cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
COPE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 01: Februari 2003" : 6 Documents clear
PENGEMBANGAN KECAKAPAN HIDUP MELALUI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH Ishartiwi Ishartiwi
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 7, No 01: Februari 2003
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3571.331 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v7i01.5422

Abstract

Belajar pada hakikatnya merupakan proses pemecahan masalah yang ada di lingkungannya. Proses belajar di sekolah harus dapat memfasilitasi siswa untuk mencapai kematangan individu agar mampu bertahan hidup. Hasil belajar siswa mencakup kemampuan yang komprehensif. Hasil belajar mencerminkan kemampuan siswa untuk memecahkan permasalahan-permasalahan realita dalam kehidupan. Kondisi ini memerlukan pendekatan pembelajaran yang dapat menumbuhkan kesadaran dan pembiasaan agar peka terhadap permasalahan kehidupan.
PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI AKTUALISASI DIRI GURU PROFESIONAL Sriningsih, Cicilia
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 7, No 01: Februari 2003
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4146.38 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v7i01.5423

Abstract

Guru profesional adalah guru yang dirinya sebagai guru dengan baik, sehingga teladan bagi siswanya. terutama guru gang peranan mengembangkan mungkin. Bakat, dapat menjadi Guru Sekolah Dasar kelas, dalam hal ini memegang peranan penting potensi terutama dalam siswa seoptimal minat, kemampuan dan kemauan siswa akan dapat dikembangkan oleh guru seoptimal mungkin mampu memahami perkembangan aktualisasi apabila setiap guru dan memperhatikan kejiwaan siswanya. Melalui aktualisasi guru yang profesional tentunyasiswa akan dapat menemukan apa yang diharapkan dan dibutuhkan dariseorang guru. Pernyataan tersebut menuntut guru agar: (l) menguasai  kompetensi dan melaksanakan dasar keguruan, (2) memahami perkembangan kejiwaan mengaktualisasikan siswa, dan (3) diri secara profesional. Dengan demikian, peningkatan mutu pendidikan melalui aktualisasi guru yang profesional dapat dicapai.
PERAN PENGUATAN DALAM PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR Mardjuki Mardjuki
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 7, No 01: Februari 2003
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5068.128 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v7i01.5424

Abstract

Pembangunan Nasional bangsa Indonesia membutuhkan manusia berkualitas. Untuk memenuhi kebutuhan itu diperlukan pendidikan yang bermutu ditentukan oleh kualitas pembelajaran. Dalam hal ini guru sangatbesar peranannya, memotivalor maka guru harus mampu memotivator belajar siswa. Memberikan penguatan merupakan salah satu yang harus dilakukan. Belajar merupakan perilaku yang diulang-ulang. Prestasi akanmeningkat apabila siswa selalu belajar dengan giat. Agar siswa mau melakukan kegiatan belajar yang lebih baik diperlukan penguatan. Penguatan adalah respons terhadap suatu tingkah laku yang dapat memungkinkan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Jenispenguatan ada (1) penguatan verbal dan (2) penguatan nonverbal yangmeliputi: mimik, gerakan badan, mendekati, sentuhan, memberikan simbul/benda, dan penguatan tak penuh. Penguatan harus diberikan dengan tepat, dan pirgroto, harus bervariasi. Penguatan yang  efektif akan mendorong siswa untuk menguali perilaku yang lebih baik. Mengulangi perilaku atau belajar yang lebih baik akan meningkatkanprestasi yang dimiliki. Sehingga penguatan sangat berperan terhadappeningkatan prestasi belajar siswa
SELF MONITORING SEBAGAI STRATEGI BELAJAR METAKOGNITIF Bakhtiar Bakhtiar
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 7, No 01: Februari 2003
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4744.888 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v7i01.5425

Abstract

Motivasi Belajar sebagai kemampuan iternal pada diri siswa. Perlu dikelola oleh para guru sebagai bekal awal siswa dalam belajar. Guru berperan secara eksternal untuk mendorong siswa agar tumbuh kesadaran diri tentang kemampuannya. Motivasi juga merupakan kekuatan pada individu yang berperan untuk menata dan menstrukturkan perolehan hasilbelajar. Oleh karena itu penumbuhan  motivosi ini merupakan salah satubidang garapan bimbingan belajar siswa. Kesadaran diri akan muncul jika seseorang dapat mengontrol sendiri tentang kemajuan belajar yang telahdicapai. Terkait dengan hal tersebut, maka self monitoring dipandang sebagai salah satu alternative cara peningkatan motivasi belajar siswa
DIAGNOSIS HAMBATAN PRAKTIKAN D-II PGSD DALAM MENGAPLIKASIKAN KETERAMPILAN MENGELOLA KELAS Sujati Sujati
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 7, No 01: Februari 2003
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v7i01.5420

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hambatan-hambatan yang dialami oleh praktikan D-II PGSD UNY dalam mengaplikasikan keterampilan mengelola kelas dalam praktik mengajar di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan setting classroom research, dimana peneliti melakukan penelitian terhadap sepuluh orang praktikan yang sedang dibimbing praktik mengajar di SD Samirono Yogyakarta pada tahun 2001. Data penelitian dikumpulkan melalui pengamatan yang dibantu dengan daftar cek. Daftar cek tersebut divalidasi dengan pendekatan validitas isi. Data yang telah terkumpula dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa secara umum keterampilan praktikan dalam hal mengelola kelas masih tergolong lemah. Secaraanatomis bagian yang tergolong lemah adalah pada bagian: memberi pernyataan; memberi aksentuasi pada hal yang posilif; memberi tantangan dan menuntut  tanggung jawab; pemberian penguatan denganmenggunakan mimik, sentuhan, gerakan dan benda. Hal-hal yang dipandang sudah baik tersebut adalah pandangan praktikan, gerak mendekati, membagi perhatian, menegur siswa yang tidak acuh terhadap pelajaran, dan memberi penguatan secara verbal
PENGAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) Totok Setyadi
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 7, No 01: Februari 2003
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v7i01.5421

Abstract

Seiring dengan diluncurkannya Konsep Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang resminya akan diberlakukan tahun 2004, trend baru dalam pembelajaran yang dikenal dengan Pendekatan Teaching Learning (CTL) muncul dan mengemuka dengan berbagai kelebihan. Maka tidaklah mengherankan bila hampir seluruh komponen yang terkait dengan dunia pendidikan berusaha untuk memahami, menggali, dan selanjutnya mencoba mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran. Terlebih guru yang memang jelas sebagai pelaku di lapangan mau tidak mau beradaptasi dan mengikuti perkembangan di dunia pendidikan. Ditinjau dari maksudnya, CTL sudah menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan nyata. Semakin dekat dengan lingkungan/kehidupan nyata maka siswa diharapkan akan lebih dapat belajar dan mengembangkan diri secara alamiah bukan terpaksa atau dipaksa oleh siapapun. Disamping itu melalui CTL juga diharapkan siswa dapat lebih berperan aktif sementara di sisi lain guru akan tidak lagi terlalu mendominasi PBM sehingga baik siswa mauoun guru akan "enjoy" melakukan tugas dan fungsi masing-masing

Page 1 of 1 | Total Record : 6