cover
Contact Name
Subhan Adi Santoso
Contact Email
jsolusi729@gmail.com
Phone
+6285808460361
Journal Mail Official
jsolusi729@gmail.com
Editorial Address
STIT Muhammadiyah Bojonegoro (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro) Alamat: Jalan Dr. Setyo Budi No.03, Klangon, Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur 62113
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
Solusi: Jurnal Pengabdian Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 31100198     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Solusi: Jurnal Pengabdian Pendidikan adalah jurnal ilmiah yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan penelitian berupa penerapan disiplin keilmuan pendidikan. Pengabdian pendidikan kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat.
Articles 20 Documents
Analisis Peran Guru dalam Menyesuaikan Strategi Pembelajaran Siswa Tunagrahita di SLB Negeri Saronggi Safira Nur Elita; Edi Susanto; Riyan Kholiq; Ibnatul Mutiah
Jurnal Pengabdian Pendidikan Vol 1 No 1 (2025): Solusi: Jurnal Pengabdian Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/f322s331

Abstract

Abstract: This study aims to explore how teachers adapt learning strategies for students with intellectual disabilities at SLB Negeri Saronggi. The research employs a qualitative approach, utilizing observation, interviews, and documentation to understand the teacher's role in designing, implementing, and evaluating instruction tailored to individual student needs. The findings reveal that teachers serve as designers, motivators, facilitators, and evaluators in the learning process. Strategy adaptation is carried out through needs assessments, the use of engaging and contextually relevant learning media, and the application of both individual and group approaches according to student characteristics. Furthermore, collaboration with parents and professionals enhances the effectiveness of the learning process. Continuous evaluation is conducted to ensure that the applied strategies remain appropriate and have a positive impact on student development. These findings highlight the crucial role of teachers in implementing comprehensive and flexible learning strategies to optimize the potential of students with intellectual disabilities at SLB Negeri Saronggi. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana guru menyesuaikan strategi pembelajaran bagi siswa tunagrahita di SLB Negeri Saronggi. Studi ini mengadopsi metode kualitatif dengan memanfaatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi guna memahami peran guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru menjalankan peran sebagai perancang, pemberi motivasi, fasilitator, dan penilai dalam proses pembelajaran. Penyesuaian strategi dilakukan melalui asesmen kebutuhan siswa, pemanfaatan media pembelajaran yang menarik serta relevan dengan konteks, dan penerapan pendekatan pembelajaran secara individu maupun kelompok yang sesuai dengan karakter siswa. Selain itu, kerja sama dengan orang tua dan tenaga profesional juga mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan untuk menjamin bahwa strategi yang digunakan tetap relevan dan memberikan dampak positif bagi perkembangan siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya peran guru dalam menerapkan strategi pembelajaran yang menyeluruh dan fleksibel untuk mengoptimalkan potensi siswa tunagrahita di SLB Negeri Saronggi.  
Tantangan Dan Solusi Guru Dalam Menghadapi Kesulitan Belajar Pada Anak Tunarungu Bahri Nurul Hidayat; Kutratul Aini; Fitriatul Fikrah Ashari
Jurnal Pengabdian Pendidikan Vol 1 No 1 (2025): Solusi: Jurnal Pengabdian Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/0j19v531

Abstract

Abstract: This study aims to find out the challenges and solutions of teachers in facing learning difficulties in deaf children at the Cinta Ananda Special School (SLB). The method used in this study is qualitative by analyzing data. The data collection techniques in this study are in the form of interviews, observations and documentation. The focus of this research is to investigate the problems faced by teachers when teaching deaf children at the Cinta Ananda Special School (SLB), as well as the strategies used to overcome these problems. Deaf students' limited communication, lack of appropriate media and teaching materials, and the need for teachers who are more proficient in special learning are major issues that can cause learning difficulties in deaf children. The solutions found include providing interactive and visual learning media, speech and hearing therapy to improve students' communication skills, and teacher training to improve their teaching abilities. The results of this study show that sign language training, communication strengthening, and active involvement of parents in the learning process are important factors in the success of inclusive education for deaf children Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan dan solusi guru dalam menghadapi kesulitan belajar pada Anak  tuna rungu di Sekolah Luar Biasa (SLB) Cinta Ananda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menganalisis data. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa wawancara, obervasi dan dokumentasi. Fokus penelitian ini yaitu menyelidiki masalah yang dihadapi guru saat mengajar anak tunarungu di Sekolah Luar Biasa (SLB) Cinta Ananda, serta strategi yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Keterbatasan komunikasi siswa tunarungu, kurangnya media dan bahan ajar yang tepat, dan kebutuhan untuk guru yang lebih mahir dalam pembelajaran khusus adalah masalah utama yang dapat menyebabkan kesulitan belajar pada anak tuna rungu. Solusi yang ditemukan termasuk memberikan media pembelajaran yang interaktif dan visual, terapi wicara dan pendengaran untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, dan pelatihan guru untuk meningkatkan kemampuan pengajaran mereka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan bahasa isyarat, penguatan komunikasi, dan keterlibatan aktif orang tua dalam proses belajar adalah faktor penting dalam keberhasilan pendidikan inklusif bagi anak tunarungu
Upaya Guru Kelas dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Matematika (Diskalkulia) pada Siswa Kelas V SDN Gunggung 1 rafikatul arifa; Bella Helliyana Febria; Moh. Ainor Rofiqi
Jurnal Pengabdian Pendidikan Vol 1 No 1 (2025): Solusi: Jurnal Pengabdian Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/d8aada02

Abstract

Difficulties in learning mathematics are problems often experienced by elementary school students, especially in basic arithmetic operations that can have an impact on academic achievement and attitudes towards mathematics in the future. This study aims to examine teachers' efforts in overcoming difficulties in learning mathematics in grade V students, especially those with dyscalculia. The study used a qualitative approach with a case study method at SDN Gunggung 1, with grade V homeroom teachers as research subjects selected by purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using qualitative descriptive analysis techniques. The results of the study showed that grade V students experienced difficulties in learning mathematics, especially in multiplication and division operations caused by low learning motivation, minimal parental supervision due to work, and dependence on technology that reduces the habit of memorizing basic concepts. Efforts made by teachers include strengthening memorization of multiplication, implementing heterogeneous group learning, and communicating with parents through home visits. This study concludes that success in overcoming difficulties in learning mathematics requires effective collaboration between teachers, schools, and parents to create optimal learning continuity. Kesulitan belajar matematika merupakan permasalahan yang sering dialami siswa sekolah dasar, khususnya dalam operasi hitung dasar yang dapat berdampak pada prestasi akademik dan sikap terhadap matematika di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika pada siswa kelas V, khususnya yang mengalami diskalkulia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SDN Gunggung 1, dengan guru wali kelas V sebagai subjek penelitian yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas V mengalami kesulitan belajar matematika terutama pada operasi perkalian dan pembagian yang disebabkan oleh rendahnya motivasi belajar, minimnya pengawasan orang tua akibat kesibukan kerja, dan ketergantungan pada teknologi yang mengurangi kebiasaan menghafal konsep dasar. Upaya yang dilakukan guru meliputi penguatan hafalan perkalian, penerapan pembelajaran kelompok heterogen, dan komunikasi dengan orang tua melalui kunjungan rumah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan mengatasi kesulitan belajar matematika memerlukan kolaborasi efektif antara guru, sekolah, dan orang tua untuk menciptakan kontinuitas pembelajaran yang optimal.
Pelatihan Kepemimpinan Di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 04 Sidayu Gresik Subhan Adi Santoso
Jurnal Pengabdian Pendidikan Vol 1 No 1 (2025): Solusi: Jurnal Pengabdian Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/5q0t4k08

Abstract

leadership is trying to identify the typical characteristics of both physical, mental and personality that are associated with leadership success. Relying on research that links various traits with certain success criteria. So this community service activity aims to build characteristics, physical, mental and leadership skills of educational institutions and businesses built by students at Muhammadiyah Senior High School 04 Sidayu Gresik. Community service activities are carried out in the form of offline training at the location of Muhammadiyah Senior High School 04 Sidayu Gresik. The results of the Community Service show that there is an increase in the ability of students who are packaged in a game where students can play games to train togetherness, innovation and dare to take risks in leadership. kepemimpinan sifatnya berusaha mengidentifikasikan karakteristik khas baik fisik, mental dan kepribadian yang diasosiasikan dengan keberhasilan kepemimpinan. Mengandalkan pada penelitian yang menghubungkan berbagai sifat dengan kriteria sukses tertentu. Maka kegiatan pengabdian ini bertujuan membangun karakteristik, fisik, mental dan keterampilan memimpin lembaga pendidikan maupun usaha yang dibangun oleh siswa di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 04 Sidayu Gresik. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk pelatihan secara offline di lokasi Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 04 Sidayu Gresik. Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan dari pihak siswa yang dikemas dalam sebuah permainan games yang mana siswa dapat melakukan permainan games untuk melatih kekompakan, inovasi dan berani mengambil resiko dalam memimpin.
Pelatihan Pembuatan Media Augmented Reality Menggunakan Aplikasi Assemblr untuk Mengembangkan Kompetensi Digital Guru PAUD Rizka Aisyah
Jurnal Pengabdian Pendidikan Vol 1 No 1 (2025): Solusi: Jurnal Pengabdian Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/g9y23458

Abstract

In the era of Society 5.0, Kindergarten teachers need to have strong digital competencies where teachers are more innovative and adaptive in learning and also utilize digital technology to improve the quality of early childhood education. Training in making Augmented Reality learning media using Assemblr to improve digital competency in 28 Kindergarten teachers in Bojonegoro. This activity is carried out in 3 stages, namely pre-training, training and post-training. The pre-training stage is the preparation stage, such as organizing events, taking care of permits, preparing materials and questionnaires. The Implementation Stage or the core of the training activity, begins with the provision of pre-training questionnaires, material, and training in making Augmented Reality media using Assemblr. The post-training stage (evaluation) is the provision of post-training questionnaires, making AR projects, and presenting the results of Augmented Reality media. The results of this training show that 100% of teachers are interested in making Augmented Reality media and 100% of teachers are interested in implementing it in early childhood. The level of satisfaction of Kindergarten teachers with Augmented Reality media material is 25% quite satisfied, 25% satisfied, and 50% very satisfied. Based on these data, it can be concluded that Augmented Reality media creation training can improve the digital competence of Kindergarten teachers and can develop digital learning in early childhood Di era Society 5.0 guru PAUD perlu memiliki kompetensi digital yang kuat dimana guru lebih inovatif dan adaptif dalam pembelajaran juga memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Pelatihan pembuatan media pembelajaran Augmented Reality menggunakan Assemblr untuk meningkatkan kompetensi digital pada 28 guru PAUD di Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 3 tahap yakni pra pelatihan, pelatihan dan pasca pelatihan. Tahap pra pelatihan yakni tahap persiapan, seperti penyusunan acara, mengurus perizinan, mempersiapkan materi dan kuesioner. Tahap Pelaksanaan atau inti kegiatan pelatihan, dimulai dengan pemberian kuesioner pra pelatihan, pematerian, serta pelatihan pembuatan media Augmented Reality menggunakan Assemblr. Tahap pasca pelatihan (evaluasi) yaitu pemberian kuesioner pasca pelatihan, pembuatan proyek AR, serta presentasi hasil media Augmented Reality. Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa 100% guru berminat untuk membuat media Augmented Reality serta 100% guru berminat untuk mengimplementasikan pada anak usia dini. Tingkat kepuasan guru PAUD terhadap materi media Augmented Reality sebesar 25% cukup puas, 25% puas, dan 50% sangat puas. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa pelatihan pembuatan media Augmented Reality dapat meningkatkan kompetensi digital guru PAUD serta dapat mengembangkan pembelajaran digital pada anak usia dini.
Implementasi Pembelajaran Kontekstual Berbasis Media Daun dalam Pembelajaran IPA Anisyah; Intan Qurratul Aini; Lailatul Jannah; Nabila El Fajariyah
Jurnal Pengabdian Pendidikan Vol 1 No 2 (2025): Solusi: Jurnal Pengabdian Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/1grzhm24

Abstract

This study was motivated by the low level of student engagement in science learning, which is still dominated by conventional methods. The purpose of this study was to describe the implementation of media-based contextual learning in science education at SDN Parsanga IV. In order to obtain a more in-depth picture of the learning process, this study used a qualitative approach with a descriptive analytical method. Data were collected through observation, interviews, and documentation of fourth-grade teachers and students. In an effort to obtain a more in-depth picture of the learning process, this study used a qualitative approach with a descriptive analytical method. Data were collected through observation, interviews, and documentation of fourth-grade teachers and students. The results indicate that the use of leaf media can produce a more meaningful and interactive learning process. Students became more enthusiastic, active, and able to easily understand the concept of various leaf shapes because they were directly involved in observation activities. Contextual learning with leaf media has also been proven to increase learning motivation, critical thinking skills, and scientific attitudes in students. The main obstacles lie in the availability of materials and preparation time, but these can be overcome with teacher creativity. Penelitian ini dilandasi dari rendahnya keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran IPA yang masih didominasi metode konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan implementasi pembelajaran kontekstual berbasis media daun dalam pembelajaran IPA di SDN Parsanga IV. Dalam upaya memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai proses pembelajaran yang berlangsung, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru serta peserta didik kelas IV. Dalam upaya memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai proses pembelajaran yang berlangsung, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru serta peserta didik kelas IV. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa penggunaan media daun dapat menghasilkan proses pembelajaran yang lebih bermakna dan interaktif. Peserta didik menjadi lebih antusias, aktif, dan mudah memahami konsep macam-macam bentuk tulang daun karena terlibat langsung dalam kegiatan pengamatan. Pembelajaran kontekstual dengan media daun juga terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar, kemampuan bernalar kritis, dan sikap ilmiah dalam diri peserta didik. Kendala utama terletak pada ketersediaan bahan dan waktu persiapan, namun dapat diatasi dengan kreativitas guru.
Analisis Model,Media dan Asesmen Dalam Pembelajaran IPAS Kelas V di SDN Kalianget Barat III Kasumo Dwi Ayu Rindika Putri; Putra Dedy Dermawan; Sitti Nurhalizah; Firda Ayu Agustin
Jurnal Pengabdian Pendidikan Vol 1 No 2 (2025): Solusi: Jurnal Pengabdian Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/km16pn57

Abstract

This study aims to analyze the implementation of models, media, and assessments in Natural and Social Sciences (IPAS) learning in Grade V of SDN Kalianget Barat III. Elementary education plays a crucial role in shaping children's cognitive foundations, creativity, and character. This study used a descriptive qualitative method through observation and interviews with class teachers. The results showed that the dominant methods were lectures and experiments, chosen because they were considered effective and enjoyable for Grade V students who are in the complex concrete operational thinking phase. Teachers also implemented active models such as Problem-Based Learning (PBL) and Cooperative Learning to improve understanding and learning outcomes, as well as achieve the main goal of instilling student independence and collaboration. The media used included interactive media (video) and Chromebooks. However, there were significant obstacles in the form of limited infrastructure and low interest in student science literacy. The assessment used was formative with multiple-choice and descriptive techniques, but evaluation still tended to focus on the cognitive aspect, so that the affective and psychomotor aspects were not optimally measured. The study concluded that a more comprehensive integration of assessment techniques, such as portfolios or projects, was needed to support the achievement of balanced learning objectives in accordance with the main philosophy of the National Curriculum. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi model, media, dan asesmen dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Kelas V SDN Kalianget Barat III. Pendidikan dasar memiliki peran krusial dalam membentuk fondasi kognitif, kreativitas, dan karakter anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara dengan guru kelas. Hasilnya menunjukkan bahwa metode yang dominan adalah ceramah dan eksperimen , dipilih karena dianggap efektif dan menyenangkan bagi peserta didik kelas V yang berada pada fase berpikir operasional konkret yang kompleks. Guru juga menerapkan model aktif seperti Problem-Based Learning (PBL) dan Cooperative Learning untuk meningkatkan pemahaman dan hasil belajar, serta mencapai tujuan utama menanamkan kemandirian dan kolaborasi siswa. Media yang digunakan meliputi media interaktif (video) dan Chromebook. Meskipun demikian, terdapat hambatan signifikan berupa keterbatasan sarana prasarana dan rendahnya minat literasi sains siswa. Asesmen yang dipakai adalah formatif dengan teknik pilihan ganda dan uraian , namun evaluasi masih cenderung fokus pada aspek kognitif, sehingga aspek afektif dan psikomotor belum terukur optimal. Penelitian menyimpulkan bahwa diperlukan integrasi teknik penilaian yang lebih komprehensif, seperti portofolio atau proyek, untuk mendukung pencapaian tujuan pembelajaran yang seimbang sesuai filosofi utama Kurikulum Nasional.
Analisis Pembelajaran IPA di Kalianget Barat IV Melalui Integrasi Tujuan, Strategi, Media dan Evaluasi Kholisatun Nisa; Siti Holipa; Safiratur Rafiqa; Lesty Annatul Annisa
Jurnal Pengabdian Pendidikan Vol 1 No 2 (2025): Solusi: Jurnal Pengabdian Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/1gdct540

Abstract

The independent curriculum combines science and social studies into science at the elementary school level to accommodate students' cognitive development, who still tend to think concretely and holistically. The main focus of science learning is to provide students with the ability to analyze the environment comprehensively and foster positive attitudes and characters that support sustainable environmental management. This study aims to describe the implementation of science learning at SDN Kalianget Barat IV as material for evaluating the learning process together. The research method used is a combination of qualitative and quantitative through observation, interviews, and documentation. The research findings indicate that science learning uses constructivist strategies with project-based learning and cooperative learning that are appropriate to student characteristics and supported by the use of effective student worksheets in increasing participation and understanding of science concepts. Problems such as limited facilities and differences in student abilities can be overcome by simple learning media innovations and the formation of heterogeneous groups. Evaluation is carried out diagnostically, formatively, and summatively to ensure the achievement of student competencies. In conclusion, science learning at SDN Kalianget Barat IV has succeeded in creating a learning process that is interactive, contextually relevant, and meaningful, while developing students' critical thinking skills and positive character. Kurikulum Merdekamenggabungkan pelajaran IPA dan IPS menjadi IPAS di jenjang SD/MI untuk menyesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa yang masih cenderung berpikir secara konkret dan menyeluruh. Fokus utama pembelajaran IPAS adalah memberikan kemampuan kepada siswa untuk menganalisis lingkungan secara lengkap serta menumbuhkan sikap dan karakter positif yang mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan pembelajaran IPAS di SDN Kalianget Barat IV sebagai bahan evaluasi proses pembelajaran secara bersama-sama. Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pembelajaran IPAS menggunakan strategi konstruktivistik dengan model Project-Based Learning dan Cooperative Learning yang sesuai dengan karakteristik siswa, serta didukung oleh pemanfaatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang efektif dalam meningkatkan partisipasi dan pemahaman konsep IPA. Permasalahan seperti keterbatasan sarana dan perbedaan kemampuan siswa dapat diatasi dengan inovasi media pembelajaran sederhana dan pembentukan kelompok heterogen. Evaluasi dilakukan secara diagnostik, formatif, dan sumatif untuk memastikan tercapainya kompetensi siswa. Kesimpulannya, pembelajaran IPAS di SDN Kalianget Barat IV berhasil menciptakan proses belajar yang bersifat interaktif, relevan dengan konteks, dan bermakna, sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan karakter positif siswa.
Pelatihan Penggunaan Software Publish or Perish dan Mendeley untuk Meningkatkan Kemampuan Mahasiswa PIAUD dalam Menulis Karya Ilmiah Rizka Aisyah; Subhan Adi Santoso
Jurnal Pengabdian Pendidikan Vol 1 No 2 (2025): Solusi: Jurnal Pengabdian Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/qhvd4q90

Abstract

Students today are greatly assisted by various applications and technologies in compiling scientific papers. These developments not only accelerate the process but also improve the quality of research and writing. Publish or Perish and Mendeley are two very powerful and complementary software to assist students in creating scientific papers. This training aims to guide students in the use of Publish or Perish and Mendeley software to improve the ability of PIAUD students in writing scientific papers. The Participatory Action Research (PAR) method was implemented in this program by involving 28 PIAUD students of STIT Muhammadiyah Bojonegoro as participants in three stages of activities (planning, implementation, and evaluation). The results of this activity showed that the ability of PIAUD students in using Publish or Perish software was 92.9% and Mendeley was 82.1%. Based on the increased ability in using Publish or Perish and Mendeley software, it is expected to improve the ability of PIAUD students in writing scientific papers. It is hoped that there will be further training related to other software that can support the ability to write scientific papers in students. Mahasiswa saat ini sangat terbantu oleh beragam aplikasi dan teknologi dalam menyusun karya ilmiah. Perkembangan ini tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga meningkatkan kualitas penelitian dan penulisan. Publish or Perish dan Mendeley adalah dua perangkat lunak yang sangat kuat dan saling melengkapi untuk membantu mahasiswa dalam membuat karya ilmiah. Pelatihan ini bertujuan membimbing mahasiswa dalam penggunaan software Publish or Perish dan Mendeley untuk meningkatkan kemampuan Mahasiswa PIAUD dalam Menulis Karya Ilmiah. Metode Participatory Action Research (PAR) diterapkan dalam program ini dengan melibatkan 28 mahasiswa program studi PIAUD STIT Muhammadiyah Bojonegoro sebagai peserta dalam tiga tahapan kegiatan (perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi). Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa PIAUD dalam menggunakan sofware Publish or Perish sebesar 92,9% dan Mendeley sebesar 82,1%. Berdasarkan peningkatan kemampuan dalam penggunaan Penggunaan Software Publish or Perish dan Mendeley tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa PIAUD dalam menulis karya ilmiah. Diharapkan adanya pelatihan lanjutan terkait software-software lainnya yang mampu menunjang kemampuan menulis karya ilmiah pada mahasiswa.
Pelatihan Penguatan Kemampuan Numerasi Domain Aljabar pada Guru SD Seftyana Ayu Susanti
Jurnal Pengabdian Pendidikan Vol 1 No 2 (2025): Solusi: Jurnal Pengabdian Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/ct38mm80

Abstract

Numeracy is an important skill that students must have to a meaningful life. Numeracy is defined as the ability to process, communicate, and interpret numerical information in various contexts that involve the use of mathematical concepts to achieve several goals in certain contexts in everyday life problems. One of the domains in numeracy assessment is algebra. Algebra is a branch of mathematics that uses symbols (variables) and operating rules to manipulate mathematical expressions and solve equations. Algebra is a material that many students dislike because of its complexity. The importance of algebra in learning mathematics requires students to study it from elementary school and continue to higher education with a more complex level of difficulty. For this reason, it is important for elementary school teachers to have algebraic domain numeracy skills in order to be able to maximally accompany students in their learning. So that this training aims to provide reinforcement of algebraic domain numeracy skills both in terms of understanding the theory and compiling AKM model questions for elementary school teachers as provisions in teaching it to students. Numerasi adalah kemampuan penting yang harus dimiliki oleh siswa untuk mendapatkan kehidupan yang bermakna. Numerasi didefinisikan sebagai kemampuan untuk memproses, berkomunikasi, dan menafsirkan informasi numerik dalam berbagai konteks yang melibatkan penggunaan konsep matematika untuk mencapai beberapa tujuan dalam konteks tertentu dalam permasalahan di kehidupan sehari-hari. Salah satu domain dalam penilaian numerasi adalah aljabar. Aljabar merupakan cabang matematika yang menggunakan simbol (variabel) dan aturan operasi untuk memanipulasi ekspresi matematika dan menyelesaikan persamaan. Aljabar menjadi materi yang banyak tidak disukai oleh siswa karena kerumitannya. Pentingnya aljabar dalam pembelajaran matematika mengharuskan siswa mempelajarinya sejak bangku sekolah dasar dan terus berlanjut hingga pendidikan yang lebih tinggi dengan tingkat kesulitan yang lebih kompleks. Untuk itu, penting bagi guru SD memiliki kemampuan numerasi domain aljabar agar dapat secara maksimal membersamai siswa dalam belajarnya. Sehingga adanya pelatihan ini bertujuan untuk memberikan penguatan kemampuan numerasi domain aljabar baik secara pemahaman teori hingga penyusunan soal-soal model AKM pada guru SD sebagai bekal dalam mengajarkannya kepada siswa.  

Page 1 of 2 | Total Record : 20