh penambahan Long axis oscillated traction pada intervensi MWD dan TENS terhadap penurunan nyeri pada kondisi capsullar pattern akibat osteoatritis lutut. Penelitian ini dilaksanakan di unit Fisioterapi RSAL MINTOHARDJO Bendungan Hilir, Jakarta. Dimulai pada tanggal 11 Juli sampai 20 Agustus 2005. Penelitian bersifat Quasi eksperimental dan mengunakan teknik perposive sampling.  Osteoatritis adalah suatu patologi yang mengenai kartilago hialin dari sendi lutut, kondisi ini berpengaruh pada pengerasan jaringan subchondral, rawan sendi mengeras, pemendekan capsulligament, spasme otot dan terjepitnya saraf poli modal yang berada di sekitar sendi oleh osteofite maka keluhan yang dapat timbul yaitu berupa nyeri. Pemberian intervensi MWD, TENS dan long axis oscillated traction memberikan pengaruh yang sangat bermakna pada penurunan nyeri akibat osteoatritis lutut. Hal ini disebabkan karena efek terapetik dari MWD dan TENS melalui level sensoris dan level spinal serta efek traksi pada jaringan sekitar sendi. Hasil uji Mann-Whitnay selisih nilai VAS akhir pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol menunjukan nilai P = 0,001, terdapat perbedaan pengaruh yang sangat signifikan pada kedua kelompok. Peneliti menyimpulkan bahwa penambahan long axis oscillated traction pada intervensi MWD, TENS berpengaruh terhadap penurunan nyeri pada capsullar pattern akibat osteoatritis lutut. Dengan demikian pemilihan salah satu metoda dapat digunakan sebagai solusi dan juga kombinasi kedua intervensi tersebut dapat digunakan untuk mendapatkan hasil yang optimal.Kata Kunci: Long Axis Oscillated Traction, Capsular Pattern, Osteoarthritis
Pengaruh Penggunaan Splint Terhadap Penurunan Spastisitas Penderita Stroke
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v6i1.582

Abstract

Penelitian yang akan dilakukan ini bertujuan ingin mengetahui bagaimanakah pengaruh splint dan  berapakah waktu yang diperlukan untuk dapat menurunkan tonus otot yang  tinggi pada penderita  stroke. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu atau quasi experiment. Desain penelitian dilakukan menurut rancangan pretest-postest with control Group . Dalam rancangan dilakukan pemilihan untuk menentukan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, kemudian dilakukan pretest (01) pada ketiga kelompok, diikuti intervensi (X1) pada kelompok eksperimen. Agar efek pemberian splint terlihat antara berbagai lama waktu  pemakaian, maka kelompok eksperimen terdiri atas tiga  kelompok (A , B, dan C). Kelompok eksperimen A diberikan perlakuan berupa pemakaian splint selama 1 jam, kelompok B diberikan pemakaian splint selama 2 jam,  sedengan kelompok C diberikan perlakuan pemakain splint selama 3 jam. Populasi dalam penelitian adalah semua penderita stroke yang melakukan kunjungan ke poliklinik fisioterapi RSU PKU Muhammadiyah Surakarta periode Januari sampai dengan April  2005. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel ditetapkan 60 dengan masing-masing kelompok perlakuan sebanyak 20 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan skala asworth yang telah dimodifikasi baik sebelum maupun setelah pemakain splint.  Analisa data meliputi analisis deskriptif kemudian diikuti analisa uji beda baik dalam setiap  kelompok perlakuan maupun antar kelompok perlakuan. Untuk melakukan analisa ini peneliti menggunakan alat bantu software SPSS versi 10.00 for windows. Metode analisa yang dipakai adalah analisa statistik non parametrik Wilcoxon untuk uji beda dalam kelompok dan Kruskal-Wallis untuk uji beda antar kelompok. Pada akhir penelitian ternyata pada pemakaian alat bantu splint selama 1 jam, 2 jam dan 3 jam semuanya dapat menurunkan spastisitas otot penderita stroke dengan hasil statistik yang bermakna. Waktu  yang paling efektif dalam pemakaian splint untuk menurunkan spastisitas otot penderita stroke adalah selama 2 jam. Terdapat perbedaan yang bermakna antara pemakaian alat bantu splint selama 1 jam, 2 jam dengan 3 jam terhadap penurunan spastisitas penderita stroke.Kata Kunci : Splint, Spastisitas, Stroke
Manfaat Penambahan Knee Support Pada Pelaksanaan Terapi MWD, US, Latihan Isometrik Terhadap Pengurangan Nyeri Akibat Cidera Ligamen Collateral Medial Lutut Stadium Lanjut
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v6i1.581

Abstract

Cidera ligamen collateral medial sendi lutut merupakan salah satu cidera pada sendi lutut yang mengenai tali pengikat sendi bagian medial yang diakibatkan oleh trauma langsung pada bagian medial sendi lutut. Penelitian dilakukan di RSUD. Kota Bekasi dari bulan Agustus 2004–Februari 2005 yang  bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh MWD, US, Latihan Isometrik  dan Pemakaian Knee Support dengan MWD, US, dan Latihan Isometrik terhadap penurunan nyeri akibat Cidera Ligamen Collateral Medial Sendi Lutut Stadium Lanjut. Analisa data dengan uji Wilcoxon untuk mengetahui kemaknaan perlakuan. Sedangkan untuk mengetahui ada perbedaan kemaknaan antara perlakuan yang diberikan pada kelompok perlakuan 1 dengan kelompok perlakuan 2 digunakan uji Mann Whitney. Penelitian menyimpulkan bahwa pemberian terapi MWD, US, Latihan Isometrik, dan Pemakaian Knee Support berpengaruh dalam mengurangi nyeri akibat cidera Ligamen Collateral Medial Lutut Stadium Lanjut dengan nilai P Value=0,005 (P<α, α=0,05). Pada pemberian terapi MWD, US, dan Latihan Isometrik juga berpengaruh dalam mengurangi nyeri akibat cidera Ligamen Collateral Medial Lutut Stadium Lanjut dengan nilai P Value=0,005 (P<α, α=0,05). Dari uji Mann Whitney didapat nilai P value=0,000 (P<α, α=0,05), yang berarti ada perbedaan yang sangat bermakna terhadap pengurangan nyeri antara kelompok perlakuan 1 dan kelompok perlakuan 2.Kata Kunci: Knee Support, Latihan Isometrik, Cidera Ligamen Collateral Medial
Perbedaan Pengaruh Pemberian Intervensi Cold Pack Dan Active Assisted Exercise Dengan Infra Red Radiation Dan Active Assisted Exercise Terhadap Pengurangan Oedem Pada Post Arthroscopy Rekonstruksi Ligamen Cruciatum Anterior Setelah Minggu I
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v5i2.580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh cold pack dan active assisted exercise dengan infra red radiation dan active assisted exercise terhadap pengurangan oedem pada post arthroskopi rekonstruksi ligamen cruciatum anterior setelah minggu I. Penelitian dilaksanakan sejak bulan Juni 2005 sampai dengan Agustus 2005 di RS. Siaga Raya Jakarta. Metode penelitian bersifat kuasi  eksperimental untuk mengetahui efek suatu perlakuan pada objek penelitian. Pengolahan data dan analisa data menggunakan program Statistical Program for Science (SPSS 11.5). Adapun hasil uji wilcoxon nilai penurunan oedem pada  kelompok perlakuan 1 adalah nilai P Value = 0,028 (P< a, a = 0,05), yang berarti ada pengaruh pengurangan oedem yang bermakna pada penggunaan cold pack dan active assisted exercise. Hasil uji wilcoxon nilai penurunan oedem pada  kelompok perlakuan 2 adalah nilai P Value = 0,027 (P<a, a = 0,05), yang berarti ada pengaruh pengurangan oedem basis patella yang bermakna pada penggunaan infra red radiation dan active assisted exercise. Berdasarkan grafik tampak penurunan nilai oedem basis patela kelompok perlakuan 1 yang tidak jauh berbeda dengan kelompok 2. Dari uji Mann Withney didapat nila P value = 0,228 (P< a, a = 0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan yang bermakna penurunan nilai oedem basis patella antara kelompok perlakuan 1 dan kelompok perlakuan 2. Dengan demikian kedua metode ini dapat digunakan sebagai metode intervensi untuk mengurangi oedem pada kondisi tersebut.Kata Kunci : Cold Pack, Active Assisted Exercise, Long Axis Oscillated Traction,  Capsular Pattern, Osteoarthritis. 
Pengaruh Latihan Senam Haji Terhadap Peningkatan Daya Tahan Jantung Paru Pada Calon Jamaah Haji Non Resiko Tinggi
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v5i2.579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan senam haji terhadap peningkatan daya tahan jantung paru pada calon jamaah haji non – resiko tinggi yang berada di Cengkareng dan Tangerang. Penelitian bersifat quasi eksperimental dengan menggunakan design penelitian one group pre dan post test design dimana dimaksudkan untuk mencari perbedaan antara sebelum dan setelah latihan. Dalam penelitian ini hanya digunakan satu kelompok perlakuan yang berjumlah 17 orang. Adapun instrument pengukuran yang digunakan adalah metode balke test yang dilakukan pada awal dan akhir periode latihan. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan uji normalitas data Skewness dan uji stastistic  T-test related untuk menguji signifikansi dua sampel yang saling berpasangan dengan menggunakan perangkat lunak komputer. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa latihan senam haji dapat berpengaruh terhadap peningkatan daya tahan jantung paru pada calon jamaah haji non–resiko tinggi secara signifikan dengan nilai P (0.000).Kata Kunci : Senam Haji, Daya Tahan Jantung Paru
Perbedaan Pengaruh Pemberian MWD, Inhalasi, Postural Drainage Satu Kali Sehari Dan Dua Kali Sehari Terhadap Penurunan Sesak Pada Penderita Asma Bronchiale
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v5i2.578

Abstract

Asma Bronchiale adalah gangguan inflamasi kronik saluran napas yang melibatkan banyak sel dan elemennya. Inflamasi kronik menyebabkan peningkatan hiperesponsif jalan napas yang menimbulkan gejala episodik berulang berupa mengi, sesak napas, dada terasa berat dan batuk-batuk terutama malam dan atau dini hari. Penelitian ini dilakukan di RSIA. Hermina Bekasi dari bulan Juli–Desember 2004 yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh MWD, Inhalasi, dan Postural Drainage yang diberikan dengan frekuensi satu kali sehari dan dua kali sehari terhadap penurunan sesak pada penderita asma bronchiale. Penelitian menyimpulkan bahwa pemberian terapi MWD, Inhalasi, dan Postural Drainage dengan frekuensi satu kali sehari berpengaruh dalam mengurangi sesak pada penderita asma bronchiale dengan nilai P Value=0,005 (P<α, α=0,05). Pada pemberian terapi MWD, Inhalasi, dan Postural Drainage dengan frekuensi dua kali sehari juga berpengaruh dalam mengurangi sesak pada penderita asma bronchiale dengan nilai P Value=0,005 (P<α, α=0,05). Dari uji Mann Whitney didapat nilai P value = 0,002 (P<α, α = 0,05) , yang berarti ada perbedaan yang sangat bermakna terhadap pengurangan sesak antara kelompok perlakuan 1 dan kelompok perlakuan 2.Kata Kunci : Postural Drainage, Asma Bronchiale.

Filter by Year

2005 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 22, No 02 (2022): FISIOTERAPI: JURNAL ILMIAH FISIOTERAPI Vol 22, No 01 (2022): FISIOTERAPI: JURNAL ILMIAH FISIOTERAPI Vol 21, No 02 (2021): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 21, No 01 (2021): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 20, No 2 (2020): Fisioterapi: Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 20, No 1 (2020): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 19, No 2 (2019): FISIOTERAPI : JURNAL ILMIAH FISIOTERAPI Vol 19, No 1 (2019): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 18, No 2 (2018): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 18, No 1 (2018): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 17, No 2 (2017): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 17, No 1 (2017): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 16, No 2 (2016): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 16, No 1 (2016): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 15, No 2 (2015): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 15, No 1 (2015): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 14, No 2 (2014): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 14, No 1 (2014): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 13, No 2 (2013): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 13, No 1 (2013): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 12, No 1 (2012): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 11, No 1 (2011): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 9, No 2 (2009): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) More Issue