cover
Contact Name
Triwiyoko
Contact Email
istljdigitaledukasinusantara@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
istljdigitaledukasinusantara@gmail.com
Editorial Address
Lrg. Kemang, RT 14, RW 05, Kel. Sei Pinang, Muara Bungo, Jambi, Indonesia
Location
Kab. muaro jambi,
Jambi
INDONESIA
Innovative Science and Technology Learning Journal (ISTLJ)
ISSN : 31236219     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Innovative Science and Technology Learning Journal (ISTLJ) is a scientific journal published periodically with the aim of disseminating research results, innovations, and best practices in the field of science and technology education. This journal emphasizes creative, innovative, and evidence-based learning approaches that support the development of science and technology learning competencies at various levels of education. This journal serves as a platform for researchers, educators, practitioners, and curriculum developers to share findings that can improve the quality of science and technology learning, both through traditional methods and the use of digital technology and innovation.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Make A Match di Sekolah Dasar Diva Alya; Tri Wiyoko; Puput Wahyu Hidyat
INNOVATIVE SCIENCE AND TECHNOLOGY LEARNING JOURNAL Vol. 1 No. 1 (2025): Innovative Science and Technology Learning Journal (ISTLJ), November 2025
Publisher : Cv. Digital Education Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh proses belajar mengajar di kelas terlalu berfokus pada guru, siswa hanya berperan sebagai penerima informasi dan rendahnya hasil belajar IPAS di kelas IV SDN 130/II Pasir Putih. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan proses dan hasil belajar IPAS menggunakan model Make A Match di kelas IV SDN 130/II Pasir Putih. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yaitu terdiri dari dua siklus masing – masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 130/II Pasir Putih data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan proses dan hasil belajar IPAS kelas IV SDN 130/II Pasir Putih. Rincian hasil observasi guru pada siklus I dengan rata – rata sebesar 77,27% dengan kategori baik dan pada siklus II sebesar 90,90% dengan kategori sangat baik. Hasil observasi siswa pada siklus I dengan presentase sebesar 65% kategori cukup dan siklus II sebesar 85% kategori baik. Hasil belajar siswa siklus I 55% kriteria baik (tuntas) pada siklus II 80% kriteria baik (tuntas). Disimpulkan bahwa penggunaan model Make A Match dapat meningkatkan proses dan hasil belajar IPAS.
Analisis Perbandingan Kompetensi Guru dan Pengembangan Profesi Berkelanjutan (PKB) antara Indonesia dan Turki Tri Wiyoko; Nia Devita Sari
INNOVATIVE SCIENCE AND TECHNOLOGY LEARNING JOURNAL Vol. 1 No. 1 (2025): Innovative Science and Technology Learning Journal (ISTLJ), November 2025
Publisher : Cv. Digital Education Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbandingan Pendidikan antara Indonesia dan Turki menarik untuk dikaji karena keduanya memiliki latar belakang pendidikan, kebijakan, dan kondisi sosial yang berbeda. Indonesia dengan sistem pendidikan yang cenderung desentralistis dihadapkan pada tantangan pemerataan mutu guru di wilayah yang luas dan beragam. Sementara itu, Turki dengan sistem yang lebih sentralistis berupaya menjaga keseragaman standar kompetensi guru, meskipun menghadapi masalah implementasi di tingkat daerah. Tujuan dari penelitian ini Adalah untuk menganalisis perbandingan kompetensi guru dan Pengembangan Profesi Berkelanjutan (PKB) antara Indonesia dan Turki. Penelitian ini menggunakan metode berupa studi literatur dengan pendekatan komparatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualifikasi guru di Indonesia dan Turki memiliki kualifikasi yang berbeda terutama pada tingkatan sekolah menengah atas/kejuruan. Program Induksi Guru Pemula di Indonesia beban kerjanya lebih ringan dan programnya lebih terarah, namun bersifat monoton, Sedangkan di Turki beban kerjanya lebih berat dan program kegiatan guru pemula lebih varaitif tetapi daya dukung instruktur/mentor belum memadai. Komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan program keberlanjutan di Indonesia lebih mudah dipahami dan dijalankan, sedangkan program di Turki lebih komplek meski sudah berbasis kearifan sekolah. Sehingga di Turki masih banyak ditemukan kendala untuk pelaksanan program komunitas belajar. Selanjutnya, jaringan komunitas Virtual guru untuk meningkatkan komptensi dan program keberlanjutan guru di Indonesia dan Turki telah memiliki platform online. Platform di Indonesia lebih mudah dioperasionalkan karena waktunya lebih fleksibel dan konten yang ada sesuai dengan kebutuhan guru serta adanya pengakuan point untuk guru yang aktif menggunakan PMM. Sedangkan Platform di Turki lebih sulit untuk dioperasionalkan meski menu/fiturnya lebih lengkap dan jangkauan programnya lebih luas, sehingga platform ini tidak cukup efektif untuk meningkatkan komptensi guru di Turki dan tidak adanya pengakuan point ketika mengikuti pelatihan di Platform OBA.
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar IPA Menggunakan Model Accelerated Learning dengan Berbantu Media Power Point di Sekolah Dasar Nadila Nursafitri; Tri Wiyoko; Apdoludin
INNOVATIVE SCIENCE AND TECHNOLOGY LEARNING JOURNAL Vol. 1 No. 1 (2025): Innovative Science and Technology Learning Journal (ISTLJ), November 2025
Publisher : Cv. Digital Education Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas V SDN 95/II Muara Bungo dengan menggunakan model pembelajaran Accelerated Learning yang dibantu dengan Media PowerPoint. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus dilakukan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model Accelerated Learning dengan bantuan PowerPoint dapat meningkatkan proses pembelajaran yang ditandai dengan peningkatan nilai observasi guru dan siswa pada setiap siklus. Pada siklus pertama, proses mengajar guru memperoleh rata-rata 73%, yang meningkat menjadi 84% pada siklus kedua. Selain itu, proses belajar siswa juga mengalami peningkatan yang signifikan, dengan rata-rata nilai 72% pada siklus pertama dan meningkat menjadi 85% pada siklus kedua. Ketuntasan hasil belajar siswa juga meningkat, dari 74% pada siklus pertama menjadi 87% pada siklus kedua. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Accelerated Learning berbantuan PowerPoint efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di kelas V SDN 95/II Muara Bungo.
Peningkatan Proses dan Hasil belajar IPA Menggunakan Model Problem Based Learning di Kelas V Sekolah Dasar Desti Yulia Sari; Tri Wiyoko; Abdulah
INNOVATIVE SCIENCE AND TECHNOLOGY LEARNING JOURNAL Vol. 1 No. 1 (2025): Innovative Science and Technology Learning Journal (ISTLJ), November 2025
Publisher : Cv. Digital Education Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas V SDN 84/II Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, dan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain siklus yang melibatkan perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi, dan perencanaan ulang. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan subjek penelitian 18 siswa kelas V, terdiri dari 8 laki-laki dan 10 perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL mampu meningkatkan proses dan hasil belajar IPA siswa. Pada siklus pertama, ketuntasan belajar peserta didik hanya mencapai 44%, namun pada siklus kedua meningkat signifikan menjadi 76%. Peningkatan ini sejalan dengan peningkatan kualitas proses pembelajaran, yang tercermin dalam peningkatan skor observasi pendidik dari 71% menjadi 80% dan proses peserta didik dari 64% menjadi 83%. Model PBL terbukti efektif dalam mendorong partisipasi aktif siswa, meningkatkan motivasi, dan memperbaiki pemahaman mereka terhadap materi IPA. Penelitian ini memberikan kontribusi positif terhadap penerapan model PBL dalam pembelajaran IPA di SD, yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi sekolah lain yang menghadapi permasalahan serupa.
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar IPA Menggunakan Model Number Head Together (NHT) Berbantu Media Peta Konsep di Kelas V Sekolah Dasar Rudi Ardiansyah; Tri Wiyoko; Arisman Sabir
INNOVATIVE SCIENCE AND TECHNOLOGY LEARNING JOURNAL Vol. 1 No. 1 (2025): Innovative Science and Technology Learning Journal (ISTLJ), November 2025
Publisher : Cv. Digital Education Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas V SD Negeri 199/II Koto Jayo dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Number Head Together (NHT) yang didukung oleh media peta konsep. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan masing-masing dua pertemuan: satu untuk pembelajaran dan satu lagi untuk evaluasi hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada proses pembelajaran, yang tercermin dari peningkatan persentase observasi pendidik dan peserta didik dari siklus pertama ke siklus kedua. Pada siklus pertama, observasi pendidik mencapai 87,5% dan meningkat menjadi 93,83% pada siklus kedua. Observasi peserta didik juga menunjukkan peningkatan dari 69,44% menjadi 84,44%. Selain itu, hasil tes menunjukkan bahwa pada siklus pertama, 60% peserta didik mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM), sementara pada siklus kedua, 93,3% peserta didik berhasil tuntas. Penerapan model NHT dengan media peta konsep terbukti efektif dalam meningkatkan proses dan hasil belajar IPA, sehingga dapat menjadi alternatif metode yang efektif untuk pembelajaran di sekolah dasar.
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Pembelajaran Snowball Throwing Berbantu Kokami di Sekolah Dasar Yolanda Lupita Sary
INNOVATIVE SCIENCE AND TECHNOLOGY LEARNING JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2026): Innovative Science and Technology Learning Journal (ISTLJ), Vol 1 No 2, Mei 202
Publisher : Cv. Digital Education Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to enhance the process and outcomes of mathematics learning using the Snowball Throwing model assisted by Kokami media for third-grade students at SD Negeri 101/II Muara Bungo. The research applied Classroom Action Research (CAR) with Kemmis and Taggart’s design during the second semester of the 2023-2024 academic year. Data collection included tests, observations, and documentation. Results indicated improvements in learning processes, with teacher observation scores rising from 66 in Cycle I to 99 in Cycle II. Student learning outcomes improved from 67.6% in Cycle I to 79.4% in Cycle II. In conclusion, the Snowball Throwing model assisted by Kokami effectively enhanced mathematics learning processes and outcomes.
Survei Tingkat Kecepatan dan Kelincahan Pemain Sekolah Sepak Bola Muhammad Reyzqi Pitoyo; Farizal Imansyah; Rury Rizhardi
INNOVATIVE SCIENCE AND TECHNOLOGY LEARNING JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2026): Innovative Science and Technology Learning Journal (ISTLJ), Vol 1 No 2, Mei 202
Publisher : Cv. Digital Education Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this research is that the level of speed and agility of the SSB Putera Sukma Palembang players is not yet known. The purpose of this study was to determine the level of speed and agility of the SSB Putera Sukma Palembang players. The method used in this study used a survey method with data collection techniques using tests and measurements. This type of research is a quantitative descriptive study. The data analysis technique used descriptive statistics, the percentage of P (percentage) = F (frequency) / N (number of respondents) X 100%. The population in this study amounted to 34 players of SSB Putera Sukma Palembang. The sample in this study amounted to 26 players SSB Putera Sukma Palembang who were selected by purposive sample with certain criteria. The instrument used is a 30 meter run to measure speed, while the Illinois race is used for speed. Based on the research results, the speed level of SSB Putera Sukma Palembang players is in the good category (43.61%) and for the speed is in the medium category (80.76%).
Upaya Meningkatkan Kecerdasan Spiritualitas Siswa Dengan Menerapkan Budaya Religius: Literature Review Annisatul Khoiriyah; Abdul Muhid
INNOVATIVE SCIENCE AND TECHNOLOGY LEARNING JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2026): Innovative Science and Technology Learning Journal (ISTLJ), Vol 1 No 2, Mei 202
Publisher : Cv. Digital Education Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Writing this literature review paragraph discusses efforts to improve students' spiritual intelligence by implementing religious culture. It is important for students to have spiritual intelligence, because in practice spiritual intelligence will help students in applying positive religious values ​​so that they can behave better. Religious culture is a method of increasing students' spiritual intelligence. Religious culture itself is an attempt to apply the sciences of belief or religion in everyday life. Therefore, in an effort to improve students' spiritual intelligence, religious activities can be carried out in the school environment so that students can make it a habit and apply it continuously. In this study using a literature review approach with qualitative methods. The data used comes from journals and articles. Several previous studies have shown that to increase students' spiritual intelligence, it can be done by applying religious culture.
Pemahaman Konseptual Dalam Kurikulum Merdeka : Dalam Tinjauan Evaluasi Pendidikan Sains Naintyn Novitasari; Syukri Hamzah; Rendy Wikrama Wardana
INNOVATIVE SCIENCE AND TECHNOLOGY LEARNING JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2026): Innovative Science and Technology Learning Journal (ISTLJ), Vol 1 No 2, Mei 202
Publisher : Cv. Digital Education Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this article is to synthesize conceptual understanding in the independent curriculum in terms of science education evaluation. Implementation of the Independent Curriculum focuses on acquiring contextual knowledge in each field and environment. The curriculum seeks to develop students' evaluation skills in three areas: attitudes, technical skills, and scientific knowledge. It is based on two layers of competencies: core and basic competencies. Core Competencies in the Merdeka Curriculum represent the level of ability to achieve graduate competency standards for a student at each grade level. There are four mandatory core competencies for all levels of education and all subjects including science, spiritual ones, social competencies, knowledge and skills. In terms of knowledge competency, conceptual understanding is an inseparable part of science concepts because conceptual understanding is a basic competency in science learning. This competency is part of the science graduation standards listed in Ministry of Education and Culture article number 20 of 2016. Therefore, students need conceptual understanding to learn science successfully.
Analysis of the Role of Mental Health in Social Interactions of University Students in Higher Education Putri Dayani Ginting; Fiona Deanovans; Mhd. Virzha Nafandri utama
INNOVATIVE SCIENCE AND TECHNOLOGY LEARNING JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2026): Innovative Science and Technology Learning Journal (ISTLJ), Vol 1 No 2, Mei 202
Publisher : Cv. Digital Education Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Mental health is a critical determinant of the quality of social interactions among university students. Students who face mental health challenges such as anxiety, depression, and social isolation tend to experience difficulties in establishing meaningful interpersonal relationships. This study aims to analyze the role of mental health in shaping the social interaction patterns of university students through a systematic literature review of recent empirical studies. The findings reveal that students with good mental health demonstrate higher social interaction quality, indicated by openness in communication, empathy, and collaborative ability. Conversely, students experiencing mental health disturbances tend to withdraw socially, experience communication barriers, and report lower academic satisfaction. The study also identified that institutional factors such as campus social support, counseling availability, and peer group quality significantly moderate the relationship between mental health and social interaction. These findings underscore the importance of integrating mental health support programs into the academic environment of higher education institutions. Universities are recommended to strengthen counseling services, develop mental health literacy programs, and foster an inclusive social campus culture. Future research should examine the longitudinal effects and cultural differences in the relationship between mental health and social interaction among students in Indonesia. Keywords: mental health; social interaction; university students; higher education; psychosocial well-bein g

Page 1 of 1 | Total Record : 10