cover
Contact Name
Nurdin Amin
Contact Email
nurdin.amin@ar-raniry.ac.id
Phone
+6285207161847
Journal Mail Official
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Editorial Office Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2nd Floor Jln. Syech Abdur Rauf Banda Aceh 23111, Aceh, Indonesia
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Share
ISSN : 25490648     EISSN : 20896239     DOI : 10.22373/share
Core Subject :
Share Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam a peer reviewed, double-blind journal published by the Faculty of Islamic Economics and Business at Universitas Islam Negeri Ar-Raniry in Banda Aceh, Indonesia. SHARE publishes research and concept papers pertaining to the field of Islamic economics and finance in open-access format, allowing users to freely access and download the articles under the CC BY SA license. SHARE has been a CrossRef Member since 2017, which means that each paper published by the journal will have a unique DOI number.
Arjuna Subject : -
Articles 66 Documents
Manajemen Risiko Pembiayaan Qardhul Hasan Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Studi pada Baitul Qiradh Amanah Banda Aceh) Bustami
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v3i1.1056

Abstract

Qardhul hasan financing aims to help borrowers who have an urgency need, either for consumptive or productive purposes. This study aims to explore the mechanism of qardhul hasan financing at Baitul Qiradh (small Islamic rural bank) Amanah Banda Aceh and the strategic employed in managing its risk. This study used primary data that was obtained through field research and secondary data that was obtained through library research. The data was then analyzed using descriptive analysis technique. The findings show that the mechanism of qardhul hasan financing at Baitul Qiradh Amanah has several stages, namely application, analysis and investigation, decision, fund lending, and returning phase. The strategic used to prevent financing risk as follow: managing financing administrative, determining the terms and criteria, conducting analysis for customer prospective, assigning officers that supervise the financing activities and collect the monthly payments. For non-performing financing, the Baitul Qiradh employs risk management system strategic such as rescheduling and write off. Rescheduling was conducted by extending the payment due date, and write off was only given for customers who do not have any possibility to repay due to their condition of economy. ABSTRAK - Pembiayaan qardhul hasan bertujuan untuk menolong peminjam yang berada dalam keadaan terdesak, baik untuk hal-hal yang bersifat konsumtif maupun produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi mekanisme pembiayaan qardhul hasan pada Baitul Qiradh Amanah dan strategi penanggulangan risikonya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis, sedangkan teknik pengumpulan data primer diperoleh melalui penelitian lapangan dan data sekunder melalui penelitian kepustakaan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa, mekanisme pembiayaan qardhul hasan pada Baitul Qiradh Amanah Banda Aceh memiliki beberapa tahap, yaitu tahap permohonan pembiayaan qardhul hasan, tahap analisis dan penyelidikan pembiayaan qardhul hasan, tahap keputusan atas permohonan pembiayaan qardhul hasan, tahap pencairan pembiayaan qardhul hasan dan tahap pengembalian pembiayaan qardhul hasan. Sedangkan strategi penanggulangan risiko yang dilakukan adalah dengan mengatur administrasi pembiayaan, menentukan syarat dan kriteria yang harus dipenuhi untuk mengajukan permohonan pembiayaan, mengadakan analisa terhadap calon nasabah, menetapkan petugas yang mengawasi penggunaan pembiayaan dan menetapkan petugas penagihan pembiayaan. Terhadap pembiayaan qardhul hasan bermasalah, sistem manajemen risiko, yang diterapkan adalah perpanjangan waktu dengan pengurangan jumlah cicilan agar para nasabah dapat melunasi sedikit demi sedikit seluruh pinjamannya. Cara berikutnya pemutihan yaitu penghapusan piutang setelah dilakukan pengecekan terhadap kondisi usaha nasabah.
Islamic Value-Driven Cooperation in Skills Acquisition and Mobility for Empowering Marginal Society Abu Saim Mohammad Shahabuddin; Muhammad Hedayatul Islam
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v4i1.699

Abstract

Islam exhorts for cooperation in righteous and God conscious acts. This exhortation has individual and institutional implications for efforts geared towards promoting the welfare of less privileged marginal segment of society. Conceiving an institutional form of cooperation, this paper proposes and explains a program which will target at empowering this segment. The program is for developing non-professional skills which have to be founded on and inspired by the Islamic principles of cooperation and self-reliance. As non-professional skills are mostly learned informally and on-the-job, business houses will be the cooperator who will provide platforms for training. Members of a marginal segment of society will be the beneficiaries who will receive training for acquiring job skills and mobility towards achieving their self-reliance. Government organ will be a facilitating party that shall provide support for the collaborative venture to occur and sustain. Apart from Islamic principles of cooperation and self-reliance, this paper will draw upon the theory of social learning, theory of conforming to group norms and doctrine of market supervision (al-Hisbah) in Islamic civilization to expound the role of the triad—the cooperator, the beneficiaries, and the facilitator—in achieving the major outcomes of the program. ABSTRAK - Islam mendorong kerjasama dalam kebaikan dan bertindak semata-mata karena Allah. Dorongan ini memiliki implikasi individual dan institusional dalam upaya mensejahterakan masyarakat marjinal yang kurang beruntung. Dalam suatu bentuk upaya kerjasama secara institusional, artikel ini menawarkan dan menjelaskan suatu program yang akan menargetkan dalam memberdayakan segmen ini. Program ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan non-professional yang dibentuk dan didorong oleh prinsip-prinsip Islam dalam kerjasama dan kemandirian. Keterampilan non-professional sebagian besar dipelajari secara informal dan disaat bekerja, tempat-tempat bisnis akan menjadi pembuat kerjasama yang akan menyediakan platform untuk pelatihan. Para anggota masyarakat di segmen marjinal ini akan menjadi penerima manfaat yang akan mendapatkan pelatihan untuk mendapatkan keahlian kerja dan mobilitas untuk mencapai kemandirian. Institusi pemerintah yang berkaitan akan menjadi fasilitator yang akan menyediakan dukungan bagi skema kolaboratif agar dapat diwujudkan dan berkelanjutan. Selain dari prinsip- prinsip kerjasama dan kemandirian dalam Islam, paper ini akan mengutip teori pembelajaran sosial, teori sesuai dengan norma-norma kelompok dan doktrin pengawasan pasar (Al-Hisbah) dalam peradaban Islam guna menjelaskan peranan tiga pihak yaitu pembuat kerjasama, penerima manfaat, dan fasilitator dalam upaya mencapai hasil-hasil utama dalam program tersebut.
Determinant Factors Effecting Poverty Among New Converts in Selangor, Malaysia Fuadah Johari; Kalsom Abd Wahab; Ahmad Fahme Mohd Ali; Muhammad Ridhwan Abd Aziz
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v4i1.702

Abstract

The justice in Islam had attracted and opens the hearts of non-muslins to accept Islam. The justice and truthfulness of Islamic teaching attract the human to be part of its through conversion or reconciliation of hearts (Muallaf al-Qulub) and it is one of the zakat recipients mentioned in Al-Qur’an. In Selangor, zakat assistance to the new converts begins from the first day they become Muslims. The new Muslim would be immediately helped with MYR 500.00 monthly allowance for five years until they manage to act in accordance with Allah’s orders and to perform worshipping (Mukallaf). This paper identifies the factors of new converts’ poverty in Selangor, Malaysia using a logistic regression method. A set of survey questionnaires has been used in this research and 80 respondents were randomly selected from Selangor Zakat Centre (SZC) zakat recipient’s list from the New Converts category for nine districts of Selangor in 2013. We estimate the probability of households with specified characteristics to fall below Malaysia’s official poverty line. Results show that education, size, region, income and amount of zakat received significantly reduces the chance of being poor while gender, age, status were not a significant predictor. Thus, these statistical measures have proven the positive role of zakat in reducing poverty among the new converts. The findings have important policy implications for zakat institution and Malaysian government which has pledged to reduce overall poverty rate to 2.8 percent and eradicates hardcore poverty by 2010 under the Ninth Malaysian Plan. ABSTRAK - Keadilan dalam Islam telah menarik perhatian dan membuka hati non-muslim untuk menerima Islam. Keadilan dan kejujuran dalam ajaran Islam menarik banyak untuk masuk dalam Islam (Muallaf al-Qulub) dan mereka menjadi salah satu penerima zakat seperti disebutkan dalam Al Qur'an. Di Selangor, bantuan zakat kepada para muallaf dimulai pada hari pertama mereka menjadi umat Islam. Mualaf tersebut akan diberi uang saku sebesar MYR 500.00 per bulan selama 5 tahun sampai mereka mampu mengelola kehidupannya sesuai dengan perintah Allah dan melaksanakan ibadahnya (Mukallaf). Paper ini mengidentifikasikan faktor-faktor kemiskinan mualaf di Selangor, Malaysia dengan menggunakan metode regresi logistic. Seperangkat kuesioner digunakan untuk penelitian ini dan 80 responden dipilih secara acak dari daftar para penerima zakat Selangor Zakat Centre (SZC) untuk kategori mualaf dari sembilan distrik di Selangor untuk tahun 2013. Kami memperkirakan probabilitas rumah tangga rumah tangga dengan karakteristik dimaksud mengalami penurunan di bawah angka kemiskinan resmi Malaysia. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan, ukuran, wilayah, pendapatan dan jumlah zakat yang diterima secara signifikan mengurangi kemiskinan sementara faktor gender, umur, dan status bukanlah faktor yang signifikan. Oleh karena itu, hasil perhitungan statistik membuktikan bahwa zakat berperan positif dalam mengurangi kemiskinan para mualaf tersebut. Temuan ini mempunyai implikasi penting terhadap kebijakan institusi zakat dan juga pemerintah Malaysia telah bertekad untuk mengurangi angka kemiskinan Malaysia menjadi 2.8 persen dan mengurangi kemiskinan ekstrim per tahun 2010 berdasarkan Ninth Malaysian Plan.
Implementasi Maqashid Al-Syariah Terhadap Pelaksanaan CSR Bank Islam: Studi Kasus oada PT. Bank BRI Syariah Aan Finarti; Purnama Putra
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v4i1.724

Abstract

Corporate Social Responsibility is an obligation of a company. BRI Syariah as one of Islamic Financial Institution carries out the social responsibility program.This research aims at finding out the implementation of CSR program at BRISyariah using the perspective of Maqashid Syariah. Based on the categorization and qualification, the indicators measurement which gets along with Sharia principles is finally invented. The research was conducted at the unit of CSR of BRISyariah head office so that the data cover all of the implementation of CSR BRISyariah all over Indonesia. The method used was mixed methods research. The quantitative method was used for measuring the CSR program of BRISyariah which was categorized in the component of Maqashid Syariah and qualitative method was used for processing the data from the interview, observation, and literary review proposed to the manager of CSR BRISyariah. The result of the research indicates that the implementation of CSR at BRISyariah is relevant with al maqashid asy syariah. It is proven in the five main components of maqashid al syariah, which are 1) the protection of the Faith / religion, 2) the protection of life/human soul, 3) the protection of mind /intellect, 4) the protection of wealth, 5) The protection of lineage. While based on the measurement of maqashid al syariah to the CSR at BRISyariah it is known that the indicators of program according to maqashid syariah was the protection of human soul in 2012 with the total number of 30 activities spending 941.305.000 rupiah. The percentage of funding distribution of CSR was 46% and in 2013 there were 52 activities with the total funding of 985.870.000, the percentage of funding distribution was 50 %. ABSTRAK - Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggungjawab perusahaan adalah suatu kewajiban perusahaan. BRI Syariah adalah salah satu lembaga keuangan Islam yang menyelenggarakan program tanggungjawab sosial ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui impementasi program CSR pada BRI Syariah dengan menggunakan perspektif Maqashid Syariah. Berdasarkan kategorisasi dan kualifikasi, indikator- indikator pengukuran yang berhubungan dengan prinsip- prinsip syariah akhirnya telah dikembangkan. Penelitian ini dilakukan pada unit CSR BRI Syariah kantor pusat jadi datanya meliputi semua implemementasi CSR BRI Syariah di seluruh Indonesia. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan kombinasi metode riset. Metode kuantitatif digunakan untuk mengukur CSR program pada BRI Syariah yang dikategorikan pada komponen maqashid syariah dan metode kualitatif digunakan dalam memproses data dari wawancara, observasi dan pengkajian literatur yang diajukan kepada manajer CSR BRI Syariah. Hasil dari riset ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan CSR pada BRI Syariah adalah relevan dengan al maqashid asy syariah. Hal ini dibuktikan dengan lima komponen utama maqashid syariah, yaitu: 1) Perlindungan agama, 2) Perlindungan pada kehidupan/ jiwa manusia, 3) Perlindungan pemikiran, 4) Perlindungan kesejahteraan, 5) Perlindungan garis keturunan. Sementara, berdasarkan pada pengukuran maqashid syariah CSR pada BRI Syariah maka dapat diketahui bahwa indikator program menurut maqashid syariah adalah perlindungan kepada jiwa manusia pada tahun 2012 dengan jumlah total sebanyak 30 aktivitas yang menghabiskan Rp.941.305.000. Persentase distribusi pendanaan CSR adalah 46% dan pada tahun 2013 sebanyak 52 kegiatan dengan total pendanaan sebesar 985.870.000, persentase distribusi pendanaan sebesar 50%.
Analysis of Government Budget in Islamic View: Case of Aceh Government Budget Putri Bintusy Syathi; Abdul Ghafar Ismail
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v4i1.727

Abstract

Aceh province has a special right to implement Sharia principles throughout the area (Law Number 11/2006) though Indonesia is not an Islam country. Among the Sharia laws implementation, government budget was one of the first to be carried out in the province. It was showed up as Zakat post in the APBD (local government budget). The issue is whether putting in the Zakat post was enough to demonstrate an Islamic based budget as well as the transparence of zakat disbursement. Therefore, this paper trying to analyze the existing budget based on Sharia principles (Islamic Law) as explained by Chaudhry (1999) and Kahf (1997) The provincial budget needs improvement to be more sharia compliance. Fulfilling the Sharia criterion consequently will improve the accountability, transparency and the fairness of the budget toward people needs and development enhancing. ABSTRAK - Aceh adalah provinsi yang memiliki hak khusus dalam mengimplementasikan prinsip- prinsip syariah dalam wilayahnya (Undang- Undang no.11 tahun 2006) walaupun Indonesia bukanlah suatu negara Islam. Diantara implementasi hukum syariah, anggaran pemerintah adalah satu hal yang pertama yang dikelola dalam provinsi ini. Hal ini muncul pada pos zakat pada APBD (Anggaranan Pengeluaran dan Belanja Daerah). Masalahnya adalah apakah penempatan dana Zakat sudah cukup untuk menunjukkan sebagai anggaran yang berbasis Islam serta transparansi dalam penyaluran zakat. Untuk itu paper ini bertujuan untuk menganalisis anggara yang ada berdasarkan prinsip- prinsip syariah (Hukum Islam) seperti yang telah dijelaskan oleh Chaudury (1999) dan Kahf (1997). Anggaran provinsi perlu perbaikan agar lebih patuh syariah. Dengan terpenuhinya kriteria syariah maka akan meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan keadilan dalam anggaran terhadap kebutuhan masyarakat dan meningkatkan pembangunan.
Pengaruh Dana Pihak Ketiga, Tingkat Bagi Hasil dan Non Performing Financing Terhadap Volume dan Porsi Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil pada Perbankan Syariah di Indonesia Lintang Nurul Annisa; Rizal Yaya
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v4i1.754

Abstract

This study aims to examine the impact of the third-party funds (DPK), profit sharing rate and non-performing financing (NPF) of the volume and financing portion of profit sharing based on Islamic banking. The sample of this study is seven Islamic banks with the purpose of research object are quarterly financial statements from June 2010 until September 201. Methods of data analysis are using multiple linear regression analysis. The results showed that, from the aspect of volume, DPK variable, profit sharing rate and NPF last period has a significant impact on the profit-sharing based on financing volume for the subsequent period. In the proportion aspect, it is found that the only variable level of revenue sharing finance portfolio of last period that significantly influences the results-based financing portion for the next period. ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dana pihak ketiga (DPK), tingkat bagi hasil dan non-performing financing (NPF) terhadap volume dan porsi pembiayaan berbasis bagi hasil pada perbankan syariah. Sampel yang digunakan adalah tujuh bank umum syariah dengan objek penelitian laporan keuangan triwulan dari Juni 2010 hingga September 2013.Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dari aspek volume, variabel DPK, tingkat bagi hasil dan NPF periode lalu berpengaruh signifikan terhadap volume pembiayaan berbasis bagi hasil periode berikutnya.Pada aspek proporsi ditemukan bahwa hanya variable tingkat bagi hasil penyaluran pembiayaan periode lalu yang berpengaruh signifikan terhadap porsi pembiayaan berbasis bagi hasil periode berikutnya.
Public Perception on Government Spending in Aceh: an Analysis Based on Maqasid Performance Pairwise Matrix (MPPM) Muhammad Dayyan; Mustafa Omar Mohammed
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v3i2.1344

Abstract

Governments provide a host of goods and services to their citizens to achieve various socio-economic objectives. Such spending is done through various programs that include social security, education, infrastructure, health and economic. Several conventional approaches for measuring efficiency of government expenditure have been proposed in the literature. Most of these measures are quantitative in nature. For government spending based on Shari’ah oriented public policy (al-Siyasah al-Shar’iyyah), which is value loaded, there is a need for complementary qualitative yardstick to measure whether such spending achieves Maqasid al-Shari’ah. The present study has made use of content analysis to develop a Maqasid Performance Pairwise Matrix (MPPM), as one of the tools of Islamic oriented public policy (al-Siyasah al-Shar’iyyah); to measure the public perception on government expenditure in Aceh in eight areas and the extent to which the expenditure conforms to Maqasid al-Shari’ah. MPPM was used as an instrument to survey 233 respondents in Aceh. The data from the survey were validated analyzed using SPSS version 18.0. The findings from the study are mixed. Government spending in Aceh in Education and health achieved results at the level of Complements (Hajiyat), beyond the basic need (Daruriyat). Whereas in the other six areas, which include economics, public services and housing, government spending is only able to satisfy the basic needs of the Acehnese. The study concludes with recommendations and suggestions for future research. ABSTRAK - Pemerintah menyediakan tempat barang dan jasa untuk warga negara mereka untuk mencapai berbagai tujuan sosial-ekonomi. Seperti pengeluaran, yang dilakukan melalui berbagai program termasuk jaminan sosial, pendidikan infrastruktur, kesehatan dan ekonomi. Beberapa pendekatan konvensional untuk mengukur efisiensi pengeluaran pemerintah telah ada dalam sejumlah literatur. Sebagian besar pendekatan ini bersifat kuantitatif. Untuk belanja pemerintah berdasarkan kebijakan publik yang berorientasi syariah (al-Siyasah al-Shar'iyyah), yang penuh dengan nilai- nilai, ada kebutuhan untuk melengkapi tolok ukur kualitatif untuk mengukur apakah pengeluaran tersebut mencapai Maqasid al-Syari'ah. Penelitian ini menggunakan analisis isi untuk mengembangkan Maqasid Kinerja Berpasangan Matrix (MPPM), sebagai salah satu alat kebijakan publik berorientasi Islami (al-Siyasah al-Shar'iyyah); untuk mengukur persepsi publik atas belanja pemerintah di Aceh pada delapan daerah serta sejauh mana pengeluaran sesuai dengan Maqasid al-Syari'ah. MPPM digunakan sebagai instrumen untuk menyurvei 233 responden di Aceh. Data dari survei ini dianalisis validitasnya dengan menggunakan SPSS versi 18.0. Temuan dari penelitian ini adalah bervariasi. Belanja pemerintah di Aceh dalam bidang pendidikan dan kesehatan mencapai hasil pada tingkat komplemen (Hajiyat), di luar kebutuhan dasar (Daruriyat). Sedangkan di enam daerah lain, yang meliputi ekonomi, pelayanan publik dan perumahan, belanja pemerintah hanya mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Aceh. Studi ini memberi kesimpulan dengan rekomendasi dan saran untuk penelitian di masa yang akan datang.
Pengaruh BI Rate Terhadap Persentase Bagi Hasil Pembiayaan Musyarakah pada Bank Aceh Syariah Banda Aceh Elkamiliati; Azharsyah Ibrahim
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v3i2.1335

Abstract

This research aims to find answers to two principal issues, namely 1) the utilization of the BI Rate (Indonesian Central Bank’s Monetary Rate) as a condition of the Central Bank in the determination of sharing rates of Musharakah financing, and 2) the Islamic perspective on the determination of the sharing rate using BI Rate’s as a consideration. This research was conducted at Syariah branch of Bank Aceh in Banda Aceh. This study utilized correlational approach and the data was analyzed using descriptive analysis method. The results show that BI rate did not significantly influence the sharing percentage of Musharakah financing as the BI rate just served as a benchmark price for the banks in observing the market price rather than determining the sharing percentage for the financing. In addition, the determination of the sharing percentage for Musharakah financing at the Syariah branch of Bank Aceh has fulfilled the Islamic compliance and followed the fatwa of National Islamic Council (DSN) No: 08/DSN-MUI/IV/2000, on the Musharakah financing and also Fatwa No: 15/DSN-MUI/2000 on the principle of profit and loss sharing for Islamic financial institutions. ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban dua persoalan pokok, yaitu 1) penggunaan BI Rate sebagai ketentuan Bank Sentral dalam penentuan tingkat bagi hasil pembiayaan musyarakah dan 2) tinjauan hukum Islam terhadap penentuan persentase bagi hasil dengan pertimbangan BI Rate yang sedang berlaku. Penelitian ini dilakukan pada Bank Aceh Cabang Syariah Banda Aceh. Metode yang dipakai adalah metode korelasional dengan menggunakan deskriptif analisis yaitu dengan memaparkan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase bagi hasil pembiayaan musyarakah pada Bank Aceh Syariah dan pengaruh BI Rate ternyata tidak signifikan karena BI rate di sini hanya berfungsi sebagai takaran atau patokan perbankan syariah dalam melihat harga nilai/jual yang sedang berlaku di pasar ekonomi bukan dalam menentukan persentase bagi hasil. Selain itu juga penentuan persentase bagi hasil pembiayaan musyarakah pada Bank Aceh Syariah telah sesuai dengan tinjauan hukum Islam ini diperkuat dengan adanya fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) No: 08/DSN-MUI/IV/2000, tentang pembiayaan musyarakah dan juga fatwa DSN yang menetapkan tentang Revenue Sharing adalah fatwa NO: 15/DSN-MUI/2000 tentang prinsip distribusi bagi hasil dalam lembaga keuangan syariah.
Analisis Pengujian Kelayakan Pembiayaan Ba’i Bitsaman Ajil dalam Mereduksi Tingkat Pembiayaan Bermasalah pada Baitul Qiradh Baiturrahman Baznas Madani Rafiza Zuliani
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v3i2.1337

Abstract

This research aims to find the Standard Operating Procedure (SOP) of Baitul Qiradh Baiturrahman Baznas Madani in the assessment process of Bai' Bitsaman Ajil financing and its influence in reducing the non-performing financing. The research employed descriptive analysis method in which the data presented systematically, factually and accurately into a research report. The sources of data obtained through the research literature by examining and studying various related literatures. Data was gathered through interview and documentation study. The findings showed that the Baitul Qiradh did not fully execute the procedure in accordance with the predefined SOP as the differences was still be found. In assessment of the prospective customers for the financing, Baitul Qiradh utilized the principle of 5C + 1C, namely character, capacity, capital, collateral, condition of economy, and constraint. In addition, the assessment was also include the aspects of judicial, market and marketing, technical, financial, assurance and management. The assessment has significantly reduced the number of non-performing financing at the Baitul Qiradh. ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) Baitul Qiradh Baiturrahman Baznas Madani dalam proses pengujian kelayakan yang dilakukan pada pemohon pembiayaan bai’ bitsaman ajil dan pengaruhnya terhadap jumlah pembiayaan bermasalah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan cara mencari fakta-fakta yang kemudian dianalisa dan dipaparkan secara sistematis, faktual dan akurat dalam bentuk laporan penelitian. Sumber data diperoleh melalui penelitian kepustakaan, yaitu dengan menelaah dan mempelajari berbagai referensi yang berhubungan dengan judul seperti dari buku dan laporan Baitul Qiradh. Serta melalui penelitian lapangan, yaitu dengan melakukan wawancara dan memperoleh data dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Baitul Qiradh Baiturrahman Baznas Madani tidak sepenuhnya menjalankan SOP yang telah ditetapkan karena ada perbedaan pada praktiknya. Dalam melakukan pengujian kelayakan terhadap calon nasabahnya yang memohon pembiayaan, Baitul Qiradh menggunakan prinsip 5C+1C, yaitu character, capacity, capital, collateral, condition of economy, dan constraint serta menilai aspek yuridis, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis, aspek keuangan, aspek jaminan dan aspek manajemen. Pengaruh pengujian kelayakan tersebut sangat besar dalam mereduksi pembiayaan bermasalah pada Baitul Qiradh.
Analisis Tindakan Perataan Laba dalam Meraih Keuntungan Perusahaan Ditinjau Menurut Etika Ekonomi Islam Nasrullah HS; Zaki Fuad; Muhammad Yasir Yusuf
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v3i2.1342

Abstract

Ethical perspective is an important matter in managing a business as it uses to synchronize the business interest and morality concept. The objective of this article is to understand the ethical perspective of Islamic economics on income smoothing practices within companies in order to increase benefit. This study employs descriptive-comparative method with a causal-comparative approach as an analysis tool. Data was gathered through literature searching of related sources. The findings show that income smoothing practices are categorized as dysfunctional behavior in the context Islamic economics ethical system. These practices violate the basic objective of Shariah as they involve tadlis and gharar. Information regarding the transaction conducted in these practices is not revealed to all involved parties. ABSTRAK - Perspektif etika sangat penting dalam suatu perusahaan karena merupakan cara untuk menyelaraskan kepentingan strategis suatu bisnis perusahaan dengan tuntutan moralitas. Penelitian ini ditujukan untuk memahami tinjauan etika ekonomi Islam mengenai tindakan perataan laba yang dilakukan perusahaan untuk meraih keuntungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-komparatif dengan pendekatan kausal komparatif. Data untuk penelitian ini dikumpulkan dari sumber literatur yang berkaitan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tindakan perataan laba merupakan tindakan penyimpangan dalam tataran etika ekonomi Islam. Tindakan ini melanggar konsep maqashid syariah karena mengandung unsur penipuan (tadlis) dan ketidakjelasan (gharar). Informasi berkaitan dengan transaksi yang dilakukan dalam tindakan perataan laba tidak semua diketahui oleh pihak-pihak yang terlibat.