cover
Contact Name
Oscar Haris
Contact Email
scrharis78@gmail.com
Phone
+6281395954537
Journal Mail Official
mema@indiepress.id
Editorial Address
Jalan Cijerah 2 Blok 18 No 7 RT 04 RW 03 Kel Gempolsari, Kec Bandung Kulon Kota Bandung Jawa Barat 40125
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Mema (Jurnal Mesin dan Manufaktur)
Published by Indie Press Publisher
ISSN : 30645980     EISSN : 30646464     DOI : https://doi.org/10.66865
Core Subject : Engineering,
Jurnal Mesin and Manufactur (MEMA) is fully Open Access Journal, publishing high quality original papers on fundamental and applied research works at the frontiers of mechanical engineering to disseminate and promote knowledge sharing of recent advances and developments in the field among academic and industrial communities. This journal aims as a medium for lecturers, researchers, student and industrial practitioners to discuss result of their research in the field of mechanical engineering: Energy Conversion Manufacturing Processes Product Design Engineering Material Engineering Production Automotive Aerodynamic Rapid Prototyping etc, related with mechanical engineering field
Articles 15 Documents
DESAIN DAN FABRIKASI SISTEM OTOMATISASI IRIGASI TETES PADA TANAMAN SAYURAN SAWI BERBASIS ARDUINO Kusmiyati; Ilham Wiliandri
Jurnal Mema (Jurnal Mesin dan Manufaktur) Vol. 1 No. 1 (2024): Oktober 2024
Publisher : Indie Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66865/v381dx14

Abstract

Tanaman Sorgum merupakan tanaman multiguna: bijinya dapat diolah sebagai bahan pangan bebas-gluten, campuran pakan ternak ataupun diproses menjadi bioethanol; daun dan batangnya bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Batang tanaman sorgum dapat diolah kembali perlu dilakukan pencacahan agar dapat terkonsumsi oleh ternak secara efisien. Pada cara tradisional, pencacahan bahan hijauan dilakukan secara manua, kelemahan dari cara ini adalah dihasilkannya cacahan yang tidak homogen dan tingkat efektifitasnya rendah. Oleh karena itu PT Sorgum Indonesia Group sebagai produsen sorgum di Indonesia telah menggunakkan mesin pencacah batang sorgum untuk menghasilkan cacahan lebih lembut yang diinginkan. Namun mesin ini belum diketahui kinerja dan efisiensi produksinya sehingga perlu dilakukan uji kinerja dan efisiensi produksi. Tujuan penelitian ini yaitu 1) menguji kinerja teknis 2) menguji efisiensi produksi 3) Membuat rekomendasi untuk pengujian alat mesin pencacah batang sorgum untuk dijadikan acuan standardisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksplanatori, yaitu melakukan pengukuran dan perhitungan terhadap komponen struktural dan kinerja mesin. Hasil uji kinerja menunjukan bahwa kinerja mesin pencacah sudah baik dengan rincian sebagai berikut; Kapasitas aktual mesin sebesar 192.43 Kg/jam; Efisiensi 76.97%; Kebutuhan daya 857 watt; Energi spesifik 164,95 kJ/Kg; Kadar air 43,24%; Persentase panjang cacahan 71% (dengan panjang 2-5cm), Rendemen Pencacahan 86,82%; Getaran 8.1 m/det2 kebisingan 84.7 dBA pada wilayah kerja, 47.03 sementara kondiis lingkunga disekitar pada luar pabrik, dan 41.5 pada rumah warga terdekat
Pengujian Sambungan Tumpul (Butt Joint) 1g Menggunakan Mesin Las Tig/GTAW Pada Pelat Baja Lunak Dengan Sudut Kemiringan 20°, 30° Dan 50° Dwi Purwanto
Jurnal Mema (Jurnal Mesin dan Manufaktur) Vol. 1 No. 1 (2024): Oktober 2024
Publisher : Indie Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66865/4cq6ca61

Abstract

Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) ialah beberapa bentuk las busur yang menggunakan gas inert untuk melindungi bagian tungsten atau wolfram sebagai elektrodanya. Pengelasan ini dilakukan dengan cara manual atau otomatis dan bahkan tidak menggunakan fluks Peralatan yang dipakai dalam proses las ini sangat komplit, namun dari segi biaya lebih mahal dibandingkan dengan las listrik pada umumnya. Jadi las TIG ini merupakan perbaikan dari proses las listrik. Pengelasan GTAW/TIG terdapat beberapa jenis sambungan salah satunya sambungan tumpul (Butt Joint). Jenis koneksi ini tentu memiliki maksud dan tujuan nya. Ini juga terkait dengan penempatan posisi las. Itu sebabnya dapat mengenal berbagai letak pengelasan contohnya posisi 1G. Pada area las dengan sambungan tumpul atau (butt joint) posisi 1G ini mengggunakan plat Mild steel ukuran 150 x 125 x 6 mm.
Rancang Bangun Mesin Dongkrak Menggunakan Motor Listrik Bor Tangan Dwi Purwanto
Jurnal Mema (Jurnal Mesin dan Manufaktur) Vol. 1 No. 1 (2024): Oktober 2024
Publisher : Indie Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66865/ww5bb783

Abstract

Teknologi diciptakan untuk menghasilkan suatu barang atau produk untuk mempermudah kerja dan aktivitas manusia. Salah satunya dibidang transportasi. Pada bidang transportasi dibuat berbagai jenis kendaraan mulai dari yang sederhana, misalkan sepeda, sampai ke jenis transportasi yang canggih seperti pesawat terbang. Salah satu jenis transportasi yang banyak digunakan manusia untuk mempermudah aktivitasnya adalah mobil. Seperti halnya mesin-mesin yang lain, mobil dapat mengalami kerusakan selama masa penggunaan, sehingga memerlukan suatu perbaikan dan pemeliharaan baik secara berkala maupun dalam keadaan mendadak saat terjadi kerusakan di jalan. Perbaikan kerusakan yang terjadi pada mobil khususnya kerusakan yang terjadi pada bagian bawah kendaraan dan pada roda-roda, biasanya membutukan bantuan sebuah alat pengangkat seperti dongkrak. Dongkrak berfungsi untuk mengangkat mobil, sehingga untuk perbaikan pada roda-roda kendaraan ataupun kerusakan pada bagian bawah kendaraan dapat dilakukan dengan mudah. Jadi, dongkrak ini bisa digunakan secara otomatis sehingga saat mengalami pecah ban di jalanan tidak perlu capek lagi untuk mendongkrak mobil secara manual. Menurut cara kerjanya dongkrak dibedakan menjadi dua jenis yaitu dongkrak hidrolik dan dongkrak mekanis. Berdasarkan uraian di atas perlu dikembangkan suatu alat pengangkat yang mudah dalam pengopersiannya. Sehingga dibuatlah perancangan mesin “Dongkrak Hidrolik Menggunakan Motor Listrik”.
Analisa Kegagalan Rubber Coupling Pada Poros Pompa Air Side Seal Oil Generator Unit 1 PLTU Pelabuhan Ratu Oscar Haris; Saeful Anwar; Pieter K Tutupoly
Jurnal Mema (Jurnal Mesin dan Manufaktur) Vol. 1 No. 1 (2024): Oktober 2024
Publisher : Indie Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66865/vn69d022

Abstract

Rubber coupling adalah elemen mesin yang digunakan sebagai peredam hentakan dan sebagai bantalan agar tidak terjadi gesekan antara logam kopling. Di PT Indonesia Power PLTU Pelabuhanratu, rubber coupling digunakan sebagai pentransmisi daya dari motor listrik 400 V dan 6000 V. Rubber coupling pada pompa Air Side Seal Oil Generator unit 1 mengalami kerusakan hingga menyebabkan vibrasi tinggi pada sisi motor serta sisi pompa. Kondisi ini tidak sesusai dengan life time material dalam kondisi normal penggantian rubber coupling dilakukan saat unit overhoul rutin tahunan. Material rubber coupling yang digunakan yaitu polyurethane. Penelitian ini menggunakan metode analisa kegagalan untuk mengetahui penyebab kerusakan pada rubber coupling. Hasil Analisa kegagalan menunjukan bahwa misalignment dan kondisi kopling cakar mempengaruhi kondisi rubber coupling. Kedua hal tersebut mengakibatkan terjadinya deformasi atau keausan pada permukaan material rubber karena adanya kondisi abnormal pada kontak antara rubber coupling dan kopling cakar.
UJI KINERJA TEKNIS DAN EFISIENSI PRODUKSI MESIN PERONTOK BIJI SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench) DI PT SORGUM INDONESIA Muhamad Alfadilah; Yul Harry Bahar; Oscar Haris
Jurnal Mema (Jurnal Mesin dan Manufaktur) Vol. 1 No. 1 (2024): Oktober 2024
Publisher : Indie Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66865/hskts663

Abstract

Perontokan sorgum secara konvensional memerlukan tenaga besar, dan tenaga kerja yang banyak, diciptakannya perontok mekanis melalui proses manufaktur dengan kapasitas teoritis 150kg/jam. Tujuan penelitian adalah menguji kinerja teknis dengan uji verifikasi, uji kinerja teknis, dan uji ergonomi, mengukur efisiensi produksi, serta merekomendasikan pengujian mesin untuk memperoleh standarisasi. Pendekatan penelitian yang dilakukan adalah deskriptif eksplanatori dengan mengidentifikasi dan mengukur kinerja teknis mesin dan efisiensi produksi. Uji verifikasi didapatkan data melalui wawancara dan pengukuran langsung terhadap objek penelitian. Hasil uji kinerja mendapatkan hasil kapasitas aktual rata–rata sebesar 113,14kg/jam sehingga efisiensi kerja rata–rata sebesar 75,43%. Kebutuhan daya kerja mesin 861,12Watt dengan energi spesifik 7,67J/kg. Rataan tingkat kebisingan mesin 84,04dB. Tingkat getaran mesin sebesar 3,54 m/det2. Tata letak mesin optimal untuk kegiatan operasional produksi. Metode angkut beban kerja atau transportasi kerja menggunakan hand pallet. Rendemen rata–rata yang dihasilkan sebesar 67,4%. Rataan sorgum tidak terontok 0,86%. Rataan sorgum tercecer pada saat perontokan 5,94%. Rataan kehilangan hasil perontokan 6,8%. Limbah perontokan 25,32%. Hasil rataan perontokan yang tidak teridentifikasi 0,34%. Hasil uji dampak lingkungan tingkat kebisingan pada luar pabrik 41,7dB. tingkat kebisingan pada rumah terdekat sebesar 46,4dB. Penanganan limbah perontokan digunakan untuk pakan ternak dan limbah cair dialirkan ke drainase menuju kolam penampung. Kendala pada mesin perontok berupa besarnya susut tercecer, sehingga diberikan rancangan solutif berupa penutup corong keluar. Prosedur pengujian mesin perontok biji sorgum disampaikan berdasarkan Permentan nomor 05 tahun 2007
ANALISIS POTENSI ENERGI BARU TERBARUKAN SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF PENGGANTI ENERGI FOSIL DI WILAYAH PROBOLINGGO TIMUR Agus Sudibyo; Agung Nugroho; Burhan Fazzry
Jurnal Mema (Jurnal Mesin dan Manufaktur) Vol. 2 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Indie Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66865/w74d0s18

Abstract

New renewable energy comes from natural resources that can be replenished. It has a smaller environmental impact than fossil energy. EBT includes various types of energy, such as solar, wind, water, geothermal, and biomass energy. EBT's role can gradually increase from year to year, contributing up to 5%. To achieve this, breakthrough efforts are necessary to gradually and systematically develop alternative energy sources. In line with increasing energy demands, national energy policy encourages EBT to play a greater role in the future by exploring its considerable potential in local areas. This will ensure that areas in need of energy from EBT sources no longer rely on fossil energy. To this end, it is necessary to map the utilization of the potential of new renewable energy in the area, especially in the eastern region of Probolinggo Regency, as the object of research. This research explores the development of EBT, including bioenergy, such as biogas and biomass. Mapping the utilization of new renewable energy potential in the eastern region of Probolinggo Regency is expected to provide a foundation for policy development in the context of EBT potential as an alternative energy source.
Review Pengujian Pengelasan Metode Destructive Test Aditia HIkbal; M Bayu Nugroho; Ahyarisa Mahfud Bachtiar
Jurnal Mema (Jurnal Mesin dan Manufaktur) Vol. 2 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Indie Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66865/92679091

Abstract

Penelitian ini membahas hasil Destructive Test (DT) pada sambungan las melalui tiga jenis pengujian utama, yaitu uji bending, uji tarik, dan uji kekerasan, sebagai parameter untuk mengevaluasi kualitas dan kekuatan sambungan las. Pengelasan merupakan metode penyambungan logam yang banyak digunakan dalam industri manufaktur, konstruksi, dan otomotif. Namun, proses ini dapat memengaruhi sifat mekanik logam, terutama pada daerah las dan Heat Affected Zone (HAZ), sehingga perlu dilakukan pengujian untuk memastikan kekuatan dan ketahanan sambungan. Uji bending dilakukan untuk mengevaluasi keuletan sambungan, uji tarik untuk mengetahui kekuatan maksimum terhadap gaya tarik, sedangkan uji kekerasan bertujuan menilai distribusi kekerasan pada logam las, HAZ, dan logam induk. Dari hasil tinjauan jurnal yang dianalisis, ketiga pengujian DT menunjukkan bahwa parameter pengelasan seperti arus, tegangan, kecepatan, dan pemilihan elektroda sangat berpengaruh terhadap hasil akhir sambungan. Hasil DT ini juga memberikan informasi penting mengenai kualitas sambungan las dalam menahan beban statis maupun dinamis. Kesimpulan yang diperoleh dari kajian ini menegaskan bahwa pengujian DT merupakan metode evaluasi yang efektif untuk memastikan sambungan las memiliki standar kekuatan, keuletan, dan kekerasan yang sesuai dengan persyaratan aplikasi industri.
Perancangan pengaturan sumber tenaga listrik untuk kandang ayam pedaging di peternakan ayam Boyolali Agus Wibowo
Jurnal Mema (Jurnal Mesin dan Manufaktur) Vol. 2 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Indie Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66865/j4cy4g49

Abstract

Ayam potong pedaging sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat sebagai sumber protein hewani. Pengelolaan peternakan ayam potong pedagingpun sudah meningkat dari peternakan rumahan menjadi usaha sistemik berskala menengah dan besar dengan produksi ribuan ekor per bulan. Usaha ini sudah melibatkan biaya investasi dan operasional ratusan juta. Pengeloaan kandang ayam ini juga harus lebih intensif dan sistematis untuk mengurangi resiko dan meningkatkan efisiensi. Maka penerapan pengaturan sumber tenaga listrik untuk ketersedian kebutuhan listrik kandang menjadi hal sangat penting dan dominan untuk meningkatkan efisiensi operasional kandang.  Dibutuhkan istem pengaturan lengkap melibatkan IoT dan pemantauan secara langsung melalui handphone.
Review Pengujian Pengelasan Metode Non-Destructive Test M Nouval Alwahidi; Salma Najibah F; Bagaswara Afrizal
Jurnal Mema (Jurnal Mesin dan Manufaktur) Vol. 2 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Indie Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66865/6dm29083

Abstract

Pengelasan merupakan proses penting dalam industri teknik, namun cacat pada sambungan las dapat menimbulkan risiko kegagalan struktural. Oleh karena itu, metode Non-Destructive Testing (NDT) menjadi pilihan utama untuk mengevaluasi kualitas pengelasan tanpa merusak material. Artikel ini bertujuan untuk meninjau berbagai teknik NDT, seperti Ultrasonic Testing (UT), Magnetic Particle Testing (MT), Penetrant Testing (PT), dan metalografi, dalam mendeteksi berbagai jenis cacat las. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, mengacu pada jurnal terakreditasi nasional dan internasional. Hasil studi menunjukkan bahwa setiap metode memiliki keunggulan spesifik: UT efektif mendeteksi cacat dalam, MT unggul untuk logam feromagnetik, dan PT praktis untuk cacat permukaan. Penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya pemilihan metode berdasarkan jenis material dan kondisi industri. Temuan penting lainnya menunjukkan bahwa kombinasi beberapa metode NDT dapat meningkatkan akurasi deteksi dan keandalan inspeksi. Kesimpulan dari kajian ini adalah bahwa penerapan metode NDT yang tepat secara signifikan meningkatkan keselamatan kerja, efisiensi produksi, serta mutu sambungan las di berbagai sektor industri.
Analisa Tegangan dan Safety Factor Pada Design Poros Mesin Crusher Untuk HDPE Kapasitas 0.2646 Kg/min Sandya Gilang Samudra; Oscar Haris
Jurnal Mema (Jurnal Mesin dan Manufaktur) Vol. 2 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Indie Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66865/j25pc283

Abstract

Crusher and extruder machines for HDPE plastic materials are used as high density polyethylene (HDPE) plastic waste processing machines to produce plastic pellets. In designing the shaft, it is an important element in the construction of the crusher machine to transmit motor power through the pulley. Based on the design calculation results, the shaft diameter is 30 mm with a length of 392 mm and the shaft torsional moment is 6678.85 Kg.mm. The design results, stress and safety factor in the Finite Element Method (FEM) Solidworks simulation. The research purposes is to avoid shaft design failure. The shaft with AISI 1045 material is the most suitable for the required requirements with a safety factor value of 1.6675 with a maximum known stress value of 315,939,328 N/m2

Page 1 of 2 | Total Record : 15