cover
Contact Name
Astoni
Contact Email
anoterosjurnalteologi@gmail.com
Phone
+6282156454041
Journal Mail Official
anoterosjurnalteologi@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.stt-pontianak.ac.id/index.php/anoteros/about/editorialTeam
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Anoteros: Jurnal Teologi
ISSN : 29881617     EISSN : 29881617     DOI : https://doi.org/10.66511/anoterosjt.v3i2
Anoteros: Jurnal Teologi is a peer-reviewed academic journal dedicated to the advancement of Christian theology and its applied disciplines. The term Anoteros, derived from the Greek word meaning excellent, superior, or preeminent, reflects the journal’s commitment to fostering theological scholarship of outstanding quality and relevance. The journal welcomes manuscripts presenting original research in Christian theology and Christian Education, contributed by lecturers, researchers, students, and practitioners engaged in theological and educational studies. Anoteros: Jurnal Teologi is published biannually, with issues released in January–June and July–December. All submitted manuscripts undergo an initial editorial screening followed by a rigorous double-blind peer review process conducted by experts in their respective fields. The journal aims to provide a platform for scholarly discourse, critical reflection, and innovative research contributing to the development of Christian theology in academic and practical contexts.
Articles 26 Documents
Studi Komparatif: Keterlibatan Allah Dalam Penderitaan Menurut Teodisi Irenaeus dan Ketidakterlibatan Allah Dalam Penderitaan Menurut Yakobus 1:17: Medy Martje Lobang
Anoteros: Jurnal Teologi Vol. 1 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66511/anoterosjt.v1i1.1

Abstract

Penderitaan adalah bagian hidup semua manusia.  Penderitaan dapat terjadi secara pribadi ataupun kolektif (bersama).  Pribadi misalnya sakit penyakit, kehilangan keluarga karena kematian, kematian yang terlalu cepat, pelecehan seksual, cacad, dan lain-lain.  Penderitaan kolektif karena bencana alam, banjir, tsunami, gempa, bom, perang, dan sebagainya. Pertanyaan klasik yang belum terjawab dengan memuaskan: Apakah Allah terlibat dalam semua penderitaan itu? Teori teodisi Irenieus yakin bahwa Allah terlibat untuk kebaikan manusia, tetapi Yakubus 1:17 menegaskan bahwa semua yang dari Allah adalah kebaikan, tidak ada bayangan, tidak ada pertukaran. Tulisan ini bertujuan untuk mengkomparatifkan antara hakekat Allah sebagai pemberi kebaikan dan penderitaan yang dialami manusia.  Karena itu metode yang dipakai dalam penulisan ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui study literature, yaitu dari buku-buku tentang teologi penderitaan, dan study biblika secara khusus kitab Yakobus 1:17.  Penderitaan, teodisi Irenaeus, Hakekat Allah, Yakobus 1:17.
Ajaran Pendewasaan Berdasarkan Titus 2:1-10 Rostiani Dewi
Anoteros: Jurnal Teologi Vol. 1 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66511/anoterosjt.v1i1.3

Abstract

Abstrak Rasul Paulus memberikan tugas kepada Titus untuk menghadapi masalah ajaran yang tidak sehat dalam jemat Kreta “Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu,(1:5). Pengajaran ini berdampak pada kekecauan. Selain itu jemat Kreta sangat rentan terhadap penipu, “Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat untung yang memalukan (1:11). Pada pasal 2 Paulus memberitahukan kepada Titus tentang apa perlu diajarkannya untuk menghadapi atau menanggapi ajaran yang tidak sehat itu. Nasihat Rasul Paulus dalam perikop Titus 2:1-10 menguraikan ajaran tentang Pengajaran yang sehat bagi: Orang Tua, orang Muda, dan Hamba yang berkenan kepada Allah; antara lain laki-laki yang Tua (2:2), Perempuan  yang Tua (2:3-4a); Perempuan yang Muda (2:4b-5); Orang Muda atau Pemuda (2:6), dan Hamba (2:9-10).
Budaya Belonokh Dalam Suku Dayak Kebahan Sebagai Upaya Kontektualisasi Pujian Dan Penyembahan Paulus Paulus
Anoteros: Jurnal Teologi Vol. 1 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66511/anoterosjt.v1i1.5

Abstract

Abstract: Abstract The purpose of this paper is to analyze a Belonokh Dayak culture Kebahan as a contextualization effort in Praise Worship. The study of aspects of the meaning and value of Belonokh culture in an effort to apply the Praise of Worship in the context of the life of the Dayak Kebahan community. Through the Belonokh culture in the Kebahan tribe, Kayu Bunga village will provide meaning and evangelistic entry for the Kebahan Dayak tribe to know Jesus Christ as God and Personal Savior in the tribe of material and application in Praise and worship through services in church and personal and family prayer altars. Belonokh can make it easier for the community to communicate God's love and be a living witness for the Dayak Kebahan tribe who do not believe and have not accepted Jesus as their personal Lord and savior.  By looking at this phenomenon, every pastor in the local church should provide a theological understanding of belonokh to the congregation who are ethnic Dayak materials. The goal is that the ethnic Dayak community will be able to glorify God with Praise and Worship through Belonokh. This is also what pastors in the Indonesian Gospel Tent Church should do in Melawi Regency. In conducting this research, the researcher used a mixed sequential explanatory method. Data collection was carried out through questionnaires, observations and interviews. The results showed that there were 54.5% of pastors implementing and providing a biblical understanding of Belonokh, and 63.6% said that there were no cases of deviation from the Belonokh culture.  Abstrak Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis sebuah budaya Belonokh Dayak Kebahan sebagai upaya kontekstualisasi dalam Pujian Penyembahan. Pengkajian aspek arti dan nilai budaya Belonokh dalam upaya penerapan Pujian Penyembahan dalam kontek kehidupan masyarakat Dayak Kebahan. Melalui budaya Belonokh di suku Kebahan, desa Kayu Bunga akan memberikan makna dan pintu masuk penginjilan bagi suku Dayak Kebahan untuk mengenal Yesus Kristus menjadi  Tuhan dan Juruselamat pribadi  dalam suku kebahan serta aplikasi dalam Pujian dan penyembahan melalui ibadah-ibadah di gereja maupun mezbah doa pribadi dan keluarga. Dengan belonokh dapat memudahkan masyakarakat  untuk mengkomunikasi Kasih Allah dan menjadi kesaksian  yang hidup bagi suku dayak kebahan yang belum percaya dan belum menerima Yesus menjadi Tuhan dan  juruselamat secara pribadi.  Dengan melihat fenomena ini, maka setiap gembala sidang di gereja lokal hendaknya memberikan pemahaman teologis  tentang belonokh kepada jemaat yang beretnik dayak kebahan. Tujuannya adalah agar masyarakat yang beretnik dayak  kebahan nantinya dapat memuliakan Allah dengan Pujian dan Penyembahan melalui Belonokh.  Hal ini pula yang hendaknya dilakukan oleh gembala-gembala yang ada di Gereja Kemah Injil Indonesia di Kabupaten Melawi. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode campuran sekuensial eksplanotori.  Pengumpulan data yang dilaksanakan adalah melalui angket, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 54,5% gembala-gembala melaksanakan dan memberikan pemahaman yang Alkitabiah tentang Belonokh, dan 63,6% mengatakan bahwa tidak ada kasus penyimpangan terhadap budaya Belonokh.      
Upaya Gembala Sidang Dalam Mengatasi Perilaku Remaja Di Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Efrata Pelaik Welikinsi Welikinsi
Anoteros: Jurnal Teologi Vol. 1 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66511/anoterosjt.v1i1.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya gembala sidang mengatasi perilaku remaja di Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Efrata Pelaik.  Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya remaja yang tidak berperilaku baik. Sehingga menyebabkan mereka mudah terpengaruh oleh lingkungan yang tidak baik. Beberapa faktor yang memengaruhi yaitu keadaan keluarga yang kurang harmonis, kesulitan ekonomi dalam keluarga, kurangnya komunikasi dalam keluarga, kurang perhatian dan kasih sayang dari orang tua, serta penerapan disiplin yang belum dilaksanakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya gembala sidang mengatasi perilaku remaja Kristen, yaitu bekerja sama dengan orang tua, gereja dan tokoh-tokoh masyarakat, dengan tujuan memperkenalkan Tuhan Yesus, mengajarkan kebenaran Firman Tuhan, sehingga dapat memberikan pembinaan secara rohani kepada remaja. Sehingga hasil yang didapatkan yaitu remaja memiliki sikap hidup yang baik dan beriman kepada Tuhan.
Keunggulan Kristen Puji Astuti
Anoteros: Jurnal Teologi Vol. 1 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66511/anoterosjt.v1i1.10

Abstract

Keunggulan Kristen merupakan salah satu ciri-ciri pembeda bagi orang kristen dari orang-orang pada umumnya. Semakin maju peradapan semakin maju juga hal-hal yang dapat meruntuhkan iman dan kepercayaan serta pengharapan yang merupakan ciri-ciri dari keunggulan Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yang artinya penulis menganalisis data dari buku atau kepustakaan lainya. Sebagai hasil atau kesimpulan dari penelitian ini adalah Pertama, keunggulan Kristen karena memiliki jaminan keselamatan, kedua, Keunggulan Kristen karena memiliki kemurahan Allah, dan ketiga, Keunggulan Kristen karena memiliki iman kepada Kristus.
Pengembangan Pelayanan Pastoral Berdasarkan Kitab Kisah Para Rasul 2 Bagi Gereja Masa Kini Mudiantho Musa
Anoteros: Jurnal Teologi Vol. 1 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66511/anoterosjt.v1i1.13

Abstract

Pertumbuhan gereja baik secara kualitas maupun kuantitas merupakan harapan dari setiap gembala dan anggota jemaat, dan terlebih lagi adalah kehendak Allah sendiri agar gereja-Nya dapat bertumbuh. Namun, untuk mencapai tujuan yang mulia ini dibutuhkan kerja sama yang baik di antara anggota tubuh Kristus. Kerja sama di antara anggota gereja ini sangat diperlukan. Gaya hidup Jemaat mula-mula berdasarkan Kitab Para Rasul dapat menjadi pedoman bagi pengembangan dan pertumbuhan Gereja masa kini. Sehingga jurnal ini berjudul pengembangan pelayanan pastoral bagi gereja masa kini ditulis sebagai pernyataan akan pentingnya suatu pola kehidupan jemaat yang dapat membawa pertumbuhan gereja. Adapun pola kehidupan yang dimaksud dapat dilihat dari gaya hidup jemaat mula-mula dalam Kitab Kisah Para Rasul yang akan dibahas penulis dalam bagian ini. Dalam menjelaskan tentang gaya hidup gereja mula-mula sebagai pola bagi pertumbuhan gereja masa kini maka, karya ilmiah ini dibagi dalam beberapa pokok bahasan yaitu; Pertama, menguraikan sekilas tentang Kitab Kisah Para Rasul, yang menjelaskan tentang latar belakang kehidupan masyarakat masa Kisah Para Rasul, dan pola kehidupan jemaat mula-mula. Kedua, membahas tentang fokus gaya hidup jemaat mula-mula bagi pertumbuhan Gereja masa kini, yang meliputi kondisi masa kini dalam perspektif pertumbuhan Gereja, dan strategi yang dapat digunakan dalam pengembangan pertumbuhan rohani jemaat. Ketiga, menjelaskan tentang pelayanan pastoral sebagai dasar pertumbuhan gereja. Bagian keempat, berdasarkan Kitab Kisah Para Rasul ini, maka penulis menjelaskan relevansi kehidupan jemaat mula-mula bagi pertumbuhan gereja. Dengan demikian, apabila para gembala dan jemaat Tuhan saat ini dapat memperhatikan gaya hidup jemaat mula-mula dengan saksama dan seefektif mungkin, maka gereja masa kini akan bertumbuh baik secara kualitas maupun kuantitas, sehingga mendatangkan kemuliaan bagi nama Tuhan Allah.
Analisis Teologis atas Pemberitaan Salib Sebagai Kekuatan Allah dan Relevansinya bagi Pertumbuhan Rohani Orang Percaya di Era Modern Abang Hermanto
Anoteros: Jurnal Teologi Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66511/anoterosjt.v2i2.28

Abstract

The proclamation of the cross is central to the Christian faith and the primary source of strength in the spiritual growth of believers. This article analyzes the theological meaning of the proclamation of the cross based on 1 Corinthians 1:18 and examines its implications for the spiritual life of believers in the modern era. Through biblical exposition and theological literature review, this study shows that the proclamation of the cross emphasizes God's power to save and transform the lives of believers. The cross is not only a symbol of suffering but also a paradigm of Christian life that teaches humility, sacrifice, and dependence on God's grace. This article also discusses the challenges believers face in living out the principles of the cross in a culture that prioritizes worldly success and human wisdom. Ultimately, the proclamation of the cross is identified as the foundational element for genuine spiritual growth and faithful service. The church today needs to reaffirm the proclamation of the cross as the center of the spiritual life of its believers, in order to shape a Christian character that is relevant to the challenges of the modern world.   Pemberitaan salib merupakan pusat dari iman Kristen dan kekuatan utama dalam pertumbuhan rohani orang percaya. Artikel ini menganalisis makna teologis pemberitaan salib berdasarkan 1 Korintus 1:18 dan mengkaji implikasinya terhadap kehidupan rohani orang percaya di era modern. Melalui pendekatan eksposisi Alkitabiah dan studi literatur teologis, penelitian ini menunjukkan bahwa pemberitaan salib menegaskan kekuatan Allah yang menyelamatkan dan memperbaharui hidup orang percaya. Salib bukan hanya simbol penderitaan, tetapi juga paradigma kehidupan Kristen yang mengajarkan kerendahan hati, pengorbanan, dan ketergantungan pada anugerah Allah. Artikel ini juga membahas tantangan bagi orang percaya dalam menghidupi prinsip salib di tengah budaya dunia yang mengutamakan kesuksesan duniawi dan kebijaksanaan manusia. Di akhir, pemberitaan salib diidentifikasi sebagai fondasi utama bagi pertumbuhan rohani yang sejati dan pelayanan yang setia. Gereja masa kini perlu kembali menekankan pemberitaan salib sebagai pusat kehidupan rohani umat percaya, agar dapat membentuk karakter Kristen yang relevan dalam menghadapi tantangan zaman.
Studi Komparasi Asal-Usul Manusia Berdasarkan Teori Evolusi Darwin Dan Berdasarkan Alkitab Fransius Kusmanto; Jernih Halawa
Anoteros: Jurnal Teologi Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66511/anoterosjt.v2i2.29

Abstract

Human origins are a topic that needs to be explored. Throughout history, there have been many theories about human origins. Some of these theories are based on Darwin's theory and the Bible. Both theories view human origins from their own perspectives. Darwin's theory of evolution states that humans are the result of a gradual biological process involving natural selection, genetic variation, and adaptation to the environment, with ancestors originating from primates, supported by fossil evidence and the "Out of Africa" ​​model. Meanwhile, the Bible emphasizes that humans were created by God Himself with unique dignity as Imago Dei. These two views have become a hot topic of discussion because they have never reached the same final decision. Therefore, the title of this study is a comparative study of human origins based on Darwin's theory of evolution and based on the Bible. This study aims to compare human origins according to evolutionary theory and the biblical perspective. The research method used is qualitative with a literature approach. The results of this study are that Darwin's theory of evolution positions humans as the result of natural selection, supported by fossil evidence. However, this is criticized by contemporary genetic findings based on a time scale of millions of years. Meanwhile, the biblical view of human origins holds that humans are a special and precious creation of God. Based on these two perspectives, it can be understood that human origins can be traced using historical analysis and development. Asal-usul manusia merupakan hal yang perlu untuk ditelusuri. Menurut perkembangannya, terdapat banyak asal usul manusia. Beberapa diantaranya yaitu berdasarkan teori Darwin dan Alkitab. Kedua teri ini memandang asal usul manusia dari sudut pandangnya masing-masing. Menurut teori evolusi Darwin menyatakan bahwa manusia sebagai hasil proses biologi secara bertahap yang melibatkan seleksi alam, variasi genetik, serta adaptasi terhadap lingkungan, dengan nenek moyang berasal dari primata dan di dukung oleh bukti fosil serta model “Out of Africa”, Sedangkan Alkitab menegaskan bahwa manusia diciptakan oleh Allah sendiri dengan martabat yang unik sebagai Imago Dei. Kedua pandangan ini menjadi perbincangan yang hangat karena tidak pernah menemukan keputusan akhir yang sama. oleh sebab itu, judul dalam penelitian ini yaitu studi komparasi asal-usul manusia berdasarkan teori evolusi Darwin dan berdasarkan Alkitab. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbandingan antara asal-usul manusia menurut teori evolusi dan perspektif Alkitab. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif degan pendekatan literatur. Hasil dalam penelitian ini yaitu teori evolusi Darwin memposisikan manusia sebagai hasil seleksi alam yang di dukung bukti fosil, namun, dikritik oleh temuan genetik kontemporer berdasarkan skala waktu jutaan tahun. Sedangkan asal usul manusia berdasarkan Alkitab memandang bahwa Manusia adalah ciptaan Allah yang istimewa dan sangat berharga. Berdasarkan kedua pandangan ini dapat dipahami bahwa asal usul manusia bisa ditelusuri menggunakan analisa sejarah dan perkembangannya.
Pembentukan Karakter Melalui PAK Untuk Mengatasi Penyimpangan Perilaku Siswa Kristen di Sekolah Dasar Arlin Natalia; Yuli Kristyowati
Anoteros: Jurnal Teologi Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66511/anoterosjt.v2i2.31

Abstract

This study aims to understand the concept of character formation through Christian religious education, identify forms of deviant behavior of Christian students, and analyze the application of Christian religious education in overcoming deviations in the character of students. Based on the problems that occur, the research method used is a descriptive qualitative method to describe the events and behaviors of students in detail. Data were collected by observation, interviews with Christian religious education teachers, and students. The results of this study show that behavioral deviations that occur in Christian students include lying, fighting with friends, disobedience, making a fuss in class, and using rude and unkind words. These behavioral deviations are caused by internal factors (factors from within the student) and external factors (factors from outside). The application of Christian religious education in overcoming deviations in student behavior is carried out through the cultivation of discipline, good manners, responsibility, honesty, and love based on Christian teachings. This study recommends further emphasis on Christian religious education teachers and school principals to further emphasize the application of character values to each individual student, and this research is expected to be useful for every reader, especially in understanding the formation and deviation of students' character and how the application of Christian religious education in overcoming character deviations that occur in students.   Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep pembentukan karakter melalui pendidikan agama Kristen, mengidentifikasi bentuk-bentuk penyimpangan perilaku siswa Kristen, dan menganalisis penerapan pendidikan agama Kristendalam mengatasi penyimpangan karakter siswa. Berdasarkan permasalahan yang terjadi, metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan peristiwa dan perilaku siswa secara rinci. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara dengan guru pendidikan pendidikan agama Kristen, dan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyimpangan perilaku yang terjadi pada siswa Kristen meliputi berbohong, berkelahi dengan teman, membangkang, ribut di dalam kelas, serta menggunakan kata-kata kasar dan tidak baik. Penyimpangan perilaku tersebut disebabkan oleh faktor internal (faktor dari dalam diri siswa) dan faktor eksternal (faktor dari luar). Penerapan pendidikan agama Kristendalam mengatasi penyimpangan perilaku siswa dilakukan melalui penanaman kedisiplinan, sopan santun, tanggung jawab, kejujuran, dan kasih berdasarkan ajaran Kristen. Penelitian ini merekomendasikan penekanan lebih lanjut pada guru pendidikan agama Kristen dan kepala sekolah untuk lebih menekankan penerapan nilai-nilai karakter kepada setiap individu siswa, serta penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi setiap pembaca, khususnya dalam memahami pembentukan dan penyimpangan karakter siswa serta bagaimana penerapan pendidikan agama Kristendalam mengatasi penyimpangan karakter yang terjadi pada siswa.
Kajian Hermeneutik Mengenai Pencobaan Berdasarkan Yakobus 1:12-18 Dan Implikasinya Bagi Orang Percaya Masa Kini Nelson Nuban; Nyoman Lisias Fernand Dju
Anoteros: Jurnal Teologi Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66511/anoterosjt.v2i1.65

Abstract

The purpose of writing this article is that the author sees that growing faith is faith that can face problems by relying on God. In accordance with the text of James 1:12-18, it explains that with trials, God wants to make each person a person who is very different from other creatures. And through that, everyone thinks that temptation is something given by God, which brings suffering and even very heavy pressure. Therefore, there are misunderstandings that exist in everyone's life so the author carries out exegesis to find good results so that there are no misunderstandings regarding the text of James 1:12-18. The research method used in writing this article is a qualitative method using the Bible, books, commentaries, dictionaries, journals, and the internet related to the title of the article discussed. The conclusion based on the text of James 1:12-18 is a conclusion that with trials, suffering, and even pressures that exist because of the urge/desire within each person, results that are not constructive are created. Because what God gives is something that can build everyone's faith, the author concludes that what God gives is something that cannot exceed a person's abilities (1 Corinthians 10:13).   Tujuan dari kepenulisan artikel ini adalah penulis melihat bahwa iman yang bertumbuh adalah iman yang dapat menghadapi masalah dengan mengandalkan Tuhan. Sesuai dengan teks Yakobus 1:12-18 menjelaskan bahwa dengan adanya pencobaan maka Allah ingin menjadikan setiap orang menjadi pribadi yang jauh berbeda dengan ciptaan-ciptaan lain. Dan melalui itu maka setiap orang menganggap bahwa pencobaan merupakan sesuatu yang diberikan oleh Allah, dengan mendatangkan penderitaan bahkan tekanan yang sangat berat. Oleh sebab itu, adanya kesalahpahaman yang ada dalam kehidupan setiap orang sehingga penulis melakukan eksegesis untuk menemukan hasil yang baik sehingga tidak adanya kesalahpahaman yang terhadap teks Yakobus 1:12-18. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan Alkitab, buku-buku, tafsiran-tafsiran, kamus, jurnal, serta internet yang berkaitan dengan judul artikel yang dibahas. Kesimpulan berdasarkan teks Yakobus 1:12-18 merupakan suatu kesimpulan bahwa dengan adanya pencobaan, penderitaan, bahkan tekanan-tekanan yang ada karena adanya dorongan/keinginan dalam diri setiap orang sehingga terciptanya hasil-hasil yang tidak membangun. Karena hal yang diberikan oleh Allah merupakan suatu hal yang dapat membangun iman setiap orang sehingga penulis menyimpulkan bahwa apa yang diberikan oleh Allah merupakan sesuatu hal yang tidak dapat melebihi kemampuan seseorang (1 Korintus 10:13).

Page 1 of 3 | Total Record : 26