cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Saintek
ISSN : 14123991     EISSN : 25287036     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 2: Oktober 2018" : 7 Documents clear
THE EFFECT OF MICRO PARTICLE STEEL SLAG TOWARDS PHOSPOROUS AND HYDROGEN ON ANDISOLS Rosi Rosidah; Rina Devnita; Ridha Hudaya; Rachmat Haryanto
Jurnal Penelitian Saintek Vol 23, No 2: Oktober 2018
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2434.228 KB) | DOI: 10.21831/jps.v23i2.19405

Abstract

This study was aimed at determining the effect of steel slag micro particles on Phosphorus (p), p-available retention and interchangeable Hydrogen (h-dd) on Andisol. The material used in this study was Andisol and steel slag. The Andisol was obtained from PTPN VIII-Ciater tea plantations (1250 m asl) on the eastern slope of Tangkuban Perahu Mountain, Subang, West Java. The steps taken were soil sampling using disturbed soil extraction methods using Minipit technique, soil sample filtering, weighing, mixing soil samples with steel slag from PT Krakatau Steel Serang, refining done using the Top-Down method, incubating and then analyzing properties soil chemistry. The chemical properties of the soil analyzed were P, P-available and H-dd retention. P retention was analyzed by the Blackmore method, P-available was analyzed using the Bray I, Bray II, and Olsen methods. H-dd was analyzed by the Titration method. The data obtained were then carried out statistical tests with variance analysis (ANOVA) with RAL environmental design and Duncan test. The results showed that the micro-application of steel slag particles had an effect on available P and P retention but had no affect on H-dd.PENGARUH PARTIKEL MIKRO TERAK BAJA TERHADAP RETENSI FOSFOR DAN HIDROGEN PADA ANDISOLPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh partikel mikro terak baja terhadap retensi Fosfor (p), p-tersedia dan Hidrogen dapat dipertukarkan (H-dd) pada Andisol. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah andisol dan terak baja. Andisol didapat dari perkebunan teh PTPN VIII-Ciater (1250 m dpl) pada lereng bagian timur Gunung Tangkuban Perahu, Subang, Jawa Barat. Tahapan yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah menggunakan metode pengambilan tanah terganggu dengan teknik minipit, penyaringan sample tanah, penimbangan, pencampuran sampel tanah dengan terak baja yang berasal dari PT Krakatau Steel Serang, penghalusan yang dilakukan dengan metode Top-Down, penginkubasian dan kemudian penganalisaan sifat kimia tanah. Sifat kimia tanah yang dianalisi adalah retensi P, P-tersedia dan H-dd. Retensi P dianalisis dengan metode Blackmore, P-tersedia dianalisis menggunakan metode Bray I, Bray II, dan Olsen. H-dd dianalisi dengan metode titrasi. Data yang didapat selanjutnya dilakukan uji statistik dengan analisis sidik ragam (Anova) dengan rancangan lingkungan RAL dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aplikasi mikro partikel terak baja berpengaruh terhadap retetnsi P dan P-tersedia tetapi tidak berpengaruh terhadap H-dd.
ISOLATION AND IDENTIFICATION OF SECONDARY METABOLIT COMPOUNDS IN ETIL ASETIC FRACTIONS ON MINDI LEAF Nurul Lutfia; Sri Atun
Jurnal Penelitian Saintek Vol 23, No 2: Oktober 2018
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.647 KB) | DOI: 10.21831/jps.v23i2.20966

Abstract

This study was aimed at isolating and identifying secondary metabolites contained in the ethyl acetate fraction of parasitic leaves (Dendrophthoe falcata (L.f)) Ettingsh which attaches to the stem of Mindi plants (Melia azedarach). The subjects in this study were leaves of parasitic plants on Mindi plants. While the objects in this study were secondary metabolites from the ethyl acetate fraction of the leaves of parasite plants attached to the mindi plant. The research method was carried out by extracting macerated leaves of D. falcata with ethanol solvents. The ethanol extract obtained was partitioned using n-hexane, chloroform, and ethyl acetate. Ethyl acetate fraction was separated by gravity column chromatography (CCG). The relatively non-polar fraction that has shown a single stain is tested for purity using 3 different types of solvents and identified using UV-Vis, IR, and GC-MS. The results showed that the compounds that could be isolated and identified from the relatively non-polar ethyl acetate fraction of D. falcata leaves were stigmast-5-en-3β-ol with an abundance of 6.49%, having a molecular weight of m / z 414 with base peak 55. Compounds sterols are compounds commonly found in parasitic plantsISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER PADA FRAKSI ETIL ASETAT DAUN MINDIPenelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam fraksi etil asetat daun benalu (Dendrophthoe falcata (L.f)) Ettingsh yang menempel pada batang tumbuhan Mindi (Melia azedarach). Subjek dalam penelitian ini adalah daun tumbuhan benalu pada tanaman mindi. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah senyawa metabolit sekunder dari fraksi etil asetat daun tumbuhan benalu yang menempel pada tanaman mindi. Metode penelitian dilakukan dengan ekstraksi maserasi daun D. falcata dengan pelarut etanol. Ekstrak etanol yang diperoleh dipartisi menggunakan n-heksana, kloroform, dan etil asetat. Fraksi etil asetat dipisahkan secara kromatografi kolom gravitasi (KKG). Fraksi relatif non polar yang sudah menunjukkan noda tunggal diuji kemurniannya menggunakan 3 jenis pelarut yang berbeda dan diidentifikasi menggunakan UV-Vis, IR, dan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan senyawa yang dapat diisolasi dan diidentifikasi dari fraksi etil asetat relatif nonpolar daun D. falcata adalah stigmast-5-en-3β-ol dengan kelimpahan 6,49 %, memiliki berat molekul m/z 414 dengan base peak 55. Senyawa sterol merupakan senyawa yag lazim ditemukan dalam tumbuhan benalu.  
THE EFFECT OF GENOTYPE QUALITY OF UNPAD SWEET CORN SEEDS TOWARDS ITS PHYSIOLOGICAL QUALITY Niki Rahayu; Anne Nuraini; Sumadi Sumadi
Jurnal Penelitian Saintek Vol 23, No 2: Oktober 2018
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.084 KB) | DOI: 10.21831/jps.v23i2.19266

Abstract

This study was aimed at determining the effect of genotype quality of Unpad sweet corn seeds on physiological quality after four months of storage. The experimental design used was a completely randomized design with a treatment factor of 16 genotypes of sweet corn with 2 replications. The data were analyzed using the F test, if there was a significant difference in Scott Knott’s test at the level of 5%. All of the seed genotypes had different qualities, so there was a significant difference in 100 grain weight parameters, germination and simultaneous growth based on ANOVA test. Seeds that had good initial physical quality are able to maintain quality until the end of storage period. After the storage period there is the best genotype, namely with code 613 which is able to maintain its physical-physiological quality until the end of storage. Based on the results of the study, it can be concluded that the genotype of sweet corn seed npad Genotype 613 (P5 x P1 (x) (3)) has good physical and physiological qualities and can be used as a candidate for hybrid elders. This is seen from the quality of seeds that meet the requirements of quality seed characters from 100 grain weight parameters and germination.PENGARUH MUTU GENOTIP BENIH JAGUNG MANIS UNPAD TERHADAP MUTU FISIOLOGISPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutu genotip benih jagung manis Unpad terhadap mutu fisiologis setelah empat bulan penyimpanan. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan faktor perlakuan 16 genotipe jagung manis dengan 2 ulangan. Data dianalisis menggunakan uji F, apabila terdapat perbedaan yang signifikan dilakukan uji lanjut Scott Knott taraf 5 %.Semua genotip benih memiliki mutu yang berbeda, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan pada parameter bobot 100 butir, daya berkecambah dan keserempakan tumbuh berdasarkan uji anova. Benih yang memiliki mutu fisik awal yang baik mampu mempertahankan mutu sampai periode akhir penyimpanan. Setelah periode simpan terdapat genotip terbaik yaitu dengan kode 613 yang mampu mempertahankan mutu fisik-fisiologisnya sampai akhir penyimpanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa genotip benih jagung manis Unpad Genotip 613 (P5 x P1 (x) (3)) memiliki mutu fisik dan fisiologis yang baik dan dapat dijadikan sebagai calon tetua hibrida. Hal ini dilihat dari kualitas benih yang memenuhi syarat karakter benih bermutu dari parameter bobot 100 butir dan daya berkecambah.
THE EFFECT OF TRICHODERMA SP. SEED COATING AND THE APPLICATION OF BOKASHI TOWARD SOYBEAN YIELD Intan Winara; Sumadi Sumadi; Anne Nuraini
Jurnal Penelitian Saintek Vol 23, No 2: Oktober 2018
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.142 KB) | DOI: 10.21831/jps.v23i2.18901

Abstract

This study was aimed at determining the effect of seed coating using Trichoderma sp. and applying bokashi to increase soybean yields. The study was carried out in the Ciparanje experimental garden of Padjadjaran University in Jatinangor in April to July 2017. The design used in this study was a Randomized Block Design which was repeated three times. The soybean seeds used are Anjasmoro varieties. Tricho-G as a source of Trichoderma sp. was used as a seed coating material. Bokashi cow manure and the soil used were from paddy fields. Other ingredients used were Urea, SP-36, KCl, and pesticides with the active ingredient Profenofos. The step of the research is bokashi application, seed coating, storage, planting, fertilizer application, and observation. The results show that the combination of seed coating using Trichoderma sp. and bokashi application had an effect on increasing the number and weight of seeds per plant. Coating of seeds with Trichoderma sp. low doses can still maintain plant growth and has a positive effect on crop yields.PENGARUH PELAPISAN BENIH TrichoDERMA SP. DAN PEMBERIAN BOKASHI TERHADAP HASIL PANEN KEDELAIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelapis benih menggunakan Tricho-derma sp. dan pemberian bokashi terhadap peningkatan hasil panen kedelai. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Ciparanje Universitas Padjadjaran Jatinangor pada bulan April sampai dengan Juli 2017. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok yang diulang tiga kali. Benih kedelai yang digunakan yaitu varietas Anjasmoro. Tricho-G sebagai sumber Trichoderma sp. digunakan sebagai bahan pelapis benih. Pupuk Bokashi kotoran sapi dan tanah yang digunakan berasal dari tanah sawah. Bahan-bahan lain yang digunakan yaitu pupuk Urea, SP-36, KCl, dan pestisida dengan bahan aktif  Profenofos. Langkah penelitian yang dilakukan adalah pemberian bokashi, pelapisan benih, penyimpanan, penanaman, pemupukan, dan pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kombinasi pelapisan benih menggunakan Trichoderma sp. dan pemberian bokashi berpengaruh dalam meningkatkan jumlah dan bobot biji per tanaman. Pelapisan benih dengan Trichoderma sp. dosis rendah masih dapat mempertahankan pertumbuhan tanaman dan memberikan pengaruh yang positif terhadap hasil tanamaN
THE APPLICATION FOR COMBINING SYNTHETIC AND LIQUID FERTILIZERS TO IMPROVE PADDY YIELD Rustini Rustini; Anni Yuniarti; Yuliati Machfud
Jurnal Penelitian Saintek Vol 23, No 2: Oktober 2018
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.848 KB) | DOI: 10.21831/jps.v23i2.19038

Abstract

This study was aimed at determining the best combination of N,P,K and Si-enriched liquid fertilizer on P-soil, P absorption and Si plant, Si total soil, and paddy yield. The study was carried out in Ciparanje experimental garden greenhouse, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University, Jatinangor, Sumedang, West Java in August to December 2017. The location was around 750 masl. The materials used in this research activity include Ciherang Varieties, Urea, SP-36, KCl, straw and hanjeli compost at doses of 20 t.ha-1, and Liquid Fertilizers (PC) enriched by Si from paddy husk ash. Seeds used in research activities were 14 days after seeding (HSS). The experimental design was carried out using a Randomized Block Design (RBD) consisting of 10 treatments with three replications. Based on the results of the study, it can be concluded as follows: (1) Giving a combination of N, P, K and Si-enriched liquid fertilizer influences the P-soil, P absorption, Si plant, and Ciherang paddy, (2) The combination gives the best paddy result with Dry Grain (GKG) weight of 51.70 g / plant or equivalent to 6.62 t.ha-1.APLIKASI PENGKOMBINASI PUPUK SINTETIS DAN PUPUK CAIR UNTUK MENINGKATKAN HASIL PANEN PADIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik antara pupuk N,P,K dan pupuk cair yang diperkaya Si terhadap P-tersedia tanah, serapan P dan Si tanaman, Si total tanah, dan hasil padi sawah. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca kebun percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada bulan Agustus sampai dengan Desember 2017. Lokasi percobaan berada di ketinggian sekitar 750 meter di atas permukaan laut (mdpl). Bahan yang digunakan dalam kegiatan penelitian ini di antaranya adalah padi sawah Varietas Ciherang, pupuk Urea, SP-36, KCl, kompos jerami, dan hanjeli dengan dosis 20 t.ha-1, dan Pupuk Cair (PC) yang diperkaya Si asal abu sekam padi. Bibit yang digunakan dalam kegiatan penelitian berumur 14 Hari Setelah Semai (HSS). Rancangan percobaan yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 10 perlakuan dengan tiga ulangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) Pemberian kombinasi N,P,K dan pupuk cair yang diperkaya Si berpengaruh terhadap P-tersedia, serapan P, serapan Si, dan hasil padi sawah varietas Ciherang pada Inceptisols asal Jatinangor. (2) Kombinasi memberikan hasil padi sawah terbaik dengan bobot Gabah Kering Giling (GKG) sebanyak 51,70 g/tanaman atau setara dengan 6,62 t.ha-1
THE APPEARANCE OF PHENOTYPIC CHARACTER ON FIVE GENOTYPES OF CAYENNE PEPPER Eva Oktaviani; Neni Rostini; Agung Karuniawan
Jurnal Penelitian Saintek Vol 23, No 2: Oktober 2018
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.311 KB) | DOI: 10.21831/jps.v23i2.19158

Abstract

This study was aimed at determining the appearance of phenotypic characters in five cayenne genotypes in Sukamantri, Ciamis Regency. The research method used was the experimental method with Randomized Block Design (RBD) with five treatments repeated five times. Data were analyzed by variance and followed by Least Significant Difference (LSD) Test. The testing material consisted of five genotypes of cayenne pepper, namely one of the new superior varieties (Ratuni Unpad), and four varieties (CR8873, Dewata, Taruna, and Rabani). The tests were carried out in Sukamantri, Ciamis Regency in 983 m asl in August 2017 to February 2018. The observations were made on the character of the results and components of results which included the seed length, the seed diameter, the seed weight per unit, the seed weight per plant, the seed weight per plot, and the seed weight per hectare. The test results showed that there were differences in phenotypic characters between the five genotypes tested. The Dewata, Ratuni Unpad, and CR8873 genotypes show the highest potential yield (8.34 tons/ha, 7.71 tons/ha, and 7.24), with the character of fruit weights per fruit of 1.382 grams, 0.911 grams respectively. and 1,311 grams.PENAMPILAN KARAKTER FENOTIPIK HASIL PADA LIMA GENOTIP CABAI RAWITPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan karakter fenotipik pada lima genotip cabai rawit di Sukamantri, Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan  Acak  Kelompok  (RAK)  dengan  lima  perlakuan  diulang  lima  kali. Data dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Least Significant Difference (LSD). Bahan pengujian terdiri atas lima genotip cabai rawit, yaitu salah satu varietas unggul baru (Ratuni Unpad), dan empat varietas (CR8873, Dewata, Taruna, dan Rabani). Pengujian dilakukan di Sukamantri, Kabupaten Ciamis dengan ketinggian tempat 983 m di atas permukaan laut (dpl.) pada Agustus 2017 sampai Februari 2018. Pengamatan dilakukan terhadap karakter hasil dan komponen hasil yang meliputi panjang buah, diameter buah, bobot buah per buah, bobot buah per tanaman, bobot buah per plot, dan bobot buah per hektar.Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakter fenotipik antarlima genotip yang diuji. Genotip Dewata, Ratuni Unpad, dan CR8873 menampilkan potensi hasil yang tertinggi (8,34 ton/ha; 7,71 ton/ha; dan 7,24); dengan karakter bobot buah per buah masing-masing sebesar 1,382 gram; 0,911 gram; dan 1,311 gram. 
THE EFFECT OF BOKASHI FERTILIZER AND COATING SEEDS TOWARD THE SEED VIGOR AND SOYBEAN GROWTH Dilla Nitra Gustiana; Sumadi Sumadi; Erni Suminar
Jurnal Penelitian Saintek Vol 23, No 2: Oktober 2018
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.33 KB) | DOI: 10.21831/jps.v23i2.19430

Abstract

This study was aimed atdetermining the dosage of bokashi fertilizer and seed coating which can have an influence both on seed vigor and soybean growth. The experimental design used was Factorial Randomized Group Design consisting of two factors, namely the administration of three levels of bokashi fertilizer and seed coating with Thiamethoxam and Trichoderma which consisted of five levels. The combination of the two factors contained 15 treatments which were repeated three times. DSAASTAT application was used in the further testing. The implementation of the research includes: power testing, weighing, seed vigor test, land preparation, application of bokashi fertilizer, planting, maintenance, destruction, main observations and supporting observations. The results showed that there was no effect of interaction between bokashi fertilizer and seed coating on seed vigor and growth of Anjasmoro cultivar soybeans. Giving 300 g / polybag of bokashi fertilizer can increase soybean plant growth. Coating with Trichoderma sp. 1 g / 100 seeds is the best dose of seed vigor, but the treatment without seed coating is not significantly different from other seed coating treatmentsPENGARUH PUPUK BOKASHI DAN PELAPISAN BENIH TERHADAP VIGOR BIBIT DAN PERTUMBUHAN KEDELAIPenelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pupuk bokashi dan pelapisan benih yang dapat memberikan pengaruh baik pada vigor bibit dan pertumbuhan kedelai. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu pemberian pupuk bokashi tiga taraf dan pelapisan benih dengan Thiamethoxam dan Trichoderma sp. yang terdiri dari lima taraf. Kombinasi dari kedua faktor terdapat 15 perlakuan yang diulang tiga kali. Uji lanjut menggunakan aplikasi DSAASTAT. Pelaksanaan penelitian meliputi:uji daya, penimbangan, uji vigor bibit, persiapan lahan, aplikasi pupuk bokashi, penanaman, pemeliharaan, destruksi, pengamatan utama, dan pengamatan penunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh interaksi antara pemberian pupuk bokashi dan pelapisan benih terhadap vigor bibit dan pertumbuhan kedelai kultivar Anjasmoro. Pemberian pupuk bokashi osis 300 g/polybag dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman kedelai. Pelapisan dengan Trichoderma sp. 1 g/100 butir benih merupakan dosis terbaik terhadap vigor bibit. Namun, perlakuan tanpa pelapisan benih tidak berbeda nyata dengan perlakuan pelapisan benih lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7