cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 57 Documents
Search results for , issue "vol. 7 no. 2 (2025)" : 57 Documents clear
Pengaruh Pijat Oksitosin terhadap Breast Engorgement pada Ibu Post Partum Claudia Banowati Subarto; Riska Yasmin
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.126

Abstract

Background: Breast engorgement is a common issue among postpartum mothers, characterized by swelling, pain, and firmness in the breasts. It occurs due to inadequate breast emptying. If left untreated, this condition can progress to mastitis, breast abscesses, and early cessation of breastfeeding. Oxytocin massage is believed to accelerate milk let-down and reduce pain. Non-pharmacological methods for managing breast engorgement include warm compresses, breastfeeding education, and oxytocin massage techniques. Objective: To compare the effectiveness of oxytocin massage with standard breast care in reducing breast engorgement among postpartum mothers. Methods: A randomized controlled trial was conducted with 30 postpartum mothers, evenly divided into an oxytocin massage intervention group and a control group receiving warm compresses and education. The intervention consisted of 15-minute sessions twice daily for 3 days. Engorgement scores were measured before and after interventions in both groups. Wilcoxon signed-rank tests were used for within-group analysis, and the Mann–Whitney test was used for between-group comparisons. Results: The intervention group showed a decrease in median engorgement score from 4 to 1 (p < 0.001), whereas the control group’s score reduced from 4 to 2 (p = 0.02). Between-group comparison revealed a significantly greater effect of massage (p = 0.004). The massage group also reported greater reductions in pain and improved breastfeeding comfort. Conclusion: Oxytocin massage is significantly more effective than standard care in reducing postpartum breast engorgement and pain. It is recommended that this technique be integrated into midwifery practice as a non-pharmacological intervention to support breastfeeding and maternal well-being.
Evaluasi Program Pemberian Tablet Tambah Darah Untuk Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri Di Wilayah Kerja Puskesmas Galur 1 Oktaviana Rahmawati; Kharisah Diniyah; Nurul Soimah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.128

Abstract

Anemia pada remaja putri merupakan masalah yang serius, menurut Riskesdas 2018 prevalensi anemia di Indonesia mencapai 23,7%. Dampak anemia bagi remaja putri termasuk penurunan daya tahan tubuh, gangguan konsentrasi, dan masalah perilaku, yang berpotensi menghambat prestasi belajar dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Galur 1 Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, desain penelitian studi kasus, dengan teknik Purposive sampling di bulan Februari-Maret 2025. Menggunakan wawancara mendalam pada ahli gizi, guru UKS dan siswi SMP dan SMA. Analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian, program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) di wilayah kerja Puskesmas Galur 1 dari segi input berjalan dengan baik. Dari segi proses masih kurang optimal pada sosialisasi, , pelaporan, monitoring, dan pencatatan. Secara output, distribusi TTD telah tepat sasaran dan sesuai pedoman. Namun, terdapat kendala pada kepatuhan konsumsi TTD oleh remaja putri, sehingga perlu perbaikan sistem monitoring untuk memastikan tablet benar-benar dikonsumsi secara rutin agar manfaat pencegahan anemia dapat optimal.
Hubungan Paritas Dengan Kecemasan Menghadapi Persalinan Pada Ibu Hamil Di PMB Puji Rahayu Desa Undaan Kidul Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Rina Novita; Syafrida Ainur; Tiara Fatma Kumala
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan hubungan paritas dengan kecemasan menghadapi persalinan pada ibu hamil. Kecemasan kehamilan merupakan keadaan emosional negatif terkait dengan kekhawatiran tentang kehamilan. Faktor paritas salah satu penyebab kecemasan karena berhubungan dengan aspek psikologis. Data WHO menunjukkan 8-10% mengalami kecemasan selama kehamilan dan meningkat menjadi 13% menjelang persalinan. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional, dengan populasi penelitian 60 ibu hamil dengan sampel 52 responden menggunakan lembar kuesioner sebagai instrumen penelitian.  Hasil penelitian yaitu paritas primigravida sebanyak 31(60%), kecemasan ringan atau sedang sebanyak 42 (81%) dan paritas primigravida yang mengalami kecemasan sebanyak 24 (77,4%) dibandingkan dengan paritas multigravida sebanyak 3 (14,3%). Berdasarkan hasil uji statistik fisher's exact test tentang hubungan antara paritas dengan kecemasan menghadapi persalinan pada ibu hamil didapatkan nilai Asymp. Sig. (2-sided) 0,721>0,05. Adapun kesimpulan penelitian ini yaitu tidak ada hubungan yang signifikan antara paritas dengan kecemasan meghadapi persalinan pada ibu hamil di PMB Puji Rahayu Desa Undaan Kidul Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus.
Hubungan Antara Status Gizi Ibu Hamil Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Klumpit Kabupaten Kudus Sukma Wardani; Syafrida Ainur; Indayana Setiawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita di Desa Klumpit Kabupaten Kudus. Stunting merupakan masalah gizi yang terjadi pada balita yang di tandai dengan tinggi badan menurut umur di bawah rata-rata (<-2SD). Salah satu faktor yang mempengaruhi stunting adalah status gizi ibu saat hamil dilihat dari ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23,5 cm, maka ibu hamil tersebut dikatakan KEK atau kurang gizi. Kurang Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil menandakan bahwa ibu dalam keadaan malnutrisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada sebanyak 34 dari 65 ( 72,3 %) status gizi ibu hamil KEK yang mengalami stunting dan 71 dari 136 ( 92,9 %) status gizi ibu hamil tidak KEK memiliki balita stunting sebanyak 13 dari 71 ( 27,7 %). (OR=0, 4,89 ; CI=95% bawah: 2,25 atas: 10,60 ; p = 0, 0001)
Asuhan Keperawatan Nyeri Akut Pada Ibu Post Section Caesarea (SC) Dengan Guided Imagery Di Ruang Mawar RSUD Kardinah Kota Tegal Agelina Nur Kholifah; Siti Haniyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.131

Abstract

Guided imagery merupakan teknik relaksasi yang melibatkan visualisasi tempat dengan situasi tenang dan damai. Teknik ini dapat mengurangi rasa nyeri yang tengah dirasakan oleh pasien dengan mengelola stres yang ditimbulkan oleh rasa nyeri tersebut. Sebagai upaya penanganan dari keluhan nyeri maka diberikan asuhan keperawatan yang dimulai dari pengkajian sampai evaluasi dengan guided imagery. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan nyeri akut dengan guided imagery pada ibu post sectio caesarea. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang mengikut sertakan satu ibu post sectio caesarea yang mengalami keluhan nyeri akut. Pada penelitian ini didapatkan data mayor dan minor saat pengkajian. meliputi mengeluh nyeri, tampak meringis, gelisah, bersikap protektif melindungi area nyeri. Melalui data pengkajian diagnosis keperawatan yang ditegakkan yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik (prosedur operasi). Intervensi dilakukan adalah manajemen nyeri dan guided imagery. Implementasi keperawatan dilakukan sesuai pedoman SDKI, SLKI, dan SIKI. Evaluasi yang didapatkan setelah pelaksanaan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam yaitu keluhan nyeri akut teratasi. Kesimpulan dari pemberian guided imagery dapat menurunkan keluhan nyeri pada ibu post sectio caesarea.
Pengaruh Coloading Cairan Kristaloid Terhadap Perubahan Tekanan Darah Dan Heart Rate Pada Pasien Spinal Anestesi Di Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara Nur Fatichahtus Sa'adah; Danang Tri Yudono; Feti Kumala Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.132

Abstract

Anestesi spinal merupakan teknik umum yang efektif yang memiliki risiko komplikasi seperti hipotensi dan bradikardia. Pemberian cairan kristaloid secara coloading adalah salah satu cara untuk mengurangi risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh coloading cairan kristaloid terhadap perubahan tekanan darah dan heart rate pada pasien anestesi spinal di RS Emanuel Banjarnegara. Studi ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest design. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dan didapatkan sampel sebanyak 111 sampel. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret – April. Karakteristik usia sebagian besar responden berusia 26-35 tahun kategori dewasa awal sebanyak 56 responden (50,5%) dengan jenis kelamin yang paling dominan yaitu jenis kelamin Perempuan sebanyak 67 responden (60,4%), status pasien dengan ASA 2 sebanyak 84 responden (75.7%). Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa pemberian coloading cairan kristaloid mencegah terjadinya penurunan tekanan darah (p value 0,000 < 0,05), terjadi kenaikan rata – rata diastolik sebesar 8,73 mmHg dan rata – rata kenaikan sistole sebesar 23,25 mmHg dan terhadap penurunan heart rate (p value 0,000 < 0,05), rata – rata kenaikan heart rate setelah pemberian coloading cairan kriataloid sebesar 11,96 kali per menit pada pasien spinal anestesi di RS Emanuel Banjarnegara. Pemberian coloading efektif dalam menurunkan insidensi kejadian hipotensi dan bradikardi pada pasien spinal anestesi.
Penerapan Pursed Lips Breathing Dalam Asuhan Keperawatan Pada Pasien Ensefalopati Hepatikum Dengan Pola Nafas Tidak Efektif Di Ruang High Care Unit (HCU) RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Selnia Anindia Pramesti; Adiratna Sekar Siwi; Eike Irliana Wahyuni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.133

Abstract

Ensefalopati hepatikum merupakan gangguan neurologis akibat akumulasi racun dalam darah, seperti amonia, yang seharusnya disaring oleh hati. Gejala klinis yang kerap ditemui salah satunya adalah sesak napas akibat pola napas tidak efektif. Kondisi ini kerap dijumpai pada pasien dengan riwayat penggunaan jangka panjang Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang bersifat hepatotoksik. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk mengatasi keluhan tersebut adalah teknik Pursed Lips Breathing (PLB). Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan teknik pursed-lip breathing pada pasien Ensefalopati Hepatikum dengan pola napas tidak efektif di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Studi dilakukan melalui observasi selama 3 hari, dengan intervensi PLB selama 2 x 24 jam pada tanggal 11–12 Maret 2025. Hasil studi menunjukkan bahwa pada hari pertama, pasien mengalami sesak napas berat dengan frekuensi napas 24x/menit dan saturasi oksigen 96%. Setelah dilakukan intervensi PLB, hari kedua menunjukkan adanya peningkatan saturasi menjadi 98%, dan pasien mulai merasa lebih nyaman. Pada hari ketiga, sesak napas semakin berkurang dengan frekuensi napas menurun menjadi 22 x/menit dan saturasi tetap stabil di angka 98%. Penerapan teknik Pursed Lips Breathing selama 2 x 24 jam terbukti efektif dalam menurunkan keluhan sesak napas dan memperbaiki pola napas pasien.
Pengaruh Teknik Pemijatan Terhadap Kualitas Tidur Pasien Penyakit Jantung: Scoping Review Tetti Solehati; Yanti Hermayanti; Cecep Eli Kosasih; Jasmine Fasya Fadillah; Rahadiani Ayu; Shafira Juniar; Rachelya Nurfirdausi Islamah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.134

Abstract

Latar belakang: Penyakit jantung dapat menimbulkan berbagai macam manifestasi klinis pada pasien, salah satunya pada kebutuhan istirahat tidur. Diperlukan intervensi non-farmakologi disamping garmakologi yang dapat membantu pasien mengatasi gangguan tidurnya tanpa memperberat beban pasien selama masa perawatan. Salah satunya adalah intervensi pemijitan. Tujuan: tujuan penelitian untuk memetakan bukti mengenai bagaimana teknik pemijatan tubuh dapat mempengaruhi kualitas tidur pada pasien jantung. Metode: Desain penelitian scoping review. Pencarian artikel dilakukan melalui database elektronik, meliputi: MEDLINE, PubMed, dan SCOPUS dengan memperhatikan kriteria inklusi seperti: artikel dengan topik intervensi pemijitan terhadap tidur pasien gangguan jantung dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, fullteks dipublikasikan antara tahun 2014-2024, desain randomized control trial, clinical trial, atau quasi experimental. Pencarian awal ditemukan 438 artikel, setelah dilakukan screening ditemukan ada 6 artikel eligible digunakan dalam pembahasan studi ini. Hasil: hasil penelitian menunjukkan ada tiga lokasi tubuh yang biasa digunakan dalam terapi pemijitan untuk meningkatkan kualitas tidur pasien jantung, yaitu pijitan pada kaki (n=4), pada kepala dan wajah (n=1), serta pada punggung (n=1). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas refleksi pijat (n=5) efektif meningkatkan kualitas tidur pada pasien jantung. Kesimpulan: Terapi pemijatan terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam meningkatkan kualitas tidur pada pasien dengan penyakit jantung. Refleksi pijat pada area kaki merupakan teknik yang paling sering digunakan dan menunjukkan hasil yang positif. Temuan ini mendukung penggunaan pemijatan sebagai bagian dari perawatan pendukung untuk mengatasi gangguan tidur pada pasien jantung.
Evaluasi Kritis Pendekatan Diagnosis, Terapi, Dan Faktor Prediktif Hiperbilirubinemia Neonatal: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis Fitriani Fitriani; Nuari Andolina; Fatimah Sari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.135

Abstract

Hiperbilirubinemia neonatal merupakan kondisi klinis umum yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti ensefalopati bilirubin jika tidak ditangani secara tepat. Literatur review ini bertujuan untuk mengevaluasi berbagai pendekatan diagnosis, pengobatan, serta faktor risiko yang berkaitan dengan hiperbilirubinemia pada neonatus berdasarkan tinjauan kritis terhadap delapan artikel penelitian terkini dari berbagai negara dan desain studi. Metode yang digunakan meliputi studi potong lintang, kohort retrospektif, uji klinis acak terkontrol, studi kualitatif, dan studi kasus. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa teknologi skrining berbasis mobile seperti Picterus Jaundice Pro menunjukkan potensi sebagai alat skrining di negara dengan sumber daya terbatas, meskipun validasi lebih lanjut diperlukan. Kadar bilirubin juga ditemukan berhubungan dengan risiko terjadinya Acute Kidney Injury (AKI) pada neonatus. Terapi fototerapi tetap menjadi intervensi utama yang efektif, sementara suplementasi seperti Ursodeoxycholic Acid (UDCA) pada neonatus dengan defisiensi G6PD menunjukkan penurunan angka readmisi meskipun tidak signifikan terhadap kadar bilirubin. Pengalaman orang tua terhadap fototerapi di rumah juga menunjukkan dampak positif secara emosional dan peran pengasuhan. Faktor-faktor risiko seperti inkompatibilitas ABO/Rh, prematuritas, sepsis, dan jenis kelamin laki-laki diidentifikasi secara signifikan berhubungan dengan kejadian hiperbilirubinemia. Meskipun sebagian studi menunjukkan inkonsistensi dalam akurasi alat ukur seperti Roche TBiL, keseluruhan data memberikan pandangan yang komprehensif mengenai pentingnya deteksi dini, validasi alat ukur, serta strategi penanganan berbasis bukti untuk hiperbilirubinemia neonatal.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Penerapan Komunikasi Sbar Pada Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa Bheta Chintia Agustina; Amin Susanto; Asmat Burhan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.136

Abstract

Pengetahuan yang kurang tentang komunikasi SBAR menyebabkan kualitas pelayanan kesehatan rendah. Oleh sebab itu, penting untuk memiliki pengetahuan yang baik mengenai komunikasi SBAR untuk meningkatkan keselamatan pasien. Teknik komunikasi SBAR adalah metode yang dipakai oleh anggota tim kesehatan untuk menginformasikan kondisi pasien. SBAR terbukti meningkatkan berbagai aspek dalam pengaturan klinis, seperti kejelasan komunikasi perawat, kompetensi klinis dan kepuasan kerja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang penerapan komunikasi SBAR pada mahasiswa keperawatan anestesiologi Universitas Harapan Bangsa. Metode penelitian diskriptif, jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini yaitu mahasiswa aktif Program Studi Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan angkatan 2021, semester 8 di Universitas Harapan Bangsa. Hasil penelitian ini menunjukan gambaran karakteristik jenis kelamin laki-laki 48 responden (28,6%) perempuan 120 responden (71,4%), dan mayoritas usia responden 22 tahun (40,5%). Tingkat pengetahuan responden berada di katagori baik sebanyak 139 responden (82,7%). Tingkat pengetahuan berdasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 98 responden (58,3%), dan laki-laki 40 responden (24,4%) memiliki tingkat pengetahuan baik. Tingkat pengetahuan berdasarkan usia 22 tahun 55 responden (32,7%) memiliki tingkat pengetahuan baik.