cover
Contact Name
Jumadi
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+6281578146104
Journal Mail Official
indexsasi@apji.org
Editorial Address
Perum. Bumi Pucanggading, Jln. Watunganten 1 No 1-6, Kelurahan Batursari, Mranggen , Kab. Demak, Provinsi Jawa Tengah, 59567
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
ISSN : 28090802     EISSN : 28090799     DOI : 10.51903
Core Subject : Engineering,
Jurnal Imliah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer merupakan jurnal ilmiah yang menyajikan artikel orisinal tentang pengetahuan dan informasi riset atau aplikasi riset dan pengembangan terkini dalam bidang teknologi. Ruang lingkup Jurnal Juritek meliputi bidang Informatika, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Sistem Informasi dan Teknik Industri. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi mitra bestari dan/atau editor. Jurnal Juritek diterbitkan oleh Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen terbit 3 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret, Juli dan November
Articles 255 Documents
Pengaruh Sudut Kerja Pisau Potong Terhadap Unjuk Kerja Mesin Perajang Singkong
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i1.6525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi sudut kerja pisau potong (25°, 35°, dan 45°) terhadap unjuk kerja mesin perajang singkong yang digerakkan motor listrik. Metode yang digunakan adalah eksperimen langsung di laboratorium dengan pengujian performa berdasarkan waktu perajangan, konsistensi ketebalan irisan, dan ketahanan pisau terhadap keausan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut pisau 35° menghasilkan waktu perajangan tercepat (38,5 detik per 500 gram) dengan konsistensi irisan yang tinggi (rata-rata 2,05 mm) dan keausan pisau yang paling minimal. Sudut 25° cenderung menghasilkan irisan lebih tipis namun kurang seragam, sedangkan sudut 45° membutuhkan waktu lebih lama dan menyebabkan keausan pisau lebih cepat. Simpulan penelitian ini merekomendasikan penggunaan sudut pisau 35° untuk optimalisasi produktivitas, kualitas hasil, dan efisiensi perawatan mesin perajang singkong.
Pengaruh Efektivitas Inhibitor Korosi Alami dari Ekstrak Daun Jeruk Purut, Jeruk Nipis, dan Nanas pada Baja Karbon ASTM A36 dengan Media Air Laut
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i1.6575

Abstract

Korosi merupakan permasalahan utama pada baja karbon ASTM A36 yang banyak digunakan pada konstruksi maritim, terutama akibat paparan lingkungan air laut yang kaya akan ion klorida. Penggunaan inhibitor korosi kimia sintetis dinilai efektif, namun berpotensi menimbulkan dampak Memberikan pengaruh yang merugikan terhadap lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk menganalisis efektivitas inhibitor korosi alami (green inhibitor) yang berasal dari ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix), daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia), dan daun nanas (Ananas comosus) terhadap laju korosi baja karbon ASTM A36 dalam media air laut. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan metode perendaman (weight loss) selama 30 hari pada suhu ruang. Ekstrak daun diaplikasikan sebagai inhibitor dengan variasi waktu perendaman awal 1, 2, dan 3 hari, kemudian spesimen direndam dalam air laut. Laju korosi dihitung berdasarkan kehilangan massa, serta didukung dengan pengamatan mikroskopik permukaan baja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh ekstrak daun mampu menurunkan laju korosi baja ASTM A36 dibandingkan spesimen tanpa inhibitor. Inhibitor ekstrak daun jeruk nipis menunjukkan efektivitas tertinggi dengan laju korosi terendah sebesar 0,11 mmpy pada perendaman 3 hari, diikuti oleh daun jeruk purut sebesar 0,14 mmpy dan daun nanas sebesar 0,34 mmpy. Dengan demikian, ekstrak daun jeruk nipis, jeruk purut, dan nanas berpotensi sebagai inhibitor korosi alami yang ramah lingkungan dan ekonomis untuk perlindungan baja karbon di lingkungan maritim.
Pengaruh Konsentrasi Zat Pelarut Pada Proses Ekstraksi Kulit Buah Naga Merah Sebagai Penurunan Laju Korosi Baja ASTM A36
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i1.6588

Abstract

Korosi merupakan permasalahan utama pada material baja karbon rendah seperti ASTM A36, terutama pada lingkungan air laut yang bersifat agresif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi zat pelarut alkohol pada proses ekstraksi kulit buah naga merah sebagai inhibitor korosi alami terhadap laju korosi baja ASTM A36. Ekstrak kulit buah naga merah dibuat menggunakan variasi konsentrasi alkohol sebesar 70%, 89%, dan 96%, kemudian diaplikasikan melalui proses perendaman baja selama 1, 3, dan 5 hari. Spesimen selanjutnya diuji dalam media air laut selama 30 hari. Laju korosi dihitung menggunakan metode kehilangan berat (weight loss), sedangkan efisiensi inhibitor ditentukan berdasarkan perbandingan laju korosi dengan dan tanpa inhibitor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi alkohol dan lama waktu perendaman secara signifikan menurunkan laju korosi baja. Nilai laju korosi terendah diperoleh pada konsentrasi alkohol 96% dengan waktu perendaman 5 hari sebesar 0,0032 mmpy, disertai efisiensi inhibitor tertinggi mencapai 82,32%. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga merah berpotensi sebagai inhibitor korosi alami yang ramah lingkungan dan efektif untuk perlindungan baja di lingkungan laut.
Pengaruh Media Pendingin Terhadap Uji Tarik Dan Uji Tekan Hasil Pengelasan SMAW Dengan Baja ST41
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i1.6613

Abstract

Pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) banyak digunakan pada bidang manufaktur dan konstruksi, namun kualitas sambungan las dipengaruhi oleh proses pendinginan setelah pengelasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi media pendingin terhadap kekuatan tarik dan tekan hasil pengelasan baja ST 41. Metode eksperimen dilakukan menggunakan tiga media pendingin, yaitu air es, coolant (air radiator), dan air kelapa, dengan elektroda E6013, arus 110 A, posisi 1G, dan kampuh V 60°. Hasil pengujian menunjukkan bahwa coolant menghasilkan sifat mekanik terbaik dengan kekuatan tarik maksimum 83,481 MPa dan kekuatan tekan 56,722 MPa, dibandingkan air es dan air kelapa. Oleh karena itu, coolant direkomendasikan sebagai media pendingin paling efektif untuk meningkatkan kualitas sambungan las baja ST 41.
Perbedaan Efektifitas Cangkang Udang Jerbung (Fenneropenaeus merguiensisde man) dan Cangkang Udang Vaname (Litopenaeus vanname) Sebagai Biokoagulan Untuk Menurunkan COD Pada Limbah Cair Agroindustri Tapioka
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i1.6652

Abstract

Udang merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan yang dalam proses pengolahannya menghasilkan limbah cangkang dalam jumlah besar dan belum dimanfaatkan secara optimal. Cangkang udang diketahui mengandung kitin sebesar 15–20%, protein, serta kalsium karbonat yang berpotensi diolah menjadi kitosan melalui tahapan deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi. Kitosan memiliki sifat bermuatan positif sehingga mampu berinteraksi dengan partikel tersuspensi dan senyawa organik bermuatan negatif dalam air, menjadikannya sebagai biokoagulan alami yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas kitosan yang dihasilkan dari cangkang udang jerbung (Fenneropenaeus merguiensis de Man) dan udang vaname (Litopenaeus vannamei) dalam menurunkan nilai Chemical Oxygen Demand (COD) pada limbah cair agroindustri tapioka. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan sistem batch dengan uji jar test. Variasi dosis kitosan yang digunakan adalah 10 ml, 30 ml, dan 50 ml. Parameter utama yang dianalisis adalah penurunan COD setelah proses koagulasi-flokulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis kitosan mampu menurunkan konsentrasi COD limbah cair tapioka secara signifikan. Namun demikian, kitosan yang berasal dari cangkang udang jerbung pada dosis 10 ml memberikan efisiensi penurunan COD tertinggi, yaitu sebesar 57%, dan lebih efektif dibandingkan kitosan dari cangkang udang vaname. Analisis Fourier Transform Infrared (FTIR) menunjukkan bahwa kitosan dari udang jerbung memiliki lebih banyak dan lebih aktif gugus fungsi yang berperan dalam proses koagulasi. Berdasarkan hasil tersebut, kitosan dari cangkang udang jerbung direkomendasikan sebagai sumber biokoagulan alami yang efektif dan berkelanjutan untuk pengolahan limbah cair industri tapioka.
Pengaruh Variasi Temperatur Pirolisis Sampah Plastik Hdpe Terhadap Laju Pembakaran Produk Bahan Bakar
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i1.6656

Abstract

Limbah plastik High-Density Polyethylene (HDPE) menjadi permasalahan lingkungan serius akibat sifatnya yang non-biodegradable dan tingkat penggunaannya yang tinggi. Salah satu solusi yang berpotensi diterapkan adalah konversi limbah plastik menjadi bahan bakar cair melalui proses pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi temperatur pirolisis terhadap karakteristik pembakaran minyak pirolisis HDPE, khususnya laju dan durasi pembakaran. Proses pirolisis dilakukan pada temperatur 250 °C, 350 °C, dan 450 °C dalam kondisi tanpa oksigen. Minyak pirolisis yang dihasilkan kemudian diuji karakteristik pembakarannya melalui pengukuran laju nyala api dan lama waktu pembakaran hingga bahan bakar habis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur pirolisis menyebabkan peningkatan durasi pembakaran minyak pirolisis. Minyak hasil pirolisis pada suhu 450 °C memiliki waktu pembakaran terpanjang sebesar 39,21 s, diikuti oleh suhu 350 °C sebesar 36,68 s, dan suhu 250 °C sebesar 32,23 s. Dengan demikian, temperatur pirolisis berpengaruh signifikan terhadap performa pembakaran minyak pirolisis HDPE, serta menegaskan potensi pirolisis sebagai solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah plastik dan penyediaan bahan bakar alternatif.
Pengujian Kinerja Sistem Pendeteksi Kebocoran Kompor Gas LPG Berbasis Internet of Things pada Kondisi Lingkungan yang Berbeda
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i1.6657

Abstract

Liquefied Petroleum Gas (LPG) serves as the primary cooking fuel in Indonesia, with around 88.59% of households relying on gas energy for their daily cooking tasks. The significant reliance on LPG raises the threat of gas leaks, which can cause fires and jeopardize the safety of users. Consequently, there is a need for a dependable early detection system that can deliver swift alerts and facilitate remote monitoring. This research aims to create and develop a gas leakage detection system utilizing Internet of Things (IoT) technology, incorporating an MQ-2 gas sensor and an ESP32 microcontroller. The methodology used in this study follows a Research and Development (R&D) approach, which includes stages of planning, production, and evaluation. The system features local alarms comprised of LEDs and a buzzer, alongside real-time monitoring and notification capabilities through the Blynk application. Experimental results show that the MQ-2 sensor is able to detect LPG gas concentrations in the range of approximately 410 PPM to over 2000 PPM. Performance evaluation indicates that the system responds faster and more consistently in a closed-space environment, with an average response time of ±3.8 seconds, compared to an open-space environment with an average response time of ±5.8 seconds. These findings demonstrate that environmental conditions significantly affect system performance, and the proposed system is effective as an early warning tool for LPG gas leakage in household environments.
Pengaruh Suhu Terhadap Karakteristik, Nilai Kalor, Dan Volume Minyak Polyethylene Dengan Metode Pirolisis
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i1.6665

Abstract

Peningkatan penggunaan plastik di Indonesia berkontribusi terhadap bertambahnya volume limbah plastik yang sulit terdegradasi dan berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu jenis limbah tersebut berasal dari polyethylene (PE) sisa proses pelapisan pipa baja metode 3LPE (Three Layer Polyethylene). Limbah ini umumnya tidak dimanfaatkan kembali karena telah tercemar oleh material lain. Penelitian bertujuan untuk menganalisis suhu pirolisis terhadap volume, rendemen, karakteristik fisik, serta nilai kalor minyak produk pirolisis limbah polyethylene sebagai BBM. Pengambilan data yang digunakan adalah dengan eksperimen pendekatan kuantitatif dari proses pirolisis tanpa udara pada suhu 500°C selama 180 menit menggunakan bahan baku avfal PE sebanyak 2 kg. Minyak hasil pirolisis selanjutnya diuji karakteristiknya meliputi densitas, viskositas/kekentalan, dan nilai kalor. Penelitian menunjukkan bahwa pada saat suhu 500°C diperoleh volume minyak sebesar 250 ml dengan rendemen 11,05%. Minyak pirolisis memiliki densitas 0,924 g/ml, viskositas 0,754 Pa·s, dan nilai kalor sebesar 17.385,67 cal/gram. Secara visual, minyak berwarna coklat gelap, berbau menyengat, bersifat encer, dan mudah terbakar. Temuan ini menunjukkan bahwa limbah polyethylene dari proses 3LPE berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif melalui metode pirolisis, meskipun diperlukan peningkatan kualitas agar karakteristiknya mendekati standar bahan bakar konvensional.
Perbandingan Karakteristik Kadar Air Dan Kadar Karbon Briket Biomassa Berbasis Tempurung Kelapa, Sekam Padi, Dan Serbuk Kayu Jati Putih
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i1.6671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan karakteristik kadar air dan kadar karbon pada briket biomassa berbahan dasar tempurung kelapa, sekam padi, dan serbuk kayu jati putih. Proses pembuatan briket dilakukan melalui tahapan pirolisis pada suhu 500 °C selama 2 jam, penumbukan, pengayakan 50 mesh, pencampuran perekat maizena sebesar 10%, pencetakan, dan pengeringan. Pengujian laboratorium dilakukan untuk menentukan kadar air dan kadar karbon terikat sebagai parameter mutu briket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket sekam padi memiliki kadar air terendah sebesar 4,85%, diikuti serbuk kayu jati putih sebesar 5,62% dan tempurung kelapa sebesar 7,79%. Sementara itu, kadar karbon tertinggi diperoleh pada briket tempurung kelapa sebesar 66,8%, diikuti serbuk kayu jati putih sebesar 62,9% dan sekam padi sebesar 38,7%. Hasil ini menunjukkan bahwa tempurung kelapa memiliki potensi terbaik sebagai bahan baku briket biomassa berkualitas.
Efektivitas Cangkang Udang Vaname ( Litopenaeus Vannamei) Sebagai Biokoagulan Untuk Menurunkan Cod Limbah Cair Tahu Dan Limbah Cair Minyak Kelapa Sawit (CPO)
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i1.6708

Abstract

Cangkang udang mengandung kitin dan kitosan yang memiliki potensi sebagai biokoagulan alami untuk mengolah limbah cair. Kandungan senyawa organik seperti COD (Chemical Oxygen Demand) yang tinggi dalam limbah cair industri tahu dan minyak kelapa sawit (CPO) menjadi permasalahan lingkungan yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas kitosan dari cangkang udang vaname (Litopenaeus vannamei) sebagai biokoagulan dalam menurunkan kadar COD pada kedua jenis limbah cair tersebut. Proses pengolahan dilakukan menggunakan metode koagulasi-flokulasi dengan variasi dosis biokoagulan 30 ml, 60 ml, dan 90 ml per 1000 ml sampel limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan COD tertinggi pada limbah tahu terjadi pada dosis 60 ml dengan efisiensi 30,56%, sedangkan penurunan terbaik pada limbah CPO tercapai pada dosis 30 ml dengan efisiensi 6,63%. Efektivitas yang berbeda ini dipengaruhi oleh karakteristik masing-masing limbah. Dengan demikian, cangkang udang vaname terbukti efektif digunakan sebagai biokoagulan untuk pengolahan limbah cair agroindustri.