cover
Contact Name
Reza Pratama
Contact Email
reza.pratama@bku.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
reza.pratama@bku.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 754 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Adiguna Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 3090546X     DOI : https://doi.org/10.70410/jak
Core Subject :
Jurnal Adiguna Keperawatan is published twice a year in April and October. With E-ISNN : 3090-546X. The manuscripts published are original manuscripts and are the results of research in the field of nursing. Thank you for visiting the website Jurnal Adiguna Keperawatan DOI Prefix doi.org/10.70410/jak Jurnal Adiguna Keperawatan is a scientific journal that publishes quality articles related to the field of nursing. The main focus of this journal is to disseminate research results, literature reviews, conceptual thinking, and the development of innovative and cutting-edge science and technology in the scope of nursing and health in general. With a wide scope, Jurnal Adiguna Keperawatan is a forum for academics, practitioners, researchers, and students to publish scientific works that can have a positive impact on the development of nursing science, health services, and public policy in the health sector. Jurnal Adiguna Keperawatan is published by Universitas Bhakti Kencana, Bandung, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Hubungan Resiliensi Dengan Stres Kerja Perawat Pelaksana Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Umar Wirahadikusumah Sumedang Alvita Nurazizah; Raihany Sholihatul; Susan Irawan Rifai
Adiguna Nursing Journal Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Adiguna Keperawatan
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jak.v2i1.89

Abstract

Perawat pelaksana di ruang rawat inap memiliki beban kerja yang tinggi dan tuntutan emosional yang berat, sehingga rentan mengalami stres kerja. Informasi didapatkan bahwa terdapat perawat pelaksana mengalami gejala stres berupa otot kaku, peningkatan denyut nadi, serta gejala psikis seperti cemas dan merasa tidak percaya diri. Sebagian perawat pelaksana lain merasa kesulitan menjalin hubungan sosial, tidak tahu tempat meminta bantuan, serta merasa masalah tidak membuat mereka lebih kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan stres kerja pada perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional dengan teknik total sampling dan melibatkan 42 perawat pelaksana. Instrumen penelitian menggunakan CD-RISC nilai Cronbach alpha 0.87 dan kuesioner stres kerja 0.760. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki resiliensi tinggi (54,8%) dan stres kerja sedang (69,0%). Hasil menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan (p = 0,008) antara resiliensi dan stres kerja. Meskipun resiliensi tinggi, perawat tetap dapat mengalami stres kerja, sehingga diperlukan intervensi organisasi melalui pelatihan manajemen stres dan peningkatan dukungan sosial di tempat kerja.
Intervensi Posisi Quarter Prone Pada Bayi Respiratory Distress Syndrome Dengan Pola Napas Tidak Efektif di RSUD Gunung Jati Cirebon Ali Musthofa; Cynthia Hardivianty; Nadila Narsiman
Adiguna Nursing Journal Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Adiguna Keperawatan
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jak.v2i1.90

Abstract

Respiratory Distress Syndrome (RDS) merupakan gangguan pernapasan pada neonatus akibat imaturitas paru dan defisiensi surfaktan yang menyebabkan kolaps alveoli, gangguan pertukaran gas, dan peningkatan kerja napas, terutama pada bayi prematur dan berat lahir rendah. Salah satu intervensi nonfarmakologis berbasis evidence-based practice adalah posisi quarter prone yang efektif meningkatkan ventilasi paru, memperbaiki oksigenasi dan menstabilkan frekuensi napas. Karya ilmiah akhir ini bertujuan menganalisis asuhan keperawatan pada pasien RDS serta efektivitas intervensi quarter prone dalam memperbaiki oksigenasi dan menstabilkan frekuensi napas. Metode penulisan menggunakan deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan dengan cara observasi, rekam medis dan pemeriksaan fisik, serta menelaah catatan medik maupun catatan perawat. Berdasarkan hasil pengkajian didapatkan 3 diagnosa yaitu pola nafas tidak efektif, termoregulasi tidak efektif, resiko infeksi. Intervensi dilakukan pada By. Ny. F selama 3 hari dilakukan tindakan posisi quarter prone. Berdasarkan hasil intervensi diperoleh By. Ny. F mengalami perbaikan SPO2 dan respirasi dengan menggunakan metode posisi quarter prone. Simpulan dalam karya tulis ilmiah akhir ini adalah terdapat perbaikan SPO2 dan respirasi pada bayi dengan RDS dengan menggunakan metode posisi quarter prone. Saran untuk perawat agar posisi quarter prone dapat diterapkan sebagai intervensi keperawatan mandiri untuk meningkatkan oksigenasi pasien bayi prematur dengan RDS.
Faktor Risiko Mortalitas Pasien Intensive Care Unit Rsud Majalaya: Studi Deksriftif Haerul Imam; Nur Intan Hayati Husnul Khotimah; Vanesa Vanesa
Adiguna Nursing Journal Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Adiguna Keperawatan
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jak.v2i1.91

Abstract

Kematian pasien di Intensive Care Unit (ICU) merupakan indikator utama mutu pelayanan karena secara langsung mencerminkan efektivitas sistem perawatan kritis dan kualitas tata kelola klinis yang dijalankan. Penilaian mutu pelayanan ICU harus dilakukan dengan menafsirkan indikator kematian secara kontekstual agar dapat mengidentifikasi kelemahan dalam proses manajemen klinis dan menjadi dasar perbaikan berkelanjutan. Berbagai faktor berkontribusi terhadap tingginya angka kematian di ICU meliputi faktor usia, jenis kelamin, lama rawat, lama penggunaan ventilator, status kesadaran saat masuk perawatan dan status komorbiditas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor penyebab kematian pasien ICU di RSUD Majalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data secara kohort retrospektif melalui telaah rekam medis. Populasi penelitian adalah pasien yang telah dinyatakan meninggal pada periode Agustus sampai dengan Oktober, adapun tekhnik sampel yang digunakan adalah total sampling sebanyak 98 responden. Hasil penelitian menunjukan faktor kematian pada kategori usia adalah 56.1% merupakan lanjut usia, 56.1% berjenis kelamin perempuan, 53.1% berada pada kategori lama rawat pendek, 48.4% berada pada kategori lama penggunaan ventilator pendek. Pasien meninggal pada saat mulai masuk perawatan berada pada kategori kesadaran sopor sebanyak 45.9% dan memiliki faktor komorbiditas sedang sebanyak 43.9%. Peneliti berharap perawat diharapkan mampu menerapkan prinsip critical thinking dan memperkuat kemampuan kolaborasi interprofesional, dan bagi rumah sakit agar mampu memperkuat sistem deteksi dini kegawatan pasien pra ICU sehingga dapat menurunkan status kematian
Hubungan Adiksi Media Sosial Dengan Kecemasan dan Interaksi Sosial Pada Siswa di SDN 262 Panyileukan Kota Bandung Sri Rahayu
Adiguna Nursing Journal Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Adiguna Keperawatan
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jak.v2i1.99

Abstract

Penggunaan media sosial sudah marak di kalangan pelajar, khususnya siswa sekolah dasar. Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan adiksi, yang berdampak negatif pada siswa termasuk kecemasan dan interaksisosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adiksi media sosial dengan kecemasan dan interaksisosial pada siswa di SDN 262 Panyileukan Kota Bandung. Jenis penelitian yaitu kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelatif dan teknik cross-sectional. Populasi sebanyak 216 siswa kelas 5 dan 6, dengan sampel 140 siswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Internet Addiction Media Test, Screen for Child Anxiety Related Disorders (SCARED), dan interaksi sosial yang telah valid dan reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan persentase dan teknik korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adiksi media sosial berada dalam kategori adiksi sebesar (88,6%), kecemasan dalam kategori kecemasan (100%), dan interaksi sosial dalam kategori sedang (86,6%). Terdapat hubungan antara adiksi media sosial dengan kecemasan (p value 0,001), tidak terdapat hubungan antara adiksi media sosial dengan interaksi sosial (p value 0,062). Berdasarkanhasil penelitian ini, disarankan menangani adiksi media sosial dengan menetapkan jam pelajaran bebas gadget, kolaborasi dengan layanan bimbingan konseling dalam mengelola kecemasan dan adiksi media sosial, dan penyediaan kegiatan ekstrakurikuler diperlukan untuk meningkatkan kerja sama dan komunikasi antar siswa
Analisis Asuhan Keperawatan Pasien Skizofrenia Akut Manik Berisiko Perilaku Kekerasan melalui Intervensi Generalis dan Hydrotherapy Wudhu di Rumah Sakit Jiwa Elis Rismayanti Fatimah Sari; Cucu Rokayah
Adiguna Nursing Journal Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Adiguna Keperawatan
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jak.v2i1.100

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat dengan prevalensi global sekitar 24 juta orang (0,32% populasi dunia). Salah satu manifestasi yang sering muncul adalah risiko perilaku kekerasan, yang dialami sekitar 20–30% pasien dan berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Intervensi nonfarmakologis yang umum diterapkan di ruang perawatan, seperti Strategi Pelaksanaan (SP) 1–6, manajemen pengendalian marah sesuai Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), latihan pukul bantal, dan relaksasi napas dalam, belum selalu memberikan hasil yang optimal. Oleh karena itu, hydrotherapy wudhu dipilih sebagai intervensi pendukung karena memiliki manfaat biologis, psikologis, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia akut fase manik dengan risiko perilaku kekerasan melalui penerapan intervensi generalis dan hydrotherapy wudhu. Penelitian menggunakan desain studi kasus terhadap tiga pasien, terdiri atas satu pasien yang menerima intervensi dan dua pasien sebagai kelompok kontrol. Hasil menunjukkan bahwa pasien yang memperoleh hydrotherapy wudhu mengalami penurunan skor GURF lebih cepat dan lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Pada pengkajian awal ditemukan perilaku mengamuk, gelisah, berkata kasar, tatapan melotot, nada bicara tinggi, intonasi mengancam, dengan skor GURF 12. Intervensi yang diberikan berupa manajemen pengendalian marah, SP 1–6, dan hydrotherapy wudhu selama tiga hari. Evaluasi menunjukkan penurunan skor GARF menjadi 3 pada hari kedua dan 1 pada hari ketiga. Hydrotherapy wudhu berpotensi menjadi intervensi pendukung yang efektif dalam menurunkan risiko perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia

Page 2 of 2 | Total Record : 15