cover
Contact Name
Eka Oktavianto
Contact Email
ekaoktavianto12@stikessuryaglobal.ac.id
Phone
+6285851912785
Journal Mail Official
ekaoktavianto12@stikessuryaglobal.ac.id
Editorial Address
Yayasan Cendekia Sehat Nusantara, Perum Pondok Indah Banguntapan Blok B. 21, RT. 10 Mertosanan Wetan, Bangutapan Bantun.
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keparawatan
ISSN : 30643163     EISSN : 30643163     DOI : https://doi.org/10.66689/csjpk.vi
Core Subject :
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keparawatan (CSJPK) merupakan jurnal ilmiah dalam lingkup bidang penelitian keperawatan. Jurnal ini berisi artikel-artikel ilmiah hasil penelitian baik yang bersifat original artikel maupun penelitian literatur review. Jurnal ini memfasilitasi para ilmuan maupun praktisi di area keperawatan baik kalangan akademisi, klinisi, maupun mahasiswa keperawatan untuk mempublikasikan hasil penelitianya. Periode penerbitan jurnal ini adalah dua kali setiap tahunya yakni pada bulan Mei dan bulan November dengan nomor e-ISSN: 3064-3163. Setiap issue akan menerbitkan 10 artikel. Seluruh artikel yang masuk akan dilakukan double-blind peer review dan editorial review sebelum diterima dan diterbitkan. Hak Cipta dilindungi oleh hukum. Dilarang memperbanyak bagian atau isi dari jurnal tanpa izin dari penerbit. Lingkup jurnal ini adalah semua area di keilmuan keperawatan, antara lain: Keperawatan Komplementer, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Medikal Bedah/Dewasa, Keperawatan Kritis, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Gerontik, Keperawatan Keluarga, Managemen Keperawatan, dan Pendidikan Dalam Keperawatan
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
Efektivitas terapi bekam essential oil bergamot terhadap kecemasan pada mahasiswa yang mengalami Acne vulgaris: The effectiveness of bergamot essential oil cupping therapy on anxiety in students suffering from Acne vulgaris Neng Risma Pujiastuti; Aris Setyawan; Eka Oktavianto; Dian Nur Adkhana Sari
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 1 Nomor 2, November 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.44

Abstract

Latar Belakang: Acne vulgaris umum terjadi pada remaja dan menunjukkan prevalensi kecemasan yang tinggi. Terapi bekam yang dikombinasikan dengan essential oil bergamot memiliki kandungan sifat pereda kecemasan, stress, anti jamur, anti karsinogenik, pembasmi radikal dan juga sifat penurunan kadar androgen yang efektif dalam pemulihan acne vulgaris dan kecemasan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi bekam essential oil bergamot dalam mengatasi kecemasan pada mahasiswa yang mengalami acne vulgaris di STIKes Surya Global Yogyakarta. Metode: Jenis penelitianya adalah pre eksperimen dengan rancangan one group pretest and posttest design without control. Populasi dalam penelitian ini adalah 45 mahasiswa yang mengalami acne vulgaris. Sampel berjumlah 15 responden. Responden sebelum diberikan perlakuan, diberi lembar kuesioner (pre test) untuk diukur skor kecemasan. Kemudian dilakukan intervensi satu kali pembekaman dan mengajarkan terapi mandiri selama satu pekan pemakaian essential oil bergamot secara topikal sebelum tidur dan dilanjutkan post test untuk mengetahui skor kecemasan setelah dilakukan terapi. Analisis data menggunakan uji Paired T-Test. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kecemasan zung self-rating anxiety scole (ZSAS). Hasil: Terdapat perubahan skor kecemasan responden antara sebelum dan sesudah diberikan terapi bekam essential oil bergamot. Skor rata –rata sebelum intervensi sebesar 67,73 dan sesudah terapi turun menjadi 48,86. Terjadi peneurunan skor kecemasan sebesar 13,87. Nilai p dari uji paired t test didapatkan sebesar 0,000 (nilai p<0.05). Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian terapi bekam essential oil bergamot terhadap penurunan kecemasan remaja yang mengalami masalah acne vulgaris pada mahasiswa STIKes Surya Global Yogyakarta.
Fisioterapi dada pada pengelolaan bersihan jalan nafas tidak efektif anak pra sekolah dengan infeksi saluran pernapasan akut: Chest physiotherapy in the management of ineffective airway clearance in pre-school children with acute respiratory infection. Diah Ayu Pitaloka; Eka Adimayanti
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.45

Abstract

Latar belakang: Anak prasekolah beresiko mengalami penyakit. Salah satunya adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang biasanya ditandai dengan batuk dan pilek, sehingga dapat menganggu bersihan jalan napas. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengeluarkan sekret pada anak adalah dengan fisioterapi dada. Fisioterapi dada adalah tindakan rehabilitasi untuk menangani gangguan pada saluran pernapasan.  Fisioterapi dada terdiri dari beberapa metode yaitu perkusi, vibrasi, dan postural drainage. Tujuan: Tujuan penulisan ini  memberikan gambaran pengelolaan bersihan jalan napas tidak efektif dengan fisioterapi dada pada anak pra sekolah dengan ISPA. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif berupa laporan kasus asuhan keperawatan. Pendekatan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi dan evaluasi. Tindakan yang dilakukan adalah pemberian fisioterapi dada 30 menit selama 3 kali kunjungan di rumah responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar asuhan keperawatan. Hasil: Hasil dari pengelolaan asuhan keperawatan dengan melakukan fisioterapi dada selama 3 hari masalah bersihan jalan napas tidak efektif teratasi sebagian. Suara ronkhie yang sebelumnya terdengar setelahnya sudah berkurang, frekuensi pernapasan sebelumnya 27 menjadi 21 kali permenit. Anak tidak lagi tampak sesak setelahnya. Secret dapat dikeluarkan setelah dilakukan tindakan. Batuk responden lebih produktif. Simpulan: Asuhan keperawatan dengan melakukan fisioterapi dada efektif untuk mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada anak prasekolah dengan ISPA.
Diab-edu (diabetes edutainment): inovasi digital berbasis edutainment sebagai upaya pencegahan diabetes melitus: Diab-edu (diabetes edutainment): digital innovation based on edutainment as an effort to prevent diabetes mellitus Anjasmara; Niken Setyaningrum; Andri Setyorini; Ardhian Indra Darmawan
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 1 Nomor 2, November 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.49

Abstract

Latar belakang: Era digital yang terus berkembang menjadi hal positif dalam perkembangan system layanan kesehatan yang berbasis akurasi data dan tepat guna. Angka kejadian diabetes yang mengalami peningkatan berharap dapat diimbangi pencegahan dan penanganan dengan adanya tekonologi dalam layanan kesehatan. Tujuan: Membuat dan menguji aplikasi edutainment yang berorientasi pada pencegahan dan penangan diabetes melitus. Metode: Penulis melakukan kajian secara kolektif data dari media akurat dan artikel penelitian terkait layanan kesehatan digital pada penderita Diabetes. Informasi yang didapatkan diaktualisasikan dalam bentuk layanan digital yang didalamnya terdapat unsur pencegahan dan penanganan pada penderita diabetes. Bentuk layanan digital tersebut dibuat dalam bentuk aplikasi yang bisa diakses menggunakan smartphone penderita. Konten yang berada didalam aplikasi “Diab-edu (diabetes edutainment)” dikaji oleh dosen yang memiliki kapasitas dalam bidang informatika dan penyakit diabetes melitus. Kemudian dilakukan uji etik terkait akses yang dapat dilakukan oleh masyarkat umum mulai dari anak – anak sampai lansia. Hasil: Inovasi yang telah didesain dengan bentuk aplikasi yang diberi nama “Diab-edu (diabetes edutainment)” yang kemudian akan dilanjutkan dan diajukan dalam platform google play store dan app store. Menu yang berada dalam aplikasi tersebut terdiri dari menu utama yaitu tampilan awal aplikasi, profil aplikasi, sign in. Menu kedua yaitu video uploader, create crossword, edu, quiz, lets walk, food kalkulator dan redeem points. Simpulan: Aplikasi ini merupakan versi awal yang focus pada penyakit diabetes dan diharapkan pada waktu berikutnya mengalami penambahan konten dan keragaman jenis penyakit.
Pengetahuan dan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja putri di SMA Sinar Husni Medan: studi korelasional: Knowledge and behavior of breast self-examination (BSE) among adolescent girls at Sinar Husni High School Medan: correlational study Etika Iskandar Br. Ginting; Sarmiati; Utari
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 1 Nomor 2, November 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.52

Abstract

Latar belakang: Kanker payudara dapat menyerang wanita baik itu remaja maupun wanita dewasa. Masih rendahnya upaya deteksi dini melakukan periksa payudara sendiri dan pemeriksaan payudara klinis menjadi penyebab meningkatkatnya kanker payudara hingga menyebabkan meningkatnya angka kematian. Banyak faktor yang kemungkinan menyebabkan rendahnya pemeriksaan SADARI salah satunya adalah faktor pengetahuan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang SADARI dengan perilaku SADARI pada remaja di SMA Sinar Husni Medan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan menggunakan rancangan cross-sectional. Populasinya seluruh remaja putri di SMA Sinar Husni Medan yang berjumlah 73 anak. Jumlah sampel penelitian sebanyak 60 sampel yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Mayoritas remaja memiliki pengetahuan tentang SADARI dalam kategori kurang yakni sebanyak 38 anak (63,3%) serta mayoritas tidak melakukan SADARI yakni sebanyak 52 anak (86,7%). Remaja yang memiliki pengetahuan SADARI dalam kategori kurang akan cenderung untuk tidak melakukan SADARI yakni sejumlah 36 anak (60,0%). Hasil uji statistik korelasi antara pengetahuan SADARI dengan perilaku SADARI menggunakan uji Chi-square didapatkan nilai signifikansi p sebesar 0,016 (nilai p<0.005). Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan SADARI dengan perilaku SADARI.
Pengaruh video edukasi pertolongan pertama luka bakar terhadap tingkat pengetahuan ibu PKK di Dusun Trayeman Kalurahan Pleret Bantul Yogyakarta: The influence of first aid education videos burns on the level of knowledge of PKK Mothers in Trayeman Hamlet, Pleret Village, Bantul, Yogyakarta Arnia Ningsih Hamid; Niken Setyaningrum
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.54

Abstract

Latar belakang: Luka bakar merupakan cedera yang terjadi pada jaringan kulit atau jaringan lain yang disebabkan karena benda panas atau radiasi, radioaktivitas, listrik, gesekan atau terkena bahan kimia. Pertolongan pertama luka bakar adalah salah satu upaya untuk menyelamatkan kehidupan dan mencegah tingkat keparahan luka bakar. Keberhasilan dalam melakukan pertolongan pertama dirumah dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pertolongan pertama luka bakar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh video edukasi pertolongan pertama luka bakar terhadap tingkat pengetahuan ibu PKK di Dusun Trayeman, Kalurahan Pleret, Bantul, Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini pre eksperimen dengan menggunakan desain penelitian one group pre-test post-test. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 143 ibu PKK di Dusun Trayeman Kalurahan Pleret, Bantul, Yogyakarta dan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah 23 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Skor rata-rata pengetahuan sebelum diberikan edukasi sebesar 47,8 meningkat menjadi 91,3 setelah diberikan edukasi pertolongan pertama luka bakar. Perubahan skor pengetahuan antara sebelum dan sesudah adalah 36,96. Hasil uji wilcoxon didapatkan nilai p = 0.000. Simpulan: Terdapat pengaruh edukasi pertolongan pertama terhadap pengetahuan ibu tentang luka bakar pada ibu PKK di Dusun Trayeman Kalurahan Pleret, Bantul, Yogyakarta.
Pengaruh video edukasi pertolongan pertama luka bakar terhadap tingkat motivasi ibu PKK di Dusun Trayeman Kalurahan Pleret Bantul Yogyakarta: The influence of first aid education videos burns on the level of Motivation of PKK Mothers in Trayeman Hamlet, Pleret Village, Pleret District, Yogyakarta. Winda Purwanti Nurind; Niken Setyaningrum
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.56

Abstract

Latar belakang: Luka bakar merupakan cedera yang terjadi pada jaringan kulit atau jaringan lain yang disebabkan karena benda panas atau radiasi, radioaktivitas, listrik, gesekan atau terkena bahan kimia. Pertolongan pertama luka bakar adalah salah satu upaya untuk menyelamatkan kehidupan dan mencegah tingkat keparahan luka bakar. Keberhasilan dalam melakukan pertolongan pertama dirumah dapat dilakukan dengan meningkatkan motivasi masyarakat terkait pertolongan pertama luka bakar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh video edukasi pertolongan pertama luka bakar terhadap motivasi ibu PKK di Dusun Trayeman, Kalurahan Pleret, Bantul, Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini pre eksperimen dengan menggunakan desain penelitian one group pre-test post-test. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 143 ibu PKK di Dusun Trayeman Kalurahan Pleret, Bantul, Yogyakarta. Teknik sampling yang digunakan ialah purposive sampling dengan jumlah sampel 23 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Skor rata-rata motivasi sebelum diberikan video edukasi sebesar 60,43 dan sesudah diberikan video edukasi 97,39. Terdapat perubahan nilai rata-rata sebesar 36,96. Hasil uji wilcoxon didapatkan nilai p = 0.00 (p value <0,05). Simpulan: Terdapat pengaruh edukasi pertolongan pertama terhadap motivasi ibu tentang luka bakar pada ibu PKK di Dusun Trayeman Kalurahan Pleret, Bantul, Yogyakarta.
Pengaruh terapi akupresur pada titik hegu (LI 4) terhadap dismenorea pada siswi putri di sekolah MA Mafaza Bantul Yogyakarta: The effect of acupressure therapy on the hegu point (LI 4) on dysmenorrhea in female students at MA Mafaza Bantul Yogyakarta school Risda Nuraini; Eka Oktavianto; Aris Setyawan
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.99

Abstract

Latar Belakang: Dismenorea yg dialami oleh sebagian remaja putri memiliki gejala dengan tingkat yang berbeda dan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman sehingga dapat mengganggu aktifitas sehari-hari. Penanganann disminorea secara nonfarmakologis sangatlah penting untuk mendukung ataupun menggantikan terapi farmakologis. Salah satu terapi komplementer untuk meredakan dismenorea adalah akupresur. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi akupresur pada titik hegu (LI 4) terhadap dismenorea pada siswi putri di sekolah MA Mafaza Bantul. Metode: Penelitian ini berjenis praeksperimental dengan rancangan one group pre-post test only design. Responden pada peneitian ini yaitu siswi di MA Mafaza Bantul yang mengalami dismenorea. Populasi pada penelitian ini adalah siswi putri di sekolah MA Mafaza Bantul yang mengalami dismenorea berjumlah 64 siswi. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 25 orang dengan teknik sampling yang digunakan yaitu acidental sampling. Intervensi yang dilakukan adalah pemberian akupresur pada titik hegu (LI4). Instrumen yang digunakan adalah Numeric Rating Scale. Hasil: Rata-rata skor nyeri haid pada responden sebelum diberikan terapi akupresur adalah 7,08 lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata setelahnya yakni  4,08. Terjadi penurunan skor nyeri sebesar 3,00 setelah diberikan terapi akupresur. Nilai p hasil uji Wilcoxon = 0,000 (nilai p < 0,05).
Pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan video animasi terhadap pengetahuan sarapan pada anak usia sekolah dasar: The influence of health education using animated videos on knowledge of breakfast in elementary school children Abel Adellia Salsabila; Eka Oktavianto; Suryati; Endar Timiyatun
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.100

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan sarapan banyak dialami oleh anak usia sekolah. Kebiasaan sarapan yang buruk akan berdampak pada status nutrisi anak. Perlu dilakukan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuaan tentang sarapan pada anak usia sekolah. Tujuan: Mengetahui adanya pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan video animasi terhadap pengetahuan tentang sarapan pada anak usia sekolah. Metode: Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan rancangan one-group pre-post test design. Responden pada penelitian ini yaitu siswa kelas 4 dan 5 di SD Negeri Wonolelo. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 4 dan 5 SD Negeri Wonolelo yang berjumlah 41 siswa. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling dengan jumlah 36 responden. Intervensi yang dilakukan adalah pendidikan kesehatan dengan menggunakan media video animasi. Instrumen yang digunakan yaitu menggunakan kuesioner. Uji yang digunakan adalah uji wilcoxon. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan menggunakan video animasi sebesar 70,83. Rata-rata skor pengetahuan responden setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan video animasi sebesar 99,44. Terjadi peningkatan skor pengetahuan sebesar 28,61. Nilai p dari uji Wilcoxon = 0,000 (nilai p < 0,05). Simpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan video animasi terhadap pengetahuan tentang sarapan pada anak usia sekolah (nilai p<0,05).
Perbandingan efektifitas pijat oksitosin dengan pijat refleksi terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui bayi 0-6 bulan di Queen Baby Spa Purwomartani: Comparison of the effectivitass of oxytocin massage with reflexology massage on breast milk adequacy in breastfeeding mothers 0 -6 months at Queen Baby Spa Purwomartani Putri Fatma Sari; Dian Nur Adkhana Sari; Eka Oktavianto; Niken Setyaningrum
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.101

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan kecukupan ASI pada ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan merupakan salah satu upaya penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal. Manfaat ASI yang tak tergantikan dalam memberikan nutrisi terbaik dan melindungi bayi dari berbagai penyakit. Banyak ibu mengalami tantangan dalam memproduksi ASI, sehingga diperlukan intervensi yang dapat mendukung keberhasilan menyusuis seperti pijat oksitosin dan pijat refleksi. Tujuan: Mengetahui ada atau tidaknya perbedaan efektivitas antara pijat oksitosin dengan pijat refleksi terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui bayi 0 – 6 bulan. Metode: Penelitian ini berjenis pra eksperiment dengan rancangan one-group pre-post test design, yang dimana nantinya akan dijadikan kelompok eksperimen 1 pijat oksitosin dan kelompok eksperimen 2 pijat refleksi. Sampel dalam penelitian ini ibu menyusui bayi 0 – 6 bulan yang berada di Queen Baby Spa Purwomartani. Jumlah sampel 40 ibu menyusui dengan 20 ibu menyusui pada masing – masing kelompok. Uji ststistik menggunakan uji Wilcoxon. Tehnik yang dugunakan yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner kecukupan ASI. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukan perubahan signifikan intensif kecukupan ASI. Sebelum diberikan intervensi sebesar 4,80 dan sesudah diberikan intervensi pijat oksitosin menjadi 7,56, selisih dari hasi pre-post yaitu 2,85 dengan nilai p = 0.000 (nilai p < 0,005). Sedangkan pijat refleksi sebelum diberikan 5,55 dan sesudah diberikan intervensi pijat refleksi 7,85, selisih dari hasil pre-post yaitu 2,85 dengan nilai p = 0.000 (nilai p < 0,005). Simpulan: Pijat oksitosin maupun pijat refleksi sama–sama dapat meningkatkan kecukupan ASI dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan di antara keduanya.
Efektivitas pijat oksitosin terhadap kecukupan asi pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan: studi pra-eksperimental di Queen Baby Spa Sleman: Effectiveness of oxytocin massage on breast milk adequacy among breastfeeding mothers of infants aged 0–6 months: a pre-experimental study at Queen Baby Spa Sleman Annisa Ulfa; Dian Nur Adkhana Sari; Endar Timiyatun; Andri Setyorini
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.102

Abstract

Latar Belakang: Banyak ibu menyusui mengalami kendala dalam kecukupan ASI, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya stimulasi hormon oksitosin. Pijat oksitosin merupakan salah satu metode nonfarmakologis yang bertujuan merangsang pelepasan hormon oksitosin agar kecukupan ASI pada ibu menyusui tercukupi. Tujuan: Mengetahui efektivitas pijat oksitosin terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui usia 0-6 bulan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain one group pre-test post-test. Sampel terdiri dari 20 ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Intervensi yang diberikan yaitu pijat oksitosin yang berdurasi 10-15 menit selama 3 hari berturut-turut. Pengukuran kecukupan ASI dilakukan menggunakan kuesioner kecukupan ASI yang terdiri dari 8 butir pertanyaan. Data dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil:  Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 4,80 dan nilai rata-rata posttest sebesar 7,65. Selisih antara keduanya menunjukkan peningkatan sebesar 2,85. Dari hasil analisis dengan Wilcoxon didapatkan hasil nilai p= 0,000 (nilai p<0,05) yang artinya terdapat perbedaan skor kecukupan ASI sebelum dan sesudah pemberian intervensi berupa pijat oksitosin. Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pijat oksitosin terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui usia 0-6 bulan.

Page 2 of 4 | Total Record : 35