cover
Contact Name
Krissi Wahyuni Saragih
Contact Email
jurnal.moralita@gmail.com
Phone
+6281385488531
Journal Mail Official
jurnal.moralita@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Simalungun Jl Sisingamangaraja No 1 Pematangsiantar
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by Universitas Simalungun
ISSN : -     EISSN : 23026561     DOI : https://doi.org/10.36985
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Simalungun Pematangsiantar. Jurnal ini sebagai media informasi dan publikasi hasil penelitian, perkembangan teoritis, dan karya ilmiah mengenai pendidikan, pancasila dan kewarganegaraan, hukum, kearifan lokal, sosial politik dan pembelajarannya, khususnya pada bidang Pancasila dan Kewarganegaraan. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 67 Documents
PENERAPAN PERATURAN SEKOLAH UNTUK MEMBANGUN DISIPLIN SISWA DI SMP N 5 PEMATANG SIANTAR Natanael Saragih
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/9g7r5k85

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang: 1) Penerapan peraturan sekolah di SMP N 5 Pematang Siantar; 2) Siswa disiplin di SMP N 5 Pematang Siantar; 3) Strategi penerapan peraturan sekolah dalam rangka membangun kedisiplinan siswa di SMP N 5 Pematang Siantar. Penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif. Dimana pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dan peninjauan dokumen. Analisis data melalui tahap reduksi, tampilan, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan peraturan sekolah merupakan langkah strategis yang dilakukan sebagai pedoman bagi warga sekolah dalam berperilaku di lingkungan sekolah; 2) Kedisiplinan siswa di SMP N 5 Pematang Siantar menunjukkan kecenderungan yang berbeda-beda, disebabkan oleh kondisi lingkungan sekolah dan variasi latar belakang siswa; 3) Strategi penerapan peraturan sekolah dilakukan dengan sosialisasi kepada orang tua siswa dan masyarakat, dengan melibatkan organisasi siswa intra sekolah (OSIS), gerakan pramuka, juga. Mempromosikan asosiasi olahraga mahasiswa
ANALISIS TERHADAP PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KELAS VII SMP SWASTA AL-WASHLIYAH 40 BAHAPAL KECAMATAN BANDAR HULUAN KABUPATEN SIMALUNGUN T.P 2021/2022 Sariaman Gultom; Mariah S.M Purba; Khairun Nisah
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/kq6jb224

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup besar dan dengan adanya pandemi ini mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan tentang pelaksanaan pembelajaran di Indonesia yaitu pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang mendeskripsikan segala bentuk tindakan yang dilakukan oleh subyek yang diteliti dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas. Subyek penelitian ini adalah, Guru dan siswa kelas VII SMP Swasta Al-Washliyah 40 Bahapal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas pada masa pandemi covid-19 belum terlaksana dengan baik, peserta didik dan guru telah memiliki fasilitas-fasilitas dasar yang dibutuhkan, hal itu menggambarkan kesiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas. Pembelajaran tatap muka terbatas memiliki fleksibilitas dalam pelaksanaannya dan mampu mendorong guru untuk lebih kreatif dalam mengajar selain itu siswa dituntut untuk lebih mandiri dan termotivasi untuk lebih aktif belajar. Pembelajaran tatap muka terbatas memiliki kendala dalam pelaksanaannya yaitu kurangnya durasi waktu pembelajran dan kesulitan peserta didik memahami materi pembelajaran, kurangnya metode pembelajaran yang dilakukan guru adalah tantangan tersendiri dalam pembelajaran tatap muka terbatas.
HUBUNGAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP PERILAKU MORAL PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 PANEI KAB.SIMALUNGUN Krissi Wahyuni Saragih
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/nakycb69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepercayaan diri dalam konteks pembentukan perilaku moral peserta didik. Kepercayaan diri merupakan salah satu unsur kepribadian yang memegang peranan penting bagi kehidupan manusia. Mendidik moral dan mental anak berarti mendidik anak untuk membiasakannya kepada perbuatan-perbuatan baik. Karena perbuatan baik atau buruk yang dilakukan anak merupakan ukuran standart moral dan mental. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan peneliti menggunakan angket tertutup, dan observasi. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik SMP Negeri 1 Panei Kab.Simalungun. Hasil penelitian menunjukkan: Terdapat ada hubungan dan berkaitan erat antara kepercayaan diri terhadap perilaku moral peserta didik SMP Negeri 1 Panei; Adapun perilaku moral yang dihasilkan dari adanya penanaman rasa kepercayaan diri dari guru kepada peserta didik dapat dilihat sebagai berikut: a. Tanggung jawab, mandiri, disiplin dapat dilihat dari kebiasaan menghargai, menghormati guru maupun orang lain. b. Jujur dapat dilihat melalui cara peserta didik dengan mengembalikan barang yang bukan milikinya. c.Peduli sosial dan lingkungan, dapat dilihat melalui sikap peserta didik yang saling tolong menolong, berinteraksi sosial dengan baik, memiliki sikap empati dan tidak egosentris. d.Kreatif, percaya diri dapat dilihat dari peserta didik yang mampu memberikan contoh yang baik kepada teman-temannya.
ASPEK HUKUM AKIBAT WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI MENURUT K.U.H.PERDATA Humala Sitinjak; Imman Yusuf Sitinjak
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rwy6ht34

Abstract

Dalam suatu perjanjian yang dibuat oleh para pihak menuntut surat perjanjian harus dilaksanakan dengan suatu itikad yang baik sebagai wujud dari suatu perjanjian. Namun biasanya debitur (pembeli) yang selalu ingkar janji terhadap suatu perjanjian (wanprestasi) terhadap suatu kewajiban. Sehingga dengan wanprestasi yang dibuat oleh debitur terjadilah sengketa perdata. Perbuatan wanprestasi akan mengakibatkan perbuatan hukum, sehingga kreditur dapat menggugat debitur untuk menuntut hak-haknya sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Metode yang digunakan penulis dalam pembahasan ini, yaitu metode penelitian juridis normatif dangan jenis penelitian kualitatif. Peneliti melakukan research studi dengan cara studi pustaka yaitu Pada penelitian ini digunakan dengan cara membaca buku-buku dan pakar hukum dan peraturan/Undang-undang untuk membahas masalah penulisan sesuai dengan teori dan dasar hukum. Pelaksanaan Perjanjian jual beli sudah dilahirkan pada detik tercapainya sepakat mengenai barang dan harga. Begitu kedua pihak sudah setuju tentang barang dan harga, maka lahirlah perjanjian jual beli yang sah. Dengan demikian hak dari penjual (kreditur) adalah menerima harga jual dari barangnya dan sebaliknya menjadi kewajiban dari pembeli (debitur), sedangkan kewajiban penjual (kreditur) menyerahkan barang (obyek) jual beli sebagai hak dari pembeli (debitur). Akibat hukum dari perbuatan wanprestasi bagi si debitur adalah membayar kerugian yang diderita oleh penjual (kreditur) dan menanggung resiko atas peristiwa obyek perjanjian apabila terjadi selama belum lunas serta membayar biaya perkara bila sampai di Pengadilan. Penyelesaian wanprestasi atas perjanjian jual beli dilakukan terlebih dahulu dengan suatu perdamaian, tetapi bila jalan perdamaian tidak dapat diselesaikan maka Hakim di pengadilan yang memutuskan sesuai dengan hukum dan keyakinan Hakim setelah mendapat putusan yang tetap..
PARTISIPASI MASYARAKAT DENGAN DUKUNGAN KEPALA DESA DALAM MEMAJUKAN DESA BUNTU TURUNAN KECAMATAN HATONDUHAN KABUPATEN SIMALUNGUN Christian Daniel Hermes; Dwita Intan Sari Silalahi
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/2jygzy16

Abstract

Partisipasi masyarakat adalah keikutsertaan masyarakat baik dalam proses mengidentifikasi permasalahan, kontribusi sukarela masyarakat kepada sebuah proyek tanpa ikut terlibat dalam pengambilan keputusan. proses aktif yang terbuka dimana tiap orang atau kelompok yang terkait agar mengambil inisiatif serta mendayagunakan kebebasannya untuk ikut terlibat. Bertujuan untuk mengetahui apa yang melatar belakangi tentang partisipasi masyarakat dengan dukungan kepala desa dalam memajukan desa buntu turunan kecamatan hatonduhan kabupaten Simalungun dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penyebab kurangnya partisipasi masyarakat dalam memajukan desa buntu turunan kecamatan hatunduan kabupaten Simalungun. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif, Sumber data primer dalam penelitian ini adalah Kepala Desa, Perangkat Desa dan Masyarakat Desa Buntu Turunan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kualitatif model Deskriptif. Hasil penelitian Partisipasi warga dalam pelaksanaan pembangunan belum berjalan secara baik, terutama partisipasi secara fisik dalam hal pembangunan di desa, namun Kepala Desa telah berusaha untuk mengajak warga, namun masih ada warga yang belum menyadari dan mau terlibat dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan. Dan faktor kurangnya partisipasi masyarakat dalam memajukan desa yaitu rendahnya tingkat kesadaran masyarakat, lebih mementingkan berladang, bersawah dan menangkap gaji.
STRATEGI GURU DALAM PENANAMAN SIKAP TOLERANSI MELALUI PEMBELAJARAN DI SMK BINA GUNA TANAH JAWA KABUPATEN SIMALUNGUN TAHUN PELAJARAN 2021/2022 Sariaman Gultom; Rony Andre Ch Naldo; Krissi Wahyuni Saragih; Christian D. Hermes; Boywan Zalukhu
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/ajxrat63

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi guru dalam menanamkan sikap toleransi pada siswa, untuk mengetahui bagaimana kendala guru dalam menanamkan sikap toleransi pada siswa, untuk mengetahui solusi dalam mengatasi kendala guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan angket. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan conclusion atau verisifikasi data/menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa kendala guru dalam menanamkan sikap toleransi pada siswa yaitu pada saat kegiatan pendahuluan dan pada saat diskusi kurangnya alokasi waktu, masih ada sebagian kecil siswa yang tidak taat dengan peraturan yang telah di tetapkan. Begitu juga dengan kegiatan yang dilakukan diluar kelas siswa kadang menaati peraturan yang ada seperti tidak memakai dasi, topi, dan perlengkapan lainnya pada saat penaikan bendera merah putih setiap hari senin-Nya. Solusi untuk mengatasi kendala tersebut adalah menanamkan dan melakukan pendekatan-pendekatan bagi anak yang kurang mentaati peraturan sekolah, dan lebih menekankan pemahaman kepada anak tentang perbedaan. Strategi yang dilakukan untuk menanamkan toleransi adalah guru memberi pemahaman kepada siswa tentang materi toleransi, guru memberikan contoh menghormati dan menghargai sesama teman maupun beda angkatan tanpa memandang usia, agama, dan budaya, membina sikap gotong royong (kompak) dan hidup rukun serta damai baik didalam maupun luar kelas.
KERJASAMA ORANGTUA DAN GURU MENDORONG KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI SMP NEGERI 2 RAYA KECAMATAN PEMATANG RAYA KABUPATEN SIMALUNGUN Sariaman Gultom; Mariah Sonanggok Purba; Birman Saragih
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 1 (2020): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/3t2hxs60

Abstract

Pendidikan disekolah diharapkan mengembangkan potensi siswa  baik  berpikir, bersikap maupun  bertingkah laku agar  berkembang menjadi  manusia yang mandiri dan dewasa dalam kehidupannya. Kerja sama antara kedua komponen ini akan menghasilkan kekuatan luar biasa yang bisa menumbuhkan motivasi belajar anak. Untuk menghasilkan kolaborasi dalam rangka mencapai tujuan yang baik maka pola kerja sama antara ke duanya harus dirancang sedemikian rupa. Adapun populasi didalam penelitian ini adalah siswa-siswi di SMP Negeri 2 Raya Kecamatan Pematang Raya Kabupaten Simalungun, dan kemudian telah ditetapkan sampel di dalam penelitian ini adalah siswa di kelas  VII. Penganalisaan data dilakukan dengan  memakai metode  deskriptif  kualitatif, dimana pada akhirnya didapatkan hasil penelitian bahwa telah terjadi  kerjasama  orangtua  dan  guru  dengan  baik  di dalam   mendorong kegiatan  belajar siswa. Kerjasama  orangtua  dan  guru  tersebut  dapat  mempengaruhi  prestasi belajar  siswa karena  kerjasama tersebut  dapat  mendorong  kegiatan  belajar  anak  baik  di sekolah maupun di rumah.
PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MENINGKATKAN ETIKA ANAK DIDIK KELAS VII DI SMP NEGERI 2 PURBA SIMPANG HARANGGAOL KECAMATAN PURBA KABUPATEN SIMALUNGUN Imman Yusuf Sitinjak; Elmas Dwi Ainsyiyah; Dearmina Purba
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 1 (2020): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/m7aam487

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Purba Simpang Haranggaol Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun, dan peneliti telah menetapkan kelas VII sebagai sampel didalam penelitian ini. Penganalisaan data dilakukan dengan memakai metode deskriptif kualitatif, dimana pada akhirnya didapatkan hasil penelitian bahwa telah ada pengaruh pendidikan kewarganegaraan dalam meningkatkan etika anak didik di SMP Negeri 2 Purba Simpang Haranggaol Kabupaten Simalungun. Sekolah merupakan suatu lembaga yang dapat mendorong anak-anak didik yang memililki moral dan etika yang baik. Dibandingkan dengan anak yang tidak memilliki pendidikan formal atau sekolah, maka pengetahuan etika orang yang tidak bersekolah tersebut lebih atau kurang daripada anak-anak yang bersekolah. Etika berupa refleksi kritis untuk menentukan pilihan, sikap dan bertindak secara benar ketika terjadi dilema dalam menentukan kegardaan moral yang sama-sama sah dalam kehidupan. Pengaruh pendidikan kewarganegaraan dalam meningkatkan etika anak didik di SMP Negeri 2 Purba Simpang Haranggaol Kabupaten Simalungun sangat besar dimana telah di buktikan didapatkan hasil analisis jawaban yakni sebanyak 98, 4%.
AKIBAT HUKUM JUAL BELI TANAH LADANG DALAM STATUS SEWA YANG BELUM BERAKHIR Imman Yusuf Sitinjak
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 1 (2020): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/90kf2k51

Abstract

Penelitian dilakukan terhadap pelaksanaan jual beli tanah ladang yang mana masa sewa yang belum habis masa sewanya serta melakukan penelitian atas serta berakhirnya sewa menyewa dan jual beli tanah ladang terlaksana. Pembahasan ini memilki keterkaitan dengan pokok permasalahan di dalam penelitian ini. Permasalahan dalam penelitian ini adalah a. Bagaimanakah hak dan kewajiban penyewa pada sewa menyewa ladang? b. Bagaimanakah akibat hukum jual beli tanah ladang dalam status sewa yang belum berakhir? Kemudian dilakukan penganalisaan data dengan memakai metode pendekatan juridis normatif dan metode penelitian kuantitatif, didapatkan hasil penelitian bahwa: Hak penyewa adalah pemilik sewa sebagai pelaksanaan sewa-menyewa tanah ladang, tanpa batas selama sewa menyewa itu berlangsung. Sedangkan kewajiban penyewa adalah melakukan pembayaran atas penggunaan tanah ladang yang disewa tersebut, serta memeliharanya hingga jangka waktu penyewaan itu berakhir. Akibat hukum jual beli tanah ladang dalam status sewa yang belum berakhir adalah penyewa tanah ladang tetap berhak untuk menggunakan dan menikmati hasil dari tanah ladang yang telah diperjanjikan sebelumnya sekalipun tanah ladang tersebut telah dijual. Penjualan tanah ladang tidak serta merta menghapus hak penyewa tanah ladng sekalipun ladang tersebut disewa dengan status dibawah tangan. Hak pemilik untuk menjual barang miliknya sekalipun itu sedang dalam status sewa, namun ketika perjanjian jual beli tanah ladang tersebut dilaksanakan pihak pembeli harus mengetahui tentang status tanah ladang yang masih dalam status sewa, dan bila dimungkinkan dibuat perjanjian tersendiri terhadap status sewa tanah ladang tersebut untuk melindungi hak dari penyewa ladang yang belum berakhir
TINJAUAN HARTA BERSAMA YANG DAPAT MENJADI OBJEK DAN SEBAGAI JAMINAN HAK TANGGUNGAN Krissi Wahyuni Saragih
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 1 (2020): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/gpbvkw27

Abstract

Penelitian dilakukan terhadap pembebanan hutang atau jual beli atas harta bersama suami isteri menurut pasal 36 ayat (1) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang berbunyi: “Mengenai harta bersama, suami atau isteri dapat bertindak atas persetujuan kedua belah pihak“. Dengan demikian, bahwa suami isteri dapat melakukan perjanjian (persetujuan). Pinjam meminjam uang terhadap harta bersama sepanjang kedua belah pihak mendapat persetujuan. Pembahasan ini memilki keterkaitan dengan pokok permasalahan di dalam penelitian ini. Permasalahan dalam penelitian ini adalah a. Bagaimana harta bersama yang dapat menjadi objek dan sebagai jaminan hak tanggungan? b. Bagaimanakah berakhir pembebanan objek hak tanggungan? Kemudian dilakukan penganalisaan data dengan memakai metode pendekatan juridis normatif dan metode penelitian kuantitatif, didapatkan hasil penelitian bahwa:Persetujuan suami isteri pada pembebanan objek hak tanggungan adalah untuk mencegah terjadinya tuntutan atau keberatan dari salah satu pihak(suami isteri) atas jaminan harta bersama yang diperoleh selama dalam perkawinan. Berakhirnya persetujuan suami isteri dalam pembebanan harta bersama menjadi objek hak tanggungan setelah selesai pembayaran hutang piutang sesuai perjanjian. Biasanya perjanjian dibuktikan dengan suatu surat pembayaran terakhir apabila pada perjanjian kredit serta pengembalian surat tanah kepada suami isteri