cover
Contact Name
Lady Wizia
Contact Email
wizialady@gmail.com
Phone
+6281374015820
Journal Mail Official
wizialady@gmail.com
Editorial Address
Jalan kusuma bhakti no 99 gulai bancah
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20857098     EISSN : 26571366     DOI : https://doi.org/10.35730
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan is open access, a peer-reviewed journal and authoritative source of health information. The journal has a special focus on Public health, nursing, midwifery, and relevant topics of health issues. The scopes of Jurnal Kesehatan are : Public health: Epidemiology, Health promotion, health policies and systems, environmental, health information, Nursing: Neurologist, paediatrics, community and home care, gerontology, maternity, medical and surgical nursing, psychiatric mental health Midwifery: midwifery in complementary based, midwifery in community with gender-based.
Articles 493 Documents
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN IBU DENGAN PERAWATAN YANG DILAKUKAN DI RUMAH KEPADA BALITA YANG MENDERITA COMMON COLD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMA KAUM I KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2012
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v3i1.178

Abstract

Kecemasan merupakan pengalaman subjektif yang tidak dapat diobservasi secara langsung dan merupakan sumber penting dalam usaha memelihara keseimbangan hidup. Perubahan kondisi/kesehatan anak termasuk saat anak menderita Common Cold akan menimbulkan kecemasan pada ibu dengan tingkatan yang berbeda-beda. Common Cold merupakan salah satu penyakit yang angka kunjungannya banyak setiap bulan yaitu ± 200 balita perbulan di Puskesmas Lima Kaum I. Balita yang menderita Common Cold membutuhkan perawatan dirumah yang baik oleh ibu agar tidak terjadi komplikasi. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan crosssectional. Pengambilan sampel dengan metode accidental sampling, dengan jumlah sampel 50 orang. Penelitian ini dilakukan bulan Juni 2012 di Puskesmas Lima Kaum I. Alat pengumpulan data untuk kecemasan menggunakan HRS-A (Hamilton Rating Scale For Anxiety) dan untuk perawatan dirumah menggunakan 15 pertanyaan tertutup. Variabel yang diteliti yaitu tingkat kecemasan ibu dan perawatan yang dilakukan di rumah pada balita yang menderita Common Cold. Dari hasil penelitian pada umumnya (60%) ibu berpendidikan menengah atas, dan bahkan (18%) berpendidikan tinggi. Berdasarkan pekerjaan sebagai Ibu rumah tangga (50%) dan (50%) lainnya bekerja sebagai petani, pedagang,guru dan PNS. Tingkat kecemasan ibu pada umumnya (58%) mengalami cemas sedang, (24%) cemas ringan dan (18%) cemas berat. Perawatan dirumah yang dilakukan ibu hampir setengah (46%) dengan kualias cukup,(30%) kurang, dan (24%) baik. Hasil analisa bivariat diketahui ada hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan ibu dengan perawatan yang dilakukan di rumah kepada balita yang menderita Common Cold dimana P< 0,05.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DI WILAYAH KERJA PUKESMAS BATIPUH I, II DAN III TAHUN 2012
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v3i1.179

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan cara paling tepat untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).Namun masih ada petugas dilapangan yang tidak menjalankan program IMD.Survei awal dari 10 bidan hanya 1 yang melaksanakan inisiasi menyusu dini, sedangkan 9 lagi tidak melaksanakan inisiasi menyusu dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan, pengetahuan dan sikap bidan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini di wilayah kerja Puskesmas Batipuh I,II dan III Kabupaten Tanah Datar Tahun 2012. Desain penelitian deskriptif analitik, dengan cross sectional study. Populasi adalah seluruh bidan yang berpraktek di wilayah kerja Puskesmas Batipuh I,II dan III yag berjumlah 38 orang. Sampel yang diambil secara Total Samling. Analisa Data menggunakan analisa data univariat dan bivariat secara komputerisasi. Hasil penelitian didapatkan 68.4 % responden memiliki tingkat pendididkan Diploma I Kebidanan,65,8% memiliki pengetahuan rendah tentang pelaksanaan IMD, 55,3% memiliki sikap negative tentang pelaksanaan IMD,dan 71,1% tidak melaksanakan IMD terhadap bayi baru lahir . Hasil analisa bivariat terdapat hubungan bermakna antara tingkat pendidikan (p =0,017 dan OR -7,700), pengetahuan bidan (p =0,024 dan OR =6,125) dan sikap (p = 0,001 dan OR = 28,571) dengan pelaksanaan IMD Dapat disimpulkan bahwa rendahnya pelaksanaan IMD dipengaruhi oleh pendidikan, pengetahuan dan sikap bidan. Diharapkan kepada pihak Puskesmas agar memfasilitasi upaya – upaya peningkatan pengetahuan bidan tentang pelaksanaan IMD, seperti memberikan kesempatan mengikuti pelatihan dan seminar- seminar sehubungan dengan pelaksanaan IMD, serta memberikan penghargaan bagi bidan yang dapat melaksanakna IMD pada setiap persalianan yang di tolongnya.
PENGARUH PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK TERHADAP GANGGUAN MENSTRUASI PADA WUS DI PUSKESMAS MANDIANGIN KECAMATAN MANDIANGIN KOTO SELAYAN KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2012
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v3i1.180

Abstract

Salah satu target dari Millenium Development Goals (MDGs) adalah peningkatan kesehatan dan kesejahteraan ibu sepanjang siklus kehidupan, termasuk dalam hal kontrasepsi serta efek kontrasepsi. Salah satu jenis kontrasepsi adalah kontrasepsi suntik. Kontrasepsi suntik memiliki efek samping yang mempengaruhi menstruasi diantaranya amenore, oligomenore, polimenore, dan timbulnya bercak. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui pengaruh penggunaan kontrasepsi suntik pada WUS terhadap gangguan menstruasi. Jenis penelitian survei analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah akseptor KB suntik yang berjumlah 457 responden ibu dengan sampel 100 responden diambil dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket yang dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menemukan ada sebanyak 61responden (61%) yang mengalami gangguan menstruasi dari jumlah pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan yaitu adalah sebanyak 58 (58%) responden, sedangkan responden dengan kontrasepsi suntik 1 bulan adalah sebanyak 42 responden (42%). Dari hasil pengolahan data didapatkan ada hubungan yang bermakna antara penggunaan kontrasepsi suntik dengan gangguan menstruasi pada WUS di Puskesmas Mandiangin Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi Tahun 2012 dengan p value < 0.05 Dapat ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh penggunaan kontrasepsi suntik terhadap gangguan menstruasi. Saran yang dapat di berikan kepada akseptor KB suntik yang mengalami gangguan menstruasi agar menggunakan kontrasepsi non hormonal untuk menghindari efek samping yang berat.
PENGARUH LIMBAH PABRIK KELAPA SAWIT TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI MUARO USAU KABUPATEN DHARMASRAYA
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v3i1.181

Abstract

Kualitas Air Sungai harus dijaga dari pencemaran, antara lain melalui upaya pembagian kelas air, pengurangan beban limbah yang masuk kedalam sungai dengan memperketat aturan baku mutu limbah. Permasalahan lingkungan Pabrik Kelapa Sawit yang mengemukakan, umumya disebabkan oleh limbah cair dan limbah padatnya yang belum dikelolah secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh limbah pabrik kelapa sawit terhadap kualitas air sungai di Muaro Usau, Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012. Jenis penelitian Deskritif Analitik. Penelitian dilakukan di Muaro Usau Kabupaten Dharmasraya pada bulan Mei 2012. Data diambil secara sekunder dari PT. Binapratama Sakatojaya. Pengolahan data dilakukan dengan membaca hasil pemeriksaan laboratorium dari sampel air sungai, dilaboratorium Baristand, Ulu Gadut Padang, kemudian mengkaitkan dengan teori mengasumsikan serta menyimpulkan Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kualitas limbah cair pabrik kepala sawit sudah memenuhi syarat karena memiliki pH dan BOD kurang dari baku mutu yang ditetapkan oleh Kep. Men. LH No 29 Tahun 2003. Namun demikian kualitas tersebut berubah-ubah setiap bulannya dengan pH 8,18, BOD 307,9 , COD 1,211 meningkat pada bulan Juni dan yang semakin meningkat dan mendekati batas baku mutu. Namun demikian dapat diketahui bahwa kualitas air sungai Muaro Usau sudah memenuhi syarat karena memiliki pH dan BOD kurang dari baku mutu yang ditetapkan oleh Kep. Men LH No. 29 Tahun 2003. Namun demikian BOD air Sungai tersebut meningkat pada bulan Januari dengan hasil analisa 2,68 sedangkan pada bulan Mei 2014 kualitas pH dengan hasil analisa 7,59 semakin meningkat dan mendekati batas baku mutu. Disarankan pada PT. Binapratama Sakatojaya agar dapat memberikan izin bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian tentang kualitas limbah cair pabrik, agar ada transparansi kualitas limbah cair dan tidak ada kecurigaan dari pihak luar.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD Dr.ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI TAHUN 2013
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v4i1.182

Abstract

Ketuban Pecah Dini merupakan salah satu penyulit dalam kehamilan dan persalinan yang berperan dalam meningkatkan kesakitan dan kematian meternal-perinatal. Insiden Ketuban Pecah Dini berkisar antara 5-10% dari semua kelahiran di dunia. Kasus ketuban pecah dini di RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2013 mencapai 9,06% dari seluruh persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik dilakukan menggunakan rancangan penelitian secara case control. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2014 di RSUD Achmad Mochtar Bukittingi dan sampel sebanyak 280 orang diambil secara total sampling terdiri dari 140 orang kasus dan 140 orang control. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari data rekam medik rumah sakit. Analisa data dilakukan dengan uji statistic Chi square. Hasil penelitian menunjukan dari 280 responden sebanyak 56,4% berada pada usia 20-30 tahun dengan nilai p=0,549, 92,9 % berada pada paritas kurang atau sama dari tiga dengan nilai p=0,824, 96,4 % tidak mengalami kelainan letak dengan nilai p=0,570, 99,3% tidak mengalami hamil gemelli dengan nilaip=0,367. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara umur,paritas, kelainan letak dan gemelli terhadap kejadian ketuban pecah dini. Diharapkan bagi tempat penelitian dapat meningkatkan kualitas asuhan kebidanan pada ibu bersalin dengan ketuban pecah dini untuk menghindari terjadinya komplikasi bagi ibu maupun bayi karena kejadian ketuban pecah dini belum diketahui secara pasti faktor resikonya karena ibu yang dianggap memiliki faktor resiko maupun tidak sama-sama memiliki peluang untuk mengalami insiden ketuban pecah dini.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMA KAUM II KECAMATAN LIMA KAUM KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2013
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v4i1.183

Abstract

Di dunia setiap tahun diperkirakan lebih dari 2 juta anak balita meninggal karena ISPA ( 1 anak balita/15 detik ) dari 9 total kematian balita. Kabupaten Tanah Datar memiliki 23 Puskesmas, dari 23 Puskesmas yang ada, Puskesmas lima Kaum II menempati urutan tertinggi kejadian ISPA. ISPA merupakan proses infeksi akut yang berlangsung selama 14 hari yang menyerang saluran pernafasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada anak balita. Penelitian ini menggunakan desain penelitian crossectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Lima Kaum II Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan juli sampai agustus 2014. Populasi penelitian adalah anak balita sebanyak 758 jiwa dengan jumlah sampel 110 anak balita diambil secara Multistage Random Samling. Dari hasil pengumpulan data yang menderita ISPA 75(68,2), yang memiliki gizi baik 97 (88,2%), yang memiliki imunisasi lengkap 107 (97,3%), dan ASI Ekslusif 70 (63,6%). Status gizi tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadian ISPA yaitu p.value > 0,05 (p=0,219) Ho diteriama, Status imunisasi tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadin ISPA yaitu p.value>0,05 (p=0,550) Ho diterima, ASI Ekslusif memiliki hubungan bermakna dengan kejadian ISPA yaitu p.value 0,05 (p=0,04) Ho ditolak. Dapat disimpulkan, bahwa dari 3 variabel yang dibahas, terdapat 1 yang berhubungan dengan kejadian ISPA yaitu ASI Ekslusif, 2 diantaranya tidak memiliki hubungan. Disarankan pada petugas kesehatan dan orang tua agar selalu memperhatikan kesehatan dan perkembagan bayi dan anak balita agar terhindar dari penyakit terutama penyakit infeksi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEROKOK DI RUMAH PADA MASYARAKAT DI JORONG GANTIANG ATEH NAGARI TANTUNG ALAM KECAMAAN TANJUNG BARU KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2013
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v4i1.184

Abstract

Perilaku merokok selalu terjadi peningkatan di Indonesia, survei yang dilakukan di Kabupaten Tanah Datar pada dua puluh dua jorong ditemukan tingginya kasus yang merokok di rumah terutama pada kepala keluarga di jorong Gantiang Ateh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok di rumah pada masyarakat di Jorong Gantiang Ateh Nagari Tantung Alam Kecamatan Tanjung Baru Kabupaten Tanah Datar Tahun 2013. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang ada di Jorong Gantiang Ateh dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Systematic Random Sampling dengan jumlah populasi 203 orang dan sampel 67 orang. Hasil penelitian ini ada 62 orang merokok di dalam rumah, 35 (52,2%) orang yang memiliki sikap negatif, 36 (53,7%) terpapar dengan iklan rokok, dan 51 (76,1%) orang berada pada lingkungan yang buruk. Dari hasil analisis dengan menggunakan uji chi-square tidak ada hubungan antara sikap dan iklan rokok dengan perilaku merokok, dan terdapat hubungan antara lingkungan sosial dengan perilaku merokok, dengan p value 0,010 ≤ α (0,05). Dapat disimpulkan dari tiga variabel yang diteliti tidak terdapat hubungan antara sikap dan iklan rokok dengan perilaku merokok, dan terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan sosial dengan perilaku merokok. Diharapkan kepada kepala keluarga untuk tidak merokok di rumah agar dapat meningkatkan kesehatan keluarga dan kepada pihak puskesmas agar dapat melakukan pembinaan kepada keluarga yang memiliki kepala keluarga perokok.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN FLEBITIS DI RUANG RAWAT INAP INTERNE RSUD PROF. DR. MA. HANAFIAH SM BATUSANGKAR TAHUN 2013
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v4i1.185

Abstract

Flebitis merupakan komplikasi akibat pemasangan infus yang masih banyak terjadi di rumah sakit dengan tanda dan gejala adanya daerah yang memerah dan hangat, nyeri atau rasa lunak dan pembengkakan didaerah penusukan atau sepanjang vena. Hasil survei awal di Ruang Rawat Interne RSUD Prof. Dr. Ma. Hanafiah, SM Batusangakar ditemukan masih ada pasien yang terpasang infus mengalami flebitis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama terpasang infus, lokasi pemasangan dan penggantian balutan terhadap kejadian flebitis pada pasien pemasangan infus. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Januari sampai Mei tahun 2013 dengan jenis penelitian kwantitaif yang menggunakan metode analitik observasional dan penelitian ini menggunakan disain crossectional. Sampel adalah pasien yang terpasang infus yang berjumlah 46 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan data uji chi-square kemudian diolah dengan komputerisasi. Hasil penelitian didapatkan faktor pada lama terpasang nilai p value =0,007 < 0,05, maka terdapat pengaruh lama terpasang infus dengan kejadian flebitis. Pada faktor lokasi pemasangan didapatkan nilai p value=0,025 < 0,05, maka terdapat pengaruh lokasi pemasangan dengan kejadian flebitis. Pada penggantian balutan didapatkan nilai p value=0,025 < 0,05, maka terdapat pengaruh penggantian balutan terhadap kejadian flebitis. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada pengaruh lama terpasang, lokasi pemasangan dan penggantian balutan terhadap kejadian flebitis pada pasien pemasangan infus. Diharapkan pada perawat pelaksana agar lebih meningkatkan perawatan pada pasien yang terpasang infus.
GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR PRA-NIKAH TENTANG IMUNISASI TT (CATIN) SEBELUM MENIKAH DI JORONG KURANJI KECAMATAN GUGUAK KABUPATEN LIMA PULUH KOTA TAHUN 2013
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v4i1.186

Abstract

Tetanus pada maternal dan noenatal merupakan salah satu penyebab kematian paling sering terjadi akibat persalinan dan penanganan tali pusat yang tidak bersih yang ditandai dengan kaku otot yang nyeri yang disebabkan oleh neurotoxin yang dihasilkan oleh Clostridium tetani pada luka anaerob. Tetanus Neonaturum (TN) merupakan salah satu penyebab utama kematian neonatal. Imunisasi TT sebelum menikah merupakan salah satu langkah untuk mencegah penyakit TN. Data dari dinas kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota, sebanyak 92.558 orang sasaran wanita usia subur di Kabupaten Lima Puluh Kota, didapatkan cakupan imunisasi TT catinnya adalah 93 orang (0,1 %). Data yang didapatkan dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Guguak, dari 285 pasangan yang menikah tahun 2012 hanya 9 orang yang mendapatkan imunisasi TT catin (3,15 %). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan wanita usia subur pra nikah tentang imunisasi Tetanus Toksoid calon pengantin di Jorong Kuranji Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2013. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan teknik analisa univariat, populasi adalah 298 dengan sampel penelitian 100 orang wanita usia subur belum menikah yang akan dijadikan responden. Hasil penelitian didapatkan 54% responden dengan pengetahuan rendah dan 46% responden dengan pengetahuan tinggi. Dapat disimpulkan bahwa lebih dari setengah responden memiliki pengetahuan rendah. Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan agar tenaga kesehatan memberikan penyuluhan yang lebih terkelola terutama dalam memberikan imunisasi untuk calon pengantin.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DENGAN PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v4i1.187

Abstract

Anak adalah anugerah, karunia dan amanah yang tidak boleh diabaikan, apalagi disengsarakan dan tidak dipenuhi hak dan kebutuhannya untuk memperoleh kehidupan yang layak. Sesuai pasal 28 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan anak usia dini telah ditempatkan sejajar dengan pendidikan lainnya. Bahkan pada puncak acara peringatan Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli 2003, Presiden Republik Indonesia telah mencanangkan pelaksanaan pendidikan anak usia dini di seluruh Indonesia demi kepentingan terbaik anak Indonesia (Direktorat PAUD, 2008). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Tingkat pengetahuan dan sikap Ibu balita tentang Pendidikan Anak Usia Dini dengan Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini. Metode peneltian yang digunakan adalah survey analitik dengan desain case control dengan populasi 407 orang. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik stratified random sampling sebanyak 50 orang. Data penelitian diolah secara komputerisasi. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat lebih dari separoh responden yang memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 28 orang (56%). Terdapat lebih dari separoh responden yang memiliki Sikap Negatif yaitu sebanyak 27 orang (54%). Terdapat lebih dari separoh responden yang kurang berperanyaitu sebanyak 30 orang (60%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan Peran serta Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini di Kecamatan Sijunjung Tahun 2011 (p = 0,000). Oleh karena itu disarankan penelitian ini dapat menjadi data dasar oleh pegambil kebijakan terkait dengan pendidikan anak usia dini agar proses sosialisasi tentang pendidikan anak usia dini terus ditingkatkan sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia dimasa yang akan datang.

Page 3 of 50 | Total Record : 493


Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Volume 17 Nomor 1 Tahun 2026 (on progress) Vol 16 No 3 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 3 Tahun 2025 Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 2 Tahun 2025 Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 1 Tahun 2025 Vol 15 No 3 (2024): Jurnal Kesehatan Volume 15 Nomor 3 Tahun 2024 Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 3 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 13 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 13 (2022): Supplementary 1 Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 3 (2021): JURNAL KESEHATAN Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN Vol 12 (2021): Supplementary 2 Vol 12 (2021): Supplementary 1 Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN - Special Issue Hari Kesehatan Nasional 2020 Vol 11 No 3 (2020): Jurnal Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): JURNAL KESEHATAN Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN-SPECIAL ISSUE KEBIDANAN Vol 10 No 3 (2019): JURNAL KESEHATAN Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi Vol 10 (2019): Special Issue HKN Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Vol 8 No 1 (2017) Vol 7 No 2 (2016) Vol 7 No 1 (2016) Vol 6 No 2 (2015) Vol 6 No 1 (2015) Vol 5 No 2 (2014) Vol 5 No 1 (2014) Vol 4 No 2 (2013) Vol 4 No 1 (2013) Vol 3 No 2 (2012) Vol 3 No 1 (2012) Vol 2 No 2 (2010) More Issue