cover
Contact Name
Salim.S.Sn.M.Sn
Contact Email
salimasdi@yahoo.com
Phone
+6281225870059
Journal Mail Official
salimasdi@yahoo.com
Editorial Address
Jl.Garuda Mas No.3, Pabelan, Sukoharjo
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Canthing
ISSN : 23020644     EISSN : 23020644     DOI : Canthing
Core Subject : Art,
Jurnal Canthing adalah jurnal mitra bestari yang menjadi wadah bagi artikulasi ilmiah dan refleksi kritis terhadap praktik kesenian secara luas. Mengambil filosofi canthing sebagai instrumen ketelitian, jurnal ini menampung hasil penelitian, pengkajian, dan penciptaan dalam berbagai bidang: seni rupa, seni kriya, desain komunikasi visual, hingga seni pertunjukan tradisi dan kontemporer. Fokus kami adalah mengeksplorasi keterkaitan antara nilai-nilai lokal Nusantara dengan dinamika seni global di era digital.
Articles 85 Documents
WAYANG UKUR KARYA SUKASMAN STUDI EKPLORASI BENTUK Salim Salim
Canthing Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RINGKASANNaskah ini berjudul “Studi Karya Tentang Eksplorasi Formasi Ukuran” pada bentuk wayang kulit itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan Masalah yang dirumuskan, mereka adalah bagaimana penampilan ide Sukasman dalam berkreasi Wayang Ukur, bagaimana sosok membentuk dan bentuk Sunggingan dari wayang Ukur dan bagaimana makna simbolis dari bentuk Wayang Ukur adalah dalam penciptaan Sukasman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk memahami bentuk Wayang Ukur dari Sukasman. Pendekatan yang digunakan adalah estetika untuk menggambarkan karya-karya Wayang Ukur dari Ciptaan Sukasman. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis interpretasi. Simbol teori Geerts di buku "The Interpretation Culture" digunakan secara struktural yang terdiri dari fase analisis tokoh, makna simbolik, dan fase kesimpulan. Selain melakukan analisis terhadap beberapa karya Wayang Ukur dari Penciptaan Sukasman. Akhirnya dapat dipahami bahwa hasil temuan dalam penelitian ini. Itulah keberadaan Wayang Ukur yang merupakan ciptaan baru wayang yang diciptakan oleh Sukasman sejak tahun 1974, dengan melakukan perubahan pada bentuk dan teknik kerajinan belajar yang menekankan pada bentuk yang jelas dari wayang kulit Purwa gagrag Yogyakarta dan Surakarta. Jika dilihat dari seni lukis dan sudut pandang pahatan, Sukasman mencari bentuk presentasi yang terus menerus baru untuk membangkitkan perasaan ketidakmungkinan untuk presentasi, ketidakmungkinan adalah estetika khusus baginya. Dalam menciptakan karya Wayang Ukur, Sukasman selalu peduli pada seni patung dan prinsip melukis, di antaranya adalah komposisi, warna, dan keseimbangan. Ia telah melakukan sekularisme wayang kulit pementasan wayang, karena Sukasman tidak hanya mendistorsi bentuk wayang kulit, tetapi juga mengubah pementasan wayang kulit. Sukasman telah menempatkan pesinden atau penyanyi yang menghadap penonton, panggung diatur dengan rasa seni melukis dan memahat, penempatan lampu dianggap oleh kilat, sehingga Kesan warna bisa diubah sesuai keinginan.  Kata Kunci : Wayang Ukur, creativity, changing.
PERANCANGAN MOTIF BATIK TULIS DENGAN TEMA KERARIFAN LOKAL GAMELAN JAWA DI DESA WIRUN KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO SEBAGAI UNSUR DESAIN PERMUKAAN PADA BUSANA PESTA BERGAYA BOHEMIAN Ojiezenia Della Deviana; Amin Sulistiyowati
Canthing Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Di wilayah Bekonang terdapat sebuah desa yang memiliki keunikan karena sebagian penduduknya bermata pencaharian sebagai pengrajin gamelan. Gamelan adalah seperangkat alat musik di Jawa yang terdiri dari berbagai ricikan atau waditra (instrumen) yang menghasilkan lagu atau gending. Desa Bekonang juga merupakan sentra kerajinan batik tulis. Membatik menjadi kegiatan sampingan bagi kaum pria dan wanita di desa tersebut. Dalam pembuatan karya Tugas Akhir ini, Penulis ingin memperkenalkan kearifan lokal Desa Bekonang berupa gamelan yang dituangkan melalui motif batik. Kata kunci : Kearifan Lokal Gamelan Jawa.
ESTETIKA BATIK PEDESAAN DI BEKONANG SUKOHARJO Amin Sulistiyowati
Canthing Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik mengalami perluasan daerah, keberadaan batik juga ditemukan di daerah Bekonang. Pola batik Bekonang terinspirasi dari lingkungan alam sebagai sumber ide pembuatannya. Inspirasi ide tersebut tampil dalam bentuk flora dan fauna. Terdapat beberapa unsur yang menjadi cirikhas pada batik Bekonang. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana keberadaan batik Bekonang, bagaimana jenis dan fungsi batik Bekonang, dan bagaimana batik Bekonang ditinjau dari estetika. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan keberadan batik Bekonang, mengetahui jenis dan fungsinya, serta menganalisis batik Bekonang dari segi estetikanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan estetika Wilfried van Damme untuk menganalisa karya seni batik dengan karakter kedaerahanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, keberadaan batik Bekonang dipengaruhi oleh pola keraton. Pada awalnya pola batik Bekonang hanya berupa pola batik klasik keraton tetapi pada perkembangannya muncul pola batik petani. Kedua, batik Bekonang terbagi menjadi tiga jenis menurut periode perkembangan yaitu batik kreasi, batik gabungan, dan batik sugesti alam. Memiliki tiga jenis menurut tekniknya yaitu batik tulis Bekonang, batik cap/stempel Bekonang, dan batik kombinasi Bekonang. Dari hasil varian tersebut batik Bekonang dapat difungsikan sebagai bahan pembuat produk lain, seperti pelangkap busana pengantin dan asesoris. Ketiga, ditinjau dari estetika batik Bekonang terdapat pada visual, tekstur, dan aroma seperti malam.
PERUBAHAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL DI SURAKARTA Asto Adi Sugiharjanto
Canthing Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel membahas perubahan desain komunikasi visual. Reformasi adalah suatu masa dimana setelah terjadi peristiwa lengsernya Soeharto dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Reformasi merupakan suatu upaya membuat perubahan yang mendasar untuk perbaikan di semua bidang, baik sosial, politik, ekonomi dan budaya di suatu masyarakat atau negara. Pada hakikatnya perubahan tersebut sebenarnya dapat dimaknai lebih dari sekedar dari lama ke baru.
RUPA WAYANG KULIT GAGRAK SURAKARTA TOKOH WERKUDARA Salim Salim
Canthing Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas wanda tokoh Werkudara gagrag Surakarta. Wayang kulit merupakan kesenian tradisional rakyat Indonesia yang mampu bertahan dan  diakui eksistensinya melampaui lintas jaman dan benua. Kesenian wayang kulit meliputi seni pahat, seni lukis, seni sastra, seni tutur, seni perlambang, seni musik, seni suara, serta seni peran. wayang kulit sudah berkembang sejak abad ke-15 hingga saat ini masih banyak penggemarnya meskipun dari kalangan tertentu khusnya generasi tua.Wayang kulit gagrak Surakarta, yang memiliki ciri khas atau perbedaan mendasar yaitu antara lain memiliki ukuran lebih tinggi satu palemanan daripada ukuran wayang kulit gagrak lain, seperti wayang kulit gagrak Yogyakarta, Banyumas, Cirebon, Jawa Timur. Wayang kulit gagrak  Surakarta ini, memiliki proporsi fisik yang ramping dan panjang. 
“MY UNFORGETABLE PROM” (TENUN IKAT ENDE NDONA PADA COCKTAIL DRESS) Maria Meiyarti Da Silva
Canthing Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan busana ini bertujuan mendesain busana cocktail yang akan digunakan untuk pemotretan. Hasil pemotretan tersebut akan dimuat dalam buku kenangan sekolah. Target market yang dituju adalah remaja putri usia 18 tahun yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Bahan utama yang digunakan adalah bahan tradisi Tenun Ikat dari daerah Ende Ndona, Propinsi Nusa Tenggara Timur yang dikombinasikan dengan bahan Gordyn Poliyester Jacguard. Karena bunga teratai menjadi sumber ide, maka bentuk kelopak bunga teratai diterapkan pada rok dan bagian atasan. Bahan poliyester jacguard tersebut kemudian diquilting dengan benang emas agar motifnya semakin timbul. Selain itu, inovasi aplikasi paper quilling juga diterapkan pada rancangan ini. Pada umumnya paper quilling dibuat menggunakan kertas, maka pada karya ini penulis mencoba untuk membuat paper quilling dengan bahan organdi. Cocktail dress pada karya ini terdiri dari two pieces dan three pieces. Karena diperuntukan bagi remaja usia 18 tahun, maka desainnya dibuat feminim, girly dan chic dengan pemilihan warna-warna natural yang disesuaikan dengan tren warna 2016.
FILM BRAM’S STOKER DRAKULA SEBAGAI INSPIRASI PEMBUATAN BUSANA PANGGUNG Sri Nur Fitriyah
Canthing Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya ini mengkombinasikan bahan tradisional disetiap desain dengan tujuan agar warisan nenek moyang kita tetap terjaga serta mengenalkan pada orang lain. Rancangan busana panggung yang terinspirasi dari film Bram’s Stoker Drakula dengan mengkombinasikan batik. Sumber ide diterapkan pada Batik dengan mengambil tanaman, disertai adanya penambahan motif kelelawar sehingga menjadi satu kesatuan motif.
VISUALITAS MEDIA PERIKLANAN CETAK LUAR RUANGAN MUSEUM PURBA SANGIRAN SRAGEN Zulfa Rahmawati
Canthing Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan kajian semiotika, tentang makna visual media periklanan cetak luar ruangan Museum Sangiran Sragen. Media periklanan Museum Sangiran menjadi menarik untuk diteliti karena adanya keterkaitan antar sajian visual media periklanannyaa. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk visual media periklanan cetak luar ruangan Museum Sangiran dan bagaimana visual media periklanan cetak luar ruangan Museum Sangiran dimaknai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan konstruksi makna pesan iklan yang ingin disampaikan, kemudian menjelaskan konstruksi makna pesan Sangiran serta mengetahui makna denotatif dan konotatif yang terdapat pada media periklanan. Penelitian ini menggunakan analisis semiotika Saussure, yaitu pananda dan petanda, kemudian analisis semiotika Roland Barthes, yakni denotatif dan konotatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, media periklanan cetak luar ruangan Museum Sangiran berupa street banner, sign board, dan billboard. Kedua, struktur makna media periklanan cetak luar ruangan Museum Sangiran terdiri dari elemen visual dan elemen verbal. Ketiga, terdapat makna denotatif dan makna konotatif pada media-media periklanan Museum Sangiran. Dari makna yang terdapat pada media periklanannya, terdapat kesamaan isi pesan, yaitu mengenai keberadaan Museum Sangiran yang berisi informasi mengenai kehidupan masa pra sejarah yang telah mengalami kepunahan. Tujuan pesan terakhir pemerintah ingin mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam upaya menjaga, mengembangkan dan melestarikan warisan dunia ini. Kata kunci: museum, Sangiran, periklanan, makna.
PERGESERAN FUNGSI GEDUNG SAREKAT ISLAM DARI MASA KE MASA Peter Ardhianto; Ratih Dian Saraswati
Canthing Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semarang merupakan kota yang kaya akan budaya dan akulturasi, peninggalan sejarah dari masa lampau yang masih bediri tegak di kota Semarang. Salah satu peninggalan cagar budaya yang pada tahun 2014 selasai dipugar adalah Gedung Sarekat Islam (GSI) Semarang. Gedung yang kaya akan nilai sejarah ini sudah lama tidak berpenghuni dan digunakan, perpindahan kekuasaan atas gedung ini pun juga berpindah-pindah tangan. Dalam penelitian ini dilakukan proses pengematan dengan metode sejarah yang terjadi pada pergesaran fungsi yang sangat jauh dari masa ke masa sejak GSI didirikan, metode wawancara dan observasi. Banyak kepentingan-kepentingan budaya, politik dan sosial ada dan mengawali pergerakan dalam gedung tersebut. Dari pergeseran fungsi tersebut maka GSI dapat dinobatkan menjadi salah satu bangunan cagar budaya di kota Semarang. Fungsi dari penelitian ini adalah dapat diketahui bagaimana perpindahan fungsi yang menjadikan GSI mempunyai peranan penting dalam menghadapi peradaban dan budaya pada masa ke masa, manfaat penelitian ini adalah dapat memberi wawasan tentang warisan budaya yang terjaga nilai-nilai sejarahnya dan menghargai bangunan cagar budaya. Hasil dari penelitian ini adalah didapati pergeseran fungsi yang sangat luas dengan lintas generasi, awalnya GSI digunakan untuk kepentingan politik, perjuangan kemerdekaan, sosial kemasyarakatan dan baru-baru ini berfungsi sebagai tempat kebudayaan beberapa seniman. Gedung ini dapat dikatakan gedung serbaguna dan merupakan gedung pusat perencanaan strategi baik dalam politik, sosial dan budaya yang ada. Kata kunci: Gedung Sarekat Islam, pergeseran fungsi, sejarah, desain budaya.
VISUAL LOOK KARAKTER Mgr. SOEGIJAPRANATA DALAM FILM SOEGIJA Ag. Dicky Prastomo
Canthing Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soegija, karakter Mgr. Soegijapranata yang ditampilkan dalam film tampaknya dibangun berbeda. Karakterisasi Soegija dapat diamati melalui bagaimana ia mengatakan, apa yang dia pikir, bagaimana perasaannya, ia bereaksi terhadap orang lain, dan terutama bagaimana ditampilkan secara visual (visual look). Dengan metode adegan per adegan, pengamatan mengungkapkan Bias antara Mgr. Soegijapranata dan Soegija. Tampaknya tampilan visual memberikan perspektif sebuah docudrama daripada informasi dokumentasi tentang Mgr. Soegijapranata.