cover
Contact Name
Oscar Haris
Contact Email
scrharis78@gmail.com
Phone
+6281395954537
Journal Mail Official
mema@indiepress.id
Editorial Address
Jalan Cijerah 2 Blok 18 No 7 RT 04 RW 03 Kel Gempolsari, Kec Bandung Kulon Kota Bandung Jawa Barat 40125
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Mema (Jurnal Mesin dan Manufaktur)
Published by Indie Press Publisher
ISSN : 30645980     EISSN : 30646464     DOI : https://doi.org/10.66865
Core Subject : Engineering,
Jurnal Mesin and Manufactur (MEMA) is fully Open Access Journal, publishing high quality original papers on fundamental and applied research works at the frontiers of mechanical engineering to disseminate and promote knowledge sharing of recent advances and developments in the field among academic and industrial communities. This journal aims as a medium for lecturers, researchers, student and industrial practitioners to discuss result of their research in the field of mechanical engineering: Energy Conversion Manufacturing Processes Product Design Engineering Material Engineering Production Automotive Aerodynamic Rapid Prototyping etc, related with mechanical engineering field
Articles 15 Documents
ANALISIS RISIKO KERUSAKAN PADA MESIN PEMBUAT PELET IKAN LELE Ramasandi Rifan Yogiantoro; Dianta Mustofa Kamal
Jurnal Mema (Jurnal Mesin dan Manufaktur) Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Indie Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66865/spk1et70

Abstract

This study aims to analyze the potential risk of failure in a horizontal-type catfish pellet-making machine using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method. The analysis is conducted theoretically based on machine design principles, material characteristics, and operational load. The approach aims to evaluate design weak points, identify potential failure modes, and propose recommendations for improving component reliability. The main components analyzed include the driving motor, gearbox, screw shaft, cutting blade, heater, and frame. Results indicate that the screw shaft and driving motor have the highest Risk Priority Number (RPN) values, indicating potential failures due to excessive torque load and unstable thermal conditions. Design improvements are recommended, including the use of wear-resistant materials such as AISI 4140 steel, improved motor cooling systems, and optimized screw geometry. The findings are expected to contribute to the development of more reliable and efficient pellet-making machine designs.
ANALISIS DISTRIBUSI SUHU DAN EFISIENSI TERMAL PADA OVEN PENGERING LISTRIK KAPASITAS 3 KG Ridho Fadhil Romadhon; Dianta Mustofa Kamal
Jurnal Mema (Jurnal Mesin dan Manufaktur) Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Indie Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66865/cv6dhr78

Abstract

This study aims to analyze the temperature distribution and thermal efficiency of a 3 kg capacity electric drying oven used for drying elephant ginger (Zingiber officinale var. officinarum). The oven model was designed using SolidWorks 2020, then a Computational Fluid Dynamics (CFD)-based thermal analysis was performed using ANSYS Fluent 2021. This oven design refers to the hybrid oven model from Hutajulu's research [21]. Simulations were carried out at an operating temperature of 60°C to determine the heat distribution pattern, air flow, and heat transfer efficiency between oven components. The simulation results showed that the average temperature of the drying chamber ranged from 55–60°C with a maximum deviation of 5°C and a thermal efficiency of 76.63%. Compared to traditional drying methods which take 3–11 days and depend on the weather [3], this electric oven is able to reduce the moisture content of elephant ginger from 80–85% to below 10% in just 7–9 hours. With high temperature stability and energy efficiency, this oven is considered more hygienic, fast, and effective for application in the biopharmaceutical plant-based home industry.
Analisis Literatur Perancangan Mesin Pengepress Ampas Tahu: Tinjauan Mekanisme, Kapasitas, dan Efisiensi Kerja Fatkur Rhohman; M. Khoirul Anam; Danu Pamungkas
Jurnal Mema (Jurnal Mesin dan Manufaktur) Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Indie Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66865/9pawep73

Abstract

Ampas tahu merupakan limbah padat dari proses pembuatan tahu yang masih mengandung kadar air cukup tinggi sehingga perlu dilakukan proses pengepresan sebelum digunakan kembali sebagai bahan baku. Pada industri kecil, proses pengepresan umumnya masih dilakukan secara manual menggunakan beban berat, sehingga membutuhkan tenaga besar dan waktu kerja yang lama. Kondisi tersebut mendorong munculnya berbagai rancangan mesin pengepress ampas tahu yang lebih efisien dan mudah dioperasikan. Artikel ini menyajikan analisis literatur terhadap beberapa rancangan mesin pengepress ampas tahu dari aspek mekanisme kerja, kapasitas produksi, dan efisiensi proses. Berdasarkan hasil kajian, sistem mekanis dengan tenaga bantu listrik dinilai mampu meningkatkan efisiensi waktu dan hasil pengepresan. Mekanisme ulir dan hidrolik menjadi sistem yang paling banyak dikembangkan karena memiliki gaya tekan yang stabil dan mudah dikontrol. Kajian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan mesin pengepress ampas tahu yang lebih efektif, ergonomis, serta sesuai kebutuhan industri skala kecil.
Perancangan Mesin Pengaduk Bumbu Kering Keripik Tempe Otomatis Kapasitas 10Kg Roqib Alfiansyah; Dianta Musfofa Kamal
Jurnal Mema (Jurnal Mesin dan Manufaktur) Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Indie Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66865/0vgj4a56

Abstract

Industri makanan ringan, terutama UKM yang memproduksi keripik tempe, menghadapi masalah dengan efisiensi dan konsistensi mutu selama proses pencampuran bumbu.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat mesin pengaduk bumbu kering keripik tempe otomatis dengan kapasitas 10 kg yang dirancang dengan cara yang nyaman untuk digunakan dan efisien secara mekanis.  Metode deskriptif-eksperimental digunakan, yang mencakup studi literatur, perancangan elemen mesin, dan analisis kekuatan struktur menggunakan simulasi statik SolidWorks. Hasil perancangan menunjukkan bahwa motor listrik 0,75 kW dengan sistem transmisi pulley-belt dan reduksi 1:10 dapat menghasilkan putaran tabung sebesar 60 rpm, yang diperlukan untuk proses pencampuran bumbu kering.  Dengan material rangka AISI 1020 dengan Yield strength 250 MPa, tegangan maksimumnya adalah 23,097 MPa, menurut simulasi pembebanan statis 48 kg.Struktur rangka sangat aman dan stabil secara mekanik, menurut nilai faktor keamanan (FoS) 9,8.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa industri rumah tangga keripik tempe dapat meningkatkan efisiensi dan higienitas proses produksi dengan menggunakan sistem transmisi sederhana dan desain rangka ergonomis.
Analisis Kritis Kegagalan Kapasitas Mesin Pencacah PET 1 Mata Pisau: Diagnosis Inefisiensi Mekanis pada Laporan Capstone Design Maytasha Gusly Putri; Dianta Mustofa Kamal
Jurnal Mema (Jurnal Mesin dan Manufaktur) Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Indie Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66865/fzrmrz42

Abstract

Penelitian ini melakukan diagnosis kritis terhadap data uji riil yang dipublikasikan dalam Laporan Capstone Design [7]. Mesin tersebut, yang menggunakan 1 pisau statis, dirancang untuk target kapasitas 200 gr/menit dan beroperasi pada putaran poros 46.6 RPM. Hasil uji riil menunjukkan kegagalan masif, hanya menghasilkan 60.24 gr/menit 30.12% dari target). Data ini membuktikan bahwa inefisiensi mekanis yang parah terjadi meskipun RPM poros relatif tinggi. Diagnosis ini dikonfirmasi oleh laporan itu sendiri: "penyangkutan pada mata pisau" karena desain 1 pisau. Sebagai bukti solusi komparatif untuk mengatasi inefisiensi ini, data Mesin Baru (4 Mata Pisau, [4]) dianalisis, yang menghasilkan 227.33 gr/menit pada putaran yang lebih rendah 30 RPM. Perbandingan ini menunjukkan bahwa faktor jumlah pisau meningkatkan kapasitas 3.77 kali lipat dan merupakan variabel dominan yang harus dioptimalkan.

Page 2 of 2 | Total Record : 15