cover
Contact Name
Krissi Wahyuni Saragih
Contact Email
jurnal.moralita@gmail.com
Phone
+6281385488531
Journal Mail Official
jurnal.moralita@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Simalungun Jl Sisingamangaraja No 1 Pematangsiantar
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by Universitas Simalungun
ISSN : -     EISSN : 23026561     DOI : https://doi.org/10.36985
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Simalungun Pematangsiantar. Jurnal ini sebagai media informasi dan publikasi hasil penelitian, perkembangan teoritis, dan karya ilmiah mengenai pendidikan, pancasila dan kewarganegaraan, hukum, kearifan lokal, sosial politik dan pembelajarannya, khususnya pada bidang Pancasila dan Kewarganegaraan. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 78 Documents
PENGARUH MODEL VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE BERBASIS DILEMA MORAL TERHADAP KARAKTER PEDULI SOSIAL SISWA Dhea Dzissalamah; Kokom Komalasari; Iim Siti Masyitoh
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/ddncke79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) berbasis dilema moral terhadap karakter peduli sosial siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen mengalami peningkatan skor rata-rata karakter peduli sosial dari 58,08 menjadi 76,31 dengan peningkatan sebesar 18,23. Sementara itu, kelas kontrol hanya mengalami peningkatan dari 61,42 menjadi 68,34 dengan selisih 6,93. Hasil uji t menunjukkan nilai t hitung sebesar 2,313 dengan signifikansi 0,025 < 0,05, yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model VCT berbasis dilema moral berpengaruh secara signifikan dan lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan karakter peduli sosial siswa.
UPAYA MENANAMKAN NILAI NASIONALIME DAN PATRIOTISME UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN DI KELAS VII SMP SWASTA AL-WASLIYAH 40 BAHAPAL Imman Yusuf Sitinjak; Sariaman Gultom; Christian Daniel Hermes; Humala Sitinjak
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/w194zb84

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru dalam menanamkan nilai nasionalisme dan patriotisme pada peserta didik melalui proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dimana penelitian melakukan pengumpulan data dengan menggunakan observasi sekolah, angket pertanyaan, serta dokumentasi. Untuk menganalisis data dilakukan dengan merangkum hasil pengumpulan data untuk mencapai hasil kesimpulan jawaban penelitian. Upaya yang dilakukan guru dalam menanamkan nilai nasionalisme dan patriotisme pada peserta didik melalui proses pembelajaran adalah dengan mengajarkan bertingkah laku didalam kelas, mengajarkan dan menerapkan norma norma dalam Pancasila, serta memberikan wejangan tetap sikap dan nilai nasionalisme dan patriotisme dalam kehidupan sehari hari untuk peserta didik.
PANCASILA DAN RASIONALITAS KOMUNIKATIF: KRITIK HABERMASIAN ATAS KEBIJAKAN PENDIDIKAN NASIONAL INDONESIA Aluysius Hendra Wijaya; Katarina Krisjayanti
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/6kksr187

Abstract

Artikel ini menganalisis krisis pendidikan nasional Indonesia sebagai krisis rasionalitas dan legitimasi kebijakan. Berbagai persoalan seperti komodifikasi pendidikan, ketimpangan akses, rendahnya kesejahteraan tenaga pendidik, terbatasnya partisipasi publik, serta ancaman terhadap kebebasan akademik menunjukkan dominasi rasionalitas instrumental dalam kebijakan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan kerangka teori rasionalitas komunikatif Jürgen Habermas dan nilai-nilai normatif Pancasila. Analisis menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan nasional cenderung didominasi oleh logika efisiensi, teknokratisasi, dan orientasi pasar yang berpotensi mengkolonisasi dunia-hidup pendidikan. Kondisi tersebut menyebabkan pendidikan kehilangan fungsi dialogis dan emansipatorisnya. Penelitian ini menawarkan integrasi teoretis antara Pancasila dan rasionalitas komunikatif sebagai paradigma alternatif untuk merekonstruksi kebijakan pendidikan nasional yang lebih dialogis, partisipatif, dan berorientasi pada keadilan sosial. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat legitimasi kebijakan pendidikan sekaligus mengembalikan pendidikan sebagai ruang pembentukan warga negara yang kritis, bermartabat, dan demokratis.
POLARISASI POLITIK DALAM ERA MEDIA SOSIAL: KAJIAN BIBLIOMETRIK ETIKA KOMUNIKASI POLITIK DAN RELEVANSI SIYASAH SYAR’IYYAH Aris Suhendar; Krissi Wahyuni Saragih; Ahmad Bakri; Nurul Hikmah
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/c2ycyq62

Abstract

Penelitian ini mengkaji polarisasi politik dalam era media sosial melalui pendekatan bibliometrik serta menelaah relevansi prinsip Siyasah Syar’iyyah dalam etika komunikasi politik. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya peran media sosial dalam memperkuat echo chamber, filter bubble, misinformasi, dan disinformasi politik yang memperdalam perpecahan sosial. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan dukungan aplikasi Publish or Perish dan analisis visual bibliometrik menggunakan VOSviewer terhadap literatur periode 2015–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema dominan dalam literatur global berpusat pada media sosial, fake news, political disinformation, algorithm, dan participation. Namun, integrasi nilai-nilai etika komunikasi Islam, khususnya Siyasah Syar’iyyah, masih sangat terbatas dalam diskursus akademik. Penelitian ini menegaskan bahwa prinsip keadilan, kejujuran, musyawarah, persatuan, dan tabayyun memiliki relevansi kuat sebagai landasan normatif untuk membangun komunikasi politik digital yang lebih etis, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama
ETNOBOTANI TUMBUHAN RIMPANG SEBAGAI OBAT TRADISIONALBERBASIS PENGETAHUAN LOKAL MASYARAKAT ACEH Lasri; Erna Fitriani Hamda; A’zizah; Era Maulia; Muhammad Safwan Jamil
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/h5zrqx63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengolahan etnobotani tumbuhan rimpang sebagai tanaman berkhasiat obat berbasis pada pengetahuan masyarakat serta pemanfaatan etnobotani tumbuhan rimpang pada masyarakat Gampong Meunasah Papeun, Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data observasi partisipatif, wawancara (terstruktur), dan dokumentasi. sedangkan Penentuan sampel penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling. Alasan peneliti menggunakan teknik purposive sampling karena sampel yang ditentukan oleh peneliti sesuai kriteria yang ingin diteliti.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat masih memanfaatkan berbagai jenis rimpang seperti jahe, kunyit, serai sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit, seperti batuk, demam, meningkatkan imun tubuh, dan gangguan pencernaan. Pengolahan rimpang dilakukan secara sederhana melalui perebusan, penumbukan, penyeduhan, serta pengeringan, yang diwariskan secara turun-temurun. Pengetahuan ini mencerminkan kearifan lokal yang adaptif dan berperan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Namun, keberlanjutan praktik ini menghadapi tantangan berupa menurunnya minat generasi muda dan kurangnya dokumentasi ilmiah. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian dan pengembangan agar pemanfaatan tumbuhan rimpang tetap relevan dalam mendukung sistem kesehatan berbasis lokal.
PENELANTARAN ANAK SEBAGAI PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM PERSPEKTIF HUKUM PERDATA INDONESIA Intan Pratiwi; Riduan Manik; Christian Daniel Hermes
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/sh86cq24

Abstract

Penelitian ini membahas penelantaran anak sebagai perbuatan melawan hukum dalam perspektif hukum perdata Indonesia. Persoalan utama yang dikaji adalah bagaimana penelantaran anak dapat dikualifikasikan sebagai pelanggaran hukum berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata serta bentuk pertanggungjawaban perdata yang dapat dibebankan kepada pelaku. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui telaah terhadap KUHPerdata, Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang Hak Asasi Manusia, dan literatur hukum terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelantaran anak memenuhi unsur perbuatan melawan hukum, yaitu adanya perbuatan atau kelalaian, sifat melawan hukum, kesalahan, kerugian, dan hubungan kausal. Kerugian yang dialami anak mencakup aspek materiil dan immateriil, seperti hilangnya nafkah, pendidikan, kesehatan, rasa aman, dan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hukum perdata dapat menjadi instrumen pemulihan hak anak melalui ganti kerugian, pemenuhan nafkah, rehabilitasi, dan perlindungan kepentingan terbaik anak secara substantif.
POLEMIK ALOKASI DANA MBG DALAM APBN 2026: TINJAUAN KONSTITUSIONALITAS ANGGARAN PENDIDIKAN 20% Hilda Aulia; Kayla Chairunnisa; Putri Nurkhalifah; Zaenul Slam
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/zr1aeh92

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis polemik alokasi dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam APBN 2026 serta menilai konstitusionalitasnya terhadap ketentuan anggaran pendidikan minimal 20% sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif yuridis yang didukung studi dokumentasi dan analisis kebijakan. Hasil menunjukkan bahwa secara formal alokasi anggaran pendidikan tetap memenuhi batas 20%. Namun, secara substantif terdapat indikasi pergeseran fungsi anggaran akibat pembiayaan program MBG yang berpotensi menekan prioritas belanja pendidikan (crowding out). Analisis dokumen memperlihatkan bahwa porsi anggaran MBG cukup signifikan dalam struktur belanja negara, sehingga memunculkan perdebatan mengenai kesesuaian kebijakan dengan tujuan konstitusional pendidikan.
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT ADAT MUKIM ACEH DALAM KONSTRUKSI PENGETAHUAN KONSERVASI LINGKUNGAN UNTUK PENGUATAN ECO-CITIZENSHIP Puspita Annaba Kamil; Syahrul Ridha; Sanusi Sanusi; Lasri Lasri
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/kkdzfv43

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi kearifan lokal masyarakat adat Mukim Aceh dalam konstruksi pengetahuan konservasi lingkungan untuk penguatan eco-citizenship. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus etnografi. Informan penelitian terdiri atas tokoh adat, perangkat mukim, guru, siswa, masyarakat lokal, dan akademisi yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis secara tematik melalui reduksi data, kategorisasi, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat adat Mukim Aceh masih mempertahankan praktik konservasi lingkungan berbasis adat seperti perlindungan hutan, pengelolaan sumber air, gotong royong, dan penerapan sanksi adat terhadap perusakan lingkungan. Integrasi kearifan lokal dalam pendidikan lingkungan mampu meningkatkan kesadaran ekologis, partisipasi sosial, dan perilaku ramah lingkungan siswa. Penelitian ini menemukan bahwa kearifan lokal Mukim Aceh tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai model pendidikan ekologis berbasis komunitas yang menekankan relasi spiritual, sosial, dan ekologis secara holistik. Temuan ini menjadi kontribusi utama penelitian karena menghasilkan rancangan  model penguatan eco-citizenship berbasis adat lokal yang berbeda dari pendekatan pendidikan lingkungan konvensional yang cenderung bersifat teoritis dan kurang kontekstual.
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING BERBANTU CANVA SITE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI NKRI DI SDN SUKARAJA 1 Farah Lestari; Nisa Nurpasa; Ramdhani Sandilah; Siti Nur Azizah; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/17nq8g62

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dominasi metode hafalan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila materi NKRI, khususnya pengenalan provinsi di Indonesia, yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi model cooperative learning dengan Canva Site sebagai media pembelajaran digital berbasis laman interaktif, yang belum banyak diterapkan pada materi NKRI di jenjang sekolah dasar. Penelitian bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Sukaraja 1 Sumedang melalui kombinasi kedua pendekatan tersebut. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart dengan dua siklus, melibatkan 31 siswa sebagai subjek penelitian. Instrumen pengumpulan data mencakup soal pretest dan posttest, lembar observasi modul ajar, serta rubrik penilaian kinerja mengajar guru. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata secara konsisten dari 62,903 pada pretest menjadi 82,581 pada siklus I dan 92,258 pada siklus II, dengan persentase ketuntasan belajar yang meningkat dari 35,484% menjadi 77,419% dan 87,097%. Nilai N-Gain turut meningkat dari 0,415 menjadi 0,621, mengindikasikan efektivitas pembelajaran yang semakin baik. Temuan ini membuktikan bahwa integrasi Canva Site dan cooperative learning mampu menggeser orientasi pembelajaran dari hafalan menuju pemahaman berbasis visualisasi interaktif, sekaligus mendorong kolaborasi aktif antarsiswa.
INTERNALISASI NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI UPAYA MENJAGA TOLERANSI BERAGAMA DI MASYARAKAT MULTIKULTURAL Tia Irawan; Zalfayna Salsabila Burhan; Sahda Alodia Kirana Salsabila; Ardan Rizky Pradana; Kholifah Al Rosyid Ulinnuha
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/h3xpp595

Abstract

Indonesia sebagai negara yang memiliki berbagai macam budaya, agama, dan suku, memerlukan sikap toleransi yang tinggi agar dapat mempertahankan keharmonisan dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau bagaimana nilai-nilai Pancasila diinternalisasi dalam proses membangun serta memperkuat toleransi beragama di tengah masyarakat yang memiliki beragam latar belakang budaya dan agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, di mana proses pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi dan wawancara semi-terstruktur. Subjek yang menjadi responden adalah tokoh masyarakat, tokoh agama, pendidik, serta anggota masyarakat yang dipilih dengan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila dilakukan melalui pendidikan karakter di institusi formal, keikutsertaan dalam berbagai kegiatan sosial masyarakat, serta contoh teladan yang diberikan oleh tokoh agama dan masyarakat. Kegiatan sosial yang inklusif seperti kerja bakti dan musyawarah terbukti sangat efektif dalam meningkatkan toleransi di antara umat beragama. Meski demikian, masih ada berbagai tantangan, di antaranya rendahnya pemahaman masyarakat terhadap keberagaman serta penyebaran informasi negatif melalui media sosial. Dengan demikian, penginternalisan nilai-nilai Pancasila yang terpadu dan berkelanjutan merupakan alat penting dalam menjaga keterharmonisan kehidupan masyarakat yang majemuk.