Share
Share Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam a peer reviewed, double-blind journal published by the Faculty of Islamic Economics and Business at Universitas Islam Negeri Ar-Raniry in Banda Aceh, Indonesia. SHARE publishes research and concept papers pertaining to the field of Islamic economics and finance in open-access format, allowing users to freely access and download the articles under the CC BY SA license. SHARE has been a CrossRef Member since 2017, which means that each paper published by the journal will have a unique DOI number.
Articles
56 Documents
Prinsip dan Kriteria Periklanan dari Perspektif Islam
Teuku Meldi Kesuma
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/share.v1i1.718
Advertising in marketing Islamic products must be believed and understood as an important part in marketing based on Islam which should not be separated. This paper examines the principles and criteria of the advertising in the perspective of Islam. It is caused by the increasing of the companies and institutions which is based on Islamic values such as Islamic financial institutions that promote its products the consumers. The important issues discussed in this paper is how the real of concepts, principles and criteria of Islamic advertising? Therefore this paper is developing an advertising concept from the perspective of Islam and to know for sure whether the principles and criteria that should exist in advertising Islam. The methodology applied in this paper is through literature review by using content analysis. Hopefully, this study could develop an Islamic perspective advertisement concept in terms of principles and criteria. ABSTRAK - Periklanan dalam memasarkan produk-produk Islam harus diyakini dan di pahami merupakan bahagian penting dalam pemasaran yang berdasarkan Islam yang tidak boleh dipisahkan. Tulisan ini mengkaji prinsip-prinsip dan kriteria periklanan dalam perspektif Islam. Hal ini disebabkan semakin ramai dan tingginya pertumbuhan perusahaan dan institusi yang berlandaskan nilai-nilai Islam seperti institusi keuangan Islam yang mempromosikan produk dan perkhidmatannya kepada orang ramai. Persoalan penting yang dibahas dalam kertas kerja ini adalah bagaimanakah bentuk konsep, prinsip dan kriteria periklanan Islam yang sebenarnya? Oleh karena itu tujuan kertas kerja ini adalah untuk membangun satu konsep periklanan dari perspektif Islam dan untuk mengenal pasti apakah prinsip-prinsip serta kriteria yang seharusnya ada dalam periklanan Islam. Metodologi kajian yang digunakan dalam kertas kerja ini adalah metode kepustakaan dengan menggunakan analisis isi. Kajian ini diharapkan dapat membentuk konsep periklanan dalam perspektif Islam dari segi prinsip dan kriterianya.
Islamisasi Ilmu Ekonomi Analisa Komparatif Kurikulum Jurusan SMI IAIN Ar-Raniry dan Jurusan Ekonomi IIUM
Hafas Furqani
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/share.v1i2.719
There is a growing trend in the Muslim world to restructure modern knowledge and discipline in line with Islamic epistemological principles. Islamic economics, in particular, receives wide attention among scholars. Islamic economics is currently moving from a mere discourse on economics in Islamic perspective towards becoming a distinct discipline marked by a complete body of knowledge, clear subject matter, methodology/methodologies to appraise theories and continuous grow of knowledge. At the practical level, the universities all around the world are offering various subjects on Islamic economics and finance. There are significant attempts have been made to structure new framework of economics curriculum by incorporating various discipline of Islamic economics. The paper attempts to observe and survey the Islamization of knowledge program at the International Islamic University Malaysia and IAIN Ar-Raniry Banda Aceh Indonesia. A comparative analysis on the teachings and syllabus of Islamic economics, banking and finance in both universities will be made. Some recommendations on the structure and program of Islamic economics at IAIN Ar-Raniry which is going to be officiated as Islamic University will also be outlined. ABSTRAK - Saat ini sedang berkembang tren di dunia muslim untuk merestrukturisasi pengetahuan modern dan disiplin sesuai dengan prinsip epistemologis Islam. Ekonomi Islam, khususnya, mendapatkan perhatian luas di kalangan ilmuwan. Ekonomi Islam saat ini bergerak dari sekadar wacana tentang ekonomi dalam perspektif Islam menjadi disiplin yang berbeda ditandai dengan tubuh pengetahuan yang lengkap, materi pelajaran yang jelas, metodologi untuk menilai teori dan pengetahuan yang tumbuh secara terus-menerus. Pada tingkat praktis, saat ini universitas di seluruh dunia saat ini menawarkan berbagai mata pelajaran ekonomi dan keuangan Islam. Ada upaya-upaya signifikan yang telah dilakukan untuk membangun kerangka kerja baru kurikulum ekonomi dengan memasukkan berbagai disiplin ilmu ekonomi Islam. Makalah ini mencoba untuk mengamati dan menyurvei Islamisasi program pengetahuan pada International Islamic University Malaysia dan IAIN Ar-Raniry Banda Aceh Indonesia. Sebuah analisis komparatif pada ajaran-ajaran dan silabus ekonomi Islam, perbankan dan keuangan di kedua universitas akan dibuat. Beberapa rekomendasi tentang struktur dan program ekonomi Islam di IAIN Ar-Raniry yang akan diresmikan sebagai Universitas Islam juga akan diuraikan.
Pengaruh Pembelajaran Kewirausahaan Terhadap Motivasi Berwirausaha
Reza Fahmi
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/share.v1i2.720
This study aims to explain the influence of entrepreneurship learning towards motivation to conduct business among students of Faculty of Ushuluddin at the Imam Bonjol State Institute of Islamic Studies of Padang. Data for this study was gathered through population of students from four departments within the faculty, namely: Psikologi Islam (PI), Tafsir Hadist (TH), Perbandingan Agama (PA), Aqidah Filsafat (AF). Off the population, 92 students were chosen for the sample. Observation, questionnaire, and documentation were employed as the technique of data gathering. The findings show that there was a significant influence between the entrepreneurship learning and motivation to conduct business among students of Faculty of Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang. ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh pembelajaran kewirausahaan terhadap motivasi berwirausaha mahasiswa Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang. Data penelitian ini diperoleh dari responden yang berasal dari Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang, yang terdiri dari empat jurusan: Psikologi Islam (PI), Tafsir Hadist (TH), Perbandingan Agama (PA), Aqidah Filsafat (AF) dengan jumlah sampel sebanyak 92 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran kewirausahaan dengan motivasi berwirausaha mahasiswa Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang.
Praktik dan Karakteristik Gadai Syariah di Indonesia
Naida Nur Alfisyahri;
Dodik Siswantoro
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/share.v1i2.721
The practice of pawn has grown so fast in Indonesia until the last 2010 as society needed fund easily to meet their basic need such as for school fee and debt payment. This inspired some Islamic banks and pawn shops to participate in providing this service. In fact, some Islamic banks were interested in offering this service and one pawn shop which spin off their unit to Islamic one to provide this service. Thus, this research was conducted to analyze Islamic pawn (rahn) practices in Indonesia. It focuses in the practice and characteristics of pawn service on Islamic bank and pawn shop. In addition, characteristics of interested clients would be an interesting issue that is needed to be explored further. The result may indicate that Islamic banks still less efficient due to insufficient funds and pawn shop has inherent expertise in this area. In addition, precautionary motive may dominant from client’s perspective and shariah compliances are main factors why they chose rahn. ABSTRAK - Sampai akhir 2010, praktik Gadai di Indonesia tumbuh sangat cepat seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan dana cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Faktor ini menginspirasi beberapa bank syariah dan lembaga pegadaian untuk membuka layanan jasa gadai di tempat mereka. Faktanya, ada beberapa bank syariah yang tertarik untuk membuka layanan jasa dengan berbasis syariah dan malah sebuah perusahaan penggadaian melakukan spin off terhadap unit usaha mereka untuk melakukan pelayanan yang berbasis syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik gadai syariah di Indonesia. Fokus kajian ini terletak pada praktik dan karakteristik dari pelayanan gadai pada perbankan syariah dan Pegadaian Syariah. Selain itu, karakteristik nasabah juga menjadi isu penting untuk dikaji. Hasil kajian ini mengindikasikan bahwa praktik gadai di perbankan syariah masih kurang efisien dibandingkan dengan praktik di Pegadaian Syariah akibat terbatasnya jumlah dana yang tersedia, dan minimnya pengalaman mereka bermain dalam sektor ini. Dari perspektif nasabah, motif keamanan dan kesesuaiannya dengan ketentuan syariah masih menjadi faktor dominan dalam pemilihan gadai syariah.
Implikasi Penetapan Margin Keuntungan pada Pembiayaan Murabahah (Suatu Studi dari Perspektif Islam pada Baitul Qiradh Amanah)
Azharsyah Ibrahim;
Fitria
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/share.v1i2.722
Murabahah is a particular kind of sale that compliant with shariah. In this scheme, the seller expressly mentions the cost he/she incurred on the commodities for sale and sells it to another person by adding some profit thereon which is known to the buyer. It is one of the most popular modes used by Islamic banks. With its fixed margin, it offers the seller a more predictable income stream. This study aims to analyze the implications of the determination of the profit margin for the murabahah financing at an Islamic microfinance called Baitul Qiradh Amanah. Primary data was collected mainly through interviews and observation. The observation was conducted for about two months. During the observation process, co-researcher was directly involved as a trainee at the Baitul Qiradh. Interviews were conducted to clarify some unclear information that was obtained through observation. To strengthen the primary data, the secondary data is also utilized through books, magazines, and other studies. The secondary data is then compared with the findings from the field which is then analyzed using content analysis. The results showed that the profit margins in the initial of profit determination unilaterally bring both positive and negative implications for the clients and the Baitul Qiradh itself. The positive implication is (1) the Baitul Qiradh is able to predict its profit and (2) the clients are prevented from the risk of inflation or economic crisis. While the negative implications are (1) eliminating bargaining power of clients and (2) affect to customer satisfaction that lead to the decrease of number of customers of the Baitul Qiradh. ABSTRAK - Pembiayaan murabahah adalah jual beli barang pada harga pokok dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Dalam skema ini, margin keuntungan biasanya ditetapkan di awal sebelum transaksi terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi penetapan margin keuntungan pembiayaan pada sebuah lembaga keuangan mikro syariah, yaitu Baitul Qiradh Amanah. baik terhadap nasabah ataupun terhadap Baitul Qiradh itu sendiri. Data primer dikumpulkan dengan wawancara dan observasi. Observasi dilakukan selama lebih kurang dua bulan di mana salah seorang peneliti terlibat langsung sebagai trainee di Baitul Qiradh yang menjadi objek penelitian. Wawancara dilakukan untuk memperjelaskan hal-hal yang tidak bisa didapat melalui observasi. Di samping itu, untuk memperkuat data primer, peneliti juga mengumpulkan data sekunder melalui buku-buku, majalah, serta penelitian-penelitian lainnya. Data sekunder ini kemudian dibandingkan dengan temuan lapangan untuk kemudian dianalisis dengan cara content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan margin keuntungan di awal secara sepihak memunculkan implikasi positif maupun negatif baik terhadap nasabah atau Baitul Qiradh sendiri. Implikasi positifnya adalah jelasnya jumlah keuntungan yang didapat Baitul Qiradh dan menghindarkan nasabah dari risiko inflasi atau krisis ekonomi. Sedangkan implikasi negatif adalah menghilangkan daya tawar nasabah. Hal ini berimplikasi pada berkurangnya kepuasan nasabah untuk berurusan dengan Baitul Qiradh.
Pemahaman Nasabah Bank Muamalat Indonesia Banda Aceh Terhadap Akad Mudharabah
Iskandar;
Ilhaamie Abdul Ghani Azmi;
Azian Madun
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/share.v1i2.723
Knowledge and understanding of mudharabah products in Islamic banking is necessity for the customers. Mudharabah is one of banking products pose a great risk, because this involves both the investors and the costumers. For the case of Bank Muamalat Indonesia, customer’s lack of understanding on the mudharabah contract may elevate disputes related to the financing offered by the bank as investor and consequently to the consensus of profit sharing ratio. This study aims to discuss and identify the link between the understanding and the conflicts that occur in Bank Muamalat Indonesia Banda Aceh branch. This is a field research that utilized a quantitative approach in gathering data. The results obtained are analyzed using the SPSS software. The finding shows that there is a link between the understanding and the conflicts that occur in Bank Muamalat Indonesia Banda Aceh. The higher level of customer’s understanding towards the product, the smaller risk of conflict may occur. Thus, the data analysis concludes that there is a small positive relationship between customers' understanding of the mudharabah contract and the disputes possibility. ABSTRAK - Pengetahuan dan pemahaman nasabah terhadap produk mudharabah dalam perbankan syariah sangat diperlukan oleh semua nasabah. Mudharabah adalah salah satu produk perbankan yang menimbulkan resiko yang besar, ini karena akad ini melibat dua pihak, yaitu investor dan nasabah. Pada kasus Bank Muamalat Indonesia, kurangnya pemahaman nasabah terhadap produk Mudharabah akan mendatangkan kemungkinan timbulnya sengketa berkaitan pembiayaan yang dikeluarkan oleh bank sebagai shahibul maal dan kesepakatan nisbah pembagian keuntungan. Kajian ini bertujuan untuk membahas dan mengenal pasti kaitan antara kepahaman dengan konflik yang terjadi di Bank Muamalat Indonesia cabang Banda Aceh. Kajian ini merupakan kajian lapangan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dalam mendapatkan data. Temuan data lapangan dianalisis dengan menggunakan SPSS. Kajian ini mendapati bahwa ada kaitan di antara kepahaman dengan konflik yang terjadi di Bank Muamalat Indonesia Banda Aceh. Semakin tinggi tingkat pemahaman nasabah maka semakin kecil risiko terjadi konflik. Analisis data tersebut menunjukkan hubungan positif kecil antara pemahaman nasabah terhadap akad mudharabah dengan risiko konflik.
Analisis Implementasi Konsep Kafalah pada Bank Syariah Mandiri Banda Aceh: Studi Terhadap Penyelesaian Kontra Garansi Sektor Konstruksi
Hamdani
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/share.v2i1.1421
The study in general aims to study the procedure of bank guarantee in Bank Syariah Mandiri (BSM) Banda Aceh. In specific, this article analyzes the implementation of kafalah concept in resolving counter-guarantee for construction sector in the BSM. The data was gathered through interview with related parties and documentation study of relevant literatures. The collected data was then analyzed using descriptive analysis which included exposing, interpretation, and analysis. The findings show that in order to be approved for the product, customers are required to provide cash guarantees that cover tender, performance, cash advance, and maintenance with a minimum deposit is 10% of the total required amount of financing. In solving the counter-guarantee for the construction sector, the bank asked customers to immediately pay the shortage funds that has been converted to qardh financing in customers’ consent. In case of they do not wish repay or do not accept the convertion, the resolution has to be seek through Badan Arbitrase Syariah as governed by National Sharia Board No.11/DSN-MUI/V/2000. In general, the implementation of kafalah concept in solving the counter-guarantee for construction sector in BSM Banda Aceh has fulfilled shariah compliance especially the maslahah element. It was urgently needed in conducting various economics activities. ABSTRAK - Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengkaji prosedur pemberian bank garansi di Bank Syari’ah Mandiri (BSM) Banda Aceh. Secara khusus, artikel ini menganalisis pengaplikasian konsep kafalah dalam penyelesaian kontra garansi untuk sektor konstruksi pada BSM tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pihak-pihak terkait dan studi dokumentasi terhadap bahan-bahan yang relevan dengan bidang penelitian. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan metode deskriptif analitis dengan cara pemaparan data yang meliputi penguraian, penafsiran dan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pemberian garansi di BSM Banda Aceh, nasabah diharuskan untuk memiliki jaminan tender, jaminan pelaksanaan, jaminan uang muka, dan jaminan pemeliharaan dengan setoran minimal sebesar 10% dari nilai jaminan yang diinginkan nasabah. Dalam penyelesaian kontra garansi untuk sektor konstruksi, pihak bank meminta kepada ‘ashil untuk segera membayar kekurangan dananya yang telah diubah menjadi pembiayaan qardh dengan persetujuan ’ashil. Apabila pihak ‘ashil tidak mau mengganti atau tidak menyetujui kekurangan dana tersebut dirubah menjadi pembiayaan qardh maka berdasarkan fatwa DSN No.11/DSN-MUI/V/2000 diselesaikan melalui Badan Arbitrase Syariah. Secara umum, penerapan konsep kafalah dalam penyelesaian kontra garansi sektor konstruksi pada BSM Banda Aceh telah memenuhi unsur-unsur yang dibolehkan dalam ekonomi Islam terutama karena unsur kemaslahatan dan urgensitas dalam melakukan berbagai aktivitas muamalah dan transaksi ekonomi.
Mekanisme Perhitungan Keuntungan dan Pengaruhnya Terhadap Bagi Hasil (Studi Terhadap Pembiayaan Mudharabah Pada BPRS Hikmah Wakilah Banda Aceh)
Wardiah;
Azharsyah Ibrahim
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/share.v2i1.1403
This study aims to determine the process of calculating the profit of mudharabah financing at BPRS Hikmah Wakilah from an Islamic perspective and its influence on profit sharing. It also aims to explore the mechanism of adjusting the profit-sharing ratio, and the effect of calculating the profitability of mudharabah financing on profit sharing. The method of this research is descriptive analysis. The research data is collected through library research and field research. The results showed that the calculation of profit sharing PT. BPRS Hikmah Wakilah uses revenue sharing system in accordance with the National Sharia Board Fatwa No.15/DSN-MUI/IX/2000 About Principles of Distribution of Business Results in Sharia Financial Institutions. While in the calculation of profit, the BPRS refers to the percentage of total financing and average income earned by the customer and projected the same profit sharing during the financing period. Profit calculation significantly affects the percentage of profit sharing and the period of profit received by the bank. ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perhitungan keuntungan pembiayaan mudharabah pada BPRS Hikmah Wakilah ditinjau menurut hukum Islam, mekanisme penyesuaian nisbah pembagian keuntungan, serta pengaruh perhitungan keuntungan pembiayaan mudharabah terhadap bagi hasil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui library research dan field research. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan bagi hasil, PT. BPRS Hikmah Wakilah menggunakan sistem revenue sharing sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional No.15/DSN-MUI/IX/2000 Tentang Prinsip Distribusi Hasil Usaha Dalam Lembaga Keuangan Syariah. Sementara dalam melakukan perhitungan keuntungan, BPRS merujuk pada persentase jumlah pembiayaan dan pendapatan rata-rata yang diperoleh nasabah serta memproyeksi bagi hasil yang sama selama jangka waktu pembiayaan. Perhitungan keuntungan berpengaruh signifikan terhadap persentase bagi hasil dan jangka waktu penerimaan keuntungan yang akan diterima pihak bank.
Analisis Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Pada Bank Aceh Syariah Banda Aceh
Husnawati
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/share.v2i1.1404
This study aims to identify the systems and procedures that is applied at Bank Aceh Syariah (BAS) Banda Aceh in knowing of its customers. In specific, it aims to analyze the effectiveness of the implementation of Knowing Your Customer (KYC) Principle at BAS. This study employs both primary and secondary data which was obtained through field and library research. The data was analyzed using descriptive analysis method. The results show that in knowing its customers, BAS Banda Aceh taken several steps of customer identification includes the identity check, occupation, source of funds, and the purpose of the use of funds. The implementation of the KYC principle in BAS Banda Aceh has effectively overcome and prevented the banking crimes such as money laundering. The implementation of the principle is intended to embolden the implementation of prudential principles in order to reduce business risks such as operational risk, legal risk, concentration risk, and reputational risk. ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem dan prosedur yang diterapkan Bank Aceh Syariah (BAS) Banda Aceh dalam mengenal nasabah. Secara khusus, penelitian bertujuan untuk menganalisis efektifitas penerapan Prinsip Mengenal Nasabah pada BAS. Data untuk penelitian ini bersumber dari data primer melalui kajian lapangan, dan data sekunder melalui kajian kepustakaan. Analisis data menggunakan metode deskriptif analisis. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa sistem dan prosedur yang diterapkan BAS Banda Aceh dalam mengenal nasabah yaitu identifikasi calon nasabah yang meliputi identitas, pekerjaan, sumber dana dan tujuan penggunaan dana yang dilengkapi dokumen pendukung. Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principle) pada BAS Banda Aceh efektif dalam mengatasi kejahatan-kejahatan dalam dunia perbankan seperti pencucian uang. Penerapan prinsip tersebut dimaksudkan agar mendorong terselenggaranya prinsip kehati-hatian dalam rangka mengurangi risiko usaha yang dihadapi bank dalam menjalankan kegiatan usaha yaitu operational risk, legal risk, concentration risk, dan reputational risk.
Implikasi Perubahan Kebijakan Pola Pelunasan Pembiayaan Murabahah Pada PT. Bank Aceh Syariah Capem Sigli
Uswatun Hasanah;
Azharsyah Ibrahim
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/share.v2i1.1405
Bank Aceh Syariah has altered its policy on the installment pattern of murabahah financing as of December 2010. This changing was triggered by the decrease of margin in Bank Aceh Syariah. Therefore, this study aims at studying the mechanism of installment of murabahah financing before and after the policy changes. This article also intends to identify the risks that appears due to the decrease of margin in Bank Aceh Syariah and also analyze the view of Islamic economis towards the changes. Data for this study was gathered through intreview, observation and documentation study. The data was analyzed using descriptive analysis method. The findings show that there are two mechanisms of installment for murabaha financing at the bank. In first mechanism, bank only required its customers to pay the remaining installment plus the administrative cost, whereas in second mechanism after the policy change, bank provide discount to the customer. The risk encounter is the decrease of income for the bank itself. In Islamic economics perspective, the policy changes on murabahah financing is allowed with the condition no party is harmed and the agreed price on is the final price. ABSTRAK - Bank Aceh Syariah telah melakukan perubahan kebijakan pola pelunasan pembiayaan murabahah periode maju pada awal Desember 2010. Perubahan ini disebabkan karena adanya penurunan margin pada Bank Aceh Syariah. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme pelunasan pembiayaan murabahah periode maju sebelum dan sesudah adanya perubahan kebijakan. Tulisan ini juga akan mengidentifikasi resiko yang timbul akibat adanya penurunan margin pada Bank Aceh Syariah atas pembiayaan nasabah dan menganalisis pandangan ekonomi Islam terhadap perubahan tersebut. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara dan observasi serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mekanisme pelunasan pembiayaan murabahah periode maju sebelum dan sesudah adanya perubahan kebijakan. Pada mekanisme pertama, bank hanya mewajibkan nasabah untuk membayar sisa angsuran pokok ditambah dengan biaya administrasi, sedangkan mekanisme kedua setelah adanya perubahan kebijakan pola pelunasan periode maju, bank memberikan diskon atau potongan kepada nasabah. Resiko yang ditimbulkan akibat penurunan margin adalah berkurangnya pendapatan bagi pihak bank sendiri. Adapun pandangan hukum Islam terhadap perubahan kebijakan yang dilakukan pihak bank ini dapat bolehkan, karena tidak ada pihak yang akan dirugikan dan harga yang disepakati pada pembiayaan murabahah adalah harga akhir.