cover
Contact Name
Lady Wizia
Contact Email
wizialady@gmail.com
Phone
+6281374015820
Journal Mail Official
wizialady@gmail.com
Editorial Address
Jalan kusuma bhakti no 99 gulai bancah
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20857098     EISSN : 26571366     DOI : https://doi.org/10.35730
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan is open access, a peer-reviewed journal and authoritative source of health information. The journal has a special focus on Public health, nursing, midwifery, and relevant topics of health issues. The scopes of Jurnal Kesehatan are : Public health: Epidemiology, Health promotion, health policies and systems, environmental, health information, Nursing: Neurologist, paediatrics, community and home care, gerontology, maternity, medical and surgical nursing, psychiatric mental health Midwifery: midwifery in complementary based, midwifery in community with gender-based.
Articles 493 Documents
HUBUNGAN PENAMBAHAN BERAT BADAN IBU SELAMA HAMIL DENGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DI BPM “NIDAUL HUSNA” KOTA PADANG PANJANG TAHUN 2012
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v3i2.168

Abstract

Status gizi ibu hamil merupakan salah satu indikator yang menentukan perkembangan janin, pertambahan berat badan selama kehamilan dapat menetukan kesejahteraan janin. Di Indonesia berdasarkan data MDGS 2015 target pencapaian angka kematian bayi (AKB) adalah 23 / 1000 kelahiran hidup. Salah satu penyebab tingginya kematian bayi adalah masalah pada masa neonatal yakni sebesar 46,2%, diantaranya BBLR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penambahan berat badan ibu selama kehamilan dengan berat badan bayi baru lahir. Metode peneltian yang digunakan adalah survey analitik dengan desain case control dengan populasi 116 responden. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Systematik Random Sampling sebanyak 54 responden. Data penelitian dikumpulkan dengan melihat rekam medik pasien yang diolah secara komputerisasi. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 54 responden terdapat 24 responden (44,4%) memiliki penambahan berat badan selama hamil yang baik dan 48 orang (88,9%) yang memiliki bayi dengan berat badan lahir normal. Dari hasil uji statistik chi square diketahui p>0,05 dengan nilai p = 0,173, maka berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara penambahan berat badan ibu selama kehamilan dengan berat badan bayi baru lahir. Oleh karena itu disarankan kepada ibu hamil agar memeriksakan kehamilannya secara teratur kepada tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan kesehatannya selama hamil sehingga tidak terjadi resiko-resiko yang membahayakan kehamilan.
HUBUNGAN PENDIDIKAN SEKS DALAM KELUARGA DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMA N 3 BUKITTINGGI TAHUN 2012
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v3i2.169

Abstract

Badan Koordinasi keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2007 menyebutkan sebanyak 63% remaja SMP dan SMA di Indonesia pernah berhubungan seks. Sebanyak 21% diantaranya melakukan aborsi. SMA N 3 adalah salah satu SMA Negeri di Kota Bukittinggi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan pendidikan seks dalam keluarga dengan perilaku seksual remaja di SMA N 3 Bukittinggi tahun 2012. Penelitian ini bersifat survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 3 Bukittinggi pada bulan April - Juli 2012. Populasi adalah siswa-siswi kelas 2 dan kelas 3 berjumlah 688 orang, sampel 87 responden dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data pendidikan seks dalam keluargadan perilaku seksual dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner melalui wawancara. Pengolahan data dilakukan secara komputerisasi dengan uji statistik p = 0.05. Hasil penelitian Hasil penelitian didapatkan lebih dari sebagian responden memiliki pendidikan seksual yang baik dalam keluarga, yaitu 62.1% dan lebih dari sebagian responden berperilaku seksual yang baik yaitu 56.3%. Uji statistik hubungan pendidikan seks dalam keluarga dengan perilaku seksual remaja di SMA N 3 bukittinggi tahun 2012 didapatkan nilai p dengan nilai p = 0.000 Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara pendidikan seks dalam keluarga dengan perilaku seksual remaja di SMA Negeri 3 Bukittinggi tahun 2012 (p≥ 0,05). Disarankan kepada pihak sekolah agar memberikan penyuluhan tentang pendidikan seks dengan mengundang nara sumber yang membahas tentang perilaku seksual remaja.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU YANG MEMPUNYAI BALITA DENGAN KUNJUNGAN KE POSYANDU AL-MUSHAWIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI LIMAU KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v3i2.170

Abstract

Posyandu sebagai unit pelayanan kesehatan yang berbasis masyarakat, bermanfaat bagi masyarakat untuk memperoleh kemudahan mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan bagi ibu dan balita. Puskesmas Sungai Limau mendapatkan urutan terendah terhadap kunjungan posyandu yaitu urutan terendah dari 20 Puskesmas di Kabupaten Padang Pariaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu yang mempunyai balita dengan kunjungan ke Posyandu Al-Mushawir di wilayah kerja Puskesmas Sungai Limau Tahun 2012. Desain penelitian ini adalah Deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu-ibu yang mempunyai balita di Posyandu Al-Mushawir wilayah kerja Puskesmas Sungai Limau yang berjumlah 68 orang dan sampel penelitian berjumlah 48 responden. Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner, pengolahan data dilakukan dengan uji statistik Chi-Square menggunakan sistem komputerisasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 48 responden, sebanyak 27 responden yang berpengetahuan kurang tentang posyandu, terdapat 21 responden yang tidak berkunjung ke posyandu, dan dari 26 responden yang memiliki sikap negatif, sebanyak 20 responden yang tidak berkunjung ke posyandu, dan didapatkan hubungan yang bermakna antara hubungan pengetahuan dengan kunjungan posyandu dengan nilai p= 0,013 (p
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG IMUNISASI TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MALALAK KABUPATEN AGAM TAHUN 2012
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v3i2.171

Abstract

Imunisasi merupakan suatu usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak untuk merangsang sistem imunologi tubuh membentuk antibodi spesifik dari penyakit tertentu. Namun demikian, cakupan imunisasi dasar di Puskesmas Malalak masih sangat rendah, dan merupakan Puskesmas dengan cakupan imunisasi terendah di Kabupaten Agam. Survei awal di Puskesmas Malalak diketahui bahwa masih banyak ibu yang tidak membawa anaknya untuk imunisasi dengan alasan jarak rumah yang jauh ke tempat imunisasi, dan petugas kesehatan kurang memberikan peyuluhan sehingga ibu tidak mengetahui dampak jika tidak memberikan imunisasi dasar lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan pemberian imunisasi dasar. Jenis penelitian Analitik dengan desainCross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Malalak pada bulan Juli s/d September 2012. Populasi adalah ibu yang mempunyai balita di wilayah kerja Puskesmas Malalak, berjumlah 150 orang. Sampel berjumlah 109 ibu balita, yang diambil secara multistage random sampling. Data dikumpulkan dan dianalisis secara komputerisasi menggunakan uji chi square. Hasil analisa univariat diketahui (52,3 %) responden memiliki pengetahuan tinggi, (51,4 %) sikap positif, dan (65,1 %) memberikan imunisasi dasar tidak lengkap pada balitanya. Hasil analisis bivariat tidak ada hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi dasar lengkap (p = 0,175 dan OR = 0,532), dan tidak ada hubungan sikap ibu dengan pemberian imunisasi dasar lengkap (p = 0,231 dan OR = 1,766). Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan pemberian imunisasi dasar lengkap. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya agar dapat meneliti faktor lain yang dapat mempengaruhi pemberian imunisasi dasar lengkap.
HUBUNGAN PRILAKU MENJAGA GENITALIA EKSTERNA DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA SISWI KELAS XI SMA N 1 KECAMATAN PANGKALAN KOTO BARU TAHUN 2012
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v3i2.172

Abstract

Organ reproduksi merupakan salah satu organ tubuh yang sensitif dan memerlukan perawatan khusus. Pengetahuan dan perawatan yang baik merupakan faktor penentu dalam memelihara kesehatan reproduksi. Salah satu gejala terjadinya kelainan atau penyakit pada organ reproduksi adalah Keputihan. Lebih dari 70% wanita Indonesia mengalami keputihan yang disebabkan oleh jamur dan parasit seperti cacing kremi atau protozoa (Trichomonas vaginalis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan prilaku menjaga genitalia eksterna dengan kejadian keputihan. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional, dimana populasi adalah siswi kelas XI SMA N 1 Kec.Pangkalan Koto Baru yang berjumlah 103 orang, dan sampel diambil sebanyak populasi yang ada. Dari 103 responden yang diteliti menunjukkan lebih dari separoh yaitu sebanyak 61,2 % ( 63 orang ) berprilaku buruk dalam menjaga genitalia eksternanya dan lebih dari separoh sebanyak yaitu 60,2 % (62 orang) mengalami keputihan patologis. Setelah dilakukan uji statistik Chi-Square didapatkan p = (0,000) yang berarti Ha diterima, dengan derajat kepercayaan p ≤ 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara prilaku menjaga genitalia eksterna dengan kejadian keputihan. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan upaya penyuluhan dan konseling tentang kesehatan reproduksi khususnya tentang keputihan dan personal hygiene. Disarankan pagi peneliti selanjutnya untuk meneliti tentang pengetahuan dan sikap remaja tentang perawatan genetalia eksterna.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG TOILET TRAINING DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) QURRATU ‘AINI KECAMATAN MANDIANGIN KOTO SELAYAN KOTA BUKITTINGGI
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v3i1.173

Abstract

Di era globalisasisaatini, perempuan juga dituntut untuk memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dan turut bekerja demi kemajuan suatu bangsa sehingga terkadang menekan perannya sebagai seorang ibu yang seharusnya mengawasi pertumbuhan dan perkembangan anak salah satunya dalam hal pengendalian kemampuan buang air. Toilet training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol buang air kecil dan buang air besar. Keberhasilan dan kegagalan toilet training dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya faktor pengetahuan dan cara ibu dalam menyikapi kesiapan anak untuk melakukan toilet training. Berdasarkan survei awal, 60% ibu tidak tahu tentang kesiapan anak dalam melakukan toilet training. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dansikapibutentang toilet training di PAUD Qurratu ‘Aini kecamatan Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi tahun 2012. Penelitian ini bersifat survei deskriptif dengan teknik analisa univariat. Populasi dalam penelitian ini adalah 28 ibu yang mempunyai anak usia 1- 3 tahun dengan seluruh populasi dijadikan subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan data primer yang didapat dari hasil pengisian kuesioner oleh responden. Hasil penelitian yang didapatkan 53, 6% responden berpengetahuan tinggi dan sebagian responden menyikapinya dengan sikap positif (50%). Dapat disimpulkan bahwasanya pengetahuan ibu cukup tinggi dalam mengenali kesiapan anak melakukan toilet training, namun tidak semua ibu dengan pengetahuan tinggi dalam mengenal tanda anak siap melakukan toilet training menyikapinya dengan positif. Respondendapatmeningkatkan pengetahuan dan menyikapi toilet training dengan lebih positif sehingga tercapai derajat tumbuh kembang anak yang optimal.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI TATANAN IBU RUMAH TANGGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUGUK PANJANG BUKITTINGGI TAHUN 2012
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v3i1.174

Abstract

PHBS adalah perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga keluarga dapat berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Salah satu kebijakan promosi kesehatan adalah pengutamaan terciptanya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bagi masyarakat untuk mencegah timbulnya masalah-masalah kesehatan melalui upaya promotif dan preventif, tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi menyatakan bahwa hanya 8,1% yang mencapai rumah tangga ber PHBS berdasarkan 10 indikator. Tujuan penelitan yaitu mengidentifikasi Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Di Tatanan Ibu Rumah Tangga. Jenis penelitian dengan menggunakan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu rumah tangga di wilayah kerja puskesmas Guguk Panjang Bukittinggi. Pengambilan sampel secara random sampling, yaitu sebanyak 98 responden. Data diambil melalui penyebaran angket kemudian data dioleh dengan menggunakan cara komputerisasi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa sebanyak 46 reponden (46,1%) memiliki pengetahuan tinggi tentang PHBS, dan 52 responden (53,9%) memiliki pengetahuan rendah. Dapat diambil kesimpulan bahwa lebih dari separoh responden memiliki pengetahuan rendah. Disarankan kepada tenaga kesehatan diharapkan perlunya penyuluhan kepada Ibu Rumah Tangga tentang pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat.
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA AKSEPTOR KB SUNTIK DI JORONG BATU LIMBAK NAGARI SIMAWANG KECAMATAN RAMBATAN KABUPATEN TANAH DATAR
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v3i1.175

Abstract

Menurut WHO hampir 380 juta pasangan menjalankan keluarga berencana dan 66-75 juta di antaranya, terutama di Negara berkembang, menggunakan kontrasepsi hormonal. Prevalensi kontrasepsi menurut alat kontrasepsi berdasarkan hasil survey peserta aktif tahun 2011, menunjukan bahwa prevalansi penggunaan kontrasepsi di Indonesia 75,96%, alat atau cara kontrasepsi yang dominan di pakai adalah suntik (46,47%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan dengan siklus menstruasi. Penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional study yang dilaksanakan pada Juni 2012. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu akseptor KB suntik sebanyak 46 orang. Semua populasi dijadikan subjek dalam penelitian yaitu 46 orang. Data diolah dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi lama penggunaan KB suntik 3 bulan kategori lama (≥ 2 tahun) sebanyak 56,5 % (26 orang) dan distribusi frekuensi siklus menstruasi akseptor KB suntik yang siklus haidnya tidak teratur sebanyak 67,4 % (31 orang). Hasil uji chi-square hubungan lama penggunaan KB suntik 3 bulan dengan siklus menstruasi didapatkan nilai P value 0,012 (< 0,05), maka secara statistik terdapat hubungan antara lama penggunaan KB suntik 3 bulan dengan siklus menstruasi. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara lama pengunaan KB suntik 3 bulan terhadap siklus menstruasi di jorong Batu Limbak, nagari Simawang kecamatan Rambatan. Semakin lama menggunakan KB suntik 3 bulan maka siklus menstruasi semakin terganggu. Disaran kan kepada tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan penyuluhan KB sehingga diharapkan kepada ibu – ibu dapat memilih KB yang cocok dan sesui dengan keinginan nya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERNIKAHAN DINI DENGAN KEJADIAN PERNIKAHAN DINI DI KEC. LUBUK TAROK KAB. SIJUNJUNG TAHUN 2012
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v3i1.176

Abstract

Di Indonesia 15-20% pernikahan dini dilakukan oleh pasangan baru dengan rentang usia 18-20 tahun. Sedangkan di Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat angka pernikahan dini terus mengalami peningkatan, dari tahun 2010-2011 terus peningkatan mencapai 3%, total kejadian pernikahan dini yang terjadi yaitu sebanyak 30 pasang dari tahun 2011. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang pernikahan dini dengan kejadian pernikahan dini di Kecamatan Lubuak Tarok Kab Sijunjung. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah pasangan yang menikah pada tahun 2011 sebanyak 147 pasangan. Sampel berjumlah 107 pasangan yang diambil dengan teknik simple random sampling. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Data diolah dengan menggunakan uji statistic chi sqaure. Hasil penelitian didapatkan lebih dari separoh lansia memiliki pengetahuan tinggi (60,7%) dan sebagian besar responden tidak menikah dini (86.9%). Hasil uji statistic chisquare dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang pernikahan dini dengan kejadian pernikahan dini dengan nilai p > 0,05. Dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang pernikahan dini dengan kejadian pernikahan dini. Disarankan kepada tenaga kesehatan memberikan penyluhan dan konseling mengenai faktor-faktor yang penyebab pernikahan dini.
HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP USIA MENARCHE PADA REMAJA PUTRI USIA 10-16 TAHUN DI SMPN I BASO
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v3i1.177

Abstract

Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk anak yang diindikasikan oleh berat badan dan tinggi badan anak. Status gizi juga didefinisikan sebagai status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrien. Penelitian status gizi merupakan pengukuran yang didasarkan pada data antropometri serta biokimia dan riwayat diit.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara status gizi terhadap menarche pada remaja putri usia 10-16 tahun. Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional, penelitian ini dilakukan pada Mei 2012. Pengambilan sampel dilakukan secara (system random sampling) sebanyak 35 sampel.Pengolahan data ini dilakukan dengan uji chi-square dengan menggunakan sistem komputerisasi. Hasil pengolahan data univariat didapatkan dari 35 orang responden yang di ukur status gizinya memiliki perbadaan yang jelas antara overweight sebanyak 11 orang ( 31,4%) dengan normal sebanyak 23 orang (65,7%) serta underweight sebanyak 1 orang (2,9 %) di SMPN I Baso tahun 2012 dan lebih dari separuhnya memiliki kategori usia yang normal ketika mengalami menarche,yaitu sebanyak 26 orang responden (74,3%). Analisa bivariat didapatkan ada hubungan yang bermakna antara status gizi dan usia menarche dengan p=0,029. Hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa ada hubungan antara status gizi dan menarche diharap kan kepada petugas kesehatan dapat melakukan pendataan siswa SMP mengenai status gizi terhadap menarche sehingga bisa memberikan penyuluhan.

Page 2 of 50 | Total Record : 493


Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Volume 17 Nomor 1 Tahun 2026 (on progress) Vol 16 No 3 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 3 Tahun 2025 Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 2 Tahun 2025 Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 1 Tahun 2025 Vol 15 No 3 (2024): Jurnal Kesehatan Volume 15 Nomor 3 Tahun 2024 Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 3 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 13 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 13 (2022): Supplementary 1 Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 3 (2021): JURNAL KESEHATAN Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN Vol 12 (2021): Supplementary 2 Vol 12 (2021): Supplementary 1 Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN - Special Issue Hari Kesehatan Nasional 2020 Vol 11 No 3 (2020): Jurnal Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): JURNAL KESEHATAN Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN-SPECIAL ISSUE KEBIDANAN Vol 10 No 3 (2019): JURNAL KESEHATAN Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi Vol 10 (2019): Special Issue HKN Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Vol 8 No 1 (2017) Vol 7 No 2 (2016) Vol 7 No 1 (2016) Vol 6 No 2 (2015) Vol 6 No 1 (2015) Vol 5 No 2 (2014) Vol 5 No 1 (2014) Vol 4 No 2 (2013) Vol 4 No 1 (2013) Vol 3 No 2 (2012) Vol 3 No 1 (2012) Vol 2 No 2 (2010) More Issue