cover
Contact Name
Nurdin Amin
Contact Email
nurdin.amin@ar-raniry.ac.id
Phone
+6285207161847
Journal Mail Official
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Editorial Office Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2nd Floor Jln. Syech Abdur Rauf Banda Aceh 23111, Aceh, Indonesia
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Share
ISSN : 25490648     EISSN : 20896239     DOI : 10.22373/share
Core Subject :
Share Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam a peer reviewed, double-blind journal published by the Faculty of Islamic Economics and Business at Universitas Islam Negeri Ar-Raniry in Banda Aceh, Indonesia. SHARE publishes research and concept papers pertaining to the field of Islamic economics and finance in open-access format, allowing users to freely access and download the articles under the CC BY SA license. SHARE has been a CrossRef Member since 2017, which means that each paper published by the journal will have a unique DOI number.
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
Manajemen Risiko Pembiayaan Qardhul Hasan Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Studi pada Baitul Qiradh Amanah Banda Aceh) Bustami
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v3i1.1056

Abstract

Qardhul hasan financing aims to help borrowers who have an urgency need, either for consumptive or productive purposes. This study aims to explore the mechanism of qardhul hasan financing at Baitul Qiradh (small Islamic rural bank) Amanah Banda Aceh and the strategic employed in managing its risk. This study used primary data that was obtained through field research and secondary data that was obtained through library research. The data was then analyzed using descriptive analysis technique. The findings show that the mechanism of qardhul hasan financing at Baitul Qiradh Amanah has several stages, namely application, analysis and investigation, decision, fund lending, and returning phase. The strategic used to prevent financing risk as follow: managing financing administrative, determining the terms and criteria, conducting analysis for customer prospective, assigning officers that supervise the financing activities and collect the monthly payments. For non-performing financing, the Baitul Qiradh employs risk management system strategic such as rescheduling and write off. Rescheduling was conducted by extending the payment due date, and write off was only given for customers who do not have any possibility to repay due to their condition of economy. ABSTRAK - Pembiayaan qardhul hasan bertujuan untuk menolong peminjam yang berada dalam keadaan terdesak, baik untuk hal-hal yang bersifat konsumtif maupun produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi mekanisme pembiayaan qardhul hasan pada Baitul Qiradh Amanah dan strategi penanggulangan risikonya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis, sedangkan teknik pengumpulan data primer diperoleh melalui penelitian lapangan dan data sekunder melalui penelitian kepustakaan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa, mekanisme pembiayaan qardhul hasan pada Baitul Qiradh Amanah Banda Aceh memiliki beberapa tahap, yaitu tahap permohonan pembiayaan qardhul hasan, tahap analisis dan penyelidikan pembiayaan qardhul hasan, tahap keputusan atas permohonan pembiayaan qardhul hasan, tahap pencairan pembiayaan qardhul hasan dan tahap pengembalian pembiayaan qardhul hasan. Sedangkan strategi penanggulangan risiko yang dilakukan adalah dengan mengatur administrasi pembiayaan, menentukan syarat dan kriteria yang harus dipenuhi untuk mengajukan permohonan pembiayaan, mengadakan analisa terhadap calon nasabah, menetapkan petugas yang mengawasi penggunaan pembiayaan dan menetapkan petugas penagihan pembiayaan. Terhadap pembiayaan qardhul hasan bermasalah, sistem manajemen risiko, yang diterapkan adalah perpanjangan waktu dengan pengurangan jumlah cicilan agar para nasabah dapat melunasi sedikit demi sedikit seluruh pinjamannya. Cara berikutnya pemutihan yaitu penghapusan piutang setelah dilakukan pengecekan terhadap kondisi usaha nasabah.
Islamic Value-Driven Cooperation in Skills Acquisition and Mobility for Empowering Marginal Society Abu Saim Mohammad Shahabuddin; Muhammad Hedayatul Islam
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v4i1.699

Abstract

Islam exhorts for cooperation in righteous and God conscious acts. This exhortation has individual and institutional implications for efforts geared towards promoting the welfare of less privileged marginal segment of society. Conceiving an institutional form of cooperation, this paper proposes and explains a program which will target at empowering this segment. The program is for developing non-professional skills which have to be founded on and inspired by the Islamic principles of cooperation and self-reliance. As non-professional skills are mostly learned informally and on-the-job, business houses will be the cooperator who will provide platforms for training. Members of a marginal segment of society will be the beneficiaries who will receive training for acquiring job skills and mobility towards achieving their self-reliance. Government organ will be a facilitating party that shall provide support for the collaborative venture to occur and sustain. Apart from Islamic principles of cooperation and self-reliance, this paper will draw upon the theory of social learning, theory of conforming to group norms and doctrine of market supervision (al-Hisbah) in Islamic civilization to expound the role of the triad—the cooperator, the beneficiaries, and the facilitator—in achieving the major outcomes of the program. ABSTRAK - Islam mendorong kerjasama dalam kebaikan dan bertindak semata-mata karena Allah. Dorongan ini memiliki implikasi individual dan institusional dalam upaya mensejahterakan masyarakat marjinal yang kurang beruntung. Dalam suatu bentuk upaya kerjasama secara institusional, artikel ini menawarkan dan menjelaskan suatu program yang akan menargetkan dalam memberdayakan segmen ini. Program ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan non-professional yang dibentuk dan didorong oleh prinsip-prinsip Islam dalam kerjasama dan kemandirian. Keterampilan non-professional sebagian besar dipelajari secara informal dan disaat bekerja, tempat-tempat bisnis akan menjadi pembuat kerjasama yang akan menyediakan platform untuk pelatihan. Para anggota masyarakat di segmen marjinal ini akan menjadi penerima manfaat yang akan mendapatkan pelatihan untuk mendapatkan keahlian kerja dan mobilitas untuk mencapai kemandirian. Institusi pemerintah yang berkaitan akan menjadi fasilitator yang akan menyediakan dukungan bagi skema kolaboratif agar dapat diwujudkan dan berkelanjutan. Selain dari prinsip- prinsip kerjasama dan kemandirian dalam Islam, paper ini akan mengutip teori pembelajaran sosial, teori sesuai dengan norma-norma kelompok dan doktrin pengawasan pasar (Al-Hisbah) dalam peradaban Islam guna menjelaskan peranan tiga pihak yaitu pembuat kerjasama, penerima manfaat, dan fasilitator dalam upaya mencapai hasil-hasil utama dalam program tersebut.
Determinant Factors Effecting Poverty Among New Converts in Selangor, Malaysia Fuadah Johari; Kalsom Abd Wahab; Ahmad Fahme Mohd Ali; Muhammad Ridhwan Abd Aziz
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v4i1.702

Abstract

The justice in Islam had attracted and opens the hearts of non-muslins to accept Islam. The justice and truthfulness of Islamic teaching attract the human to be part of its through conversion or reconciliation of hearts (Muallaf al-Qulub) and it is one of the zakat recipients mentioned in Al-Qur’an. In Selangor, zakat assistance to the new converts begins from the first day they become Muslims. The new Muslim would be immediately helped with MYR 500.00 monthly allowance for five years until they manage to act in accordance with Allah’s orders and to perform worshipping (Mukallaf). This paper identifies the factors of new converts’ poverty in Selangor, Malaysia using a logistic regression method. A set of survey questionnaires has been used in this research and 80 respondents were randomly selected from Selangor Zakat Centre (SZC) zakat recipient’s list from the New Converts category for nine districts of Selangor in 2013. We estimate the probability of households with specified characteristics to fall below Malaysia’s official poverty line. Results show that education, size, region, income and amount of zakat received significantly reduces the chance of being poor while gender, age, status were not a significant predictor. Thus, these statistical measures have proven the positive role of zakat in reducing poverty among the new converts. The findings have important policy implications for zakat institution and Malaysian government which has pledged to reduce overall poverty rate to 2.8 percent and eradicates hardcore poverty by 2010 under the Ninth Malaysian Plan. ABSTRAK - Keadilan dalam Islam telah menarik perhatian dan membuka hati non-muslim untuk menerima Islam. Keadilan dan kejujuran dalam ajaran Islam menarik banyak untuk masuk dalam Islam (Muallaf al-Qulub) dan mereka menjadi salah satu penerima zakat seperti disebutkan dalam Al Qur'an. Di Selangor, bantuan zakat kepada para muallaf dimulai pada hari pertama mereka menjadi umat Islam. Mualaf tersebut akan diberi uang saku sebesar MYR 500.00 per bulan selama 5 tahun sampai mereka mampu mengelola kehidupannya sesuai dengan perintah Allah dan melaksanakan ibadahnya (Mukallaf). Paper ini mengidentifikasikan faktor-faktor kemiskinan mualaf di Selangor, Malaysia dengan menggunakan metode regresi logistic. Seperangkat kuesioner digunakan untuk penelitian ini dan 80 responden dipilih secara acak dari daftar para penerima zakat Selangor Zakat Centre (SZC) untuk kategori mualaf dari sembilan distrik di Selangor untuk tahun 2013. Kami memperkirakan probabilitas rumah tangga rumah tangga dengan karakteristik dimaksud mengalami penurunan di bawah angka kemiskinan resmi Malaysia. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan, ukuran, wilayah, pendapatan dan jumlah zakat yang diterima secara signifikan mengurangi kemiskinan sementara faktor gender, umur, dan status bukanlah faktor yang signifikan. Oleh karena itu, hasil perhitungan statistik membuktikan bahwa zakat berperan positif dalam mengurangi kemiskinan para mualaf tersebut. Temuan ini mempunyai implikasi penting terhadap kebijakan institusi zakat dan juga pemerintah Malaysia telah bertekad untuk mengurangi angka kemiskinan Malaysia menjadi 2.8 persen dan mengurangi kemiskinan ekstrim per tahun 2010 berdasarkan Ninth Malaysian Plan.
Implementasi Maqashid Al-Syariah Terhadap Pelaksanaan CSR Bank Islam: Studi Kasus oada PT. Bank BRI Syariah Aan Finarti; Purnama Putra
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v4i1.724

Abstract

Corporate Social Responsibility is an obligation of a company. BRI Syariah as one of Islamic Financial Institution carries out the social responsibility program.This research aims at finding out the implementation of CSR program at BRISyariah using the perspective of Maqashid Syariah. Based on the categorization and qualification, the indicators measurement which gets along with Sharia principles is finally invented. The research was conducted at the unit of CSR of BRISyariah head office so that the data cover all of the implementation of CSR BRISyariah all over Indonesia. The method used was mixed methods research. The quantitative method was used for measuring the CSR program of BRISyariah which was categorized in the component of Maqashid Syariah and qualitative method was used for processing the data from the interview, observation, and literary review proposed to the manager of CSR BRISyariah. The result of the research indicates that the implementation of CSR at BRISyariah is relevant with al maqashid asy syariah. It is proven in the five main components of maqashid al syariah, which are 1) the protection of the Faith / religion, 2) the protection of life/human soul, 3) the protection of mind /intellect, 4) the protection of wealth, 5) The protection of lineage. While based on the measurement of maqashid al syariah to the CSR at BRISyariah it is known that the indicators of program according to maqashid syariah was the protection of human soul in 2012 with the total number of 30 activities spending 941.305.000 rupiah. The percentage of funding distribution of CSR was 46% and in 2013 there were 52 activities with the total funding of 985.870.000, the percentage of funding distribution was 50 %. ABSTRAK - Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggungjawab perusahaan adalah suatu kewajiban perusahaan. BRI Syariah adalah salah satu lembaga keuangan Islam yang menyelenggarakan program tanggungjawab sosial ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui impementasi program CSR pada BRI Syariah dengan menggunakan perspektif Maqashid Syariah. Berdasarkan kategorisasi dan kualifikasi, indikator- indikator pengukuran yang berhubungan dengan prinsip- prinsip syariah akhirnya telah dikembangkan. Penelitian ini dilakukan pada unit CSR BRI Syariah kantor pusat jadi datanya meliputi semua implemementasi CSR BRI Syariah di seluruh Indonesia. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan kombinasi metode riset. Metode kuantitatif digunakan untuk mengukur CSR program pada BRI Syariah yang dikategorikan pada komponen maqashid syariah dan metode kualitatif digunakan dalam memproses data dari wawancara, observasi dan pengkajian literatur yang diajukan kepada manajer CSR BRI Syariah. Hasil dari riset ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan CSR pada BRI Syariah adalah relevan dengan al maqashid asy syariah. Hal ini dibuktikan dengan lima komponen utama maqashid syariah, yaitu: 1) Perlindungan agama, 2) Perlindungan pada kehidupan/ jiwa manusia, 3) Perlindungan pemikiran, 4) Perlindungan kesejahteraan, 5) Perlindungan garis keturunan. Sementara, berdasarkan pada pengukuran maqashid syariah CSR pada BRI Syariah maka dapat diketahui bahwa indikator program menurut maqashid syariah adalah perlindungan kepada jiwa manusia pada tahun 2012 dengan jumlah total sebanyak 30 aktivitas yang menghabiskan Rp.941.305.000. Persentase distribusi pendanaan CSR adalah 46% dan pada tahun 2013 sebanyak 52 kegiatan dengan total pendanaan sebesar 985.870.000, persentase distribusi pendanaan sebesar 50%.
Analysis of Government Budget in Islamic View: Case of Aceh Government Budget Putri Bintusy Syathi; Abdul Ghafar Ismail
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v4i1.727

Abstract

Aceh province has a special right to implement Sharia principles throughout the area (Law Number 11/2006) though Indonesia is not an Islam country. Among the Sharia laws implementation, government budget was one of the first to be carried out in the province. It was showed up as Zakat post in the APBD (local government budget). The issue is whether putting in the Zakat post was enough to demonstrate an Islamic based budget as well as the transparence of zakat disbursement. Therefore, this paper trying to analyze the existing budget based on Sharia principles (Islamic Law) as explained by Chaudhry (1999) and Kahf (1997) The provincial budget needs improvement to be more sharia compliance. Fulfilling the Sharia criterion consequently will improve the accountability, transparency and the fairness of the budget toward people needs and development enhancing. ABSTRAK - Aceh adalah provinsi yang memiliki hak khusus dalam mengimplementasikan prinsip- prinsip syariah dalam wilayahnya (Undang- Undang no.11 tahun 2006) walaupun Indonesia bukanlah suatu negara Islam. Diantara implementasi hukum syariah, anggaran pemerintah adalah satu hal yang pertama yang dikelola dalam provinsi ini. Hal ini muncul pada pos zakat pada APBD (Anggaranan Pengeluaran dan Belanja Daerah). Masalahnya adalah apakah penempatan dana Zakat sudah cukup untuk menunjukkan sebagai anggaran yang berbasis Islam serta transparansi dalam penyaluran zakat. Untuk itu paper ini bertujuan untuk menganalisis anggara yang ada berdasarkan prinsip- prinsip syariah (Hukum Islam) seperti yang telah dijelaskan oleh Chaudury (1999) dan Kahf (1997). Anggaran provinsi perlu perbaikan agar lebih patuh syariah. Dengan terpenuhinya kriteria syariah maka akan meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan keadilan dalam anggaran terhadap kebutuhan masyarakat dan meningkatkan pembangunan.
Pengaruh Dana Pihak Ketiga, Tingkat Bagi Hasil dan Non Performing Financing Terhadap Volume dan Porsi Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil pada Perbankan Syariah di Indonesia Lintang Nurul Annisa; Rizal Yaya
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v4i1.754

Abstract

This study aims to examine the impact of the third-party funds (DPK), profit sharing rate and non-performing financing (NPF) of the volume and financing portion of profit sharing based on Islamic banking. The sample of this study is seven Islamic banks with the purpose of research object are quarterly financial statements from June 2010 until September 201. Methods of data analysis are using multiple linear regression analysis. The results showed that, from the aspect of volume, DPK variable, profit sharing rate and NPF last period has a significant impact on the profit-sharing based on financing volume for the subsequent period. In the proportion aspect, it is found that the only variable level of revenue sharing finance portfolio of last period that significantly influences the results-based financing portion for the next period. ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dana pihak ketiga (DPK), tingkat bagi hasil dan non-performing financing (NPF) terhadap volume dan porsi pembiayaan berbasis bagi hasil pada perbankan syariah. Sampel yang digunakan adalah tujuh bank umum syariah dengan objek penelitian laporan keuangan triwulan dari Juni 2010 hingga September 2013.Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dari aspek volume, variabel DPK, tingkat bagi hasil dan NPF periode lalu berpengaruh signifikan terhadap volume pembiayaan berbasis bagi hasil periode berikutnya.Pada aspek proporsi ditemukan bahwa hanya variable tingkat bagi hasil penyaluran pembiayaan periode lalu yang berpengaruh signifikan terhadap porsi pembiayaan berbasis bagi hasil periode berikutnya.