cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6289661704102
Journal Mail Official
publikasi@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/inovisi/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Inovisi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 02169673     EISSN : -     DOI : -
INOVISI Jurnal Teknk Industri published by Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul. This journal is an open access, peer-reviewed, this journal dedicated to the publication of research in all aspects of regional dan urban planning scopes. Jurnal INOVISI is published two times a year and accepts original research articles featuring well-designed studies with clearly analyzed and logically interpreted results.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 02 (2011): INOVISI" : 5 Documents clear
Identifikasi Kansei Untuk Evaluasi Desain Produk Kursi Makan Rotan Kansei Identification For Rattan Dining Chair Design Evaluation
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 7, No 02 (2011): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIn product development, it is important to grasp the Kansei (feeling) of consumers from a product. The purpose of this study was to identify consumer Kansei factors in evaluating a product, especially rattan dining chairs. The study began by looking for Kansei words that represent feelings and emotions of consumers, which were beautiful, unique, innovative, comfortable, natural, modern, sturdy and simple. The words were grouped into four factors; aesthetics, functionality, materials and construction. For the assessment, rattan dining chair was divided into five elements, which were back chair design elements, seat, armrest, base and woven. Respondents' assessment were carried out using the structure of the analytical hierarchy process (AHP) with pairwise comparison method. The results showed that for design of backrest and base rattan chair, the most influential factor was the construction. For the design of rattan seat chair, most influential factor was functionality, while the armrest design and woven the influential factor was aesthetics. These factors and Kansei words were validated by a set of sensitivity analysis.Keywords: Kansei, rattan dining chair, Analytical Hierarchy Process (AHP)       AbstrakDalam pengembangan produk, sangat penting untuk menangkap Kansei (perasaan) konsumen terhadap produk tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor Kansei konsumen dalam mengevaluasi produk, dalam hal ini rotan kursi makan. Penelitian diawali dengan mencari kata Kansei yang mewakili perasaan dan emosi konsumen, yakni cantik, unik, inovatif, nyaman, alami, modern, kokoh dan sederhana. Kata-kata tersebut kemudian dikelompokkan menjadi empat faktor, yaitu estetika, fungsi, bahan dan konstruksi. Untuk penilaian kursi rotan dibagi menjadi elemen desain punggung, dudukan, sandaran tangan, kaki dan anyaman. Penilaian responden dilakukan menggunakan struktur analytical hierarchy process (AHP) dengan metode pairwise comparison.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk desain sandaran punggung dan desain kaki kursi rotan, faktor yang paling berpengaruh adalah konstruksi, untuk desain dudukan kursi rotan, yang paling berpengaruh adalah faktor fungsi, sedangkan untuk desain sandaran tangan dan anyaman faktor yang bepengaruh adalah estetika. Selanjutnya validasi dilakukan dengan menggunakan analisis sensitifitas.Kata kunci: kansei, kursi makan rotan, Analytical Hierarchy Process (AHP)
Perbaikan Sistem Kerja Dan Aliran Material Pada Pt. M Motors and Manufacturing
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 7, No 02 (2011): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSistem Kerja adalah salah satu hal yang seringkali harus dikaji ulang oleh pengamat dari luar sistem, yang memiliki pandangan lebih obyektif. PT.M Motors and Manufacturing adalah perusahaan penghasil mobil dengan target produksi yang tinggi. Hasil pengamatan menunjukan lini dua yang memiliki pekerja paling banyak karena besarnya engine yang dirakit (4D34)menjadikannya lini yang paling kritis. Sehingga keamanan, keefektifan, dan kenyamanan kerja sangat penting. Di lini ini ditemukan adanya sistem supply part dan peletakan serta perhitungan alat bantu daisha yang tidak efektif, sehingga dinamika pergerakan sistem kerja tidak teratur  dan dapat menyebabkan keterlambatan produksi bahkan kecelakaan kerja akibat kesemrawutan sistem, kurangnya konsentrasi, dan kelalaian pekerja. Dengan perbaikan sistem kerja, seperti perubahan sistem supply part dan letak daisha dapat membantu mengurangi gerakan kerja operator yang tidak efektif, meningkatkan konsentrasi kerja,dan dapat dikurangi kelalaian. Hal itu terbukti dengan meningkatnya kapasitas produksi yang dihasilkan. Dan perbaikan sistem yang telah diimplementasikan tersebut, diakui mendukung program kegiatan perbaikan-perbaikan (kaizen) yang sedang digalakan di PT. M Motors and Manufacturing.Kata kunci: perancangan sistem kerja, ergonomi, aliran material
Usulan Penerapan Teori Markov Dalam Pengambilan Keputusan Perawatan Tahunan Pada Pt. Pupuk Kujang
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 7, No 02 (2011): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT. Pupuk Kujang sebagai salah satu  pabrik  pupuk terbesar di Indonesia membutuhkan suatu sistem perawatan fasilitas produksi untuk mengurangi kerugian karena karena kegagalan kinerja mesin produksi.  Perawatan tahunan yang diterapkan pada PT. Pupuk Kujang memiliki kendala yakni mesin harus dimatikan selama beberapa hari sehingga produksi menjadi berkurang 1.725 ton/hari. Berdasarkan kondisi tersebut, perusahaan menjadi ragu dalam penerapan sistem ini. Apakah benar melakukan perawatan tahunan merupakan sistem terbaik? Penelitian ini bertujuan untuk membantu PT. Pupuk Kujang untuk mengevaluasi keputusan  perawatan mesin mengunakan metode Markov.  Kondisi mesin dibagi menjadi 3 state yakni baik, rusak sedang dan rusak berat. Alternatif yang diberikan adalah tidak melakukan perawatan tahunan atau melakukan perawatan tahunan. Berdasarkan hasil pengolahan data, didapatkan bahwa keputusan terbaik yang diambil perusahaan ialah melakukan perawatan tahunan selama 5 periode (1periode = 18 bulan). Hasil produksi yang hilang hanya berkisar antara 1,1% sampai 3,4% yang berarti lebih kecil dibanding jika tidak dilakukan perawatan tahunan yang hilang sampai dengan 40%. Untuk mengurangi hasil produksi yang hilang, dapat dilakukan dengan mengurangi waktu shut down mesin selama perawatan tahunan yang menyebabkan hilangnya sejumlah produksi menjadi lebih kecil. Cara ini dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti menggunakan tenaga ahli, mengurangi waktu tempuh antar mesin yang mengalami kerusakan dan persedian komponen perbaikan sehingga tidak perlu menunggu kedatangan komponen terlebih dahulu. Untuk itu, permasalahan yang dihadapi oleh PT. Pupuk Kujang dalam mengambil keputusan dalam melakukan perawatan tahunan dapat terselesaikan dengan keputusan yang baik.Kata kunci: teori markov, perawatan tahunan, keputusan
Usulan Mengurangi Jumlah Cacat Tutup Kaleng 301 Easy Open End Line Waxing Menggunakan Metode Six Sigma Di Pt Cuc Jakarta
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 7, No 02 (2011): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKualitas adalah faktor penting dalam dunia industri, segala daya upaya dilakukan untuk menang dalam persaingan pasar, salah satu cara adalah dengan mengurangi jumlah cacat yang terjadi. PT CUC adalah perusahaan yang memproduksi kaleng Easy Open End (EOE) 301 alumunium, dimana ditemukan berbagai jenis cacat di line produksi waxing. Dengan menggunakan 5W + 1H ditemukan beberapa jenis cacat yang dihasilkan pada line tersebut, dengan menggunakan diagram pareto dapat diketahui cacat kotor wax merupakan jenis cacat yang paling sering muncul dibandingkan jenis cacat lainnya. Pada pengukuran indeks kemampuan proses potensial line waxing diperoleh kriteria sangat baik dengan nilai Cp = 2.06, sedangkan indeks kemampuan proses aktual dengan nilai Cpk = 2.02, dimana DPMO yang dihasilkan adalah 28.012 dengan nilai sigma = 5.528. Dengan menggunakan Fishbone dan Critical To Quality (CTQ) diperoleh beberapa faktor yang menjadi penyebab dominan  terjadinya cacat kotor wax. Pada proses CTQ  diambil 8 faktor tertinggi yaitu: Faktor belt, faktor bak, faktor exhaust, faktor nozzle, faktor setting mesin, faktor tipe sheet, faktor  material sheet, faktor material wax untuk dilakukan analisa lebih mendalam menggunakan FMEA yaitu dengan mencari modus kegagalan potensial yang terjadi, dampak/ efek kegagalan potensialnya, penyebab potensial kegagalan mekanis, kontrol pencegahan dan deteksi, serta rekomendasinya. Dengan melibatkan pihak-pihak yang terkait dengan produksi kaleng EOE 301 untuk menganalisis dan memberikan nilai Severity, Occurence dan Detection, maka diperoleh nilai RPN (Risk Priority Number). Dari rekomendasi yang diusulkan dapat dilakukan upaya perbaikan (improvement) untuk mengurangi jumlah cacat kotor wax.Kata kunci: kaleng easy open end, cacat kotor wax, severity
Optimalisai Penjadwalan Produksi dengan Metode Algoritma Genetika di PT. Progress Diecast
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 7, No 02 (2011): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT. Progress Diecast merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang diecasting komponen otomotif.  Perusahaan ini menerapkan sistem make to order dengan  sistem  produksi  general flow shop.  Untuk mengoptimumkan jalannya produksi sehingga dapat memenuhi pesanan pelanggan tepat pada waktunya, diperlukan suatu sistem penjadwalan produksi yang robust. Permasalahan  yang  dihadapi PT. Progress Diecast saat  ini  adalah  adanya  keterlambatan  penyelesaian pesanan melebihi batas waktu yang telah disepakati bersama, sehingga mengakibatkan meningkatnya  biaya  produksi.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari metode penjadwalan produksi yang  tepat, dengan membandingkan antara metode Campbell, Dudekand Smith dan metode Algoritma Genetika.  Penjadwalan ini akan membantu perusahaan dalam menentukan urutan pekerjaan yang  tepat berdasarkan tujuan untuk meminimasi makespan dan  mean flow time. Luaran dari penelitian berupa suatu rancangan program aplikasi penjadwalan dengan metode Algoritma Genetika menggunakan software MATLAB.  Hasil yang didapat menunjukkan bahwa  proses perhitungan dengan metode Algoritma  Genetika jauh lebih cepat dan akurat daripada metode yang digunakan pada saat ini di PT. Progrss Diecast, yaitu metode Firs In First Out (FIFO) dan metode Campbell, Dudek and Smith. Penjadwalan dengan metode Campbell, Dudek and Smith menghasilkan nilai makespan 84.472 hari dan mean flow time 45.076 hari, sedangkan perhitungan metode Algoritma Genetika menghasilkan nilai makespan sebesar 78.136 hari dan mean flow time sebesar 43.7897 hari.Kata kunci: penjadwalan,  algoritma genetika, makespan

Page 1 of 1 | Total Record : 5