cover
Contact Name
Salim.S.Sn.M.Sn
Contact Email
salimasdi@yahoo.com
Phone
+6281225870059
Journal Mail Official
salimasdi@yahoo.com
Editorial Address
Jl.Garuda Mas No.3, Pabelan, Sukoharjo
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Canthing
ISSN : 23020644     EISSN : 23020644     DOI : Canthing
Core Subject : Art,
Jurnal Canthing adalah jurnal mitra bestari yang menjadi wadah bagi artikulasi ilmiah dan refleksi kritis terhadap praktik kesenian secara luas. Mengambil filosofi canthing sebagai instrumen ketelitian, jurnal ini menampung hasil penelitian, pengkajian, dan penciptaan dalam berbagai bidang: seni rupa, seni kriya, desain komunikasi visual, hingga seni pertunjukan tradisi dan kontemporer. Fokus kami adalah mengeksplorasi keterkaitan antara nilai-nilai lokal Nusantara dengan dinamika seni global di era digital.
Articles 85 Documents
STRATEGI KREATIF SIGN SYSTEM UNIVERSITAS SAHID SURAKARTA Evelyne Henny Lukitasari
Canthing Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Creative strategies are designed by exploring problems in the surrounding environment and compiling creative ideas that are able to create designs that are useful for the community and the environment. Sign system in the context of visual communication design is a series of visual representations that have a purpose as a medium for human interaction in a public space that functions as information and a pointer from a location or place even from an appeal. This is done so that a communication process can be understood and agreed upon by many people on an ongoing basis. The sign system in this case is a wayfinding which is also formed from a pictogram. The pictograms are then used as a means of communicating through visual language. Pictograms through visual language make people see as well as read and analyze the meaning of the displayed image which sees, reads and analyzes pictograms which will develop problem solving habits, sensitivity and discipline awareness.This research is a qualitative study using a descriptive method with a semiotic approach. Methods of data collection using literature study, observation, and interviews. To develop a pictogram it was used to analyze and design wayfinding at Sahid University Surakarta.
SUNGGINGAN WAYANG KULIT MBAH NIMAN DESA CINYAWANG KABUPATEN CILACAP Salim Salim
Canthing Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main thing that is interesting to know about the form of wayang kulit, is the technique of making and carving leather puppets which are complex is the coloring. Coloring in wayang is the most important factor. Due to the color of the shadow puppets, there is a soul of the shadow puppet character, as was done by mbah Niman from Cinyawang village, Cilacap district. This research begins with the problem, how are the techniques and process of coloring the wayang kulit purwa by Mbah Niman and the second, how is the aesthetic aspect of the color of the puppet purwa by Mbah Niman. The purpose of this study was to describe and explain the techniques and aesthetic values contained in the shadow puppet colors by Mbah Niman
PENGARUH PERUBAHAN BUDAYA TERHADAP KONSEPSI INOVASI KARYA BATIK PADA MASYARAKAT PENGRAJIN BATIK DESA PUNGSARI KECAMATAN PLUPUH KABUPATEN SRAGEN Darwoto Darwoto
Canthing Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik is one of art form which is owned IndonesiaNation. In its development can not be separated fromthe influence of cultural change. Among of Batik creation is done by the batik painter who in fact theyare the farming society.Batik existing and developingat Pungsari village, Plupuh subdistrict, Sragen regency is one of batikwhich was born on the farming society. Batik in this area was born as a form of collective works basedon a concept and not a change in hereditary. As cultural products on the basis of its emergence as amajor manifestation of an embodiment of an agrarian society mired in economic terms, batik in thisarea was born and evolved into a vehicle for creative economy society that evolved into a new incomein the society.On the stage of its development as the influence of cultural change triggered the conception of thework as a form of innovation to maintain the product in the concept of marketing competition,defensing economy and improving the quality and quantity. This condition makes existence be able tocontinue surviving and developing well and also improving the society's economy. The other impactsis a change in the social construction of the form of order agrarian society to an industrial societyform.
PERANCANGAN VISUAL BUKU ILUSTRASI KOMIK KERONCONG D’GLADHEN DI SUKOHARJO Amri Ihsan Al Amin
Canthing Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik keroncong merupakan jenis, musik yang sejak dulu ada, awal musik keroncong di Indonesia pada tahun 1512 ketika Portugis datang menjajah Indonesia, mereka membawa music Fado yaitu lagu bangsa Portugis yang bernada minor. Lalu lama kelamaan, karena Portugis pergi dari Indonesia, pengaruh musik Fado tidak serta merta hilang, akan tetapi mulai sedikit digubah oleh orang Indonesia yang sekarang dikenal sebagai musik keroncong. pada Tahun 1880 keroncong mulai lahir kembali di Indonesia dan sudah divariasi oleh instrument tradisional.D'Gladhen adalah grup musik yang beranggotakan remaja penyuka jenis musik keroncong. Mereka sering menggubah lagu-lagu populer menjadi berirama keroncong klasik. Tujuan mereka ialah ingin melestarikan musik keroncong agar tidak lekang dimakan perkembangan jaman, dan memberi contoh bagi generasi muda Sukoharjo bahwa bermain musik keroncong juga kekinian.
NERDY LOOK IN HOLI Dyah Arum Mulya Nugraheni
Canthing Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini terinspirasi dari kebudayaan di India yaitu festival holi. Dimana festival holi diselenggarakan dengan penuh kegembiraan dan penuh warna. Festival holi menandakan awalnya musim semi. Holi adalah salah satu festival unik, yang dirayakan oleh masyarakat India. Festival holi identik atau ditandai dengan banyaknya warna yang meramaikan perayaan.Pemilihan festival holi sebagai sumber ide diwujudkan melalui aplikasi motif kain menggunakan teknik batik tulis pada motif busana yaitu motif gajah. Teknik pembuatan motif pada kain dengan menggunakan media malam dan pewarna tekstil. Berdasarkan pengamatan yang dijabarkan penulis diatas, penulis mengangkat unsur yang terdapat pada festival holi sebagai sumber ide rancangan busana casual yang digunakan pada acara yang terkonsep yaitu acara ulang tahun anak remaja wanita dengan usia 18-21 tahun. Dimana pada acara ulang tahun mengharuskan para tamu undangan untuk memakai busana yang sesuai dengan konsep yang telah ditentukan
TALAWANG Mangundhining Siwi Syahbani
Canthing Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan busana bertujuan untuk menciptakan rancangan busana pesta malam yang memadukan antara sumber ide dan fashion style yang telah dipilih. Sumber ide dari rancangan ini yaitu Talawang. Talawang adalah sebuah perisai dari suku dayak kalimantan. Talawang sendiri dituangkan untuk memberikan aplikasi dengan tehnik batik tulis. Untuk hiasannya sendiri memakai bordir dan payet.Sedangkan fashion style nya adalah Busana adat Kalimantan timur yaitu baju Ta’a. Jenis busana yang dipilih adalah busana pesta malam. Jadi, rancangan ini dikemas dengan warna dan mode eclectic style merupakan salah satu bagian dari trend forecasting 2019 yang dikeluaran oleh BE KRAF. Terinspirasi dari aplikasi interiornya merupakan komposisi desain modern dengan warisan tradisi. Bahan yang digunakan pada rancangan ini yaitu bahan satin bridal, furing SPTI.
ESTETIKA BENTUK KURSI TAMAN PADA KAWASAN CITY WALK KOTA SURAKARTA Henny Tri Hastuti Hasana
Canthing Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Scientific Journal with the title "Aesthetics of the Form of Park Chairs in the Surakarta City Walk Area," focuses on the subject matter regarding the shape of city park chairs on Jalan Slamet Riyadi Surakarta if examined aesthetically. The purpose of this study is to discuss and explain the shape of the Surakarta city park road chair which is studied by discussing aesthetics. The steps (methods) of research use quality research methods. The location of the study was conducted in the city walk area of Surakarta City. Data obtained through observation, interviews, and documents (archives). Data analysis uses interaction analysis and interpretation analysis. Conceptually, the form and structure of conclusions. The results showed the shape of the Surakarta city park road chair with structure as an aesthetic element. Garden street chair ornaments, as decorations that support the beauty of the chair shape. The motifs that form passive ornaments, this is independent of ornament ornaments as a symbolic meaning.
TRADING CARD GAME BHINNEKA TUNGGAL IKA SEBAGAI MEDIA EDUKASI CINTA TANAH AIR DI SD NEGERI JATI 3 KARANGANYAR Asto Adi Sugiharjanto
Canthing Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bhinneka Tunggal ika merupakan motto atau semboyan yang di gunakan oleh Bangsa Indonesia, bila diterjemahkan berbeda beda tetapi tetap satu. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara republik indonesia. Bhinneka Tunggal Ika seperti yg tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951 dan dipertegas dalam Undang-Undang RI No 24 Tahun 2009 tentang bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan dengan tujuan: memperkukuh persatuan Indonesia, mendorong timbulnya kesadaran tentang pentingnya pergaulan demi persatuan dan kesatuan, meningkatkan identitas dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, danmeningkatkan nilai kegotongroyongan dan solidaritas. Tujuan penelitian ini jangka panjangnya guna menumbuhkan rasa cinta tanah air, hal ini perlu sekali ditanamkan cinta sejak dini pada usia anak sekolah dasar. Media permainan kartu yang dekat dengan dunia anak sekolah dasar guna mengenalkan tentang keberagaman nusantara baik ras, suku, seni dan budaya, kuliner, ragam destinasi wisata yang ada di Indonesia. Perkembangan dari pemainan kartu sekarang ini adalah Trading Card Game atau disingkat TCG yang merupakan permainan kartu yang menggunakan kartu berseri. Daya tarik TCG adalah kombinasi dari keinginan pemain untuk mengoleksi kart-kartu yang unik dan permainan yang merangsang pengaturan strategi dan pemahaman contens dari informasi yang di tampilkan pada kartu. Metode yang digunakan untuk memenuhi target adalah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif diskriptif, obyek-obyek wisata, macam kuliner, warisan-warisan budaya peninggalan sejarah sebagai obyek kajiannya, lewat studi pustaka, pengamatan, wawancara dan dipelajari kemudian diolah menjadi menarik sehingga dapat diaplikasikan pada produk kartu permainan yang diproduksi dengan cetak digital. Dengan menambahkan narasi atau informasi yang cukup mendetail namun singkat sehingga dapat memberikan pengetahuan pada generasi muda.Kata kunci : Bhinneka Tunggal Ika, Media, Trading Card game
BLUE LAVA IN COCKTAIL DRESS Dinantiar Avenza R
Canthing Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinantiar Avenza Rastaffara. 201530300187. 2018. Blue Lava In Coctail Tugas Akhir Desain Prodak Tekstil Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta. Kesadaran akan Industri Fashion yang berkembang pesat sejalan dengan perkembangan teknologi dan informasi yang membuat Industri Fashion ditantang untuk menciptakan produk baru, serta penerapan teknologi AI (Artificial Intelligence) di dalam Adi Busana yang mampu menciptakan busana masa depan yang ramah lingkungan dan meningkatnya motif serta busana dengan corak moderen yang mengikis corak lokal.Merancang busana pesta dengan gaya moderen menggunakan tehnik moderen yang berkembang luas dikombinasikan dengan corak dan filosofi lokal yang Adi Luhung, menjadi media untuk melestarikan budaya serta mengenalkan budaya dan kekayaan lokal yang ada kepada generasi muda yang dapat digunakan dalam sebuah kesempatan atau acara pesta.Hasil akhir rancangan busana pesta dengan tema “Blue Lava In Coctail” diharapkan mampu menjadi inovasi baru dalam gaya berbusana yang artistic dan mampu menarik generasi muda untuk kembali menggunakan corak lokal dalam berbagai kesempatan. Harapan dari hasil akhir selain menarik minat generasi muda untuk kembali menggunakan corak lokal juga untuk menjembatani mereka tampil  unik dalam balutan busana artistik. Kata kunci : Lurik Peranakan biru, pattern magic, Fabric Manupulasion, dan Abstrac lava.
PERANCANGAN DESAIN STRUKTUR PADA TENUN BERTEMA MOTIF UKIRAN TORAJA YANG DI TERAPKAN PADA BUSANA PESTA Flavio Kwigo Yusan Pramista; Apika Nurani Sulistyati
Canthing Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber ide pembuatan karya ini adalah ukiran khas Tanah Toraja yaitu Pa’teddong. Pa’teddong berasal dari kata Tedong yang dalam bahasa Toraja berarti Kerbau.Ukiran ini mnyerupai seekor kerbau. Di Toraja , kerbau adalah binatang peliharaan yang utama.  Bagi masyarakat Toraja, kerbau mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai mas kawin, bahan pengolah sawah, alat transaksi jual beli masyarakat Toraja. Dan sebagaai korbaan persembahan kepada Dewa atau Leluhur.Kata kunci : Pa’teddong