cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana@uniku.ac.id
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien nomor 36A Cijoho Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : https://doi.org/10.25134/
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Subruang lingkup jurnal ini meliputi: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik, menyimak, berbicara, membaca, menulis, teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranisasi, sosiologi sastra, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 2 (2017)" : 14 Documents clear
PENERAPAN TEKNIK “PASAR” DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Evi Yesifina Dumarista
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/7cw2vg24

Abstract

Penelitian ini berawal dari pengamatan peneliti terhadap respon dan minat mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dalam pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Hasil angket atau kuesioner menyebutkan bahwa pengajaran dosen yang konvensional menjadi faktor utama mahasiswa kurang menyukai pembelajaran bahasa Indonesia. Di samping itu, materi yang kurang menarik atau tidak penting juga menjadi faktor pelengkap kurangnya kesadaran atau minat mahasiswa dalam menyikapi pembelajaran bahasa Indonesia. Dengan demikian, perlu adanya intervensi berupa suatu teknik agar pembelajaran bahasa Indonesia dapat menyenangkan dan efektif. Adapun tujuan penelitian dari penerapan teknik “pasar” adalah untuk meningkatkan kemandirian, kecerdasan emosional, aspek kognitif, saling ketergantungan, multi sensasi, kesenangan, dan artikulasi. Sedangkan elemen yang diperoleh dalam aktivitas pembelajaran yaitu berupa kerja individu/kelompok, keterampilan berbicara, mendengarkan, membaca, menulis, dan melihat. Peneliti menggunakan metode penyelidikan (inquiry learning) dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Hasil data kuantitatif dan deskriptif dapat menjelaskan sintaks pembelajaran secara rinci. Dengan demikian berdasarkan hasil analisis data, peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan teknik “pasar” efektif dalam meningkatkan tidak hanya minat, tetapi kreativitas mahasiswa untuk menentukan suatu pendekatan sampai media pembelajaran yang akan digunakan di kelas.
Pembelajaran Penulisan Kalimat Majemuk dengan Self-learning CD Yuliana Ambarsari; Maguna Eliastuti
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/gtxk5e20

Abstract

Penelitian ini adalah sebagai pengaplikasian sebuah penelitian pengembangan model tentang prototipe media web-based yang kemudian diimplementasikan ke dalam bentuk CD untuk pembelajaran sendiri. Target dari penelitian lanjutan ini adalah untuk membantu peserta didik kelas 11 agar mereka dapat mengembangkan pengetahuan mereka tentang pembentukan kalimat majemuk (bertingkat dan setara) secara mandiri. Dengan CD pembelajaran mandiri ini, diharapkan kemampuan mereka dalam menulis karangan narasi menjadi lebih baik karena mereka mampu menulis kalimat majemuk setara/bertingkat dalam esai narasi yang mereka tulis. Penelitian kuantitatif ini dilakukan dengan kuasi eksperimen dimana 30 peserta didik dari dua kelas 11 diambil secara acak sebagai sampel. Pre-tes dilakukan dengan meminta peserta didik menulis karangan narasi dengan tema “Best things in last vacation”, dan pos-tes dilakukan dengan meminta mereka menulis karanga narasi bertema “Bad things in Last vacation.” Setelah pre-tes, peserta didik diberikan CD pelatihan pembentukan kalimat bahasa Inggris selama satu minggu. Post-test dilakukan setelah mereka melakukan pembelajaran mandiri dengan menggunakan CD. Hasil kemudian dinilai dengan menggunakan rubrik penilaian holistik (Brown , 2004, h.242). Hasil dari penghitungan SPSS 22.0 menyatakan bahwa terdapat hasil yang signifikan dari hasil pembelajaran mandiri dengan menggunakan CD pembelajaran Pembentukan Kalimat Majemuk.
ANALISIS WACANA KRITIS PADA NOVEL “PEREMPUAN DI TITIK NOL” KARYA NAWAL EL SAADAWI DITINJAU DARI TOKOH DAN PERWATAKAN, KONFLIK SERTA AMANAT Sun Suntini
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/hxhyys56

Abstract

Wacana merupakan satuan kebahasaan yang paling lengkap dan paling kompleks dibandingkan dengan satuan kebahasaan yang lain. Kompleks di sini artinya dalam wacana banyak sekali unsur pendukungnya, satuan pendukung kebahasaan yang lain diantaranya fonem, morfem, frasa, klausa, dan kalimat. Suatu tulisan dapat dikatakan wacana jika memenuhi syarat dalam pembentukan suatu wacana diantaranya adanya kohesi dan koherensi. Kohesi adalah kepaduan bentuk secara srtuktural contoh adanya referensi, substitusi, ellipsis, konjungsi dan sebagainya, sedangkan koherensi berhubungan dengan makna. Berdasarkan media penyampaiannya wacana dapat dibagi dua yaitu ada wacana lisan dan ada wacana tulis. Wacana lisan yaitu jenis wacana yang disampaikan secara lisan atau langsung, sedangkan wacana tulis yaitu wacana yang disampaikan melalui tulisan. Pada dasarnya wacana itu lisan karena pertama kali manusia berkomunikasi secara lisan, tetapi seiring perkembangan zaman saat ini lebih banyak wacana tulis dibandingkan wacana lisan. Analisis wacana kritis (AWK) adalah sebuah upaya atau proses untuk memberi penjelasan (realitas sosial) yang mau atau sedang dikaji oleh seseorang atau kelompok yang mempunyai tujuan tertentu untuk memperoleh yang diinginkan (Yoce Aliah Darma, 2009: 49). Analisis yang dimaksud adalah upaya pengungkapan maksud tersembunyi dari penulis yang mengemukakan suatu pernyataan. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimanakah perwatakan tokoh pada novel “perempuan di titik nol” karya Nawal el Saadawi ?2) Bagaimanakah konflik pada novel “perempuan di titik nol” karya Nawal el Saadawi ?3) Bagaimanakah amanat pada novel “perempuan di titik nol" karya Nawal el Saadawi?4) Bagaimanakah analisis wacana kritis pada perwatakan dalam novel “perempuan di titik nol” karya Nawal el Saadawi ?5) Bagaimanakah analisis wacana kritis pada konflik dalam novel “perempuan di titik nol” karya Nawal el Saadawi?6) Bagaimanakah analisis wacana kritis pada amanat dalam novel “perempuan di titik nol” karya Nawal el Saadawi?Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis. Objek penelitian ini adalah novel berjudul “Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal el-Saadawi”Setelah dilakukan penelitian terhadapa novel dengan cara dianalisis, hasil kesimpulannya yaitu 1) Tokoh laki-laki dalam novel ini mempunyai karakter cendering berkuasa dalam segala aspek kehidupan terutama menguasai perempuan banyak ketidakadilan yang dialami oleh perempuan.Tokoh perempuannya cenderung lemah sehingga mereka dengan mudah dikuasai dan ditindas oleh kaum laki-laki dan akhirnya mereka tidak percaya lagi dengan laki-laki dan ingin hidup bebas , mereka merasa ikatan rumahtangga merupakan perbudakan bagi kaum perempuan. konflik dalam novel ini terjadi anatar laki-laki dan perempuan dikarenakan kekuasaan laki-laki terhadap perempuan dan pada akhirnya perempuan kehilangan kepercayaan terhadap laki-laki. Amanat dari novel ini adalah tentang kekuasaan/hegemoni laki-laki terhadap perempuan dan akhirnya perempuan memilih jadi feminis.
KONSERVASI DAN REVITALISASI BAHASA SEBAGAI SALAH SATU UPAYA INTERNASIONALISASI BAHASA INDONESIA Yusida Gloriani
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/h36few07

Abstract

Jika kita menengok kembali pada isi Sumpah Pemuda tahun 1928 yang berkaitan dengan bahasa yaitu: Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia, maka kita bisa mengambil makna dari pernyataan tersebut yaitu bahwa para pemuda Indonesia pada saat diikrarkannya Sumpah Pemuda memiliki sifat dan rasa kebangsaan yang tinggi. Mereka bersumpah dengan tekad yang bulat menyatakan diri untuk menjaga tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Apa makna dari sumpah: menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia? Kata ‘menjunjung’ menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah membawa di atas kepala, menaati, memuliakan, menghormati, menghargai. Berdasarkan arti tersebut, maka kita selaku bangsa Indonesia, sebagai generasi penerus bangsa, berkewajiban untuk melanjutkan cita-cita tersebut. Namun ternyata untuk melaksanakan amanat tersebut tidak semudah mengucapkannya. Seiring dengan perkembangan zaman, sifat bangga dan loyal pada bahasa sendiri yaitu bahasa Indonesia semakin terkikis. Masuknya budaya asing, pengaruh bahasa pada media sosial, perkembangan teknologi komunikasi ternyata memberikan dampak, khususnya anak muda lebih bangga jika berkomunikasi menggunakan bahasa milik orang lain (bahasa asing) yang dianggapnya lebih modern atau lebih dihormati.
SISTEM SAPAAN KERABAT KERATON SURAKARTA HADININGRAT Muhamad Rinzat Iriyansah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/868eyy82

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan sistem sapaan yang sering digunakan oleh masyarakat Keraton Surakarta Hadiningrat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Pengumpulan data dilaksanakan dengan metode simak, libat, cakap, rekam, dan catat. Analisis data dalam penelitian ini secara deskriptif dengan menggunakan analisis isi. Hasil dari wawancara dikodifikasikan kemudian dimasukan kedalam instrumen penelitian dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukan dalam sistem sapaan Keraton Surakarta Hadiningrat terdapat sepuluh kriteria yang bisa digunakan untuk menyapa, yaitu berdasarkan kekerabatan, berdasarkan keturunan, berdasarkan situasi, berdasarkan status sosial, berdasarkan asal, berdasarkan keintiman, berdasarkan jenis kelamin, berdasarkan status pernikahan, berdasarkan usia, dan berdasarkan gelar. Sistem sapaan yang digunakan kerabat Keraton Surakarta Hadiningrat diketahui yang paling banyak muncul adalah sapaan yang berdasarkan asal dari kota berjumlah 52 kata atau 7,8% dan yang paling jarang muncul adalah sapaan berdasarkan gelar keagamaan berjumlah 1 kata atau 0,1%.
PELANGGARAN PRINSIP SOPAN SANTUN PADA DIALOG ACARA MATA NAJWA EPISODE MELIHAT KE TIMUR Nanang Maulana
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/z42hy797

Abstract

Bahasa seperti lahan yang tidak ada habisnya untuk digarap atau dijadikan objek penelitian oleh para peneliti, sifat bahasa yang dinamis memungkinkan para peneliti menemukan kasus-kasus baru atau bahkan teori kekinian. Selain itu luasnya kajian bahasa menjadikan bahasa bisa dikaji atau diteliti dari berbagai sudut pandang baik dari internal atau eksternal bahasa itu sendiri. Pada penelitian yang berjudul Pelanggaran Prinsip Sopan Santun Pada Acara Dialog Mata Najwa Episode Melihat ke Timur ini bahasa dikaji dari perspektif pinsip sopan santun yang dikemukakan oleh Robin Lakoff sebagai patokan kesopansantunan dan bertujuan untuk mencari atau mengetahui pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan yang tidak sesuai dengan kaidah sopan santun yang dikemukakan Lakoff. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa masih banyak pelanggaran-pelanggaran, baik itu pelanggaran kaidah formalitas, kaidah ketidaktegasan dan kaidah persamaan atau kesekawanan. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif deskriptif sementara prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak yaitu a) teknik simak; b) teknik catat; c) teknik penyeleksian; d) analisis.
PENGGUNAAN METODE SETIA (FAITHFUL) DALAM MENERJEMAHKAN KARYA SASTRA BERUPA CERITA PENDEK Muhammad Aprianto Budie Nugroho
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/gq927r71

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan bagaimana mahasiswa menggunakan metode penerjemahan Setia ( Faithful) dalam menerjemahkan karya sastra berupa cerita pendek berjudul “Blunder” karya Anton Chekov dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Di dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dalam mengumpulkan data dan menganalisis data yang didapat dari hasil terjemahan Inggris-Indonesia dari mahasiswa tingkat tiga. Penulis menggunakan teori-teori penerjemahan dari Newmark dalam menganalisa metode apa yang digunakan oleh para mahasiswa dan Baker untuk menganalisis kesetaraan dalam penerjemahan. Berdasarkan hasil analisa dari hasil penterjemahan yang di lakukan oleh mahasiswa bisa di ambil sebuah kesimpulan bahwa hampir semua mahasiswa menggunakan metode Faithful dalam menenerjemahkan cerita pendek tersebut. Metode penerjemahan Faithful sering digunakan oleh mahasiswa, karena mahasiswa mencoba menerjemahkan secara persis makna kontekstual dari bahasa sumber. Selain itu ditemukan kesetaraan dalam penerjemahan yang dilakukan oleh para mahasiswa yaitu persamaan gramatikal.
BAHASA INDONESIA MENUJU BAHASA INTERNASIONAL Dendy Sugono
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/hfyqqg30

Abstract

Dalam perikehidupan masyarakat Indonesia telah terjadi berbagai perubahan, terutama yang berkaitan dengan tata ekonomi dan politik. Di bidang ekonomi, misalnya, telah terjadi perubahan dalam sistem perdagangan dari perdagangan tradisional ke perdagangan bebas, dari sistem tawar ke sistem harga mati. Situasi itu telah merambah ke kota-kota kecil di Tanah Air. Bahkan, sistem itu telah merambah ke perdagangan eceran (kecil), seperti pasar-pasar/toko kecil (mini market) dan kios-kios barang dan minuman. Selain hilangnya budaya tawar, ada fenomena baru sedang mewabah seolah menandai kelas sosial masyarakat, yaitu belanja secara daring (online), belanja tak perlu keluar rumah cukup memesan secara daring dan barang diantar ke rumah. Kondisi itu mendatangkan pengusaha besar memasuki area perdagangan tradisional, bahkan sejumlah pengusaha besar dari luar Indonesia mendekati pasar-pasar tradisional. Sistem perdagangan pun telah berubah diawali dengan Tata Ekonomi Eropa dan perkembangan di kawasan Asia Tenggara. Kawasan Asia Tenggara ini telah memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kondisi itu telah menempatkan bahasa asing pada posisi strategis yang memungkinkan bahasa itu memasuki berbagai sendi kehidupan bangsa dan memengaruhi perkembangan bahasa di kawasan negara-negara ASEAN, seperti bahasa Indonesia (Sugono, 2014). Keadaan itu telah membawa perubahan gaya hidup dan perilaku masyarakat dalam bertindak dan berbahasa, khususnya di Indonesia. Misalnya, rasa kebersamaan telah tergeserkan oleh individualisme; interaksi sosial di tempat umum telah kehilangan ruang, seperti pusat belanja yang disebut pasar dahulu menjadi tempat interaksi sosial warga masyarakat. Kini tempat itu telah berganti pasar modern (swalayan) yang tidak memberi peluang terjadinya interaksi sosial, bahkan antara pembeli dan penjual, apalagi dengan pemilik barang dagangan, tidak ada percakapan. Gejala tersebut merupakan indikasi bahwa ruang gerak penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan mengalami pergeseran. Sebaliknya, penggunaan bahasa asing makin memperoleh tempat dalam tatanan kehidupan masa kini.
KEBANGGAAN TERHADAP BAHASA INDONESIA (LANGUAGE PRIDE) DI PURWAKARTA Siti Chadijah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/05zxjc70

Abstract

Bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa selalu dijaga, salah satunya dengan menjadikan bahasa Indonesia sebagai satu bidang studi yang wajib diikuti oleh warga negara Indonesia sejak sekolah dasar hingga di perguruan tinggi. Tujuan dari pembinaan bahasa Indonesia melalui pendidikan formal tersebut di samping bermaksud agar warga negara terutama yang menempuh pendidikan formal memiliki keterampilan berbahasa lisan maupun tulis, juga diharapkan memiliki jati diri yang ajeg serta memiliki sikap bahasa Indonesia yang baik sebagai wujud kebanggaan bahasa (language pride). Penelitian ini didasarkan pada kajian sikap bahasa, terutama kebanggaan mahasiswa terhadap bahasa Indonesia. Dengan metode observasi dan wawancara permulaan secara langsung penulis memeroleh data sementara berupa respon mahasiswa mengenai kebanggaan bahasa (languagepride) terhadap bahasa Indonesia perlu dikaji lebih mendalam. Hal ini disebabkan berbagai alasan yang terungkap dari jawaban sementara mahasiswa Polibisnis Purwakarta. Penelitian ini juga bermaksud untuk mengetahui bagaimana sikap bahasa terutama kebanggaan mahasiswa Polibisnis Purwakarta terhadap bahasa Indonesia. Untuk menjaring data tentang sikap bangga bahasa terhadap bahasa Indonesia tersebut, penulis mengimplementasikan kriteria penilaian sikap kebanggaan terhadap bahasa Indonesia dengan menggunakan beberapa pertanyaan tidak terstruktur untuk dijawab oleh mahasiswa Polibisnis Purwakarta. Pernyataan-pernyataan tersebut diharapkan dapat melihat kecenderungan mahasiswa menampakkan sikap bahasanya terutama kebanggaannya terhadap bahasa Indonesia. Harapannya, sikap bahasa terutama kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia yang baik hadir dalam diri mahasiswa secara sadar dan penuh cinta sehingga kasus hilangnya bahasa seperti di Irlandia tidak terjadi di Indonesia.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE FIELD TRIP PADA SISWA SEKOLAH DASAR Sri Ratnawati
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/2qramp05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil penulisan deskripsi siswa kelas V SDN Unggulan Kuningan , Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan dengan menerapkan metode pembelajaran field trip. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitiannya adalah 15 siswa kelas V SDN Unggulan Kuningan . Sumber data yang digunakan adalah tempat, informan, dan dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Validitas data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode field trip dalam pembelajaran menulis deskriptif dapat meningkatkan minat belajar siswa dari 53% pada siklus I menjadi 73% pada siklus II. Selain itu, keaktifan siswa selama pembelajaran juga meningkat menjadi 53% pada siklus I menjadi 87% pada siklus II. Prestasi belajar siswa juga meningkat dari sebelumnya, yaitu 60% siswa mencapai KKM dengan nilai rata-rata 65,8 pada siklus I meningkat menjadi 87% siswa mencapai KKM dengan nilai rata-rata 75,25. Simpulan penelitian ini adalah penerapan metode field trip dalam pembelajaran menulis deskripsi dapat meningkatkan kualitas proses dan prestasi belajar siswa kelas V dari SDN Unggulan Kuningan. Hal ini dapat ditunjukkan oleh peningkatan ketertarikan siswa, keaktifan siswa, dan prestasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II.

Page 1 of 2 | Total Record : 14