cover
Contact Name
Reza Pratama
Contact Email
reza.pratama@bku.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
reza.pratama@bku.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 754 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Adiguna Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 3090546X     DOI : https://doi.org/10.70410/jak
Core Subject :
Jurnal Adiguna Keperawatan is published twice a year in April and October. With E-ISNN : 3090-546X. The manuscripts published are original manuscripts and are the results of research in the field of nursing. Thank you for visiting the website Jurnal Adiguna Keperawatan DOI Prefix doi.org/10.70410/jak Jurnal Adiguna Keperawatan is a scientific journal that publishes quality articles related to the field of nursing. The main focus of this journal is to disseminate research results, literature reviews, conceptual thinking, and the development of innovative and cutting-edge science and technology in the scope of nursing and health in general. With a wide scope, Jurnal Adiguna Keperawatan is a forum for academics, practitioners, researchers, and students to publish scientific works that can have a positive impact on the development of nursing science, health services, and public policy in the health sector. Jurnal Adiguna Keperawatan is published by Universitas Bhakti Kencana, Bandung, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Hubungan Gaya Hidup Dan Tingkat Kecemasan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia di Desa Lembursawah Wilayah Kerja Puskesmas Cicantayan Kabupaten Sukabumi Siti Sarah Muzdalifah; R Bayu Kusumah Natapraja; Dian Puspitasari Firdaus
Adiguna Nursing Journal Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Adiguna Keperawatan
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jak.v1i1.32

Abstract

Penyakit kardiovaskular umumnya terjadi pada lansia karena penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan hipertensi. Hipertensi terjadi karena beberapa faktor yaitu gaya hidup yang tidak baik dan mengalami kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya hidup dan tingkat kecemasan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang mengalami hipertensi sebanyak 166 lansia dengan sampel sebanyak 117 lansia. Teknik pengambilan sampelnya adalah cluster random sampling.  Analisis data menggunakan Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada lansia dengan p-value 0,011 (p<0,05) dan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan kejadian hipertensi pada lansia dengan p-value 0,034 (p<0,05). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pelayanan kesehatan dalam mengambil rencana kebijakan dan pengendalian hipertensi pada lansia, khususnya dari segi gaya hidup dan tingkat kecemasan pada lansia.
Hubungan Peran Orang Tua Dengan Kesiapan Toilet Training Pada Anak Toddler Di Desa Cibokor Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur Ersa Nurasri; Depi Lukitasari
Adiguna Nursing Journal Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Adiguna Keperawatan
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jak.v1i1.33

Abstract

Toilet training merupakan proses penting dalam perkembangan anak usia toddler, di mana keterlibatan aktif orang tua sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran orang tua dengan kesiapan toilet training pada anak usia toddler di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. Studi ini bersifat kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 110 orang tua, dengan sampel sebanyak 52 orang yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30 orang tua (57,7%) memiliki peran yang baik dalam mendukung toilet training, sementara 32 anak (61,5%) telah menunjukkan kesiapan dalam melakukan toilet training. Uji statistik Chi-Square menghasilkan p-value sebesar 0,013, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara peran orang tua dan kesiapan toilet training pada anak usia toddler. Oleh karena itu, diharapkan orang tua dapat terus membimbing anak dengan lebih optimal agar kesiapan mereka dalam menjalani toilet training semakin meningkat.
Hubungan Aktivitas Fisik Dan Pola Makan Dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) Pada Anak Sekolah di UPTD SDN 2 Jangga Losarang Ali Musthofa; Eleni Kenanga Purbasary; Iik Ailula
Adiguna Nursing Journal Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Adiguna Keperawatan
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jak.v1i1.35

Abstract

Aktivitas fisik yang dilakukan oleh individu dapat memengaruhi nilai indeks massa tubuh (IMT), sedangkan pola makan juga berperan sebagai faktor dalam nilai IMT seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara aktivitas fisik, pola makan, dan indeks massa tubuh (IMT) pada siswa SD di SDN 2 Jangga Losarang. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan lintas sekumpulan data. Populasi yang terlibat dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4, 5, dan 6 yang berjumlah 186 responden, sementara teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportional Random Sampling yang melibatkan 127 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner serta alat untuk mengukur berat badan dan tinggi badan, yang kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman. Dari hasil penelitian, diperoleh data bahwa 67 responden (52,8%) memiliki aktivitas fisik sedang, 105 responden (82,7%) memiliki pola makan yang kurang baik, dan 72 responden (56,7%) memiliki IMT yang menunjukkan berat badan kurang. Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan IMT dengan nilai p-value sebesar 0,146 (p-value > 0,05), yang menunjukkan hubungan searah dengan kekuatan yang sangat rendah. Sementara itu, hubungan antara pola makan dan IMT memiliki p-value sebesar 0,427 (p-value > 0,05), juga menunjukkan hubungan searah dengan kekuatan yang sangat rendah. Penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara aktivitas fisik dan pola makan dengan indeks massa tubuh (IMT) pada siswa SD di SDN 2 Jangga Losarang. Untuk penelitian selanjutnya adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara status demografi dan indeks massa tubuh.
Pengaruh Senam Hipertensi Terhadap Tekanan Darah Lansia Di Prolanis Puskesmas Neglasari Kota Bandung Arie Sulistiyawati; Lilis Hadiyati; Geovania Rosita Ferreira
Adiguna Nursing Journal Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Adiguna Keperawatan
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jak.v1i1.38

Abstract

Jumlah penderita hipertensi secara global meningkat dua kali lipat pada 2019, mencapai 1,3 miliar orang, dengan 1 dari 3 orang dewasa terdampak. Di Indonesia, prevalensi hipertensi pada penduduk usia di atas 18 tahun meningkat dari 25,8% pada 2013 menjadi 34,1% pada 2018. Data dari Dinas Kesehatan Kota Bandung tahun 2022 menunjukkan bahwa penderita hipertensi usia di atas 15 tahun berjumlah 706.051 orang. Di Puskesmas Neglasari, terdapat 661 penderita hipertensi, terdiri dari 453 perempuan dan 208 laki-laki. Terapi nonfarmakologi untuk hipertensi mencakup aktivitas fisik seperti senam hipertensi. Studi ini bertujuan mengetahui pengaruh senam hipertensi terhadap tekanan darah lansia di Prolanis Puskesmas Neglasari, Kota Bandung. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimen dengan one-group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh lansia aktif di Prolanis, dengan sampel sebanyak 33 responden. Instrumen penelitian meliputi sphygmomanometer, SOP senam hipertensi, dan lembar ceklis. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya pengaruh senam hipertensi terhadap tekanan darah dengan p-value 0,003 (p<0,05). Karakteristik responden meliputi 27 perempuan, 16 berusia 55-65 tahun, dan 24 berpendidikan SD. Rerata tekanan darah sebelum senam adalah 145/88 mmHg, sedangkan setelah senam menurun menjadi 138/83 mmHg. Hasil ini menunjukkan bahwa senam hipertensi efektif dalam menurunkan tekanan darah lansia di Prolanis Puskesmas Neglasari, sehingga dapat direkomendasikan sebagai terapi pendukung dalam pengelolaan hipertensi.
Penerapan Head Up 30° Position Untuk Mengatasi Penurunan Kapasitas Adaptif Intrakranial Pada Tn. R Dengan Stroke Hemoragik Di Ruang Igd Rsud Kota Bandung Arie Sulistiyawati; Jahidul Fikri; Ummi Rohmaetul Jannah
Adiguna Nursing Journal Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Adiguna Keperawatan
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jak.v1i1.39

Abstract

Proses dinamika intrakranial untuk mengoreksi input yang dapat mengurangi kapasitas intrakranial dapat terganggu, yang menyebabkan hilangnya kapasitas adaptif intrakranial. Salah satu intervensi keperawatan berbasis evidence based practiced untuk menangani masalah keperawatan tersebut adalah head up 30° position. Mengetahui hasil penerapan head up 30° position untuk mengatasi masalah keperawatan penurunan kapasitas adaptif intracranial. Studi ini menerapkan teknik deskriptif dengan pendekatan studi kasus, yang berarti berfokus secara intens pada satu objek yang unik. Setelah dilalukan implementasi head up 30° position selama 4 hari didapatkan perubahan pada nilai saturasi oksigen dari 93% menjadi 98% dan nilai GCS dari 6 menjadi 9. Terdapat pengaruh dari head up 30° position terhadap Tn. R dengan stroke hemoragik yaitu peningkatan pada nilai saturasi oksigen dan nilai GCS. Diharapkan studi kasus ini dapat menjadi sumber informasi bagi perawat untuk mengatasi penurunan kapasitas adaptif intrakranial dengan head up 30° position.
Hubungan Self control dengan Perilaku Merokok Pada Remaja di RW 06 Kelurahan Cisarua Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukabumi Kecamatan Cikole Kota Sukabumi Siti Aliyah Wardah; R Bayu Kusuma Natapraja; Rima Novianty
Adiguna Nursing Journal Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Adiguna Keperawatan
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jak.v1i2.54

Abstract

Remaja merupakan fase peralihan yang sangat mudah dipengaruhi oleh lingkungan maupun budaya baik positi maupun negatif. Perilaku negatif akan menjadikan faktor resiko terjebak untuk perilaku yang menyimpang salah satu jenis kenakalan remaja yaitu perilaku merokok. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah self control. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan self control dengan perilaku merokok pada remaja. Jenis penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 326 remaja, jumlah sampel sebanyak 180 remaja diambil menggunakan proposional random sampling. Metode pengumpulan data melalui kuisoner. Analisa data menggunakan uji statistik chi square.  Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan self control dengan perilaku merokok pada remaja dengan p-value 0,000 (p<0,05 Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pelayanan untuk terus meningkatkan program penyuluhan kesehatan khususnya terkait bahaya merokok pada remaja guna untuk meningkatkan kesehatan remaja.
Efektifitas Diabetic Foot Exercise Dan Buerger Allen Exercise Terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Desa Tenajar Kecamatan Kertasemaya Ali Musthofa; Nisa Shakila Umi; Eka Juwita Handayani; Cynthia Hardivianty
Adiguna Nursing Journal Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Adiguna Keperawatan
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jak.v1i2.77

Abstract

Diabetes melitus (DM) dapat menyebabkan komplikasi makrovaskuler yaitu PAD (Peripheral Arterial Disease). Pemberian aktivitas latihan kaki seperti Diabetic Foot Exercise (DFE) dan Buerger Allen Exercise (BAE) dapat membantu mencegah PAD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektifitas Diabetic Foot Exercise dan Buerger Allen Exercise terhadap nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada penderita diabetes melitus tipe 2 di desa Tenajar kecamatan Kertasemaya. Populasi pada penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe 2 sebanyak 167. Sampel dalam penelitian ini sebayak 32 responden. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan quasy experimental two group pretest and postest non equivalen control group yang terbagi dalam 2 kelompok yakni kelompok yang diberikan latihan Diabetic Foot Exercise dan kelompok dengan latihan Buerger Allen Exercise. Hasil penelitian ini menggunkan uji Mann-Whitney, didapatkan bahwa kedua intervensi tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai ABI dengan p-value 0,041 (p= ≤0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan antara kelompok DFE dan kelompok BAE, namun kedua intervensi tersebut sama-sama efektif untuk meningkatkan nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada penderita diabetes melitus tipe 2 di desa Tenajar kecamatan Kertasemaya. Saran penelitian ini untuk penderita DM agar mempertimbangkan penggunaan Diabetic Foot Exercise dan Buerger Allen Exercise sebagai bagian dari pencegahan dan promotif dalam perawatan pasien yang menderita diabetes melitus.
Penerapan Stimulasi Oral Motor Dalam Meningkatkan Refleks Hisap Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di Ruang Perinatologi Rsd Gunung Jati Kota Cirebon Ali Musthofa; Titin Hidayatin; Cynthia Hardivianty; Andini Nurul Puspitasari
Adiguna Nursing Journal Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Adiguna Keperawatan
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jak.v1i2.80

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan bayi yang lahir dengan berat badan <2500 gram tanpa melihat masa kehamilannya. Bayi dengan berat lahir rendah bisa prematur (kurang bulan), atau cukup bulan. Sebagian besar bayi berat badan lahir rendah (BBLR) mengalami refleks hisap yang buruk dikarenakan kondisi bayi yang belum matur. Salah satu cara untuk meningkatkan refleks hisap pada bayi berat badan lahir rendah (BBLR) yaitu dengan pemberian terapi stimulasi oral motor. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah mampu melaksanakan asuhan keperawatan dengan penerapan stimulasi oral motor dalam meningkatkan refleks hisap bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Metode penulisan dalam karya ilmiah akhir ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, pemeriksaan fisik, dan menelaah catatan medik pasien.  Penerapan ini dilakukan pada dua pasien yaitu By. Ny. M dan By. Ny. O. Pada proses asuhan keperawatan didapatkan 3 masalah keperawatan, salah satunya yaitu defisit nutrisi. Evidance Based Practice (EBP) yang dilakukan adalah penerapan stimulasi oral motor dalam meningkatkan refleks hisap bayi berat badan lahir rendah dilakukan 1 kali sehari selama 3 hari berturut – turut. Hasil yang didapatkan pada kedua pasien yaitu pada By. Ny. M sudah ada refleks hisap tetapi masih lemah sedangkan pada By. Ny. O refleks hisap kuat. Kesimpulan dalam karya ilmiah akhir ini adalah penerapan stimulasi oral motor dapat meningkatkan refleks hisap bayi BBLR. Saran untuk perawat ruangan sebagai pemberi asuhan keperawatan diharapkan dapat melakukan intervensi penerapan stimulasi oral motor untuk mengatasi masalah keperawatan pasien dengan defisit nutrisi sehingga mutu pelayanan dapat meningkat.
Efektifitas Pemberian Edukasi Dalam Penerapan Discharge Planning Di RSD Gunung Jati Cirebon Cynthia Hardivianty; Ali Musthofa; Muhammad Fitraturahman
Adiguna Nursing Journal Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Adiguna Keperawatan
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jak.v1i2.81

Abstract

Dampak dari discharge planning yang belum optimal adalah dapat meningkatkan angka rawatan ulang dan pada akhirnya pasien akan menanggung pembiayaan untuk biaya rawat inap di rumah sakit. pelaksanaan discharge planning belum maksimal dengan hasil 35,7% dan yang tidak dilakukan 64,3%, didukung oleh hasil observasi dilakukan yaitu pada lembaran discharge planning yang tidak terisi secara lengkap pada rekam medis pasien dan ada beberapa rekam medis pasien yang tidak memiliki lembaran discharge planning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian edukasi dalam penerapan discharge planning di ruang Nyimas Gandasari 1 RSD Gunung Jati kota cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di ruang Nyimas Gandasari I RSD Gunung Jati Cirebon. Teknik pengambilan sampel yang digunakan total sampling dengan jumlah 16 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa responden yang melakukan discharge planning sebelum diberikan edukasi sebanyak 10 (62,5%) perawat dan responden yang tidak melakukan discharge planning sebanyak 6 (37,5%) perawat. Sedangkan setelah diberikan edukasi diperoleh hasil sebanyak 14 (87,5%) perawat melakukan discharge planning dan responden yang tidak melakukan discharge planning sebanyak 2 (12,5%) perawat. Disarankan perawat dapat lebih termotivasi untuk melakukan discharge Planning sesuai dengan ketentuan yang digunakan di Ruang Nyimas Gandasari I RSD Gunung Jati Cirebon.
Kualitas Tidur Ibu Hamil Di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung Dinda Septia Nugraha; R. Nety Rustikayanti; Inggrid Dirgahayu; Tri Nur Jayanti
Adiguna Nursing Journal Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Adiguna Keperawatan
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jak.v1i2.87

Abstract

Kehamilan merupakan masa penuh perubahan fisiologis dan psikologis yang dapat memengaruhi kualitas tidur ibu hamil. Kualitas tidur yang buruk selama kehamilan berisiko menyebabkan komplikasi seperti hipertensi, diabetes gestasional, dan kelahiran prematur. Faktor seperti usia ibu, trimester kehamilan, dan perubahan berat badan turut mempengaruhi kualitas tidur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggambarkan karakteristik dan kualitas tidur pada ibu hamil di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu 130 ibu hamil dengan sampel sebanyak 98 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Instrument yang digunakan adalah kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index dan lembar observasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa sebagian besar ibu hamil berusia 20–35 tahun (80,6%) dan hampir setengah ibu hamil berada pada trimester ketiga (45,9%). Setengah ibu hamil sebanyak 55,1% mengalami kenaikan berat badan yang tidak sesuai dengan rekomendasi IOM. Sebagian besar ibu hamil sebanyak 60,2% responden memiliki kualitas tidur yang buruk. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar ibu hamil berada pada usia tidak berisiko, kualitas tidur buruk tetap umum terjadi. Penting bagi tenaga kesehatan untuk memantau perubahan tidur selama kehamilan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan ibu dan janin.

Page 1 of 1 | Total Record : 10